Anjau Silau Penggiat Budaya di Teluk semaka Tanggamus

Tanggamus, (Mediarepublika.com) | Pekon Negeriratu berada tepat dijantung kotaagung tanggamus, masyarakatnya masih menjunjung tinggi Adat, budaya, tradisi Lampung yang hingga kini tetap dipertahankan, salah satunya adalah Tari Bedana.

Hari Minggu, 20 Oktober 2019 penggiat seni Bandar Lampung Marga Teluk Betung mengunjungi teluk semaka, muhibah budaya, Anjau silau penggiat seni Ridwan Hawari Raja Maulana, syahroni Minak Mangkuta, Andiwijaya
menempuh perjalanan selama 3 jam untuk sampai dipekon Negeriratu Marga Benawang kotaangung Tanggamus.

budaya anjau silau disambut dipekon Negeriratu oleh budayawan Tanggamus bpk.Nazori, ibrahim, hermanto, suhaimi, beserta penggiat andan jejama senibudaya Semaka.

Banyak sekali tari yang disuguhkan antaranya bedana, piccak khakot, tari ngampoh, tari mepoh duwai, tari piring duabelas, tari payung, tari slendang, dzikir lama, dzikir baru, gambus tunggal.

pekon-pekon yang hadir diantaranya Negara Batin, pekon kejadian, tebabunuk, talagening.
sebenarnya masih banyak lagi pekon-pekon yg aktif melestarikan senibudaya teluk semaka.

pusat senibudaya saat ini ada diNegeri ratu yg dibina oleh bpk Nazori adok khadin purbasa lidah batin. saat ini nazori membina 6 kecamatan
kotaagung, kotaagung barat, wonosobo, bandar negeri semuong, semaka, pematangsawa, semua kegiatan ini dijalankn dengan kemauan sendiri tanpa ada campurtangan pemerintah tanggamus, sementara respon muda mudi sangat antusias dan bangganya mereka bisa mempelajari kesenian budayanya sendiri.

Andi Wijaya salah satu penggiat seni marga Teluk Betung yang ikut serta dalam anjau silau mengatakan peran serta para penggiat budaya Lampung yg dengan gigih melestarikan menjaga hingga mewariskan ke generasi muda dengan harapan tari bedana bisa terus dipelajari hingga anak cucu kita nanti.

Mereka rela menyisihkan waktu tenaga uang dan pikiran untuk pelestarian budaya tari bedana, walau terkadang kebutuhan makan minum anak sekolah menjadi kendala tapi semangat untuk melestarikan budaya tidak pernah surut.

(Andi)

40 Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila Mengunjungi Keratuan Balau Lamban Jajar Intan

Media Republika, Bandar Lampung | 40 rombongan mahasiswa prodi pendidikan musik FKIP Unila didampingi oleh Kaprodi Hasyimkan, S.Sn, MA, Erizal Barnawi, M.Sn dan Agung Hero Hernanda, M.Sn melakukan kunjungan ke Keratuan Balau Lamban Jajar Intan (melihat dokumen foto bentuk rumah adat), Lamban Gedung Balau (tempat peninggalan baju besi, Payan terapang dan alat musik gamolan zaman Keratuan) serta kunjungan ke Situs Keratuan Balam Makam Ratu Mungkin,Petilasan Lengkara, Kaputren Asrama Putri, lokasi pasar, pemukiman dan lokasi Istana Keratuan Balau, perahu yang membantu milik Sriwijaya, Lokasi semua berada di Jln Kedamaian Bandar Lampung. Sabtu, (19/10/19)

Kunjungan tersebut disambut oleh para tokoh adat Kholid Ismail Balau Suttan Praja Kelana, Ramli Rahim Pn Pemuka Sakti, Afria Pn Ratu Sebuah,, Herman Suttan Puhun, Zainal Hakim Ratu Penutup, Amimardani Pn Putra Bangsawan dengan musik tradisional Talobalak khas Keratuan Balau yang dimainkan oleh muli Mekhanai Tiyuh Kedamaian.

Kunjungan tersebut adalah sebuah edukasi dan informasi kepada mahasiswa untuk mengetahui sejarah Keratuan Balau, tata cara adat buai kuning pubian telu suku Marga Balau.

Kholid Balau selaku tokoh adat yang dituakan mengatakan bahwa kunjungan-kunjungan seperti ini harus digiatkan oleh para generasi muda Lampung, agar pengetahuan tentang warisan leluhur ini bisa sampai dan didengar oleh seluruh masyarakat. (red)

Ferlita Reno pada tayangan ‘The Voice Indonesia

mediarepublika.com- Penampilan Ferlita Reno pada tayangan ‘The Voice Indonesia’ berhasil membuat takjub. Kendati demikian, seluruh coach memberikan pujian dan memberikan kesempatan kepadanya.

Aksi panggung Ferlita Reno pada tayangan “The Voice Indonesia”, Kamis (10/10) kembali memukau para coach. Ferlita yang tampil bersama dengan Nadia Darmawan dan Herald Claren dalam satu tim berhasil membuat Titi DJ tercengang

Ferlita yang Blind Audition mendapat empat kuris yang memutar kembali mencuri perhatian coaches. Dia menyanyikan lagu “Imagine” milik John Lennon dengan gaya yang berbeda dan mendapat pujian dari keempat coach.

“Nyanyinya content, grounded nggak ada yang bisa dikomenin lagi,” ujar coach Vidi Aldiano. “Kita tau kita pasti akan terkesima sama penampilan kamu,” sahut coach Nino RAN.

Coach Titi DJ lantas telah memiliki jawaban siapa yang akan dipilih. Ia akhirnya mengajak Ferlita yang tampil cemerlang pada malam itu untuk lanjut ke babak Battle.

Coach Titi DJ lantas telah memiliki jawaban siapa yang akan dipilih. Ia akhirnya mengajak Ferlita yang tampil cemerlang pada malam itu untuk lanjut ke babak Battle.

Kendati demikian, perjalanan Nadia dan Herald harus berhenti sampai di babak Knock Out. Meskipun pada saat itu keduanya sama-sama menuai pujian dari coach yang lain.

berikut profilnya:
Nama :ferlita reno umur :19 thn.
Asal : bandarlampung.
Ikut ajang the voice sudah masuk 16 besar dan nanti akan live tgl 24 oktober 2019 jam 20.00 wib di GTV . Dari coach titidj

Warga Sekitar Keluhkan Pembangunan RS. Hermina Lampung

Bandar Lampung | Sebaik-baiknya membangun sebuah gedung, tentu pemilik maupun rekanan kontraktor akan selalu mempertimbangkan kenyamanan masyarakat disekitar. Namun, hal ini tidak menjadi pertimbangan pihak PT. Medika Loka Lampung, RS. Hermina Lampung (sebelumnya RSIA Anugerah Medika Lampung) yang berada di Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung.

Gedung baru RS. Hermina Lampung yang rencananya akan dibangun 7 lantai ini, sebelumnya diduga tidak mengutamakan musyawarah dengan warga yang terdekat atau terdampak, justru lebih komunikatif dengan masyarakat yang jauh dari dampak pembangunan. Hal tersebut dikatakan oleh beberapa warga yang terdampak langsung melalui beberapa awak media.

Menurut penuturan warga (yang belum mau disebutkan identitasnya) musyawarah pernah terjalin, namun tidak diindahkan. Surat permohonan Peninjauan Ulang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) pun telah dilayangkan ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, dengan tanggapan bahwa pihak RS. Hermina harus meninjau ulang dan menyelesaikan permasalahan dengan masyarakat terdekat serta memberikan ruang kepada masyarakat guna mengajukan Tali Asih terkait pembangunan tersebut. Juga persoalan jam kerja, yang seharusnya sesuai dengan acuan Disnaker 8 jam kerja (08.00-16.00 WIB), tidak semestinya sampai malam hari melakukan aktifitas dentuman alat berat yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Dikatakan juga oleh warga tersebut, pembangunan bukan persoalan, jika pihak RS mau mengikuti S.O.P-nya. Belum lagi warga akan mempertanyakan soal Amdal dan lain-lainnya. | red

Heri Agus Setiawan Kembali Menjabat Ketua DPRD Tanggamus

Tanggamus, (Mediarepublika) – DPRD Tanggamus akhirnya resmi memiliki empat pimpinan defenitif masa bakti 2019-2024. Pelantikan empat pimpinan tersebut melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua Sementara Heri Agus Setiawan, S.Sos. didampingi Wakil Ketua Sementara Zulqi Kurniawan, bertempat di Gedung DPRD,Senin (7/10).Sementara prosesi pengambilan sumpah janji dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung, Ardhi Wijayanto, S.H., M.H.

Empat pimpinan tersebut, terdiri dari Ketua DPRD Tanggamus yang kembali dijabat Heri Agus Setiawan, S.Sos. dari PDI Perjuangan; Wakil Ketua I yaitu Irwandi Suralaga dari Partai Kebangkitan Bangsa; Wakil Ketua II adalah Hi. Tedi Kurniawan dari Partai Amanat Nasional; dan Wakil Ketua III yakni Kurnain dari Partai NasDem.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Tanggamus Zuldi Erwin Sinungan dalam laporannya mengatakan, pelantikan pimpinan DPRD Tanggamus berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/673/B.01/HK/2019 tanggal 27 September 2019, tentang Peresmian Pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Masa Jabatan 2019-2024.

Usai pembacaan surat keputusan Gubernur Lampung, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji dan penyerahan palu sidang dari Wakil Ketua Sementara Zulqi Kurniawan kepada Ketua Definitif Heri Agus Setiawan.

Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tanggamus yang telah memfasilitasi pelantikan pimpinan DPRD. Ia berjanji akan melaksanakan tugas dan meningkatkan kemitraan terhadap pemkab dan instansi terkait.

“Dengan telah dilantiknya Pimpinan DPRD Tanggamus, ini maka kami siap melaksanakan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi. Dalam waktu dekat ada pembahasan APBD tahun 2020,” ujar Heri Agus Setiawan.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., mengucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru dilantik. Bupati berharap DPRD Tanggamus dapat memperlihatkan kinerja yang optimal dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan. Dalam kaitan dengan itu, maka keberadaan pimpinan DPRD menjadi penting dan strategis.

“Pemkab Tanggamus menyambut baik atas telah terbentuknya pimpinan definitif DPRD Tanggamus. Sebab dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah, Pimpinan DPRD merupakan ‘jembatan penghubung’ antara Pemerintah Daerah dan DPRD, melalui mekanisme konsultasi. Hal ini selaras dengan prinsip dasar dalam hubungan kerja antara Kepala Daerah dan DPRD, bahwa kebijakan mengenai anggaran, orang, barang dan tata ruang harus dibicarakan antara Kepala Daerah dengan DPRD sebagai wakil rakyat,”kata bupati.

Lanjut Bupati, sebagai institusi yang dalam menjalankan tugas fungsi dan wewenangnya senantiasa berdampingan dengan lembaga eksekutif, saya menaruh harapan besar bahwa DPRD Kabupaten Tanggamus masa jabatan 2019- 2024 akan mampu melaksanakan tugas fungsi dan wewenangnya secara proporsional dan akan mampu tampil sebagai penyeimbang dan sekaligus sebagai penyemangat kinerja eksekutif.

Bupati, juga berharap bahwa dalam semangat kemitraan yang produktif kedua lembaga ini eksekutif dan legislatif selama 5 tahun kedepan akan bergerak dalam suatu dinamika yang konstruktif yang bermuara pada terciptanya kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Tanggamus,” ujarnya.

Turut hadir Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani,SE.MM., Wakil Bupati Hi. AM. Syafi’i,S.Ag,Dandim 0424 Letk. Arh Anang Hasto Utomo,S.Ip. M. Han, Kapolres AKBP Hesmu Baroto,S. Ik, Forkopimda,Para Anggota DPRD, Sekdakab Drs. Hamid H. Lubis, Staf Ahli Bupati, Para Asisten,Para OPD, Para Camat se Tanggamus ,Hadir juga Anggota DPRD dari Provinsi Yanuar Irawan, Muklis Basri, Azuansyah, Ketua dan pengurus APDESI Kab. Tanggamus, Tokoh pemuda insan Pers dan Unsur Ormase Kabupaten Tanggamus. (Ndi)

SELPI Akan Bagikan Masker dan Gelar Doa Kebangsaan

Bandar Lampung, (mediarepublika.com) | Perhelatan besar dari Lampung untuk NKRI, SELPI (Seniman Lampung Peduli) sebuah Forum Seniman yang digagas dan digerakkan oleh muda-mudi ini meng-inisiasi akan menggelar konser musik bertajuk Doa Kebangsaan. Sabtu malam (5/10/1) Para seniman dan musisi Lampung yang di Ketuai dr. Aldo Aprizo ini mengadakan audiensi untuk berkoordinasi serta meminta masukan dari Dang Gusti Ike Edwin selaku Dewan Pembina SELPI dikediamannya, Bandar Lampung. 

Gelaran acara Doa bersama ini melibatkan enam tokoh agama dari Kristen Protestan, Katolik, Islam, Budha, Hindu di Lamban kuning.

Dr. Aldo Aprizo mengatakan, doa bersama lintas agama sebagai wujud kepedulian terhadap bangsa dan negara, baik pemerintah serta masyarakat.

“Baik bencana di Indonesia, kerusuhan di Wamena, Kabut Asap, dan lain-lain, semuanya dibawa dalam doa. Terutama soal stabilitas negara dan keharmonisan masyarakat,” terangnya.

Lanjut dia, para tokoh agama juga mengucapkan doa untuk pemerintah baik kepala daerah gubernur, wakil gubernur, bupati/wali kota beserta wakilnya, camat hingga lurah dan kepala desa dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

“Seniman Lampung Peduli (SELPI) menjadi role model daerah paling toleran di Lampung. Itu karena kerja keras bersama menjaga kerukunan dengan tidak ada pikiran negatif dan ekslutifitas antar sesama masyarakat, dengan berbagi kepedulian maka kami berkoordinasi dengan pemangku adat dan para tokoh lintas agama untuk mensukseskan acara yang akan di helat dalam waktu dekat.” tukas Aldo Ketua SELPI”.

Tokoh Adat Lampung Dang Gusti Ike Edwin menyambut gembira atas gagasan Forum Seniman Lampung Peduli (Selpi) yang dalam bulan ini bermaksud akan menggelar Doa Kebangsaan bersama.

Dang Gusti Ike Edwin menjelaskan, “Ini sangat bagus menjadi rangkaian kegiatan dalam Rakor Peningkatan Toleransi Antar Umat Beragama yang dihadiri sejumlah pihak terkait,” tukasnya.

Beliau juga mengatakan, Tema kegiatan musik ini sangat konstektual, dengan keadaan bangsa dan negara yang saat ini nyaris terancam disintegrasi, ujar Sahli Sospol Kapolri Irjen Pol. H. Ike Edwin, MH., MM.

Karna itu, mantan Kapolda Lampung ini mempersilahkan kepada Forum SELPI adakan kegiatan yang bakal dihelat pada tanggal 13 Oktober 2019 serta melibatkan 56 musisikus tersebut di Pusat Budaya Lampung, Lamban Kuning, Jl. Hi Pangeran Suhaimi, Harapan Jaya, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung.

“Semoga pentas seni ini mampu menyebar hingga Sabang sampai Merauke, dan tidak sekedar bergaung sebatas Lampung saja,” tambah Perdana Menteri Kesultanan Adat Lampung Paksi Pak Skala Berak tersebut.

Sebelumnya, Wagub ‘Chusnunia Chalim’ mengatakan untuk meminta Seniman Lampung Peduli membuat rangkaian acara keharmonisan dan kerukunan di Provinsi Lampung terpupuk atas upaya bersama baik pemerintah, stakeholder dan masyarakat sendiri. | (*)

Mahepel Unila Mengajak Fokus Atasi Masalah Lingkungan

mediarepublika.com- Bandar Lampung – Pada hari Sabtu 5/10/2019 bertempat di Gedung Student Centre Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila, Mahepel Unila resmi membuka program pendidikan dan pelatihan yang dibuka oleh Dekan FEB Unila Prof. Satria Bangsawan dan diawali dengan kegiatan Seminar Manajemen Organisasi dan Lingkungan dengan tema “Become a Leader Who Cares About Environment”.

Dekan FEB Unila (5/10) menyatakan, “Demi terciptanya lingkungan yang bersih dan asri, segala kegiatan Mahepel Unila yang mengarah kepada pelestarian lingkungan akan selalu didukung penuh”. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa narasumber, seperti Hasrun Afandi U.S. dari pihak akademisi sekaligus senior Mahepel Unila, Nisfu Apriana anggota DPRD Kota Bandar Lampung, serta Irfan Tri Musri selaku Direktur WALHI Lampung.

Forum diskusi yang melibatkan organisasi pecinta alam se- Lampung serta berbagai lembaga kemahasiswaan ini selain memberikan pemahaman tentang masalah lingkungan yang sedang marak terjadi, juga menjadi sarana penghubung aspirasi atas keresahan masyarakat tentang masalah lingkungan yang ada kepada pemerintah daerah.

Mesran Hasta R. salah satu perwakilan pecinta alam Maharipal UIN Raden Intan Lampung menegaskan, “Seharusnya dengan banyaknya komunitas pecinta alam yang ada di Bandar Lampung khususnya masalah lingkungan bisa cepat diselesaikan. Salah siapa ini, dukungan pemerintah yang kurang kah ? atau antusias gerakan pecinta alam yang kurang ?”.

Irfan Tri Musri Direktur WALHI Lampung (5/10/2019) menanggapi bahwa , “Permasalahan ini dapat dilihat dari dua sudut pandang, jika dilihat dari sisi kiri ini bisa dikatakan menjadi kesalahan pemerintah karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah itu sendiri dalam menyelesaikannya, sementara apabila dilihat dari sisi kanan Gerakan Pecinta Alam yang sudah banyak dilakukan dinilai masih kurang didengar oleh wakil rakyat untuk diteruskan kepada pemerintah demi menjalankan solusi dan penyelesaian nya. Jadi kalau kita ambil tengahnya, janganlah berhenti berjuang untuk menyuarakan masalah Pelestarian Lingkungan ini.”

Sedangkan Nisfu Apriana sebagai perwakilan anggota DPRD Kota Bandar Lampung menambahkan, “Memang masalah lingkungan ini begitu kompleks maka secara bertahap akan kita laksanakan forum dialog bersama organisasi organisasi pelestari lingkungan yang ada mengenai masalah lingkungan ini untuk kemudian bersama pemerintah daerah mencari solusi dalam menyelesaikan nya”. Hasrun Afandi U.S. juga ikut menambahkan, “Gerakan pelestarian lingkungan ini harus terus disuarakan dengan manajemen yang baik agar visi, misi, dan tujuan dari gerakan dapat berdampak baik dan responsif menjawab permasalahan permasalahan yang ada” ujarnya.

Aksi Responsif Mahepel Unila Terhadap Isu Karhutla

mediarepublika.com- Bandar lampung – Menanggapi isu lingkungan yang sedang terjadi di indonesia, seperti terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diindikasi melibatkan banyak stakeholders, Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (MAHEPEL) akan mengadakan kegiatan seminar manajemen organisasi dan lingkungan yang bertemakan “Become a leader who cares about environment” sebagai bentuk keresahan terhadap berlarutnya permasalahan lingkungan yang terjadi dan sebagai bentuk investasi untuk menumbuhkan pengetahuan tentang lingkungan terhadap calon pemimpin bangsa.

Ketua Umum MAHEPEL UNILA, Pradika Adi Purnama kepada wartawan di sekretariat kemahasiswaan FEB UNILA, rabu (02/10) mengatakan, “Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang peduli terhadap lingkungan dalam diri mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam organisasi pecinta alam.”

” Kegiatan ini melibatkan mahasiswa-mahasiswa Universitas Lampung pada umumnya, dan khususnya untuk pelaku organisasi dikampus, serta seluruh penggiat pecinta alam yang ada di Bandar Lampung.” paparnya.

MAHEPEL UNILA mengajak seluruh elemen terkhusus organisasi pecinta alam agar merapatkan barisan untuk terus kritis dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang sedang terjadi, harapannya kedepan dapat tercipta lingkungan hidup yang indah, nyaman, dan kondusif.

Ardiansah Masih Butuh Uluran Tangan Berbagai Pihak

Lampung Selatan | Para relawan dari LMPI ( Laskar Merah Putih Peduli Indonesia), dan berbagai Media Online turut mendampingin dalam keberangkat Ardiansah (10 tahun) yang mengalami kelainan jantung warga Dusun Wonosari/rajawali RT. 05, RW. 006, Desa Candimas, Kecamatan Natar menuju Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta Barat (30/ 09).

Sita Ana selaku Ketua Biro dari Pemberayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan, keberangkatan Ardiansah akan dikawal sampai proses di Jakarta selesai dan sesuai rujukan dari Rumah Sakit Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.

“Saya berterima kasih banyak untuk berbagai pihak yang telah membantu proses keberangkatan Ardiansah menujuh jakarta, terutama kepada Pemprov, Dinas Sosial Provinsi, Damri, Aparat Desa mulai dari Kades Hingga Kecamatan Candimas, dan para kawan-kawan Media Online yang telah membantu support untuk kami,” katanya pada saat di hubungi melalui sambungan telepon.

Di lokasi yang berbeda Andrian Swaldi selaku Kades Dusun Wonosari/rajawali RT. 05, RW. 006 mengatakan, semoga Ardiansah dapat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Kami perwakilan dari Aparat Desa Dusun Wonosari/Rajawali RT. 05, RW. 006 akan berupaya untuk membantu keluarga Pak Suden, dalam hal ini anaknya Ardiansah selama di Rumah Sakit Harapan Kita. Kami lakukan guna sebagai rasa kepedulian kami terhadap warga,” ucapnya.

Hasil terakhir pada Ardiansah yang telah berhasil kami himpun dari Ketua Biro Pemberayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahwa Ardiansah saat ini mendapat penanganan yang lebih intensif dan di Rawap Inap di rumah sakit tersebut.

“Ardiansah saat ini di rawat inap bang di Rumah Sakit Harapan Kita, dokter menganjurkan untuk di rawat inap karena Ardiansah membutuhkan penanganan yang benar intensif dari dokter,” jelasnya.

Bagi para Dermawan yang bersedia membantu penyembuhan Ardiansyah, bisa salurkan dana melalui Rekening Bank mandiri 114 00 1147293 6, atas nama Siti Ana. Dan untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 0821-7937-8804 (Sita Ana). | red

Ardiansya, Butuh Uluran Tangan Semua Pihak

Bandarlampung – (Mediarepublika) – MIRIS. Hal yang di alami Ardiyansyah, mengalami penyakit yang tak di inginkan oleh siapapun. Namun di tengah keprihatinan ini berbagai elemen relawan lakukan Aksi Jiwa Keperdulian Terhadap Sesama . Seperti halnya diketahui salah satu gerakan dari relawan LMPI (Laskar Merah Putih Indonosia) yang di pimpin oleh Siti Ana Selaku Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kali ini relawan LMPI melakukan keperdulian tersebut terhadap keluarga dari pasangan Sudin dan Sriani Warga Dusun Wonosari/rajawali Rt 05 Rw 006 Desa Candimas, Kecamatan Natar
yang di kabarkan memiliki putra bernama Ardiansyah Usia 10 Tahun yang memiliki penyakit Jantung Kongestif (Kegaalan Jantung) sejak dini.

Faktor pembiayaan menjadi suatu halangan dalam pengobatan, seperti halnya Sita Ana yang sering disapa Bunda Ana Selaku Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bandar Lampung mengatakan, keluarga Pak Sudin dan Bu Sriani tidak mampu untuk membawa anak kerumah sakit selama ini anak tersebut diobati melalui Puskesmas, Klinik, yang ada di sekitar tempat ia tinggal. Lantaran dengan pembiayan pengobatan yang tidak dimiliki.

“Baru kali ini lah adik ardiansyah mendapatkan pengobatan yang lebih. Atas keperdulian kami terhadap sesama kami bawalah ardiansyah ke rumah sakit abdul moeloek guna untuk mendapatkan penanganan yang lebih instensif”, ucapnya pada saat di temui dikediaman rumahnya.

Seperti infomasi yang berhasil di himpun bahwa mana para relawan tersebut, berbodong-bodong mencari donasi guna untuk pembiaya pengobatan Ardiansyah tersebut.

Dikarbarkan dari salah satu Relawan Bernama Kurnia, bahwa mana pengobatan tersebut akan berkelanjutan ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta Barat dan keberangkat pada hari Minggu (29/09)

“Pengobatan berkelanjut ke rumah sakit harapan kita bang, sesuai dengan rujukan yang di berikan oleh dokter rumah sakit abdul moeloek yang selama ini menangani ardiansyah dalam pengobatannya”, terangnya.

Bagi para Dermawan yang bersedia membantu penyebuhan untuk Ardiansyah Usia 10 Tahun. Bisa salurkan melalui Rekening 114 00 1147293 6
Atas nama siti ana Bank mandiri. (Red)