Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Serempak di 11 Kecamatan

Mediarepublika.com – Pesawaran – Mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona (Covid-19) Pemkab Pesawaran melakukan penyemprotan Disinfektan pada sejumlah fasilitas umum secara serempak di 11 kecamatan pada Kamis (26/03).

Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Mustari yang juga merupakan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona (Covid-19) Pemkab Pesawaran mengatakan, bahwa penyemprotan disinfektan dilaksanakan secara serempak di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran mulai Kamis (26/03) hingga Sabtu (28/03).

“Penyemprotan disinfektan dilakukan pada fasilitas umum seperti masjid, mushola, sekolah, dan jalan-jalan utama,” ungkap Mustari.

Sebelumnya Mustari juga menyampaikan, bahwa pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanangan Corona akan memprioritaskan Lima Kecamatan yang menjadi fokus penyemprotan Disinfektan guna mencegah penularan Virus Corona (Covid-19). Lima kecamatan yang masuk zona prioritas penyemprotan disinfektan merupakan kecamatan yang menjadi jalur protokol .

“Disinfektan beserta alatnya sudah kami berikan ke setiap kecamatan, namun yang menjadi prioritas sekarang adalah kecamatan yang sering menjadi jalur yang terlintasi atau daerah protokol. Diantaranya Kecamatan Gedongtataan, Kecamatan Kedondong, Kecamatan Negeri Katon, Kecamatan Teluk Pandan dan Kecamatan Way Khilau,” ujar Mustari.

Mustari menyampaikan, penyemprotan massal akan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga hari. Penyemprotan tersebut akan berfokus pada daerah yang menjadi fokus tempat keramaian.

“Penyemprotan akan dilaksanakan serempak dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi mulai tanggal 26 Maret sampai 28 Maret. Penyemprotan akan dilakukan di tempat-tempat yang ramai seperti pasar, perempatan maupun, jalan-jalan lintas,” tambahnya.

Selain itu, imbuh Mustari, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran juga akan membagikan masker kepada masyarakat, jika masker sudah tersedia pihaknya akan segera membagikan ke masyarakat.

“Terkait dengan pembagian masker, sampai saat ini stok ketersediannya masih belum ada. Tapi kami akan mengusahakan pada tanggal 26 maret akan segera kami bagikan kalau bisa serempak dengan penyemprotan yang akan dilaksanakan,”ujarnya.

Lebih lanjut Mustari menyampaikan, bahwa semua yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Kabupaten Pesawaran yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Pol PP, Satker terkait, Ormas, Sekolah, para guru dan paramedis, serta para stakeholder, para camat, kepala desa serempak melawan virus corona.

“Seluruh elemen bergerak melawan corona. Kami berharap virus corona minggir dari bumi pertiwi, khusus nya bumi Pesawaran. Kita siap untuk selamat, kenali bahayanya kurangi resikonya. Salam Tangguh, Bravo,” tutup Mustari.

Gubernur Arinal Beri Solusi Atasi Derita Petani Cabai Tegineneng dan Bekri karena Serangan Hama dan Kekurangan Air

Dalam suasana akrab para petani mencurahkan isi hati kepada Gubernur Arinal tentang deraan serangan hama dan kekurangan air yang mereka alami.
Di Tegineneng, Gubernur mengunjungi petani yang tergabung dalam Gapoktan Gemah Ripah di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran,

Gubernur Arinal tampak serius berbincang dan mendengarkan kendala yang dihadapi petani cabai itu. “Saya turun langsung karena saya ingin lebih dekat dengan masyarakat petani. Tadi juga saya sudah melihat hasil cabai para petani dan hasilnya bagus,” jelas Gubernur Arinal.

Terkait persoalan hama, Gubernur Arinal mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pengkajian terkait upaya pengendalian hama ini.
“Kita akan melakukan pengkajian lebih dalam terkait upaya pengendalian hama ini. Kita juga akan melaporkan dengan Kementerian Pertanian terkait hal ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk masalah kekurangan air, Gubernur memberikan dua alternatif solusi. Pertama dengan menggunakan pompa air tenaga surya dari Bukit Asam. “Kita bisa salurkan bantuan pompa air tenaga surya dari Bukit Asam. Tetapi jalur pipa dan embungnya dari masyarakat petani. Dan ini akan dilakukan pengkajian seperti apa jalurnya nanti,” jelas Gubernur.

Alternatif kedua, ujar Gubernur, dengan meminjamkan alat untuk membuat sumur bor. Sehingga nanti tiap sumur yang dibuat minimal mampu memenuhi kebutuhan air untuk areal pertanian sekitar 3-4 hektare.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal juga mensosialisasikkan Program Kartu Petani Berjaya (KPB) kepada petani. KPB ini akan memudahkan masyarakat petani dalam mendapatkan permodalan unntuk usaha tani. “Saya memiliki program Kartu Petani Berjaya. Kartu ini akan memudahkan petani Lampung dalam mendapatkan permodalan. Jadi petani di sini harus menentukan komoditas apa yang akan dikembangkan jika bergabung dalam program KPB ini,” ujar Gubernur.

Dengan bergabung dalam program KPB, Arinal berharap petani akan lebih mudah mendapat permodalan dan segala kebutuhannya.

Usai berbincang dengan petani Gapoktan Gemar Ripah Tegineneng, Gubernur Arinal tutun ke Kampung Binjai Ngagung, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah guna mendengar keluhan petani yang tergabung dalam Gapoktan Sidomuncul.

Menanggapi keluhan petani di Bekri, Gubernur Arinal juga akan meminjamkan alat untuk membuat sumur bor kepada Gapoktan Sidomuncul, serta akan melakukan pengkajian terkait upaya pengendalian hama, dan melaporkannya Kepada Kementerian Pertanian.

Dalam kunjungan Gubernur ini, keluhan para petani Tegineneng disampaikan Ketua Gapoktan Gemah Ripah Tegineneng Slamet Riyadi. Dia menjelaskan bahwa luas pertanian cabai di Tegineneng mencapai 450 Ha, sedangkan untuk Desa Trimulyo mencapai 268 Ha.

“Dalam kondisi saat ini, petani mampu mendapatkan 8-10 ton per hektare dalam kurun waktu 6 bulan dengan menggunakan varietas lokal,” jelas Slamet.

Saat ini curah hujan juga tinggi, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan penyakit dan hama. “Kalau normalnya, bisa mencapai diatas 10 ton,” tambah Slamet.

Dalam kesempatan itu, Slamet Riyadi juga menyampaikan kendala petani Gapoktan Gemah Ripah, seperti kekurangan air, upaya pengendalian hama, dan ada keseimbangan harga penjualan antara harga pprodusen dan harga konsumen. “Kami sangat mengharapkan bantuan pak Gubernur dalam mengatasi kendala yang ada,” ujarnya.

Sedangkan di Bekri, Ketua Gapoktan Sidomuncul Kasimun menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi petani cabai di Kecamatan Bekri, yaitu berupa sumber air, pengendalian hama, dan alat pertanian. (ADPIM)

Kabupaten Pesawaran Menyalurkan Bantuan Kepada Korban

Mediarepublika.com – Pesawaran -Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran, menurunkan alat berat untuk membersihkan material dan lumpur yang masih menumpuk di jalan dan halaman rumah warga, dan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir bandang di tiga kecamatan di Pesawaran, terutama di wilayah Desa Bagelen.

“Tim sudah turun sejak banjir malam. Hari ini kita turunkan alat berat, dan ada tambahan alat berat mini exavator dari dinas PUPR Provinsi Lampung,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa, Jumat (24/1).

Menurut Kesuma Dewangsa pihak pemerintah daerah juga masih terus menyalurkan bantuan bagi warga warga yang terkena dampak banjir kemarin. “Melanjutkan kemarin, hari ini penyerahan bantuan kepada korban banjir dilakukan di Balai Desa Kagungan Ratu Kecamatan Negeri Katon dan Kecamatan Way Lima, dan kita juga melakukan tinjauan kerumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir,” katanya.

“Tadi kita lakukan pemberian bantuan alat kesehatan, bantuan makanan atau nasi bungkus, bantuan Mie Instan, bantuan air mineral dan bantuan peralatan mandi,” tambahnya.

Bantuan pemerintah Pesawaran diantaranya berupa Mie Instan 30 dus dan Air mineral 30 dus, dari Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran berupa Beras 10 Karung, Mie Instan 10 dus dan Roti 18 Paks. Termasuk BPBD Kabupaten Pesawaran yakni Mie Instan 10 dus dan Air Mineral 10 dus, dan TP-PKK Kababupaten Pesawaran memberikan makanan atau nasi bungkus 200 bungkus serta peralatan mandi dua kotak.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah bumi Andan jejama, mengakibatkan banjir bandang, di sebagian besar wilayah kabupaten Pesawaran kamis 23 januari 2020. Kecamatan Gedong Tataan terdampak terparah banjir, menggenangi Desa Karang Anyar, Desa Bagelen, Purworejo,dan termasuk Kecamatan Negri Katon, dan Kecamatan Way lima.

“Ketinggian air mulai dari 40cm hingga mencapai 2 meter. Ada seribuan yang terkena banjir. Satgas penaggulangan bencana harus siap dan mampu menghadapi segala macam bencana, tidak ada kata tidak bisa, karena menjadi penolong adalah suatu kebanggaan,” kata Mustari Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran.

Bupati Dendi Ramadhona Dalam arahannya saat memimpin Apel Siaga Bencana

Mediarepublika.com– PESAWARAN – Paradigma penanggulangan bencana saat ini harus mengedepankan upaya preventif atau pencegahan dan kesiapsiagaan, dari pada upaya perspektif responsive atau penanganan darurat.

Paradigma preventif ini harus menjadi cara pikir dan cara tindak penanggulangan bencana sehingga dapat meminimalisasi korban yang timbul akibat bencana.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona dalam arahannya saat memimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Pemkab setempat, Rabu (15/1).

Menurut Bupari, hal ini sesuai Tema Apel Siaga Bencana Tahun 2020 ini yaitu “Siaga Bencana dimulai Dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas”. Dengan Hastag #SIAPUNTUKSELAMAT.

“Penyelenggaraan penanggulangan bencana sangat bergantung dari pola perilaku kita, yaitu perilaku yang harmoni dengan alam dan perilaku yang aman bencana (safety culture),” kata Bupati.

Oleh sebab itu, ujar Dendi, perlu revolusi mental mengubah perilaku untuk menuju budaya aman bencana dengan mengedukasi publik melalui gerakan kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas pemerintahan, organisasi, masyarakat, komunitas, keluarga dan individu agar mampu menanggapi situasi bencana secara cepat dan tepat.

Bupati mengungkapkan, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pesawaran, kejadian bencana selama 3 (tiga) tahun terakhir cenderung menurun; pada 2017sebanyak 68 kejadian, Tahun 2018 sebanyak 64 kejadian dan Tahun 2019 sebanyak 50 kejadian.

“Ini menunjukkan frekuensi bencana di Kabupaten Pesawaran selama tiga tahun terakhir Alhamdulillah menurun,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang dimulai dari diri kita, keluarga dan Komunitas.

“Marilah kita semua bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, karena kita semua sadar bahwa bencana datang pada tempat dan waktu yang tidak kita ketahui,” imbau Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan semua satuan kerja dan stakeholder terkait penanggulangan bencana untuk terus meningkatkan kemampuan dalam upaya penanggulangan bencana baik secara personal maupun secara organisasi serta mengintensifkan komunikasi dan koordinasi.

“Kepada stakeholder terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Pesawaran, baik personal maun lembaga saya minta untuk terus meningkatkan kemampuan, sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Pesawaran dapat berjalan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh,” katanya.

Aktivis Desa Maju Pilkada Pesawaran

mediarepublika.com- Gagal maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung lalu, tidak membuat aktivis desa, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) II Lampung itu
Edy Sudrajat patah arang. Pada Pilkada serentak 2020 mendatang, Edy memantapkan niat untuk maju pada Pilkada Kabupaten Pesawaran.

Edy Sudrajat mengatakan, tekat nya untuk maju Pilkada Kabupaten Pesawaran sudah bulat. Hal tersebut dibuktikan dengan telah dikembalikannya berkas pencalonannya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pesawaran.

“sama sama berdoa dan berusaha saja” tutur nya

lantas apakah Edy daftar juga ke partai lain selain PKB?
Edy mengatakan, dirinya hanya mengambil berkas di partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Optimisme tersebut, lanjutnya bukan tanpa alasan. Sebab, tambah Edy dirinya meyakini jika partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu akan objektif dalam menentukan calon kepala daerah.

“Pasti Optimis. Persoalan berpasangan dengan siapa, itu urusan partai. Dipasangkan dengan siapa saja saya siap,” tutur Edy

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengatakan, dirinya mengusung tagline ‘Pesawaran Bermartabat’.

“Bermartabat itu kan artinya kita punya harga diri. Harga diri Pesawaran harus dimulai dari rasa aman warganya, sejahtera hingga prestasi,” tutur Edy Sudrajat.

Edy Pun mengatakan, ada lima poin untuk Pesawaran Bermartabat yakni mengurangi angka pengangguran, memperbaiki kualitas infrastruktur, sistem pendidikan yang cerdas, layanan kesehatan yang berkualitas dan peningkatan daya saing masyarakat seperti kedaulatan pangan.

Hadiri & Sukseskan. 7 Juli 2019 Reuni SLTP 5 Bandar Lampung

Mediarepublika.com – Reuni merupakan ajang bersilaturahmi nya teman teman semasa sekolah, dengan cara berkumpul dan melakukan hal-hal positif. Begitu juga dengan para alumni Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (SLTPN) 5 Bandar Lampung yang sekarang di sebut dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bandar Lampung (Balam), yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) 2001 SMPN 5 Balam.

Setelah 18 tahun tamat sekolah para IKA 2001 SMPN 5 Balam ini sepakat akan melakukan Reuni Akbar yang akan dilaksanakan pada 7 Juli 2019 di Umah Bone Resto Jl way ngison no 3 Pahoman enggal Bandar Lampung. Novis Pawarman sebagai ketua panitia acara reuni mengungkapkan, “Insya kita akan melaksanakan Reuni Akbar IKA 2001 SMPN 5 Balam, pada tanggal 7 Juli 2019 yang lokasinya di Omah Bone Pahoman, dengan mengusung tema: Merajut Kembali Seragam Putih Biru, Sampai Dengan Nanti Punya Anak dan Cucu.” Ujar Novis di Umah Bone Rabu (19/6)

IKA 2001 SMPN 5 Balam yang berjumlah 243 orang dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta bekerja dan usaha di berbagai macam bidang, semoga dapat berkumpul bersama pada saat acara Reuni Akbar. “Saya berharap pada saat acara kita nanti semua teman IKA 2001 SMPN dapat berkumpul semua, baik itu yang di Bandar Lampung dan juga di luar kota dapat hadir dan mensukseskan acara kita ini, karna mungkin ada yang dari lulus sekolah, belum sempat bertemu karna kesibukan dan berbagai rutinitas lain, jadi semoga dengan acara ini semua teman yang sudah lama tidak bertemu dapat kembali berkumpul dan menyambung kembali tali silaturahmi serta dapat mengenang kembali kelucuan pada saat masa SMP dulu.” Jelas Novis kembali.

Di tempat yang sama, Sigit Setiawan merupakan salah pencetus ide di laksanakannya Reuni Akbar dan sekaligus Sekertaris panitia acara reuni ini juga mengharapkan kehadiran seluruh teman teman agar acara tak terlupakan, “kita akan buat acara reuni ini semenarik mungkin dan insyaallah tak kan terlupakan semua teman teman, kita akan mengundang guru SMPN 5 Balam, hadirkan makanan khas sewaktu sekolah dulu, kita akan adakan door prize yang berhadiah menarik, mulai dari voucher belanja sampai dengan sovenir menarik lainnya, yang pasti akan kita kemas menjadi hal yang mengesankan, walaupun dengan cara sederhana.” Jelas Sigit kepada wartawan.

Reuni yang merupakan ajang bersilaturahmi dengan sesama teman dan juga sebagai cara agar menyatukan perbedaan dan dapat temu kangen tanpa ada pembatas, “saya sangat berharap ini adalah event reuni pertama kita dan kedepannya akan kita buat dalam skala yang lebih besar lagi, seperti reuni 5 tahun angkatan, reuni alumni dari tahun 1999 sampai dengan 2003. Atau kita buat reuni semenjak didirikan nya SMPN 5 Bandar Lampung sampai dengan alumni 2019 ini, agar almamter SMPN 5 dapat saling mengenal, dan dapat saling support dalam segala bidang.” Harap Sigit kembali.

Lokasi Minggu, 7 Juli 2019, pukul 09.00 bertempat di Umah Bone Resto jl way ngison no 3 Pahoman Bandar Lampung