Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-27 Provinsi Lampung, Lansia Terawat Indonesia Bermartabat

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27 Tahun 2023, bertempat di UPTD Tresna Werdha, Natar Lampung Selatan, Rabu (14/6/2023).

Kegiatan yang bertemakan “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat” tersebut, dimeriahkan dengan penampilan tarian, pembacaan puisi, paduan suara, yang dibawakan oleh Lansia, serta penyerahan hadiah lomba, dan pemberian penghargaan secara simbolis kepada PT Ersindo, dan PT CPI Feedmill Lampung, sebagai perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang telah berpartisipasi terhadap UPTD Tresna Werdha selaku pembina Lansia.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si dalam sambutannya di acara tersebut menyampaikan, perhatian Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terhadap pemenuhan hak-hak lansia tertuang dalam misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas SDM, mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas, dengan tujuan yang hendak dicapai atau dihasilkan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Lampung Sehat) termasuk di dalamnya lanjut usia, untuk mewujudkan “Rakyat Lampung Berjaya”. di bidang sosial.

Hal itu juga sejalan dengan tupoksi utama yang menjadi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, dalam bentuk pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia terlantar di dalam Panti milik pemerintah Provinsi Lampung.

Guna mengoptimalkan layanan dalam Panti terhadap para lanjut usia, pada Tahun 2022, Gubernur melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung telah mengalokasikan anggaran rehabilitasi sarana dan prasarana kepada panti-panti, termasuk UPTD Lanjut Usia Tresna Werdha.

Gubernur Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung telah mendorong berdirinya sekolah lanjut usia pertama di Provinsi Lampung tepatnya di LKS Amanah Bunda Kabupaten Pringsewu, yang diresmikan oleh ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial LKKS Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, yang pada tanggal 22 Maret 2023 telah mewisuda angkatan pertama sebanyak 47 orang lanjut usia. Untuk wisuda angkatan kedua rencananya pada tanggal 25 di bulan ini sebanyak 46 orang.

Lansia sering dikatakan beban dalam keluarga, yang pada akhirnya mereka kurang mendapat perhatian.

Peran keluarga sangat menentukan terbentuknya lansia tangguh, keluarga bukan hanya wadah untuk tempat berkumpulnya ayah, ibu, anak dan nenek kakeknya, namun merupakan wahana awal pembentukan spiritual moral, serta karakter manusia dalam bentuk keluarga sejahtera.

Di dalam keluarga lah kita saling menghormati, saling menghargai, baik sesama anggota keluarga itu sendiri, maupun antara keluarga satu dengan yang lain, sehingga dapat melahirkan keluarga dan masyarakat, serta lansia yang berkepribadian dan bermoral tinggi, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia, untuk bersama-sama membangun negara yang penuh kedamaian.

Diaharakan kepada semua pihak, untuk menciptakan suasana yang mendukung terjadinya perubahan dan perilaku lansia yang sehat dan produktif. Hal ini tentu dapat diwujudkan melalui terciptanya lingkungan ramah lansia, yang kemudian bisa mendorong kesehatan dan partisipasi aktif lansia.

“Kepada para pegiat dan pemerhati lanjut usia, Saya mengajak untuk melaksanakan kerja nyata, menyelenggarakan pelayanan bagi para lansia, agar mereka tetap merasa bahwa dirinya diperhatikan, dihormati dan disayangi, sehingga dengan kearifan dan pengalaman yang mereka miliki, dapat menjadi motivasi kita dalam membangun Provinsi Lampung yang sama-sama kita cintai”, tutup kadis.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Reihana, perwakilan dari TNI, Polri, dan mitra Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung Berkomitmen Menjaga Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Bandar Lampung —- Gubernur Arinal Djunaidi menjadi Keynote Speaker pada acara Lampung Economic Summit 2023 yang diselenggarakan oleh Harian Umum Lampung Post, di Hotel Novotel, Rabu (14/06/2023).

Gubernur Arinal mengungkapkan, capaian kinerja perekonomian Lampung Tahun 2022 dapat tumbuh positif sebesar 4,28% dengan kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Pertanian (dalam arti luas) dengan kontribusi sebesar 27,90%.

Dengan capaian tersebut, Lampung menjadi satu-satunya provinsi yang tumbuh positif q to q di Sumatera, tumbuh sebesar 0,79% dibandingkan Triwulan IV Tahun 2022, sementara provinsi lain di Sumatera mengalami kontraksi.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional,  Gubernur menjelaskan bahwa pertanian di Provinsi Lampung memiliki berbagai potensi dan jenis komoditas unggulan. Diantaranya, Padi dengan jumlah produksi 3.332.235 Ton merupakan peringkat 2 Sumatera dan 5 Nasional, Ubi kayu dengan jumlah produksi 6.719.088 Ton merupakan Peringkat 1 Nasional, serta Jagung dengan jumlah Produksi 3.280.952 Ton merupakan Peringkat 1 Sumatera dan 3 Nasional.

Dengan jumlah produksi padi yang mencapai 3,3 Juta Ton, Lampung mengalami surplus. Surplus pangan tersebut, kata Gubernur, merupakan bentuk dukungan Provinsi Lampung bagi ketahanan Pangan Nasional.

Adapun produksi padi Provinsi Lampung pada Tahun 2021 telah berkontribusi sebesar 4,9% dari produksi padi nasional 2022 (54,75 juta ton), dengan sentra produksi terdapat di 5 Kabupaten  yaitu Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Mesuji.

Tidak hanya ketiga produk pertanian sektor tanaman pangan, Gubernur juga mengungkapkan berbagai komoditas unggulan lainnya yang menempati peringkat yang tinggi di Sumatera maupun nasional, seperti nanas, lada, kopi dan tebu, cokelat dan pisang.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa tiap-tiap kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung telah memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), baik berupa beras ataupun gabah kering giling. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat CPPD memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan untuk penanganan bencana, kerawanan pangan, kondisi darurat lainnya.

Untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan di Provinsi Lampung, Gubernur mengungkapkan berbagai upaya yang telah dilakukan diantaranya dengan fokus pada komoditas strategis, menetapkan regulasi yang mendukung, membangun infrastruktur, mekanisasi, agro-input, pasca panen dan pengolahan, mendorong investasi dan pembiayaan bank, memberikan asuransi usaha tani, mengatur tata niaga dan stabilisasi harga, mengendalikan impor dan mendorong ekspor serta menjaga sinergitas Kementerian/Lembaga, pusat-daerah dan lintas pelaku.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan berbagai hal yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjaga kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Diantaranya meliputi Penguatan pembangunan sektor pertanian melalui platform Program Kartu Petani Berjaya (E-KPB), Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), UMKM dan industri pengolahan, Pengembangan sistem neraca pangan daerah, Menjaga daya beli masyarakat, Membangun sistem pangan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Lampung Economic Summit 2023 dapat merumuskan strategi dan solusi guna mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.

Sekdaprov Lampung Buka Sosialisasi Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Yang Mengarah Pada Terorisme Bagi Generasi Muda

Bandar Lampung —Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto membuka kegiatan sosialisasi Pencegahan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme bagi Generasi Muda di Hotel Horison, Rabu (14/06/2023).

Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme dan merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara aktif dalam melakukan pencegahan terhadap ancaman paham yang berbasis kekerasan untuk meningkatkan perlindungan pada generasi muda sekaligus pelaksanaan terhadap hak asasi manusia dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya-upaya pencegahan ekstremisme secara terencana dan berkelanjutan,” ucapnya.

Fahrizal menyampaikan kepada seluruh peserta Purna Paskibraka mengenai esensi dilaksanakannya kegiatan ini untuk para Purna Paskibraka adalah bahwa para pasukan pengibar bendera merupakan orang-orang yang terpilih setelah melalui seleksi penerimaan yang ketat baik dari sisi fisik, mental dan ideologi.

Sekdaprov menjelaskan makna pengibaran bendera bukan hanya sekedar mengibarkan bendera akan tetapi lebih jauh dari itu prosesi pengibaran bendera adalah sebagai bentuk menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi adik-adik sebetulnya sudah pernah ditempa, sudah pernah diseleksi sudah pernah mengikuti suatu proses untuk menjadi orang yang sanggup menegakkan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” ucapnya.

“Purna Paskibraka artinya adik-adik diharapkan untuk menjadi duta bagi masyarakat Indonesia dalam rangka upaya kita untuk membangun ketahanan Nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya Fahrizal menyampaikan bahwa Ketahanan Nasional ini memiliki arti yang luas, baik dari segi ketahanan ekonomi, ketahanan ideologi, ketahanan penegakan hukum, ketahanan sosial dan budaya masyarakat.

Jika seluruh komponen Ketahanan tersebut baik, maka bangsa Indonesia akan memiliki Ketahanan Nasional yang baik.

“Jadi Ketahanan nasional itu mencakup IPOLEKSOSBUDHANKAM (Ideologi, Politik, Ekonomi,Sosial,Budaya,Pertahanan dan Keamanan), kalau itu kuat maka ketahanan kita akan kuat,” ungkapnya.

Modal utama untuk mencapai ketahanan yang kuat yaitu berupa Demografi, Geografi dan Sumber kekayaan alam. Jika ketiga modal ini tidak dikelola dengan baik maka ketahanan Nasional akan lemah, namun sebaliknya jika dapat dikelola dengan baik maka akan menghasilkan satu potensi kekuatan yang luar biasa.

Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 Indonesia memiliki potensi  menjadi negara dengan tingkat ekonomi terbaik di dunia hal ini didasarkan pada modal dasar yang dimiliki yaitu Indonesia saat ini menjadi negara ke-4 terbesar jumlah penduduknya di dunia setelah Amerika, India China.

Bonus demografi ini dapat menjadi peluang sekaligus ancaman jika tidak dikelola dengan baik. Menjadi potensi peluang jika Sumber Daya Manusia Indonesia dibangun baik dari sisi intelektuaitas maupun mental dan kepribadian yang berideologikan Pancasila.

Selanjutnya Indonesia memiliki modal Sumber Daya Alam yang luar biasa besar dan ini akan menjadi sumber perekonomian di masa depan jika dikelola dengan baik namun sebaliknya jika tidak kita kelola dengan baik bangsa Indonesia hanya akan menjadi penonton dan penduduknya kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.

“Saya sangat bersemangat karena berharap agar generasi ini bisa menjadi pemegang estafet untuk kemajuan bangsa ke depan. Jangan pernah kendor samangatnya untuk menjadi duta pemersatu bangsa,” tutur Fahrizal

“Semoga sasaran yang diinginkan dari kegiatan ini akan terwujud serta kemudian dapat diaplikasikan dengan sebaik-baiknya di lapangan,” ungkapnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung Ken Setiawan dengan materi Perspektif penyimpangan dan potensi ancaman di kalangan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan,  Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Lampung Hermansyah Saleh, S.STP.,M.H. Ketua pengurus Purna Paskibraka yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Tony Ferdinansyah, S.T, M.T, Anggota dan Pengurus Purna Paskibraka Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung

Parade Drumband PAUD Digelar, Bunda PAUD Provinsi Lampung Harapkan Anak-Anak Belajar Disiplin, Bekerjasama, dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Chusnunia bersama Bunda PAUD Provinsi Lampung dan Ketua DWP Provinsi Lampung melepas Parade Drumband PAUD, di Lapangan Korpri, Selasa (13/06/2023).

Mengimplementasikan Transisi PAUD ke SD, kata Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, adalah hal yang harus dilakukan sesegera mungkin agar program ini bisa terwujud maksimal di sekolah-sekolah PAUD ke SD.

Menurut Riana Sari, pemahaman serta strategi yang dilakukan harus memiliki konsep yang menyenangkan, diantaranya dengan :

1. Tidak menerapkan calistung sebagai syarat masuk SD
2. Melakukan proses pengenalan sekolah diawal tahun pembelajaran
3. Menerapkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan fokus pada seluruh kompetensi pondasi anak

Drumband PAUD adalah momen yang istimewa dimana anak-anak dapat mengekspresikan diri melalui irama dan gerakan yang memukau. Bunda PAUD Provinsi Lampung juga menjelaskan, parade ini dirancang untuk menjadi pengalaman yang mengesankan dan menggembirakan bagi anak-anak PAUD serta menghadirkan semangat kebersamaan dan kerja tim.

“Acara ini juga menjadi momen yang tepat bagi kita untuk menjadi pilar yang kokoh dalam perjalanan pendidikan mereka, memberikan cinta, perhatian, dan dorongan yang mereka butuhkan saat mereka memasuki dunia baru,” ucap Riana Sari Arinal.

Di kesempatan yang sama, Bunda PAUD Provinsi Lampung mengungkapkan, melalui musik dan gerakan, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri. Anak-anak juga belajar untuk menghargai keberagaman dan memiliki rasa saling menghormati. Acara Parade Drumband PAUD ini, kata Riana Sari, adalah bukti nyata dari kemajuan mereka.

“Saya berharap acara Parade Drumband PAUD hari ini akan memberikan kegembiraan dan kebanggaan kepada anak-anak kita. Semoga mereka terinspirasi untuk terus belajar, tumbuh, dan mengembangkan bakat mereka,” pungkas Bunda PAUD Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung Lakukan Tahapan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung

Bandar Lampung — Tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, hasil seleksi terbuka _(open bidding)_  pada 24 Mei 2023 yang lalu saat ini sedang menunggu jawaban dari KASN.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plh. Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh di Kantor Dinas Kominfotik, Selasa (13/06/2023).

Plh. Kadis Kominfotik Provinsi Lampung menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan tahapan-tahapan seleksi dengan berlandaskan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 15 Tahun 2019.

Plh. Kadis Kominfotik menerangkan bahwa dalam proses seleksi JPTP, Pemerintah Provinsi Lampung sudah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 sebagai perwujudan merit system dengan menggunakan prinsip transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif dan dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 15 Tahun 2019 dengan berbagai tahapan proses seleksi mulai dari portofolio, seleksi administrasi, uji penulisan makalah, uji kompetensi melalui asessment center dan wawancara.

Plh. Kadis Kominfotik juga menjelaskan, semua hasil dan nilai setiap peserta seleksi JPTP dalam tiap tahapan-tahapan seleksi telah diterima oleh Gubernur Lampung dan telah dilaporkan ke KASN.

“Gubernur sudah berkirim surat dan tinggal menunggu jawaban dari KASN. Setelah ada jawaban dari KASN, baru Gubernur menjadwalkan pelantikan,” terang Plh. Kadis Kominfotik Provinsi Lampung.

Adapun tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dilelang oleh Pemerintah Provinsi Lampung diantaranya Kepala BKD, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Perkebunan, Kadis Perpustakaan, Kadis ESDM, Kadis Pemuda & Olahraga, Karo Perekonomian.

Kontingen KTNA Provinsi Lampung Raih Juara 3 Lomba Asah Terampil Penas Tani Nelayan XVI 2023

Padang — Kontingen KTNA Provinsi Lampung meraih Juara 3 dalam Lomba Asah Terampil pada Penas XVI Tani Nelayan, di Padang, Senin (12/6/2023).

Setelah melalui tahapan perlombaan, Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara 1, juara 2 Kalimantan Tengah dan juara 3 Provinsi Lampung. Sedangkan juara harapan pertama diraih oleh Provinsi DI Yogyakarta, Juara harapan 2 Jawa Tengah dan harapan 3 Provinsi Bengkulu.

Selain meraih juara 3 dalam lomba Asah Terampil yang diikuti oleh 36 Provinsi di Indonesia, tim Lampung juga dinobatkan sebagai juara 2 peserta kreatif dan terampil.

Dengan meraih juara 3, Tim KTNA Provinsi Lampung berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp30 juta serta piagam dan piala dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam lomba Asah Terampil, KTNA Lampung menerjunkan tim yang terdiri dari Petani dewasa : Sukarlin dan Eko Widodo, Petani Muda : Hamzah Abidin dan Zainal Arifin serta Wanita Tani : Hartatik dan Ernawati dengan pendamping Mudhofir.

Anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Lampung H. Bustami Zainuddin yang hadir langsung dalam final lomba Asah Terampil, mengaku bangga dengan penampilan tim KTNA Lampung. Menurutnya, raihan juara 3 tersebut merupakan prestasi yang luar biasa dalam lomba tingkat nasional ini.

Bustami juga mengucapkan selamat kepada tim KTNA Lampung yang sudah meraih juara dalam lomba Asah Terampil dan juara Peragaan. Ucapan selamat juga disampaikan Bustami kepada Ketua KTNA Lampung Hanan A. Rozak dan khususnya kepada Gubernur Arinal Djunaidi yang sangat konsen dalam pembangunan bidang pertanian di Provinsi Lampung.

Di kesempatan yang sama, Ketua KTNA Provinsi Lampung Hanan A. Rozak juga mengucapkan selamat kepada tim KTNA Lampung yang sudah mengharumkan Provinsi Lampung dalam event Penas XVI 2023. Hanan berharap, Kontingen KTNA Lampung yang akan mengikuti cabang lomba berikutnya bisa meraih prestasi.

“Tetap semangat meraih prestasi dan menjaga nama baik Provinsi Lampung dalam ajang Penas XVI Padang Sumbar,” ujar Hanan Rozak.

Antisipasi Perubahan Iklim Ekstrim, Pemprov Lampung Bentuk Tim Gugus Tugas El Nino

Bandar Lampung — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti Rapat Koordinasi Langkah Strategis Adaptasi dan Antisipasi Perubahan Iklim Ekstrim (El Nino) yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo secara virtual bertempat di Ruang Command Center lt. II Kantor Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (22/05/2023).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini pembangunan pertanian dihadapkan pada tantangan yang semakin berat, yaitu adanya perubahan iklim dan iklim ekstrim kekeringan (El-Nino).

Berdasarkan prediksi global International Research Institute (IRI) for Climate and Society dan juga BMKG bahwa saat ini telah terjadi penguatan intensitas El Nino dengan perkiraan puncak El Nino terjadi pada Agustus 2023 dan berdampak menurunnya produksi dan ketersediaan pangan sebesar 20-30%.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyampaikan beberapa upaya yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu dengan melakukan peningkatan ketersediaan air dengan membangun/memperbaiki embung dan parit, sumur dalam, sumur resapan, saluran irigasi, introduksi varietas tahan kering.

Lalu, perlu dilakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan serta pengembangan komoditas 1000 hektar dan pengembangan pupuk organik secara masif dan mandiri.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya juga meminta daerah untuk melakukan identifikasi dan mapping untuk menentukan dan mengelompokkan daerah mana yang berada pada zona merah, kuning dan hijau.

Daerah agar membentuk Tim Gugus Tugas El Nino yang terintegrasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar pelaksanaan program adaptasi dan antisipasi berjalan terstruktur.

Dalam hal ini, Tim Gugus Tugas El Nino juga diminta untuk terus melakukan monitoring serta evaluasi untuk menjamin produksi pangan dapat ditingkatkan.

Terakhir, pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan fasilitasi penyediaan offtaker untuk menyerap produksi pangan dari petani.

Menanggapi arahan Menteri Pertanian RI, Gubernur Arinal Djunaidi dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa berdasarkan hasil analisis data kekeringan tanaman padi di Provinsi Lampung tahun 2023 relatif cukup aman.

Dalam mengantisipasi perubahan iklim ekstrim El Nino, Gubernur Lampung melaporkan bahwa pemerintah daerah akan menyediakan fasilitas penunjang di kabupaten-kabupaten yang masih belum memiliki fasilitas yang memadai.

“Kami akan mempersiapkan sumur bor di kabupaten dengan status cukup rawan karena kabupaten yang masuk dalam status tersebut adalah kabupaten yang masih belum memiliki irigasi teknis. Kami juga siap menindaklanjuti apabila terdapat peluang dan cara baru dalam menghadapi kondisi tersebut,” ucap Gubernur.

Gubernur Arinal juga meminta kepada pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian PU dikarenakan stok air pada embung-embung yang telah dibangun sudah mulai menipis.

Gubernur Arinal juga menyampaikan kesiapannya terkait arahan Menteri Pertanian RI pada pengembangan komoditas di lahan 1000 hektar.

“Pengembangan 1000 hektar akan kami siapkan seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri. Mudah-mudahan dapat dilakukan pada dua kabupaten tapi satu hamparan, di kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesawaran khususnya di Gading Rejo dan Gedung Tataan. Itu memang sentral sawah. Semoga ini dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Terakhir, Gubernur Arinal Djunaidi melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung juga siap untuk membentuk Tim Gugus Tugas El Nino.

“Kami siap membentuk Tim Gugus Tugas dalam menghadapi El Nino terutama di wilayah-wilayah yang rawan ataupun cukup rawan di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Kabaharkam Polri Sebut Polisi RW Praktik Kedekatan Aparat dan Masyarakat di Akar Rumput

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Fadil Imran menyebut Polisi RW hadir sebagai wujud praktik pemolisian modern yang bermuara dari hulu yaitu pencegahan kejahatan melalui pendekatan nyata dengan masyarakat.

Menurut dia Polisi RW adalah semua anggota kepolisian yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal, bukan hanya bhabinkamtibmas seorang. Mereka akan menjalankan fungsi polisi RW di tempat mereka tinggal saat ini.

Bila ada anggota yang sedang tugas di lain kota, maka ia akan menjadi Polisi RW di tempat tinggal ia bertugas atau berdinas. Para Polisi RW diharapkan minimal seminggu sekali, dapat berkomunikasi, menjalin silaturahmi, menjadi kawan, jembatan, komunikator, fasilitator serta tempat curhat bagi warga di sekitar tempat tinggalnya, untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dan ketidaktertiban dalam masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Kapolri, yang menekankan bahwa polisi harus dekat dengan masyarakat dan bersifat humanis. Maka ketika saya diamanahkan memimpin Jakarta, saya berupaya menjalankan perintah tersebut melalui beberapa program yaitu Kampung Tangguh Jaya, Vaksinasi Merdeka, Street Race, ADA Polisi, hingga malam pelayanan,” kata Fadil saat menghadiri apel pembentukan Polisi RW di Polda DIY, Rabu (17/5/2023).

Menurut Fadil dari keseluruhan program tersebut yang menjadikan anggota dekat, kenal bahkan akrab dengan warga, berbagai aksi kejahatan dapat dicegah, bahkan diturunkan angkanya seperti kejahatan jalanan, tawuran hingga 49%.

“Perjalanan dari pembentukan berbagai program Inilah yang kemudian menjadi embrio lahirnya Polisi RW di Jakarta, yang kemudian diapresiasi oleh Kapolri, untuk kemudian secara bertahap dijalankan
secara nasional,” ungkap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Fadil menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu praktik pemolisian yang terbukti mampu mengurangi praktik kejahatan, menumbuhkan kepuasan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik pada aparat ialah pemolisian komunitas (community
policing), yang berorientasi pada kedekatan polisi kepada masyarakat.

Dampak positif dari best practices pemolisian komunitas inilah yang juga dirasakan dampaknya di Indonesia, yang kemudian mewujud dalam program Polisi RW.

“Bila ditanya, apa itu Polisi RW, maka saya akan mengawali dengan mengajukan
pertanyaan apakah teman-teman selama ini pernah mengenal seorang polisi di lingkungan tempat tinggal teman-teman? bahkan dekat dan akrab dengan polisi? Kalau
jawabannya tidak, inilah mengapa Polisi RW kami bentuk. Polisi, sebagai bagian dari negara, seyogyanya hadir untuk melihat, mendengar dan melakukan pelayanan yang
fokus pada upaya pencegahan kejahatan serta pelanggaran kamtibmas terjadi di masyarakat,” tambah Fadil yang telah 20 tahun sebagai anggota Polri
banyak berkarir di Jakarta.

Lebih jauh Fadil menjabarkan proses Polisi RW mulai bertugas. Setiap wilayah kata dia, seperti Yogyakarta, Bandung, akan melakukan analisa, pemetaan, secara bertahap yang kemudian memilih kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk ataupun catatan aduan
kamtibmas yang tinggi.

“Sebagaimana arahan Bapak Kapolri, saya akan terus turun ke bawah, melakukan berbagai evaluasi dan inovasi agar program ini tidak menjadi program lip service ataupun seremoni semata,” tutup Fadil.

Pemprov Lampung Gelar Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Tingkat Provinsi

Bandar Lampung — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto secara resmi membuka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Lampung Tahun 2023, di Gedung Pusiban, Senin (15/05/2023).

Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dilakukan untuk  mengembangkan pembinaan Ideologi Pancasila bagi generasi muda. Setelah terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, akan dipilih menjadi Duta Pancasila.

Saat ini, Indonesia masuk dalam negara G20 yang merupakan 20 negara yang memiliki pengaruh terbesar di dunia, baik dari jumlah penduduk nya, sosial budaya, maupun ekonominya.

“Jadi, Indonesia apabila didukung oleh sumber daya manusia, pemuda-pemuda yang semangat, maka visi Indonesia emas dapat tercapai,” jelas Sekdaprov Lampung.

Kegiatan diikuti oleh sebanyak 85 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung yang nantinya akan dipilih sebanyak 33 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Lampung, dan 2 orang akan dipilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Lampung mengatakan bahwa calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang mengikuti seleksi, sudah terpilih di tingkat Kabupaten/Kota, lalu dilanjutkan dengan seleksi tingkat Provinsi.

“Tunjukkan kapasistas diri, tunjukkan kemampuan, tunjukkan komitmen, tunjukkan bahwa adik-adik adalah harapan masa depan bangsa,” ucap Fahrizal Darminto.

Tahapan yang dilakukan dalam Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Lampung Tahun 2023 yaitu terdiri dari psikotes dan parade, tes kesehatan, tes wawasan kebangsaan berbasis komputer, serta kesamaptaan dan baris berbaris.

Pembukaan seleksi ditandai dengan  penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung kepada peserta  didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung dan Plt. Kadispora Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung Mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Menteri Dalam Negeri

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Asisten Perekonomian & Pembangunan, Kusnardi, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (Virtual) yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (15/5/23).

Dalam rakor tersebut, Mendagri mengungkapkan dua kelompok yang memiliki andil menyumbang inflasi tertinggi pada inflasi nasional bulan April 2023 sebesar 4,33% (yoy), yaitu kelompok transportasi (1,45), khususnya transportasi udara, dan kelompok makanan minuman dan tembakau (1,20).

Guna mengendalikan inflasi pada kelompok transportasi udara (administered price), Mendagri menyebutkan bahwa diperlukan langkah yang diambil oleh pemerintah pusat untuk mengatur agar tiket kargo udara bisa diturunkan.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden mengenai hal ini, karena daerah memang akan sulit untuk mengatasi hal ini sendiri. Ini harus dilakukan oleh pemerintah pusat,” kata Mendagri.

“Beliau (Presiden) akan memimpin rapat di minggu ini dengan semua stakeholder yang berhubungan dengan stakeholder transportasi udara, dengan target menurunkan harganya,” sambungnya lagi.

Selain kelompok transportasi, kelompok yang memiliki andil penyumbang inflasi nasional tertinggi pada April 2023 adalah kelompok makanan minuman dan tembakau.

Guna mengendalikan inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau, Mendagri meminta pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi dan monitoring secara kontinyu.

“Karena ini adalah kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, supaya perubahannya jangan sampai terjadi kenaikan signifikan,” kata Mendagri.

Selain itu, Sekretaris Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy dalam kesempatannya meminta pemerintah daerah untuk melakukan identifikasi APBD terkait pengendalian ketersediaan dan stabilisasi pangan untuk kemampuan penyelenggaraan Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) serta pengendalian inflasi akibat komoditas pangan (volatile food).