Bupati Tanggamus Terima Penghargaan Tjindarboemi dari PWI Lampung

Bandar Lampung, Mediarepublika | Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menerima Penghargaan Anugerah Tjindarboemi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Birokrat/Kepala Daerah, Akademisi dan Tokoh Masyarakat se Provinsi Lampung dalam Acara Anugerah Tjindarboemi 2019 di Wood Stair Cafe Bandar Lampung, Kamis (21/11/2019) malam.

Bupati Hj. Dewi Handajani sendiri menerima Penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Kesejahteraan Keluarga, bersama 6 Kepala Daerah lainnya.

Adapun Kepala Daerah lain yang menerima penghargaan yakni Bupati Tulangbawang Winarti sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Masyarakat bersama masyarakat, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad sebagai Kepala Daerah Inovator Kearifan Lokal dan Budaya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus sebagai Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Andalan Lampung, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya sebagai. Kepala Daerah Peduli Lingkungan, Bupati Pesawaran Dendi Romadona sebagai Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Coklat Lampung, dan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto sebagai Kepala Daerah Peduli Pengentasan Stunting.

Sementara Kategori Akademisi Peduli Peningkatan SDM, diberikan kepada Prof. M Yusuf S Barusman.

Adapun kategori Tokoh Inovator Pakan Fermentasi diberikan kepada Anggota Koramil 421-07 Sidomulyo Kodim 0421 Lampung Selatan Sertu Zulkarnaen, dan Tokoh Seni Tradisional diberikan kepada Pengarang, Pemusik dan Penyanyi Lagu Lampung Hila Hambala.

Selanjutnya, untuk Kategori Tokoh Masyarakat yang Konsisten dalam Sosial dan Keagamaan diberikan kepada Arif Makhya, dan Tokoh Penggapai Mimpi Anak-anak diberikan kepada Uniroh Utami, serta Kategori Tokoh Penegak Disiplin Berlalu Lintas kepada Iptu M Anis.

Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian mengucapkan selamat kepada penerima Anugerah Tjindarboemi 2019.

Supriyadi menyebut Anugerah Tjindarboemi merupakan tradisi yang diberikan kepada birokrat, kepala daerah, akademisi dan tokoh masyarakat yang dianggap berperan aktif dalam pembangunan.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Kepala Daerah, akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat.

Senada, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyebutkan anugerah Tjindarboemi bukan penghargaan yang sembarangan.

“PWI memberikan anugerah ini melalui Tim Penilai, berdasarkan dengan kriteria.”

“Selamat kepada penerima Anugerah Tjindarboemi, terus tingkatkan birokrasi dalam pembangunan di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Hj Dewi Handajani menyampaikan terima kasih kepada PWI Provinsi Lampung yang telah memberikan penghargaan kepada dirinya. Bupati juga menyatakan komitmennya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tanggamus.

“Terima kasih saya ucapkan kepada PWI yang telah memberikan penghargaan tersebut.”

“Tentunya ini menjadi motivasi bagi saya dan jajaran Pemkab Tanggamus untuk senantiasa menjaga komitmen dan terus berupaya melalui program- program yang ada, dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tanggamus,” tandasnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung Dukung Kerjasama Bank Lampung dan UBL

Mediarepublika.com – Bank Lampung dan Universitas Bandar Lampung (UBL) bersinergi guna memberikan kontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung. Keduanya juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih maju serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Guna mewujudkan hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Eria Desomsoni dan Rektor Universitas Bandar Lampung Prof. M. Yusuf Sulfano Barusman, MBA, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama, Senin (18/11).

Acara ini dihadiri juga Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Indra Krisna, Ketua Yayasan Administrasi Lampung sekaligus Dekan Fakultas ekonomi dan Bisnis UBL Dr.Andala Rama Putra Barusman, S.E.,MA.EC serta Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena.

“Tujuan MoU ini untuk kerjasama di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Diantaranya, memberikan kesempatan bagi mahasiswa UBL untuk mencari pengalaman kerja khususnya dunia perbankan di Bank Lampung dalam bentuk PKL,” ujar Dirut Bank Lampung Eria Desomsoni.

Pimpinan Bank Lampung juga dapat memberikan ilmu dengan mengajar di UBL bagi para mahasiswa, Joint Research bersama mengenai sistem perbankan untuk kepentingan Bank Lampung dan UBL baik bagi dunia pendidikan maupun Dunia Usaha (Perbankan).

Selain itu, Bank Lampung juga dapat berperan sebagai mitra UBL dalam penyimpanan dana program yang bersumber dari APBD juga memberikan fasilitas program-program pembiayaan yang dimiliki Bank Lampung untuk karyawan dan dosen UBL.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna turut memberikan apresiasi sekaligus mendukung kerjasama Bank Lampung dan UBL. Menurutnya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat melalui Universitas. “Hal ini memang sangat dibutuhkan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” tambahnya.

Ike Edwin, Sang Jenderal Pengagum Sejarah

Bandar Lampung | Kecintaan lrjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SIK., SH., MH., MM., kepada Budaya Nusantara patut di acungi jempol dan patut menjadi tauladan bagi tokoh Bangsa lainnya, karena kearifan lokal kekuatan yang sangat  mudah di terima oleh Masyarakat Indonesia. Hal ini bisa di buktikan saat Dang Ike (panggilanAkrab lke Edwin) berdinas di Polda Sulawesi Selatan, beliau merangkul Raja-Raja di Sulawesi Selatan untuk menjaga Kamtibmas dan sukses besar. Masyarakat merasa terhormat dan dihargai, sehingga dengan sukarela mendukung Polri dan Pemerintah Daerah dalam menjaga Kamtibmas dan Pembangunan sehingga Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Provinsi yang paling maju di wilayah Indonesia wilayah timur.

Ini timbul dari jiwa Dang Ike yang sangat menyukai sejarah, sehingga dengan mudah mantan Wakapolda Sulawesi Selatan ini merangkul masyarakat dengan tulus dan ikhlas dan menghormati serta diterima dengan baik dengan sukacita oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini walau pun Sang Jenderal telah pindah tugas, namun selalu berkomunikasi dengan baik dan setiap ada event penting selalu di undang’.

Pembangunan tanpa keamanan omong kosong kata Presiden Presiden Jokowi, tanpa keamanan pemerintah akan terhambat membangun. Untuk itulah setiap pemerintah di dunia ini membutuhkan keamanan dan rasa aman dalam membangun.

Keamanan itu sendiri bersumber dari dalam masyarakatnya sendiri, jadi sangat patut kalau masyarakat yang mempunyai kearifan lokal di rangkul dan di berdayakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita Proklamasi.

Untuk tanah kelahiran Provinsi Lampung, Dang Ike sebagai Anak Bangsawan Tinggi Lampung dan begitu cintanya dengan Budaya kearifan lokal, maka didirikanlah Lamban Kuning katanya saat menerima Mahasiswa Universitas lslam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang sedang melakukan Studi Kebudayaan di Lamban Kuning, Jumat (15/11/19).

Lebih lanjut Sang Jenderal mengatakan, ”Ini kita masih dalam heroik memperingati hari Pahlawan 10 November, sejarah membuktikan bahwa yang melawan dan mengusir penjajah adalah Bangsawan Nusantara dan Hulu Balang (Tentara Kerajaan) dan para Ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Din, Bangsawan dari Aceh, Tuanku lmam Bonjol Bangsawan dari Sumatera Barat, Sultan Taha Bangsawan dari Jambi, Sultan Badaruddin Bangsawan dari Sumatera Selatan, Pangeran Suhaimi Bangsawan dari Lampung, Pangeran Diponogoro Bangsawan dari Pulau Jawa, Sultan Hasanuddin dari Sulawesi, l Gusti Ngurah Rai dari Pulau  Bali, Patimura dari Maluku, KH. Dewantara Ulama dari Yogyakarta, Sultan Hamangkubuwono Bangsawan dari Yogyakarta, dan ribuan lagi Bangsawan yang tercatat dengan tinta emas sejarah Republik Indonesia. Dan menjadi suhada untuk menegakkan Negara tercinta ini,” katanya.

Kini kehidupan para Ahli Waris pejuang ini sangat perlu menjadi perhatian pemerintah, karena sejak tahun 1948 pemerintah kerajaan Adat telah dihapuskan dan diganti dengan Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Lurah/Kepala Desa/Pekon, dan wewenang kerajaan Adat untuk mencetak uang juga di cabut, penguasaan tanah juga di cabut sejak 1960 sehingga praktis kehidupan para Tokoh Adat sangat berat, sementara tanggung jawab sosial tidak bisa di lepaskan, karena apabila dilepaskan maka wibawa seorang Tokoh Adat akan ditinggalkan oleh pengikutnya.  Apabila seorang Tokoh Adat ditinggalkan oleh pengikutnya, maka sirnalah kearifan lokal itu.

Untuk itulah maka Dang Ike seorang jenderal yang  suka sejarah ini mendirikan Lamban Kuning untuk melestarikan dan mensosialisasikan kearifan Lampung kepada Masyarakat dan Generasi muda, agar Adat Lampung tetap hanggum (bangga) dengan Adat dan Budaya Lampung. | red

Presiden Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Abdul Moeloek

Bandar Lampung, Ruanginfo – Agenda pertama Presiden Joko Widodo setibanya di Provinsi Lampung adalah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang terletak di Kota Bandar Lampung pada Jumat, 15 November 2019.

“Ini kunjungan mendadak, saya enggak memberi tahu ke siapapun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengunjungi instalasi rawat jalan RSUD tersebut dan bertanya langsung kepada sejumlah pasien yang ada di lokasi. Presiden hendak mencari tahu tentang pemanfaatan dan pelayanan BPJS Kesehatan yang diterima oleh para pasien.

“Saya hanya ingin memastikan apakah yang namanya Kartu BPJS itu betul-betul sudah dipegang oleh rakyat, oleh pasien, yang ada di rumah sakit. Saya cek tadi hampir 90 persen lebih memakai BPJS,” kata Presiden.

Dari penuturan pasien, Presiden memperoleh informasi bahwa proporsi kepesertaan BPJS Kesehatan yang ia temui di rumah sakit tersebut justru lebih banyak didominasi oleh peserta program BPJS Kesehatan di luar pembiayaan negara atau daerah yang berarti membayar iuran secara mandiri.

Padahal, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar merupakan yang berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh anggaran APBN. Data BPJS Kesehatan per 31 Oktober 2019 menyebut bahwa terdapat 96.055.779 peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh APBN.

Jumlah tersebut belum termasuk jumlah peserta dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai anggaran APBD yang mencapai 37.887.281 peserta berdasarkan data yang sama.

Artinya, lebih dari 133 juta peserta BPJS Kesehatan atau kurang lebih 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai 222.278.708 (per 31 Oktober 2019) ditanggung oleh negara.

“Ini yang mau saya lihat. Karena yang PBI itu kan banyak. Dari pemerintah itu 96 juta plus dari Pemda itu 37 juta. Harusnya ini sudah mencakup 133 juta. Harusnya yang gratis 133 juta. Ada di mana? Siapa yang pegang? Saya hanya ingin memastikan itu,” kata Presiden.

Dengan proporsi tersebut, Presiden mengatakan, seharusnya defisit BPJS Kesehatan yang saat ini terjadi dapat diatasi dengan mengintensifkan atau memperbaiki sistem penagihan iuran peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung secara mandiri oleh peserta.

“Kita ini kan sudah bayari yang 96 juta (peserta), dibayar oleh APBN. Tetapi di BPJS terjadi defisit itu karena salah kelola saja. Artinya apa? Yang harusnya bayar pada enggak bayar. Artinya di sisi penagihan yang mestinya diintensifkan,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam sidak tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. (MA/R1)

OJK Terapkan Sistem e-Registration

mediarepublika.com – otoritas Jasa Keuangan menerapkan sistem Pendaftaran Elektronik (Electronic Registration/E-Registration) untuk memproses Pernyataan Pendaftaran atas penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

“Seiring dengan tuntutan perkembangan industri 4.0, OJK berkomitmen untuk melakukan pengembangan infrastruktur secara berkesinambungan. Implementasi penyampaian Pernyataan Pendaftaran melalui Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) Modul E-Registration dan integrasi pelaporan melalui Sistem Pelaporan Elektronik bagi Emiten dan Perusahaan Publik (SPE) merupakan contoh program strategis OJK dalam pengembangan infrastruktur Pasar Modal,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen dalam peluncuran E-Registration HMETD di Jakarta, Jumat.

Penerapan sistem pendaftaran elektronik ini merupakan kelanjutan dari penerapan Peraturan Otoritas Jasa  Keuangan Nomor 58/POJK.04/2017tentang Penyampaian Pernyataan Pendaftaran dan Pengajuan Aksi Korporasi Secara Elektronik, yang dilaksanakan sebagai bagian program pendalaman pasar di sektor Pasar Modal dan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan OJK.

Saat ini, sistem Penyampaian Pernyataan Pendaftaran dan Pengajuan Aksi Korporasi Secara Elektronik telah diimplementasikan untuk Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang atau Sukuk dan Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

Melalui pendaftaran elektronik ini, dokumen Pernyataan Pendaftaran dapat disampaikan kepada OJK secara elektronik, dimana saja dan kapan saja tanpa harus menyampaikan dokumen dalam bentuk cetak (hard copy).

Penyampaian tersebut dilakukan dengan menggunakan website OJK melalui sistem pendaftaran dan registrasi terintegrasi (SPRINT OJK). Ada agenda malu
Sejak diberlakukannya POJK Nomor 58/POJK.04/2017tersebut, telah terdapat 172  Pernyataan Pendaftaran yang dilakukan melalui SPRINT Modul E-Registration.

Dalam rangka persiapan penerapan SPRINT Modul E-Registration HMETD ini, OJK melaksanakan kegiatan sosialisasi di kepada 681 peserta yang mewakili Emiten dan Perusahaan Publik di Jakarta.

Hoesen menyampaikan bahwa  OJK akan menerbitkan Surat pemberitahuan yang isinya pemberlakuan SPRINT Modul E-Registration HMETD dengan melalui masa industrial test terlebih dahulu pada bulan November dan Desember 2019 dan akan dinyatakan wajib berlaku untuk semua Pernyataan Pendaftaran dalam rangka penambahan modal dengan memberikan HMETD per tanggal 1 Januari 2020.

Hoesen juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat OJK akan menerapkan Electronic Indonesia Public Offering (E-IPO) yang diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam hal Percepatan dan efisiensi Penawaran Umum, pembentukan harga Penawaran Umum yang lebih transparan serta Perluasan akses investor pada pasar perdana.

Implementasi SPRINT, integrasi pelaporan melalui Sistem Pelaporan Elektronik bagi Emiten dan Perusahaan Publik (SPE) serta E-IPO ini merupakan salah satu inisiatif OJK dalam rangka mengimbangi tuntutan perkembangan industri 4.0.

Kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh sekaligus untuk memperoleh masukan dari para peserta sosialisasi terkait penerapan E-Registration HMETD serta meningkatkan awareness terhadap pemberlakuan sistem tersebut. Selain di Jakarta, OJK juga akan melakukan sosialisasi lanjutan kepada Emiten dan Perusahaan Publik yang berada di kawasan Indonesia timur dengan mengambil tempat di Surabaya.

Informasi lebih lanjut:
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Anto Prabowo
Telp. 021.29600000  Email: anto.prabowo@ojk.go.id

Dang Ike Hadiri Undangan GRN Lomba Melukis Kreatif Anak

Bandar Lampung | Irjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SlK., SH., MH., MM., hadiri lomba melukis kreatif di Elephant Park (Taman Gajah) Bandar Lampung. Minggu 03/11/2019, yang diadakan Ormas Gerakan Rakyat Nusantara (GRN) Provinsi Lampung pimpinan Maya Shopa, SH.

Ribuan Anak-Anak, orang tua dan penonton yang hadir dengan ceria dan suka cita menyambut Dang lke (panggilan akrab Irjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SlK., SH., MH., MM.) yang saat ini menjabat Staf Ahli Kapolri di Jakarta. Dang lke dengan senang hati dan bahagia berinteraksi bersama peserta dan pengunjung, tanpa canggung Jenderal ini duduk di kursi antik yang terbuat dari botol air bekas. Dengan senyum ramah yang menjadi ciri khas suami dari Dr. Aida Shopina dan Ayah dari Gusti Kanjeng Sai Batin dan Puan Azia ini melayani permintaan foto bersama sehingga acara semakin meriah dan berkesan bagi orang tua dan anak-anak,  apa lagi setelah Bangsawan Tinggi Lampung ini memberikan pertanyaan (kuis) dengan hadiah uang tunai, suasana semakin heboh dan bersemangat di minggu ceria ini. Ribuan peserta dan penonton berebut menjawab saat dimulai dengan pertanyaan siapa Walikota Bandar Lampung saat ini?, dengan tangkas seorang anak berumur 5 tahun berbaju biru menjawab Herman HN, “Betul..,” kata Dang Gusti Ike dan langsung diberi hadiah Rp. 50.000,-.

Maya Shopa yang juga Tokoh terkemuka perempuan Provinsi Lampung mengatakan, acara ini murni kegiatan sosial, peserta tanpa di pungut biaya. Peserta kebanyakan dari masyarakat bawah atau kurang mampu, sehingga mereka merasa ada yang memperhatikan, sehingga bisa menatap masa depan dengan lebih percaya diri dan bersemangat.

Niat baik ketua GRN Provinsi  Lampung dan ribuan anggotanya yang tersebar di seluruh Wilayah Lampung ini tentunya sumbangan yang sangat bagus untuk pembangunan sumberdaya Manusia di Provinsi Lampung yang mempunyai penduduk hampir 10 juta jiwa ini, perjuangan GRN ini patut diacungi jempol, karena dengan dana swadaya dan minim sponsor bisa berjalan dengan baik serta bisa menghadiri Tokoh Nasional dan Tokoh Adat terkemuka Provinsi Lampung Irjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SlK., SH., MH., MM., yang sekarang menjadi Pejabat Utama (PjU) Mabes Polri ini.

Dan suatu hal yang luar biasa di tengah kesibukan Sang Jenderal di Mabes Polri Jakarta bisa menghadiri kegiatan sosial yang diadakan oleh Gerakan Rakyat Nusantara Provinsi Lampung. | red/je

Hanura Lampung Bulat Dukung OSO

Bandar Lampung, (mediarepublika.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Lampung menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Hotel Horison Bandar Lampung. 26 Oktober 2019

Rapat yang dihadiri oleh Anggota DPRD terpilih dan KSB DPC Partai Hanura Se_Provinsi Lampung bertujuan sebagai evaluasi serta konsolidasi partai pasca pemilu 2019 kemarin.

Konsolidasi ini terkait keinginan DPD Hanura Lampung dan seluruh DPC untuk mendukung Oesman Sapta Oedang kembali memimpin Partai Hanura Periode 2019-2024. Serta meminta Munas Partai Hanura dipercepat dan dilaksanakan di tahun 2019 ini.

Pelaksanaan Rapimda ini dihadiri oleh Pengurus DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani, Tiur Maida Tangkubolon dan Hengki Irawan.

ketua DPD partai Hanura Lampung Benny Uzer menyatakan dalam sambutannya untuk mengajak kader Hanura untuk tetap solid dan kembali memperkuat barisan untuk kemenangan partai mendatang.

Pernyataan Wakil Ketua Bidang Organisasi Benny Ramdhani saat di konfirmasi dalam rapat pimpinan daerah Partai Hanura Lampung terkait pertikaian internal antara pengurus Hanura Lampung menyatakan bahwa partai mengarahkan untuk penyelesaian secara internal, karena apapun permasalahan yang dihadapi oleh pengurus adalah bagian dari dinamika partai.

Saat ini Partai Hanura fokus untuk mengkonsolidasikan kader Hanura se Indonesia untuk evaluasi strategi memperjuangkan partai 5 tahun kedepan.

Kita telah melewati Pemilu dengan sangat keras dan sesuai amanat dari ketua umum agar seluruh kader partai tetap solid dan kompak dalam membesarkan partai, ujar nya

40 Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila Mengunjungi Keratuan Balau Lamban Jajar Intan

Media Republika, Bandar Lampung | 40 rombongan mahasiswa prodi pendidikan musik FKIP Unila didampingi oleh Kaprodi Hasyimkan, S.Sn, MA, Erizal Barnawi, M.Sn dan Agung Hero Hernanda, M.Sn melakukan kunjungan ke Keratuan Balau Lamban Jajar Intan (melihat dokumen foto bentuk rumah adat), Lamban Gedung Balau (tempat peninggalan baju besi, Payan terapang dan alat musik gamolan zaman Keratuan) serta kunjungan ke Situs Keratuan Balam Makam Ratu Mungkin,Petilasan Lengkara, Kaputren Asrama Putri, lokasi pasar, pemukiman dan lokasi Istana Keratuan Balau, perahu yang membantu milik Sriwijaya, Lokasi semua berada di Jln Kedamaian Bandar Lampung. Sabtu, (19/10/19)

Kunjungan tersebut disambut oleh para tokoh adat Kholid Ismail Balau Suttan Praja Kelana, Ramli Rahim Pn Pemuka Sakti, Afria Pn Ratu Sebuah,, Herman Suttan Puhun, Zainal Hakim Ratu Penutup, Amimardani Pn Putra Bangsawan dengan musik tradisional Talobalak khas Keratuan Balau yang dimainkan oleh muli Mekhanai Tiyuh Kedamaian.

Kunjungan tersebut adalah sebuah edukasi dan informasi kepada mahasiswa untuk mengetahui sejarah Keratuan Balau, tata cara adat buai kuning pubian telu suku Marga Balau.

Kholid Balau selaku tokoh adat yang dituakan mengatakan bahwa kunjungan-kunjungan seperti ini harus digiatkan oleh para generasi muda Lampung, agar pengetahuan tentang warisan leluhur ini bisa sampai dan didengar oleh seluruh masyarakat. (red)

Warga Sekitar Keluhkan Pembangunan RS. Hermina Lampung

Bandar Lampung | Sebaik-baiknya membangun sebuah gedung, tentu pemilik maupun rekanan kontraktor akan selalu mempertimbangkan kenyamanan masyarakat disekitar. Namun, hal ini tidak menjadi pertimbangan pihak PT. Medika Loka Lampung, RS. Hermina Lampung (sebelumnya RSIA Anugerah Medika Lampung) yang berada di Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung.

Gedung baru RS. Hermina Lampung yang rencananya akan dibangun 7 lantai ini, sebelumnya diduga tidak mengutamakan musyawarah dengan warga yang terdekat atau terdampak, justru lebih komunikatif dengan masyarakat yang jauh dari dampak pembangunan. Hal tersebut dikatakan oleh beberapa warga yang terdampak langsung melalui beberapa awak media.

Menurut penuturan warga (yang belum mau disebutkan identitasnya) musyawarah pernah terjalin, namun tidak diindahkan. Surat permohonan Peninjauan Ulang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) pun telah dilayangkan ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, dengan tanggapan bahwa pihak RS. Hermina harus meninjau ulang dan menyelesaikan permasalahan dengan masyarakat terdekat serta memberikan ruang kepada masyarakat guna mengajukan Tali Asih terkait pembangunan tersebut. Juga persoalan jam kerja, yang seharusnya sesuai dengan acuan Disnaker 8 jam kerja (08.00-16.00 WIB), tidak semestinya sampai malam hari melakukan aktifitas dentuman alat berat yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Dikatakan juga oleh warga tersebut, pembangunan bukan persoalan, jika pihak RS mau mengikuti S.O.P-nya. Belum lagi warga akan mempertanyakan soal Amdal dan lain-lainnya. | red

SELPI Akan Bagikan Masker dan Gelar Doa Kebangsaan

Bandar Lampung, (mediarepublika.com) | Perhelatan besar dari Lampung untuk NKRI, SELPI (Seniman Lampung Peduli) sebuah Forum Seniman yang digagas dan digerakkan oleh muda-mudi ini meng-inisiasi akan menggelar konser musik bertajuk Doa Kebangsaan. Sabtu malam (5/10/1) Para seniman dan musisi Lampung yang di Ketuai dr. Aldo Aprizo ini mengadakan audiensi untuk berkoordinasi serta meminta masukan dari Dang Gusti Ike Edwin selaku Dewan Pembina SELPI dikediamannya, Bandar Lampung. 

Gelaran acara Doa bersama ini melibatkan enam tokoh agama dari Kristen Protestan, Katolik, Islam, Budha, Hindu di Lamban kuning.

Dr. Aldo Aprizo mengatakan, doa bersama lintas agama sebagai wujud kepedulian terhadap bangsa dan negara, baik pemerintah serta masyarakat.

“Baik bencana di Indonesia, kerusuhan di Wamena, Kabut Asap, dan lain-lain, semuanya dibawa dalam doa. Terutama soal stabilitas negara dan keharmonisan masyarakat,” terangnya.

Lanjut dia, para tokoh agama juga mengucapkan doa untuk pemerintah baik kepala daerah gubernur, wakil gubernur, bupati/wali kota beserta wakilnya, camat hingga lurah dan kepala desa dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

“Seniman Lampung Peduli (SELPI) menjadi role model daerah paling toleran di Lampung. Itu karena kerja keras bersama menjaga kerukunan dengan tidak ada pikiran negatif dan ekslutifitas antar sesama masyarakat, dengan berbagi kepedulian maka kami berkoordinasi dengan pemangku adat dan para tokoh lintas agama untuk mensukseskan acara yang akan di helat dalam waktu dekat.” tukas Aldo Ketua SELPI”.

Tokoh Adat Lampung Dang Gusti Ike Edwin menyambut gembira atas gagasan Forum Seniman Lampung Peduli (Selpi) yang dalam bulan ini bermaksud akan menggelar Doa Kebangsaan bersama.

Dang Gusti Ike Edwin menjelaskan, “Ini sangat bagus menjadi rangkaian kegiatan dalam Rakor Peningkatan Toleransi Antar Umat Beragama yang dihadiri sejumlah pihak terkait,” tukasnya.

Beliau juga mengatakan, Tema kegiatan musik ini sangat konstektual, dengan keadaan bangsa dan negara yang saat ini nyaris terancam disintegrasi, ujar Sahli Sospol Kapolri Irjen Pol. H. Ike Edwin, MH., MM.

Karna itu, mantan Kapolda Lampung ini mempersilahkan kepada Forum SELPI adakan kegiatan yang bakal dihelat pada tanggal 13 Oktober 2019 serta melibatkan 56 musisikus tersebut di Pusat Budaya Lampung, Lamban Kuning, Jl. Hi Pangeran Suhaimi, Harapan Jaya, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung.

“Semoga pentas seni ini mampu menyebar hingga Sabang sampai Merauke, dan tidak sekedar bergaung sebatas Lampung saja,” tambah Perdana Menteri Kesultanan Adat Lampung Paksi Pak Skala Berak tersebut.

Sebelumnya, Wagub ‘Chusnunia Chalim’ mengatakan untuk meminta Seniman Lampung Peduli membuat rangkaian acara keharmonisan dan kerukunan di Provinsi Lampung terpupuk atas upaya bersama baik pemerintah, stakeholder dan masyarakat sendiri. | (*)