Dorong Gerakan Sekawan Persada Nusantara Berkreativitas, Chusnunia : Kita bisa mengambil peran bersama dengan berkolaborasi termasuk bersama Sako SPN menghadirkan kreativitas dan inovasi

Bandar Lampung, – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Lampung menciptakan kreativitas dan inovasi bagi generasi muda menjawab tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Wagub Nunik saat Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Sako SPN Tingkat Daerah Lampung masa bakti 2020-2025 di Aula Intan Pura Pusdiklat Kwarda Lampung, Jumat (2/4/2021).

“Mari bersama kita semua membina kader pengurus bangsa melalui gerakan pramuka,” ujar Nunik.

Pada kesempatan itu, Nunik melantik dr. Aditya M. Biomed yang merupakan Kepala UTD PMI Lampung sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako).

Kemudian, melantik Heri Sensustadi yang merupakan Sekertaris DPW LDII Lampung sebagai Ketua Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako).

Nunik mengatakan jika tidak ingin generasi muda mendatang tergilas oleh perubahan, harus dibekali dengan gerakan positif serta diajarkan kreativitas.

Menurutnya, ini juga menjadi tanggungjawab dari gerakan pramuka termasuk Sako SPN.

“Kita bisa mengambil peran bersama dengan berkolaborasi termasuk bersama Sako SPN menghadirkan kreativitas dan inovasi yang menjadi jawaban atas tantangan perubahan zaman,” katanya.

Nunik menuturkan melalui gerakan positif, menghadirkan kreativitas dan inovasi ini, akan mampu membawa gerakan pramuka Lampung dan semua elemen masyarakat kearah kemajuan.

Gerakan positif ini, kata Nunik salah satunya menghadirkan suatu hal kemandirian yang bisa sampai menyentuh masyarakat hingga didesa.

“Tantangan yang dihadapi hari ini kita jawab dengan memunculkan ruang-ruang yang bisa mendorong ide-ide kreatif. Kita bergerak bersama,” pungkasnya.(Red)

Sekda Lampung Wakili Gubernur Lampung Luncurkan Aplikasi Spiceup

Bandar Lampung — Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, menghadiri Peluncuran Aplikasi Spiceup secara daring bersama Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (01/04).

Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si, Duta Besar RI di Belanda, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Kegiatan peluncuran Aplikasi Spiceup ini dalam rangka melaksanakan program kerja sama yang tertuang dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan Arahan Program (AP) kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan Interchurch Cooperation for Development (ICCO Cooperation) dan Surat Country Coordinator ICCO, tanggal 24 Maret 2021.

Aplikasi Spiceup merupakan suatu aplikasi yang berfokus kepada komoditas lada sebagai salah satu sektor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang dapat mendukung 100.000 petani lada di empat provinsi yaitu Provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur sebagai sentra penghasil lada utama di Indonesia.

Adapun manfaat aplikasi ini untuk Petani lada yaitu menyediakan layanan eksklusif dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun lada mereka. Dengan teknologi canggih ini, petani akan menerima peringatan-peringatan khusus tentang kebun lada mereka. Layanan-layanan ini menyediakan berbagai informasi tentang hama dan penyakit, pengelolaan air, saran pemupukan, dan prakiraan cuaca lokal maupun musiman.

Sebuah kebun lada dapat didaftarkan dengan memasukkan koordinat lokasi kebun tersebut ke dalam aplikasi. SpiceUp kemudian akan memberikan masukan-masukan khusus untuk meningkatkan hasil panen di kebun lada tersebut.(Red)

Kepala KPW Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan : Angka tujuh persen ini cukup besar bagi wilayah Lampung, kalau dibandingkan dengan Provinsi Bali yang mencapai sekitar 25 persen

Bandar Lampung, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengklaim, sektor pariwisata menyumbang sekitar 7 persen pendapatan perekonomi provinsi.

Pemaparan itu, disampaikan Kepala KPw Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan dalam webminar Lampung Economic Update tema “Mendorong Pemulihan Pariwisata Lampung“, Kamis (25/3/2021).

“Angka tujuh persen ini cukup besar bagi wilayah Lampung, kalau dibandingkan dengan Provinsi Bali yang mencapai sekitar 25 persen. Tentu, ini sangat jauh, tapi untuk ukuran kita 7 persen adalah angka yang tinggi,” ujarnya.

1. Pertumbuhan ekonomi pariwisata Provinsi Lampung disokong empat sektor

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerahfacebook

Budiharto mengatakan, pencapaian 7 persen tersebut disokong melalui empat sektor ekonomi kreatif yaitu, 5 persen dari tranparansi dan pergudangan dan 2 persen sisanya dari penyediaan akomodasi serta makanan minuman.

Sehingga ke depan ia menilai, Provinsi Lampung harus melihat peluang melalui program bangga berwisata. Terlebih, di masa new normal, pemerintah harus senantiasa menggenjot pengembangan destinasi pariwisata, agar tetap terus dilanjutkan untuk mendukung pariwisata di Lampung dan mendukung pengembangan digitalisasi pariwisata.

“Jangan lupa, harus ada program vaksinasi massal gratis dan pengembangan UMKM Desa Wisata. Tapi kalau kita bicara peluang, pasti ada tantangan, sehingga kita juga harus memastikan penyelenggaraan even besar pariwisata dan belum pulihnya pariwisata berpotensi meningkatkan kerentanan rumah tangga dan korporasi,” imbuh Budiharto.

2. Kunci strategi upaya pemulihan pariwisata Lampung

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

BI Lampung turut membagikan kunci strategi, upaya pemulihan pariwisata di Provinsi Lampung. Budiharto mengatakan, berdasarkan situasi dan kondisi di tengah pandemik COVID-19, maka hal utama perlu diperhatikan yaitu, masalah penangan COVID-19 di Lampung.

Lanjutnya, pemerintah daerah perlu memberikan alokasi prioritas vaksinasi COVID-19 terhadap pelaku usaha ekonomi kreatif, khususnya bagi pegiat pariwisata. Selain itu, memperketat protokol kesehatan (Prokes) dan sosialisasi terhadap kesadaran masyarakat akan masalah prokes COVID-19.

“Turunan jangka pendeknya pemerintah perlu mendorong penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), memadukan gerakan bangga wisata Indonesia dengan bangga buatan Indonesia. Hal ini bisa dimulai dari penguatan digitalisasi SP Non tunai di destinasi wisata dan peran UMKM pendukung pariwisata, Terakhir membuat paket wisata” imbuh Budiharto.

Sementara untuk jangka panjang, hal itu bisa ditempuh dengan mempercepat pengembangan 3A-2P yaitu Atraksi, Amenitas, Akses, People, dan Promotion. “Bisa juga lewat memperluas dan inovasi Trevel Corridor Arangement,” ucap pria yang telah menjabat Kepala Perwakilan KPw Provinsi Lampung sejak 2018 ini.

3. Pemulihan pariwisata di Lampung harus dikerjakan bersama-sama

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Pemaparan itu turut diamini Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan. Ia menyebut pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akibat pandemik COVID-19, merupakan program pesar pemerintah Provinsi Lampung di 2021.

Oleh karena itu, ia mengaku bersyukur atas terselenggaranya acara webminar ini. Pasalnya, hampir seluruh stakeholder terkait pariwisata kreatif Lampung bisa berkumpul dalam momen ini.

“Pariwisata ini harus kita dikerjakan secara bersama-sama, tentu dengan seluruh instansi terkait. Sehingga hal ini bisa kita tidak lanjuti kedepannya,” ucap Edarwan.

4. Tantangan keluar dari situasi pelik di tengah masa pandemik COVID-19

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Berdasarkan hipotesis para pengamat, Edarwan mengatakan, sektor pariwisata menjadi yang pertama dan terakhir bangkit, akan dampak dari pandemik COVID-19. Namun, ia dan jajarannya percaya serta meyakinkan, hal itu masih bisa berbalik lebih awal.

Oleh karenanya, situasi ini menjadi tantangan pihaknya dan stakeholder terkait untuk mengupayakan pariwisata keluar dari situasi pelik di tengah pandemik.

“Memang Ini tidak mudah, tapi harus tetap kita lakukan. Maka pemulihan ekonomi secara umum, menjadi program besar pemerintah di tahun 2021, dengan 3A,” tukas Edarwan.

5. Tiga konsep besar pariwisata era New Normal yaitu, Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian DaerahIlustrasi pelaku pariwisata saat new normal. (Dok. Kemenparekraf)

Edarwan juga meyakini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di bawah kepemimpinan Sandiaga Uno, mampu membangkitkan semangat pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata pasca pandemik COVID-19.

“Menteri baru kita mengenal tiga kata jargonnya Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspol (garap semua potensi lapangan kerja), sehingga kedepan pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit, lapangan kerja jiga kembali terbuka luas,” tuturnya.

Edarwan menambahkan, masyarakat Lampung sudah seharusnya menyikapi perkembangan pariwisata di era new normal dengan tiga konsep besar, mulai dari Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi. “Ketiga hal itu, mampu membawa masyarakat bertahan di masa new normal,” imbuh Edarwan.

Maka dari itu, pemerintah daerah sudah memulai memberlakukan penerapan pariwisata berbasis sertifikasi CHSE Kemenparekraf, sehingga semakin memperkuat destinasi wisata di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Alhamdulillah pemerintah sangat serius dalam membantu mendapatkan CHSE, sehingga mampu membangun kepercayaan wisatawan berkunjung ke Lampung,” tukas Edarwan.

6. Pemerintah daerah akan membangun Bakauheni Harbour City

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Dalam pemaparannya, Edarwan juga menjelaskan, bahwa Provinsi Lampung dalam waktu dekat mulai membangun projek inovasi infrastruktur pariwisata baru yaitu, Bakauheni Harbour City.

Bakauheni Harbour City bakal menjadi kawasan wisata ekonomi terpadu, yang mengarahkan wisawatan berkelas nasional hingga internasional, sehingga bisa membawa Lampung menjadi kawasan prioritas dari sisi pariwisata.

“Bakauheni diharapkan bisa membawa pengaruh positif terhadap lanjut jalan tol Sumatera, yang merupakan invoasi percepatan bagaimana kita meningkat pengendara memasuki tol Sumatera dan singgal berkunjung untuk mengingat sesaat,” papar Edarwan.

Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan infrastruktur projek wisata Bakauheni Harbour City akan segera dimulai pada tahun ini. Adapun tahap awal pembangunan seperti revitalisasi Tugu Siger dan membangun masjid mewah.

“Bakal hadir juga wahana Jatim Park, yang nanti kita sebut Krakatau Park. Ini semua langkah kita untuk menggaet potensi besar wisatawan ke Lampung,” ucap Edarwan.

7. GenPI Lampung bakal membangun gerakan berbasi keluarga dan sadar UMKM

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Di sisi lain, Ketua Umum GenPI Provinsi Lampung, Abdul Rohman Wahid, menjelaskan, sebagai komunitas relawan pecinta bidang pariwisata, pihaknya akan mendukung penuh kebijakan positif pemerintah daerah, dalam membangun pariwisata di Provinsi Lampung.

Caranya, GenPI Lampung bakal hadir dalam membangun gerakan berbasi keluarga, meyadarkan warga pentingnya menghidupkan UMKM di tengah pandemik COVID-19.

“Itu kita lakukan dengan basis gotong royong dan guyub. Maka disitu lah langkah-langkah kita, membangun gerakan dalam pemulihan UMKM Provinsi Lampung,” kata Abdul Rohman.

8. Ikut memberikan solusi terkait berlangsungan pariwisata Lampung

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian DaerahSejumlah anak bermain bola voli di Pantai Karangantu menjelang matahari tenggelam (sunset), Kasemen, Serang, Minggu (2/8/2020) (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

GenPI Lampung tidak hanya sebagai komunitas yang hadir dengan mendapingi pansal atau memberikan keritik saja, kendati turut memberikan solusi ataupun masukan kepada stekholder terkait pariwisata.

Sehingga, gerakan tersebut akan berlandaskan keinginan dan kesadaran dari masyarakat. Kedepan, salah satu strategi GenPI Lampung dalam melakukan setiap program-program yaitu, membuat peta wisata di Provinsi Lampung.

“Karena ada banyak wisatawan yang hadir ke Lampung dan mereka mennyakan masalah ini. Kita juga selalu mempelajari data-data yang dilakukan pemerintah, karena kita akan mendorong pelaku ekonomi kreatif terkait gerakan-gerakan menggaet CHSE,” kata Abdul Rohman.(Red)

Gubernur Arinal dan Forkopimda Provinsi Lampung Sambut Kunjungan Wapres K.H. Ma’ruf Amin dalam Rangka Peninjauan Vaksinasi dan Bendungan Way Sekampung

BANDARLAMPUNG —- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung menyambut kedatangan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, di Bandar Udara Radin Inten II, pada pukul 07.40, Senin (22/3/2021).

Kunjungan Wapres terkait peninjauan vaksinasi dan bendungan Way Sekampung, di Pringsewu.

Wapres K.H. Ma’ruf Amin lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Kepresidenan BAe RJ 85.
Setiba di Lampung, Wapres beserta rombongan dengan berkendaraan mobil menuju Kantor Gubernur tepatnya di Balai Keratun, Ruang Abung, Provinsi Lampung untuk meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut.

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Wapres didampingi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan rombongan terbatas menuju lokasi peninjauan kedua yaitu Bendungan Way Sekampung, Banjarejo, Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Di lokasi ini, Wapres disambut oleh Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Bendungan Way Sekampung dirancang memiliki kapasitas tampung air sebanyak 68 juta M3 dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55.373 Ha serta air irigasinya untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi luas 17.334 Ha.

Progres pembangunan Bendungan Way Sekampung sudah mencapai 92.33 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Juli 2021 ini.

Tampak ikut mendampingi Wapres dalam kunjungan kerja kali ini, diantaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Usai kunjungan, Wapres menuju Bandar Udara Raden Inten II untuk kembali ke Jakarta.(red)

DPRD Adakan Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Ke-57 Dan Dihadiri Oleh Gubernur Arinal

Bandar Lampung — Gubernur Arinal Djunaidi menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Peringatan HUT ke-57 Provinsi Lampung, dengan tema Mewujudkan Pembangunan Daerah Yang Berkelanjutan Untuk Rakyat Lampung Berjaya, bertempat di Ruang Sidang Kantor DPRD Provinsi Lampung, Kamis (18/03).

Turut serta dalam Rapat Paripurna Wakil Gubernur Lampung Chusnunia, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto, Ketua TP PKK Riana Sari Arinal, Ketua Dharma Wanita Mamiyani dan Kepala OPD Provinsi Lampung.

Mengawali sambutannya, Ketua DPRD Provinsi Lampung mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh undangan dan menerapkan protokol kesehatan. Di HUT ke-57 Provinsi Lampung tahun ini, menurut Mingrum Gumay, menjadi peringatan HUT yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Maka dari itu, mari kita bersama-sama 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung untuk terus bersinergi mengatasi pandemi Covid ini,” ajak Mingrum Gumay.

Bersamaan dengan peringatan HUT ke-57 Provinsi Lampung ini, DPRD Provinsi Lampung memberikan penghargaan kepada stakeholder dan seluruh elemen yang telah berkontribusi dan membantu mengatasi pandemi Covid-19, diantaranya kepada Kepolisian Daerah Lampung, Korem 043/Garuda Hitam, Kejaksaan Lampung, Lanal Lampung, Brigif Marinir dan TP PKK Provinsi Lampung.

Sementara itu, Gubernur Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengucapkan selamat dan Dirgahayu kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung. Gubernur mengajak untuk menjadikan peringatan HUT ini sebagai momentum untuk terus berjuang dan berkarya, mengukir sejarah membangun masyarakat Lampung yang semakin berdaya saing dan menanamkan semangat dalam menjalani rutinitas pekerjaan setiap hari.

“Peringatan hari jadi Provinsi Lampung ini juga merupakan wahana refleksi atas kinerja pembangunan dan pemerintahan secara obyektif selama perjalanan kurun waktu 2020. Oleh karena itu, segenap keberhasilan yang telah dicapai akan terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, seluruh langkah dan upaya yang telah dilakukan memperoleh hasil positif bagi pembangunan Lampung, di tengah lesunya perekonomian akibat dampak Covid-19.(Red)

Dengan mengedepankan strategi problem solving penanganan covid19, Kapolsek Kedaton merubah paradigma dan orientasi ke arah upaya pemberdayaan seluruh potensi masyarakat serta memobilisasi komunitas

Bandar Lampung – Kapolsek Kedaton resmikan Kampung tangguh Nusantara di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Dengan mengedepankan strategi problem solving penanganan covid19. Jumat (12/03)

Kapolsek Kedaton Bandar Lampung kompol Roni Tirtana mengatakan, Dengan adanya pandemi ini, menimbulkan permasalahan yang berdampak sosial budaya dan ekonomi.

“Seperti menurunnya daya beli masyarakat, di rumahkan para pekerja, sehingga aktivitas pendidikan terganggu di seluruh daerah yang mengakibatkan dampak psikologis yang luar biasa terhadap individu maupun masyarakat, “Kata Roni

Dengan dampak covid19, Ia menegaskan berbagai upaya pemerintah maupun Polri dan jajaran sampai tingkat Kelurahan melakukan pencegahan penyebaran pandemi, serta penguatan ekonomi kerakyatan untuk melakukan kolaborasi dengan stakeholder melalui pengembangan kultur kewirausahaan dan penggalangan partisipasi masyarakat.

“Polri dan TNI beserta pemerintah kelurahan secara bersama harus mampu berkolaborasi mengambil langkah dan peran penting dalam percepatan penanganan Corona dengan merubah paradigma dan orientasi ke arah upaya pemberdayaan seluruh potensi masyarakat serta memobilisasi komunitas yang ada, “Ungkapnya

Lanjutnya, Guna menghadapi hal tersebut, Kampung tangguh nusantara merupakan salah satu solusi untuk penerapan strategi problem solving penanganan Corona dan juga merupakan hasil nyata dari perubahan paradigma ke arah upaya yang bernuansa pencegahan dan penyelesaian masalah.

“Pembentukan Kampung tangguh merupakan implementasi dari program Kapolri yang selaras dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2021, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro yang harus segera kita wujudkan dan kita tindaklanjuti sampai kepada tingkat RT dan RW, guna percepatan penghentian penyebaran Corona,”Jelasnya

Menurutnya, Hal yang harus ditekankan dalam Kampung tangguh adalah tingkatan keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan, laksanakan perintah dari pemerintah serta sop kampung tanggung bidang kesehatan secara menyeluruh.

“Tegakkan aturan protokol kesehatan kepada seluruh warga masyarakat hingga pelihara sinergitas dan soliditas tiga pilar yang ada di Kelurahan untuk bersama-sama menangani pandemi, “Katanya

Sementara, Camat Labuhan Ratu Tarsi Juliawan menjelaskan, Dengan adanya kampung tangguh, Ini adalah salah satu trobosan untuk menetralisir tersebarnya COVID-19 terutama di Kelurahan Sepang Jaya.

” Tentunya butuh kerja sama dengan camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, Rt Lingkungan Dan seluruh masyarak yang ada di sepang jaya, Dan mengikuti prosuder yang telah diberikan Walikota dan kita berusaha untuk Bandar Lampung ini supaya nenjadi Zona Hijau.

Ia menambahkan, nantinya pihaknya akan membentuk satgas sampai paling bawah dari level Rt, dan melibatkan masyarakat.

“Insyallah selama kita menerapkan protokol kesehatan dan menghimbaukan kepada masyarakat untuk disiplin selalu menetapkan 5M ini agar dapat menetralisir COVID-19 ini, “Tandasnya.(red)

Wakil Gubernur Lampung Canangkan Aksi Peduli Sampah Serentak Se-Provinsi Lampung

Bandar Lampung, — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, menghadiri Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Jl. Basuki Rahmat No.10 Bandar Lampung, Selasa (09/03).

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung (Virtual), Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas ESDM, Kasatpol PP Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup se-Provinsi Lampung (Virtual), GM PT Bukit Asam, dan Ketua Forum CSR Lampung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera, dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah dalam pengelolaan sampah menjadi bahan baku ekonomi, memperkuat partisipasi publik dalam pengelolaan sampah agar bernilai ekonomis dan lebih produktif, dan memperkuat komitmen serta peran aktif produsen dan pelaku usaha agar lebih ramah terhadap lingkungan.

Syahrudin juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama Forum CSR Lampung melaunching Kafe/Dapur Different But Able. Kafe ini diproduksi oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang dibina oleh beberapa chef dari Bukit Randu dan Swiss Bell. Syahrudin mengatakan semua alat saji yang digunakan di Kafe tersebut sangat ramah lingkungan.

Kepedulian terhadap sampah masih perlu terus digaungkan agar kita semua bisa bergerak bersama memanage persoalan sampah ini, bukan hanya di Provinsi Lampung atau seluruh Provinsi di Indonesia, bahkan di level internasional. Persoalan sampah menjadi persoalan yang perlu keseriusan lebih dalam lagi dan sangat penting dalam berkehidupan karena keberlangsungan bumi dan alam salah satunya adalah tentang bagaimana kita memanage sampah.

Pengelolaan sampah, terkhusus di Provinsi Lampung, selain mampu menjamin kesehatan dan aman bagi lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Pertambahan penduduk di suatu daerah, berbanding lurus dengan bertambahnya volume sampah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan sarana prasarana agar pengelolaan sampah ini bisa maksimal. Ditargetkan di tahun 2025 ini, pengelolaan sampah dapat dilakukan sampai dengan 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen dapat terwujud. Layanan pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan seperti pengadaan transport, rumah kompos dan sebagainya.

“Provinsi Lampung sampai hari ini masih menjadi transit pengiriman bahan baku sampah plastik dan kertas ke wilayah tangerang dan sekitarnya. Ke depan, kita harus menggali kemungkinan investasi pengelolaan sampah plastik dan kertas di Provinsi Lampung. Tentunya perlu dukungan stakeholders dan pemerhati lingkungan,” ujar Chusnunia.

Menurut rencana, di Provinsi Lampung nantinya akan dibangun Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional yang direncanakan akan dibangun di daerah Kotabaru, Lampung Selatan. TPA ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan sampah untuk 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Bandar Lampung, Metro, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

TPA Regional tersebut nantinya akan beroperasi, terintegrasi dengan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik dan instalasi pengolahan limbah B3 di lokasi yang sama. PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) akan mampu mereduksi timbunan sampah sebanyak 1000 ton per hari. Sampah tersebut akan digunakan sebagai bahan baku bagi 2 unit pembangkit listrik yang dapat menghasilkan daya listrik 14 MW. Instalasi pengolahan limbah B3 diharapkan menjadi Pusat Pemusnahan limbah B3 wilayah Sumatera dan juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah yang baru.

Di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini, Chusnunia mengajak agar semua elemen masyarakat bisa bergerak bersama dengan konsisten terutama dengan mengurangi sampah plastik.

“Saya semenjak 2019 dengan arahan Bapak Gubernur Arinal Djunaidi terus menyuarakan agar kita ikut berpartisipasi, bergerak bersama melawan derasnya sampah plastik. Meskipun kita tidak bisa menghindarinya 100 persen setidaknya kita sudah berperan serta meminimalisir derasnya sampah plastik,” kata Chusnunia.

Chusnunia juga mengingatkan, di masa pandemi Covid saat ini manajemen pengelolaan sampah APD seperti masker dan sebagainya agar juga menjadi perhatian bersama.

Kegiatan Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung diakhiri dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Gubernur Lampung sebagai tanda dimulainya Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi.

Di sela-sela acara, Wakil Gubernur Lampung juga menyerahkan Piagam Penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan kepada 2 orang, Piagam Penghargaan Adiwiyata Provinsi Lampung Tahun 2020 Kepada 9 Sekolah, dan Bantuan berupa bor biopori, pupuk cair, alat cuci tangan, tabungan, mesin cacah sampah, dan sembako.(RED)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan sejumlah inovasi dalam membangun Provinsi Lampung kepada tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021

Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memamparkan sejumlah inovasi dalam membangun Provinsi Lampung kepada tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 secara virtual di Ruang Command Center Diskominfotik Lampung. Senin, (1/3/2021).

Gubernur ditemani oleh Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan Karo Perekonomian.

PPD 2021 merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada provinsi dan kabupaten/kota atas prestasi dibidang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Dalam PPD 2021, terdapat penambahan penilaian yakni kebijakan pemerintah daerah dalam menangani pandemi COVID-19 didaerahnya.

Penilaian PPD terbagi menjadi tiga tahap, yaitu penilaian dokumen RKPD dan inovasi; presentasi dan wawancara; serta verifikasi. Penilaian tahap dua bertujuan untuk memperoleh informasi dan konfirmasi dari instansi perencanaan pemgbangunan daerah (Bappeda) terkait dengan pencapaian, kualitas dan proses penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi daerah.

Aspek dan indikator penilaian yang harus dimiliki antara lain pencapaian pembangunan, kualitas dokumen RKPD, prosees penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi.

Gubernur Lampung Lantik Nanang-Pandu Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan Periode 2021-2026

BANDAR LAMPUNG, – Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi secara resmi melantik pasangan H. Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa, S.IIP (Nanang-Pandu) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan periode 2021-2026.

Pelantikan berlangsung di Balai Keratun Lantai III Kantor Gubernur Lampung, pada Jumat (26/02/2021). Prosesi pelantikan dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai tugas kedinasan di masa pandemi Covid-19.

Diketahui Kementerian Dalam Negeri sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran bahwa pelantikan bupati dan wakil bupati di seluruh daerah dilakukan secara virtual.

Namun Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk dapat melakukan pelantikan secara tatap muka.

“Sebenarnya bapak ibu dilantik secara virtual. Tapi dengan sangat hormat saya meyakinkan Menteri Dalam Negeri untuk dapat melantik secara langsung,” ujar Arinal saat menyampaikan arahannya.

Menurut Arinal, pelantikan secara virtual akan menjadi beban psikologis bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan dilantik.

“Kalau virtual tidak nyata. Tapi kalau saya melantik secara langsung, mereka (kepala daerah) tahu dan mengerti jika saya melantik atas nama Presiden. Dengan syarat jangan sampai berkerumun dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Dalam arahannya Arinal juga mengatakan, bahwa dengan telah dilaksanakannya prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut, maka telah usailah seluruh rangkaian demokrasi yang syarat dengan dinamika, idealisme dan harapan pada saat Pilkada yang lalu.

“Tinggalkan cerita menang kalah. Hari ini saya punya tujuh Bupati/Wali Kota dengan pakaian putih bersih. Saya berharap jiwanya juga akan putih. Tunjukan kerja dan prestasi bersama-sama bisa membangun masa depan Provinsi Lampung sesuai yang kita harapkan,” imbuhnya.

Selain itu, pada kesempatan itu, secara khusus Arinal juga berpesan, agar kepala daerah yang baru dilantik untuk bersungguh-sungguh dalam mengatasi persoalan Covid-19 di wilayahnya masing masing.

Diketahui, selain pasangan Nanang-Pandu, secara bersamaan Gubernur Lampung juga melantik enam kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 desember 2020.

Mereka yakni, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Way Kanan Raden Adipati Surya-Ali Rahman, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis-S. Marzuki.

Lalu, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Lampung Timur Dawam Rahardjo-Azwar Hadi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Metro Wahdi-Qomaru Zaman.

Selanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Lampung Tengah Musa Ahmad-Ardito Wijaya, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Bandar Lampung Eva Dwiana-Deddy Amarullah. Sedangkan hasil pilkada Kabupaten Pesisir Barat masih proses sengketa.

Pelantikan kepala daerah tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.18-365 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.18-252 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota pada Provinsi Lampung yang ditetapkan di Jakarta tanggal 24 Februari 2021. (Red)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Lantik 7 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi atas nama Presiden Republik Indonesia melantik dan mengambil Sumpah Jabatan secara langsung 7 Kepala Daerah (Kada) hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, di Balai Keratun, Jumat (26/02)

Adapun pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.18-365 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.18-252 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Lampung

Berdasarkan Surat Keputusan tersebut Gubernur Lampung melantik 7 Kepala Daerah dari Delapan Daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 di Provinsi Lampung, Adapun berikut adalah Kepala Daerah yang dilantik Oleh Gubernur Lampung secara langsung hari ini.

1. Kota Bandar Lampung : Eva Dwiana – Dedi Amirullah

2. Kabupaten Lampung Selatan : Nanang Ermanto – Pandu Kesuma

3. Kabupaten Lampung Tengah : Musa Ahmad – Ardito

4. Kabupaten Lampung Timur : Dawam Rahardjo – Azwar Hadi

5. Kabupaten Pesawaran : Dendi Ramadhona – S Marzuki

6. Kabupaten Way Kanan : Raden Adipati Surya – Ali Rahman

7. Kota Metro : Wahdi Sirajjudin – Qomaru Zaman.

Sementara untuk Kepala Daerah Kabupaten Pesisir Barat belum dilantik karena masih menyelesaikan perselisihan di Mahkamah Konstitusi.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengawali sambutannya, mengucapkan selamat kepada Bupati – Wakil Bupati, dan Walikota – Wakil Walikota yang baru saja dilantik pada hari ini.

“Saya ucapkan selamat kepada Bupati – Wakil Bupati, dan Walikota – Wakil Walikota yang baru saja dilantik, semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan bersungguh-sungguh memimpin wilayahnya masing-masing.” ucap Gubernur

“Saya lihat semua memakai baju putih, saya juga memakai baju putih, semoga jiwa kita juga putih untuk bersama-sama membangun lampung,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Arinal kembali menegaskan pentingnya penanganan wabah covid-19 secara serius di semua Kabupaten Kota di Provinsi Lampung.

“Covid 19 belum berakhir, saya tegaskan kembali bahwa Lampung saat ini menjadi terbaik 5 besar tata kelola penangnan covid-19, saya mohon usai dilantik segera selamatkan masyarakat, Kepala Daerah dapat bekerja keras dalam pengananan penyebaran pandemi ini,” tegas Arinal

Selain itu, Gubernur Arinal juga mengingatkan kembali beberapa tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh kepala daerah, sesuai dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, diantaranya adalah memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang RPJPD dan rancangan Perda tentang RPJMD kepada DPRD untuk dibahas bersama DPRD, serta menyusun dan menetapkan RKPD, dan
melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian terkait pembangunan di Provinsi Lampung, Gubernur Arinal menyatakan bahwa pada tahun 2022, Pemprov Lampung akan membangun seluruh jalan provinsi di seluruh kabupaten kota, untuk itu Gubernur memohon dukungan dan meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat melaksanakan hal yang sama pada akses transportasi yang menjadi kewenangan dan berada diwilayahnya masing-masing.

Pelantikan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama dari setiap pasangan Kepala Daerah. Meskipun pelantikan ini dilakukan secara tatap muka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pelantikan hanya boleh dihadiri oleh pasangan Kepala Daerah, dan disiarkan langsung secara virtual agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat.(Red)