Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri Tingkat Polda Lampung Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Bandar Lampung — Polda Lampung akan menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021 piala Kapolri dengan hadiah puluhan juta rupiah dalam rangka memberikan inspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan pesan positif melalui media mural.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Bhayangkara Mural Festival (BMF) 2021 ini adalah festival/lomba yang diselenggarakan oleh Mabes Polri yang akan dilaksanakan secara serentak oleh Polda-Polda se-Indonesia untuk mempertemukan berbagai komunitas dan pegiat mural ke dalam budaya mural Indonesia.

“Point utamanya yaitu untuk komunitas dan pegiat mural agar bisa mempresentasikan karya mereka ke panggung yang tepat”, kata Pandra di ruang kerjanya, Rabu (29/9/2021).

Lanjut Pandra, tema BMF 2021 ini yaitu “Peran generasi muda untuk berkreasi dalam penyampaian informasi yang positif di masa pandemi covif-19”.

Sedangkan untuk sub temanya adalah :
1. Peduli sesama di masa pandemi covid-19.
2. Bersama menjalankan Prokes.
3. Indonesia sehat dan kuat.
4. Bebas dari covid-19.
5. Bersama menjaga Indonesia.

BMF Polda Lampung 2021 ini akan dilaksanakan pada 30 hingga 31 Oktober 2021 bertempat di area PKOR Way Halim Bandar Lampung.

Pendaftaran akan dibuka pada 27 September hingga 17 Oktober melalui online ataupun offline di ruang Subbid Multi Media Bid Humas Polda Lampung Teluk Betung, untuk kategori kelompok maksimal 2 orang.

Pada saat mendaftar, peserta wajib mengirimkan konsep mural (design) dalam bentuk PDF dalam satuan ukuran pixel maksimal 2.500 pixel dengan rasio media ukuran 2.44 m x 3.66 m ke panitia untuk diseleksi oleh dewan juri yang berkompeten.

“Karena media tembok untuk peserta lomba terbatas jadi tidak semua peserta dapat diakomodir untuk mengikuti lomba BMF 2021, dewan juri akan melakukan tahap seleksi penyisihan”, kata Pandra.

Pada tanggal 18-20 Oktober, design yang dikirim peserta akan diseleksi oleh dewan juri untuk di pilih 5 terbaik utk dikirim dan diseleksi pada tingkat Mabes.

Pada 24 Oktober, Mabes Polri akan memilih 1 yang terbaik untuk di ikut sertakan pada lomba BMF 2021 tingkat Mabes bersama peserta dari 34 Polda lainnya.

Sedangkan 4 peserta yang tidak terpilih di tingkat Mabes akan mengikuti lomba BMF Polda Lampung 2021 bersama peserta yang lolos seleksi dewan juri di area PKOR Way Halim Bandar Lampung pada tanggal 30-31 Oktober dan pada tanggal 1 November, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bersama Waka Polda Lampung Brigjen Pol Subiyanto dan Pejabat Utama Polda Lampung akan meninjau karya mural peserta sekaligus menyerakan hadiah lomba kepada pemenang.

Untuk lebih jelasnya dipersilahkan kepada masyarakat pegiat mural yang ingin mendaftar menghubungi contact person Kompol Andre (WA : 0821-7996-9633), tutup Pandra. (Red)

Ketua Dewan Pembina IWAPI Lampung, resmikan Rumah “BETIK”

Bandar Lampung, — Ketua Dewan Pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal meresmikan Rumah Betik IWAPI, bertempat di Aula Global Surya , Rabu, (29/09/2021).

Pada kegiatan peresmian Rumah Betik IWAPI juga digelar bakti sosial Donor darah oleh PMI Provinsi Lampung dan gelar produk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketua Panitia , Diana Misani dalam laporannya mengungkapkan, bahwa Rumah BETIK (Belanja Ekonomis untuk Industri Kreatif) merupakan sebuah tempat dimana produk – produk UMKM binaan DPD IWAPI Lampung dipasarkan.

Ketua DPD IWAPI Lampung.
Dr. Ir. Hj. Armalia Reny Madrie, AS, MM, mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah yang digelar pada kesempatan ini merupakan kerjasama antara DPD IWAPI Lampung, PMI dan Global Surya yang akan dilakukan secara berkesinambungan

“Semoga program ini mendatangkan manfaat bagi kita semua,” ucapnya

Menurut Armalia , salah satu persoalan besar dalam mengembangkan usaha adalah pemasaran, untuk itu Rumah BETIK merupakan solusi untuk menjadi pusat promosi produk UMKM yang sangat membantu para pengusaha mikro di Provinsi Lampung.

Ketua Dewan Pembina IWAPI Provinsi Lampung berharap agar kegiatan ini benar – benar menjadi sarana memajukan ekonomi, khususnya para pelaku Usaha Kecil Menengah.

“Semoga kegiatan ini dapat terus digalakkan di setiap kesempatan dan jadikanlah sebagai pendorong pembangunan menuju Rakyat Lampung Berjaya,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan donor darah oleh Riana Sari Arinal yang juga sebagai Ketua PMI Provinsi Lampung dan pengguntingan pita sebagai ditandainya pembukaan Rumah “BETIK”.

Acara dihadiri Ketua DPC IWAPI Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, serta segenap jajaran Pengurus DPD IWAPI Provinsi Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Arinal Djunaidi : Pemprov Lampung Berkomitmen Dalam Pemberantasan Narkoba, dan Penegakan Hukum di Lampung

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Rapat Koordinasi dengan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Provinsi Lampung bersama Perangkat Hukum lainnya, terkait penegakan hukum di Provinsi Lampung. Rakor dilaksanakan di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (29/09).

Hadir pada kegiatan tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Lampung, Kapolda Provinsi Lampung, Kajati Lampung, Kepala BNNP Lampung, Pengadilan Tinggi, Korem, dan BIN Provinsi Lampung, serta Biro Hukum Provinsi Lampung.

Gubernur lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa tujuan diselengarakannya rakor tersebut sebagai wahana untuk meningkatkan koordinasi, konsolidasi dan sinergitas terkait pelaksanaan penegakan hukum di Institusi masing-masing, sehingga akan tercipta keselarasan yang membentuk suatu sinergitas yang kuat guna mencapai kepastian hukum bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

Diketahui, bahwa berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung bisa kita lihat bahwa jumlah penghuni Lapas dan Rutan yang ada di wilayah Lampung sebanyak 8.919 Orang dengan kasus narkotika jumlah paling besar yaitu sebanyak 4.305 Orang yang terdiri dari 1.045 Orang dengan kasus Narkoba Pemakai dan 3.260 dengan kasus sebagai Pengedar/Bandar.

Oleh karena itu, Dalam pemberantasan Narkoba, menurut Gubernur Arinal, Pemerintah Provinsi Lampung telah membentuk tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Provinsi Lampung

“P4GN ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara instansi terkait dalam menciptakan persamaan persepsi antara penegak hukum dalam ketatalaksanaan system peradilan pidana, mewujudkan harmonisasi dan sinkronisasi dalam upaya penegakan hukum dan hak asasi manusia, serta menghindari penyalahgunaan wewenang dalam proses penegakan hukum serta memenuhi rasa keadilan masyarakat dalam rangka penegakan hukum,” paparnya.

Dalam melakukan fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2021 di antaranya :

1. Penyusunan Peraturan Daerah Provinsi
Lampung No. 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Narkoba, Lainnya; Pencegahan Psikotropika, Penyalahgunaan Dan Zat Adiktif

2. Penyusunan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 44 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Daerah No 1 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya;

3. Menerbitkan SK TIMDU P4GN No. G/217/VI.07/HK/2021, SK RENCANA AKSI DAERAH (RAD) P4GN NO. G/218/VI. 07/Hk/2021.

Gubernur Arinal Djunaidi menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk memerangi kejahatan peredaran gelap Narkoba. Salah satu komitmen tersebut, tertuang di dalam 33 janji kerja “Rakyat Lampung Berjaya” yaitu Lampung Menuju Bebas Narkoba, yakni melalui

1. Mencegah penggunaan narkoba melalui pembinaan berbasis keluarga dan tokoh tokoh agama.
2. Memberantas kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba melalui sinergi semua pemangku kepentingan.
3.Menyelamatkan korban-korban penyalahgunaan narkoba melalui upaya rehabilitasi.

“Pemberantasan narkoba merupakan komitmen bersama yang harus tetap dijaga konsistensinya. Mari kita buktikan komitmen perang terhadap narkoba di Provinsi Lampung,” pungkas Arinal (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Gubernur Arinal Djunaidi Lakukan Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan oleh Kantor Bea Cukai Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bandar Lampung, yang dilaksanakan di Container Freight Station Pelindo Il Panjang Bandar Lampung, Selasa (28/09).

Kepala Bea Cukai Bandar Lampung, Esti Wiyandari dalam laporannya mengatakan bahwa dalam kegiatan hari ini KPPBC TMP B Bandar Lampung akan memusnahkan 29.600.556 Batang BKC Hasil Tembakau/rokok, 1.233 Botol/Kaleng Minuman Keras llegal, 1.000 pcs Parfum, 164 pcs Laptop Bekas, 6.007 pcs/set/karton Kosmetik, 56 Karton T-Shirt dan Tablecloth, 5 pcs/unit Air Softgun, Stun gun, dan busur, 134 pcs/unit Sex toy, 4 pcs/unit Majalah Pornografi, 34 Bungkus Benih Tanaman, 610 pcs/botol Obat-obatan, 1.023 strip/pcs Lain-Lain.

Namun demikian, Menurut Esti Wiyandari, pemusnahan yang dilakukan di Container Freight Station Pelindo Il Panjang hari ini hanya bersifat seremonial, pemusnahan secara keseluruhan akan dilaksanakan di Natar dengan cara pembakaran menggunakan tungku besar.

“Bea cukai memiliki dua fungsi, yakni sebagai pengumpul penerimaan negara, kemudian juga sebagai protektor atau pelindung kepada masyarakat dalam pemakaian atau penyalahgunaan barang ilegal,” tuturnya.

“Kemudian atas barang-barang ilegal itu, telah dilakukan proses dengan penindakan sangsi administrasi dan penyidikan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Esti Wiyandari juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Arinal Djunaidi dan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung beserta Forkopimda, atas dukungan, kerjasama, serta sinegi dalam keberhasilan Bea Cukai Bandar Lampung dalam menyelesaikan tugasnya

Diketahui bahwa dari segi penerimaan negara, KPPBC Tipe Madya Pabean B Bandar Lampung telah menghimpun penerimaan negara per-tanggal 31 Agustus 2021 sebesar Rp1,380 Triliun (satu triliun tiga ratus delapan puluh millar) yang mencapai 331,96% dari target yang diberikan negara sebesar Rp415,9 Miliar (empat ratus lima belas miliar sembilan ratus juta rupiah).

Sementara itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Bandar Lampung yang telah bekerja secara maksimal bahkan melampaui target yang diberikan negara.

“Di satu sisi saya mengapresiasi terhadap kinerja Bea Cukai Bandar Lampung atas prestasinya, tapi disisi lain ternyata masih banyak orang yang tidak bertangung jawab dan tidak mau mengikuti prosedur yang berlaku, ucap Gubernur.

Namun demikian Gubernur Arinal Djunaidi tetap memberikan selamat dan apresiasi kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Bandar Lampung atas kinerja dan prestasinya dalam menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu Gubernur Arinal juga mengharapkan kerjasama dan sinergi semua pihak dalam meningkatkan pengawasan terutama di sektor ekspor-impor, saya harap ada kerjasama dari semua pihak, termasuk TNI-Polri, juga Polair supaya lebih giat lagi dalam penanganan hal-hal yang terjadi lewat laut, ini perlu kita koordinasikan lagi,” pungkas Gubernur. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Gubernur Arinal Djunaidi Menyerahkan Penghargaan Pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021

BANDARLAMPUNG—Gubernur Arinal Djunaidi didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yayan Ruciyansah, secara simbolis menyerahkan Piala dan Sertifikat Penghargaan kepada para pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Jumat (25/09)

Lomba Wana Lestari diselenggarakan sebagai suatu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menilai prestasi perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yayan Ruciyansah menerangkan dari 6 orang juara tingkat Provinsi, dua orang diantaranya berhasil memenangkan juara 1 Tingkat Nasional pada Lomba Wana Lestari yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Yakni untuk kategori Penyuluh Kehutanan PNS dan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM)

Sementara itu dalam arahannya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, menyampaikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Wana Lestari. “Mari kita sama-sama menjaga hutan, apalagi dengan predikat yang telah bapak/ibu peroleh menjadi pejuang sebagai pelestari alam, jangan sampai hutan dialih fungsikan,” ucap Arinal.

Untuk itu Gubernur Arinal berharap agar Dinas Kehutanan dan UPT yang menangani dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam pelestarian hutan, “Hutan Produksi boleh, tapi jangan sampai ada sertifikat perorangan. Kalau hutan tidak kita jaga, maka produksi-produksi yang terkait dengan sektor pertanian bisa tergangu.” tutur Arinal

“Hutan produksi harus segera diinisiasi, tanam pohon yang memiliki nilai ekonomis, tapi tetap dapat menjaga fungsi hutan, seperti pohon pete dan sebagainya,” pungkasnya.

Adapun nama-nama pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021, yakni sebagai berikut :

1. Tri Endah Anggareni dari UPTD KPH Gunung Balak, Kategori Penyuluh Kehutanan PNS
2. Slamet dari UPTD KPH Gunung Balak, Kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM)
3. M. Mufid Ketua KTH Sidomulyo 5 dari UPTD KPH Gunung Balak, Kategori Kelompok Tani Hutan (KTH)
4. Rona Fitri Kartiniyadi, S.Pd. dari Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Bengkulu, Kategori Kader Konservasi Alam (KKA)
5. Suyanto Ketua Gapoktan Wana Lestari dari UPTD KPH Liwa, Kategori Pemegang izin hutan kemasyarakatan.
6. Sabto Ketua LPHD Totoharjo dari UPTD KPH Way Pisang, Kategori Lembaga Pengelola Hutan Desa
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021

Bandar Lampung —Sekretaris Daerah Fahrizal Dariminto menyerahkan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Se-Provinsi Lampung di Ruang Sakai Sambayan, Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Jumat (24/09)

Pemberian penghargaan tersebut berdasarkan surat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 72/Men/D.KG/KG.05/9/2021 tanggal 21 September 2021, perihal pemberitahuan pemberian penghargaan APE Tahun 20201.

Kementeriaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah menyelesaikan evaluasi pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender (PUG) di Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta telah ditetapkan penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021.

Anugerah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan strategi pengarusutaamaan gender (PUG).

Berikut adalah daftar penerima penghargaan APE 2021 :

APE Kategori Utama : Pemerintah Provinsi Lampung.

APE Kategori Madya :
1. Kabupaten Lampung Selatan
2. Kabupaten Lampung Tengah
3. Kabupaten Lampung Timur
4. Kota Bandar lampung
5. Kota Metro

APE Kategori PRATAMA :
1. Kabupaten Tulang Bawang
2. Kabupaten Way Kanan
3. Kabupaten Pringsewu
4. Kabupaten Tanggamus
5. Kabupaten Pesawaran
6. Kabupaten Lampung Barat
7. Kabupaten Mesuji
8. Kabupaten Lampung Utara
9. Kabupaten Pesisir Barat

Adapun Acara Puncak Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 akan dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada tanggal 13 Oktopber 2021 secara virtual (daring).

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengucapan terimakasih dan selamat kepada 14 Kabupaten/Kota yang telah mendapatkan penghargaan, kecuali Kabupaten Tulang Bawang Barat. “Saya ucapkan terimakasih dan selamat, ini sangat baik, meningkat drastis dari 6 Kabupaten/Kota yang mendapatkan APE pada tahun 2018 menjadi 14 (empat belas) Kabupaten/Kota pada Tahun 2021,” ucapnya.

Menurut Fahrizal, peningkatan inimerupakan bukti nyata bahwa para Bupati dan Walkoya memiliki komitman yang kuat untuk melaksanakan PUG didaerah, meskipun masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Lampung maupun di Kabupaten/Kota.

Sejalan dengan hal tersebut menurut Fahrizal Darminto, Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah menempatkan isu pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu sentral dalam visi dan misi nya pada periode 2019 — 2024, yakni dengan berkomitmen melaksanakan strategi mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender antara perempuan dan laki-laki didalam pembangunan, serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya menusia melalui upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan kaum difabel, sesuai dengan visi misi ketiga yaitu untuk mewujudkan Provinsi Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya.

Oleh karena itu, lanjut fahrizal, Pemerintah Provinsi Lampung dari tahun ke tahun terus membenahi dan melaksanakan kebijakan pemerintah pusat sampai ketingkat kabupaten/kota, kecamatan bahkan sampai ketingkat desa dengan mewujudkan komitmen pelaksanaan pengarusutamaan gender tersebut.

“Melalui kesempatan ini saya mengharapkan kepada kita semua dengan diraihnya penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2021 ini, agar bersama-sama mewujudkan dan meningkatkan pembangunan yang Responsif Gender di Provinsi Lampung maupun Kabupaten/Kota.” Pungkasnya (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, MA akan membuka Webinar Sosialisasi Tabel IO dan IRIO Tahun 2016

Bandar Lampung, — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, MA dijadwalkan akan membuka Webinar Sosialisasi Tabel IO dan IRIO Tahun 2016 yang digelar secara virtual oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung pada Kamis, 23 September 2021 pukul 08.30 WIB.

Webinar yang mengusung tema “Mendorong Sektor Unggulan Dalam Menyukseskan Lampung Berjaya” diselenggarakan bersamaan dengan Sosialisasi Tabel IO dan IRIO Tahun 2016.

Salah satu manfaat tabel input-output (IO) adalah dapat digunakan untuk menganalisis sektor – sektor yang mempunyai pengaruh kuat dan peka terhadap pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

Sedangkan tabel Inter Regional Input-Output (IRIO) dapat digunakan untuk menganalisis keterikatan ekonomi antar wilayah terutama dalam upaya menyelesaikan ketimpangan pembangunan.

Kegiatan direncanakan akan dihadiri Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud, S.Si, M.P, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Faizal Anwar, dengan Narasumber Dekan FEB Unila, Dr. Nairobi, SE. M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Ir. Mulyadi Irsan, M.T, dan Tim Penyusun Tabel IO dan IRIO Nasional, Diana Bhakti, S.ST, SE, M.Si serta dimoderatori oleh Ketua Jurusan Agribisnis Unila, Dr. Teguh Endaryanto, S.P, M.Si.

Kegiatan Webina dapat diikuti melalui https://s.bps.go.id/webinar_IRIOLamuing. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Pemprov Lampung ikuti Webinar Sosialisasi IO dan IRO Tahun 2016

BandarLampung, — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, M.A. hadir dan memberikan sambutan pada acara Sosialisasi tabel IO (Input- Output) dan Tabel IRO (Inter Regional Input Output) tahun 2016 dengan tema mendorong sektor unggulan Lampung dalam menyukseskan Rakyat Lampung Berjaya secara Virtual, bertempat diruang Command Center Diskominfotik, Kamis, (23/09).

Dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov. Lampung, Gubernur Lampung menyampaikan bahwa visi provinsi Lampung tahun 2019-2024 adalah Rakyat Lampung Berjaya yang merupakan cita – cita mulia pemerintah provinsi Lampung dalam upaya mewujudkan rakyat Lampung yang aman, berbudaya, maju, berdaya saing dan sejahtera, ‘ ungkapnya.

Dalam konteks ekonomi, visi Rakyat Lampung Berjaya dimanifestasikan dalam misi ke 4 yaitu mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produk dan konektivitas wilayah. Misi ke 5 yaitu membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan misi ke 6 yaitu mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan untuk kesejahteraan beesama,” terangnya.

Dari segi geografis, Provinsi Lampung diuntungkan dengan letak wilayah yang strategis, dari sisi sumber daya manusia (SDM) juga memiliki kekuatan jumlah penduduk dan tenaga kerja yang menjanjikan

Dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) , Provinsi Lampung memiliki potensi pertanian, perindustrian, perdagangan serta potensi lain seperti pariwisata yang potensial dan semakin dikenal.

“Dengan adanya Webinar ini saya berharap akan menambah wawasan kita terutama bagi para perencana untuk menambah amunisi baru dalam menyusun perencanaan pembangunan dengan mendalami tabel IO dan tabel IRIO ini,” ungkapnya.

Menjelang akhir maret 2020, Indonesia ikut diguncang pandemi Covid-19. Efek domino nya, Lampung juga ikut terdampak, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi.

Gubernur berharap dengan di launching nya tabel IO dan tabel IRIO tahun 2016 dapat membantu dalam penguatan perencanaan pembangunan, sehingga dapat diketahui sektor mana yang bisa di tekan dan sektor mana yang potensial untuk dikembangkan.

Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud, S.Si, M.P, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Faizal Anwar, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Karo Perekonomian dengan Narasumber Dekan FEB Unila, Dr. Nairobi, SE. M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Ir. Mulyadi Irsan, M.T, dan Tim Penyusun Tabel IO dan IRIO Nasional, Diana Bhakti, S.ST, SE, M.Si serta dimoderatori oleh Ketua Jurusan Agribisnis Unila, Dr. Teguh Endaryanto, S.P, M.Si.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

DPRD Lampung Dorong Pemprov Segera Atasi Konflik Manusia dan Gajah di Lambar

Lampung, – DPRD Lampung mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar segera melakukan langkah kongkrit untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar Gajah di Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar).

Ketua Komisi ll DPRD Lampung, Budy Yuhanda mengaku, pihaknya mendukung langkah-langkah kongkrit yang diambil saat rapat gabungan tadi oleh para pemangku kepentingan dan juga penggiat lingkungan, di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

“Kita siap mendukung baik dalam bentuk program maupun anggaran, untuk paling tidak kita membantu masyarakat sekitar supaya mindset nya kita rubah. Dimana masyarakat setempat harus berdampingan dengan satwa yang ada,” kata Budy, saat dikonfirmasi, Rabu (22/9/2021).

Ia menjelaskan, dukungan anggaran disini dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat di tempat tersebut. Karena Konflik tersebut sudah lama maka pihaknya mendorong untuk melakukan langkah kongkrit.

“Karena selama ini hanya sekedar imbauan-imbauan, kongkritnya tidak ada,” ujarnya.

Lanjutnya, di Dinas Kehutanan sendiri UPT nya sementara anggarannya sedikit, maka kedepan pihaknya siap membantu untuk memfokuskan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kita lihat sebenarnya itu juga bisa jadi potensi wisata untuk masyarakat luar bisa melihat secara langsung,” ungkap Budy.

Sementara Peratin Suka Marga, Suoh, Lampung Barat, Ahim Abdiani berharap, dari hasil rapat dengan Pemprov dan stakeholder tadi agar secepatnya ada dampaknya di lapangan.

“Karena konflik di masyarakat itu sudah hampir setahun lebih, dengan pertemuan dengan berbagai pihak mudah-mudahan penanggulangannya bisa cepat dan tidak ada konflik lagi,” harap Ahim.

Ia mengaku bahwasanya satwa liar Gajah memang harus dilindungi begitu pun masyarakat supaya bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Kita di Satgas pekon pun hampir tiap malam melakukan blokade dan kalau siang kita melakukan penggiringan Gajah ke atas,” ungkap Ahim.

Dari konflik tersebut terangnya, pernah di tahun 2020 ada masyarakat menjadi korban sampai cacat karena serangan Gajah yang sampai hari ini belum normal.

Begitu juga pas melakukan penggiringan Gajah melakukan perlawanan, sehingga Gajah nya terluka dan dokter menyarankan untuk operasi.

“Maka kita juga tadi mengusulkan untuk ada dokter hewan disediakan disana. Karena selama ini tidak ada,” tandasnya. (*)

Gubernur Lampung Terima Bantuan 5000 Rapid Test dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima secara langsung bantuan Rapid Test Antigen sebanyak 5000 Kotak Abbott dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group (BW) untuk Kabupaten/Kota Se-provinsi Lampung, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu (22/09).

Presiden Komisaris Sungai Budi Group Widarto pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung karena telah berkenan menerima bantuan dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group

“Atas nama Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group, Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Gubernur, Pemrintah Kabupaten/Kota karena telah berkenan menerima kepedulian kami memberikan bantuan kepada masyarakat Lampung,” tutur Widarto.

Adapun bantuan yang diberikan berupa 5000 Kotak Rapid Test Antigen Merek Abbott dengan rincian, 500 Kotak untuk Pemerintah Provinsi Lampung, dan masing-masing 300 Kotak untuk Pemerintah Kabupaten/Kota.

Widarto berharap, dengan adanya bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk mendeteksi covid-19 secara cepat, sehingga masyarakat Lampung bisa segera terbebas dari pandemi covid-19.

Sementara itu, Gubernur Lampug Arinal Djunaidi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedualian dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group kepada masyarakat Lampung yang terdampak pandemi covid-19.

“Alhamdulillah, kondisi saat ini Lampung kecenderungannya semakin hari semakin baik, semakin menurun, kita hari ini semua wilayah sudah masuk zona kuning, dan harus terus kita tingkatkan.

Menurut Gubernur, meskipun dalam situasi pandemi covid-19, pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung terus memperlihatkan trend yang positif, terutama di sektor pertanian.

Sektor Pertanian Provinsi Lampung mampu tumbuh secara positif. Salah satunya dari besaran produksi padi, Provinsi Lampung Tahun 2020 mencapai sebesar 2,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 22,47% dari produksi padi tahun 2019.

Tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Lampung. Sebagaimana data Resmi yang dilansir BPS pada 5 Agustus 2021, untuk tahun 2021, Pertumbuhan Ekonomi Lampung juga menunjukan trend yang positif. Besaran pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2021 secara q-to-q, Lampung tumbuh 3,04% dan Triwulan II-2021 tumbuh 6,69%, angka ini merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi Se-sumatera.

Atas prestasi tersebut Gubernur Lampung memperoleh penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian, dan Juara Umum Penghargaan Lomba Teknologi Tepat Guna Nasional ke-22 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia

Mengakhiri sambutannya Gubernur mengajak semua pihak untuk dapat bekerjasama, bersama-sama melakukan penanggulangan pandemi Covid-19, “Saya menyampaikan kembali pesan Presiden untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, terutama dalam memakai masker, selain itu kita tingkatkan juga testing tracing dan treatment,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).