Kontingen KTNA Provinsi Lampung Raih Juara 3 Lomba Asah Terampil Penas Tani Nelayan XVI 2023

Padang — Kontingen KTNA Provinsi Lampung meraih Juara 3 dalam Lomba Asah Terampil pada Penas XVI Tani Nelayan, di Padang, Senin (12/6/2023).

Setelah melalui tahapan perlombaan, Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara 1, juara 2 Kalimantan Tengah dan juara 3 Provinsi Lampung. Sedangkan juara harapan pertama diraih oleh Provinsi DI Yogyakarta, Juara harapan 2 Jawa Tengah dan harapan 3 Provinsi Bengkulu.

Selain meraih juara 3 dalam lomba Asah Terampil yang diikuti oleh 36 Provinsi di Indonesia, tim Lampung juga dinobatkan sebagai juara 2 peserta kreatif dan terampil.

Dengan meraih juara 3, Tim KTNA Provinsi Lampung berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp30 juta serta piagam dan piala dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam lomba Asah Terampil, KTNA Lampung menerjunkan tim yang terdiri dari Petani dewasa : Sukarlin dan Eko Widodo, Petani Muda : Hamzah Abidin dan Zainal Arifin serta Wanita Tani : Hartatik dan Ernawati dengan pendamping Mudhofir.

Anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Lampung H. Bustami Zainuddin yang hadir langsung dalam final lomba Asah Terampil, mengaku bangga dengan penampilan tim KTNA Lampung. Menurutnya, raihan juara 3 tersebut merupakan prestasi yang luar biasa dalam lomba tingkat nasional ini.

Bustami juga mengucapkan selamat kepada tim KTNA Lampung yang sudah meraih juara dalam lomba Asah Terampil dan juara Peragaan. Ucapan selamat juga disampaikan Bustami kepada Ketua KTNA Lampung Hanan A. Rozak dan khususnya kepada Gubernur Arinal Djunaidi yang sangat konsen dalam pembangunan bidang pertanian di Provinsi Lampung.

Di kesempatan yang sama, Ketua KTNA Provinsi Lampung Hanan A. Rozak juga mengucapkan selamat kepada tim KTNA Lampung yang sudah mengharumkan Provinsi Lampung dalam event Penas XVI 2023. Hanan berharap, Kontingen KTNA Lampung yang akan mengikuti cabang lomba berikutnya bisa meraih prestasi.

“Tetap semangat meraih prestasi dan menjaga nama baik Provinsi Lampung dalam ajang Penas XVI Padang Sumbar,” ujar Hanan Rozak.

Anggota DPRD Lampung Berdialog Dengan Puluhan Petani Desa Labuhan Ratu V

Mengisi reses tahap kedua, anggota DPRD Lampung dari Fraksi Golkar berdialog dengan puluhan petani Desa Labuhan Ratu V, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, di Omah Kayu Jembatan Kuning, Minggu (11/6/2023).

Selain mendengar keluhan para petani soal kelangkaan pupuk, Ali Imron juga mengajak para petani mengembangkan pupuk kompos sehingga petani tidak bergantung pada pupuk bersubsidi.

Pada kesempatan itu, para petani pun langsung diajak belajar bersama membuat pupuk kompos. Para petani antusias saat ahli pertanian Prayitno mengajari cara membuat pupuk kompos yang baik.

Imron mengatakan, kelangkaan pupuk harus bisa diatasi para petani secara bersama-sama. Sebab itu, kata Imron, para petani perlu bersatu untuk melakukan pengorganisiran dengan membentuk kelompok tani.

“Dari kelompok tani itulah nanti bisa secara gotong royong membuat pupuk kompos, sehingga biasanya bisa lebih murah,” kata Imron.

Menurut Imron, pupuk kompos yang dibuat sendiri oleh para petani merupakan solusi untuk menjawab persoala kelangkaan pupuk yang sering dikeluhkan para petani.

“Proses belajar bersama hari ini baru tahap awal. Ke depan kita akan lebih banyak belajar bersama lagi. Saya insya Allah siap untuk mendampingi para petani di sini. Bukan hanya membantu masalah pupuk, tetapi juga problem lain yang berkaitan dengan pertanian dan masalah desa,” katanya.

Sementara itu, Prayitno, mentor yang selama ini dikenal sebagai ahli olah tanah dengan bahan mikroba, mengungkapkan pentingnya olah tanam yang baik sehingga hasil pertanian menjadi maksimal.

Menurut Prayit,  pupuk kompos akan merangsang pertumbuhan akar tanaman secara maksimal.

“Kalau akar bisa berkembang baik, luas dan dalam, maka tanaman akan tumbuh dengan subur. Syarat agar tanaman bisa subur, maka tanahnya harus gembur. Agar tanah gembur inilah kita perlu pupuk kompos,” katanya. (*)

Ikutilah Lomba Karya Jurnalis Yang Diselenggarakan Media Kami

Media Republika, – Media Online Mediarepublika.com gelar acara lomba karya jurnalistik dalam mendukung kreativitas anak muda mulai dari tingkat Pelajar SMP – SMA. Kegiatan ini di selenggarakan di kantor Pusat Redaksi Mediarepublika.com berkolaborasi dengan Konsorsium Multimedia Indonesia (KMI). Sabtu (10/06/2023)

Lomba Karya Jurnalistik ini mengusung tema “SENI DAN BUDAYA” acara ini dihadiri oleh Owner Mediarepublika Rachmat Ade Putra, S.H., M.Kn., Ketua Umum KMI Tiara Putri S.Pd., M.M., yang akan memandu lomba jurnalistik ini, kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 1 Juli 2023. dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- peserta akan mendapatkan uang tunai dan sertifikat, pengetahuan langsung dari praktisi berpengalaman, serta akses untuk mengikuti lomba jurnalistik.

Tak hanya menjadi ajang belajar, rangkaian kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi bagi para peserta yang ada di seluruh Indonesia melalui pameran karya terpilih yang berlangsung dari 1 Juli hingga 10 Juli 2023. Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 15 Juli 2023.

Rangkaian acara ini merupakan bentuk nyata kolaborasi kreatif antara Media Republika dan KMI yang selama ini konsisten membangun ruang kreasi di Indonesia ini. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya berkesempatan mengembangkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga memperluas jejaring dengan sesama penggiat Jurnalistik.

Catatkan Kinerja Keuangan Terbaik, PLN Setor Dividen Rp2,19T dan Pajak Rp35,33T

Jakarta, 8 Juni 2023- PT PLN (Persero) terus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan negara melalui setoran dividen dan pajak perusahaan. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (7/6) disepakati setoran dividen PLN kepada negara sebesar Rp2,19 triliun, meningkat sebesar 191,7% dari Rp750 miliar di tahun 2021. Kontribusi PLN terhadap negara tak hanya lewat dividen tetapi juga setoran pajak hingga Rp35,33 triliun atau meningkat sebesar 13,1% dibandingkan tahun 2021.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menanggapi, PLN sebagai perusahaan BUMN berkomitmen untuk terus berkontribusi lebih pada negara dan masyarakat, salah satunya melalui peningkatan performa dari sisi keuangan. Hal ini terlihat pada laporan keuangan tahun 2022 di mana PLN mampu mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan dengan laba bersih mencapai Rp14,44 triliun.

“Di balik capaian kinerja keuangan yang kami torehkan, transformasi yang dilakukan korporasi menjadi kunci melewati masa-masa sulit. Hasilnya walaupun menghadapi kerugian kurs hampir 20 triliun, penerimaan laba kami tahun 2022 tetap meningkat 124% dari target,” ujar Darmawan.

Faktor utama peningkatan laba bersih PLN menurut Darmawan adalah peningkatan penjualan listrik yang mencapai 6,3% atau total 273,8 Terawatt hour (TWh) sehingga berdampak pada kenaikan pendapatan penjualan listrik hingga 7,7% dari Rp288,8 triliun di 2021 menjadi Rp311,1 triliun di 2022.

Peningkatan penjualan listrik ini didominasi dari pelanggan sektor industri di mana konsumsi listriknya meningkat sebesar 24,54% dan sektor bisnis yang meningkat sebesar 22,47%.

“Ini merupakan bukti bahwa PLN adalah jantungnya perekonomian Indonesia. Kami selalu siap menyediakan listrik andal untuk mendukung produktivitas pelanggan,” tambah Darmawan.

Darmawan menuturkan, peningkatan kinerja PLN ini akan memberikan _multiplier effect_. Selain mendorong perekonomian masyarakat, juga akan memberikan kontribusi perusahaan kepada negara.

“Kami optimis akan melanjutkan kinerja yang terbaik pada tahun ini dan tahun selanjutnya. PLN akan berupaya optimal dalam mengelola operasional maupun kinerja keuangan sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih lagi ke negara,” tutup Darmawan.

Reses Anggota DPRD Lampung, Warga Menginginkan Bantuan Sumur BOR, Pembinaan dan Bibit Pertanian

Meneteskan air mata, dan berkaca-kaca, warga Dusun Cibalong, Desa Bunut Kecamatan Way ratai Kabupaten Pesawaran, meminta sentuhan pembangunan. Hal tersebut, diungkapkan secara langsung dihadapan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin.

Diskusi yang dikemas dalam Agenda Reses, warga menginginkan bantuan Sumur BOR, Pembinaan dan bibit pertanian, yang dikelola oleh KWT dan masyarakat sekitar. Sebab, selama bercocok tanam dilingkungan dan lahan pertanian, hasil bercocok tanam yang tidak bagus.

Tentu sungguhlah miris, yang seyogyanya kehidupan masyarakat berada di bawah kaki gunung makmur akan sumber air. Tapi, dampak sulitnya mendapatkan air, warga sekitar tidak bisa menggarap lahan pertaniannya dengan maksimal.

Salah satu warga Dusun Cibalong, Desa Bunut, Nani (45) menuturkan bahwa wilayah Cibinong hanya dilewati sumber air yang berasal dari PAM SIMAS. Bahkan, untuk mendapatkannya, warga sekitar wajib mengantri. Sehingga, untuk mengairi lahan ladang dan pertanian sulit.

“Bukan hanya itu pak Dewan, untuk kebutuhan sehari-hari aja, kami harus ngantri. Atau enggak kami harus jalan jauh dulu ke sumber mata air. Jadi, mohon diperhatikan untuk dibantu,” ujar Nani, sembari mengusap kedua matanya yang berkaca-kaca. Jum’at (09/06/2023)

Selain itu, Nani juga mengaku di Desa Bunut sudah terbentuk Kelompok Wanita Tani (KWT), dengan konsep bercocok tanam. Diantaranya, sayuran, bumbu dapur. Tapi, usaha yang dilakukan hasilnya tidak maksimal.

“Nah, besar harapan kami kepada Bapak. Untuk kami diberikan penyuluhan, bimbingan tentang cara bercocok tanam. Karena, KWT disini banyak kegiatan. Dan juga bantu bibit, serta alat – alat pertanian,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Lilis (40) Pada prinsipnya warga di Dusun Cibalong, Desa Bunut meminta, agar Anggota DPRD Provinsi Lampung, dapat mendatangkan penyuluh pertanian. Agar, hasil cocok tanam yang dilakukan oleh KWT, bisa maksimal.

“Jujur pak, kami menanam ini masih otodidak. Belum paham, cara dan pola yang baik itu seperti apa. Sehingga, hasil tanaman tidak maksimal. Ijin dibantu pak,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung Watoni Noerdin sangat mengapresiasi semangat dari ibu – Ibu KWT di Dusun Cibalong, Bunut. Karena, tanpa kenal lelah dan kompak mereka terus berusaha mengembangkan kemampuannya di bidang pertanian.

“Keluhan yang disampaikan, menjadi catatan saya, insya Allah melalui koordinator saya, dalam waktu dekat bisa terealisasi. Dan untuk hal yang lainnya, akan saya perjuangkan didalam rapat pembahasan bersama teman-teman di DPRD,” kata Watoni.

Bukan hanya itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung itu menuturkan bahwa kehadirannya dihadapan Ibu – Ibu KWT merupakan wujud kepeduliannya. Sehingga, pada kesempatan yang baik ini, akan diberikan bibit Alpukat yang punya kualitas terbaik.

“Bu’, nanti masing-masing akan mendapatkan bibit alpukat, untuk ditanam dilahan yang ada di lingkungannya. Saya berharap, bantuan ini, bisa menambah penghasilan ibu – Ibu KWT. Karena, bibit alpukat nya, berkualitas bagus. Nanti, hubungi staf saya ya,” kata Watoni.

Untuk diketahui, dalam giat reses. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin memberikan bantuan uang tunai kepada ibu-ibu KWT Desa Bunut.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung Serap Apresiasi Masyarakat Mekar Sari

Dihadiri semua unsur, yaitu Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Aparatur Desa Mekar Asri. Serap aspirasi tahap II tahun 2023, yang digelar anggota DPRD Provinsi Lampung, mendapat sejumlah masukan dan permintaan.

Disela kegiatan, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati mengatakan aspirasi yang disampaikan warga Mekar Asri menjadi PR untuk segera direalisasikan. Agar, pemanfaatan lahan pertanian dan ladang di wilayah Tulang Bawang Barat bisa maksimal.

“Tadi, disampaikan soal langkanya pupuk. Ini menjadi catatan khusus bagi saya untuk terus Berjuang bersama teman-teman Fraksi. Agar, produksi lahan pertanian para petani bisa maksimal,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji, dihadapan masyarakat Mekar Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Budhi Condrowati. Jum’at (09/06/2023).

Tentu, percepatan realisasi aspirasi soal pupuk menjadi prioritas baginya dalam memperjuangkan di DPRD. Karena, tidak bisa dipungkiri Lampung memiliki lahan terbesar disektor pertanian. Artinya, perekonomian masyarakat sangat bertumpu pada pertanian, dan berladang.

“Nah, ketika pupuk langka, sulit. Maka, akan berdampak pada perekonomian masyarakat itu sendiri. Tadi, masyarakat juga menyampaikan terimakasih, atas bantuan Gedung Olahraga yang sudah dibuat,” ujarnya.

Selain itu, Anggota Komisi V DRPD Provinsi Lampung tersebut menuturkan, dalam diskusi tadi Masyarakat Mekar Asri, dan jalan lingkungan.

“Nah, bantuan rumah ibadah sangat juga penting juga. Terlebih, sudah ada dalam pembahasan di Komisi saya soal bantuan sosial seperti rumah ibadah ini. Tolong, segera dibuatkan proposal. Saya tunggu,” kata Condrowati. (*)

Reses : Petani Pekalongan Butuh Bapak Angkat, Ini Kata Ali Imron

Keluh kesah petani, penjual bibit buah, tanaman hias, dan penggerak UMKM di Wilayah Pekalongan Lampung Timur. Terungkap saat menghadiri kegiatan reses tahap II tahun 2023, anggota DPRD Provinsi Lampung, Ali Imron. Jum’at (09/06/2023).

Dalam diskusi yang digelar, dengan jelas dan gamblang masyarakat meminta kepada Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung itu, menginginkan adanya perhatian dari pemerintah dan bahkan Bapak Angkat. Agar, usaha yang digelutinya tidak stagnan. Sehingga, bisa maju dan berkembang.

Salah satu tokoh masyarakat Pekalongan, Sigit (60) mengungkapkan sejak ditetapkan sebagai sentra bibit buah dan tanaman hias, hingga kini belum ada pameran atau festival bibit yang digelar rutin.

“Intinya, kami akan sangat berterima kasih, jika ada bapak angkat yang  bisa membantu kami, agar usaha kami makin berkembang dan maju,” kata Sigit.

Ditempat yang sama, Sudarno (45) warga Pekalongan yang juga menjual bibit buah dan tanaman hias, mengatakan selama ini para pebisnis bibit buah dan tanaman hias berkembang dengan kemampuannya masing-masing.

“Yang maju makin maju, yang lemah ya lama-lama akan terhenti alias bangkrut,” kata Sudarno.

Menanggapi keluhan warga, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Ali Imron mendukung pengembangan usaha budi daya tanaman hias dan pembibitan buah-buahan di Kecamatan Pekalongan. Bahkan, sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dapat membantu pengembangan usaha budi daya tanaman hias dan pembibitan buah-buahan di Kecamatan Pekalongan.

“Namun, tentu kita tidak bisa terus berharap kepada pemerintah. Para pengusaha bibit buah dan tanaman hias di Pekalongan juga bisa mengembangkan potensi secara bersama-sama,” ujarnya.

Caranya, kata legislator dari Fraksi Partai Golkar itu, bisa dengan membangun kelompok atau organisasi yang kuat, dengan terus berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. “Melalui organisasi itulah, nanti bisa maju belajar bersama. Termasuk belajar soal pengembangan bibit baru dan pengembangan bisnis,” kata dia.

Untuk diketahui, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, sejak belasan tahun lalu ditetapkan sebagai sentra pembibitan buah di Lampung. Sebagian besar warga di wilayah itu memiliki usaha menjual bibit buah dan tanaman hias.

Namun, sangat disayangkan sampai saat ini belum ada upaya yang sistematis, dari pemerintah agar usaha yang dikembangkan warga itu, makin maju akibat masih kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.

Acara yang dihelat di Taman Santap Mbak Dwi itu dihadiri para penggerak UMKM bibit buah dan tanaman hias, petani, kelompok perempuan, dan pemuda dari beberapa desa di Kecamatan di Kecamatan Pekalongan.

Reses, Mingrum Tinju Irigasi di Sukobinangun

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan peninjauan irigasi di Sukobinangun Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah pada saat reses tahap II. Rabu (08/06/2023)

Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay SH., MH sebelumnya melakukan penyerapan aspirasi (reses) bersama Kelompok P3A dan KWT di kecamatan Way Seputih kemudian langsung melakukan pengecekan lapangan guna melihat kondisi tersebut secara langsung.

Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay SH., MH mengatakan bahwa dalam rangka mendukung program Swasembada pangan, harus memiliki suporting system yang dapat mewujudkan hal tersebut.

“ Kita tidak sedang bermain teka-teki, inginnya baik tapi tidak ada supporting system yang mendukung, mulai dari pendampingan petani, pemberian bibit yang unggul, pupuk baik serta irigasi yang cukup, semuanya harus dipenuhi jika ada yang terlewat percayalah ini akan membuat petani tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal “ Ujarnya

Mingrum yang juga sebagai ketua P3A Lampung menyesalkan lambannya penanganan yang dilakukan sejumlah pihak terkait penanganan permasalahan irigasi tersebut sehingga banyak lahan yang tidak dapat digunakan secara maksimal.

“ Lahan yang bisa digunakan hanya sekitar 7 Hektar dari 232 Hektar, kondisi ini sangat memprihatinkan, saya ingin dinas terkait segera cek ke lapangan, cari solusi yang cepat dan tepat, kita gotong royong tidak kerja sendirian “

Terakhir, Mingrum menginginkan dalam waktu dekat dirinya menargetkan 50 persen dari lahan yang tersedia bisa digunakan kembali oleh para petani.

“ secepat-cepatnya segera ditindaklanjuti, minimal 50 persen dari total luas lahan bisa digunakan dalam waktu dekat, kita cari masalahnya dimana, apakah pengendapan lumpurnya yang menjadi masalah atau lainnya, segera kita lakukan langkah kongkrit “ Tutupnya.

TPPO MODUS Migrasi Berhasil Diungkap Polda Lampung

Lampung Selatan, – Polda Lampung berhasil ungkap penyelidikan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjadi di rumah penampungan pekerja migrasi Indonesia (PMI) di kawasan Rajabasa yang diketahui milik perwira Polri.

Rumah ini ditempati empat tersangka yang telah diamankan pada Senin (5/6/2023), bersama 24 calon PMI asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para tersangka adalah DW (28) dari Bengkulu; I (25) dan AL (31), warga Depok; dan AR (50) asal Jakarta Timur.

Kapolda Irjen Helmy Santika mengatakan dalam expose di markas besar (Mabes) Polda Lampung menegaskan belum diketahui peran perwira dimaksud, Apakah dia sebatas menyewakan rumah atau ikut terlibat dalam dugaan TPPO ini.

“Dalam hal ini, masih terdapat kekurangan informasi yang cukup signifikan, Karenanya, penyidik tengah mendalami bagaimana empat tersangka ini bisa menempati rumah itu, Apakah pinjam, kontrak, atau membeli.” ujar Kapolda, Rabu (7/6/2023).

Dalam hal ini, penyidik juga melakukan koordinasi antara Bidpropam Polda Lampung dengan Divisi Propam Mabes Polri.

Disinggung soal tersangka, Kapolda menjelaskan masing-masing punya peran berbeda.

DW menjadi tersangka utama yang bertanggung jawab dalam merekrut korban.

Sementara, I bertugas menjemput dan mengantarkan korban, AR merincikan persyaratan yang harus dipenuhi, dan AL membantu AR dalam mencari kebutuhan.

“Mereka berhasil membujuk korban dengan janji gaji sebesar Rp7 juta dan membiayai seluruh fasilitas perjalanan seperti paspor dan keberangkatan,” ujarnya.

Menurut Kapolda selama periode 2020-2023, Polda Lampung telah berhasil menyelamatkan 84 orang yang menjadi korban TPPO.

“Adapun total tersangka yang telah ditahan sebanyak 29 orang,” pungkas Kapolda.

Reses Tahap II Mingrum Gumay Kunjungi Guru Berprestasi

Ketua DPRD Lampung kunjungi guru berprestasi di SMA N 1 Seputih Raman dalam masa reses tahap II yang dilaksanakan di SMA N 1 Seputih Raman. Selasa (06/06/2023)

Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay SH., MH mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan konsistensi untuk terus memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara melalui dunia pendidikan.

“ Dalam kegiatan reses saat ini, saya ingin berdiskusi kepada tenaga pendidik yang nantinya diharapkan sebagai masukan kedepan untuk ditindaklanjuti sebagai strategi percepatan pemerataan kompetensi bagi guru lainnya sehingga kedepan diharapkan kualitas pendidikan di Lampung mengalami peningkatan secara mutu “ Ujar Mingrum

Ia juga mengapresiasi salah satu guru SMA N 1 Seputih Raman yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti sekolah di luar negeri yang diadakan oleh kemendikbud.

“ Saya minta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk melakukan koordinasi dan pendampingan apa saja yang dibutuhkan sebagai alat penunjung selama bertugas di luar negeri, saya akan cek nanti kepada yang bersangkutan secara langsung, kita berharap akan memberikan effect positif terhadap sektor pendidikan yang ada di Lampung “ Ungkapnya

Ditempat yang sama, Deka Andriani S.Pd., M.Pd guru biologi yang lolos seleksi untuk bertugas di luar negeri tersebut menjelaskan bahwa seleksi di ikuti pada tahun 2021 dan menjalani sejumlah rangkaian tes yang diadakan oleh Biro Kerjsama Hubungan Masyarakat Kemendikbud.

“ Alhamdulillah saya salah satu yang berhasil mewakili Lampung untuk mengikuti program Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri,jika melihat dari hasil pengumaman sekitar ada 70an se Indonesia yang ikut program tersebut “ Ujarnya

Deka juga menjelaskan program Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri akan ditempuh selama 3 tahun dari keberangkatan yang awalnya dilaksanakan di Kairo Mesir kini berubah di Kinabalu Malaysia.

“ tadinya sejumlah negara seperti Bangkok,Thailand,Belanda,Jepang dan Mesir tapi ada perubahan jadi ke Malaysia, semoga nanti sepulangnya dari sana dapat memberikan kontribusi positif dan nyata baik untuk SMA 1 Seputih Raman maupun Provinsi Lampung itu sendiri “ Tutupnya.