Tertarik Dengan Pisang Mas, Dua Menteri dan Gubernur Kunjungi Tanggamus

mediarepublika.com,SUMBEREJO — Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju mengunjungi Kabupaten Tanggamus, Minggu (28/2/2021).

Kedua Menteri adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, serta Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil.

Turut mendampingi, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan jajaran Forkopimda Lampung.

Kedatangan rombongan Menteri dan Gubernur disambut Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafii, Sekdakab Tanggamus Hamid H. Lubis, Forkopimda Tanggamus dan Corporate Affair PT. Great Giant Pineaple (GGP), Welly Soegiono, Ketua TP PKK Hj. Sri Nilawati Syafi’i, Ketua Dekranasda Ny. Nuraini Hamid Lubis, serta sejumlah Kepala OPD Tanggamus.

Kedatangan kedua Menteri adalah untuk melihat sentra pisang mas yang komoditasnya telah berhasil pada pasar eksport, serta hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang ada di Kecamatan Sumberejo.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah kebun pisang mas di Pekon Sumbermulyo. Ditempat ini kedua Menteri dan Gubernur Lampung, melihat langsung budidaya pisang mas, sampai proses panen.

Selanjutnya rombongan juga melihat proses pengepakan di Packing House Pisang Mas yang dikelola Koperasi Tani Hijau Makmur.

Corporate Afair PT. GGP, Welly Soegiono dalam laporannya mengatakan bahwa PT. GGP telah bermitra dengan petani pisang mas di Kabupaten Tanggamus sejak tahun 2017.

“Adapun konsepnya sharing value  bukan bagi hasil. Untuk di Tanggamus ini ada 400 ha lahan pisang mas yang tersebar ditujuh kecamatan dengan 10 packing house. Total petani yang menjadi binaan ada 800 orang. Adapun sistemnya pisang petani dibeli koperasi dan perusahaan dengan sistem kontrak membeli pisang petani dari koperasi,” kata Welly.

Dilanjutkan Welly, untuk modal saat ini masih swadana. Maka dari itu, pihaknya berharap ada bantuan pendanaan dari Kementerian Koperasi dan UKM kepada kelompok tani khususnya yang membudidayakan pisang mas.

”Dimasa Pandemi ini untuk permintaan pisang tidak berpengaruh, produk pisang Sumberejo ini sempat ekspor ke China dan Singapura, dan Maret ini rencana ekspor perdana ke Jepang,” imbuh Welly.

Sementara Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Menteri dan Gubernur di Kabupaten Tanggamus.

“Kami berharap dengan kunjungan Menkop UKM dan Menteri ATR/BPN dapat mensupport pelaku UMKM dan petani yang ada di Tanggamus,” kata Bupati.

Bupati menerangkan, di Kabupaten  Tanggamus terdapat 283 koperasi, namun yang aktif hanya 82.

“Maka dari itu perlu ada pendampingan, sehingga koperasi dapat bangkit ditengah Pandemi Covid 19.”

“Kami pemerintah daerah juga mengucapkan terimakasih kepada PT. GGP yang sudah memberi pendampingan dan wawasan kepada para petani, dan kami juga meminta bantuan bibit alpukat untuk disalurkan kepada rumah rumah masyarakat,” ujar bupati.

Lebih lanjut Bupati juga berharap, kepada Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil untuk mendorong percepatan realisasi Kawasan Industri Tanggamus (KIT) yang hingga sekarang belum dapat diwujudkan.

”Semoga Bapak Menteri dapat mempercepat merealisasikan pembangunannya, sebab KIT sudah masuk dalam program strategis nasional,” harap Bupati.

Adapun Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, mengapresiasi kerjasama petani dengan PT GGP yang sudah memiliki pangsa pasar luas. Gubernur juga mendukung agar pisang mas dan produk pertanian lain diseluruh Lampung dapat berkembang.

“Di Lampung ini potensi pertaniannya luar biasa. Apalagi PT GGP sudah ada teknologi dan pasar sudah disiapkan. Untuk lahan tidak perlu takut, masih banyak lahan di Lampung ada sekitar 35 juta ha dan sawah 457 ha. Untuk lainnya ada singkong, jagung dan pisang. Ini cocok dikembangkan dimasa mendatang,” kata Arinal.

Sementara, Menkop UKM, Teten Masduki memuji sistem kemitraan antara koperasi, petani dan perusahaan yang sudah terjalin dengan sangat baik. Teten berharap dengan sistem kemitraan ini tumbuh jiwa entrepreneur dikalangan petani dan pelaku UMKM.

“Menurut saya, adanya sistem kemitraan ini sangat bagus, dan ini menjadi salah satu strategi kami dalam mendorong UMKM naik kelas. Kami juga mempunyai program kehutanan sosial, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dimana setiap KK dapat mengelola lahan 2 ha selama 35 tahun dan membangun corporate farming. Untuk mewujudkan itu perlu konsolidasi kelompok petani dalam skala ekonomi,” kata Teten.

Sementara Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil mengatakan bahwa tujuan kedatangannya untuk melihat budidaya pisang mas yang memiliki kualitas ekspor dengan dibantu oleh peran perusahaan.

”Ini sangat bagus, harapannya bisa dikembangkan didaerah lain konsep seperti ini. Untuk kementerian ATR/BPN dalam hal ini mendukung reforma agraria,” ujar Sofyan.

Dalam kesempatan itu diserahkan juga bantuan berupa 5 unit alat angkut roda tiga dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada kelompok tani setempat. (Kominfo/Maridi/ andi jaya)

Optimalkan SPBE dan Tingkatkan Layanan Publik, Badan Litbang Kemendagri Selenggarakan Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Layanan Publik Berbagi Pakai Puja Indah

JAKARTA. Dalam rangka mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan meningkatkan pelayanan publik di daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) layanan Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) Tahun 2021 dari tanggal 22-25 Februari 2021. Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatono, M.Si dengan Narasumber Kepala Pusat Inovasi Daerah dan Tim Teknis.

Puja Indah merupakan aplikasi layanan pemerintahan berbagi pakai, berbasis data input yang dikembangkan oleh Kemendagri untuk mempercepat layanan pemerintahan melalui layanan elektronik dalam satu platform layanan. Bimtek ini diberikan kepada pemerintah daerah yang telah berkomitmen menggunakan aplikasi Puja Indah. Tahun ini Bimtek digelar secara virtual, mengingat kondisi pandemi covid-19 yang masih harus terus diantisipasi.

Fatoni mengatakan, sampai saat ini sudah ada 94 pemerintah daerah yang menyatakan kesediaannya menerapkan Puja Indah. Sebagian daerah telah menindaklanjuti dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kemendagri dan telah melakukan replikasi Puja Indah di daerahnya masing-masing.

Fatoni menjelaskan sejumlah keunggulan yang dimiliki Puja indah. Puja Indah merupakan aplikasi berbagi pakai, sehingga daerah tidak perlu menyiapkan anggaran untuk memanfaatkannya. Daerah juga dapat memilih jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Saat ini, Puja Indah telah memiliki 14 layanan, dengan pembagian 13 layanan yang berbasis pada urusan pemerintahan dan 1 layanan tematik. Layanan tersebut terdiri dari Layanan Perizinan, Layanan Kesehatan, Layanan Pendidikan, Layanan Komoditas, Layanan Ketenagakerjaan, Layanan Kependudukan, Layanan Aspirasi DPRD, Layanan Trantibum Linmas, Layanan Sosial, Layanan Pariwisata, Layanan Pekerjaan Umum, Layanan Perhubungan, dan Layanan Administrasi pemerintahan.

“Kami terus berupaya untuk mengembangkan layanan yang sudah tersedia, maupun menambah layanan yang ada dalam platform Puja Indah, agar semua urusan pemerintahan dapat terlayani,” kata Fatoni. Dirinya menambahkan, Bimtek sengaja dilakukan pada awal tahun agar pemerintah daerah dapat lebih memahami lebih awal pengoperasian Puja Indah, baik dari filosofis maupun secara teknis. Fatoni berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena output dari kegiatan ini adalah meningkatnya pelayanan publik. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung penggunaan platform Puja Indah sebagai model nasional dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Drs. Matheos Tan, MM. mengatakan, Bimtek dilakukan selama empat hari sampai Kamis (25/2/2021). Peserta Bimtek terbagi dalam sejumlah daerah baik provinsi, kabupaten, maupun kota. “Teman-teman daerah yang mengikuti acara ini dapat menjadi fasilitator kepada instansi terkait di daerah,” ujar Matheos.(red)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Lantik 7 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi atas nama Presiden Republik Indonesia melantik dan mengambil Sumpah Jabatan secara langsung 7 Kepala Daerah (Kada) hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, di Balai Keratun, Jumat (26/02)

Adapun pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.18-365 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.18-252 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Lampung

Berdasarkan Surat Keputusan tersebut Gubernur Lampung melantik 7 Kepala Daerah dari Delapan Daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 di Provinsi Lampung, Adapun berikut adalah Kepala Daerah yang dilantik Oleh Gubernur Lampung secara langsung hari ini.

1. Kota Bandar Lampung : Eva Dwiana – Dedi Amirullah

2. Kabupaten Lampung Selatan : Nanang Ermanto – Pandu Kesuma

3. Kabupaten Lampung Tengah : Musa Ahmad – Ardito

4. Kabupaten Lampung Timur : Dawam Rahardjo – Azwar Hadi

5. Kabupaten Pesawaran : Dendi Ramadhona – S Marzuki

6. Kabupaten Way Kanan : Raden Adipati Surya – Ali Rahman

7. Kota Metro : Wahdi Sirajjudin – Qomaru Zaman.

Sementara untuk Kepala Daerah Kabupaten Pesisir Barat belum dilantik karena masih menyelesaikan perselisihan di Mahkamah Konstitusi.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengawali sambutannya, mengucapkan selamat kepada Bupati – Wakil Bupati, dan Walikota – Wakil Walikota yang baru saja dilantik pada hari ini.

“Saya ucapkan selamat kepada Bupati – Wakil Bupati, dan Walikota – Wakil Walikota yang baru saja dilantik, semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan bersungguh-sungguh memimpin wilayahnya masing-masing.” ucap Gubernur

“Saya lihat semua memakai baju putih, saya juga memakai baju putih, semoga jiwa kita juga putih untuk bersama-sama membangun lampung,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Arinal kembali menegaskan pentingnya penanganan wabah covid-19 secara serius di semua Kabupaten Kota di Provinsi Lampung.

“Covid 19 belum berakhir, saya tegaskan kembali bahwa Lampung saat ini menjadi terbaik 5 besar tata kelola penangnan covid-19, saya mohon usai dilantik segera selamatkan masyarakat, Kepala Daerah dapat bekerja keras dalam pengananan penyebaran pandemi ini,” tegas Arinal

Selain itu, Gubernur Arinal juga mengingatkan kembali beberapa tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh kepala daerah, sesuai dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, diantaranya adalah memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang RPJPD dan rancangan Perda tentang RPJMD kepada DPRD untuk dibahas bersama DPRD, serta menyusun dan menetapkan RKPD, dan
melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian terkait pembangunan di Provinsi Lampung, Gubernur Arinal menyatakan bahwa pada tahun 2022, Pemprov Lampung akan membangun seluruh jalan provinsi di seluruh kabupaten kota, untuk itu Gubernur memohon dukungan dan meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat melaksanakan hal yang sama pada akses transportasi yang menjadi kewenangan dan berada diwilayahnya masing-masing.

Pelantikan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama dari setiap pasangan Kepala Daerah. Meskipun pelantikan ini dilakukan secara tatap muka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pelantikan hanya boleh dihadiri oleh pasangan Kepala Daerah, dan disiarkan langsung secara virtual agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat.(Red)

Gubernur Lampung Jalin Silaturahmi Dengan Jajaran Pimpinan Media Grup News

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengadakan pertemuan sekaligus silaturahmi dalam rangka menjalin sinergi untuk pembangunan Provinsi Lampung dengan Jajaran Pimpinan Media Grup News di Rumah Dinas Gubernur Lampung Jalan Dr. Susilo, Rabu (24/02).

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut, Gubernur Arinal menceritakan bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi yang strategis sebagai pintu gerbang Sumatera dan dekat dengan ibukota DKI Jakarta. Kemudian juga Gubernur menyampaikan potensi pertanian Provinsi Lampung yang luar biasa dan bisa terus dikembangkan sebagai lumbung pertanian di Indonesia. Diketahui, Provinsi Lampung menjadi penopang 40% kebutuhan pangan di DKI Jakarta.

“Kita terus bekerja untuk Lampung. Ketika saya dilantik oleh Presiden Joko Widodo, beliau berpesan untuk menjaga Lampung,” kata Gubernur Arinal Djunaidi.

Gubernur Arinal mengajak Media Grup News (Media Indonesia, Metro Tv, medcom.id, Lampung Post dan Lampost.co) bersinergi membangun Provinsi Lampung. Gubernur berharap agar potensi Provinsi Lampung dan suksesi Program Kerja Gubernur – Wakil Gubernur Lampung untuk “Rakyat Lampung Berjaya” terus digaungkan agar bisa diketahui oleh masyarakat Lampung dan Indonesia.

“Kita punya program Kartu Petani Berjaya yang bisa membantu para petani secara luas agar sejahtera. Lampung juga memiliki destinasi wisata yang indah, dan insfrastruktur yang memadai seperti tol, bandara dan pelabuhan. Potensi yang ada harus terus dibantu oleh media untuk dipublikasikan,” harap Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun juga mengatakan bahwa Lampung memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dan diketahui di lingkup nasional dan internasional. Potensi tersebut harus bisa disampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui media massa.

“Banyak yang dikerjakan oleh Gubernur Lampung, hasil kerja-kerja itu perlu disampaikan agar masyarakat mengetahuinya,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun, CEO Media Group M. Mirdal Akib, CEO Medcom.id Kania Sutisnawinata, Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo, Direktur Sales and Marketing Metro Tv Meniek Andini, Divisi Komunikasi Korporat Metro TV Fifi Aleyda Yahya, Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab Media Indonesia Gaudensius Suhardi, Direktur Utama Lampung Post Abdul Khohar, Pemimpin Perusahaan Riza Mauluddin, Pimpinan Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain, Pimpinan Redaksi Lampost.co Syaichul Anwar dan jajaran.(red)

Gubernur Arinal Lantik Kepengurusan BKOW Provinsi Lampung Masa Bakti 2020-2025

Bandar Lampung — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Lampung melantik Kepengurusan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung Masa Bakti 2020-2025, di Gedung Pusiban Komplek Perkantoran Gubernur, Rabu (24/02).

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PP dan PA, Ketua Umum BKOW serta Ketua-Ketua Umum dan Pengurus Organisasi.

BKOW merupakan himpunan dari seluruh organisasi wanita yang ada, baik dari kalangan TNI/Polri atau jajaran pemerintahan. BKOW Provinsi Lampung merupakan organisasi wanita yang membantu Pemerintah Provinsi Lampung untuk membangun dan melaksanakan tugas-tugas di setiap bidangnya.

Dalam sambutannya, Fahrizal menyampaikan harapan Gubernur yaitu agar organisasi wanita ini dapat bersinergi dengan semua komponen untuk membangun visi Lampung Berjaya.

“BKOW diharapkan bisa membantu dari semua tingkatan, dapat lebih diaktifkan lagi anggotanya untuk menjadi perempuan yang tangguh, inovatif dan kreatif. Keterlibatan dan peran aktif BKOW sangat diperlukan dalam membangun Lampung Berjaya dan bersinergi untuk memajukan semua bidangnya,” ujar Fahrizal.

Sementara itu, Penasehat BKOW Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, dalam sambutannya mengatakan bahwa BKOW adalah wadah organisasi untuk para wanita. Riana berharap agar BKOW bisa jadi pemersatu dan saling melengkapi dengan organisasi lain. Riana Sari Arinal juga berharap, BKOW bisa menjadi lini yang akan membantu menjadikan masyarakat lampung menjadi masyarakat yang berjaya.

“Saya meminta BKOW agar dapat menyusun program kerja yang mengutamakan dampak Covid dan untuk menyejahterakan serta membantu yang terdampak dari musibah pandemi ini. Saya mengucapkan selamat kepada semua anggota baru yang telah dilantik, semoga amanah dalam melaksanakan tugas barunya,” ujar Riana.

Ketua BKOW dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur yang diwakili oleh Sekretaris Daerah atas pelantikan yang dilaksanakan hari ini dan kepada Penasehat BKOW, Riana Sari Arinal, atas bimbingannya selama ini. Juga kepada para anggota yang sudah membantu jalannya roda aktivitas di kepengurusan BKOW.(Red)

Sekdaprov Lampung Beri Keterangan Pers Terkait Isu Alih Fungsi Perpustakaan Modern

mediarepublika.com, — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, memberikan keterangan pers terkait berita yang beredar yang mengatakan bahwa Perpustakaan Modern akan beralih fungsi menjadi Mal, bertempat di Lobi Kantor Gubernur, Kamis (18/02).

Dalam keterangannya, Sekdaprov menegaskan bahwa berita yang beredar tersebut adalah tidak benar. Perpustakaan Modern yang berlokasi di Jalan Zainal Abidin Pagaralam dan dibangun dengan anggaran 5 milyar tersebut akan diteruskan pembangunannya pada tahun ini.

“Tidak pernah terbesit pikiran mengubah perpustakaan tersebut menjadi mal. Jadi berita itu yang mal itu hanya gosip atau hoax. Tahun ini pembangunannya akan dilanjutkan dengan anggaran 5M, mudah-mudahan ini tidak kena refocusing” ungkap Fahrizal.

Sekdaprov mengungkapkan, Perpustakaan Modern tersebut dibangun untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Nantinya, perpustakaan ini akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti ruang studio, ruang pameran, ruang untuk diskusi, dan teater.

“Perpustakaan ini dibangun dengan suatu pemikiran yang luhur. Kita ingin memberikan suatu kebanggaan dan fasilitas kepada masyarakat oleh karena sekarang anak-anak muda atau masyarakat sudah semakin cerdas, membutuhkan support dalam bentuk resources yang bisa membangun pemikiran-pemikiran seperti fasilitas pendidikan, perpustakaan, tempat-tempat membangun kreativitas dan lain-lain,” ungkap Fahrizal.

Pembangunan Perpustakaan Modern ini telah dimulai pada tahun 2018. Namun di tahun 2020 pembangunannya sempat tersendat akibat adanya refocusing anggaran.

“Sekarang mau kita lanjutkan lagi pembangunannya. Gedung itu memang besar, tapi kalau kita masuk sekarang belum ada listrik, lift, AC, dan lain-lain. Oleh karena itu, belum bisa dipakai. Tapi tidak ada pemikiran-pemikiran untuk mengubah fungsinya. Jadi fungsinya tetap sebagai Perpustakaan Modern milik Provinsi Lampung yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung yang fungsinya untuk membangun kreativitas, dan kecerdasan,” tegas Fahrizal.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, mengatakan akan terus menjaga komitmen pembangunan perpustakaan modern sampai benar-benar terwujud demi mewujudkan Provinsi Lampung sebagai Provinsi Literasi di Indonesia.

“Masyarakat Provinsi Lampung tetap akan memiliki perpustakaan modern yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Mudah-mudahan komitmen ini akan terus kita jaga sampai terwujudnya perpustakaan modern yang membanggakan masyarakat lampung. Kita benar-benar ingin mewujudkan Provinsi Lampung ini sebagai Provinsi Literasi di Indonesia. Mudah-mudahan dengan komitmen kita semua, hal itu akan terwujud,” harap Ade.

Wakil Gubernur Chusnunia Serahkan Surat Pelaksana Harian (Plh) Kepada 8 Sekda Kabupaten/Kota

BANDAR LAMPUNG, — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, menyerahkan Surat Tugas Pelaksana Harian (Plh) Bupati/Walikota kepada Sekretaris Daerah (Sekda) yang ada di delapan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada 2020. Penyerahan Surat Tugas Pelaksana Harian dilaksanakan di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung, Rabu (17/02).

Penunjukkan Plh Bupati/Walikota dilakukan guna memastikan jalannya roda pemerintahan ketika masa jabatan Bupati/Walikota definitif berakhir pada 17 Februari. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemendagri yang meminta Gubernur untuk menyiapkan Pelaksana Harian sampai keluarnya SK pelantikan.

Adapun Sekda yang menerima Surat Pelaksana Harian yakni Sekdakot Bandar Lampung (Badri Tamam), Metro (Misnan), Sekdakab Waykanan (Saipul), Lampung Tengah (Nirlan), Lampung Selatan (Thamrin), Lampung Timur (Tarmizi), Pesisir Barat (Lingga Kusuma) dan Pesawaran (Kesuma Dewangsa).

Wakil Gubernur Chusnunia dalam sambutannya menjelaskan, Tugas Pelaksana Harian Kepala Daerah adalah melaksanakan tugas, memelihara ketenteraman dan ketertiban, dan melaksanakan kelancaran aktivitas di Kabupaten atau Kota. Plh juga harus melaksanakan peran untuk mengatur dan menjaga ketertiban di masa pandemi Covid ini, serta membantu pelaksanaan pelantikan yang akan datang nanti.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Wakil Bupati dan Walikota serta Wakil Walikota yang telah menjalankan tugas. Bagi Plh, selamat melaksanakan tugas. Semoga dapat bersungguh-sungguh dan amanah dalam melaksanakan tugasnya,” ungkap Chusnunia.

Hadir dalam acara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Forkopimda Kabupaten/Kota, Wakil Ketua TP PKK, dan Anggota TP PKK Kabupaten/Kota.(Red)

Gubernur Arinal Lakukan Kunjungan Kerja Tinjau Gudang Bulog

Bandar Lampung – Gubernur Arinal Djunaidi melakukan Peninjauan Gudang Bulog di Campang Raya, Senin (15/02). Didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Biro Perekonomian, Gubernur mendapat penjelasan dari Kepala Bulog Kanwil Lampung, Faisal, sekaligus diperkenalkan produk unggulan dari Bulog yaitu beras grade premium dan beras fortyvit.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Kanwil Bulog Lampung dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Gubernur berharap agar Bulog Lampung terus meningkatkan perannya dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas pangan di Provinsi Lampung.

Gubernur menegaskan bahwa di Provinsi Lampung diharapkan tidak menerima import beras. Hal itu ditegaskan Gubernur Arinal agar kesejahteraan petani di Provinsi Lampung dapat meningkat.

Sesuai data dari BPS, bahwa saat ini di Provinsi Lampung terdapat 544.000 Ha lahan panen, dengan produksi panen mencapai 79.000 ton atau naik sebesar 17,2% dari Tahun 2019 yang hanya seluas 464.000 Ha.

Menurut Gubernur, kata kunci dari keberhasilan petani untuk meningkatkan produktivitasnya apabila Pemerintah hadir dan menyiapkan unit processing di daerah penghasil beras.

“Tidak ada alasan untuk petani Lampung tidak bangkit, karena Pemerintah Provinsi Lampung telah memfasilitasi dengan adanya Kartu Petani Berjaya,” terang Gubernur.

Gubernur juga berharap agar Sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Perum Bulog Kanwil Lampung terus dibangun dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan memperkuat posisi Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional.

“Dengan kehadiran saya disini saya harapkan dapat memberikan semangat dan dukungan penuh kepada Bulog. Saya berharap agar Bulog Lampung lebih giat dibandingkan dengan Bulog di Provinsi yang lain. Saya juga berharap sektor pertanian di Provinsi Lampung bangkit, Bulognya maju, dan petaninya sejahtera,” pungkas Gubernur.(Red)

Gubernur Arinal Djunaidi Menerima Penghargaan Sebagai Inisiator Program Kartu Petani Berjaya Dari PWI Provinsi Lampung

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri kegiatan puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT Ke-75 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aula Balai Wartawan, Kantor PWI Provinsi Lampung, Selasa (09/02).

Kegiatan yang digelar oleh PWI Provinsi Lampung tersebut juga terhubung secara daring dengan Peringatan HPN PWI Pusat di Jakarta yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Merdeka.

Selain itu, kegiatan yang mengusung tema “Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan dan Pemulihan Ekonomi” ini juga diikuti secara virtual oleh ribuan wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia serta anggota organisasi konstituen Dewan Pers.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor, termasuk industri media. Untuk itu Pemerintah Pusat telah membuat beberapa kebijakan terkait pajak dan keringanan biaya operasional seperti listrik dan lain sebagainya. Selain itu, Presiden Jokowi juga telah menjadwalkan vaksinasi tahap pertama pada bulan Februari hingga Maret sebanyak 5000 vaksin untuk insan pers.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi menerima Penghargaan Khusus dari PWI Provinsi Lampung sebagai Tokoh Inisiator Program Kartu Petani Berjaya. Selain Gubernur, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi, Rektor UBL M. Yusuf Sulfarano Barusman, dan Ketua KTNA Provinsi Lampung Hanan A Rozak juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Kartu Petani Berjaya.

Menurut Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian, Penghargaan tersebut diberikan kepada Tokoh-Tokoh di Provinsi Lampung yang berjasa terhadap pembangunan. PWI Lampung juga memberikan Penghargaan Sofian Akhmas dan Anugerah Tjindarbumi kepada beberapa tokoh lainnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap agar Insan Pers dapat meningkatkan perannya dalam memberikan informasi yang positif kepada masyarakat.

“Bertepatan dengan Peringatan HPN, saya berharap PWI dapat menjadikan ini sebagai momentum dalam mengevaluasi dan menyusun program kerja guna menyukseskan program kerja nasional dan daerah,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Arinal juga menerima potongan tumpeng pertama dari Ketua PWI Lampung sebagai bentuk rasa syukur atas HUT PWI yang ke-75.(Red)

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Rapat Koordinasi Sektor Perkebunan

Sabah Balau,—- Gubernur Arinal Djunaidi didampingi Asisten II Setda Provinsi Lampung Ediyanto dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra melaksanakan Rapat Koordinasi Bidang Perkebunan bertempat di PKK Agro Park Sabah Balau Lampung Selatan, pada Selasa (2/02).

Rapat Koordinasi diikuti oleh Dinas Perkebunan Kabupaten dan Kota se Provinsi Lampung.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut disampaikan paparan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra tentang pembangunan di sektor Perkebunan di Provinsi Lampung, paparan dari PT. Nestle tentang perkopian dan paparan dari PT. OLAM tentang pengembangan Kakao.

Rapat Koordinasi juga membahas rencana pengembangan perkebunan di wilayah dataran tinggi yang akan diterapkan di beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat.

Berkaitan dengan rencana pengembangan perkebunan dataran tinggi tersebut, Tim dari Dinas Perkebunan akan melakukan kunjungan ke beberapa Kabupaten yang telah ditetapkan.

Rakor Perkebunan se-Provinsi Lampung yang digelar pada hari ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk penyelarasan Program pembangunan dibidang perkebunan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota serta mendukung misi pembagunan Provinsi Lampung yang tertuang dalam Janji Kerja Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

Sementara itu dalam arahannya, Gubernur meminta kepada seluruh jajaran perkebunan di Provinsi Lampung agar meningkatkan produktivitas dan komoditi perkebunan yang potensial di Provinsi Lampung, seperti Kopi, Lada dan Tebu yang terdapat di beberapa wilayah Kabupaten.

Dalam rangka meningkatkan sektor perkebunan, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa dirinya telah menetapkan beberapa Program Utama Pembangunan Sub Sektor Perkebunan dengan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat, diantaranya melalui Program Kartu Petani Berjaya (KPB); Revitalisasi Lada; dan Peningkatan Produktivitas Tanaman Perkebunan Unggulan lainnya.

Disela – sela arahannya, Gubernur Arinal Djunaidi juga berharap kinerja perkebunan pada tahun 2019 sebesar 126 % agar lebih itingkatkan lagi, mengingat saat ini Lampung telah ditetapkan sebagai Lokomotif pertanian di Indonesia dan bukan hanya bidang tanaman pangan saja tetapi termasuk juga di sektor perkebunan.(Red)