Sambut Ramadan, Pemprov Lampung Gelar Kegiatan Blangikhan

BANDARLAMPUNG–Dalam rangka melestarikan kebudayaan adat Lampung dan menyambut bulan suci Ramadan 1442 H, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Organisasi Sosial Kemasyarakatan Lampung Sai menggelar upacara adat Blangikhan, di Bumi Kedaton Resort, Bandar Lampung, Rabu (7/4/2021).

Kegiatan yang diawali dengan Tarian Kreasi Ketibung Assalam tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekda Provinsi Lampung Fakhrizal Darminto, Ketua DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Harian DPP Rycko Menoza SZP, Wakil Ketua III Provinsi Lampung Raden Muhammad Ismail ST, Jajaran Forkopimda, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fakhrizal Darminto menyatakan bahwa kegiatan Blangikhan merupakan simbol pensucian hati dalam menghadapi bulan suci Ramadan, agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar tanpa ada halangan.

“Blangikhan ini budaya turun temurun yang diwariskan oleh leluhur, dan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat lampung. Selain sebagai upaya melestarikan budaya lampung agar tidak lekang termakan zaman, kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan sektor pariwisata, serta sebagai proses pensucian hati dari rasa iri hati, benci, dendam, dan sombong dalam menjalankan ibadah puasa,” ucap Fakhrizal Darminto

Sementara itu Ketua DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP yang juga merupakan Duta Besar Indonesia untuk Kroasia, dan Mantan Gubernur Lampung dua periode menyatakan bahwa dirinya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta masyarakat Lampung sebelum menghadapi bulan suci ramadan yang akan segera tiba. Selain itu juga diberi kesempatan untuk melaksanakan tradisi Blangikhan, yakni mandi bersama disungai untuk mensucikan diri.

“Saya bersyukur kegiatan ini didukung penuh oleh Pak Gubernur, Pak Sekda, Pemerintah Provinsi Lampung, dan banyak pihak lainnya, karena acara Adat Blangikhan ini salah satu Adat Budaya Lampung yang harus dilestarikan.” ucapnya

Selain itu Sjachroedin juga menyatakan bahwa Lampung Sai siap membantu Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pelestarian Budaya Lampung.

Blangikhan atau Blangiran, merupakan tradisi menyucikan diri dengan mandi bersama di sungai sebelum menyambut Bulan Suci Ramadan. Tradisi unik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Lampung ini mengandung filosofi tentang penyucian diri. Membersihkan diri dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani, agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

Pada kegiatan Blangikhan tahun 2021 ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama Lampung Sai menggelar Blengikhan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Muli Mekhanai (pemudi dan pemuda Lampung) peserta Blengikhan beserta tamu undangan dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kegiatan Blangikhan dimulai dengan ritual pembacaan doa. Setelah itu, puluhan muli mekhanai berbaris rapih dengan membawa talam berisi air langir, tangkai padi, kembang setaman dan bakaran merang padi atau sekam. Usai membasuh wajah dan bagian anggota tubuh dengan Air tersebut, satu persatu muli mekhanai masuk ke dalam sungai untuk mandi bersama. Setelah proses mandi bersama selesai, acara dilanjutkan dengan menebar bibit ikan dan cuak mengan atau makan bersama.(Red)

Dorong Gerakan Sekawan Persada Nusantara Berkreativitas, Chusnunia : Kita bisa mengambil peran bersama dengan berkolaborasi termasuk bersama Sako SPN menghadirkan kreativitas dan inovasi

Bandar Lampung, – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Lampung menciptakan kreativitas dan inovasi bagi generasi muda menjawab tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Wagub Nunik saat Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Sako SPN Tingkat Daerah Lampung masa bakti 2020-2025 di Aula Intan Pura Pusdiklat Kwarda Lampung, Jumat (2/4/2021).

“Mari bersama kita semua membina kader pengurus bangsa melalui gerakan pramuka,” ujar Nunik.

Pada kesempatan itu, Nunik melantik dr. Aditya M. Biomed yang merupakan Kepala UTD PMI Lampung sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako).

Kemudian, melantik Heri Sensustadi yang merupakan Sekertaris DPW LDII Lampung sebagai Ketua Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako).

Nunik mengatakan jika tidak ingin generasi muda mendatang tergilas oleh perubahan, harus dibekali dengan gerakan positif serta diajarkan kreativitas.

Menurutnya, ini juga menjadi tanggungjawab dari gerakan pramuka termasuk Sako SPN.

“Kita bisa mengambil peran bersama dengan berkolaborasi termasuk bersama Sako SPN menghadirkan kreativitas dan inovasi yang menjadi jawaban atas tantangan perubahan zaman,” katanya.

Nunik menuturkan melalui gerakan positif, menghadirkan kreativitas dan inovasi ini, akan mampu membawa gerakan pramuka Lampung dan semua elemen masyarakat kearah kemajuan.

Gerakan positif ini, kata Nunik salah satunya menghadirkan suatu hal kemandirian yang bisa sampai menyentuh masyarakat hingga didesa.

“Tantangan yang dihadapi hari ini kita jawab dengan memunculkan ruang-ruang yang bisa mendorong ide-ide kreatif. Kita bergerak bersama,” pungkasnya.(Red)

Sekda Lampung Wakili Gubernur Lampung Luncurkan Aplikasi Spiceup

Bandar Lampung — Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, menghadiri Peluncuran Aplikasi Spiceup secara daring bersama Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (01/04).

Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si, Duta Besar RI di Belanda, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Kegiatan peluncuran Aplikasi Spiceup ini dalam rangka melaksanakan program kerja sama yang tertuang dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan Arahan Program (AP) kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan Interchurch Cooperation for Development (ICCO Cooperation) dan Surat Country Coordinator ICCO, tanggal 24 Maret 2021.

Aplikasi Spiceup merupakan suatu aplikasi yang berfokus kepada komoditas lada sebagai salah satu sektor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang dapat mendukung 100.000 petani lada di empat provinsi yaitu Provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur sebagai sentra penghasil lada utama di Indonesia.

Adapun manfaat aplikasi ini untuk Petani lada yaitu menyediakan layanan eksklusif dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun lada mereka. Dengan teknologi canggih ini, petani akan menerima peringatan-peringatan khusus tentang kebun lada mereka. Layanan-layanan ini menyediakan berbagai informasi tentang hama dan penyakit, pengelolaan air, saran pemupukan, dan prakiraan cuaca lokal maupun musiman.

Sebuah kebun lada dapat didaftarkan dengan memasukkan koordinat lokasi kebun tersebut ke dalam aplikasi. SpiceUp kemudian akan memberikan masukan-masukan khusus untuk meningkatkan hasil panen di kebun lada tersebut.(Red)

Gubernur Arinal dan Forkopimda Provinsi Lampung Sambut Kunjungan Wapres K.H. Ma’ruf Amin dalam Rangka Peninjauan Vaksinasi dan Bendungan Way Sekampung

BANDARLAMPUNG —- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung menyambut kedatangan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, di Bandar Udara Radin Inten II, pada pukul 07.40, Senin (22/3/2021).

Kunjungan Wapres terkait peninjauan vaksinasi dan bendungan Way Sekampung, di Pringsewu.

Wapres K.H. Ma’ruf Amin lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Kepresidenan BAe RJ 85.
Setiba di Lampung, Wapres beserta rombongan dengan berkendaraan mobil menuju Kantor Gubernur tepatnya di Balai Keratun, Ruang Abung, Provinsi Lampung untuk meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut.

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Wapres didampingi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan rombongan terbatas menuju lokasi peninjauan kedua yaitu Bendungan Way Sekampung, Banjarejo, Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Di lokasi ini, Wapres disambut oleh Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Bendungan Way Sekampung dirancang memiliki kapasitas tampung air sebanyak 68 juta M3 dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55.373 Ha serta air irigasinya untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi luas 17.334 Ha.

Progres pembangunan Bendungan Way Sekampung sudah mencapai 92.33 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Juli 2021 ini.

Tampak ikut mendampingi Wapres dalam kunjungan kerja kali ini, diantaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Usai kunjungan, Wapres menuju Bandar Udara Raden Inten II untuk kembali ke Jakarta.(red)

DPRD Adakan Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Ke-57 Dan Dihadiri Oleh Gubernur Arinal

Bandar Lampung — Gubernur Arinal Djunaidi menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Peringatan HUT ke-57 Provinsi Lampung, dengan tema Mewujudkan Pembangunan Daerah Yang Berkelanjutan Untuk Rakyat Lampung Berjaya, bertempat di Ruang Sidang Kantor DPRD Provinsi Lampung, Kamis (18/03).

Turut serta dalam Rapat Paripurna Wakil Gubernur Lampung Chusnunia, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto, Ketua TP PKK Riana Sari Arinal, Ketua Dharma Wanita Mamiyani dan Kepala OPD Provinsi Lampung.

Mengawali sambutannya, Ketua DPRD Provinsi Lampung mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh undangan dan menerapkan protokol kesehatan. Di HUT ke-57 Provinsi Lampung tahun ini, menurut Mingrum Gumay, menjadi peringatan HUT yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Maka dari itu, mari kita bersama-sama 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung untuk terus bersinergi mengatasi pandemi Covid ini,” ajak Mingrum Gumay.

Bersamaan dengan peringatan HUT ke-57 Provinsi Lampung ini, DPRD Provinsi Lampung memberikan penghargaan kepada stakeholder dan seluruh elemen yang telah berkontribusi dan membantu mengatasi pandemi Covid-19, diantaranya kepada Kepolisian Daerah Lampung, Korem 043/Garuda Hitam, Kejaksaan Lampung, Lanal Lampung, Brigif Marinir dan TP PKK Provinsi Lampung.

Sementara itu, Gubernur Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengucapkan selamat dan Dirgahayu kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung. Gubernur mengajak untuk menjadikan peringatan HUT ini sebagai momentum untuk terus berjuang dan berkarya, mengukir sejarah membangun masyarakat Lampung yang semakin berdaya saing dan menanamkan semangat dalam menjalani rutinitas pekerjaan setiap hari.

“Peringatan hari jadi Provinsi Lampung ini juga merupakan wahana refleksi atas kinerja pembangunan dan pemerintahan secara obyektif selama perjalanan kurun waktu 2020. Oleh karena itu, segenap keberhasilan yang telah dicapai akan terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, seluruh langkah dan upaya yang telah dilakukan memperoleh hasil positif bagi pembangunan Lampung, di tengah lesunya perekonomian akibat dampak Covid-19.(Red)

Kunker Wamen BUMN Ke Bakauheni Harbour City

Lampung Selatan, — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta semua pihak bersinergi mewujudkan percepatan pembangunan Pariwisata Terpadu Bakauheni Harbour City di tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo ke Bakauheni, Selasa (16/3/2021).

“Kami terus bekerja keras untuk pembangunan Kawasan Pariwisata Terpadu Bakauheni yang insya Allah tahun 2024 akan diresmikan. Pada saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjawab mengapa harus di 2024? Lebih bagus di 2022, tidak harus menunggu jadi semua untuk diresmikan, tapi melakukannya secara bertahap,” ujar Gubernur Arinal.

Untuk itu, Gubernur Arinal meminta semua pihak terkait, seperti Pemkab Lampung Selatan, Pemprov Lampung, 3 BUMN bersinergi melakukan langkah-langkah untuk mewujudkannya.

“Kita harus menjadi satu, supaya apa yang diminta Pak Erick bisa dibutikan waktunya,” ujar Arinal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal menyampaikan perkembangan termutakhir pekerjaan pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni. Diantaranya telah disusunnya Visioning Masterplan Kawasan dan Feasibility Study (FS) oleh konsultan PT. Aecom Indonesia

Selain itu, saat ini sedang dilakukan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Detail Masterplan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni oleh PT. ASDP dan kesepakatan skema kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, PT ASDP. PT Hutama Karya, PT. ITDC.

Kemudian, dilakukan pula upaya percepatan pembentukan Joint Venture Company sebagai pengelola Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni agar dapat segera terimplementasi dalam waktu dekat.

Sebagai bentuk sinergi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam pengembangan Kawasan Pariwisata Bakauheni, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sedang menyusun Rancangan Perda Penetapan Zona Kawasan Pariwisata dan RTRW radius tertentu sebagai penunjang pariwisata dan kemudahan perijinan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal juga turut menyampaikan rencana tindaklanjut Kerjasama Pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni Lampung Selatan.

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa dalam pembangunan bakauheni harbour city akan terdapat theme park, yangmana Jatim Park akan investasi. Namun, untuk di Lampung menggunakan Krakatau Park.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa dirinya sudah keliling melihat gambar dari pada kawasan Pariwisata Terpadu Bakauheni Harbour City 4 tahun kedepan.

Namun, pihaknya akan mulai di 2 titik yaitu theme park, menara siger dan pembangunan masjid.
“Kedepan, dengan dukungan Pak Gubernur kita berharap kawasan ini bisa semakin meningkat, seperti peningkatan atraksi, dan lainnya,” jelas Wamen Kartika Wirjoatmodjo.

Dalam meningkatkan ekonomi, Wamen Kartika Wirjoatmodjo menilai tourism menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui umkm seperti berjualan makanan, kerajinan, dan lainnya.

“Setiap tahunnya yang melintasi Bakauheni mencapai 20 juta orang, setidaknya 20 persen diharapkan dapat mampir kesini, sehingga masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Wamen Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa ada 3 pihak dalam pembangunan tahap pertama ini yaitu Pemerintah Provinsi termasuk Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, BUMN, dan Jatim Park sebagai pengembang wisata.

“Ke depan, nanti terbuka dengan pihak swasta untuk membuka hotel dan investasi,” tambahnya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan Bakauheny Harbour City tahap pertama dilakukan tahun 2021, yaitu membangun Menara Siger sebagai kawasan budaya, Masjid Bakauheni, Theme Park oleh Jatim Park Grup.

Dalam kunjungan ini, Wamen Kartika Wirjoatmodjo bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi beserta rombongan meninjau Terminal Excecutive Bakauheni dan Menara Siger.

Diakhir acara, Gubernur Arinal Djunaidi, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Dirut ASDP Ira Puspadewi beserta rombongan secara simbolis melakukan penanaman Mangrove dalam rangka HUT PT. ASDP yang ke-48.(Red)

Wakil Gubernur Lampung Canangkan Aksi Peduli Sampah Serentak Se-Provinsi Lampung

Bandar Lampung, — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, menghadiri Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Jl. Basuki Rahmat No.10 Bandar Lampung, Selasa (09/03).

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung (Virtual), Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas ESDM, Kasatpol PP Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup se-Provinsi Lampung (Virtual), GM PT Bukit Asam, dan Ketua Forum CSR Lampung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera, dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah dalam pengelolaan sampah menjadi bahan baku ekonomi, memperkuat partisipasi publik dalam pengelolaan sampah agar bernilai ekonomis dan lebih produktif, dan memperkuat komitmen serta peran aktif produsen dan pelaku usaha agar lebih ramah terhadap lingkungan.

Syahrudin juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama Forum CSR Lampung melaunching Kafe/Dapur Different But Able. Kafe ini diproduksi oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang dibina oleh beberapa chef dari Bukit Randu dan Swiss Bell. Syahrudin mengatakan semua alat saji yang digunakan di Kafe tersebut sangat ramah lingkungan.

Kepedulian terhadap sampah masih perlu terus digaungkan agar kita semua bisa bergerak bersama memanage persoalan sampah ini, bukan hanya di Provinsi Lampung atau seluruh Provinsi di Indonesia, bahkan di level internasional. Persoalan sampah menjadi persoalan yang perlu keseriusan lebih dalam lagi dan sangat penting dalam berkehidupan karena keberlangsungan bumi dan alam salah satunya adalah tentang bagaimana kita memanage sampah.

Pengelolaan sampah, terkhusus di Provinsi Lampung, selain mampu menjamin kesehatan dan aman bagi lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Pertambahan penduduk di suatu daerah, berbanding lurus dengan bertambahnya volume sampah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan sarana prasarana agar pengelolaan sampah ini bisa maksimal. Ditargetkan di tahun 2025 ini, pengelolaan sampah dapat dilakukan sampai dengan 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen dapat terwujud. Layanan pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan seperti pengadaan transport, rumah kompos dan sebagainya.

“Provinsi Lampung sampai hari ini masih menjadi transit pengiriman bahan baku sampah plastik dan kertas ke wilayah tangerang dan sekitarnya. Ke depan, kita harus menggali kemungkinan investasi pengelolaan sampah plastik dan kertas di Provinsi Lampung. Tentunya perlu dukungan stakeholders dan pemerhati lingkungan,” ujar Chusnunia.

Menurut rencana, di Provinsi Lampung nantinya akan dibangun Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional yang direncanakan akan dibangun di daerah Kotabaru, Lampung Selatan. TPA ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan sampah untuk 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Bandar Lampung, Metro, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

TPA Regional tersebut nantinya akan beroperasi, terintegrasi dengan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik dan instalasi pengolahan limbah B3 di lokasi yang sama. PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) akan mampu mereduksi timbunan sampah sebanyak 1000 ton per hari. Sampah tersebut akan digunakan sebagai bahan baku bagi 2 unit pembangkit listrik yang dapat menghasilkan daya listrik 14 MW. Instalasi pengolahan limbah B3 diharapkan menjadi Pusat Pemusnahan limbah B3 wilayah Sumatera dan juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah yang baru.

Di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini, Chusnunia mengajak agar semua elemen masyarakat bisa bergerak bersama dengan konsisten terutama dengan mengurangi sampah plastik.

“Saya semenjak 2019 dengan arahan Bapak Gubernur Arinal Djunaidi terus menyuarakan agar kita ikut berpartisipasi, bergerak bersama melawan derasnya sampah plastik. Meskipun kita tidak bisa menghindarinya 100 persen setidaknya kita sudah berperan serta meminimalisir derasnya sampah plastik,” kata Chusnunia.

Chusnunia juga mengingatkan, di masa pandemi Covid saat ini manajemen pengelolaan sampah APD seperti masker dan sebagainya agar juga menjadi perhatian bersama.

Kegiatan Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung diakhiri dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Gubernur Lampung sebagai tanda dimulainya Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi.

Di sela-sela acara, Wakil Gubernur Lampung juga menyerahkan Piagam Penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan kepada 2 orang, Piagam Penghargaan Adiwiyata Provinsi Lampung Tahun 2020 Kepada 9 Sekolah, dan Bantuan berupa bor biopori, pupuk cair, alat cuci tangan, tabungan, mesin cacah sampah, dan sembako.(RED)

Sekdaprov Lampung Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi minta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Lampung dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung menyukseskan program pemerintahan melalui kegiatan yang berkualitas, berkompetensi, dan visioner agar sesuai dengan agenda pembangunan yang sedang berjalan.

Pesan Gubernur itu disampaikan Sekdaprov Fahrizal Darminto, saat mewakili Gubernur melantik Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Lampung Ratna Dewi dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung Ria Andari, di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (3/3/2021).

Menurut Fahrizal, dua pejabat pimpinan tinggi pratama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan SDM yang didukung jajarannya yang berkualitas, berkompetensi, dan visioner.

Pelantikan ini sendiri berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung nomor: 821.21/131/VI.04/2021 tertanggal 02 Maret 2021.

“Guna mensukseskan program pemerintahan dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diperlukan SDM yakni Pemimpin yang didukung jajarannya yang berkualitas, berkompetensi, dan visioner, sehingga berbagai pembangunan dapat berjalan sesuai dengan agenda,” ujar Fahrizal.

Sekdaprov Fahrizal mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik, dan meminta untuk melakukan orientasi diri, kuasai regulasi, dan bangun jaringan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan.

“Segera lakukan orientasi diri pada jabatan baru, kuasai regulasinya, dan bangun jaring kerjasama dengan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ratna Dewi sebelumnya menjabat sebagai Karo Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung. Sedangkan Ria Andari sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro.

Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Lakukan Pembinaan Petani Lada Di Lampung Timur

Lampung Timur — Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra, bersama Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyuluhan melakukan pembinaan petani lada Kabupaten Lampung Timur, Kamis (4/3).

Kunjungan diawali pertemuan dengan Bupati Lampung Timur di Kantor Bupati Lampung Timur. Chrisna Putra menjelaskan berbagai program Dinas Perkebunan untuk pengembangan lada yang ada di wilayah Lampung Timur. Selanjutnya rombongan Dinas Perkebunan bersama dengan tim dari Pemerintah Kabupaten menuju lokasi Pengembangan Lada di Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.

Pada pertemuan tersebut hadir Kepala Desa, penyuluh, dan Ketua Gapoktan dari beberapa perwakilan anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari: KT. Handayani, KT. Tirta Mandala, KT. Sentosa, KT. Langgeng Jaya, KT. Sido Rukun, KT. Taman Sari Makmur, KT. Jaya Lestari, Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu dan KWT. Teratai.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Gubernur Lampung meninjau kebun lada di Kecamatan Marga Tiga beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa, pengembangan lada di Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur merupakan wilayah yang komoditinya dijadikan sebagai Pilot Project Program Kartu Petani Berjaya (KPB). Melalui Program KPB diharapkan anggota kelompok tani mendapatkan akses kemudahan dalam usaha taninya. Berbagai manfaat dan tujuan dari KPB juga disosialisasikan kepada kelompok yang hadir.

Dalam Pengembangan Pengolahan Hasil Lada Hitam yang sudah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani di wilayah tersebut, perlu juga ditingkatkan unit pengolahan hasil yang saat ini masih bersifat tradisional dan sederhana sehingga dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Disamping itu pula, perizinan untuk Usaha Rumah Tangga (IRT) menjadi masalah lain bagi KWT dimana kelompok sudah mulai memasarkan lada dalam kemasan bubuk, kemasan lada hitam dan kemasan kopi lada yg merupakan minuman khas kopi rasa lada.

Selain itu juga para petani berharap adanya perhatian pemerintah untuk akses pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang lebih kurang 4 km, dimana jalan ini merupakan jalan penghubung 3 desa yang dapat menumbuhkan perekonomian kelompok yang memiliki luas tanaman lada sekitar 632 Ha.

Setelah meninjau lokasi pengembangan lada, Kadis Perkebunan beserta rombongan melanjutkan kunjungan menuju Puncak Pawiki. Lokasi ini merupakan lokasi wisata yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebun lada yang juga dikelola oleh anggota kelompok.(Red)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan sejumlah inovasi dalam membangun Provinsi Lampung kepada tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021

Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memamparkan sejumlah inovasi dalam membangun Provinsi Lampung kepada tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 secara virtual di Ruang Command Center Diskominfotik Lampung. Senin, (1/3/2021).

Gubernur ditemani oleh Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan Karo Perekonomian.

PPD 2021 merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada provinsi dan kabupaten/kota atas prestasi dibidang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Dalam PPD 2021, terdapat penambahan penilaian yakni kebijakan pemerintah daerah dalam menangani pandemi COVID-19 didaerahnya.

Penilaian PPD terbagi menjadi tiga tahap, yaitu penilaian dokumen RKPD dan inovasi; presentasi dan wawancara; serta verifikasi. Penilaian tahap dua bertujuan untuk memperoleh informasi dan konfirmasi dari instansi perencanaan pemgbangunan daerah (Bappeda) terkait dengan pencapaian, kualitas dan proses penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi daerah.

Aspek dan indikator penilaian yang harus dimiliki antara lain pencapaian pembangunan, kualitas dokumen RKPD, prosees penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi.