Pemerintah Provinsi Lampung Dorong Pembangunan Sektor Pariwisata Sebagai Fondasi Ekonomi Daerah

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memfokuskan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meresmikan Azana Boutique Hotel Bandar Lampung yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman No.67 Rawa Laut, Enggal, Kota Bandar Lampung, Minggu (27/07/2025).

“Insya Allah dalam tahun-tahun ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung akan mulai memfokuskan sektor pariwisata dalam mengembangkan Provinsi Lampung. Kami sangat paham sekali pariwisata adalah salah satu instrumen bagi bagaimana Lampung ini bisa tumbuh, kita bisa tumbuh kembangkan kami akan dorong,” tegasnya.

Gubernur Mirza mengatakan bahwa saat ini wisatawan yang berkunjung ke Lampung, tingkat lama tinggal (length of stay) dan jumlah pengeluaran (spending) mereka masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan masih kurangnya fasilitas penunjang seperti hotel dan restoran. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas seperti Azana Boutique Hotel menjadi sangat penting.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk lebih mengorganisir pengembangan pariwisata yang selama ini tumbuh secara organik.

“Lampung tumbuh, pariwisatanya sangat luar biasa secara organik. Banyak kuliner, banyak wisata laut dan lain-lain, ini semua organik. Kami sedang berusaha mengorganisir ini supaya terorganisir dengan baik,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mempermudah perizinan dan memberikan berbagai insentif bagi pelaku usaha pariwisata. Semua ini merupakan bagian dari visi besar Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya akan berkolaborasi dengan Bupati, Walikota bagaimana semua pengusaha-pengusaha pariwisata itu akan segera kita berikan kemudahan-kemudahan, baik itu pajak, retribusi dan lain-lain, ini adalah salah satu komitmen kami dalam mendukung pengusaha-pengusaha lampung untuk berinvestasi di bidang pariwisata,” tegasnya.

Gubernur menyatakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkenalkan potensi lokal ke dunia internasional.

“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian, membuka peluang kerja, dan memperkenalkan potensi lokal kita ke dunia internasional. Pariwisata adalah salah satu alat kami dalam memperkenalkan Provinsi Lampung, seluruh dunia tahu Lampung dari pariwisatanya, itu yang salah satu kita dorong bagaimana dunia pariwisata ikut memperkenalkan budaya Lampung. Nilai kami akan menjadi besar ketika budaya kita dikenal,” tegasnya.

Gubernur berharap Azana Hotel sebagai bagian dari ekosistem industri pariwisata dan hospitality di Provinsi Lampung dapat menjadi duta keramahan dan kekayaan budaya Lampung.

“Kehadiran Hotel Azana Boutique di Bumi Ruwa Jurai adalah langkah besar. Saya berharap kehadirannya mampu memperkaya ekosistem pariwisata kita yang inklusif, berkelanjutan, dan tentunya mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Diakhir Gubernur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam membangun Provinsi Lampung.

“Mari kita semua bersinergi, pelaku usaha, investor, serta masyarakat, untuk terus berkolaborasi dan berinovasi. Kita semua harus satu tujuan, kita dorong semua pariwisata provinsi lampung dan ini adalah bagian dari perjalanan besar provinsi lampung untuk menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO dari Azana Hotels & Resorts Dicky Sumarsono juga menjelaskan bahwa pembangunan Azana Boutique Hotel di Lampung ini dinilai sangat strategis, karena Provinsi Lampung mempunyai daya tarik yang luar biasa.

“Kami berdiskusi sangat panjang dengan owner, Lampung ini dipilih karena punya daya tarik yang luar biasa bapak Gubernur jadi selain sebagai kota perdagangan juga kota wisata yang punya wisata alam sangat menarik wisata budayanya juga wisata kuliner,” jelasnya.

Dicky juga menilai bahwa berdasarkan data, potensi wisatawan yang datang ke provinsi Lampung juga sangat luar biasa, sehingga Azana Boutique Hotel hadir di Lampung sebagai bagian dari ekosistem industri pariwisata dan hospitality di Provinsi Lampung

“Dari data yang ada di online travel agent aja itu ada sekitar 200.000 kamar yang terjual di tahun 2024 hanya dari online travel agent, belum dari yang lainnya. Lampung memang punya potensi yang luar biasa. Jadi Azanna hadir di sini juga untuk melengkapi bisnis hospitality yang ada di Lampung karena kita punya semua fasilitas,” jelasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif dan Pelayanan Publik BerkualitasPemprov Lampung Tegaskan Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif dan Pelayanan Publik Berkualitas

 

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya  menciptakan iklim investasi yang kondusif serta terus meningkatkan pelayanan publik yang prima, sejalan dengan visi mewujudkan Lampung yang maju dan berdaya saing.

Semangat tersebut disampaikan dalam apel mingguan di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, yang dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, Senin (21/07/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan  Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura mengungkapkan potensi yang dimiliki provinsi Lampung.

“Kita harus bangga, karena Provinsi Lampung adalah tanah yang kaya, penuh peluang, dan memiliki potensi luar biasa, pantai-pantai kita indah. Laut kita luas dan penuh sumber daya. Hasil bumi dan pertanian kita melimpah” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk membangun ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini terbukti dengan realisasi investasi yang mengesankan. Pada Triwulan I Tahun 2025, realisasi investasi di Lampung mencapai Rp3,30 Triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 20,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Mayoritas investasi ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,65 Triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp651 Miliar.

Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor, tetapi juga berhasil menyerap 4.285 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), memberikan dampak positif langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. Provinsi Lampung menargetkan realisasi investasi sebesar Rp10,76 Triliun untuk keseluruhan Tahun 2025.

Komitmen Pemprov Lampung dalam mempermudah investasi dan pelayanan publik juga diwujudkan melalui optimalisasi Sistem Online Single Submission Risk-based Approach (OSS RBA). Sistem ini menjadi tulang punggung dalam memberikan perizinan yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Tak kurang dari 1.790 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) telah terdata dalam sistem ini, melayani berbagai jenis perizinan, mulai dari penerbitan perizinan berbasis risiko (Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, dan Tinggi), Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (UMKU), hingga pengembangan usaha, merger, konsolidasi, dan likuidasi usaha.

“Inilah wajah baru pelayanan publik kita. Bukan sekadar prosedur, tapi solusi. Bukan sekadar administrasi, tapi inovasi,” tegas Gubernur

Keberhasilan Pemprov Lampung dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas tercermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas Pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Non Perizinan. Periode Januari hingga Juni 2025, IKM mencapai 97,67, meraih predikat “Sangat Baik.”

Capaian ini menunjukkan bahwa perizinan dengan sistem OSS-RBA dinilai mudah, cepat, dan tepat, sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

“Predikat ‘Sangat Baik’ ini bukan akhir, melainkan tantangan untuk mempertahankan dan terus meningkatkannya,” ujar Gubernur

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk bekerja lebih cerdas, lebih bersih, dan lebih berdampak.

“Kita adalah penggerak perubahan. Kita bukan hanya administrator, kita adalah arsitek masa depan Lampung, mari kita ciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, transparan dalam pelayanan, akuntabel dalam setiap keputusan, dan profesional dalam setiap langkah.” pungkasnya.

Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen Pemprov Lampung untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung Menggelar Mubes III

Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA Smanda) hari ini menggelar Musyawarah Besar (Mubes) III di Universitas Teknokrat Indonesia. Acara ini menjadi pembuka rangkaian perayaan HUT ke-60 sekaligus reuni akbar SMAN 2 Bandar Lampung yang akan berlangsung hingga akhir tahun.

 

Seratus alumni dari berbagai angkatan hadir sebagai peserta mubes. Ketua panitia Hamzah Isnan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris IKA Smanda, menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah rampung. “Panitia sudah bekerja maksimal. Sampai tadi malam semua kebutuhan mubes telah siap,” jelasnya

 

Mubes kali ini berlangsung dari pagi hingga sore dengan agenda utama pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus lama, penyusunan pokok-pokok program kerja, dan pemilihan ketua baru IKA Smanda periode 2025–2029.

 

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyatakan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan ini. “Teknokrat siap memberikan fasilitas terbaik demi kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta mubes,” ucap Mahathir.

 

Puncak acara mubes akan dilanjutkan dengan peluncuran resmi program HUT ke-60 dan reuni akbar pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di SMAN 2 Bandar Lampung, yang dulu dikenal dengan nama SMAN 2 Tanjungkarang. Sekolah yang berdiri sejak 1 Agustus 1965 ini, telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh di berbagai bidang.

 

Agenda perayaan pada 2 Agustus meliputi temu alumni, pelantikan pengurus IKA Smanda, senam poco-poco, donor darah, bazar, hingga peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan dan AI Center Digital di lingkungan sekolah.

 

Seluruh rangkaian perayaan HUT ke-60 ini dipimpin oleh Marindo Kurniawan sebagai ketua pelaksana, dengan Mahathir Muhammad sebagai sekretaris. Selain mubes dan peluncuran program, agenda besar lainnya adalah turnamen catur Smanda Cup Piala Gubernur yang akan digelar pada Sabtu 9 sampai 10 Agustus 2025 di Mapolda Lampung.

 

Dengan semangat kebersamaan dan kontribusi lintas angkatan, perayaan 60 tahun SMAN 2 Bandar Lampung ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring alumni dan berkontribusi nyata bagi kemajuan almamater tercinta.(***)

Sambut Mahasiswa KKN Internasional, Gubernur Mirza Ajak Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Transformasi

BANDARLAMPUNG—Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyambut kedatangan 213 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional II di Aula Institut Teknologi Sumatera (Itera), Minggu (20/7/2025).

Para peserta terdiri dari 177 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) wilayah barat Indonesia serta 36 mahasiswa asing yang berasal dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan selamat datang dan apresiasi tinggi atas partisipasi mahasiswa dalam program pengabdian ini.

“Semoga perjalanan ini bermakna dan berdampak besar, baik bagi masyarakat yang dilayani maupun untuk perkembangan pribadi dan profesional Anda semua,” ujar Gubernur.

Kegiatan KKN Internasional II ini digelar oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat), dengan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah. Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung (Unila) didapuk sebagai panitia pelaksana.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai wadah nyata pembelajaran lintas budaya, kolaborasi global, serta aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa akan diterjunkan langsung ke masyarakat, terutama di Kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran, untuk melaksanakan pengabdian di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi, kebudayaan, serta ekonomi lokal.

Pada kesempatan tersebut Gubernur menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Mahasiswa hadir bukan hanya sebagai pelaksana program, tapi sebagai jembatan perubahan. Mari jadikan KKN ini sebagai laboratorium sosial yang hidup, di mana ilmu, nilai, dan aksi berjalan beriringan,” ungkapnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat di daerah tujuan KKN untuk membuka diri dan turut aktif terlibat dalam program ini. “Jadikan momen ini sebagai ajang pembelajaran bersama dan proses tumbuh-kembang yang saling menguatkan,” imbuhnya.

Dalam forum tersebut, Gubernur juga memaparkan kondisi perekonomian Provinsi Lampung yang menurutnya menyimpan tantangan tersendiri. Meski secara ekonomi Lampung menempati peringkat keempat di Sumatra, namun dari sisi pendapatan per kapita, provinsi ini berada di posisi ketiga terendah.

Pertumbuhan ekonomi, lanjut Gubernur, masih tertinggal dan belum memberikan dampak signifikan terhadap akumulasi modal bersih (net capital). Hal ini disebabkan hilirisasi yang belum optimal, serta model pembangunan yang belum inklusif dan berkelanjutan.

“Kita kaya akan potensi pertanian, keindahan alam, budaya, dan semangat gotong royong. Tapi faktanya, mayoritas penduduk kita yang bekerja di sektor pertanian justru memiliki pendapatan rendah. Ini artinya ada yang perlu dibenahi dari sisi tata kelola dan tata niaga,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menegaskan pentingnya memperkuat hilirisasi pertanian dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Peningkatan SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi kunci untuk menopang pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur juga menyerukan pentingnya membangun ekosistem pertumbuhan yang terintegrasi di seluruh wilayah Sumatra. “Sumatra harus tumbuh sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha dalam laporannya menjelaskan bahwa KKN Internasional II dilaksanakan dalam dua tahap: Online Course yang telah berlangsung pada 2 Juni–16 Juli 2025, serta Onsite Course yang akan dilaksanakan mulai 21 Juli hingga 23 Agustus 2025 di Kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kolaborasi antar-PTN dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Prof. Nyoman.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BKS-PTN Wilayah Barat Prof. Dr. Ir. Marwan, Rektor Unila, Bupati Lampung Timur, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

Melalui semangat pengabdian, pertukaran budaya, dan kolaborasi antarbangsa, KKN Internasional II di Lampung menjadi langkah kecil dengan harapan besar: membangun masa depan yang lebih baik dari desa ke dunia. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Rahmat Mirzani Pimpin IKA SMANDA, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan berkualitas dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di Provinsi Lampung, sejalan dengan salah satu cita pembangunan Lampung 2025–2030.

Hal itu disampaikan saat dirinya  terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 2 Bandar Lampung periode 2025–2029 dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Smanda yang digelar di Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu (19/7/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyebut kualitas SDM menjadi kunci utama kemajuan suatu daerah, bukan semata kekayaan alam. Ia pun mengajak seluruh alumni SMAN 2 Bandar Lampung untuk mengambil peran nyata membangun jejaring dan kontribusi bagi pendidikan Lampung.

“Sebagai alumni SMAN 2, saya merasa terhormat dipercaya memimpin IKA. Mari kita bersatu membangun SDM unggul, bukan hanya untuk Lampung, tapi juga Indonesia,” tegas Mirza di hadapan ratusan alumni lintas angkatan yang hadir.

Mubes ke-3 IKA SMANDA ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marino Kurniawan, Ketua IKA SMANDA periode 2015–2019, Irham Jafar Lan Putra, Kepala Dinas Tenaga Kerja Agus Nompitu (pemimpin sidang), serta pejabat dan alumni SMAN 2 lainnya. Mereka menyepakati pentingnya menjadikan organisasi alumni sebagai wadah sinergi untuk pengembangan pendidikan, pemberian beasiswa, hingga kegiatan sosial.

Mirza menyampaikan keprihatinannya terhadap masih rendahnya lulusan SMA dan perguruan tinggi yang mampu bekerja sesuai kompetensi, dimana dari 30.000 lulusan perguruan tinggi, hanya 1.200 orang, atau 4 persen yang terserap sesuai kualitas pendidikan yang mereka tempuh.

“Ini jadi peringatan bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas pendidikan sejak jenjang SMA. SMAN 2 punya peran penting sebagai penopang SDM terbaik Lampung,” ujarnya.

Menurutnya, SMAN 2 sudah terbukti melahirkan alumni yang menduduki posisi strategis di BUMN, swasta nasional, multinasional, bahkan bidang teknologi. Karena itu, Gubernur Mirza menargetkan ke depan SMAN 2 bisa menjadi sekolah unggulan nasional, bahkan internasional.

Gubernur Mirza merumuskan tiga agenda utama yang akan ia dorong melalui IKA SMANDA dan Pemprov Lampung untuk mencetak SDM unggul, sejalan dengan Cita Pembangunan Lampung 2025–2030: Membangun SDM Unggul, Berdaya Saing Global.

Pertama, memastikan anak-anak SMAN 2 mendapatkan pengajaran berkualitas dari guru-guru terbaik. Kedua, menekan angka putus sekolah hingga tidak ada lagi siswa yang berhenti belajar karena masalah biaya. Ketiga, memperkuat ikatan alumni menjadi jejaring yang produktif melalui koperasi, yayasan, hingga usaha bersama.

“Anak-anak yang masuk SMA hari ini adalah generasi yang menentukan masa depan Indonesia 2045. Tugas kita memastikan mereka unggul,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Mirza mengajak semua pihak menjadikan SMAN 2 sebagai lumbung SDM terbaik Lampung yang mampu bersaing secara nasional maupun global. Ia juga berencana mendorong program pengiriman siswa ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan, sebagai bagian dari terobosan membangun kapasitas generasi muda.

Mirza menegaskan bahwa tiga tahun ke depan, dapat dipastikan anak-anak SMAN 2 masuk nomor satu semua di Indonesia dan dirinya ingin menjadikan SMAN 2 sebagai lumbung SDM terbaik, bukan hanya untuk Provinsi Lampung, tapi untuk Indonesia.

“Mari jadikan SMAN 2 dan sekolah-sekolah Lampung sebagai penanda peradaban daerah ini, karena kalau SDM kita unggul, Lampung pasti maju,” pungkas Gubernur Mirza.

Mubes ke-3 IKA SMANDA ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Ketua Umum terpilih Rahmat Mirzani Djausal, disaksikan seluruh alumni. Dalam suasana penuh kehangatan, acara juga diwarnai dengan foto bersama dan ramah tamah lintas angkatan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Perkuat Akuntabilitas, Pemprov Lampung Evaluasi Sistem Pelaporan Pemerintahan

BANDARLAMPUNG—Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat evaluasi dan optimalisasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) di Ruang Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Lampung, Jum’at (18/7/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Sekda menekankan pentingnya LPPD sebagai instrumen penilaian atas kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran, yakni mulai 1 Januari hingga 31 Desember. Menurutnya, LPPD yang disusun oleh Biro Otonomi Daerah ini merupakan dokumen strategis yang tidak hanya dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, tetapi juga menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan ke depan.

“LPPD menggambarkan sejauh mana penyelenggaraan pemerintahan daerah sudah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Di dalamnya juga tercakup konsep perbaikan ke depan. Ini yang nantinya menjadi dasar untuk perumusan kebijakan dan program-program selanjutnya,” ujar Sekda.

Sekda menjelaskan, selain LPPD, terdapat pula Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang disusun untuk dilaporkan kepada DPRD dan memperoleh rekomendasi. Sementara itu, ringkasan laporan kepada masyarakat disampaikan melalui kanal digital sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Saat ini, nilai kinerja Pemerintah Provinsi Lampung dalam LPPD terakhir berada pada kategori sedang. Meski hasil penilaian untuk tahun 2024 telah dilakukan oleh Kemendagri, namun hasil resminya belum diumumkan.

“Kalau nilainya sedang atau bahkan rendah, bagaimana masyarakat mau percaya? Oleh karena itu, hari ini kita bahas bersama metode, mekanisme, serta tahapan waktu penilaian. Kita juga ingin memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan sudah berada pada jalur yang benar,” tegasnya.

Sekda juga mendorong agar seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terkait penyusunan LPPD dan mekanisme penilaiannya. Ia berharap, ke depan, format asistensi penyusunan LPPD dapat dirumuskan secara lebih terpadu.

“Kita libatkan Bappeda, BPKAD, dan Biro Otda sebagai pengampu. Kita coba cari format yang tepat agar ke depan LPPD kita bisa lebih berkualitas, dan nilainya bisa meningkat menjadi kategori tinggi atau bahkan sangat tinggi,” tambahnya.

Rapat evaluasi ini dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Biro Otonomi Daerah Setprov Lampung. Pemerintah Provinsi berharap langkah ini menjadi awal dari perbaikan sistemik dalam pelaporan dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah secara menyeluruh. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Dinas Kominfotik dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Sosial kepada Keluarga Almarhum PTHL

Bandar Lampung — Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, GanjarJationo, menerima Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung, M. Nuh, di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan ini dalam rangka  penyerahan Santunan Jaminan Kematian (JKM) dan Beasiswa kepada ahli waris PTHL Dinas Kominfotik Provinsi Lampung atas nama Pandu Krisna Muharwan yang meninggal dunia pada 29 April lalu.

Pandu Krisna Muharwan adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam tugas dan pengabdiannya di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap tenaga kerja, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung telah mendaftarkan almarhum sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Keluarga almarhum menerima Santunan Jaminan Kematian dan manfaat beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai total sebesar Rp. 194.500.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perlindungan sosial dan keberlanjutan masa depan anak dari almarhum. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Lampung Perkuat Strategi Kehutanan, Solusi Digital dan Inovasi Jadi Kunci Atasi Tantangan Kehutanan di Lampung

Bandar Lampung — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan memimpin Rapat Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi Lampung bertempat di Ruang Kerja Sekda, Jum’at (18/07/2025).

Rapat  membahas arah kebijakan, tantangan, serta strategi inovatif dalam pengelolaan dan pelestarian hutan di Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah dalam paparannya menyampaikan bahwa Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menetapkan arah kebijakan pembangunan yang fokus pada pelestarian hutan yang masih baik, rehabilitasi hutan rusak, dan pemanfaatan potensi sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Namun demikian, Dinas Kehutanan masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti :

1. Degradasi hutan akibat alih fungsi lahan,
2. Persoalan pengelolaan hutan yang menyebabkan deforestasi, konflik tenurial, tindak pidana kehutanan, Interaksi negative satwa liar dan manusia serta pemicu kebakaran hutan dan tahan.
3. Tingginya jumlah luasan lahan kritis di Provinsi Lampung
4. Belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya hutan Provinsi Lampung.

Selain itu, masih ada isu strategis baik global, nasional, dan regional seperti kemiskinan

sekitar kawasan hutan, resilensi terhadap becana dan perubahan iklim (penurunan emisi gas rumah kaca sub sektor kehutanan), Banjir dan abrasi pantai, Kebakaran Hutan dan Lahan, PDRB sektor kehutanan serta Global warming dan Carbon trade juga mempengaruhi pendapatan daerah baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Dinas Kehutanan telah mengembangkan sejumlah inovasi, seperti :
1. Pemantauan hutan melalui aplikasi SIPONTAN Forest Global Watcher dan Smart Patrol,
2. Digitalisasi data komoditas HHBK melalui e-STDB,
3. Mendorong percepatan Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial untuk meningkatkan multiplier efek ekonomi dari aktivitas Perhutanan Sosial yang saat ini baru ada 2 Kabupaten: Lampung Selatan dan Pesawaran;
4. Mendorong pembiayaan dari berbagai sumber dana, antara lain: FOLU Net Sink dalam rangka percepatan pemulihan kawasan hutan selama tahun 2024-2025 mendapatakan alokasi dari RBP (Result Based Payment) dan RBC (Result Based Contribution) | & II;
5. Pendampingan masyarakat secara kolaboratif,
6. Monitoring petani melalui aplikasi Rumah Petani (KPH Kota Agung Utara).

Sekdaprov berharap rekonsilasi konservasi hutan di Provinsi akan lebih massive lagi, sehingga dalam upaya mendukung hal tersebut diperlukan peran serta aktif dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di daerah.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Menuju Tata Kelola Modern, Gubernur Lampung Dorong Transformasi Digital Berbasis Data

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution di ruang kerjanya, Jum’at (18/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut Ahmadriswan menyampaikan bahwa peranan BPS adalah mensupport data yang berkualitas agar proses pembangunan dan pembuatan kebijakan di Provinsi Lampung dapat lebih terukur dan terarah.

Ahmadriswan juga mengatakan bahwa tantangan terbesar bagi BPS saat melakukan survey di lapangan adalah tingkat kesadaran masyarakat dalam menerima petugas BPS. Dirinya memfokuskan pada pentingnya  intervensi parameter-parameter yang berkaitan dengan data yang akan diukur, karena data-data administratif sangat penting untuk memformulasikan data akhir.

Selain itu Ahmadriswan juga menyampaikan bahwa pendekatan intangible memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya data dalam pembangunan suatu daerah.

Gubernur Mirza sangat mengapresiasi kunjungan BPS, dirinya sangat menyadari pentingnya data yang terintegrasi sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan Pemerintah Daerah.

“Saya orang yang sangat concern dengan data,” ucap Mirza.

Gubernur Mirza mengatakan bahwa dirinya telah mendorong pemerintah kabupaten/kota dengan memberikan insentif bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam beberapa program strategis antara lain : program penurunan stunting, penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, Pengendalian Inflasi Daerah dan pertumbuhan ekonomi.

Karena menurutnya, capaian yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sangat mempengaruhi agregat data Provinsi Lampung secara keseluruhan. Diharapkan dengan pemberian insentif tersebut dapat mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk berkompetisi secara positif berbasis data dalam memajukan daerahnya.

Dalam sesi wawancara bersama Tim Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung terkait Isu kemiskinan di Provinsi Lampung, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa mekanisme pasar yang terjadi selama ini akibat adanya ketimpangan antara sektor hulu dan hilir.

“Langkah pertama saya adalah bagaimana mengadjustment ikatan antara hulu sampai hilir terjalin, syaratnya satu yaitu tumbuhnya tidak boleh dari atas tapi harus dari bawah, harus dari desa, maka program-program itu saya mulai dari desa,” terangnya.

Sehingga dengan kebijakan pembangunan perekonomian di pedesaan diharapkan akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi pedesaan yang akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat desa, dan tentunya akan mampu menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Lampung, karena menurut Gubernur Mirza hampir 70 persen penduduk Lampung tinggal di pedesaan. Artinya peningkatan kesejahteraan masyrakat di pedesaan akan sangat berdampak dengan kesejahteraan masyarakat Provinsi Lampung.

Untuk menciptakan iklim Investasi yang baik, Gubernur Mirza mengatakan bahwa iklim investasi di Lampung harus selalu dijaga dengan baik melalui berbagai kemudahan regulasi dan birokrasi, menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan tetap harus berdampak bagi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan.

Sementara itu, pandangan terhadap peranan Badan Pusat Statistik dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Lampung, Gubernur Mirza mengatakan bahwa peranan data dari BPS sangat penting dan krusial dalam mengambil sebuah kebijakan.

“Sangat-sangat penting, semua kebijakan berawal dari data, pada akhirnya data yang bagus, data yang berkualitas akan menghasilkan rasa yang nyaman” ungkapnya.

Gubernur Mirza menambahkan bahwa dirinya menargetkan pada akhir tahun 2025 ini terbentuk wali data melalui program satu data yang teintegrasi.

Mengenai program digitalisasi, Gubernur Mirza mengatakan bahwa digitalisasi merupakan salah satu instrumen yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah. Salah satu program digitalisasi yang telah dirinya luncurkan adalah aplikasi Lampung-in yang telah menciptakan transparansi, kemudahan, kecepatan bahkan menembus barrier lapisan birokrasi yang lambat.

Diakhir, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa harapan besarnya adalah menciptakan masyarakat yang nyaman, kondusif, berkemanusiaan dan berkeadilan, memiliki kesadaran beragama yang baik dan masyarakat yang sejahtera. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Lampung Resmi Tutup Kejurnas Softball Outsiders Inc Cup 2025

Bandar Lampung — Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menutup Kejuaraan Nasional Softball Outsiders Inc Cup Tahun 2025, bertempat di Lapangan Emas Softball Pusat Kegiatan Olah Raga (POR) Way Halim Bandar Lampung, Minggu (29/06/2025).

Kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 22 hingga 29 Juni 2025 ini tidak hanya menyuguhkan kompetisi yang kompetitif dan seru, tetapi juga menjadi ajang memupuk semangat, kerja keras, dan sportivitas.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa Olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang salah satu tujuannya adalah untuk membentuk manusia yang sehat.

“Kita menyadari bahwa pembangunan itu tidak hanya infrastruktur tapi juga pembangunan Sumber daya manusia juga menjadi fokus untuk dilakukan pembangunan” ucap Sekdaprov.

Dengan diselenggarakannya Kejuaraan Nasional Softball ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan para atlet softball, khususnya para atlet Softball kebanggaan Provinsi Lampung secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Sekdaprov berharap pada ajang SEA Games mendatang, tim Softball Lampung akan mampu untuk dapat meraih medali emas.

Dalam kejuaraan tersebut, Klub Softball asal Lampung, Two Pillars, berhasil meraih juara pertama, sementara itu, klub asal Banten, Tiger Shark, meraih juara kedua, dan klub asal Kota Metro berhasil menempati posisi ketiga.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).