Persani Lampung Gelar Musyawarah Provinsi 2025, Purnama Wulan Sari Terpilih Sebagai Ketua Baru

Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada membuka Musyawarah Pengurus Provinsi Lampung Persatuan Senam Indonesia (Persani) Tahun 2025 bertempat di Taman Santap Rumah Kayu, Rabu (14/05/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus PERSANI Provinsi Lampung atas dedikasinya dalam mengembangkan olahraga senam di Provinsi Lampung.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PERSANI Provinsi Lampung atas kontribusi dan dedikasi dalam membina dan mengembangkan olahraga senam di Sai Bumi Ruwa Jurai,” ucapnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa musyawarah ini bukan sekadar ajang pemilihan kepengurusan, tetapi juga momentum strategis untuk melakukan evaluasi, menyusun rencana kerja, dan memperkuat sinergi demi kemajuan olahraga senam di Lampung.

Menurut Gubernur, Olahraga senam memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Lampung.

“Kita memiliki bakat-bakat muda yang luar biasa dari berbagai kabupaten/kota, fasilitas yang mulai berkembang, serta semangat komunitas senam yang terus tumbuh. Prestasi atlet senam Lampung di tingkat nasional juga mulai menunjukkan tren positif,” lanjutnya.

Namun demikian, Gubernur juga menyadari bahwa pengembangan olahraga senam di daerah Provinsi Lampung tidak lepas dari berbagai kendala dan tantangan sehingga Pemerintah Provinsi Lampung melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan berbagai program strategis pembangunan kepemudaan dan olahraga, tengah menggulirkan kebijakan untuk membangkitkan kejayaan olahraga Lampung.

“Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan anggaran pembinaan, revitalisasi fasilitas olahraga, dan kerja sama lintas sektor untuk mendukung pembinaan atlet secara terintegrasi.
Kami juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemprov, KONI, cabang olahraga, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui kolaborasi, Gubernur meyakini akan meningkatkan kualitas atlet-atlet yang akan berlaga, baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin senam Lampung dapat melahirkan atlet-atlet nasional bahkan internasional, dan Lampung dapat kembali menjadi lumbung prestasi olahraga di Indonesia,” lanjutnya.

Melalui musyawarah ini, Gubernur berharap akan terpilih pemimpin organisasi yang tidak hanya memiliki visi dan integritas, tetapi juga mampu menjembatani harapan atlet, pelatih, dan masyarakat senam Lampung.

“Saya berharap PERSANI Lampung ke depan dapat menjadi organisasi yang solid, profesional, dan inklusif. Mari kita jadikan senam sebagai gerakan bersama: membina karakter, meningkatkan kesehatan, dan mengharumkan nama Lampung melalui prestasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Persani Lampung terpilih Masa Bakti 2025-2029, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Pengprov Persani periode sebelumnya.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Ibu Reihana Wijayanto selaku Ketua Persani Provinsi Lampung dan seluruh jajaran pengurus persani pada periode sebelumnya, atas dedikasi dan pengabdiannya untuk memajukan cabang olahraga senam di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Ketua Pengprov Persani Lampung terpilih Masa Bakti 2025-2029, Purnama Wulan Sari Mirza berharap dukungan, kerja sama dan sinergi antara Persani Lampung dan seluruh pemangku kepentingan akan terus terjalin kedepannya.

“Saya berharap sangat memohon dukungan dan sinergi kita dari seluruh pemangku kepentingan terkait serta pengurus Persani di seluruh kabupaten kota Lampung untuk kemajuan persani provinsi Lampung 5 tahun kedepan,” ucapnya

“Dengan kebersamaan dan sinergi kita, kita bisa sama-sama membangun Persani Provinsi Lampung ini untuk lebih maju lagi, untuk lebih meningkatkan prestasi kedepan nanti serta bukan hanya modal keyakinan tapi komitmen dan kerja keras saya dan seluruh jajaran Persani kita berkomitmen dan bekerja keras untuk terus mencetak prestasi-prestasi dari cabang olahraga senam ini,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Ketua PMI Provinsi Lampung Apresiasi Semangat Kemanusiaan Mahasiswa Unila

BANDAR LAMPUNG —– Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza membuka kegiatan Donor Darah Sukarela Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Unila Tahun 2025, di Aula Fakultas Pertanian Unila, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan Donor Darah mengusung tema “Donorkan Darahmu, Selamatkan Kehidupan, Jadilah Pahlawan” ini, akan dilaksanakan pada setiap hari Rabu mulai tanggal 14 Mei hingga 10 Desember 2025.

Ketua PMI Provinsi Lampung mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Donor Darah yang di inisiasi oleh para mahasiswa dan berharap generasi muda terus  menjadi motor penggerak bagi  kemanusiaan serta menjadi inspirasi untuk kerja nyata.

Menurut Wulan Sari Mirza, keberadaan UKM KSR PMI Unit Unila tidak hanya menjadi simbol solidaritas dan kepedulian, tetapi juga bukti nyata tumbuhnya jiwa kemanusiaan di kalangan generasi muda intelektual.

“Donor darah bukan hanya soal setetes darah, tetapi merupakan simbol cinta kasih, empati, dan harapan hidup. Dan hari ini, di aula ini, kita menyaksikan semangat itu tumbuh dan berkembang dari kampus untuk masyarakat,” ujarnya.

Purnama Wulan Sari juga menyoroti tingginya kebutuhan darah di Kota Bandar Lampung yang mencapai rata-rata 6.000 kantong darah setiap bulan.

Menurutnya, hal ini menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya civitas akademika, dalam upaya menyelamatkan nyawa sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Provinsi Lampung mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika Unila untuk menjadi pelopor donor darah sukarela secara rutin, sehingga kegiatan berbagi ini menjadi bagian dari budaya kampus yang peduli dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini saatnya mahasiswa Universitas Lampung menunjukkan bahwa intelektualitas tidak terpisah dari empati, bahwa kampus bukan hanya tempat belajar tetapi juga pusat pengabdian dan penggerak solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN En menjelaskan bahwa UKM KSR ini merupakan unit kegiatan mahasiswa yang terus berupaya mengkampanyekan pentingnya donor darah.

Ia juga menjelaskan bahwa semua  mahasiswa Unila, setidaknya 1 kali dalam seumur hidup melakukan donor darah dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian kepada para penerima donor.

“Saya minta untuk mempromosikan langsung keseluruh warga Unila dimana saat ini tercatat lebih dai 42 ribu mahasiswa yang ada di Unila, kalo itu hanya 3% nya saja mendonor, saya rasa sangat baik,” ujarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Lestarikan Semangat Persatuan Lewat Harkitnas

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung akan menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025 yang direncanakan pelaksanaanya pada tanggal 20 Mei 2025 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung, Sulpakar saat memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, bertempat di ruang Sungkai, Balai Keratun Lt.1, Senin (14/5/2025).

Hari Kebangkitan Nasional memiliki esensi  sebagai peringatan atas awal mula kesadaran dan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, serta semangat persatuan dan kesatuan untuk membangun bangsa.

Pemerintah Provinsi Lampung sangat menyadari pentingnya menjaga dan melestarikan semangat Kebangkitan Nasional agar dapat diteladani oleh generasi muda penerus bangsa khususnya generasi muda Lampung.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kominfotik Provinsi Lampung sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan,  menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan rencana persiapan pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025 yang diikuti oleh seluruh instansi terkait, pelajar, mahasiswa dan unsur TNI dan POLRI.

Mengawali rapat Sulpakar menyampaikan tentang pentingnya menginventarisir kebutuhan pelaksanaan upacara sehingga memudahkan pembagian tugas untuk masing-masing OPD dan instansi yang terkait baik dari pihak TNI maupun POLRI.

Menurut Sulpakar, inventarisir kebutuhan akan memudahkan koordinasi dalam pembagian dan uraian tugas bagi masing-masing OPD dan instansi terkait, sehingga pelaksanaan kegiatan Upacara dapat berjalan dengan baik.

Diakhir, Sulpakar menyampaikan agar seluruh tugas dan fungsi masing-masing yang telah disepakati dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Dan Sulpakar mengimbau agar saat pelaksanaan gladi resik, seluruh petugas upacara hadir untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan pada hari-H berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh memaparkan rencana teknis dan uraian tugas pelaksanaan Upacara Harkitnas 2025 bagi masing-masing instansi,TNI dan POLRI yang akan terlibat dalam pelaksanaan upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

38 Atlet FORKI Lampung Dilepas Resmi oleh Wakil Gubernur Menuju Kejurnas Karate

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melepas keberangkatan kontingen Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Provinsi Lampung yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Provinsi Riau, bertempat di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (13/05/2025).

Kejurnas Karate Piala Ketua Umum Pengurus Besar FORKI III 2025 direncanakan akan berlangsung pada 16-18 Mei di Gelanggang Remaja Pekanbaru.

Wakil Gubernur Jihan menyampaikan dukungannya kepada seluruh atlet yang akan bertanding.

“Hari ini, saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Wakil Gubernur, tapi sebagai pendukung nomor satu dari seluruh pejuang olahraga Lampung, khususnya dari cabang olahraga Karate-Do yang kita cintai ini,” ucapnya.

Jihan juga menekankan bahwa dibalik ‘gi putih’ (seragam karate yang putih), di balik ‘sabuk’ yang diikatkan erat di pinggang para atlet tersimpan semangat juang, disiplin tinggi, dan tekad pantang menyerah yang merupakan dari nilai-nilai luhur Karate-Do.

“Jadi adik-adik, kakak-kakak kalian yang hari ini mewakili provinsi Lampung dan menjadi atlet kebanggaan Lampung harus berbangga dan harus percaya diri membawa nama Lampung di Kejurnas,” ucapnya.

Jihan juga menegaskan bahwa keberangkatan ke Kejurnas di Riau ini bukan hanya sekadar pertandingan semata tetapi juga sebagai perwakilan Lampung di Riau.

“Perjalanan atlet-atlet kita ke Kejurnas di Riau bukan sekadar pertandingan, teman-teman sekalian mewakili keluarga besar Lampung, teman-teman juga membawa harapan dan kebanggaan kepada seluruh masyarakat Lampung dan saya yakin teman-teman tidak berangkat dengan tangan kosong melainkan berangkat dengan latihan yang keras semangat yang membara dan mental juara juga berangkat dengan doa-doa yang dihimpun dari seluruh masyarakat Provinsi Lampung terkhusus dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk dapat mendapatkan juara atau harapan yang diinginkan,” tegasnya.

Jihan juga berpesan bahwa meskipun target utama adalah meraih juara, sportivitas, rasa hormat terhadap lawan, dan solidaritas tim adalah hal yang tak kalah penting.

“Asal teman-teman bertanding secara fair, secara respect terhadap orang lain, terhadap lawan pertandingan kita, dan secara solidaritasnya tinggi, kita pun sudah bangga, tapi memang harapan utamanya tentu ada ya mendapatkan juara, mendapatkan apa yang memang kita harapkan bersama, tetapi tidak pun ini teman-teman sekalian berangkat ke Kejurnas hari ini pun sudah menjadi kebanggaan bagi kita semua,” pesannya.

Diakhir, Jihan berharap seluruh atlet yang akan bertanding dapat memberikan yang terbaik di Kajurnas nanti.

“Doa terbaik untuk teman-teman atlet-atlet sekalian semoga kita dapat membawa harapan masyarakat untuk provinsi Lampung di forki di karate do semoga menjadi kebanggaan untuk masyarakat provinsi Lampung kita. Selamat bertanding tetap fokus jaga kesehatan dan kembalilah dengan penuh kebanggaan,” pungkasnya.

Kontingen FORKI Lampung yang diberangkatkan dalam Kejurnas FORKI terdiri dari 38 atlet, didampingi oleh 6 pelatih dan 2 orang official manager. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Kunjungan Rumah Calon Siswa, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran untuk Sekolah Rakyat

Bandar Lampung – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, bersama Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berkesempatan mengunjungi rumah calon siswa Sekolah Rakyat, Senin (12/05/2025).

Peninjauan ini dilakukan di tempat tinggal beberapa calon siswa Sekolah Rakyat, Rizki Mubarok, Alifia Wulandari, dan Khusnul Mubarok Arrafah, untuk memastikan bahwa para calon siswa tersebut memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat program Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kunjungannya, Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki potensi untuk berkembang dan meraih cita-cita mereka. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan setara dengan anak-anak lainnya.

Mensos Saifullah Yusuf juga memaparkan lebih lanjut mengenai persiapan dan detail program Sekolah Rakyat.

“Persiapan Sekolah Rakyat berasrama untuk jenjang SMA akan dimulai tahun ini. Jika gedung BPSDM provinsi layak, akan kita gunakan. Kapasitasnya akan menampung 1000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Siswa yang diterima berasal dari desil satu, yaitu kelompok ekonomi terbawah, berdasarkan data sosial ekonomi nasional.” ujar Mensos RI.

Proses seleksi dan verifikasi calon siswa akan melibatkan verifikasi data dan kunjungan rumah yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Penetapan siswa akan ditentukan oleh Bupati/Walikota/Gubernur setelah proses verifikasi selesai. Tidak ada tes akademik dalam proses seleksi ini. Fokusnya adalah pada seleksi administrasi dan cek kesehatan,” jelas Mensos Saifullah Yusuf.

Selain itu, program Sekolah Rakyat juga akan didukung dengan program sosial lainnya, seperti bantuan rumah layak huni untuk keluarga siswa yang merupakan program dari Presiden.

Program sanitasi sehat juga akan dilaksanakan untuk mendukung kesehatan siswa dan keluarga.

“Lahan kosong di Kota Baru sudah disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat. Untuk sementara, jenjang SMA akan menggunakan fasilitas di BPSDM,” tambah Mensos.

Program Sekolah Rakyat dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, para calon siswa akan mengikuti serangkaian proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, mereka juga akan mengikuti masa orientasi untuk pengenalan lingkungan dan sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Kurikulum yang akan digunakan di Sekolah Rakyat akan ditentukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Lulusan Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung).

Lampung Siap Jadi Pelopor Sekolah Rakyat 2025, Mensos dan Wagub Tinjau Lokasi Sementara

Lampung Selatan — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf dalam kunjungan kerja ke Provinsi Lampung untuk meninjau langsung kesiapan program Sekolah Rakyat yang akan segera diluncurkan.

Provinsi Lampung menjadi salah satu Provinsi percontohan pertama bersama beberapa Provinsi lain yang akan melaksanakan program Sekolah Rakyat pada tahun 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Natar-Lampung Selatan, Senin (12/5/2025).

BPSDM Provinsi Lampung rencananya akan dijadikan tempat kegiatan belajar sekolah rakyat sementara sebelum Gedung Sekolah Rakyat di Kota Baru dibangun.

“Saya bersama Anggota DPR RI kita dari komisi VIII Dapil Lampung, hari ini punya kesempatan untuk meninjau calon tempat penyelenggaraan sekolah rakyat tahun 2025-2026, jadi ini adalah penyelenggaraan pertama yang insya Allah jika nanti gedung selesai dialihkan ke sekolah tersebut,” ungkap Syaifullah Yusuf di sela-sela kunjungannya.

Syaifullah Yusuf menambahkan bahwa untuk tahun 2025 ini memang diawali dengan menggunakan atau memanfaatkan gedung-gedung yang sudah ada namun tetap memiliki nilai kelayakan untuk proses penyelenggaraan sekolah rakyat.

Peninjauan dilakukan di beberapa lokasi BPSDM, seperti : asrama dan ruang kelas. Saifullah Yusuf mengecek secara langsung ruang asrama dan ruang kelas yang ada di BPSDM Provinsi Lampung.

Ia mengatakan bahwa pihak kementerian sosial hanya mengusulkan titik lokasi untuk dijadikan sekolah rakyat, selanjutnya  pihak Kementerian Pekerjaan Umum yang akan menilai layak atau tidaknya sarana dan prasarana yang diusulkan.

“Kami hanya mengusulkan titik-titik dimana sekolah rakyat bisa dimulai tahun ini, nanti kemudian PU (Pekerjaan Umum) akan survei ke sini untuk menentukan layak tidaknya, setelah itu ditindaklanjuti dengan rencana untuk renovasi dalam rangka memenuhi semua sarana prasarana yang dibutuhkan,” ucap Syaifullah Yusuf.

Menteri Sosial menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bertujuan untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam hal pendidikan, khususnya masyarakat miskin dan ekstrem miskin.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana sudah siap, serta pelaksanaan program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Menteri Sosial.

Mensos juga berkesempatan memaparkan secara ringkas bahwa Sekolah Rakyat ini merupakan jawaban dari isu kemiskinan dan pendidikan, menurutnya setiap anak memiliki kesetaraan dalam hak akses mendapatkan pendidikan.

Tampilan prototipe bangunan dan gedung sekolah rakyat dan proses selektifitas calon siswa sekolah rakyat yang harus terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori Desil 1 yaitu kelompok keluarga miskin dan ekstrem miskin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pelaksanaan program ini. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi di tingkat daerah akan terus ditingkatkan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan lancar.

“Terima kasih banyak kepada Pak Menteri Sosial yang sudah berkenan untuk meninjau calon lokasi sekolah rakyat untuk sementara, dan kami hari ini mengusulkan fasilitas BPSDM Provinsi ini untuk nanti digunakan sekolah rakyat sementara, sambil kita menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat baik itu dari Kemensos dan Kementerian PU, untuk lokasi yang kita tawarkan di lahan kosong di Kota Baru, jadi kita harapkan selama satu tahun berjalan disini sambil menunggu sekolah rakyat dibangun di Kota Baru,” terang Jihan.

Jihan menambahkan bahwa untuk gelombang pertama sekolah rakyat tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan 4 Rombongan Belajar (Rombel) untuk siswa/i SMA yang berjumlah 100 orang. Jihan juga mengatakan bahwa seluruh biaya Sekolah Rakyat dibebankan pada APBN sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat segera diimplementasikan secara menyeluruh di berbagai wilayah di Provinsi Lampung, dan memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk menggapai masa depan yang lebih baik dan memperbaiki standar hidup para siswa yang nantinya akan mengubah kondisi perekonomian keluarganya. Dan Hal ini sejalan dengan Tema Sekolah Rakyat : Negara Hadir untuk memuliakan orang Miskin.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Hari Kartini 2025, Puspaga dan TPA Pinggungan Sebuai Diresmikan untuk Kesejahteraan Keluarga Lampung

Bandar Lampung — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meresmikan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) Pinggungan Sebuai, sebagai wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan DWP Provinsi Lampung, Forum Puspa, dan Organisasi Salimah Lampung.

Puspaga hadir sebagai ruang pelayanan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anggota keluarganya. Di dalamnya tersedia fasilitas konseling dengan dukungan 26 tenaga profesional, terdiri dari konselor dan psikolog, yang memberikan layanan di bidang kesehatan, pendidikan, perkawinan, serta tumbuh kembang anak.

Bersamaan dengan itu, turut diresmikan Tempat Penitipan Anak (TPA) Pinggungan Sebuai yang diperuntukkan bagi anak-anak dari para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung serta masyarakat umum. TPA ini dirancang dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan anak, dengan dua ruangan tidur terpisah antara anak laki-laki dan perempuan, kamar mandi terpisah, dapur, ruang bermain berisi alat permainan edukatif, serta ruang staf dan kantor.

Puspaga dan TPA ini beroperasi setiap hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 07.30 – 16.00 WIB. Khusus hari Senin, tersedia layanan tambahan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan harapannya terhadap pemanfaatan dan keberlanjutan layanan ini.

“Disini ada tenaga sosialnya, tenaga pengasuh yang Insya Allah saya sangat yakin, teman-teman yang bertugas di Puspaga ini mempunyai hati yang mulia akan menjaga buah hati teman-teman yang sedang bekerja untuk dirawat, dididik, disayang di Puspaga ini,” kata Wulan Sari Mirza, Senin (21/4/2025).

Wulan Sari Mirza juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pihak untuk menjadi motor penggerak dalam memberikan pelayanan konsultasi, konseling, guna mendukung keluarga setara berbasis hak anak di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh petugas untuk turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif bagi anak sehingga kasus perundungan dapat dihindari.

“Saya berharap seluruh petugas di Puspaga dan TPA dapat melaksanakan tugas yang mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab, perhatian, dan kasih sayang,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Wulan Sari Mirza menyampaikan optimismenya terhadap manfaat keberadaan Puspaga dan TPA Pinggungan Sebuai.

“Saya sangat yakin dengan komitmen dan kerja sama kita dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan berbagai pihak, dapat terwujud manfaat yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan keluarga dan perlindungan anak di Provinsi Lampung melalui pelayanan yang ramah, profesional, dan berbasis hak anak.

Seusai melakukan peresmian Puspaga dan TPA Pinggungan Sebuai, Ketua TP PKK Provinsi Lampung membuka lomba menghias nasi tumpeng di Halaman Depan Kantor Gubernur.

Selain sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kartini Tingkat Provinsi Lampung, lomba yang diikuti oleh 17 organisasi wanita di Provinsi Lampung ini digelar untuk memperat silaturahmi antar organisasi.

Hadir sebagai Juara Pertama Terbaik Lomba Menghias Tumpeng Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Juara Pertama Terfavorit TP PKK Provinsi Lampung dan Juara Pertama Terinovatif Dekranasda Provinsi Lampung.

Meski Diguyur Hujan, Semangat Kartini Warnai Peringatan Hari Kartini Tingkat Provinsi Lampung

Bandar Lampung —- Pemprov Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Kartini ke-146 Tahun 2025 Tingkat Provinsi Lampung di Balai Keratun lt. 3 Komplek Kantor Gubernur, Senin (21/04/2025).

Peringatan Hari Kartini tahun 2025 Tingkat Provinsi Lampung mengambil tema “Semangat Kartini Berkarya Membangun Lampung Maju” dimana Wakil Gubernur Jihan Nurlela bertindak sebagai Pembina Upacara.

Upacara sedianya dilaksanakan di Lapangan Korpri, namun karena kondisi hujan sehingga tempat upacara berpindah lokasi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh petugas dan peserta upacara dalam melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kartini ke-146.

Yang menarik pada pelaksanaan upacara adalah seluruh petugas dan peserta dalam upacara tersebut adalah wanita perwakilan dari organisasi wanita dan perangkat daerah Provinsi Lampung.

Wagub Jihan Nurlela dalam amanatnya menyebutkan bahwa Raden Ajeng Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga simbol keberanian untuk bermimpi, di zaman ketika perempuan tak dianggap punya hak untuk bermimpi.

Oleh karenanya, Wagub Jihan menyerukan seluruh perempuan Lampung untuk bangkit meraih ilmu setinggi mungkin serta menjadi pemimpin yang menginspirasi.

“Genggam ilmu setinggi mungkin, pimpinlah ruang-ruang perubahan, warnailah negeri ini dengan gagasan-gagasan yang berani dan membumi. Jadilah pemimpin yang tak hanya cerdas, tapi juga membumi. Tak hanya tangguh, tapi juga lembut. Tak hanya bekerja, tapi juga menginspirasi,” kata Wagub di Balai Keratun Lt. III.

Wagub juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang yang aman, adil, dan inklusif bagi perempuan.

“Kita dorong peningkatan indeks pemberdayaan gender, kita perluas akses pendidikan bagi anak perempuan, dan kita dorong keterlibatan perempuan dalam politik, ekonomi, dan kepemimpinan,” tegas Wagub.

Pemprov Lampung Bersama RSUDAM Perkuat Etika dan Disiplin Klinik untuk Pendidikan Tenaga Kesehatan yang Bermartabat

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) memberikan pengarahan penting kepada mahasiswa Co-Assistant (Koas) dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) RSUDAM, di Aula Delima RSUDAM, Senin (21/04/2025).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menyoroti pentingnya refleksi mendalam atas insiden yang menimpa seorang dokter peserta didik spesialis anestesi di Bandung.

Wagub menekankan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat keras akan urgensi menciptakan lingkungan pendidikan klinik yang aman, manusiawi, dan profesional.

“Peristiwa yang baru-baru ini terjadi di RS Hasan Sadikin Bandung sungguh mengguncang dunia kesehatan kita. Tragedi ini menjadi refleksi mendalam atas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan klinik yang aman, manusiawi, dan profesional,” ujar Wagub.

Wagub menegaskan bahwa tekanan, kekerasan verbal, atau beban kerja yang tidak manusiawi tidak boleh dinormalisasi atas nama pendidikan.

Lebih lanjut, Wagub Jihan menyampaikan tiga poin utama yang harus menjadi komitmen bersama, yaitu : penguatan etika profesional, disiplin klinik yang berkeadaban, dan langkah-langkah strategis RSUDAM sebagai rumah sakit pendidikan.

Ia juga mendukung penuh evaluasi menyeluruh sistem pendidikan klinik di RSUDAM, termasuk penerapan mekanisme pelaporan yang aman, pelatihan komunikasi efektif bagi pendidik klinis, penguatan peran unit pendidikan rumah sakit, serta kolaborasi erat dengan fakultas kedokteran dan organisasi profesi.

“Lampung membutuhkan dokter-dokter hebat, bukan hanya yang cerdas secara intelektual, tetapi juga yang sehat secara mental, dan tangguh secara moral. Dan itu hanya bisa dicapai bila lingkungan pendidikan kita membentuk mereka dengan kasih sayang, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUDAM, Lukman Pura, menyampaikan komitmen RSUDAM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjunjung tinggi martabat profesi dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan pasien.

Ia juga melaporkan bahwa saat ini RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mendidik sebanyak 206 mahasiswa Co-Assistant (Koas) dan 48 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terdiri dari 37 Spesialis Paru, 9 Spesialis Obstetri dan Ginekologi, serta 2 Spesialis Bedah.

Selain itu, RSUDAM juga mendidik 30 tenaga kesehatan lainnya, 28 mahasiswa Kebidanan, dan 78 mahasiswa Keperawatan, sehingga total terdapat 390 peserta didik aktif. Ia mengajak seluruh peserta didik dan pembimbing klinik untuk menjadikan etika profesi sebagai pedoman utama, meningkatkan komunikasi lintas profesi, dan membangun budaya kerja yang aman, suportif, dan bermartabat.

“Kita sebagai pelayan publik dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi martabat profesi ini, dengan menjadikan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas utama,” kata Direktur Lukman Pura.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Evi Kurniawaty, turut menyampaikan harapannya agar para peserta didik dapat menjaga nama baik institusi dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia menegaskan dukungan penuh fakultas kedokteran terhadap program kerja Pemprov Lampung di bidang kesehatan dan pelayanan.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan pakta integritas tentang komitmen etika profesional, disiplin klinik, dan mutu pelayanan antara RSUDAM, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Langkah ini menunjukkan keseriusan seluruh pihak dalam mewujudkan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik di Provinsi Lampung, sejalan dengan isu nasional mengenai pentingnya keamanan dan kenyamanan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya. (

Lampung Luncurkan Samsat Digital Drive Thru, Gubernur Mirza: “Pelayanan Sekarang Gak Pakai Drama”

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kepolisian Daerah (Polda) Lampung secara resmi meluncurkan layanan Samsat Digital Drive Thru untuk perpanjangan STNK 5 tahunan, sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital yang digadang-gadang akan memangkas waktu dan prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, dari total sekitar 4 juta kendaraan yang tercatat di Provinsi Lampung, hanya 2 juta yang aktif dan hanya 38% di antaranya yang rutin membayar pajak kendaraan.

Data ini menjadi dasar perlunya kebijakan strategis untuk menstimulus kepatuhan masyarakat, salah satunya melalui digitalisasi layanan dan program pemutihan pajak yang akan dimulai 1 Mei 2025 mendatang.

“Biasanya kalau kita dengar kata ‘Samsat’, yang terbayang itu antrean panjang, berkas ribet. Tapi hari ini kita masuk ke babak baru: cukup 15–20 menit tanpa turun dari kendaraan, semua beres. Dari cek fisik, bayar pajak, sampai ambil pelat nomor, lebih cepat, mudah, transparan dan nggak drama-drama lagi” ujar Gubernur Mirza saat meresmikan Unit Layanan Samsat Digital Drive Thru Perpanjangan STNK 5 Tahunan di depan Kantor Gubernur Lampung, Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Senin (21/04/2025).

Gubernur Mirza juga menambahkan bahwa transformasi layanan publik ini menjadi bagian dari upaya menuju birokrasi yang mudah, efisien, dan transparan. Ia juga mengungkapkan rencana peluncuran Super Apps oleh Pemprov Lampung yang akan mengintegrasikan layanan publik, termasuk Samsat Digital, ke dalam satu platform digital terpadu.

Tak hanya itu, Gubernur menyampaikan bahwa tingkat kemantapan jalan di Provinsi Lampung masih di angka 78%, jauh tertinggal dari provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Banten, yang memiliki alokasi APBD lebih besar (Rp12–13 triliun dibanding Lampung yang hanya Rp7 triliun). Maka dari itu, peningkatan PAD melalui kepatuhan pajak kendaraan menjadi langkah krusial untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Sementara itu Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polri yang presisi dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Peluncuran Samsat Digital Drive Thru ini adalah langkah maju yang sangat penting bagi Provinsi Lampung,” ujarnya.

Kapolda juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Lampung, serta seluruh pihak yang berkolaborasi—mulai dari Korlantas, Bappenda, Bank Pembangunan Daerah Lampung, Jasa Raharja, hingga BRI Wilayah Lampung.

Peresmian layanan ini ditandai dengan penekanan sirine oleh Gubernur dan Kapolda Lampung, serta penandatanganan nota kerja sama antarinstansi. Setelah itu, kedua pemimpin daerah meninjau langsung aktivitas warga yang memanfaatkan layanan Samsat Digital Drive Thru.

Warga terlihat antusias dan merasakan langsung manfaat dari layanan ini. Salah satunya, Edi Purwata (60), warga Teluk Betung, Kota Bandar Lampung yang menyampaikan: “Terima kasih Pak Gubernur, bagus ini pak, jadi cepat dan gampang. Warga jadi merasa terbantu.”

Senada, Imam (48) mengaku layanan ini sangat membantu karena membuat proses pembayaran pajak jadi efisien.
“Saya sangat senang dengan adanya layanan ini. Jadi lebih cepat dan mudah.” katanya.

Sementara Sutiman (74) merasa layanan ini sangat ramah bagi lansia.
“Ini bagus. Kalau biasanya ribet dan harus isi-isi formulir, sekarang cukup kasih KTP, BPKB, STNK, sudah selesai. Cepet ya. Dipermudah banget ini. Alhamdulillah,” ucapnya penuh semangat.

Langkah digitalisasi ini selaras dengan visi Gubernur Lampung: “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” yang ingin mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Dengan langkah progresif ini, Provinsi Lampung menandai sebuah era baru dalam pelayanan publik. Meskipun menjadi provinsi kedua setelah Jawa Barat yang menerapkan layanan ini, Gubernur menegaskan bahwa “Pelayanan kita tetap nomor satu”.