Dugaan Pungli SMAN 19 Pada Fasilitas Negara, Pedagang Dibebankan Biaya kontrak 3 Juta Rupiah?

Tangerang, – Disinyalir adanya dugaan Pungututan Liar oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 19 Tangerang kepada para pedagang dengan modus pembayaran Kontrak Kios sebesar 3 Juta Rupiah per Kios yang menggunakan Fasilitas Negara. Informasi terungkap berawal dari keluhan para pedagang yang dinilai biaya terlalu mahal, Rabu (12/03/25).

Menurut keterangan Narasumber yang enggan disebut namanya menerangkan, bahwa Tindakan yang dilakukan oleh Pihak Sekolah terlalu membebankan para pedagang setempat, sedangkan Kios tersebut ialah Fasilitas milik Negara. Administrasi yang dipungut sebesar 3 Juta Rupiah perkios selama 1 tahun diduga ada unsur pemanfaatan dan penuh rahasia.

“Bayar 3 Juta Rupiah selama setahun, itu belum sama listrik dan ada lagi biaya untuk bayar pajak 150 ribu rupiah perkios alasannya untuk bayar pajak ke Provinsi,”ungkapnya.

Adapun keuntungan yang diperoleh tidak sesuai dengan hasil yang di dapatkan, terlebih lagi bahan pokok makanan semakin mahal. Kemudian, biaya yang setoran tersebut belum diketahui peruntukannya. Perlu diketahui bahwa sebanyak 8 (delapan) kios pedagang membenarkan adanya pungutan biaya sebesar 3 Juta Rupiah perkiosnya serta biaya 150 ribu Rupiah untuk pembayaran Pajak selama per 1 (satu) bulan sekali yang disetorkan kepada bank Jabar.

“Kalau yang 150 ribu rupiah itu kita bayar sama pak (HE) katanya mau disetorkan ke Bank Jabar untuk bayar pajak,”ujarnya.

Dalam hal ini, Batu Pandiangan Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan GWI Pusat, sangat menyayangkan dengan adanya dugaan Pungututan Liar yang dilakukan oleh Oknum SMAN19 kepada para pedagang terdapat unsur pemanfaatan.

“Memang benar itu hak bagi pihak Sekolah, namun kita juga sebagai Warga Negara Indonesia berhak memberikan orientasi yang tepat pada fungsi Fasilitas Negarayang digunakan. Disini sangat jelas bahwa para Pedagang mengeluhkan adanya pungutan biaya kontrak kios dengan nominal yang cukup fantastis. Kami sebagai Insan Pers mempunyai hak mencari informasi, dan sebagai Warga Negara Indonesia kami mempunyai hak untuk membantu Negara bebas dari Korupsi. Sekarang kita akan buka peruntukan nya untuk apa, dan kegunaan biaya itu manfaat nya apa, sedangkan itu Fasilitas Negara, bukan milik per orangan,”tutur Batu Pandiangan.

Selama ini warga hanya diam, Lanjut Batu, akan tetapi dibawah putusan Presiden kita wajib membantu Negara agar bebas dari para Koruptor, dan saat ini kita lihat bahwa SMAN 19 terdapat Oknum yang memanfaatkan para pedagang. Insiden ini akan kami analisis dan akan kami klarifikasi kepada pihak terkait agar bisa membenahi kejadian yang seharusnya ada toleransi bagi para pedagang, bukan malah memanfaatkan nya, apalagi itu Falsilitas Negara, bukan milik Oknum HE. Dan atas kejadian ini kami akan audensi kepada Aparat Penegak Hukum perihal dugaan Pungli ini,” Terangnya.

Sampai ditayangkan berita ini, Kepala SMAN 19 belum dikonfirmasi.

(Batu Pandiangan)

Diduga Ayah Tiri Melakukan Percobaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Tirinya, Pelaku Telah Diamankan Polres Cilegon.

SERANG,Mediarepublika.com-Diduga Seorang ayah tiri melakukan percobaan peleceehan seksual kepada anak tirinya di Kampung Seraga RT 001 RW 001, Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten.

 

Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan ayah tiri yang bernama Ahmad Hasbullah berusia 55 tahun terhadap anak tirinya yang berinisial (DR) berusia 19 tahun mengakibatkan trauma yang mendalam bahkan korban sampai sa’at ini malu untuk keluar rumah dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

 

Menurut keterangan korban kejadian itu sudah beberapa kali dilakukan oleh ayah tirinya, namun korban slalu menggagalkan niat bejad ayah tirinya tersebut.

 

Bahkan pelaku mengancam akan memberikan obat tidur kepada korban jika kelakuan bejadnya itu dilaporkan  kepada ibunya”, ungkap korban

 

“Alhamdulillah sampai saat ini allah masih melindungi saya dari perbuatan percobaan pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri saya dan atas saran dari beberapa teman, akhirnya saya dan keluarga dapat melaporkan perbuatan keji ayah saya tersebut dengan barang bukti yang saya miliki, dan saya berharap pihak kepolisian dapat memberi hukuman seberat-beratnya terhadap pelaku agar tidak ada lagi kejadian serupa”, imbuh korban

 

“Menurut informasi yang di dapat sa’at ini pelaku sudah diamankan oleh Pihak kepolisian Polres Cilegon pada tanggal 25 Februari 2025 pukul 17:30 WIB atas laporan dari korban didampingi keluarga korban dan sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak penyidik Polres Cilegon.

 

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Polres belum dikonfirmasi lebih lanjut.

(Ibnu)

Honorer Sangat Kecewa dengan Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK.

SERANG, Mediarepublika.com – Honorer di seluruh Indonesia, termasuk Banten, kecewa dengan penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK. Pengangkatan CPNS kini dijadwalkan pada Oktober 2025, sementara PPPK pada Maret 2026.

 

Ketua Forum Non ASN Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menilai keputusan ini tidak menyelesaikan masalah honorer. “Anggota dewan tidak tahu kondisi lapangan. Banyak honorer yang sudah masuk usia kritis,” ujarnya. Taufik menyayangkan kebijakan yang memperburuk kondisi honorer yang sudah banyak dirumahkan.

 

Taufik meminta DPR RI dan Menpan RB turun langsung ke lapangan. “Kebijakan ini justru menciptakan pengangguran baru,” tambahnya. Ia menegaskan agar honorer tidak kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.

 

Taufik mengkritisi salah satu poin rapat yang menyebutkan pengangkatan CPNS dan PPPK baru selesai pada 2026. “Seharusnya pengangkatan dilakukan bersama di bulan Maret. Kenapa masih ada tes tahap satu dan dua?” tegasnya.

 

Taufik mengatakan hasil rapat ini menunjukkan ketidakjelasan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah honorer. “Pemerintah tidak konsisten. R2 dan R3 saja belum tuntas, sekarang malah ada penundaan lagi,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023, penataan honorer harus selesai pada Desember 2024.

 

Taufik juga menyebut banyak honorer yang terkena PHK karena kebijakan seleksi CPNS dan PPPK yang tak jelas. Forum Non ASN RI menuntut agar proses seleksi yang sudah terjadwal diselesaikan, termasuk masalah R2 dan R3, serta seleksi tahap dua tanpa penundaan lebih lanjut.

 

“Penundaan ini berisiko bagi honorer yang sudah lulus tapi mendekati usia pensiun. Masa pengabdian mereka akan terpangkas,” kata Taufik. Forum Non ASN juga meminta agar honorer yang telah dirumahkan untuk dipekerjakan kembali.

(Red)

Lions international Club dan koordinator PT DAEAH E&C Indonesia. Resmikan Asrama Putra Yayasan Hayusalam di Desa Pasir Waru Kec Mancak Kabupaten Serang 

Serang,Mediarepublika.com – Lions international Club bersama koordinator PT DAEAH E&C Indonesia berkolaborasi memberikan bantuan berupa 1 unit gedung asrama serta sembako kepada Yayasan Hayy El Rahma Pondok Yatim Piatu dan Duafa Hayyusalam yang berada di Desa Pasirwaru, Kecamatan mancak,  Kabupaten Serang, Banten, Jum’at (28/02/25).

 

“H. Asep Maulana selaku pemilik yayasan beserta para santri menyambut gembira kedatangan rombongan dari Lions international Club bersama koordinator PT DAEAH E&C Indonesia untuk bersama-sama meresmikan bantuan Gedung asrama tersebut. Selain itu, terlihat bahwa rombongan sudah mempersiapkan bingkisan untuk diberikan kepada para santri.

 

Bentuk kepedulian mereka terhadap para Santri  tentunya mendapatkan respon yang sangat Positif, terlebih lagi, Para santri saat ini mendapatkan fasilitas ruangan tempat belajar yang baru saja dibangun.

 

“Lathifatul Azhari perwakilan dari Mr Chung Yo Chan selaku koordinator  PT DAEAH E&C Indonesia sa’at diwawancarai oleh Awak Media menerangkan, Donasi dari Lions international Club asal Korea Selatan bersama koordinator PT DAEAH E&C Indonesia ini dilakukan dengan dua tahap, Untuk Tahap pertama donasi Pembangunan Aula dan Kamar mandi Dari LIONS sebesar Rp 33.126.793 atau setara 3jt won. Dari PT DAEAH E&C Indonesia Rp 10.000.000 dan Donasi Teknisi dan Tenaga kerja dan Material.

dan di donasi kedua yaitu Asrama Putra dengan Total Donasi dari Lions internasioal Rp 100.057.872 atau 9jt Won dari PT DAEAH E&C Indonesia Rp 40.832.640.

Jika di total dari donasi pertama dan kedua  Lions international Club bersama koordinator PT DAEAH E&C Indonesia sudah memberikan bantuan kepada Yayasan Hayy El Rahma Pondok Yatim Piatu dan Duafa Hayyusalam sebesar Rp 184.017.305,” paparnya

 

“Selain pimpinan yayasan, Asep yang merupakan Kepala Desa Pasirwaru sangat terharu dengan bantuan dari Lions international Club dan  PT DAEAH E&C Indonesia kepada yayasannya tersebut.

 

“Kami ucapkan terimakasih banyak atas kepedulian Lions international Club dan  PT DAEAH E&C Indonesia atas bantuan yang telah di berikan kepada kami semua, apapun bantuan yang telah diberikan kepada kami kelak akan mendapatkan ganjaran yang lebih, kemudian bangunan yang telah diresmikan ini akan kami rawat dan dipergunakan sesuai harapan kami untuk mendidik para Santri,”Ujar Asep didampingi Iwan Ketua Apdesi Mancak.

 

Dihari yang penuh berkah disertai penyambutan bulan suci Ramadhan 1446 H mencerminkan bahwa sesama manusia harus saling membantu siapapun dan dimanapun berada. Perlu diketahui, Bahwa Lions Club yang berasal dari Korea itu ialah salah satu relawan Go Internasional yang sudah memberikan manfaat kepada semua orang.

 

Usai acara, Pendamping tim Lions Club menerangkan bahwa Lions Club akan melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Laporan : Ibnu

Ribuan Paket Pekerjaan Jalan PSU Provinsi Banten Diduga Ada Penggelembungan Upah Dilaporkan Ke Kejati Banten

Banten, – Disinyalir adanya dugaan Mark’up pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkungan Paving block yang marak dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) banyak menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat. Persoalan dugaan mutu material, sistem pengawasan dan juga upah tenaga kerja yang diborongkan dengan harga yang sangat murah masif menjadi tema pemberitaan media.

 

Masalah upah tenaga kerja, baru baru ini dilaporkan Hudaya seorang warga Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang (24/02) kemarin, tentang dugaan penggelembungan upah tenaga kerja seluruh paket Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU jalan lingkungan. Detailnya upah tenaga kerja pekerjaan pemasangan paving block yang dilakukan oleh DPRKP Provinsi Banten dari tahun 2022 sampai Tahun 2024.

“Saya telah melaporkan masalah upah tenaga kerja Proyek Pembangunan Jalan Paving Blok yang diduga ada penggelembungan Upah Ke Kejati Banten,” Katanya.

Hudaya menyampaikan, bahwa perhitungan dugaan kerugian Negara yang di laporkan tersebut, merupakan hasil analisa data-data yang dia pegang atau kuasai dari sumber yang akuntabel dan kredibel setelah disesuaikan dengan fakta dilapangan.

Selain itu, Hudaya mengatakan bahwa hasil pekerjaan seluruh paket pekerjaan pembangunan atau Peningkatan Kualitas PSU Permukiman jalan lingkungan paving block se-Provinsi Banten yang dilaksanakan DPRKP Provinsi Banten diduga tidak memenuhi standar teknis keciptakaryaan.

Kemudian, dirinya tidak menyatakan gagal kontruksi, tetapi kelebihan penganggaran upah tenaga kerja yang dia pertajam dalam isi analisa laporannya.

“Pola pemasangan paving block yang simpel dan sederhana hasil pekerjaan DPRKP Provinsi Banten yaitu menggunakan pola anyam tikar yang notabene diduga tidak berstandar teknis sesuai peraturan, secara teori akan lebih murah upah kerja permeter perseginya dibandingkan dengan dengan pola tulangan ikan yang diharuskan oleh peraturan dn SNI untuk pekerjaan Paving block peruntukan jalan lingkungan. Apalagi berdasarkan Hasil wawancara bahwa pekerjaan hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 hari,”tuturnya.

Sebagai Pendekatan Hudaya memberikan ilustrasi perbedaan harga bilik bambu anyaman biasa harganya lebih murah dibandingkan harga bilik bambu anyaman motif, karena bilik motif rumit dan tentunya memakan waktu lebih lama dalam proses pengerjaannya. (Red/Heriadi)

Hasil Musyawarah Bersama, Masyarakat Putuskan Norman Kamaru Sebagai Ketua RT 39/06 Kp.BCP 2 Ranjeng

Ciruas, – Dalam menjalankan Roda Pemerintahan Desa yang Maju dan Berkembang, Herman Jalu Ketua Panitia Pelaksana serta Masyarakat BCP 2 Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten, menunjuk Norman Kamaru sebagai Ketua RT dalam pemilihan Ketua RT 39 RW 06, Kamis (27/02/25) di Lapangan BCP 2.

Keputusan itu berdasarkan hasil dari musyawarah Masyarakat yang di sepakati oleh beberapa Tokoh penting untuk Kampung yang bersih dan Transparan.

“Kita telah putuskan dan telah sepakat bahwa Ketua RT terpilih yaitu bapak Norman Kamaru. Hasil putusan ini telah melewati berbagai pertimbangan yang maksimal agar Kampung BCP 2 bisa membantu menjalankan roda pemerintahan Desa,” Kata Herman Jalu.

Kemudian Herman Jalu berpesan agar Ketua RT terpilih dalam menjalankam aktivitas secara maksimal dalam membantu melayani masyarakat dari segala penjuru.

“Tujuannya sudah jelas, bahwa kita sangat butuh Ketua RT yang sanggup membantu warga dalam membantu kebutuhan Administrasi Kependudukan serta membangun kambung bersih dan nyaman. Kami semua berharap kepada Ketua RT terpilih agar dapat mewujudkan keinginan warga,” Harapnya.

Dipenghujung acara yang bertema Pemilihan Ketua RT dari hasil musyawarah itu, di akhiri dengan Halal Bihalal mengingat Penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1446 H pada beberapa hari lagi.

Laporan : Red/Ibnu/Herman Jalu

BPPKB DPAC Mancak Menggelar Halal Bihalal Sambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H

Serang, – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPAC Mancak menggelar acara halal bi halal yang dipimpin oleh Dedi Kelana selaku Ketua serta Pengurus dan Anggota, di Kediaman Welly Supratman Wakil Ketua, tepatnya di Kampung Cipanas Desa Mancak, Rabu (26/02/25).

Menurut Dedi Kelana, selain menyambut Bulan suci Ramadhan, acara tersebut bertujuan untuk saling menjaga persaudaraan, saling mengingatkan, saling mengikat tali silaturahmi dan tidak pernah putus Komunikasi.

“Kita sebagai umat muslim dan muslimah tentunya wajib menjalankan ibadah baik Sunah ataupun Fardu, lebih penting lagi kita harus saling menjaga agar terus mengikat dan bisa membantu orang banyak,” Kata Ketua Dedi.

BPPKB Banten DPAC Mancak yang terstruktur sebanyak 40 orang, baik KSB, Pengurus maupun Anggota. Selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah yang berakhlakul karimah sesuai moto. Dalam menyambut bulan suci Ramadhan kali ini, Ketua Dedi bersama jajarannya tetap akan melaksanakan tugas marwah dalam membantu umat muslim, seperti bagi bagi takjil, santunan dan lain sebagainya.

“Insyaallah, kalau kita diberikan kekuatan dan  rizki yang berlimpah, BPPKB DPAC Mancak akan memberikan manfaat kepada Masyarakat khususnya umat muslim dan muslimah yang sedang beribadah puasa nantinya. Dan Program ini sudah kesekian kalinya digelar di wilayah Mancak,” Tuturnya.

Diakhiri dengan Makan bersama serta bersalam salaman, Ketua Dedi berharap agar BPPKB DPAC Mancak selalu Kompak dan selalu memberikan banyak manfaat untuk rakyat.

“Semoga momentum ini selalu dapat terlaksana dengan baik dan semakin mengikat perasaudaraan, Marhaban ya Ramadhan, Mohon maaf apabila kami dan jajaran terdapat banyak kesalahan. Semoga Ramadhan Kareem 1446 H memberikan manfaat yang lebih luas,” Tutup ketua Dedi. (Ibnu)

Rumah Tinah Ambruk, Pemerintah Kabupaten Serang Banten Tutup Mata!

Serang, – Rumah milik Tinah Rahmawati warga Desa Parakan Kecamatan Jawilan Ambruk tepatnya di RT 01 RW 01, Akibatnya Warga setempat berbondong – bondong membantu memperbaiki rumah tersebut agar bisa digunakan untuk sementara waktu, Selasa (26/02/25).

Dalam Video berdurasi 1 menit 32 detik itu, Warga menjelaskan bahwa keadaan rumah yang cukup darurat itu tidak mendapatkan respon dari kalangan instansi pemerintah. Selain itu, salah satu tokoh ketua RW setempat sudah melakukan kordinasi kepada kepala Desa, namun sampai saat ini tidak mendapatkan respon yang jelas.

“Kelamaan Nunggu bantuan dari Pemerintah, dari pada Ambruk, kita benerin dulu,” Kata Nasuha Ketua RW 01.

Tinah Rahmawati saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Rumah tersebut sudah sangat lama tidak pernah dibangun karena faktor ekonomi yang sangat lemah. Selain Rumahnya yang terlihat tidak layak huni, Tinah Rahmawati yang tinggal bersama Anak dan suaminya tidak pernah mendapatkan bantuan penerangan dari pemerintah.

“Suami saya tidak bekerja, penghasilan belum ada pak, sedangkan saya harus menghidupkan anak anak saya. Melihat rumah begini dan keadaan saya hanya bisa menunggu bantuan dari siapapun, karena memang kondisi keluarga juga lagi lemah ekonomi,” Ujar Tinah.

 

Selain Rumah, Lanjut tinah, Setiap hari kami harus merasakan kekurangan penerangan, karena tidak punya uang. Saya sangat berharap siapapun yang bisa membantu saya agar bisa meringankan beban kehidupan,”tutupnya.

Menyikapi hal ini, Heriadi bersama tim berupaya akan menindaklanjuti masalah yang dialami oleh Tinah selaku Warga Negara Indonesia yang berada di Kabupaten Serang. Upaya itu agar Pemerintah Kabupaten Serang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Melihat kondisi Warga yang sangat miris, justru ini menjadi kekuatan bagi kami agar dapat membantu dalam menangani Masalah, kita sudah berkordinasi dengan pak Nanak Kuncir Ketua Ormas BPPKB Banten DPC Serang agar bisa sama sama membantu mengatasi masalah ini,” Ujarnya.

 

Selain itu, Heriadi sangat menyayangkan Sikap Acuh Kepala Desa yang seharusnya bisa mengabdi untuk masyarakatnya, namun tidak pernah melirik masalah yang menimpa warganya.

 

“Sikap acuh Oknum Kepala Desa ibarat mencerminkan sikap PKI yang seharusnya tidak ada di Negara kita, atas kejadian ini saya akan minta kepada Inspektorat Kabupaten serang selaku APIP, agar dapat membina oknum tersebut dan merubah sikap acuh terhadap masalah warganya,” Tegas Heriadi.

Sampai ditayangkan berita ini, Pemerintah Desa serta Instansti Pemerintah Kabupaten Serang belum di konfirmasi lebih lanjut.

Laporan : Heriadi / Tim GWI

Subro Alfarizi Meriahkan Acara PHBI di Desa Ranjeng

Serang, – Antusias warga Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten menyambut kehadiran Subro Alfarizi dalam rangka Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) serta Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (22/02/25) kemarin.

Acara yang bertema “Jadikan Sholat sebagai kebutuhan hidup dan penunjang amaliyah lainnya. Mari perbaiki diri bersihkan hati untuk menyambut bulan yang suci”, sangat meriah dan penuh antusias bagi kalangan masyarakat.

Turut hadir, Sapta Mulyana Kepala Desa Ranjeng, H. Gembong Anggota Dewan Fraksi PKS, Endang Ketua RW 06, KH. Makruf Fatoni Penceramah, serta warga sekitar.

Sesuai dengan tema, acara tersebut mengingatkan kita sebagai umat muslim agar tidak luput dalam menjalankan ibadah.

“Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, dan senantiasa menjalankan ibadah sesuai Syare’at Islam,” Kata Subro usai acara.

(Herman Jalu)

Sistem Pelayanan RS Kurnia Cilegon Dinilai Sangat Bobrok, Walikota Harus Sidak!

Cilegon – Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yang harus mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau, Namun hal itu rupanya tidak di indahkan dan tidak laksanakan oleh Rumah Sakit Kurnia Cilegon (RSKC).

Dalam keterangan salah satu orang tua Andika pasien yang membawa anaknya bernama Nadia, mengeluhkan pelayanan dari Rumah Sakit Kurnia Cilegon yang dinilainya sangat bobrok dan lambat serta pilih-pilih pasien.

Keluhan tersebut berawal ketika Andika membawa anak nya yang sedang sakit mata ke Rumah Sakit Kurnia Cilegon, Kamis (20/02/2025).

“Beliau menceritakan ketika saya datang ke RS Kurnia Cilegon sekitar jam 14.00 wib dengan mendaftarkan anak saya sebagai pasien umum dengan berharap akan mendapatkan fasilitas baik dari RS Kurnia, tapi nyatanya saya harus menunggu berjam-jam untuk mengantri, itupun saya belum mendapatkan pelayanan dari RS tersebut,” ucapnya kesal.

Bertambah lagi rasa kekecewaan itu berlanjut ketika ada salah seorang pasien orang cina yang baru datang dan tidak lama kemudian langsung masuk ruangan untuk di periksa oleh dokter rumah sakit tersebut.

“Sementara saya yang dari tadi menunggu lama tidak di layani, tapi orang cina yang baru datang sudah langsung masuk untuk di periksa,” Bebernya.

Selanjutnya saya mempertanyakan fungsi perawat yang berdiri di depan ruangan yang dinilainya tidak berguna, seharusnya perawat yang berdiri di depan ruangan bisa menjelaskan kepada pasien yang datang untuk berobat.

“Ini tidak perawat yang berdiri di depan pintu bukan nya menjelaskan kepada pasien malah hanya diam saja, jadi apa fungsi perawat berdiri disitu,” tegasnya.

Merasa tidak diperlakukan pelayanan dengan baik saya mencoba melaporkan keluhan itu terhadap pihak Menejemen RS Kurnia, namun sangat disayangkan laporan nya kurang di gubris baik oleh pihak menejemen RS Kurnia Cilegon.

“Dan yang lebih mencengangkan lagi ketika saya baru sampai rumah pukul 17.00 wib, tiba-tiba ada telpon masuk dari personal asisten RSKC bernama Tia, agar saya segera membayar pelayanan yang di berikan oleh rumah sakit dengan alasan data saya sudah masuk input, jadi ini menurut saya sangat aneh dilayani saja tidak kok malah di suruh bayar,” Sambungnya.

“Saya selaku masyarakat kota Cilegon meminta kepada Walikota Cilegon H. Robinsar dan wakil Walikota Cilegon Fajar serta dinas kesehatan Kota Cilegon untuk melakukan sidak dan menegur RS Kurnia Cilegon atas pelayanan yang sangat buruk yang diberikan kepada pasiennya,” tutup Andika. (Red/Ibnu)