Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur Arinal Canangkan Gerakan Diversifikasi Pangan dan Ekspos UMKM Pangan Lokal

BANDARLAMPUNG, mediarepublika.com —- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan pencanangan gerakan diversifikasi pangan dan ekspos Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) Pangan Lokal, di Lapangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (19/8/2020).

Gerakan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan; penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Menurut Gubernur Arinal ketahanan pangan merupakan salah satu faktor kunci pembangunan suatu bangsa.

“Melalui moment ini, saya harapkan dapat memberi kesadaran bagi kita semua terkait pentingnya diversiflkasi pangan guna mendukung ketahanan pangan,” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa negara wajib menjamin terpenuhinya pangan sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

Berdasarkan data BPS, lanjut Gubernur Arinal, penduduk miskin di Provinsi Lampung terus mengalami penurunan, namun di tahun 2018 masih terdapat 1091,6 ribu jiwa (12,62%) dan 8,89% rentan terhadap rawan pangan.

Konsumsi pangan masyarakat masih bergantung pada beras/nasi, dan belum beragam. Walaupun sudah ada alternative lain. “Ini harus ditingkatkan, kita lakukan peningkatan kreativitas bersama Unila dan Polinela serta didukung oleh UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Arinal menjelaskan pemanfaatan pangan lokal secara masif dinilai mampu memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Tantangan yang kita hadapi saat ini dan ke depan adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat terhadap pangan lokal kita.

“Salah satu cara yang bisa ditempuh dalam meningkatkan diversifikasi pangan adalah melalui inovasi dan terobosan terhadap produk pangan lokal agar sesuai dengan preferensi konsumen saat ini. Beberapa inovasi atau kreasi terhadap produk pangan lokal dengan memanfaatkan nama, bentuk, warna, trend penyajian, dan kemasan yang popular atau terkenal agar menarik minat konsumen untuk mengkonsumsi produk pangan lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Kusnardi menjelaskan bahwa kegiatan pencanangan gerakan diversifikasi, eksposUMKM pangan lokal, dan buah nusantara 2020 merupakan kegiatan yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Adapun kegiatan Kementerian Pertanian RI dengan agenda utama adalah Sapa Menteri Pertanian. Di mana Menteri Pertanian akan menyapa secara virtual Para Gubernur, Bupati/Walikota, Kadis Provinsi dan Kadis Kabupaten/Kota yang membidangi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal; mewujudkan ekonomi rakyat; dan mewujudkan SDM yang sehat, aktif, dan produktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi dan seimbang serta aman.

“Adapun sasaran adalah menurunkan ketergantungan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat lainnya; dan menumbuhkan UMKM pangan sebagai penyedia pangan,” ujar Kusnardi.

Sebelum acara dimulai, Gubernur Arinal Djunaidi beserta rombongan melakukan peninjauan terlebih dahulu ke bazar stand UMKM pangan lokal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan produk holtikultura secara simbolis berupa cabai, timun, pare, terong, bawang merah, tomat, kacang panjang dan jeruk. (Red)

Pelepasan Tim “Gebrak Masker PKK”, Ibu Riana Arinal Lakukan Virtual Meeting Bersama Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian

Mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG —– Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal melakukan virtual meeting bersama Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian dalam rangka pelepasan secara resmi Tim “Gebrak Masker PKK” seluruh Indonesia, di Ruang Command Center, Dinas Kominfo, Senin, (17/8/2020).

Tim ini akan melakukan pembagian masker dan mengkampanyekan perilaku adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 kepada seluruh masyarakat di wilayah masing-masing.

Kegiatan “Gebrak Masker PKK” ini merupakan inisiasi dari Ketua Umum TP PKK setelah Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar para kader PKK ikut terlibat langsung dalam pembagian masker di masyarakat.

Tim Gebrak Masker sendiri merupakan gabungan dari kader PKK dan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).

Tri Tito Karnavian mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan, termasuk kebiasaan sehari-hari yang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Kebiasaan baru yaitu kita harus mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga segala sesuatu yang berhubungan dengan orang lain sehingga kita tidak tertular. Dan segala bentuk yang merupakan proteksi diri harus kita jalani dengan disiplin semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ketua Umum TP PKK ini juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum mengerti dan meremehkan penularan Covid-19. Hal itu membuat angka penularan dan jumlah penderita Covid-19 terus bertambah.

“Saya meminta seluruh pihak untuk aktif bersama-sama dalam menurunkan tingkat penularan Covid-19, termasuk seluruh kader PKK di seluruh Indonesia yang dikenal dengan militansinya dalam bekerja keras tanpa pamrih dalam mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Tri mengungkapkan rasa senang atas kerja sama TP PKK dengan IKAPTK dalam ikhtiar pembagian masker dan sosialisasi protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru tersebut.

“Saya sangat gembira bahwa Bapak Ketua Umum IKAPTK telah berinisiatif mengajak kerja sama PKK dalam membagikan masker ini,” kata Tri.

Kerja sama ini, menurut Tri, sangat penting. Karena kegiatan pembagian masker juga harus dibarengi dengan sosialisasi yang optimal. Yakni bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker. Apalagi bila dilihat dari pengalaman selama ini banyak masyarakat yang memiliki masker, namun masih enggan memakainya dengan berbagai alasan, termasuk faktor ketidaknyamanan saat mengenakan masker.

Untuk itu, Tri berharap kegiatan Gebrak Masker ini bukan hanya sebatas seremonial, namun benar-benar dilakukan di lapangan secara terus-menerus. “Kegiatan bagi masker ini adalah kontribusi kita kepada negara. Yang hari ini mudah-mudahan sesuai dengan semangat 17 Agustus ini kita bersama-sama tidak putus asa dalam menghadapi Covid-19 dan terus semangat membagikan masker,” ujarnya.

Usai melakukan Virtual Meeting, Ibu Riana langsung turun dalam membagikan 1915 buah masker yang akan didistribusikan kepada anggota dan kader TP PKK Provinsi Lampung, IKAPTK dan seluruh masyarakat Provinsi Lampung di halaman kantor Gubernur Lampung. (Red)

Gubernur Arinal Berikan Remisi untuk 3.968 Narapidana dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke- 75

Mediarepublika.com

BANDARLAMPUNG —–Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, menyerahkan 3.968 Remisi Umum (RU) bagi Narapidana dan Anak dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke- 75, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I, Raja Basa, Bandarlampung, Senin (17/8/2020).

Dari 3.968 remisi umum tersebut, RU I (tak langsung bebas) sebanyak 3.866 orang dan RU II (langsung bebas) sebanyak 102 orang.

Menurut Sekdaprov Fahrizal, pemberian remisi ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi merupakan apresiasi Negara terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku.

“Juga memperbaiki kualitas, dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional,” ujar Fahrizal.

Dalam kesempatan itu, Sekdaprov Fahrizal, mengapresiasi acara pemberian remisi ini, meski dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19.

“Sebagai nikmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, kemerdekaan memang perlu disyukuri. Rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan ini tentunya menjadi milik bagi segenap lapisan masyarakat,” tutur Fahrizal.

Fahrizal menjelaskan pada HUT RI ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, Warga Binaan Pemasyarakatan akan diberikan Remisi (pengurangan pidana).

Untuk itu. Fahrizal berpesan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan agar menjadikan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait pemasyarakatan.

“Serta dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas dengan penuh integritas, bekerja profesional dan tulus,” ujar Fahrizal.

Diharapkan pula momentum HUT RI ini menjadikan Lapas dan Rutan tetap dalam suasana kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya.

“Kepada 3.968 Warga Binaan Pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan Remisi, khususnya yang akan langsung bebas pada hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa daIam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. Jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyal makna dan berguna dalam hldup dan kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung Danan Purnomo menjelaskan jumlah narapidana/tahanan di seluruh Lapas/Rutan Wilayah Lampung sebanyak 7.749 orang.
Rinciannya terdapat sebanyak 6.164 napi, sedangkan tahanan sebanyak 1.214 orang.

Danan mengatakan terjadi kelebihan kapasitas ruang tahanan sebanyak 45% karena daya tampung hanya 5.348 orang.

Dari jumlah napi/tahanan tersebut yang mendapat remisi umum 17 agustus 2020 sebanyak 3.866 orang dan yang bebas setelah mendapat remisi sebanyak 102 orang.

“Pada dasarnya pemberian remisi merupakan wujud kepedulian kita untuk menjaga agar narapidana tetap mampu menjadi manusia seutuhnya; manusia yang mampu menjaga integralitas hidup, kehidupan, dan penghidupannya,” ujar Danan. (Red)

Gubernur Arinal Djunaidi, Orang Pertama Di Lampung Yang Memiliki Uang Edisi Khusus HUT RI Ke-75

Mediarepublika.com

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia beserta Pimpinan Forkopimda Provinsi Lampung mengikuti Peluncuran Uang Baru Edisi Khusus Pecahan Rp.75.000 secara virtual di Balai Keratun, Senin (17/08).

Peluncuran uang baru edisi khusus pecahan Rp.75.000 tersebut dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rangka memperingati HUT RI Ke-75, yang menggambarkan pencapaian 75 tahun pembangunan Indonesia menuju bangsa yang makmur, adil dan bermartabat.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo uang baru pecahan Rp 75.000 ini bergambar Proklamator RI Soekarno – Hatta berlatar kereta api dan pengibaran bendera saat Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Sementara di sisi lain uang kertas itu, terdapat siluet ragam wajah Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan budaya. Selain itu ada gambar gambar satelit di sebelahnya.

Sementara itu usai mengikuti peluncuran tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Budiharto Setiawan menyererahkan uang peringatan kemerdekaan ke-75 tahun kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yang kemudian selanjutnya diikuti oleh wakil Gubernur Chusnunis dan Pimpinan Forkopimda.

Menurut Budiharto Setiawan Gubernur Arinal adalah orang pertama di Lampung yang memiliki Uang Baru Edisi Khusus Pecahan Rp.75.000 sebagai bentuk apresiasi kepada pimpinan daerah.

Menurut Budiharto Setiawan juga, bahwa uang tersebut hanya dicetak sebanyak 75 juta lembar.

Untuk mendapatkan Uang Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI, masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah senilai Rp75.000 secara tunai dengan 1 (satu) lembar UPK 75 Tahun RI yang memiliki nilai nominal senilai Rp75.000.

Sebelum melakukan penukaran, masyarakat harus melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran secara online pada aplikasi PINTAR di website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id.

Nantinya, setiap 1 (satu) KTP hanya dapat ditukarkan untuk memperoleh 1 (satu) lembar Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 RI dengan nominal Rp 75.000. (Red)

Gubernur Arinal Djunaidi Menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT RI Ke-75

Mediarepublika.com

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Upacara Peringatan Hut Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-75 di Lapangan Korpri halaman Kantor Gubernur Lampung, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Senin (17/08)

Upacara Bendera yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan pandemi covid19 yang belum kunjung usai hingga saat ini.

Mengacu pada surat Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020, Upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19

Sesuai surat tersebut, komposisi petugas upacara terdiri dari Komandan Upacara sebanyak 1 orang, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebanyak 3 orang, Pasukan upacara sebanyak 20 orang berasal dari TNI/Polri, Korps musik sebanyak 24 orang, MC 2 orang, Pasukan pelaksana Tembakan Kehormatan saat Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI sebanyak 17 orang, berasal dari TNI.

Adapun Petugas Pengibar Bendera Pusaka di Provinsi Lampung yakni Okta Vernado dari SMAN 1 Simpang Pematang, Ricko Firmansyah dari MAN 1 Lampung Barat, dan Dian Sapurtra dari SMAN 1 Talang Padang.

Sementara Petugas Paskibraka yang menurunkan bendera pusaka yakni Nyoman Subagyo dari SMKN 1 Tanjung Raya Mesuji, Nangro Al Kausar dari SMAN 15 Bandar Lampung dan Toto Prayogi Pranoto, dari SMAN 1 Kalianda Lampung Selatan.

Meski upacara dilakukan dengan sangat sederhana, peserta upacara yang terdiri dari perwakilan OPD dan undangan terbatas, tetap mengikutinya dengan penuh khidmat.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bertindak sebagai Pembina Upacara, dalam amanatnya menyatakan bahwa Bangsa Indonesia tidak boleh terlena oleh krisis yang ditimbulkan oleh wabah covid 19, justru menjadikan momentum ini sebagai pelajaran dan titik tolak untuk kemajuan bangsa.

“Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis, jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran, justru harus kita jadikan lompatan kemajuan. Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah, flektabilitas, kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan, termasuk kedisiplinan dan produktifitas nasional harus ditingkatkan,” ucap Gubernur

Kemudian sesuai dengan tema peringatan hari kemerdekaan RI tahun 2020 yakni Indonesia Maju, Gubernur Arinal menyatakan bahwa untuk mewujudkan Indonesia Maju harus dimulai dari kemajuan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

“Untuk itu dalam kesempatan peringatan Hut RI ke-75 ini, saya mengajak seluruh masyarakat Lampung, mari kita bersama-sama bekerja keras guna mensukseskan pembangunan di Provinsi Lampung sesuai dengan bidang tugas dan keahlian yang kita miliki,” tegasnya.

Usai melakukan Upacara Bendera, Gubernur Arinal Djunaidi beserta Pimpinan Forkopimda Provinsi Lampung mengikuti peringatan detik-detik proklamasi di Instana Negara secara virtual di Balai Keratun Provinsi Lampung. (Red)

Sekdaprov Fahrizal Darminto Ikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih secara Virtual yang Dipimpin Presiden Jokowi

BANDAR LAMPUNG, mediarepublika.com —- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Negara secara Virtual melalui Zoom di lantai III Balai Keratun, Senin petang (17/8/2020).

Upacara yang dimulai pukul 17.00 WIB itu diikuti oleh 34 kepala daerah provinsi seluruh Indonesia dan para kepala daerah kabupaten/kota. Dalam upacara ini, Sekdaprov didampingi oleh Forkopimda Provinsi Lampung.

Untuk mengurangi terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19, semua peserta mengikutinya secara virtual, seperti pemain orkestra, marching band, paduan suara, yang dilakukan di tempat yang berbeda.

Meskipun dilakukan dari tempat yang berbeda semuanya berjalan lancar  dan berlangsung dengan khidmat sesuai dengan protokol kesehatan.

Pada waktu yang sama, Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan upacara penurunan bendera secara langsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, dengan Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sudarsono sebagai inspektur upacara. (Red)

HUT RI ke 75, DPC AWPI Pertegas Keberadaan Pers

Mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG – Diperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke 75 Tahun, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bandarlampung, sampaikan sebuah pesan (Kegelisahan) kepada Pemerintahan setempat.

Dalam pesannya, Ketua DPC AWPI Kota Bandarlampung, Refky Rinaldy mengatakan bahwa, diperingatan HUT RI ke 75 ini, banyak hal yang perlu di kritik dan di evaluasi agar menjadi refrensi para pemangku kebijakan di Pemerintahan setempat (Pemkot Bandarlampung) untuk lebih baik dan berintegritas kedepannya.

“Kemajuan suatu daerah, baik kabupaten kota maupun Republik ini, semua itu tidak dapat dipisahkan dari peranan Pers didalamnya, maka harapan kami (DPC AWPI) kepada semua pihak agar lebih menjunjung tinggi Profesionalitas serta integritas sebagai orang yang memiliki wewenang dalam sebuah tatanan pemerintahan,” Kata Refky di kantor DPC AWPI Kota Bandarlampung.

Menurutnya, salah satu permasalahan yang kerap kali terjadi yakni perihal Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang jelas telah diatur dalam Undang-undang, namun menurutnya Badan Publik kerap kali seolah menggunakan beberapa pasal didalamnya sebagai tameng untuk menutup informasi agar tidak dipublikasikan kepada masyarakat luas yang terkesan berdalih.

“Seperti pada pasal 17 UU KIP, padahal beberapa informasi yang hendak dihimpun para jurnalis tidak merugikan Lembaga Pemerintahan, negara atau berdampak pada penegakan hukum, maka kedepan kami berharap agar pihak terkait dapat berkata jujur dan tidak berdalih ketika berada dimuka publik,” Pintanya.

Refky juga mengatakan, semua itu dilakukan dalam upaya mencerdaskan masyarakat atau publik dalam mengkonsumsi informasi (Pemberitaan) , agar masyarakat tidak bersikap apatis terhadap suatu kebijakan, dan hal tersebut dilakukan untuk mempertegas keberadaan Pers dimuka publik.

“Jika pers (Media) total bersinergi bersama Pemerintah dan Semua pihak, maka republik ini tidak akan buta, kaku, dan yang jelas akan lahir sebuh perubahan yang signifikan masif dan berdampak kepada masyarakat luas,” Ujarnya.(Red)

Patroli Brimob Batalyon A Pelopor mengimbau dan Mengajak menghibarkan bendera merah putih

Mediarepublika.com

BrimobLampung – Patroli Brimob Polda Lampung mengimbau dan Mengajak masyarakat agar mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak sejak tanggal 1-31 Agustus 2020, dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI tahun 2020.

Di wilayah Bandar Lampung. Minggu 16/8
Tim patrol di bagi menjadi 2 tim tim satu di pimpin Danyon A Pelopor Kompol Tarmansyah, S.E. Melaksanakan Pemberian Bendera Merah Putih kepada Masyarakat di Jl. Rekso Bandung RT 10, Kel. Labuhan Ratu Raya, Kec. Kedaton, Kota Bandar Lampung. Sedangkan tim 2 Wadanyon A Pelopor AKP Sugeng Sumanto, S.E.,M.H. Melaksanakan Pemberian Bendera Merah Putih kepada Masyarakat di Jl. Turi Raya dan Jl. M. Yunus, Kec. Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.

“Meski pandemi Covid-19, kita tetap harus memasang bendera merah putih untuk memperingati proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 serta mengingat jasa para pahlawan,” terang Danyon A Pelopor Kompol Tarmansyah, S.E.

“Kegiatan ini selain memeriahkan HUT Ke-75 Republik Indonesia juga Menumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme Masyarakat sekitar Kota Bandar Lampung.” Tambahnya.

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 75 tahun 2020 ini, masyarakat agar tetap melaksanakan adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi covid-19 dengan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Dansat Brimob Polda Lampung KBP Donyar Kusumadji,S.Ik. saat di komfirmasi mengatakan ” semarakkan HUT RI ke 75 tahun ini dengan mengibarkan bendera merah putih di halaman masing- masing rumah dan tetap melaksanakan adaptasi kebiasaan baru,”(Red)

Sekda Provinsi Lampung menghadiri Launching dan Sosialisasi Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020

BANDAR LAMPUNG, mediarepublika.com — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, menghadiri Launching dan Sosialisasi Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020 (Video Conference), di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Jumat (14/08).

Acara tersebut selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah hadir juga, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Plt. Karo Organisasi, Sekretaris pada Inspektorat dan tamu undangan.

Dalam rangka percepatan pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) yang mengacu pada Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 47 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, Kementerian PAN-RB akan menyelenggarakan kompetisi pengelolaan pengaduan pelayanan publik Tahun 2020.

Kompetisi tersebut ditujukan kepada penyelenggara pelayanan publik di lingkungan Kementerian atau Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan Unit Pelaksana yang menyelenggarakan pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

SP4N dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “No Wrong Door Policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya.

SP4N bertujuan agar penyelenggara dapat mengelola pengaduan dari masyarakat
secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik. Penyelenggara memberikan akses untuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Red)

Gubernur Arinal Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Lampung

Mediarepublika.com

Bandar Lampung — Gubernur Lampung didampingi Forkopimda dan segenap jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Lampung pada Jumat pagi (14/08).

Agenda tunggal Rapat Paripurna Istimewa pada kali ini adalah mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Tahun 2020 yang mengambil tema “Indonesia Maju”.

Sidang yang dihadiri juga oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan handsanitizer, penggunaan masker, juga pengaturan jarak kursi antar peserta sidang dan tamu undangan.

Ketua DPRD Provinsi Lampung mengawali Rapat Paripurna Istimewa dengan memberikan pengantar sebelum bergabung dengan DPR RI melalu siaran langsung yang disiarkan melalui Media Elektronik.

Sebelum bergabung dengan siaran langsung pidato kenegaraan Presiden RI, seluruh undangan yang hadir dalam Rapat Paripurna mendengarkan Paduan Suara Bina Vokalia SMA Negeri 2 Bandar Lampung yang melantunkan lagu perjuangan, lagu daerah dan lagu nasional.

Tepat pada pukul 10.00 WIB, Pidato Presiden disampaikan di hadapan seluruh peserta yang hadir. Presiden mengungkapkan bahwa saat ini ada 215 negara di dunia sedang menghadapi Pandemi Covid-19.

Presiden mengatakan bahwa, wabah pandemi menyebabkan kondisi ekonomi dunia menjadi terganggu. Hal inilah yang diungkapkan Presiden menjadi sebuah momentum untuk mengambil kesempatan memulai Kebangkitan Baru bagi Indonesia.

“Inilah saatnya kita melakukan lompatan-lompatan besar, diharapkan 25 tahun kedepan di Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke 100, Indonesia bisa menjadi Bangsa yang maju,” ungkap Presiden.

Diungkapkan bahwa kondisi saat ini memaksa kita untuk bekerja lebih cepat, lebih keras dan lebih dari kondisi biasa. Momentum krisis ini harus dijadikan lompatan untuk kemajuan. Reformasi fundamental harus dilakukan di berbagai bidang.

Presiden juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh elemen yang mendukung penuh penanganan dan pencegahan Covid-19.

Presiden mengingatkan bahwa ketahanan pangan harus tetap diperhatikan dari hulu sampai hilir dengan memanfaatkan teknologi.

Presiden sangat berharap agar Indonesia menjadi produsen teknologi dunia di masa yang akan datang untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh negeri.

Penataan regulasi dan penyederhanaan birokrasi harus dilakukan, ekosistem usaha yang baik harus dibangun.

Pemerintah tidak memberikan toleransi kepada siapapun yang akan menggoyahkan ideologi Negara. Media harus menjadi penyampai informasi yang benar dan bukan menjadi pengumpul like.

Kerjasama dalam bingkai gotongroyong akan dapat mewujudkan cita-cita luhur Kemerdekaan yang penuh toleransi, kepedulian, dukungan dan kerjasama berbagai pihak.

Di akhir pidato kenegaraannya, Presiden sekali lagi berpesan agar dapat merebut momentum Pandemi Covid-19 untuk melakukan lompatan besar perubahan yang fundamental untuk menuju Indonesia Maju.

“Dirgayahu Republik Indonesia, Merdeka Merdeka,” pungkas Presiden.

Acara berlangsung khidmat, seluruh tamu undangan mendengarkan dengan saksama pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden. (Red)