591 mahasiswa Malahayati Melaksanakan Wisuda Dilanjutkan Dengan Peresmian Malahayu News

BANDARLAMPUNG Sebanyak 591 mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung melaksanakan acara wisuda ke-XXX sekaligus peresmian Malahayati News di gedung Graha Bintang Malahayati, Sabtu (23/1).

Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. Achmad Farich, dr, MM mengatakan, wisuda ke-XXX Universitas Malahayati Bandar Lampung mengambil tema “Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Adaptabilitas di Era Tantangan Baru”.

“Puji serta syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmatNya kita dapat berkumpul di Graha Bintang Universitas Malahayati, dalam rangka melaksanakan satu kegiatan yang sangat penting bagi keluarga besar Universitas Malahayati, yaitu Wisuda Lulusan Universitas Malahayati ke 30 Tahun Akademik 2020/2021”. Kata Farich dalam sambutannya.

Menurutnya, lulusan ini merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab Universitas Malahayati kepada bangsa dan Negara Indonesia, khususnya Lampung. Saat ini, Indonesia dan sebagian besar negara di dunia juga sedang mengalami masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan tak terkecuali pendidikan.

“Sebagai gantinya, kita melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau pembelajaran jarak jauh. Belajar dan mengajar dari rumah. Keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” terangnya.

Dalam hal ini, lanjut Farich, saya berharap kita semua bisa mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 khususnya dalam bidang pendidikan, antara lain mengikuti webinar baik dalam dan luar negeri dengan minimal biaya bahkan gratis, mengikuti kuliah umum dari banyak pakar tanpa melakukan perjalanan jauh, rapat akademik/non akademik, rapat kegiatan mahasiswa, dan lain sebagainya.“Patuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.” Imbuhnya(Red)

DPRD Lampung Janji Tuntaskan Mediasi Pelindo dan Fokkel

Proses mediasi antara PT Pelindo II cabang Panjang dan Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel) masih belum rampung. Komisi I DPRD Lampung mengklaim bakal menuntaskan ini ditargetkan selesai pada Maret-April 2021.

Anggota Komisi I DPRD Lampung Watoni Noerdin mengatakan, pasca dilakukan Rapat Dengar Pedappat (RDP) pada akhir November silam, direncanakan akan digelar mediasi pada 5 Januari 2021. Namun lantaran ada hal yang diundur menjadi 7 Januari 2021.

“Belum juga dilaksanakan di tanggal 7 karena Direktur nya ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, diundur ke tanggal 13 Januari 2021. Belum diaksanakan hingga saat ini karena Direkturnya terpapar Covid,” ucap Watoni kepada wartawan, Senin (1/2).

Politikus PDI Perjuangn ini melanjutkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan PT Pelindo II pada 21 Januari 2021. Di mana, nantinya setelah diberitahukan kesembuhan dari Covid-19, maka direncanakan mediasi dilakukan di Jakarta.

“Kita sudah tegaskan. Covid jangan dijadikan alas an untuk menunda mediasi. Mereka (Pelindo) juga menegaskan tidak mau bermain dengan isu covid. Nah, sampai saat ini kami masih menunggu hasil tes swab kedua,” katanya.

Dia menekankan, memang dalam proses mediasi tidak memiliki limit. Namun, paling tidak dia menekankan persoalan ini bisa selesai di Maret atau April 2021.

“Limit gak bisa dalam proses mediasi, kita akan maksimalkan tapi menargetkan di komisi I jika bisa cepat selesainya, enggak berlama-lama. Kita sadari memang masing-masing pihak bakal mempertahankan argumentasinya di mediasi. Mediatornya harus bisa mana yang masuk diakal dan harus diabaikan. Kita sih ingin cepat karena ada target kerja yang lain. Masih banyak yang harus diselesaikan. Paling tidak di April sudah ada keputusan,” katanya.

Sementara, kuasa hukum Fokkel, Sofyan Sitepu mengatakan pihaknya menginginkan kejelasan terkait persoalan ini dan tidak berlarut-larut. “Kami tetap meminta DPRD untuk menjembatani ini. Bila perlu ada tim audit dari mereka soal kerugian. Kami siap duduk bersama dengan auditor independen yang mereka tunjuk. Hasilnya kami terima asalkan itu transparan,” kata dia.

Terpisah, GM PT Pelindo II cabang Panjang Adi Sugiri mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan pergantian begitu saja tanpa ada dasar hukum. “Ini juga kan sudah ada yang masuk (penjara). Itu pidananya kan. Tapi ketetapan hukum Pelindo harus mengganti nilai sekian juga kan tidak ada. Mereka intinya menuntut. Cuma kita mau ganti dasar ketetapan hukumnya dari mana?,”ucapnya.

Kata dia, pihaknya tidak mengulur waktu. Namun ada beberapa hal yang memang menjadi kendala dalam lanjutan mediasi. “Kita sama temen-temen DPRD juga sudah menjadwalkan mediasi dengan pusat. Tapi, ada direksi kita yang terpapar Covid. Di pusat juga ada beberapa lantai yang lockdown. Kita masih meminta waktu yang tepat untuk mediasi,”kata dia.

Sekdaprov Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Forsesdasi

BANDAR LAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengikuti Rapat Koordinasi dan Silaturahmi antara Dewan Pengurus Pusat Forsesdasi dengan Anggota Forsesdasi (Forum Sekretaris Daerah se-Indonesia), melalui Virtual Meeting, di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik, Jumat (22/01).

Di dalam rapat dibahas tentang penanganan dan penggunaan Anggaran Covid-19 yang akuntabel dan tepat sasaran bagi pemerintah daerah.

Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Adapun komite ini diketuai oleh Menko Perekonomian, dan dilaksanakan oleh Menteri BUMN selaku Ketua Pelaksana.

Komite ini terdiri dari 6 wakil ketua yang sudah terbagi sesuai dengan tugasnya masing-masing, diantaranya Menko Kemaritiman dan Investasi, Menko Polhukam, Menko PMK, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Mendagri selaku Wakil Ketua VI telah menerbitkan beberapa regulasi terkait penanganan Covid-19, diantaranya; Surat Edaran No. 440/3160/SJ pada 15 Mei 2020, INMENDAGRI Nomor 4 Tahun 2020 pada 10 Agustus 2020, INMENDAGRI Nomor 6 Tahun 2020 pada 18 November 2020, Surat Edaran No. 440/3912/SJ pada 7 Juli 2020, Surat Edaran No. 440/5184/SJ Pada 17 September 2020 dan INMENDAGRI No. 1 Tahun 2021 pada 6 Januari 2021.

Direncanakan pada 2021 ini akan diluncurkan Tiga Bantuan Tunai yaitu Program Keluarga Harapan, dengan target penerima 10 Juta KPM, Total Anggaran Rp. 28,71 triliun akan disalurkan setiap 3 bulan sekali dalam 4 tahap (Januari, April, Juli dan Oktober 2021), Program Sembako/BPNT dengan target penerima 18,8 Juta KPM dengan total anggaran Rp. 45,12 triliun, dan Program Sosial Tunai dengan target penerima 10 Juta KPM, total anggaran Rp. 12 triliun dan akan disalurkan selama 4 bulan Januari-April 2021.

Kedepan, diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat yang didukung Pemerintah Daerah di 548 Daerah Tingkat 1 dan Tingkat 2 agar Anggaran 2021 dapat betul-betul direalisasikan, terutama untuk kesehatan dan survival ekonomi.

Dalam penggunaan APBD Tahun 2021, Pemerintah Daerah diharapkan agar melakukan percepatan pelaksanaan APBD di awal tahun sesuai target dan sasaran yang sudah direncanakan dengan prioritas utama, mengoptimalkan strategi pencapaian target kinerja pemda pada setiap perangkat daerah, dan mempertimbangkan keseimbangan penerimaan dan pengeluaran.

Nanang Sambut Silaturahmi Wakapolda Lampung di Rumah Dinas

KALIANDA, mediarepublika.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menerima kunjungan silaturahmi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung, Brigjen Pol Drs. Subiyanto di rumah dinas bupati setempat, Rabu siang (20/1/2021).

Tiba di rumah dinas bupati, Wakapolda Lampung yang didampingi sejumlah Pejabat Tinggi Polda Lampung itu langsung disambut Bupati beserta jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta jajaran.

Diketahui, kunjungan Wakpolda Lampung ke Lampung Selatan itu dalam agenda ramah tamah bersama anggota Forkopimda Lampung Selatan di Polres Lampung Selatan.

Momen kunjungan singkat itu dimanfaatkan Bupati Lampung Selatan untuk meningkatkan silaturahmi dengan menjamu makan siang bersama Wakapolda Lampung.

Nanang Ermanto juga sempat mengajak jenderal bintang satu itu untuk melihat keadaan kebun edukasi yang memang berada di belakang rumah dinas bupati setempat.

“Tidak ada agenda khusus. Kita jajaran Pemkab Lampung Selatan dan anggota Forkopimda hanya bersilaturahmi dengan Wakapolda,” ujar Nanang ditemui usai pertemuan itu.

Hanya saja kata Nanang, dalam pertemuan itu, Wakapolda Lampung meminta jajaran Pemkab Lampung Selatan dan jajaran Forkopimda Lampung Selatan untuk bersama-sama menekan laju penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Iya, tadi Wakapolda sempat membahas Covid-19. Kita diminta untuk turun dari mulai tingkat kabupaten hingga ke desa-desa untuk menekan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Nanang mengatakan, salah upaya pihaknya untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan meningkatkan sosialisasi ke desa-desa hingga ke tingkat RT.

“Seluruh kepala desa juga sudah kita panggil untuk meningkatkan kembali tim gugus tugasnya. Selain itu kita juga terus mengedukasi masyarakat untuk disiplin menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan),” imbuh Nanang.(Red)

Pemprov Lampung Gelar Rakor Antar Lembaga Bahas Rencana Operasional Penegakan Hukum Adaptasi Kebiasaan Baru

Bandar Lampung, mediarepublika.com — Pemprov Lampung menggelar Rapat Koordinasi Antar Lembaga membahas Rencana Operasional Penegakan Hukum Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, di Ruang Rapat Posko Satgas Penanganan Covid-19, Ruang Abung Balai Keratun, Rabu (20/01).

Turut hadir Asisten bidang Pemerintahan & Kesra, Forkopimda, Kadis Kesehatan, Kepala BPBD, Kaban Kesbangpol, Kasat Pol. PP, Plt. Karo Hukum, serta Instansi terkait lainnya.

Di dalam rapat, Asisten bidang Pemerintahan & Kesra memaparkan Perda Nomor 3 Tahun 2020 bahwa, pengertian Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 adalah penyelenggaraan aktivitas sehari-hari mencakup aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat dalam mendukung masyarakat produktif dan aman Covid-19. Protokol Kesehatan adalah langkah-langkah dan tata cara penanganan kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Asisten bidang Pemerintahan & Kesra mengatakan, tujuan Perda Nomor 3 Tahun 2020 adalah untuk memberikan arahan dalam tahapan penanganan Covid-19 di daerah, meningkatkan koordinasi dan harmonisasi antara pemerintah dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19, dan meningkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam penerapan protokol kebiasaan baru secara terintegrasi dan efektif. (Red)

Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di Taman BMW Sport Center Menggala Tulangbawang

Menggala, — Bupati Tulangbawang Winarti menempatkan generasi milenial dalam pelantikan 53 pejabat eselon III dan IV di lingkup pemkab setempat, Rabu 20 Januari 2021.

Dalam pelantikan tersebut pejabat yang dilantik diwajibkan menanam pohon nangka dan sukun di Taman BMW Sport Center yang menjadi lokasi pelantikan.

Pejabat-pejabat muda tersebut ditempatkan di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) strategis. Para pejabat yang dilantik sebagai promosi jabatan.

“Dalam pelantikan ini saya mengutamakan 50 persen pejabat muda untuk membantu saya menyukseskan 25 program BMW. Tapi, saya juga tetap memberikan kesempatan kepada pejabat senior yang memiliki kemampuan dan kinerja yang baik,” ujar Winarti.

Winarti mengatakan pelantikan 53 pejabat administrator dan pengawas tersebut melalui proses pengkajian dan penilaian tim. Pejabat yang terpilih dinilai mampu untuk menjalankan tugas yang diamanahkan.

“Sekarang tidak usah bertanya mengapa saya dipindah. Pelantikan ini selain penyegaran dan rotasi jabatan juga sebagai promosi  jabatan terhadap pejabat yang dinilai memiliki kemampuan untuk bekerja menyukseskan pembangunan di kabupaten ini,” kata dia.

Dia berharap pejabat yang baru dilantik dapat secepatnya menyesuaikan diri di lingkungan kerja baru. Tugas utama adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Bekerjalah sesuai regulasi dan tetap patuh dengan pimpinan. Sukseskan 25 program BMW sampai akar rumput. Saya mau masyarakat tersenyum merasakan program pembangunan yang dilakukan,” kata dia

Winarti menegaskan pelantikan tersebut bukan pelantikan terakhir. Pelantikan akan kembali dilakukan dalam waktu dekat. Dia menilai pelantikan gelombang kedua akan dilakukan lebih besar karena pelantikan hari itu baru 50 persen dari yang direncanakan.

“Di kabupaten ini banyak pejabat yang menjabat lebih dari lima tahun. Saya menilai ini kurang baik dan harus dilakukan penyegaran. Untuk menyiapkan pelantikan kedua pada tahun ini tim masih bekerja untuk melakukan penilaian dan saya akan memilih pejabat yang mau bekerja bukan diam di zona aman,” ujarnya.

Pejabat yang dilantik diantaranya, Kabag Organisasi Susilawati, Kabag Administrasi Pembangunan, Suandri, Sekretaris Dinas Perdagangan, Maya Safitri, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Andin Budiman.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ferdi, Sekretaris BPKAD, Aria Ganesha Sekretaris Bappeda, Sisilia Novitasarie, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman, Rumiyati, Sektaris Dinas Pertanian, Rina Kusumawardani, Sekretaris dinas Perhubungan, Ivan Septianto.

Selanjutnya, Kabid Binamarga, Kheriansyah, Kabid Ciptakarya, Abdul Latif, Kabid Tata Ruang Fachmi Laxemana dan Kabid Anggaran BPKAD, Hendra dan Sekretaris Kecamatam Gedung Meneng, Romadh Susanto.

Gubernur Arinal Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Serta Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Provinsi Lampung

Bandar Lampung, mediarepublika.com — Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Serta Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Provinsi Lampung bersama Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, bertempat di Gedung Pusiban, Selasa (19/01).

Pada bulan Desember lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan 5 Instruksi untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 secara nasional. Pertama, vaksin Covid-19 diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali.

Kedua, seluruh jajaran kabinet, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021. Ketiga, Menteri Keuangan agar memprioritaskan dan merelokasi anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis.

Keempat, Presiden akan menjadi yang pertama mendapat vaksin Covid-19. Tujuannya untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman. Kelima, meminta masyarakat untuk terus menjalankan disiplin 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19 secara nasional, Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan Rapat Koordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Adapun vaksinasi Covid-19 tersebut bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan tingkat kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktifitas serta meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Gubernur Arinal mengatakan, Provinsi Lampung sudah melaksanakan Kick Off Vaksinasi Covid-19 di RSUAM pada tanggal 14 Januari 2021 dengan dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi, Polri, TNI, DPRD, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPOM, Unsur Keagamaan, dan Perguruan Tinggi.

Terkait kesiapan pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Lampung, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa jumlah vaksin yang telah diterima Lampung (pada 4 Januari 2021) sebanyak 40.520 single dosis. Vaksin tahap kedua dijadwalkan akan tiba pada 20-21 Januari dengan jumlah 31.560 dosis.

Sebanyak 311 Puskesmas dan 25 Rumah Sakit di Provinsi Lampung telah disiapkan dan terinput di aplikasi P-Care sebagai pemberi layanan vaksinasi. Gubernur menambahkan, sampai dengan saat ini telah dilatih 1000 orang Tenaga Kesehatan dan jumlahnya masih akan terus bertambah.

Dalam arahannya, Gubernur mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung untuk menyiapkan sarana isolasi/karantina, memantau pelaksanaan tim monitoring bagi petugas kesehatan (Surveilans Puskesmas dan RS).

“Juga siapkan tenaga kesehatan yang rutin memantau perkembangan dan alokasikan dana operasional untuk obat, vitamin, makan minum dan lain-lain bagi kasus konfirmasi tanpa gejala yang sedang melakukan isolasi di sarana isolasi yang disiapkan Pemerintah Daerah,” ujar Gubernur.

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Perkuat Koordinasi dengan Polresta Bandar Lampung

Lapas Narkotika Kelas II A Bandar Lampung melakukan kunjungan ke Polresta Bandar Lampung, hal ini dalam rangka koordinasi antar aparat penegak hukum pada Selasa, 19 Januari 2020.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung Kunrat Kasmiri mengungkapkan akan terus meningkatkan sinergitas antar lembaga khususnya aparat penegak hukum.

“Izin pak Kapolres, sesuai dengan arahan Dirjen Permasyarakatan bahwa kami di Lembaga Pemasyarakatan harus terus melakukan dekteksi dini serta koordinasi antar aparat, oleh sebab itu kami mohon bantuannya agar kedepan komunikasi menjadi semakin baik,”ungkapnya di Ruang Kerja Kapolresta Bandar Lampung.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Kalapas Narkotika Bandar Lampung juga menjelaskan akan terus mendukung pihak kepolisian dalam hal pengembangan kasus.

“InsyaAllah pak kalo kita koordinasi kami tidak memmpersulit, pasti kami memberikan yang terbaik, karena pengembangan itu perlu pak,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengapresiasi kunjungan dari Kalapas Narkotika Bandar Lampung dan berharap menjadi awal yang baik untuk koordinasi kedepannya.

“Terimakasih Pak Kalapas atas kunjungannya. Kalau Lapas Narkoba memang harus koordinasi dengan ketat, karena kalau pengembangan itu kami hanya punya waktu hitungan menit,”ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut Kalapas Narkotika Bandar Lampung didampingi oleh Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Bandar Lampung Farizal Antony yang juga menuturkan bahwa akan mendukung koordinasi yang baik kedepannya.

“Mohon izin Pak, sebelumnya kami sudah koordinasi dengan Kasat (Narkoba Polresta Bandar Lampung), kalo memang dibutuhkan kami siap 24 jam,”tutupnya.(*)

Kasrem 043/Gatam Terima Audiensi HMI Sumbagsel

Bandar Lampung 19/01/2021, Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Inf Dwi Endrosasongko S.Sos. Mewakili Komandan Korem 043/Gatam, terima Audiensi Himpunan Mahasiswa Indonesia wilayah Sumatera Bagian Selatan bertempat di ruang kerja Kasrem 043/Gatam Jalan Tengku Umar Kelurahan Penengahan Bandar Lampung.

Kedatangan rombongan Himpunan Mahasiswa Indonesia Sumatera Bagian Selatan ini dipimpin oleh Adrian Soedrajad Sekjend BADKO HMI Sumbagsel didampingi oleh Raihan Asraf Ketua Bidang Eksternal BADKO.

Adapun tujuan dari kedatangan pengurus HM I Sumbagsel ini adalah melaksanakan perkenalan sekaligus Silaturahmi kepada para pejabat Korem 043/ Gatam, serta menyampaikan rencana kegiatan Milad HMI yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2021 ini.

Mewakili Komandan Korem 043/Gatam, Kasrem menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada perwakilan HMI Sumbagsel yang sudah menyempatkan waktu bersilaturahmi dan melihat langsung Makorem 043/Gatam dan sangat menyambut baik rencana pelaksanaan Milad HMI ini dalam rangka membantu dan mendukung pemerintah dalam bidang Intelektualitas diwilyah provinsi Lampung Khususnya.

Hadir dan Turut mendampingi Kasrem, Kepala Seksi Teritorial Letkol Kav Thomas Rudyanto S.H, Kepala Penerangan Korem 043/ Gatam Mayor Inf Joko Warsito.

Mingrum Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin, Wagub Batal Gegara HB Turun

Ketua DPRD Lampung Mingrum menjadi pertama yang disuntik vaksin Covid-19 Sinovac pada kickoff di aula RSUDAM Lampung, Kamis (14/1). Dirinya menggantikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang HB-nya (Hemoglobin) rendah, sehingga harus ditunda dalam mengikuti vaksinasi Covid-19 Lampung.

“Alhamdulillah sehat-sehat saja, tidak ada masalah. Tadi di-screening dulu dan ditanyakan tentang kesehatan seperti asma, DBD, jantung, alhamdulillah saya normal jadi bisa saja,” ujarnya, Kamis (14/1).

Dirinya mengaku tidak mengalami masalah dan kendala pasca disuntik vaksin Sinovac. “Jadi setelah divaksin ini saya tetap ngantor dan tidak ada masalah pasca divaksin, malah lebih segar,” ucapnya.

Senada disampaikan Sekretaria Provinsi (Sekprov) Lampung Fahrizal Darminto. Ia mengatakan penyuntikan vaksin yang dilakukannya terasa seperti digigit semut kecil.

“Tidak terasa, saya sudah 20 menit juga mendapat vaksin ini dan tidak terasa apa-apa. Tidak ada gejalanya, dan pesan saya setelah kita divaksin InsyaAllah masyarakat menjadi paham,” ungkapnya.

Karena menurut Fahrizal, Allah SWT yang memberikan kesehatan, harapannya pihaknya terus berusaha dan berikhtiar. “Masyarakat jangan takut, kalau takut bisa tanya saya seperti apa rasanya kepada saya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana menuturkan, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim awalnya diajukan menjadi orang pertama yang akan menerima vaksinasi, namun lantaran sedang sakit Wagub gagal mendapatkan vaksinasi dan digantikan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay.

“Beliau (Wagub, red) dalam keadaan tidak sehat. Kemarin konfirmasi HB-nya di bawah 10, jadi tidak diperkenankan dulu dan ditunda,” ujarnya di RSUDAM, Kamis (14/1).

Dijelaskan, vaksin tahap awal yang digunakan untuk Lampung adalah Sinovac. Vaksin tersebut diperuntukkan kepada calon penerima yang dinyatakan sehat dan dalam kondisi badan yang fit.

“Jika nanti kondisi beliau sudah membaik dan sehat maka bisa mengikuti vaksinasi tahap selanjutnya. Nantikan masih ada untuk TNI, Polri, guru, dan untuk masyarakat juga,” tuturnya.

Terpantau usai kickoff para peserta keluar aula untuk mendapat pengarahan. Kemudian melakukan pendaftaran di meja satu, lalu di-skrining di meja dua, kemudian malakukan proses penyuntikan di meja tiga, dan terkahir observasi.

Di mana, yang bertugas menyuntikan vaksin ke penerima vaksin yaitu Kabid P2P Dinkes Lampung dr. Lusi Darmayanti. Ia mengaku telah biasa menyuntik, namun jika harus disuntuk dirinya mengaku masih sedikit takut.

“Tapi tadi kata Bu Bupati Tulangbawang dan Tanggamus tidak sakit. Prinsipnya saat disuntik rileks biar gak sakit, kalau tegang sakit. Kita juga yang bertugas harus cekatan,” ujarnya.

Ia pun mengaku sempat harus meminta maaf berkali-kali saat hendak menyuntik Kadiskes Lampung, lantaran yang bersangkutan tidak pernah disuntik. “Seperti saat nyuntik Bu kadiskes saya minta maaf berkali-kali. Maaf ya bun maaf. Karena bunda gak pernah suntik,” ucapnya.