Gubernur Arinal Pimpin Rapat Pembahasan BUMDes Sebagai Badan Penggerak Tumbuhnya Usaha di Desa Untuk Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan bahwa Lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan wahana bagi Pemerintah Desa, untuk mengelola sumber daya alam dan bidang produksi yang penting bagi desa. Adapun, tujuan BUMDes dibentuk adalah untuk melembagakan ekonomi desa, agar lebih sistematis, efisien, efektif, berdaya guna, dan berdaya saing.

“Melalui BUMDes, kesempatan untuk menggerakkan perekonomian desa menjadi semakin terbuka, dengan keleluasaan mengembangkan usaha-usaha berbasis potensi yang dimiliki masyarakat maupun potensi desa itu sendiri. Berdirinya BUMDes juga untuk menggali dan mengoptimalkan potensi wirausaha desa,” papar Gubernur saat melakukan Rapat Pembahasan BUMDes sebagai badan penggerak tumbuhnya usaha di desa untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan, di Rumah Makan Rumah Kayu, Senin (06/02/2023).

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung dan mendorong, agar lembaga ekonomi desa (BUMDes) mampu berperan efektif sebagai lokomotif baru bagi kegiatan perekonomian warga desa.

“Lahirnya BUMDes diharapkan mampu menggerakkan mesin ekonomi di perdesaan untuk bersama-sama maju dengan unit-unit usaha milik warga yang sudah ada maupun yang baru,” ucap Gubernur.

Gubernur juga memaparkan bahwa, di Provinsi Lampung setidaknya ada 2.188 BUMDes yang aktif, dan ada 57 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Mayoritas usahanya, antara lain, budidaya ternak, jual-beli hasil bumi dan saprodi, lembaga keuangan mikro (simpan-pinjam), jasa penyewaan, perdagangan, distributor, ritel, serta usaha pariwisata lokal. Dampak positifnya sekarang terasa. Lapangan kerja baru ada di desa, pendapatan masyarakat meningkat, dan aktivitas perekonomian di desa semakin bergeliat.

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi, dari misi kelima Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu Membangun Kekuatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pertanian dan Wilayah Perdesaan yang Seimbang Dengan Wilayah Perkotaan.

Salah satu agenda utama Pemerintah Provinsi Lampung adalah Smart Village atau Desa Cerdas Berbasis Digital. Jumlah desa yang sudah menggunakan program Smart Village sebanyak 1.763 desa dari 2.446 desa atau 72 % dari seluruh desa se-Provinsi Lampung.

Kemudian sebagai bagian dari program Desa Cerdas (Smart Village), Pemerintah Provinsi Lampung juga mengembangkan ekonomi digital di desa melalui BUMDes. Salah satunya adalah, mengembangkan ELEKTRONIK SAMSAT DESA (e-SAMDES). E-Samdes merupakan program yang diintegrasikan dengan BUMDes, untuk menjadi agen pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Pengembangan e-Samdes ini merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Lampung dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, Bank Lampung, dan PT Jasa Raharja (persero). Manfaatnya sekarang sudah dirasakan masyarakat. Para wajib pajak cukup datang ke BUMDes terdekat. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke ibukota kabupaten untuk bayar pajak,” ujar Gubernur.

Melalui terobosan tersebut, pada peringatan hari BUMDes Nasional di Bintan Kepulauan Riau, Rabu, 2 Februari 2023 lalu, Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, memberikan penghargaan Lencana Abdi Ekonomi Desa kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, sebagai tanda Komitmen dan Kerja Keras dalam Membina Inovasi Pelayanan BUMDes Melalui Elektronik Samsat Desa. E-Samdes dinilai sebagai terobosan inovatif, yang dampaknya signifikan bagi masyarakat termasuk meningkatkan kesadaran wajib pajak.

Lebih jauh, secara makro, menurut Gubernur, strategi pembangunan daerah yang digerakkan dari pedesaan ini terbukti hasilnya positif. Hal tersebut terbukti dengan kesenjangan yang ditunjukkan dengan rasio gini (Gini Ratio) Provinsi Lampung menunjukan trend yang menurun, dari 0,320 pada akhir 2019, menjadi 0,313 pada akhir 2022, atau lebih rendah (lebih baik) dari rata-rata Nasional (0,381) yang menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di Provinsi Lampung cukup rendah.

Indikator lainnya, angka kemiskinan Provinsi Lampung menurun signifikan, dari 12,62% per Maret 2021, menjadi 11,57% pada September 2022. Termasuk indikator pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang berhasil menempati peringkat pertama terbaik Nasional dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan II 2022 sebesar 9,12%. Tingkat inflasi Provinsi Lampung juga terkendali, yaitu 5,51% sampai Desember 2022.

Selama kurun waktu 2017-2022, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung juga selalu lebih baik dan lebih rendah dibanding TPT Nasional. Pada Agustus 2022, TPT Provinsi Lampung sebesar 4,52% di bawah Nasional (5,86%). Termasuk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung, sejak 2018 sampai 2022 juga terus meningkat, dan tahun 2022 lalu IPM Lampung sudah berstatus Tinggi, yaitu sebesar 70,45, hal tersebut menunjukkan pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian di Provinsi Lampung semakin membaik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Dr. Zaidirina, S.E,M.Si menyampaikan bahwa beberapa hal membuat program Gubernur Arinal memperoleh Penghargaan dari pemerintah pusat yakni, yang pertama program smart village di Lampung adalah yang terbanyak di Indonesia, yakni sejumlah 1.763 desa atau sebesar 72%.

“Kemudian program E-Samdes yang di gagas Pak Gubernur berbeda dengan Provinsi lain, disana walau pembayaran dilakukan di desa tapi ambil bukti setor dan STNK tetap harus ke Samsat, Program pak Gubernur tidak demikian, semua administrasi dan pengambilan STNK semua selesai di BUMDes, jadi tidak kerja dua kali,” tuturnya

Usai kegiatan, Gubernur Lampung juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan sejumlah Pimpinan Redaksi serta awak media di Provinsi Lampung. Dialog dimoderatori oleh Nanang Trenggono dan diikuti oleh beberapa Kepala OPD terkait Pembahasan BUMDes sebagai badan penggerak tumbuhnya usaha di desa untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan.

BUPATI PESAWARAN LANTIK KEPALA DESA TERPILIH DI KECAMATAN PUNDUH PEDADA DAN KECAMATAN MARGA PUNDUH

Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona lantik 3 Kepala Desa di Kecamatan Punduh Pedada dan 2 Kepala Desa di Kecamatan Marga Punduh Hasil Pilkades Serentak se-Kabupaten Pesawaran Tahun 2022 di Kantor Camat setempat, Senin, (06 Februari 2023) .

Dendi mengatakan Berbagai tahapan pilkades sebagai perwujudan demokrasi masyarakat Desa telah dilaksanakan dengan tertib, lancar dan aman. Meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada kekurangan ataupun kendala, tetapi masih dalam ambang kewajaran proses Demokrasi.

Bupati mengajak seluruh Kepala Desa terpilih dan yang baru dilantik untuk tidak hanyut pada uforia kemenangan saja, akan tetapi setelah pelantikan ini bapak/ibu Kepala Desa segera melaksanakan tugasnya yang disesuaikan dengan RPJMDes yang memuat visi-misi, tujuan, strategi, kebijakan dan program yang disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan.

Lebih lanjut, Dendi  menekankan kepada para Kepala Desa agar segera melakukan penyatuan dan eratkan kembali masyarakat serta tidak boleh membeda-bedakan antara yang memilih Saudara dan yang tidak. Bermitralah dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk kemajuan dan pembangunan Desa serta ciptakan inovasi untuk membawa perubahan Desa menjadi lebih baik dalam kurun waktu 6 tahun ke depan.

Dendi  pun menegaskan Kades tak boleh risih terhadap keluhan warga. “Pada era keterbukaan informasi saat ini, Kepala Desa tidak boleh risih terhadap keluhan atau pertanyaan warga mengenai penyelenggaraan pemerintahan Desa. Saudara harus responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan warga desa dan selalu berkonsultasi kepada Camat apabila terdapat permasalahan di Desa ataupun hal-hal lain yang memerlukan petunjuk lebih lanjut,” tegasnya.

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur Sampai Ke New York

Pekan Mode New York atau New York Fashion Week adalah salah satu dari empat besar pekan mode yang diselenggarakan di seluruh dunia bersama Pekan Mode Paris, London, dan Milan.

Pekan Mode New York diselenggarakan pada bulan Februari dan September setiap tahunnya di New York City, Amerika Serikat. Pekan mode yang awalnya disebut “Press Week” ini mulai diselenggarakan tahun 1943 saat Perang Dunia II sedang meletus.

Kini Pekan Mode New York telah menjadi kiblat pada mode dunia di samping Paris, London, dan Milan. Ke Pekan Mode New York itulah Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona K., S.T.,M.Tr.I.P., membawa sulam jelujur dari Kabupaten Pesawaran terbang tinggi pada 11 September 2022.

“Pemerintah Daerah Pesawaran mengenalkan produk kerajinan sulam jelujur pada event Indonesia Fashion Week di New York dengan tema Sang Dewi,” kata Bupati Dendi dengan bangga di depan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 di Kantor PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dendi terpilih menerima anugerah tersebut.

“Sang Dewi adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin sulam jelujur Pesawaran di Desa Sungai Langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan yang tangguh dalam menghadapi sebuah kondisi dan keadaan yang mereka alami. Para wanita itu menjadi simbol sang dewi,” jelas Bupati.

Saat tampil di Pekan Mode New York itu desainer Ariesmansyah membawa 12 desain sulam jelujur dengan tema Sang Dewi. Saat tampil di depan Tim Juri, Bupati Dendi mengajak Ariesmansyah ikut serta bersama stafnya. Dendi juga memamerkan sejumlah produk sulam jelujur di depan juri.

Sulam jelujur terus terbang tinggi. Usai Pekan Mode New York, sulam jelujur dipamerkan di Ocean City Gift Expo di Washington DC, lalu ikut tampil di panggung Dubai Fashion Week.

Sulam jelujur mulai tampil di panggung di dunia internasional sejak tahun 2018. “Tahun 2018 ada kerja sama dengan Negara Belanda berkaitan dengan sulam jelujur. Motif sulam jelujur dipajang di Bandara Internasional Netherlands, Museum Tektile Netherlands, dan Stasiun Metrohal Netherlands,” kata Bupati Dendi.

Lalu, tahun 2019 sulam jelujur ditampilkan di Kedubes RI di Afrika Selatan untuk pameran dan fashion show. Tahun 2021 ikut serta dalam beberapa pameran yakni Lampung Craft, Innacraft, dan Bali TTI Expo.

Sulam jelujur sebetulnya bukan khas Pesawaran dan Lampung pada umumnya. Kain khas Lampung adalah Tapis Lampung. Dedi mengungkapkan penemuan sulam jelujur terjadi secara kebetulan tahun 2017.

“Saat bertamu di rumah warga, ada telapak meja dan hiasan dinding yang menarik. Ternyata itu sulam jelujur,” ungkap Bupati Dendi. Sulam jelujur dibawa oleh transmigran dari Jawa ke Pesawaran tahun 1905.

Keterampilan membuat sulam jelujur dipertahankan terus oleh keturunan transmigran dari Jawa itu terutama di Desa Sungailangka, Kecamatan Gedongtataan. Kerajinan itu hanya digunakan sebagai pajangan atau hiasan rumah.

Setelah digali, ternyata ada narasi yang besar di balik sulam jelujur itu. Motif-motifnya mengandung pesan filosofi atau kearifan yang luar biasa. Juga ada motif yang mengisahkan perjalanan transmigran dari Jawa ke Pesawaran, yaitu motif kapal dan jung, yaitu alat transportasi laut yang diperkirakan membawa transmigran dari Jawa ke Lampung, khususnya Pesawaran pada masa lalu.

Tiap motif memiliki makna atau filosofi. Misalnya, motif Bintang Pak mempunyai makna kita harus menjadi terang bagi orang yang ada di sekeliling kita. Bila ingin dihormati dan dimuliakan orang, maka hormatilah dan muliakan orang lain lebih dahulu.

Dengan visi jauh ke depan Bupati Dendi memutuskan untuk mengembangkan sulam jelujur menjadi salah satu kekhasan Pesawaran. Ia mendorong melakukan pembinaan dan pengembangan hingga diversifikasi produk dari kerajinan sulam jelujur itu melalui Dekranasda Kabupaten Pesawaran.

Upaya mengembangkan sulam jelujur mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Yayasan Cinta Tenun Indonesia (CTI) dengan memberikan pembinaan-pembinaan yang intensif.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyediakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Rumah Galeri Sulam Jelujur yang dapat digunakan oleh para pengrajin di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, yang jadi sentra sulam jelujur.

Tidak hanya memproduksi sulam jelujur, Pemerintah Kabupaten juga membuka pasarnya. Misalnya ikut pameran di tingkat nasional dan internasional.

Lalu bagaimana sulam jelujur di Pesawaran sendiri? “Saat ini saya mewajibkan hotel-hotel di Pesawaran untuk menggunakan sulam jelujur untuk home decoration, table runner, bed runner, true sofa, pouch bag, kotak tisu, dll,” kata Bupati.

Dan, puncaknya wastra sulam jelujur hadir di pekan mode bergengsi dunia, yakni Pekan Mode New York, pekan mode pertama yang diselenggarakan di dunia dan menjadi salah satu pekan mode dunia yang jadi acuan mode di samping Paris, London, dan Milan.

Aduan Ke 110, Polsek Teluk Betung Selatan Tangkap 3 Pelaku Judi Kartu Remi

Bandar Lampung – Merespon pengaduan masyarakat melalui Hot Line 110 Polresta Bandar Lampung, Kepolisian Sektor Teluk Betung Selatan Polresta Bandar Lampung Polda Lampung menggerebek sebuah rumah yang terletak di Jalan Yos Sudarso Gang Azmi Kelurahan Sukaraja Bumi Waras Bandar Lampung, Kamis (02/01/2023) malam.

Penggerbekan yang dilakukan oleh Jajaran Polsek Telul Betung Selatan berdasarkan informasi yang diberikan oleh masyarakat melalui hot line 110 bahwa rumah tersebut sering dijadikan tempat perjudian.

Kapolsek Teluk Betung Selatan Kompol Adit Priyanto, SH, S.Ik,M.M., mewakili Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K, M.M., Sabtu (04/02/2023) mengatakan, bahwa dalam penggerbekan tersebut jajarannya berhasil mengamankan 3 (tiga) orang pelaku perjudian.

“Informasi kami terima dari Piket Command Center Polresta Bandar Lampung terkait pengaduan tersebut, dan benar setelah kita lakukan penyelidikan dan kami berhasil mengamankan 3 orang pelaku judi berikut barang bukti” ucap Kompol Adit.

Ketiga pelaku tersebut yaitu AL (78) warga Gang Azmi Bumi waras, ES (65) warga jalan RE Martadinata Perwata dan MY (70) warga Raja Basa Raya Bandar Lampung.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu uang taruhan sebesar Rp. 220.000,- (dua ratus dua puluh ribu rupiah) dan 2 (dua) set Kartu Remi warna merah dan biru.

“Tersangka AL (78) ini pemilik rumah tempat mereka berjudi, dan mereka sering main judi di situ” Ucap Kompol Adit.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Wahrul Fauzi Silalahi Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung Jadi Narasumber Diskusi KAHMI Soal Sengketa Tanah

Mejelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Lampung kembali menggelar diskusi rutin bertempat di Kantor KAHMI Lampung pada Jumat (4/2/2023).

Betemakan Mengurai Polemik Program PTS di Lampung, Solusi atau Ilusi?

Hadir dalam diskusi tersebut sebagai Keynote Speaker Anggota DPD RI sekaligus anggota Presidium KAHMI Lampung Ahmad Bastian SY.

Dengan narasumber Dadat Dariatna Kepala Kanwil BPN Provinsi Lampung diwakili Andi Lubis Kepala Bidang Survey Pemetaan, Wirahadikusumah Ketua PWI Lampung, dan Wahrul Fauzi Silalahi Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung.

Kemudian Praktisi Hukum dan Notaris sekaligus Bendahara KAHMI Lampung Reza Berawi dan di moderatori Direktur LBH Bandar Lampung Sumaindra Jarwadi, dan hadir pula perwakilan dari Pokmas PTSL se-Bandar Lampung.

Menurut Ahmad Bastian diskusi rutin ini adalah tradisi KAHMI sebagai upaya terus menjaga daya kritis Anggota KAHMI sebagai mantan aktivis di HMI saat dulu menjadi Mahasiswa.

“Berkaitan dengan program PTSL sebagai Anggota DPD RI tentu mengapresiasi upaya KAHMI Lampung dalam mengadvokasi persoalan sosial kemasyarakatan. PTSL lahir dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 yang juga masuk ke dalam program Nawacita Presiden Jokowi,”

Sementara itu, Koordinator Presidium KAHMI Lampung Abi Hasan Mu’an menyatakan jika BPN berniat baik untuk menyelesaikan carut marutnya persoalan program PTSL di Lampung dapat dilakukan dengan membentuk Tim Mediasi. Yang sifatnya untuk mengurai persoalan dan bukan untuk menghakimi dan menyalahkan semua pihak.

“Jika mau mengurai persoalan PTSL, saya merekomendasikan BPN jika memang berniat menyelesaikan persoalan PTSL mari semua unsur masyarakat baik dari Ormas, Pokmas PTSL, Pemeritahan, Pers dan seluruh stakeholder bersama BPN menbentuk tim mediasi,” ucapnya.

Menggapai itu perwakilan BPN Andi, pada perinsipnyab terkait tunggakan PTSL 1400 ini siapa pun pejabatnya harus menyelesaikannya.

“Makanya dokumen-dokumen ini harus benar-benar ada, siapa pun pejabatnya. Saya minta maaf kalau pelayanan kami belum tuntas,” ucapnya.

Mewakili DPRD Provinsi komisi I Wahrul Fauzi Silalahi, sepakat dengan dengan program yang diajukan koor Presedium Kahmi Abi Hasan.

“Saya sepakat, untuk program-program penyelesaiannya, dan masukan dari ketua KAHMI tadi sangat baik. Kalau pun pokmas mau kepusat atau kemana, tapi sangat menarik masukan dari bang Abi untuk membuat waktu penyelesaian, dan kami siap untuk mengawal,” ucapnya.

Sementara Wirahadikusmah Ketua PWI Lampung menambahkan, persoalan ini terjadi bukan di Bandarlampung saja, namu di berbagai kabupaten juga terjadi.

“Karena ini persoalan ada di mana-mana dan korbannya sudah ribuan, maka saya berharap DPRD Provinsi membentuk pansus, untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi,” ucapnya.

Oknum PNS Dinkes Pesawaran Yang “Seruduk” Pedagang Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Bandarlampung, Oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan penganiayaan terhadap pedagang martabak resmi di laporkan ke Polisi, pada Jum’at (3/2/2023).

Korban atas nama Erwin melaporkan kasus penganiyaan tersebut ke Polsek Tanjung Karang Timur.

Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Doni Aryanto membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan korban.

Menurut Doni, korban melaporkan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum PNS yang berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran berinisial MI.

“Iya korban sudah laporan, terlapor juga sudah ke Polsek tadi. Terlapor berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran inisial MI,” kata Doni Aryanto saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Doni menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan penegakan hukum sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

“Diproses secara SOP dong. Kita tunggu hasil visum dari korban baru kita lakukan penyelidikan dan interogasi sesuai mekanisme penyelidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Doni mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui jabatan terlapor di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran.

“Jabatannya terlapor masih saya tanya ke penyidik, belum diperiksa baru di BAP hari ini. Nanti kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial oknum PNS melakukan penganiayaan terhadap pedagang di Jalan Gajah Mada, Kedamaian, kota Bandar Lampung.

Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat satu orang mengenakan seragam PNS marah-marah kepada salah satu pedagang sambil menenteng sebatang besi.

Penganiayaan tersebut diketahui terjadi pada Senin (30/1/2023) sore. Oknum PNS tersebut melakukan penganiayaan terhadap pedagang martabak bernama Erwin (30).

Oknum PNS tersebut terlihat menampar dan membenturkan kepalanya ke muka korban.

Polda Lampung dan Polres jajaran gelar Nobar serentak, pegelaran wayang kulit “Wahyu makutharama” secara virtual

Lampung Selatan,(Polda Lampung)— Polda Lampung dan Polres jajaran pada malam hari ini menggelar nonton bareng (Nobar) serentak, dalam budaya pagelaran wayang kulit Wahyu Makutharama, yang dilaksanakan secara virtual di Aula GSG Presisi Polda Lampung, Jumat (3/1/2023) malam.

Kegiatan nonton bareng wayang Kulit tersebut, dihadiri langsung oleh Kapolda lampung Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus S.ik.,M.Si.,M.M, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen pol Dr Umar Effendi S.IK.,M.Si, Pejabat Utama Polda Lampung, Jajaran forkopimda, Tokoh masyarakat, serta Komunitas Wayang.

Kegiatan nonton bareng ini dilaksanakan secara Online melalui link youtube pada channel Polri TV, yang telah disebarkan oleh Mabes Polri.

Kapolda Lampung Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus S.ik.,M.Si.,M.M, melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad S.H.,M.Si, mengatakan dalam Gelar budaya pagelaran wayang kulit ini dilaksanakan di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, jajaran pejabat Polri dan TNI lainnya turut menghadiri pagelaran ini.

“Kegiatan nonton bareng ini sebagai bentuk sinergitas TNI-POLRI dan Upaya melestarikan seni budaya Wayang Kulit sekaligus silaturahmi dengan Paguyuban / komunitas pecinta Wayang kulit yang ada di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Selain itu, kata Pandra dalam Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan sebagai wahana silaturahmi demi terciptanya komunikasi yang baik antar sesama elemen masyarakat, sekaligus untuk melestarikan budaya yang menjadi milik bersama bangsa Indonesia.

Masyarakat juga dapat mengakses atau melihat acara livenya melalui youtube Divhumas Polri atau Polri TV, pungkas Kabid Humas.

Dukung Percepatan PTSL, Sekda Thamrin Canangkan Pemasangan Patok Tanah Di Lampung Selatan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, S.Sos., M.M melakukan pemasangan tanda batas secara simbolis di lokasi pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) yang berlangsung di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, pada Jum’at (03/02/2023).

Gerakan yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam menyukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Terintegrasi Tahun 2023 ini, merupakan program dari Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia dan diselenggarakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan juga penyerahan patok batas secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan didampingi Kepala Kantor BPN/ATR Lampung Selatan Drs. Hotman Saragih kepada Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Bumi Restu Andi Hidayat di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas.

Nampak hadir, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati, S.H., M.H, Komandan Kodim 0421/LS Letkol Inf. Fajar Akhirudin serta jajaran anggota Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab. Lampung Selatan Eka Riantinawati dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Erdiansyah.

Kepala Kantor BPN/ATR Lampung Selatan Drs. Hotman Saragih menjelaskan, pencanangan Gemapatas merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat dalam memasang dan menjaga tanda batas tanah yang dimiliki.

Sehingga kedepan, dapat mencegah dan mengurangi adanya konflik atau sengketa batas tanah antar masyarakat. Kemudian, juga memudahkan proses pengukuran dalam mengurus sertifikat kepemilikan tanah.

“Khusus untuk Lampung Selatan pencanagan Gemapatas 1 juta patok untuk seluruh Indonsia, gerakan pertama di Lampung Selatan kita terapkan di Desa Bumi Restu sebanyak 900 patok bidang tanah. Kalau dihitung menjadi bidang tanah anggaplah menjadi 300 bidang tanah,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kabupaten Thamrin, S.Sos., M.M menyampaikan, gerakan tersebut merupakan momentum yang mempunyai dampak yang luar biasa. Apalagi, persoalan tanah dinilai sebagai salah satu hal yang paling mendasar bagi masyarakat.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar masyarakat dapat mengerti dan memahami pentingnya fugsi dari patok tanah. Bukan hanya sebagai batas dari luas tanah yang dimiliki, namun juga memudahkan dalam mengurus proses pembuatan sertifikat kepemilikan tanah.

“Kita sangat bersyukur Kementerian BPN/ATR memberikan perhatian besar terhadap persoalan tanah yang ada ditengah masyarakat. Gerakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pemerintah sebagai upaya menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memasang patok tanda batas,” jelasnya.

“Oleh karenanya ini menjadi sangat penting karena menjadi proteksi terhadap hak kepemilikan tanah masyarakat. Maka dari itu, setelah patok ini dipasang saya minta kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah agar segera membuatnya,” kata Thamrin.

Kembangkan Desa Wisata, Paluma Nusantara Dampingi 3 Desa di Lampung Selatan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paluma Nusantara Cabang Kabupaten Lampung Selatan siap melakukan pendampingan kepada 3 desa di Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka mengembangkan potensi desa wisata yang ada.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan Desa Wisata, antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan LSM Paluma Nusantara yang berlangsung di Pantai Sanggar, Kalianda, Jumat (03/02/2023).

Project Manager Tangguh Siap Paluma Nusantara Cabang Lampung Selatan, Nanang Priana mengatakan, dilaksanakannya FGD itu bertujuan mendiskusikan bagaimana bersinergi  untuk mengembangkan potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Untuk itu, mengenai pengembangan desa wisata kita mengundang stakeholder yang terkait dengan pariwisata dan stakeholder terkait lainnya. Kita undang untuk meminta masukan dalam rangka pengembangan desa wisata,” kata Nanang Priana ditemui usai acara.

Lebih lanjut Nanang Priana menyampaikan, pihaknya melakukan pendampingan di 3 desa wisata dari 2 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Kita dampingi di 3 desa wisata yaitu Desa Kunjir dan Sukaraja dari Kecamatan Rajabasa serta Desa Suak dari Kecamatan Sidomulyo. Mereka sudah melakukan pengembangan wisata tetapi meminta dukungan dari berbagai macam pihak terutama dari pemerintah daerah” ujarnya.

Nanang Priana berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat lebih bersinergi dalam pengembangan desa wisata. Sehingga kegiatan desa wisata dapat lebih berkembang.

“Sehingga Kabupaten Lampung Selatan yang berada di pintu gerbang Sumatera ini, kegiatan pariwisatanya akan jauh lebih berkembang dari daerah lain,”  pungkasnya.

Hadiri Pengajian Desa Karang Anyar, Bunda Winarni Pesan Untuk Lebih Waspada Dalam Mengawasi Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto menghadiri Pengajian di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung, Jum’at (03/02/2023).

Bertempat di Masjid Al-Mutaqqin Dusun II B Desa Karang Anyar Pengajian tersebut diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Jumat Kliwon yang juga dibarengi dengan peringatan Isro Mi’raj.

Hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Lampung Selatan Rosdiana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Yani Thamrin, Kepala Bagian Perekonomian Marlena, Kepala Desa Karang Anyar Sumanto.

Kepala Desa Karang Anyar Sumanto dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan.

Dirinya menyebutkan Desa Karang Anyar memiliki 17 dusun yang secara bergiliran mengadakan pengajian.

Selain itu, Sumanto menuturkan hampir terjadi penculikan di Desanya, tepatnya di Dusun II B. Namun, hal tersebut dapat digagalkan dengan warga sekitar.

“Kemarin hampir terjadi kasus penculikan di Dusun II B ini namun berkat perhatian dan sikapnya warga penculikan tersebut bisa digagalkan,” ungkap Sumanto.

Sementara, Ketua TP PKK Lampung Selatan Winarni, menyambut baik dengan diselenggarakan pengajian tersebut. Menurutnya, selain mendapatkan ilmu, pengajian tersebut juga sebagai ajang silaturahmi warga Desa Karang Anyar.

“Lewat ngaji seperti ini, kita dapet ilmu agama untuk pribadi dan keluarga kita selain itu ini jadi ajang mempererat silaturahmi antar warga Desa,” ucap Winarni.

Winarni juga mengapresiasi penampilan dari para remaja Hadroh yang turut berpartisipasi pada kegiatan pengajian tersebut. Menurutnya, mereka adalah generasi yang perlu diberikan pembinaan agar memiliki ilmu agama yang mumpuni untuk masa depan mereka.

“Saya apresiasi dengan para remaja hadroh ini adalah regenerasi untuk risma dan risma wati dan saya harap mereka dilibatkan dalam setiap kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Karang Anyar, Winarni berpesan agar waspada dan hati hati untuk selalu memperhatikan anak anak, agar tidak terjadi kejadian seperti itu lagi.

“Bapak ibu kita harus waspada dan berhati hati, anak anak diperhatikan di jaga agar tidak berinterkasi dengan orang yang tak dikenal,” ucapnya.

Pada kesempatan itu diserahkan juga bantuan dan santunan kepada para kaum Dhuafa dari Lazis NU yang diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto.