Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Pemberian Penghargaan ITSF

Jakarta, Media Republika – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi pemberian penghargaan terhadap insan pendidikan oleh Indonesia Toray Science Foundation (ITSF). Penghargaan ini merupakan ajang tahunan yang digelar ITSF untuk mengapresiasi para peneliti dan guru yang tercakup dalam Programme Science and Technology Award, Science and Technology Research Grant, dan Science Education Award.

“Sebuah kehormatan dapat hadir di sini untuk merayakan penghargaan atas inovasi, kolaborasi, dan mengejar keunggulan ilmiah. ITSF merupakan mitra yang stabil dalam upaya pemajuan sains dan teknologi di Indonesia. Kontribusi ITSF terhadap penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia mencerminkan visi bersama kami dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Jakarta, Kamis (30/1).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti menyoroti nilai penting dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurutnya, kemajuan sains dan teknologi tidak dapat dihindari dan menjadi pengaruh dalam pembentukan aspek hidup bermasyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) adalah salah satu pilar penting dari sistem pendidikan Indonesia.

“STEM bukan hanya sekadar kurikulum, namun juga tentang bagaimana membina guru untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran. Semakin inovatif dan adaptif guru kita, semakin kuat pula lingkungan belajar kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Menteri Mu’ti mengucapkan terima kasih kepada ITSF atas komitmennya dalam membina bakat dan mendorong inovasi para pendidik. “Selamat untuk seluruh penerima penghargaan, teruslah melahirkan ide-ide baru untuk kemajuan pendidikan dan masa depan Indonesia yang jauh lebih baik,” pungkas Menteri Mu’ti.

Pada acara tersebut, Menteri Mu’ti menyerahkan penghargaan pada kategori Sciene Education Award. Adapun sepuluh guru peraih penghargaan antara lain, Adryansyah Abraham, SMA Swasta Kristen Immanuel, Kalimantan Barat; Ayuk Ratna Puspaningsih, SMA Negeri Bali Mandara, Bali; Dewi Suryana, SMA Avicenna Cinere Depok, Jawa Barat; Haryanti, SMA Negeri 6 Palopo, Sulawesi Selatan; Herlina Tumiur Ritonga, SMP Negeri 1 Sidikalang, Sumatra Utara; Maisaroh, MTS Darul Fikri Ponorogo, Jawa Timur; Nurlela Ramadani Marpaung, SMA Negeri 2 Bandar, Sumatra Utara; Rachma Indah Kurnia, SMA Negeri Kedungadem, Jawa Timur; Risat Kasiang, SMA Negeri 6 Halmahera Utara, Maluku Utara, dan Tsaniyah Nur Kholifah, MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur. (Red)

Menkeu Sri Mulyani Ajak Lembaga Keuangan Dukung Program MBG

Jakarta, Media Republika – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja negara tahun 2025 yang direncanakan lebih dari Rp3.600 T akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan sesuai dengan prioritas Presiden Prabowo. Bahkan untuk mengoptimalkan pagu tersebut, saat ini sesuai instruksi Presiden tengah dilakukan penyesuaian anggaran belanja agar makin efisien.

“Tujuannya, agar birokrasi makin efisien dalam penggunaan uang negara APBN betul-betul bisa dinikmati masyarakat,” ungkap Menkeu dalam Acara BRI Microfinance Outlook di Tangerang pada Kamis (30/01).

Salah satu program yang menjadi prioritas penting Presiden adalah makan bergizi gratis (MBG). Saat ini telah dianggarkan Rp71 T untuk program yang menyasar anak Indonesia mendapat asupan gizi yang cukup sehingga mampu melakukan kegiatan belajar dengan baik.

“Ini adalah investasi penting dan investasi jangka panjang. Ini juga investasi yang membutuhkan anggaran yang luar biasa,” tandas Menkeu.

Adanya program MBG juga mejadi salah satu kesempatan yang bisa langsung dimanfaatkan oleh UMKM Indonesia. Kebutuhan mempersiapkan makanan hingga siap didistribusikan memberi ruang terbukanya lapangan kerja.

“Saya membayangkan efek pengalinya atau multiplier efeknya akan luar biasa. Kita tentu akan terus mendukung dari mulai Badan Gizi maupun kementerian lembaga lain yang bisa untuk terus juga menyesuaikan programnya yang menjaga program ini berjalan dengan baik dan menciptakan pemerataan dan tata kelolanya yang kuat,” ungkap Menkeu.

Untuk itu dalam acara tersebut, Menkeu berharap lembaga keuangan seperti perbankan dapat turut andil dalam menyukseskan program MBG. Hal ini juga telah dijelaskan Menkeu dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia agar lembaga keuangan mendukung program MBG. Dukungan lembaga keuangan dapat dilakukan melalui berbagai program pembiayaan.

“Apabila sebuah perusahaan telah mendapatkan purchasing order untuk makan bergizi gratis, dia seharusnya bisa mendapatkan kredit untuk bisa modal kerja maupun dari sisi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan itu” pungkas Menkeu. (Red)

Wamenkeu Anggito Sampaikan Strategis Penting Polri Dalam Menjaga Keuangan Negara

Jakarta, Media Republika – Sinergi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah terjalin untuk memastikan penegakan hukum di sektor keuangan negara. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu menghadiri Rapat Pimpinan POLRI 2025 di Jakarta pada Jumat (31/01).

“Sebagai lini terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyakarat, Polri memiliki peran strategis dalam penegakan hukum, termasuk di sektor keuangan negara,” ungkap Wamenkeu.

Dalam hal ini sinergi dilakukan melalui berbagai inisiatif, diantaranya Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan. Polri juga turut mendukung fungsi penegakan hukum yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Wamenkeu berharap, kerja sama sama yang baik antara Kemenkeu dan Polri dapat terus terjalin. Dengan demikian, keuangan negara dapat secara optimal mendukung agenda pembangunan.

“Harapannya, kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga kita dapat mencegah kebocoran penerimaan negara untuk mengoptimalkan sumber daya pembangunan, serta lebih siap mendukung berbagai program Asta Cita Presiden di bidang perekonomian,” pungkas Wamenkeu Anggito. (Red)

Presiden Prabowo Tekankan Peran Penting TNI – POLRI Dalam Menjaga Dan Menegakkan Eksistensi Kedaulatan Negara

Media Republika, – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga eksistensi dan menegakkan kedaulatan negara. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pengarahannya pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri Tahun 2025 yang digelar di The Tribrata, Jakarta, pada Kamis, 30 Januari 2025.

“TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, wujud dari eksistensi negara. Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Keputusan-Keputusan Presiden, peraturan-peraturan pemerintah, peraturan-peraturan Presiden, dan semua produk-produk dari pemerintahan tidak ada artinya kalau tidak ditegakkan,” ucap Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu negara terlihat dari bagaimana TNI dan Polri menjalankan tugasnya. Menurut Presiden, tentara dan polisi memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, sehingga jika kedua institusi ini gagal, maka negara itu pun bisa dikatakan gagal.

“Tentara dan polisi adalah bagian dari suatu negara yang memiliki suatu kekuasaan khusus. Tentara dan polisi diberi kekuasaan oleh negara untuk memegang monopoli fisik, monopoli senjata,” lanjut Presiden.

Selanjutnya, Presiden mengingatkan bahwa kekuasaan yang diberikan kepada TNI dan Polri merupakan amanah besar dari rakyat. Presiden menyebut, rakyat memercayakan kekuasaan TNI dan Polri dan berharap agar kedua institusi tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan pengabdian.

“Rakyat yang melengkapi saudara dari ujung kaki sampai ujung kepala, rakyat yang memberi makan kepada tentara dan polisi, dan rakyat memberi kuasa kepada tentara dan polisi untuk memegang monopoli senjata. Dan dengan kepercayaan yang demikian besar, dengan menyerahkan kekuasaan kepada saudara-saudara, diharapkan, dituntut dari saudara-saudara pengabdian yang setinggi-tingginya,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa jabatan dan pangkat yang diberikan kepada anggota TNI dan Polri bukan hanya sebuah penghormatan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan dengan pengorbanan besar. Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri harus siap menyerahkan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara.

“Pangkat yang saudara sandang, bintang yang saudara sandang, bintang yang ada di pundakmu, itu artinya adalah penghormatan dari rakyat. Penghormatan dari rakyat karena rakyat menyerahkan nasib keamanan mereka kepada saudara-saudara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa jabatan dan pangkat yang disandang oleh para perwira TNI dan Polri harus disertai dengan tanggung jawab yang besar, termasuk kesiapan untuk memberikan pengorbanan tanpa ragu demi negara.

“Rakyat menyerahkan perlindungan terhadap diri mereka, terhadap masa depan mereka dan masa depan seluruh bangsa di atas pundak saudara-saudara. Pangkat yang diberikan kepada saudara-saudara artinya rakyat mengerti bahwa pada saatnya bila diperlukan, saudara-saudara harus rela menyerahkan jiwa dan raga saudara tanpa ragu-ragu,” tegas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Red)

Polres Tulang Bawang Berkolaborasi Dengan PPI Gelar Khitanan Massal Gratis dan Pembagian Bansos

Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, berkolaborasi dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tulang Bawang menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa khitanan massal gratis dan pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak mampu yang ada di wilayah hukumnya.

Kegiatan bakti kesehatan berupa khitanan massal gratis dan pembagian bansos ini berlangsung hari Kamis (30/01/2025), pukul 08.00 WIB s/d selesai, di Kantor Sekretariat PPI Tulang Bawang, Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hari ini, kami dari Polres Tulang Bawang berkolaborasi dengan PPI Tulang Bawang menggelar bakti kesehatan berupa khitanan massal gratis dan pembagian bansos kepada masyarakat tidak mampu di Kantor Sekretariat PPI Tulang Bawang, Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan,” ucap Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, SIK, MH.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal gratis ini diikuti oleh 25 (dua puluh lima) peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan juga dibagikan bansos sebanyak 25 (dua puluh lima) paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Seluruh peserta khitanan massal gratis yang dilakukan Polres Tulang Bawang berkolaborasi dengan PPI Tulang Bawang juga mendapatkan bingkisan, yang diserahkan langsung oleh Kapolres Tulang Bawang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tulang Bawang, Ny. Citra Yuliansyah.

“Kegiatan khitanan massal gratis ini, dilakukan oleh personel Seksi Dokkes Polres Tulang Bawang yang dipimpin langsung oleh PS. Kasi Dokkes Polres Tulang Bawang, Aiptu Ns. Dwi Kurniawan, S.Kep, MH, bersama dengan mitra kesehatan Polres Tulang Bawang,” papar perwira Alumni Akpol 2006.

Kapolres menambahkan, bakti kesehatan berupa khitanan massal gratis dan pemberian bansos ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Polri Peduli Untuk Negeri yang dilakukan oleh Polres Tulang Bawang kepada masyarakat yang ada di wilayah hukumnya.

“Khitanan massal gratis merupakan bentuk kepedulian yang dilakukan oleh Polres Tulang Bawang dalam bidang kesehatan, sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya Polres Tulang Bawang, sehingga masyarakat akan semakin dekat dan cinta dengan institusi Polri,” imbuh perwira dengan melati dua dipundaknya.

Rumah Warga Kp. Pamekser Desa Batu Kuda Ambruk Akibat Diguyur Hujan Deras

Serang,Mediarepublika.com-Salah satu rumah warga di Kampung Pamekser, Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang ambruk akibat dilanda hujan lebat. Menurut infomasi yang didapat, peristiwa ambruknya rumah milik Aviah (65)  itu terjadi pada Kamis (30/01/2025) malam sekitar pukul 21:30. WIB.

 

“Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Mancak  yang disertai angin kencang, sehingga hal tersebut menjadi penyebab ambruknya rumah warga yang diperikan bangunan tersebut berusia 40 tahun lebih.

 

Menurut pengakuan Rohmat (menantu dari ibu Aviah) Rumah itu ambruk lantaran atap yang bocor lalu meresap ke tembok bangunan yang terbuat dari bata mentah sehingga tidak dapat menopang berat atap bangunan tetsebut”,ungkapnya

 

“Saat kejadian, Kami Sekeluarga sedang berada di ruangan depan. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya kerugian materiil saja”, imbuhnya

 

Sementara itu, Kepala desa Batu Kuda, Sabit, menegaskan bahwa pasca kejadian, petugas langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi sekaligus memberikan bantuan yang sifatnya kedaruratan. Seperti Pasir,Batu, Tenaga masyarakat dan lainnya.

 

Atas kejadian tersebut, Kepala Desa dengan dibantu  Babinsa bergotong royong dengan Masyarakat setempat Mebersihkan Puing-Puing Bangunan yang Berserakan.

 

“Kami sudah melakukan upaya membantu warga kami yang terkena musibah tersebut dan kami juga sedang melakukan upaya lain untuk menindak lanjuti adanya musibah ini kepada pihak-pihak terkait agar warga kami bisa segara mendapatkan bantuan perbaikan rumah yang layak”, puungkasnya

(Ibnu)

Pandangan Panri Situmorang : Mewaspadai Manuver Wakil Ketua KI dan Inkompetensi Plt. Kadiskominfo Banten

Banten,Mediarepublika.com- Opini,- Beberapa hari ini, media masa terutama online diramaikan oleh polemik antara Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Moch. Ojat Sudrajat (Ojat) dengan Sekdiskominfo Karna Wijaya terkait posisi Sekretaris Komisi Informasi Provinsi Banten menimbulkan kegaduhan dan mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Menurut pengamatan Panri Situmorang. S.H Praktisi Hukum, Hal itu semestinya tidak perlu terjadi, bila keduanya bersinergi dalam harmoni, guna melayani masyarakat sesuai tugas dan fungsi KI terutama penyelesaian sengketa informasi publik.

“Saya mengamati perilaku dan aktivitas Ojat sebelum menjadi komisioner KI, yang sering membuat ‘kegaduhan’ dengan mengkritisi para Pejabat Pemprov Banten, sejak jaman Gubernur Wahidin Halim dan berlanjut masa Pj. Gubernur Almuktabar,” Kata Panri Situmorang kepada media ini, Rabu (29/01/25).

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana sepak terjang Ojat yang mengkritisi Pj. Sekda Trenggono (saat itu) hampir setiap hari, dan (dugaan saya) membisiki Pj. Gubernur Almuktabar untuk menggantinya dengan Virgojanti yang berasal dari daerah (Lebak) yang sama dengan Ojat. Setelah Treggono digeser menjadi Inspektur Inspektorat Provinsi Banten dan Virgojanti ditunjuk menggantikannya menjadi Pj. Sekda, Ojat hampir tidak pernah mengkritisinya.
Menyorongkan Kabid PIKK jadi Sekretaris KI
Tampaknya manuver dan skenario yang sama, digunakan untuk menggeser Karna Wijaya dan menyorongkan pejabat lainnya, yang berdasarkan informasi. Ojat menggadang-gadang atau menyorongkan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kemitraan Komunikasi (Kabid PIKK) Diskominfosp Aat Subhan Syafaat.

“Hal tersebut sangat masuk akal dan kongruen dengan kasus penggantian Pj, Sekda tadi, menimbang, Pertama, selain sebagai Kabid PIKK, Aat Subhan Syafaat Adalah Pejabat Pengelola Teknis Kegiatan (PPTK) yang mengelola anggaran KI Milyaran Rupiah; Kedua, Aat Subhan Syafaat berasal dan satu daerah dengan Ojat, yakni sama-sama dari Rangkas Lebak;Ketiga, Aat Subhan Syafaat mungkin dianggap oleh Ojat, relatif mudah dikendalikan dibanding Karna Wijaya;Keempat, diduga ada deal tertentu antara Aat Subhan Syafaat dan Ojat dalam ‘mengelola’ KI dan bila hal ini benar, sangat membahayakan eksistensi dan kredibilitas KI ke depan. Oleh karenanya, KI harus diselamatkan dari potensi bahaya itu,” Ujar Panri.

Kemudian, Kekosongan jabatan sekretaris KI sepanjang bulan Januari ini, menjadi asumsi bahwa sepanjang bulan Januari pula tidak ada persidangan Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) yang notabene tugas pokok dan fungsi (Tusi) KI. Bila tidak melaksanakan Tusi KI, maka secara moral dan etik komisioner KI tidak berhak mendapat gaji merujuk jargon dunia kerja : ‘No Work, No Pay’, tidak ada kerja, tidak dapat gaji. penggunaan istilah ‘gaji’ bukan istilah ‘honorarium’ lebih tepat, karena kedua istilah itu sangat berbeda secara substantif. Gaji merujuk kepada kompensasi hasil kerja dengan besaran rupiah yang cukup besar dan sepadan dengan hasil kerja, sedangkan honorarium merujuk kepada sedikitnya nilai rupiah meski beban pekerjaan cukup berat karena terdapat nilai pengabdian (sukarela) didalamnya, sesuai dengan arti ‘honorarium’ yakni uang kehormatan.
Gaji Ketua Ki sekitar 30 jutaan rupiah, gaji Wakil Ketua KI (Ojat) 28 Jutaan dan gaji anggota KI lainnya 27 Jutaan. Suatu pendapatan yang sangat fantastik dan melampaui tunjangan kinerja pejabat eselon 2 serta sepuluh kali lipat dari para tukang sapu yang bekerja menyapu jalan setiap pagi dan sore selama 1 bulan di Pemkab Pandeglang dan Lebak. “Pertanyaannya, apakah gaji sebesar itu setimpal dengan pekerjaan para Komisioner KI yang hanya menyidangkan sengketa informasi ? sementara honor Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten hanya sepertiga dari gaji Komisioner KI. Hal ini menimbulkan ‘kecemburuan sosial’, padahal kedua Lembaga tersebut dibawah Pengampuan Diskominfo Banten,” Jelasnya.

Mengacu pada “Inkompetensi Plt. Kadiskominfo Banten”.
Kekisruhan sebagaimana diuraikan di atas, tidak akan terjadi, bila Plt, Kadiskominfo Nana Suryana peka dan cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan di KI. Kekisruhan ini untuk kedua kalinya, setelah yang pertama yakni kekosongan komisioner KI selama 7 bulan pada tahun 2024 yang lalu.
Permasalah pertama (kekosongan komisioner KI) terjadi karena Plt, Kadiskominfo tidak mampu mengkomunikasikan atau memediasi kepentingan Pemprov dan (Komisi 1) DPRD Banten saat itu, sehingga terjadi ‘tarik tambang’ kepentingan yang berlarut-larut hingga 7 bulan. Permasalahan kedua (kekisruhan KI), terjadi karena Plt. Kadiskominfo tidak peka terhadap potensi kekisruhan tersebut, yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal Januari 2025 atau bahkan sejak awal Desember 2024. Kepekaan itu diwujudkan dengan melaporkan, mengkomunikasikan dan mengkordinasikan perihal penunjukan Sekertaris KI kepada Pj. Gubernur, Pj,Sekda dan para Komisioner KI.
Selain kisruh KI, bila ditelisik ke belakang lagi, ada kekisruhan di awal tahun 2024, terkait penunjukan Vendor atau pihak ketiga dalam pengadaan barang/jasa infrastruktur jaringan internet di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), yang pernah dilaporkan oleh aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indoneisa (GMBI) Banten kepada inspektorat dan Perwakilan BPK Banten dengan dugaan (menurut laporan GMBI) ada gratifikasi dalam penunjukan vendor itu.
“Menilik paparan tersebut di atas, kompetensi Plt. Kadiskominfo Nana Suryana dalam mengelola Diskominfo dan mengampu kedua lembaga (KI dan KPID) tersebut patut dipertanyakan,”tuturnya.

“Seulas saran”
Uraian di atas dapat dijadikan referensi dan menyarankan kepada Pj. Gubernur/Pj.Sekda/Pemprov, untuk melihat persoalan dengan jernih dan membuat Solusi yang akurat, diantaranya yaitu : Pertama, tidak menugasi atau menunjuk Karna Wijaya menjadi sekretaris KI meski menurut klaim ex-officio sekdis kominfo adalah sekretaris KI. Hal ini untuk menghindari disharmoni dan konflik psikologis di internal KI seperti pernyataan Pj. Sekda Nana Supiana kepada media, juga tidak menugasi atau menunjuk Aat Subhan Safaat demi menyelematkan KI dari potensi bahaya sebagaimana dijelaskan tadi. Kedua, menugasi atau menunjuk selain keduanya adalah Solusi alternatif yang bijak dan dapat diterima semua pihak serta mencegah klaim ‘menang-kalah’ para pihak yang berpolemik (Ojat dan Karna), justru yang harus dimenangkan adalah Masyarakat Banten; Ketiga, prinsip no work no pay sebagai prinsip moral, harus diterapkan, yakni dengan tidak membayarkan gaji para komisoner KI bulan Januari. Apabila secara birokratis hal tersebut tidak memungkinkan atau gaji komisioner tetap harus dibayarkan oleh Pemprov melalui Diskominfo, maka para Komisionerlah yang harus mengembalikannya bila sudah masuk rekening mereka. Hal ini sebagai ujian atas integritas dan moral para komisioner, yang apabila melakukan itu (pengembalian gaji Januari), maka para komisioner KI patut diacungi jempol atas integritas dan moralnya, tetapi bila tidak mengembalikan, maka integritas dan moral mereka patut dipertanyakan.
Terakhir, sebagimana diuraikan tadi, bahwa terjadinya kekisruhan di KI dan munculnya pengaduan aktivis GMBI terkait penunjukan vendor pengadaan jaringan internet, menunjukan ‘ada masalah dengan kompetensi Plt. Kadiskominfo’. Hal ini harus menjadi dasar pertimbangan Gubernur Baru untuk mengganti Nana Suryana dengan Pejabat Eselon 2 atau Kepala OPD lainnya, hingga ada Kadiskominfo definitif melalui proses lelang jabatan.
“Karena sejatinya assasment atau uji kempetensi, bukan hanya memberikan soal-soal simulatif dan spekulatif dilayar komputer yang harus dipilih atau dijawab oleh pejabat atau ASN peserta yang telah dihelat Pemrov Banten minggu lalu, tetapi yang lebih substantif adalah (uji kemampuan secara empiris, para pejabat Pemrov dalam menyelesaikan permasalahan riel di lapangan),”pungkasnya.

(Red)

Polresta Bandar Lampung Ringkus Komplotan Pelaku Spesialis Curanmor, 2 Pucuk Senpi Rakitan Disita

Bandar Lampung – Polreta Bandar Lampung meringkus 5 orang pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kota Bandar Lampung. Dari tangan para pelaku, Polisi berhasil menyita 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut sejumlah amunisi.

 

Komplotan curanmor yang ditangkap yaitu TP (23), DI (23), WH (29), AS (29) dan ST (32), kelimanya merupakan warga kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah.

 

Pengungkapan kasus ini berawal, saat patroli yang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Kedaton mendapati kawanan ini sedang beraksi di sebuah rumah kos, di Jalan Cengkeh, Kelurahan Gedung Meneng, Raja Basa, Bandar Lampung, pada Selasa (28/1/2025), sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena saat akan ditangkap para pelaku mencoba melakukan perlawanan aktif dan membahayakan petugas.

 

“Anggota yang berpatroli curiga, kemudian coba menangkap para pelaku namun kawanan ini melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata api rakitan ke arah anggota,” Kata Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, Rabu (29/1/2025).

 

Sempat terjadi aksi kejar kejaran dengan petugas, sampai akhirnya 2 orang pelaku berhasil ditangkap dilokasi yaitu TP (23) dan DI (23) berikut 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, namun 3 orang rekan pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

 

Hasil pengembangan, Polisi akhirnya berhasil menangkap 3 orang lainnya di wilayah Sukarame, Bandar Lampung,pada Selasa (28/1/2025) sore hari.

 

Kombes Pol Alfret menambahkan kawanan ini kerap melancarkan aksinya pada malam hingga menjelang subuh dengan target sepeda motor matic.

 

“Modusnya motor hasil curian oleh kawanan ini terlebih dahulu disimpan atau ditaruh dilokasi tertentu, seperti di semak semak, atau kebun, setelah terkumpul barulah dibawa oleh kawanan ini ke wilayah Lampung Tengah,” Kata Kombes Pol Alfret.

 

Dihadapan petugas, kawanan ini mengaku mampu mencuri sepeda motor hingga 4 unit dalam sekali beraksi.

 

“Kami masih dalami kasus ini, termasuk pendah kendaraan hasil curian maupun terkait asal senjata api rakitan yang digunakan oleh para pelaku,” jelas Alfret.

 

Kawanan ini sudah hampir 4 kali melakukan aksinya di wilayah Bandar Lampung.

 

“Di wilayah Bandar Lampung semnata ini ada 4 TKP, mereka juga mengaku pernah melakukan aksinya di wilayah Jati Agung, Lampung Selatan, dan ini masih terus kami dalami,” Kata Kapolresta.

 

Selain kelima pelaku, dalam kasus ini Polisi menyita 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut amunisi, 2 unit sepeda motor yang digunakan pelaku, kunci seribu untuk memecahkan gembok dan anak kunci letter T.

 

“Terhadap para pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa hak,” tandas Kombes Pol Alfret.

 

Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap peristiwa tindak pidana yang terjadi atau dialami, agar pihaknya dapat melakukan langkah langkah cepat dalam mengungkap peristiwa tersebut.(*)

Nekat Jadi Pengedar Sabu, Nelayan di Bandar Lampung Dibekuk Polisi

Bandar Lampung – Polsek Telukbetung Selatan meringkus DD (38), warga Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Saat ditangkap, Polisi menemukan 7 paket kecil sabu siap edar yang disimpan dibawah lemari di dalam kamar pelaku.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan ini ditangkap petugas, pada Rabu (29/1/2025), sekitar pukul 05.00 WIB, di rumahnya,Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.

Kapolsek Telukbetung Selatan, AKP Dhedi Ardi Putra membenarkan perihal penangkapan tersebut.

“Benar, kemarin pada hari Rabu (29/1/2025), pelaku DD kita tangkap di rumahnya, dan kami juga turut menyita 7 paket kecil sabu siap edar yang disimpan di bawah lemari di ruang kamar tidur,” Kata AKP Dhedi, Kamis (30/1/2025).

DD (38) mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari BI (DPO).

“DD ini diajak oleh BI untuk berjualan sabu, keduanya saling kenal, atau berteman,” jelas AKP Dhedi.

BI (DPO) memberikan paket sabu seberat 1,5 gram untuk kemudian dipecah dan dijual oleh pelaku DD.

Dalam transaksi terakhirnya dengan pelaku BI (DPO), Pelaku DD sudah berhasil menjual 3 paket kecil sabu dengan harga perpaket sebesar 100 ribu rupiah.

Dihadapan petugas, keuntungan penjualan sabu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Pengakuannya, baru tiga bulan terakhir ini pelaku jadi pengedar sabu, karena tergiur keuntungan yang didapatkan,” Kata Kapolsek.

Akibat perbuatannya tersebut, Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Nakotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Laga Final Pekan Olahraga Desa (Pordes) Angsana Berlangsung Meriah

Serang,Mediarepublika.com- Ratusan Warga berbondong bondong menyaksikan pertandingan laga Final antara Ireka Vs Persitam pada tournament Football Pordes Angsana 2025, di lapangan Kubang Prapatan Sobong Desa Angsana Kecamatan Mancak, Senin (27/01/25).

 

Tournament Fotball yang digelar ke 3 kalinya itu mendapatkan support yang meriah dari masyarakat Desa Angsana, bahkan masyarakat Desa lainpun turut antusias menyaksikan pertandingan Sepak Bola yang di gelar oleh Desa Angsana yang bertajuk Pekan Olahraga Desa (Pordes).

Kemeriahan itupun tidak luput dari banyaknya suporter dari masing-masing tim yang berlaga di sore hari ini.

 

Ahmad Nuriman S.Pd.I Kepala Desa Angsana, Serma Pujo Hardono Babinsa Desa Angsana, Bripka Zian Zed Babinkamtibmas Desa Angsana, Saefulloh Ketua Karang Taruna, Zaenudin Ketua Panitia dan juga peserta tim laga sepak bola.

 

Adapun hadiah Pemenang tournament sepak bola tingkat Desa Angsana untuk kejuaran 1 (satu) mendapatkan uang tunai Rp. 1.500.000,- juara 2 (dua) Rp. 1.000.000,- Juara 3 (tiga) Rp. 750.000,- serta juara harapan Rp.500.000,- yang bersumber dari Dana BHP Desa Angsana.

 

Ireka (Karag) menjadi juara setelah berhasil menumbangkan lawannya persitam (Tampakaso) dalam laga adu pinalti dengan sekor 1-0 pada laga final tersebut. Selain itu perebutan Juara 3 berhasil dimenangkan oleh tim dari Porkas melawan Jangkilang.

 

Usai acara, Nuriman mengapresiasi kepada seluruh Masyarakat atas cipta situasi yang aman dan kondusif.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas situasi yang kondusif pada tournament ke 3 ini. Kemudian saya apresiasi juga kepada Karang Taruna serta Panitia penyelenggara acara sehingga acara ini dibuat semeriah mungkin,” Ucapnya.

Selanjutnya, pada acara yang sangat meriah mulai dari Tournament bola Voli hingga Sepakbola tercipta suasana keakraban yang luar biasa, Nuriman memastikan bahwa agenda Tournament akan di gelar lebih meriah lagi untuk yang ke 4 (empat) pada tahun 2025 jika masyarakat kompak dan bisa lebih kondusif dari acara ini.

“Kita akan agendakan lagi untuk Tournament yang akan datang jika masyarakat bisa lebih kondusif dari acara ini,” Katanya.

Ditempat yang sama, Saefulloh juga menyampaikan kepada para peserta bahwa laga itu bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi.

“Selain merebutkan kejuaraan, kami harap para pemain baik yang menang ataupun yang belum berhasil mengambil kejuaraa, bisa mengingat laga persaudaraan ini yang bertujuan agar kita lebih dekat dan lebih kompak untuk menciptakan suasana yang damai dan kondusif,” Ujarnya.

Ditambahkan Jaenudin, selain untuk mengingat persaudaraan, dirinya juga berharap bahwa digelarnya acara ini untuk menciptakan generasi sepakbola yang lebih Profesional.

“Semoga dengan acara Tournamen ini, Desa angsana bisa meciptakan pemain sepak bola yang unggul dan Profesional, dan kedepannya bisa melanjutkan laga ke tingkat yang lebih besar lagi,” Tukasnya.

(Ibnu)