Wagub Lampung Pimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penyelenggaraan Kepariwisataan, di Ruang Rapat Utama Komplek Kantor Gubernur, Rabu (12/08).

Selain dihadiri oleh Wakil Gubernur, rapat juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Kepala Dinas PSDA, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Plt. Kepala Dinas Kehutanan, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Dinas ESDM serta Kepala Bidang pada Bappeda.

Wakil Gubernur memberikan arahan agar Pemerintah melalui Dinas/Instansi lintas sektoral memprioritaskan pembangunan destinasi wisata level Provinsi yang berada di Kabupaten/Kota, terutama pembenahan akses menuju lokasi destinasi. (Red)

Jamin Ketersediaan Lahan Pertanian, Pemkab Lampung Selatan Komitmen Dukung PLP2B

KALIANDA, mediarepublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2017 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).

Penetapan Perda itu sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan lahan untuk pangan. Terlebih Lampung Selatan adalah salah satu sentra pangan di Provinsi Lampung sekaligus sebagai daerah penyangga pangan ibukota.

Hal tersebut dikatakan Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto dalam Rapat Koordinasi Implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2017 dilingkungan Pemkab Lampung Selatan yang digelar di Aula Krakatau kantor bupati setempat, Rabu (12/8/2020).

Nanang menegaskan, Perda tersebut harus nyata operasi dan implementasinya ditingkat lapangan dalam pelaksanaan tugas stakeholder terkait seperti Dinas Penataan Ruang, Dinas Penanaman Modal sampai ke tingkat camat dan kepala desa.

Menurutnya, penerapan PLP2B di Kabupaten Lampung Selatan dapat terwujud dengan komitmen dan kebrsamaan dari semua stakeholder terkait.

“Saat ini Perda PLP2B telah digunakan dalam proses investasi dan perizinan di Kabupaten Lampung Selatan. Dimana setiap investor yang akan berinvestasi, lahan calon lokasi harus dipastikan berada diluar LP2B melalui pengecekan titik koordinat,” ujar Nanang dalam arahannya.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, saat ini Kabupaten Lampung Selatan merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang telah menjadikan LP2B sebagai salah satu persyaratan investasi dan perizinan.

“Diharapkan hal ini dapat ditiru oleh kabupaten/kota yang lain. Agar lahan pertanian dapat terus terlindungi dan penataan ruang untuk investasi tetap dapat dilaksanakan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto mengatakan, Kabupaten Lampung Selatan telah menetapkan Perda PLP2B sejak tahun 2017.

Dia menyebut, lahan yang dilindungi seluas 36.052 Hektar. Lahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi petani untuk memprodukasi pangan untuk kebutuhan daerahnya maupun untuk cadangan nasional.

“Dengan adanya Perda PLP2B, maka ketersediaan lahan untuk pangan terjamin. Dan pada akhirnya pangan untuk Kabupaten Lampung Selatan, provinsi maupun nasional juga dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” terang Bibit.

Disamping itu dia mengatakan, Perda tersebut juga telah dilengkapi dengan peta geospasial. Sehingga hal ini dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan arahan Bupati Lampung Selatan agar Perda ini diterapkan secara operasional dan implementatif.

“Meskipun secara nasional kita nomor dua setelah Kabupaten Lumajang, tetapi Perda kita telah ditetapkan sejak tahun 2017. Sedangkan Kabupaten Lumajang Perdanya ditetapkan pada tahun 2018,” tandasnya. (Red)

HUT Kemerdekaan RI, Pemkab Lampung Selatan Akan Adakan Lomba Mural Kebun Edukasi

KALIANDA, mediarepublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan mengadakan lomba mural (melukis diatas media dinding).

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto usai memimpin Rapat Koordinasi Implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2017 yang digelar di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Rabu (12/8/2020).

Nanang mengatakan, lomba mural akan difokuskan di Kebun Edukasi yang berada di areal rumah dinas bupati setempat. Kegiatan ini untuk menyemarakkan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tingkat Kabupaten Lampung Selatan.

“Biasanya kan kalau 17 Agustus kita adakan perlombaan. Tetapi tahun ini kita fokus saja lomba mural di Kebun Edukasi. Bagaimana kita perindah Kebun Edukasi sehingga menjadi sarana edukasi,” ujar Nanang.

Lebih lanjut Nanang mengungkapkan, kegiatan lomba mural yang baru pertama kali diadakan itu, diikuti peserta mulai dari tingkat SMP, SMA, mahasiswa dan umum.

Dengan seni mural diharapkan dapat memperindah lokasi lahan yang diproyeksi sebagai Kebun Edukasi bagi mayarakat itu.

“Untuk area gambarnya di dinding yang berada di Kebun Edukasi. Nanti gambarnya yang penting tidak ada unsur pornografi dan kekerasan,” tukasnya. (Red)

Pemkab Lampung Selatan Akan Gelar Upacara HUT RI ke-75 Secara Sederhana, Masyarakat Diminta Hentikan Aktivitas Sejenak

KALIANDA, mediarepublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020 secara sederhana dan minimalis.

Pelaksanaan upacara dimasa pandemi ini tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan virus korona. Nantinya, peserta upacara pun akan dibatasi sekitar 20 orang ditambah petugas pengibar bendera.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, S.Sos, MM mengatakan, upacara peringatan HUT RI ke-75 tingkat Kabupaten Lampung Selatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan peserta lebih kurang 20 orang.

“Upacara akan dilaksanakan di Pelataran Kantor Bupati Lampung Selatan dipimpin langsung oleh pak bupati. Dimulai tepat pukul 07.00 WIB,” ujar Thamrin saat memimpin rapat HUT RI di Aula Krakatau kantor bupati, Rabu (12/8/2020).

Setelah pelaksanaan upacara tingkat Kabupaten Lampung Selatan, rangkaian HUT RI ke-75 dilanjutkan dengan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara pada pukul 10.00 WIB.

“Setelah upacara, seluruh peserta menuju Aula Rajabasa untuk mengikuti upacara peringatan ke-75 detik-detik Proklmasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta bersama jajaran Forkopimda,” tuturnya.

Sementara, Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra, Supriyanto menambahkan, upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan Penurunan Bendera pada Senin, 17 Agustus 2020 akan dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, sangat minimalis, dan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Untuk peserta upacara sebanyak 20 orang, ditambah petugas pengibar bendera 3 orang dan komandan upacara. Dimulai pukul 07.00 WIB sebelum pelaksanaan upacara di Istana Negara,” kata Supriyanto.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan, seluruh OPD dan camat untuk dapat menyosialisasikan kepada masyarakat agar dapat menghentikan sejenak seluruh kegiatan dan mengambil sikap sempurna pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB.

“Nanti tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 sampai 10.20 atau selama 3 menit masyarakat wajib menghentikan seluruh aktivitas. Supaya ikut melaksanakan upacara secara mandiri dengan dibantu oleh TNI/Polri ditandai sirine dari Dinas Kesehatan maupun semua sirine lainnya yang ada,” ungkapnya.

Supriyanto juga menjelaskan perihal perubahan jadwal pidato presiden dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2020.

“Nanti bersama-sama menyaksikan pidato presiden tanggal 14 Agustus. Pelaksanaannya di DPRD dengan tim Sekwan sebagai leading sektornya. Dimulai pukul 08.20 WIB dengan menggunakan seragam PSL,” terangnya.

Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan, kegiatan taptu atau pawai obor yang biasa dilakukan, untuk tahun ini ditiadakan. Namun acara renungan suci akan tetap dilaksanakan dengan Kodim 0421/LS selaku penaggungjawab.

Kemudian, rangkaian kegiatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020 dilanjutkan dengan upacara tabur bunga dan ramah tamah dengan Veteran. Kemudian pada sore harinya ditutup dengan upacara penurunan bendera merah putih.

“Diminta seluruh OPD untuk memasang bendera di setiap kantornya masing-masing. Para camat juga diimbau agar memastikan di desa-desa sampai ke pelsok sudah terpsang bendera,” tandasnya. (Red)

Satresnarkoba Polres Bekuk Seorang IRT Diduga Pengedar Sabu dan Satu Jaringannya

Mediarepublika.com

Tanggamus – Seorang perempuan warga Pekon Sinar Banten Kecamatan Talang Padang berinisial MA alias Teh Oong dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus dalam dugaan peredaran sabu di wilayah Talang Padang.

Dari MA, petugas juga mengamankan barang bukti penyalahgunaan Narkoba berupa plastik klip berisikan 2 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 1,78 gram, 9 plastik klip berisi plastik klip kosong, kaus kaki warna putih.

Selain menangkap MA, petugas juga mengamankan seorang pria diduga merupakan kaki tangannya, berinsial CA alias Chan (40) yang juga warga Pekon Sinar Banten dengan barang bukti 4 plastik klip bekas pakai, skop yang terbuat dari sedotan plastik, korek api gas dan bungkusan rokok.

Kasat Resnarkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra Wijaya, SH mengatakan, kedua terduga ditangkap pada Sabtu, 8 Agustus 2020 siang, di dua tempat berbeda di Kecamatan Talang Padang.

“MA alias Teh Oong ditangkap di warungnya di Pasar Talang Padang. Sementara CA alias Chan ditangkap dirumahnya di Pekon Sinar Banten,” kata AKP I Made Indra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK., Selasa, (11/8/20).

Lanjutnya, penangkapan kedua terduga berdasarkan adanya informasi masyarakat bahwa MA alias Teh Oong selain berjualan juga sering mengedarkan sabu bersama suaminya yang belum tertangkap.

“Berdasarkan informasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasim ditangkap MA dengan barang bukti berada di warungnya. Lalu pengembangan kepada dugaan jaringanya juga ditangkap CA alis Chan,” ujarnya.

Ditambahkan Kasat, berdasarkan keterangan MA alis Teh Oong bahwa Narkoba Sabu tersebut didapatkan dari suaminya yang saat ini masih dalam pengejaran.

“Dugaan sementara, MA dan suaminya merupakan pengedar sebab hasil urine MA negatif sabu dan untuk terduga CA alias Chan urinenya positif,” ujarnya.

Saat ini, kedua terduga berikut barang bukti ditahan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Jika terbukti, atas perbuatannya kedua terduga itu dapat dijerat pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (Red)

Agenda rutin bulanan rapat koordinasi seluruh kepala sekolah yang ada di kecamatan pematang sawa kab.tanggamus

Mediarepublika.com

Tanggamus

Rapat Koordinasi (Rakor) Bulanan seluruh jajaran kepala sekolah tingkat SD-SMA Kecamatan Pematang Sawa,bertempat di kantor KSPLP kecamatan pematang sawa,Selasa (11/8).

Kepala Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (KSPLP) pematang sawa Berlian S.pd mengatakan, rakor bulan rutin diadakan di minggu pertama setiap bulannya.

Menurut Berlian S.pd, tidak ada hal urgen yang dibahas dalam rakor tersebut, hanya membahas Kegiatan Belajar Mengajar dalam masa pandemi covid-19,langkah apa dan kebijakan seperti apa yang akan diambil khususnya diera new normal ini, katanya.

Salah satu Kepala sekolah Dasar di daerah pedalaman,Hasnawati yang memimpin SDN 1 Tampangtua mengatakan kalau di daeranya yang terisolir sangat kesulitan untuk melaksanakan proses belajar secara luring. Karena terkendala jarak tempuh ke rumah masing- masing murid.

selama ini mereka membuat kelompok kecil belajar dengan cara mendatangi murid kerumah masing-masing.,Dengan segala kendala mulai dari jarak rumah yang berjauhan ditambah dengan medan jalan yang sangat extrime.
Tapi semua itu dilakukan semua dewan guru demi terlaksananya kegiatan belajar mengajar,tidak perduli dengan keadaan jalan ataupun faktor lainnya.

….”Kalau melalui belajar media online di daerah kami sinyal sangat susah hanya ada titik tertentu,itupun juga diatas perbukitan yang cukup tinggi, apalagi ditambah faktor ekonomi yang rata-rata hanya mengandalkan hasil dari pertanian,sehingga banyak anak yang tidak mampu untuk membeli ataupun memiliki handpone android”….jelasnya.

Oleh sebab itu harapan besar warga pekon tampang tua khususnya pekon-pekon yang ada di daerah pedalaman agar segera dapat perhatian pemerintah daerah tanggamus,supaya warga bisa menikmati akses internet dengan mudah.
(Red).

Gubernur Lampung Buka Acara Executive Meeting, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)

Mediarepublika.com

Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, membuka acara Executive Meeting, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan Tema Membangun Komitmen Pentingnya Pengendalian Alih Fungsi Lahan Melalui Implementasi Perda LP2B, di Hotel Swiss Bell, Selasa (11/08).

Turut hadir Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin SE, Bupati Lumajang Tohiful Hak, Jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kusnardi, serta Dinas/Instansi terkait lainnya.

Gubernur mengemukakan bahwa pertemuan ini merupakan momen yang spesial, strategis dan sangat penting untuk pembangunan pertanian di Indonesia khususnya untuk pembangunan pertanian di Provinsi Lampung. Kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI, dan Dirjen PSP Kementerian Pertanian sebagai bukti bahwa Komisi IV dan Kementerian Pertanian mendukung penuh pembangunan pertanian di Provinsi Lampung.

“Menteri Pertanian telah menunjuk Provinsi Lampung sebagai lokomotif pembangunan pertanian Indonesia. Lampung siap melaksanakan semua program dan kebijakan pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan menuju pertanian maju, mandiri dan modern,” jelas Gubernur.

Gubernur berharap forum ini dapat membangun komitmen bersama dalam rangka pengendalian alih fungsi lahan melalui Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada Dirjen PSP atas terselenggaranya acara ini, dan khususnya dukungan APBN Kementerian Pertanian untuk program Prasarana dan Sarana Pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan secara simbolis tanaman khas Lampung yaitu Asam Kumbang, kepada para undangan. Gubernur juga memberikan bibit Lada Sambung kepada Ketua DPRD dan Bupati/Walikota yang turut hadir pada acara tersebut, sebagai simbol komoditi unggulan Lampung dan mengembalikan kejayaan Lada Lampung. (Red)

Gubernur Arinal Djunaidi Dampingi Menteri Agama RI Resmikan Pembangunan Asrama Haji Provinsi Lampung

Mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi melakukan Penandatanganan Prasasti dalam rangka peresmian pembangunan Asrama Haji, Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Provinsi Lampung di Gedung Orange Asrama Haji, Bandar Lampung, Selasa (11/08).

Dalam Peresmian tersebut Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang mampu menjaga Hubungan baik antar umat beragama, sehingga Provinsi Lampung sangat kondusif.

“Kerukunan antar umat beragama di Indonesia menjadi contoh bagi dunia, terutama dimasa wabah Covid 19, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi terjalinnya kerukunan umat beragama di Indonesia, saling tolong menolong tanpa memandang Agama,” tutur Fachrul

Kemudian berkaitan rencana Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Bandara Radin Inten II sebagai Embarkasi Haji penuh, Fachrul Razi menyatakan bahwa hal tersebut akan menjadi perhatian penuh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama.

Fachrul Razi juga mengungkapkan bahwa di Indonesia rata-rata waktu tunggu untuk dapat menunaikan ibadah haji adalah 20 Tahun, sehingga ada baiknya jika sedari dini sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dengan harapan saat pelaksanaan sudah benar – benar siap.

Sementara itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) Fachrul Razi di Provinsi Lampung dapat Meningkatkan motivasi dan semangat dalam meningkatkan pelayanan dibidang keagamaan.

Kemudian terkait persiapan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Embarkasi Haji Penuh, Gubernur telah menyiapkan lahan 200 hektar untuk membangun sarana pendukung.

“Saya meminta Runwaynya selesai di Tahun 2021, sehingga pada Tahun 2021 jamaah Haji dapat berangkat langsung dari Lampung” ujar Arinal.

Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim, dalam laporannya menerangkan bahwa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung intens mempersiapkan Bandara Radin Inten II dari Embarkasi Antara menjadi Embarkasi Haji penuh pada tahun 2021 mendatang.

Adapun terkait pembangunan Asrama Haji dan fasilitas lainnya, Juanda Naim menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dibangun dengan menggunakan dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), dimana dengan dana tersebut juga telah dibangun 7 gedung Balai Nikah dan manasik Haji di 7 Kabupaten, 2 asrama siswa MAN, Pusat Layanan Haji Terpadu di Tubaba. (Red)

Penyerahan Penghargaan Lomba Desain Kaway Plastik 2020, Gubernur Arinal Apresiasi IIPG dan Dekranasda atas Bangkitnya UMKM Bidang Fashion

Mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi Dekranasda Provinsi Lampung dan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Provinsi Lampung yang telah berupaya membangkitkan
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Lomba Desain Kaway Plastik di tengah Pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Arinal saat menghadiri penyerahan penghargaan pemenang Lomba Desain Kaway Plastik di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (9/8/2020) malam.

“Hal ini menunjukkan kontribusi pelaksanaan tata kelola yang baik dalam rangka menghadapi covid-19 dan menumbuh kembangkan UMKM,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal mengatakan penyelenggaraan lomba ini membuktikan bahwa setiap orang masih bisa berkarya di tengah situasi sulit saat ini. “Bahkan memberi peluang munculnya usaha kreatif baru di bidang fashion,” ujar Arinal.

Apalagi kata Arinal, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat besar. Tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan namun juga berdampak terhadap perekonomian dan sosial masyarakat, khususnya UMKM.

“Salah satu upaya nyata dalam mendukung pelaku UMKM adalah seperti yang dilakukan saat ini oleh IIPG Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Lampung yaitu berupa penyelenggaraan lomba Desain Kaway Plastik New Normal,” katanya.

Kaway Plastik sendiri merupakan sebuah karya kreatif yang terinspirasi dari Alat Pelindung Diri (APD) yang dikombinasikan dengan tapis yang merupakan kerajinan khas Lampung yang dihasilkan UMKM.

Pada kegiatan itu, sekaligus juga di launching Toples motif Batik Sembage Lampung.

Toples ini merupakan suatu karya unik dan kreatif, yang diharapkan akan diisi juga oleh produk kreatif kuliner Lampung.

“Semua keunikan berdasarkan kekhasan daerah Lampung ini diharapkan akan meningkatkan brand image Provinsi Lampung sebagai daerah yang kaya dan kreatif,” kata Arinal.

Arinal mengaku sangat mendukung semua program dan kegiatan yang mengedepankan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Ia berharap agar semua pihak mau berpartisipasi untuk memberikan dukungan baik moril maupun materiil pada pemulihan situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Melalui berbagai karya dan aktivitas yang memberi manfaat serta kemaslahatan bagi masyarakat Lampung,” katanya.

Ada yang istimewa dari kegiatan ini, dimana Ibu Riana Sari mendapatkan kejutan karena tepat pada hari ini berusia ke- 51 tahun. Ucapan selamat serta doa terus berdatangan dari keluarga dan semua pihak.

“Selamat ulang tahun, semoga selalu berbahagia, panjang umur dan selalu sehat,” ujar Arinal.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal mengatakan Lomba Kaway Plastik ini dilatar belakangi oleh kondisi pandemi covid-19 yang saat ini sedang melanda seluruh dunia termasuk Provinsi Lampung.

“Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan lomba kaway plastik ini adalah untuk mendorong kreativitas dan inovasi UMKM, meningkatkan perekonomian UMKM, memberdayakan perajin Iokal dan mendorong semangat kewirausahaan,” ujar Ibu Riana.

Riana menjelaskan seluruh proses pelaksanaan lomba kaway plastik ini telah dilaksanakan dengan mengikuti adaptasi kebiasaan baru yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Peserta mengajukan desain kaway plastik dalam bentuk video yang dikirimkan melalui media instagram, yang selanjutnya diseleksi oleh tim juri untuk menatapkan 10 besar dan 4 pemenang kategori,” kata Ibu Riana yang juga Ketua IIPG Provinsi Lampung.

Selanjutnya, kata Ibu Riana, peserta mengirimkan fisik desain kaway plastik untuk dinilai langsung oleh tim juri di Jakarta. “Dan malam ini diumumkan Juara 1, 2 dan 3,” katanya.

Juri sendiri terdiri dari Yanti Airlangga selaku Ketua IIPG Pusat, Arzeti Bilbina seorang peragawati dan model nasional, Wignyo Rahadi seorang fashion designer, vice chairman IFC dan Staf ahli Dekranas Pusat serta Florentina W.H selaku fashion designer nasional.

Jumlah peserta yang mendaftar berjumlah 82 peserta yang terdiri dari 80 peserta berasal dari 14 kabupaten/kota den 2 peserta berasal dari luar Provinsi Lampung yakni Surabaya dan Sidoarjo.

“Dan malam ini sekaligus juga di launching Toples motif Sembage Lampung. Motif sembage telah dimunculkan kembali menjadi motif khas batik lampung yang dapat diaplikasikan kedalam berbagai kerajinan Iainya yang akan memberi nilai tambah pada produk kerajinan tersebut,” kata Ibu Riana.

Pada kesempatan itu, Ibu Riana mengaku terharu atas kejutan yang diberikan di hari ulang tahunnya terutama saat ditayangkannya video puisi persembahan dari putra putrinya.(Red)

Nanang-Sudin Panen Melon Perdana di Kebun Edukasi Rumah Dinas Bupati

KALIANDA, mediarepublika.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin melakukan panen perdana buah melon di kebun edukasi yang berada di rumah dinas bupati setempat, Senin (10/8/2020).

Selain itu, nampak hadir juga Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni dan istri dari Ketua Komisi IV DPR-RI, Jolin Sumbardi beserta sejumlah istri Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto menjelaskan, buah melon yang ditanam pada dua bulan terakhir itu, menghasilkan buah yang cukup memuaskan.

Dia menyebut, buah melon yang dihasilkan dari panen itu memiliki bobot lima kilogram perbuah. Hal ini tentunya tidak luput dari perawatan yang telah dilakukan.

“Kemarin kita tanam tanggal 10 Juni. Dua bulan sudah panen. Untuk perawatannya biasa saja, disiram, dan dipupuk seperti biasa. Tentunya gulmanya juga dibersihkan,” ujar Bibit disela-sela panen perdana buah melon tersebut.

Bibit Purwanto menambahkan, hasil dari panen itu, nantinya akan dipasarkan oleh pedagang setempat yang telah melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah daerah. Dengan harga pasaran sekitar Rp10-Rp15 ribu perkilogram.

“Kita sudah kerja sama dengan pedagang. Supaya bisa didistribusikan ke Pulau Jawa atau ke supermarket, bisa juga dijual disini saja. Harganya memang jauh berbeda untuk dikirim kesana. Kalau harga lokal disini, harga pasarannya kan antara Rp12-Rp15 ribu perkilogram,” ungkap mantan Camat Sragi ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, melon yang baru dipanen itu, terdiri dari enam jenis Buah Melon. Dan secara umum, dikenal dengan jenis Melon Net dan Golden Melon.

Selain ditanami buah melon, di kebun edukasi tersebut juga terdapat tanaman lainnya, yakni cabe, tomat, tanaman toga dan semangka.

“Memang lahan ini kita manfaatkan dalam situasi Pandemi. Harapannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat Lampung Selatan,” pungkasnya. (ptm/kmf)