Konferwil Fatayat NU Lampung 2015-2020, Pemprov Lampung Ajak Kader Lakukan Kegiatan yang Lebih Inovatif

BANDARLAMPUNG, mediarepublika.com —– Pemerintah Provinsi Lampung, melalui Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik), mengajak kader Fatayat NU Lampung
melakukan kegiatan yang lebih inovatif untuk menjawab tantangan ke depan.

Hal itu disampaikan Wagub Nunik dalam Acara Konferensi Wilayah PW Fatayat NU Provinsi Lampung Masa Khidmat 2015-2020 bertemakan “Ikhtiyar Fatayat NU Untuk Mewujudkan Kemandirian Umat”, yang dilaksanakan di Hotel Nusantara, Bandarlampung, Jum’at (30/10/2020).

“Kalau struktural bukan menjadi persoalan lagi, karena kuncinya ada di komunikasi sahabat-sahabat fatayat dan mengerjakannya bersama. Namun lebih kepada peningkatan kemampuan sahabat Fatayat dan kegiatan yang lebih inovatif,” ujar Wagub Nunik.

Wagub minta sahabat Fatayat NU Provinsi Lampung untuk meningkatkan kemampuan Fatayat dalam menjawab tantangan ke depan.
“Yang harus kita lakukan saat ini, bagaimana kita mampu meningkatkan kemampuan Fatayat NU Lampung, jangan hanya tentang struktural atau kepengurusan saja. Hal ini mengingat tantangan ke depan yang semakin banyak dan membutuhkan Fatayat yang lebih tangguh,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah mengapresiasi Fatayat NU Lampung karena meskipun dalam pandemi Covid-19, tetapi Pimpinan wilayah Fatayat NU Lampung masih melaksanakan Konferensi Wilayah PW Fatayat NU Lampung.

Ini berarti Pimpinan wilayah Fatayat NU Lampung masih memikirkan keberlanjutan Fatayat NU kedepan. “Untuk itu kami menyampaikan apresiasi setingginya,dan semoga acara ini berjalan lancar dengan hasil yang diharapkan,” jelas Margaret.

Margaret mengungkapkan bahwa Fatayat Lampung memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan dapat menjadi percontohan bagi Fatayat NU secara Nasional, mengingat Fatayat NU Lampung para kadernya memiliki kuantitas dan kualitas yang begitu besar.

Margaret juga menuturkan bahwa kita sebagai fatayat harus menjadi garda terdepan dan teladan bagi keluarga dan masyarakat, serta berperan membantu pemerintah dalam melawan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW Fatayat NU Provinsi Lampung Khalida menyampaikan permohonan maaf apabilla terdapat tingkah laku yang kurang berkenan di masa kepemimpinannya.

“Saya mohon maaf, dan semoga periode yang akan datang semakin baik lagi. Saya berharap estafet kepemimmpinan saya daapat menghasillkan pemimpin yang amanah,” ujarnya.

Acara Konferwil ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 30-31 Oktober 2020.
Pada kegiatan ini akan dipillih Ketua Fatayat NU Provinsi Lampung dan membahas program 5 tahun ke depan. (Red)

Hasrun Afandi Umpusinga (Tokoh Kepemudaan, Aktivis Lingkungan, Mountainer, Dosen)

Mediarepublika. Com- bagian yang sangat penting dan vital merupakan human Investment untuk mewujudkan pembangunan bangsa sesuai dengan amanat konstitusi Republik Indonesia yaitu untuk mensejahterakan kehidupan bangsa. Tentu pemuda harus membekali diri kearah yang konstruktif dan semata mata karena kecintaaan terhadap tanah air. Konstruksi yang dapat dilakukan adalah dengan secara continue belajar memperdalam pengetahuan yang dimiliki dalam bidang yang ditekuni, pemuda harus selalu menjaga dan merawat integritasnya, mempunyai semangat pantang menyerah dan mampu memimpin dirinya sendiri serta dapat bekerja sama dalam penggapaian cita, selalu berfikir kritis dan terus tergerak melawan keadaan yang destruktif. Sejak dini pemuda harus bersikap jujur, berani dan bertanggung jawab, runtuhnya negeri ini dikarenakan karena kesalahan masif dibiarkan sehingga terbentuk sebuah kebiasaan. Harapan kita semua pemuda indonesia menjadi pemuda yang terpelajar, pemuda yang sejak dalam fikiran harus dapat berbuat baik apalagi dalam tindakannya.

 

Dalam sebuah quote seorang aktivis lingkungan di era orde lama, bahwa cinta tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Jelas disini bekal pemuda bukan hanya mengkonstruktionalkan dirinya sendiri, pemuda harus juga membumi (peduli dan adil), bersosialisasi dekat dengan lingkungan dan masyarakatnya.
Pembelajaran dan ketergerakan hati seseorang akan bangkit jika melihat hal yang nyata, demikian pun dengan strategi pembelajaran pengambilan keputusan, seseorang dapat dengan lebih akurat mengambil keputusan apabila orang tersebut dihadapkan dengan sebuah kondisi dimana orang tersebut berada dipusarannya.

 

 

Jika hal yang kita harapan tersebut sudah menjadi dominasi mental pemuda indonesia, saya yakin apa yang diucapkan Bung Karno mengacu pada judul tulisan ini akan terwujud dan saya harapkan kita dapat menjadi bagian pemuda seperti yang diinginkan bung Karno, menjadi bagian pemuda yang dapat mengguncang dunia.

semoga memberikan kebermanfaatan.

Sulpakar Pimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan

KALIANDA, mediarepublika.com – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lampung Selatan, Drs. H. Sulpakar, MM memimpin upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang diadakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lampung Selatan di Halaman Sekretariat Kwarcab setempat, Rabu pagi (28/10/2020).

Upacara yang diikuti Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka serta anggota Pramuka se-Kabupaten Lampung Selatan tersebut, sekaligus disatukan dengan Apel Kesiapsiagaan Relawan Pramuka Peduli Bencana, Kwarab Gerakan Pramuka Lampung Selatan.

Hadir juga Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan, Sukadi beserta sejumlah pejabat utama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam amanatnya, Sulpakar mengtakan, momentum peringatan hari Sumpah Pemuda harus dapat dijadikan sebagai semangat persatuan dan kesatuan para pemuda dalam memperjuangkan cita-cita dan masa depan.

Menurutnya, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjawab tantangan zaman yang semakin komplek ini.

“Hal ini sesuai dengan tema Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 yaitu “Semangat Bersatu dan Bangkit”. Tema ini mempunyai kesan tegas sebagai salah satu sifat pemuda yang energik dan aktif,” ujar Sulpakar saat menyampaikan sambutan sebagai pembina upacara tersebut.

Disela-sela upacara itu, juga dilakukan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan mengenai komitmen bersama dalam penanggulangan bencana alam dan non alam di daerah setempat.

Pjs Bupati Lampung Selatan, juga sempat memberikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm, face shield, dan sepatu boot secara simbolis kepada dua orang anggota Gerakan Pramuka Lampung Selatan.

Terkait penanggulangan bencana, Sulpakar mengajak seluruh peserta khususnya adik-adik anggota pramuka dan BPBD agar dapat saling bersinergi dan bekerjasama dalam menghadapi perubahan iklim dan fenomena alam yang dapat menimbulkan bencana dan menelan korban jiwa di daerah setempat.

Untuk itu, Sulpakar juga mengingatkan, semangat gotong royong harus dikedepankan dalam menghadapi setiap persoalan. Karena kata dia, seberat apa pun masalah, jika dilakukan dengan fokus dan bersatu akan diselesaikan dengan baik.

“Termasuk dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri kita. Oleh karena itu kita harus tumbuhkan semangat persatuan dan gotong royong. Kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Gerakan Pramuka termasuk dengan para pemuda dan elemen masyarakat lainnya,” tandasnya. (Red)

Tingkatkan Produktifitas Pertanian, Gubernur Arinal Djunaidi Siapkan 300 Outlet Pertashop

BANDARLAMPUNG, mediarepublika.com — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Dirjen Pemerintahan Desa dan Pertamina yang sudah menginisiasi agar sumber energi bisa berada di wilayah pedesaan melalui program Pertashop.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis Program Pertashop di Provinsi Lampung hasil Kerjasama Kementrian Dalam Negeri dengan PT Pertamina (persero) Tahun 2020, yang digelar di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Selasa (27/10) pagi.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati dan Walikota Se-Lampung tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi menyatakan bahwa pembangunan masyarakat desa menjadi kunci pembangunan desa menuju masyarakat desa yang maju, mandiri dan sejahtera sesuai dengan Visi Rakyat Lampung Berjaya.

“Saya mengapresiasi Kemendagri dan Pertamina yang sudah menginisiasi agar sumber energi bisa berada di wilayah pedesaan melalui program Pertashop. Menurut saya hal tersebut selaras dengan Visi Rakyat Lampung Berjaya dan Misi ke-5 saya dan ibu Wakil Gubernur yaitu Membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah pedesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan,” terang Gubernur.

Dengan diluncurkannya Kartu Petani Berjaya beberapa waktu lalu, lanjut Gubernur Arinal, adanya Pertashop sebagai sumber energi didesa, dapat mendukung kelancaran proses produktifitas pertanian.

“Mimpi saya semua petani dilampung dapat menggunakan alat pertanian seperti traktor, hand traktor, combine harvester, dan lain sebagainya untuk meningkatkan produktifitas pertanian, dengan adanya Pertashop, saya yakin dapat lebih meningkatkan perekonomian dipedesaan terutama dimasa pandemi covid19 saat ini,” ujarnya.

“Pertashop adalah amanah dari Kementrian Dalam Negeri, Mudah-mudahan dalam waktu dekat Lampung sudah dapat menyiapkan titik-titik pembangunan Pertashop dipedesaan untuk mendukung produktifitas petani,” pungkas Gubernur Arinal Djunaidi.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri RI, Nata Irawan, SH, MSi menyatakan bahwa Pertashop bertujuan untuk mendekatkan kebutuhan produk pertamina ditingkat desa, selain itu dengan adanya Pertashop diharapkan dapat meningkatkan jiwa entreprener masyarakat, dan merealisasikan program Desa Membangun yang saat ini diusung oleh pemerintah.

Menurut Nata Irawan, Visi Indonesia membangun intinya pada peningkatan kesejahteraan masayarakat desa sebagai garda terdepan pembangunan

“Seperti disampaikan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, ada kurang lebih 300 Pertashop yang siap terbangun di Lampung, Saya ucapkan terimakasih, namun persoalan yang biasanya dihadapi adalah perizinan, jadi saya mohon agar perizinan jangan jadi hambatan, Pertshop membantu menumbuh-kembangkan perekonomian desa.” ucap Dirjen Bina Pemerintahan Desa Nata Irawan.

Pertashop sendiri adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM nonsubsidi, LPG nonsubsidi dan juga produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi.

Adapun Program Pertashop dilakukan dalam mendukung pelaku usaha dan UMKM di Indonesia, Pertamina membuka peluang kerja sama dan kemitraan bisnis hingga ke kawasan perdesaan melalu kemitraan bisnis Pertashop.

Nata Irawan juga menyampaikan bahwa Program kemitraan bisnis Pertashop ini terbuka untuk koperasi serta UKM yang sudah berbadan hukum CV atau PT di seluruh Indonesia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 4857 autlet Pertashop siap implementasi dengan target 10 ribu autlet pertahun ditahun berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Penyerahan Buku Petunjuk Teknis Program Pertashop oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi

Kegiatan juga diisi dengan sesi materi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh Kasubdit Fasilitasi Penamaan Dan Kode Desa Ditjen Bina Pemdes Dr A Damenta, dan disampaikan oleh Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat, dan Direktur pemasaran regional Subholding Comersial And Trading PT. Pertamina Jumali.

Selain Bupati/Walikota, Sekda, Kepala Dinas PMD Se-Lampung, dan tamu undangan 6ang hadir, kegiatan juga diikuti oleh 100 peserta secara virtual melalui zoom meeting dan disaksikan oleh lebih dari 250 peserta secara live melalui kanal Youtube yang dikelola oleh Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

PEMBUKAAN KEGIATAN PELATIHAN HYGIENE SANITASI MAKANAN (FOOD HANDLER) BAGI PETUGAS DAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN RUTAN KELAS I DAN LAPAS KELAS IIA PEREMPUAN BANDAR LAMPUNG BEKERJA SAMA DENGAN DINAS KESEHATAN KOTA BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung, mediarepublika.com — Dalam rangka upaya mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan yang disajikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang ditempatkan pada Lapas/Rutan baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi, Rutan Kelas I dan Lapas Kelas IIA Perempuan Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan berbasis sertifikat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota (DINKES) Bandar Lampung sebagai organisasi dibidang HYGIENE SANITASI MAKANAN (FOOD HANDLER) selama 1 hari (27 Oktober 2020).

Kegiatan Pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa (27/10) pukul 11.00 WIB Hingga Selesai yang bertempat di ruangan Aula Serba Guna Rutan Kelas I Bandar Lampung. Turut hadir Kepala Rutan Bandar Lampung (Rony Kurnia), Kepala Lapas Perempuan Bandar Lampung yang diwakili Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Rini Legitasari), Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Abu Bakar), Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan,Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Ajib Jayadi), Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Bandar Lampung (Anggi Febiakto), Kepala Sub.Seksi Administrasi dan Perawatan Rutan Bandar Lampung (Boynaldo Gultom) serta Petugas dapur dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti pelatihan Hygiene Sanitasi Makanan (Food Handler) dari masing-masing perwakilan UPT Lapas/Rutan di Bandar Lampung yang berjumlah 25 Orang

Acara di Buka Oleh Ibu Sari Selaku MC di Rutan Kelas I Bandar Lampung. Dengan Membahas Materi Hygiene Sanitasi Makanan (Food Handler).Dan di lanjut Oleh Abu Bakar Selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dalam sambutannya Beliau menyampaikan Materi Tentang Manajemen Hygiene Sanitasi Makanan (Food Handler) dan Motivasi untuk para Petugas Dapur dan Warga Binaan di dalam Materinya dia Menjelaskan Agar Pembinaan di Setiap Lapas dan Rutan di tekankan untuk Melaksanakan Manajemen Hygiene Sanitasi Makanan (Food Handler) dengan baik, agar Hasil Yang di dapat Maxsimal, “Untuk para Warga Binaan jangan Patah semangat untuk Mengembangkan Diri, Kita tidak pernah tau setelah Para Bapak-Bapak ini bebas, Bapak-Bapak Yang sudah tidak Menjadi Warga Binaan Lebih bisa Mengembangkan diri sehingga suatu saat dapat Membuka Usaha di Bidang Kuliner ”.

Dilanjutkan Sambutan dari Ibu Rini Legitasari Selaku Perwakilan Kepala Lapas Perempuan Bandar Lampung, Beliau Membahas mengenai Pengertian Higiene Sanitasih Pangan dan memberikan Penjabaran-Penjabaran Aturan atau Regulasi-Regulasi yang harus di Laksanakan Agar Dapur di Lapas Perempuan dan Rutan Bandar Lampung Bandar Lampung Memenuhi Standar Kathering HHCCF.

Selanjutnya Sambutan Terakhir dari Bapak Rony Kurnia selaku Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung menyampaikan kepada tim Petugas Dapur dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) “Saya Menghimbau Agar Perhatikan Penjelasan Para Instruktur dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dengan Baik, Setiap Ilmu yang di Berikan sangat berguna Sekali Bagi Pengembangan diri Para Petugas Dapur dan Warga Binaan Pemasyarakatan Di Rutan maupun Lapas Masing-Masing, Jangan sampai Penjelasan Dari Tim Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung itu sia-sia, Di karenakan Peserta yang kurang memperhatikan”.Ucapnya

Kegiatan selanjutnya dengan memberikan Penjabaran dan Penjelasan materi Mengenai 7 Langkah Higiene Tangan dengan benar Beserta dengan Peragaannya yang Langsung di Contohkan Tim Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung serta Kegiatan Pre Test Bagi petugas dapur dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) ditujukan untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki mengenai Hygiene Sanitasi Makanan (Food Handler).(Red)

Mantap, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Adakan Patuh Protokol Kesehatan

Bandar Lampung,mediarepublika.com
Dengan dinyatakannya Kota Bandar Lampung yang saat ini berada pada Zona Merah, Satuan tugas Penanganan Covid-19 gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Pol PP Kota Bandar Lampung, semakin gencar lakukan Patroli malam untuk menghimbauan bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Pelaksanaan kegiatan Patroli dilaksanakan di wilayah Kota Bandar Lampung baik di tempat-tempat keramaian maupun dijalan raya”. Senin (26/10/2020)

“Dalam pelaksanannya Sertu Zuliman anggota Kodim 0410/KBL menyatakan “Saat ini Kota Bandar Lampung sudah masuk dalam Zona Merah pada Pandemi Covid- 19, berkaitan hal tersebut dalam Patroli Malam ini terbagi menjadi beberapa Tim dengan sasaran tempat-tempat keramaian dan Jalan raya”.

“Dilakukannya Patroli ditempat tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan dengan tidak menggunakan masker dan tidak mau jaga jarak” imbuh Sertu Zuliman

“Mari sama-sama kita perangi virus covid-19 dengan cara Patuhi Protokol Kesehatan sebagai mana yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan cara 3M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak agar kita terhindar dari Penyebaran dan penularan Virus Covid 19”. Himbau Zuliman.(Red)

Alhamdulillah! Setelah Sepekan Lebih Hasil Swab Akhirnya Muncul

Bandar Lampung, mediarepublika.com — Keluarga pasien yang meninggal dengan status terkonfirmasi positif covid-19,akhirnya menuai titik terang,setelah sekian lama hasil swab yang tak kunjung tiba.

Drg ian rahmadi kepala puskesmas sukamaju menginformasikan melalui pesan singkat bahwa keluarga (alm) Mailinah dinyatakan negatif covid 19.

” Alhamdulillah sampel swab tuti keluarga yang meninggal negatif  ” ujarnya Senin (25/10)

diketahui jenazah terkonfirmasi positif covid-19 dibawa oleh keluarga dengan menggunakan mobil pribadi dan di makamkan secara umum di pemakaman kupang keramat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr.dr.Hj. Reihana, M.Kes saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum memberikan tanggapan terkait lambannya hasil swab test yang memakan waktu lebih dari sepekan.

dari data yang berhasil di himpun, alat PCR yang diterima dari Kementerian BUMN di Lampung mulai di uji coba Rabu (12/05/2020) dan pada hari Kamis (13/05/2020) mulai beroperasional serta bisa menghasilkan 50 hasil swab test dalam satu hari,dan jika tidak ada kendala yang serius, hasilnya paling lambat 3 hari dari sempel swab test yang diterima labkesda. (red)

Kunjungan Kerja Ke Lampung Selatan, Gubernur Serahkan Bantuan Hewan Ternak Dan Rakor Rencana Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni

Lampung Selatan, mediarepublika.com —- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, melakukan kunjungan Kerja ke Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka Pemberian Bantuan Hewan Ternak Ayam dan Itik, sekaligus Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni, bertempat di Ruang Rajabasa Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26/10).

Acara dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan beserta anggota, Kepala Balai Veteriner Provinsi Lampung, Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Camat se-Kabupaten Lampung Selatan, Direktur PT. ASDP, Direktur PT. Hutama Karya, Direktur PT. ITDC, Dirut Bank Lampung, Pangeran Lima Marga Sai Batin Lampung Selatan, Pengurus dan Anggota Kelompok Ternak se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan secara simbolis oleh Gubernur Lampung berupa hewan ternak Ayam dan itik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020 yang masuk dalam cluster ekonomi Penanggulangan Pandemi Covid-19 dengan nilai total sebesar Rp. 3.825.946.000,- dan diserahkan kepada 280 Kelompok Ternak Ayam dan Itik dengan jumlah total ternak sebanyak 62.160 ekor.

Menurut Pjs. Bupati Lampung Selatan, Sulpakar, sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional, Kabupaten Lampung Selatan sangat potensial bagi pengembangan peternakan berbasis ekonomi kerakyatan dan sebagai Penyangga Pangan Nasional.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut juga dilaporkan rencana pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni yang diinisiasi oleh Gubernur Arinal.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung rencana pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni, yaitu melakukan Revisi Perda Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan, Sosialisasi rencana pembangunan, Peningkatan kapasitas SDM Kelompok Sadar Wisata dan UMKM melalui pelatihan teknis, Pengembangan sentra produksi pangan dan hortikultura untuk mendukung kebutuhan logistik kawasan, Penyusunan naskah akademik dan Raperda Pengembangan Kawasan Pariwisata Bakauheni serta melakukan Pengendalian dan pengawasan perizinan investasi di zona penyangga kawasan.

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan oleh Direktur PT. ASDP tentang Rencana Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni seluas 200 Ha yang akan mulai dibangun pada tahun 2021.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa bantuan yang baru saja diserahkan agar dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kepada penerima bantuan ternak, dapat meningkatkan prestasi agar Lampung terus berperan dalam pemenuhan kebutuhan Nasional. Saya juga berharap Lampung menjadi pilot project Indonesia sehingga dapat diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” harap Gubernur.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Lampung Selatan memiliki keunggulan dimana Bakauheni, Bandara, Sport Center dan Kawasan Industri berada di wilayah ini.

Sementara itu, terkait rencana Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa Lampung memiliki sumber daya alam yang potensial dan dirinya mendukung penuh rencana pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut guna mendorong pembangunan pariwisata di Provinsi Lampung yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Provinsi Lampung.

Di akhir arahannya, Gubernur sangat mengharapkan peran serta semua pihak untuk mendukung terwujudnya rencana Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi Pelabuhan Bakauheni, sehingga diharapkan di tahun 2022 Kawasan tersebut sudah dapat terealisasi.

“Saya mohon dukungannya, karena investasi ini tidak kecil. Bakauheni di masa depan diharapkan akan menjadi tujuan wisata unggulan di Indonesia,” pungkas Gubernur.(red)

Gubernur Arinal Sosialisasikan Pergub tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

BANDARLAMPUNG, mediarepublika.com — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Sosialisasi
Peraturan Gubernur Lampung Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Senin (26/10/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur menekankan agar Kabupaten/Kota jangan ada kata berhenti dalam upaya menegakkan kedisiplinan kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Kegiatan ini sekaligus Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung. Sosialiasi dan Rakor ini dihadiri para Bupati/Walikota, Forkopimda, KPU, Bawaslu, instasi terkait, akademisi, tokoh agama, pengusaha dan insan pers.

“Kita berharap semua daerah di Lampung ini terjaga. Mari kita semua menerapkan protokol kesehatan, lakukan sosialisasi bersama-sama Tni/Polri, Satpol PP karena kesadaran melaksanakan protokol kesehatan sangat penting dan wajib hukumnya,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal mengatakan termasuk peran insan pers untuk bergerak bersama melakukan pemberitaan yang membangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Rakyat harus tenang, mari kita turun bersama termasuk media pers karena rakyat membutuhkan pertolongan. Bangun Lampung supaya masyarakatnya aman dan nyaman serta tidak ada kekhawatiran,” katanya.

Arinal mengapresiasi Kabupaten Mesuji yang telah menjaga wilayahnya dengan baik sehingga kembali ke zona hijau.

Ia menilai Kabupaten Mesuji melakukan penanggulangan Covid-19 dengan baik, yang terlihat dari tracing maksimal dan testing cepat serta melakukan imbauan penerapan protokol kesehatan secara massif.

“Termasuk setiap rapid tes reaktif langsung cepat dilakukan swab. Puskesmas dan Satgas Kecamatan/Desa juga memantau pendatang yang masuk termasuk Pekerja Migran Indonesia dan memantau kasus yang diisolasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Arinal juga menyampaikan rekomendasi kepada Kota Bandar Lampung yang masuk dalam zona merah.
Arinal meminta untuk dilakukannya perlibatan lintas sektor antara Satgas di Kecamatan maupun Kelurahan termasuk juga relawan untuk membantu.

“Lakukan tracing atau pelacakan kasus yang cepat dan massif sehingga cepat dilakukan isolasi. Puskesmas juga harus memantau dan mendata pendatang, usia lanjut dan orang yang memiliki penyakit penyerta,” ujarnya.

Arinal juga mengimbau Kota Bandar Lampung untuk memantau kasus positif tanpa gejala/kontak erat yang sedang di isolasi dengan menjamin kebutuhan pokoknya selama isolasi sehingga tidak keluar.

Selain itu, Puskesmas Kota Bandar Lampung juga harus melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan dengan massif.

“Termasuk membentuk tim pendisiplinan protokol kesehatan dengan memberikan sanksi yang tegas pada pelanggar dan meminimalisir kegiatan keramaian,” katanya.

Selain itu, masih kata Arinal, Kota Bandar Lampung harus melakukan peningkatan Sistem Kesehatan dalam antisipasi peningkatan kasus.

“Dengan mempercepat testing dan melakukan skrining pada populasi beresiko serta penambahan ruang isolasi di RSUD,” ujarnya.

Arinal juga menyoroti upaya antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang dengan pengetatan pintu masuk Lampung baik melalui darat, laut maupun udara.

Disampaikan pula oleh Arinal seperti untuk jalur darat yakni pengetatan terhadap pintu tol serta Kabupaten yang berbatasan dengan wilayah dengan kasus tinggi.

“Pengetatan untuk jalur laut terhadap Pelabuhan Bakauheni, Panjang dan Kota Agung serta untuk jalur udara yakni pada Bandara Radin Inten II dan Bandara di Pesisir Barat,” katanya.

Selain itu, juga terhadap pengawasan protokol kesehatan pada tempat-tempat wisata seperti hotel, mall, tempat hiburan dan lain lain, khususnya wisata pantai.

Termasuk mengurangi izin keramaian yang potensi mengumpulkan orang seperti pesta dengan hiburan musik.

“Saya mengimbau ASN dan masyarakat untuk tetap di rumah saja dan tidak melakukan perjalanan ke wilayah dengan kasus tinggi atau mudik/pulang kampung,” ujarnya.

Untuk itu, Arinal mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus lakukan koordinasi dan membantu Kota Bandar Lampung keluar dari zona merah.

“Karena Provinsi Lampung terbaik dalam penanganan Covid-19, jangan sampai menjadi tidak baik karena kita terlena,” pungkasnya.

Wagub Pimpin FGD Raperda Tentang Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren

Bandar Lampung, mediarepublika.com — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, memimpin Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Daerah tentang Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur, Senin (26/10).

Focus Group Discussion (FGD) dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Raperda tentang penyelenggaraan pesantren adalah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Lampung, karena berguna untuk membantu pesantren memiliki payung hukum sebagai fasilitator pesantren.

Pemerintah sendiri tidak bisa melaksanakan tugasnya apabila tidak dibantu stakeholder yang lain membahas persoalan tentang berdirinya payung hukum.

“Kehadiran pesantren benar-benar membantu dalam mencerdaskan anak bangsa dan menciptakan masyarakat yang religius, dimana hal itu sejalan dengan Visi Lampung Berjaya,” ungkap Wagub.

Keberadaan Raperda memberi ruang kepada daerah untuk memfasilitasi pesantren yang berada di Provinsi Lampung, yaitu untuk mensupport pesantren dan membantu pesantren memenuhi kebutuhan pendidikan.(Red)