DPRD Lampung Selatan Gelar Sidang Perdana di 2021, Nanang Sampaikan Dua Paket Raperda tentang BUMD

KALIANDA, mediarepublika.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna perdana di 2021.

Dalam rapat paripurna itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada DPRD.

Nanang Ermanto menyampaikan Raperda tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin (8/2/2021) siang.

Sedangkan, rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD setempat, dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi didampingi Wakil Ketua I Agus Sartono dan Wakil Ketua II Agus Sutanto serta dihadiri 40 anggota DPRD setempat.

“Dari jumlah 49 orang anggota dewan, hadir secara fisik sebanyak 14 orang, hadir melalui aplikasi virtual meeting 26 orang, dan tidak hadir dengan keterangan izin 9 orang,” tutur Sekretaris Dewan, Samsurizal.

Hadir juga jajaran anggota Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin, S.Sos, MM beserta para Staf Ahli Bupati, Asisten, dan Kepala OPD serta Camat dilingkup Pemkab Lampung Selatan.

Adapun kegiatan rapat paripurna yang dilaksanakan ditengah pandemi tersebut telah menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat.

Sementara itu, dalam nota pengantarnya, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan dan menjelaskan mengenai dua Raperda tersebut.

Pertama tentang pendirian  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Kabupaten Lampung Selatan, “Perseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju”.

Dan kedua, Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan tentang Penyertaan Modal pada Perseroan Daerah Lampung Selatan Maju.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran tentang pendirian BUMD.

Nanang menjelaskan, Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan pintu gerbang Sumatera merupakan daerah yang memiliki letak sangat strategis.

Seperti adanya Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Bandara Radin Inten sebagai bandara internasional, ditunjang jalan tol Bakauheni-Terbangi Besar.

“Tentunya, kondisi ini sangat menguntungkan dan memberikan peluang bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan dan menumbuhkan iklim usaha dan pertumbuhan perekonomian daerah,” papar Nanang.

Nanang melanjutkan,  secara empiris Kabupaten Lampung Selatan juga memiliki banyak potensi dan keunggulan. Terutama bidang pariwisata, pertanian, peternakan perikanan, industri dan bidang-bidang lainnya.

Menurutnya, potensi dan keunggulan tersebut belum mampu dikelola secara optimal. Dan secara ekonomis belum sepenuhnya memberikan manfaat yang  besar bagi daerah atau masyarakat.

“Sehingga  pemerintah daerah perlu menggali potensi ekonomi daerah dan mengembangkan sumber daya daerah melalui pendirian BUMD,” tutur Nanang.

Pada sisi lain kata Nanang, banyak peluang investasi atau kerjasama antar daerah yang ditawarkan oleh pelaku-pelaku ekonomi dan BUMN. Namun pemerintah daerah belum bisa memanfaatkan peluang tersebut.

“untuk itu, melalui pendirian BUMD ini, kita harapkan mampu memanfaatkan peluang investasi dan kerjasama antar daerah yang dapat menguntungkan Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya.

Nanang menambahkan, adanya pembangunan daerah dibidang pariwisata, seperti pembangunan wisata terintegrasi Bakauheni Harbour City, juga diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi daerah atau masyarakat.

“Kedepannya diharapkan pemerintah daerah melalui BUMD dapat ikut andil dan berperan aktif dalam memanfaatkan peluang tersebut,” kata Nanang.

“Sebagai pertimbangan lain, asas keadilan sosial bagi masyarakat. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui pemanfaatan dan penyerapan  tenaga kerja,” tambah Nanang.

Atas dasar pemikiran itu, lanjut Nanang, pendirian BUMD didasarkan atas kebutuhan bukan berdasarkan keinginan.

Dimana BUMD itu memiliki tujuan yakni, memberikan manfaat perkembangan ekonomi daerah pada umumnya, serta memperoleh laba dan atau keuntungan.

Kemudian, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat  sesuai kondisi, krakteristik dan potensi daerah yang berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor  54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, pendirian  BUMD harus didahului dengan studi kelayakan.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan pengkajian dan Studi kelayakan usaha, bekerjasama dengan Universitas Lampung (UNILA) dan telah mendapat penilaian dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melalui surat Nomor : 539/4774/SJ tanggal 25 Agustus 2020.

“Adapun nama BUMD Kabupaten Lampung Selatan adalah Perseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju. Dengan kegiatan usaha meliputi Bidang Perdagangan, Parawisata dan Agrobisnis,” tutur Nanang.

Sementara modal dasar Perseroan Daerah tersebut adalah sebesar Rp 12.600.000.000 (Dua Belas Miliar Enam Ratus Juta Rupiah).

“Melalui paripurna dewan yang terhormat ini, kiranya modal dasar BUMD ini dapat kita berikan melalui Penyertaan Modal kepada BUMD,” kata Nanang.

Pihaknya pun berharap, melalui penyertaan modal yang diberikan pada BUMD tersebut, akan dapat meningkatkan PAD sekaligus penyumbang penerimaan daerah. Baik dalam bentuk pajak, deviden maupun bentuk manfaat lainnya.

“Dengan telah disampaikannya Raperda tentang BUMD ini, kami berharap masukan dari pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD. Selain itu, Raperda ini dapat dibahas bersama-sama eksekutif dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Lampung Selatan,” pungkasnya.

Usai mendengarkan pengantar Raperda yang disampaikan Bupati Lampung Selatan, delapan Fraksi yang di DPRD Lampung Selatan menyampaikan pandangan umumnya. Berbagai masukan, arahan dan saran disampaikan terkait Raperda dimaksud.

Secara berturut-turut, masing-masing Fraksi yang menyampaikan pandangan umumnya yakni, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat, Fraksi dan Fraksi Nasdem Hanura Perindo.(Red)

Dinilai Berhasil Tangani Stunting, Winarni Jadi Pembicara Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Ditingkat Nasional

KALIANDA, – Kabupaten Lampung Selatan pernah tertinggi kasus stunting pada tahun 2013. Dari data Riskesdes Kementerian Kesehatan, angka stunting mencapai 43,01% kala itu. Sehingga menjadi kabupaten prioritas penanganan stunting.

Namun, berkat komitmen pemerintah daerah, serta peran dari duta swasembada gizi,  dan gotong-royong semua pihak, angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2019 menjadi 5,64% dibanding tahun 2013 yang mencapai 43,01%.

Atas capaian itu, Kabupaten Lampung Selatan diganjar penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung sebagai kabupaten paling inovatif dan replikatif dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting untuk kategori kinerja kabupaten/kota tahun 2020.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto dalam acara “Pelatihan Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting” secara virtual, pada Jumat, 5 Februari 2021.

Kegiatan yang diiniasi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, diikuti 88 peserta dari kabupaten/kota se-Sumatera Bagian Selatan.

Diketahui, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung  Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto yang juga selaku Duta Swasembada Gizi, sangat aktif mendorong serta mengkampanyekan langkah-langkah serta upaya-upaya penurunan angka stunting.

Winarni mengatakan, dengan mengangkat motto upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, pihaknya mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami juga mengajak seluruh OPD dan stakeholder yang ada di Lampung Selatan untuk membantu kelancaran program ini,” tutur Winarni dalam paparannya dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (5/2/2021).

Dalam paparannya, Winarni juga mengatakan, Kabupaten Lampung Selatan telah mendapatkan beberapa penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait stunting.

Menurutnya, hal itu menandakan bahwa pihak pemerintah daerah serius dalam menuntaskan angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan.

“Dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan menjadi Peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 5-8 tahun 2019. Kemudian Peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 1-4 tahun 2020,” ungkap Winarni.

Diakhir paparan Winarni berpesan kepada seluruh peserta, agar selalu bermawas diri serta mempersiapkan dan memberikan generasi unggul bebas stunting untuk kabupaten/kota dan negara Indonesia.

“Kita semua bertanggungjawab terhadap kualitas SDM  dan generasi masa depan bangsa” kata Winarni mengakhiri paparan.

Dari pantauan, acara tersebut di pandu oleh host Imam Almutaqin selaku Tim Leader LGCB ASR Regional II, Ditjen Bangda Kemendagri dan di moderatori oleh Dewi dari Regional 2. (Red)

Gelar Musyawarah Daerah (Musda) II, Winarni Minta Agar Berkolaborasi Dalam Memajukan Dunia Pendidikan

KALIANDA, mediarepublika.com– Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II, di ruang meeting cafe dan resto D’sas, Rabu (3/2/2021).

Dibuka secara langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, kegiatan tersebut mengambil tema Mandiri, Profesional, bermartabat, mewujudkan kesetaraan Pendidik PAUD Menuju Paud Berkualitas.

Dalam arahannya, Winarni mengatakan, kegiatan Musda II itu diselenggarakan dalam rangka memilih kepengurusan baru, dikarenakan telah berakhirnya masa kepengurusan lama, periode 2016-2020.

Oleh karena itu, Winarni berharap, Kegiatan Musda II Himpaudi Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan efektif, serta menghasilkan pengurus baru yang mampu berkolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan di bumi Khagom Mufakat ini.

“Pelaksanaan Musda II ini Pengurus Daerah Lampung Selatan ini untuk memilih kepengurusan baru, karena telah berakhirnya masa kepengurusan,” kata Winarni.

Sebagai organisasi bernaungnya para pendidik, lanjut Winarni, Himpaudi harus mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Guru dalam mendidik dan membina anak usia dini.

“Sehingga kedepan dapat menghasilkan anak yang berkarakter dan berakhlak mulia, dapat dibanggakan orang tua, serta sebagai generasi cerdas yang dapat memajukan kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Winarni juga berpesan agar Himpaudi dapat turut Mengedukasi masyarakat terkait program vaksinasi Covid-19 di Lampung Selatan.

Hal ini dilakukan, agar masyarakat dapat faham dan mengerti mengenai manfaat dari vaksinasi, dengan demikian diharapkan dapat mengurangi laju penularan virus corona di Lampung Selatan.

“Masih ada warga kita, yang mendengar informasi yang tidak benar, ini menjadi tugas kita bersama, untuk mensosialisakan kepada masyarakat bahwa vaksinasi sangatlah penting untuk diberikan kepada masyarakat dalam pengendalian Covid-19,” pesan winarni mengakhiri arahannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Thomas Amirico, mengatakan agar para pengurus terpilih nanti, dapat menyusun program dan strategi pembelajaran, sehingga Kelembagaan PAUD dapat lebih bermutu dan berkualitas, terlebih pada masa pandemi ini.

“Karena jujur saja, dimasa pandemi Covid-19 ini, kita berharap jangan sampai kehilangan semangat, karena metodenya berubah dari yang tadinya tatap muka, sekarang kita sudah PJJ,” ungkapnya.

Ia berharap, terdapat masukan dari pengurus Himpaudi terkait dengan metode pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi ini, sehingga anak dapat memenuhi pendidikan kompetensi dan karakter yang diberikan oleh pendidik.

“Menyusun silabus, apa yang kita lakukan, apa yang harus kita berikan, kita harus memastikan apakah kompetensi itu dapat diterima oleh siswa, artinya hasil outputnya, jika materi tidak dapat diterima berarti bapak/ibu gagal dalam mengajar,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Kabupaten Lampung Selatan, Dyah Atik Citra Rukmi, S.pd. Aud, mengatakan Himpaudi akan tetap solid dan fokus terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada anak usia dini.

Hal ini, diharapkan akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan di seluruh lembaga pendidikan Paud di Kabupaten Lampung Selatan.

“Himpaudi akan tetap solid dan fokus terhadap peningakatan kualitas pendidikan Paud, dan diharapkan akan berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia juga turut meminta maaf kepada seluruh pihak, apabila terdapat kesalahanselama menjabat sebagai plt. Ketua Himpaudi Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara, Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Citra Persada, M.Sc., turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.(Red)

Lampung Selatan Kembali Peroleh Bantuan Alsintan, Nanang Harap Ketahanan Pangan Di Lampung Selatan Semakin Kuat

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menerima bantuan 19 unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia (RI), di Aula sebuku, rumah dinas bupati setempat, Minggu (31/1/2021).

Bantuan itu diserahkan secara langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, SE, didampingi Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, kepada perwakilan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) terpilih.

Yakni, Gapoktan Kecamatan Natar, Gapoktan Kecamatan Kalianda, Gapoktan Kecamatan Sidomulyo, Gapoktan Kecamatan Way Panji, Gapoktan Kecamatan Penengahan dan Gapoktan Kecamatan Sragi.

Dengan rincian, 5 Unit Traktor Roda 4, 3 unit traktor roda 2, 2 unit Combine Harvester , 1 unit power thresher mobile, 3 unit Cultivator, serta 7 unit pompa air (alkon).

Pada kesempatan itu, H. Nanang Ermanto, mengucapkan terimakasih atas bantuan alsintan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat.

Dengan diberikannya bantuan itu, diharapkan dapat lebih memudahkan Gapoktan dalam mengelola pertanian serta dalam menanggulangi ketahanan pangan di Lampung Selatan.

“Saya atas nama pemerintah daerah dan mewakili masyarakat Lampung Selatan, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, dengan bantuan ini, insya allah untuk menanggulangi ketahanan pangan Lampung Selatan bisa teratasi,” ujarnya.

Nanang juga berharap dengan diberikannya bantuan ini, Gapoktan dapat lebih tangguh serta mandiri dalam memajukan pertanian di Lampung Selatan.

“Saya harap Gapoktan mempunyai suatu kemandirian, setelah pemerintah melalui pak sudin memberikan bantuan kepada kita (Gapoktan ; red), kelompok tani saya harap mempunyai konsep yang jelas, kemandirian,” harapnya.

Sementara, Sudin, SE, mengatakan pemberian bantuan alsintan itu, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Lampung Selatan.

Maka dari itu, ia meminta agar alat tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga kedepannya dapat membuahkan hasil pertanian yang maksimal.

“Alat ini dibagi dengan cuma-cuma, tapi tolong dijaga dengan baik, kalau jaman dahulu pakai manual mungkin butuh tenaga kerja bisa seminggu, tapi kalo menggunakan Combine, 1 Hektar 2 Jam selesai,” ungkapnya.(Red)

Bupati Tanam 150 Jenis Tanaman Toga Untuk Pengembangan Kebun Edukasi

KALIANDA, mediarepublika.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto melakukan penanaman 150 jenis Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Kebun Edukasi yang berada di areal rumah dinas bupati setempat, Rabu (27/1/2021).

Hal itu sebagai upaya memaksimalkan kebun edukasi dengan luas kurang lebih 2,5 Hektar yang diproyeksi menjadi destinasi wisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat luas.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni, Ketua DWP Lampung Selatan Yani Thamrin, beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Nanang mengatakan, penanaman tanaman Toga memberi contoh bahwa pemanfaatan lahan kosong penting sebagai ketahanan pangan dan kepentingan rumah tangga.

Karena itu dirinya mengajak masyarakat untuk menanami pekarangan dengan tanaman yang memiliki manfaat lebih, sepeti tanaman Toga.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto menambahkan, penanaman Toga tersebut, bertujuan untuk memberikan  informasi  terkait  manfaat  penggunaan  Toga  dan pengolahannya  secara sederhana kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, hasil  penanaman  Toga dapat  dimanfaatkan  oleh masyarakat sebagai  alternatif  pengobatan secara sederhana atau tradisional.

“Jadi nanti kebun ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Karena yang kita tanam hari ini 150 jenis tanaman Toga. Seperti Jahe Merah, Temu Kunci, Bangle, Kencur, Temu Giring, Alamanda, Kapulaga, dan lainnya,” ujar Bibit disela kegiatan itu.(Red)

Jelang Pemeriksaan, BPK Perwakilan Lampung Gelar Entry Meeting

KALIANDA, mediarepublika.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung melakukan entry meeting dengan kepala daerah se-Provinsi Lampung secara virtual dari kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Rabu (27/1/2021).

Di Kabupaten Lampung Selatan, entry meeting diikuti Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin berserta seluruh pejabat utama dan para Kepala OPD terkait dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat.

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Andri Yogama mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2020 pada Pemerintah Daerah se-Provinsi Lampung.

“Kami mohon maaf, kegiatan entry meeting ini dilaksanakan secara daring, karena masih dalam kondisi pandemi. Mari kita memanjatkan doa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 cepat berlalu dan kita diberi kekuatan melewati pandemi ini,” kata Andri Yoga mengawali sambutannya melalui video conference.

Andri Yogama menjelaskan, pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh BPK akan dilaksanakan dalam dua periode waktu. Dia menyatakan, selama 30-35 hari kedepan pihaknya akan melakukan pemeriksaan rinci sebelum terbitnya LKPD.

Insya Allah akan dimulai hari ini, Rabu, 27 Januari 2020. Nanti secara teknis para Ketua Tim akan menghubungi bapak ibu secara terpisah,” ungkapnya.

Andri Yogama menambahkan, meski masih dalam kondisi pandemi, pemeriksaan akan dilakukan secara offline. Untuk itu, dirinya meminta para kepala daerah menunjuk liaison officer yang kompoten untuk mendampingi BPK dalam melakukan pemeriksaan.

“Jadi nanti kami akan berkunjung ke pemerintah daerah. Tetapi apabila ada perkembangan situasi di lapangan yang dapat mempengaruhi kesehatan tim audit, maka pemeriksaan akan dilakukan secara online,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Andri Yogama juga mengingtakan kepada para kepala daerah untuk bersama-sama menjaga agar pelaksanaan pemeriksaan dapat berjalan kondusif dan lancar, sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

“Jadi, jika ada tawaran untuk mempertahankan atau meningkatkan opini dari internal atau pihak lain, tolong diabaikan. Karena opini ini merupakan hasil kerja keras dari bapak ibu sekalian. Bukan dari orang lain atau pihak lain,” tukas Andri Yogama.

Dirinya juga meminta para kepala daerah untuk tidak menjanjikan atau memberikan imbalan kepada tim yang melakukan pemeriksaan di masing-masing pemerintah daerah.

“Kami berharap bapak ibu tidak menawarkan apapun kepada tim kami. Karena mereka akan menerima sanksi, bukan hanya satu tetapi dua. Pertama pelanggaran kode etik dan hukuman disiplin PNS. Kami hanya menilai, apapun nilainya itu hasil kerja keras dari bapak ibu,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tahun 2019 mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Perolehan tersebut menjadi yang keempat kalinya secara berturut-turut. Sebelumnya, Kabupaten Lampung Selatan juga berhasil mendapat predikat WTP pada 2016-2018.(Red)

Nanang Sambut Silaturahmi Wakapolda Lampung di Rumah Dinas

KALIANDA, mediarepublika.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menerima kunjungan silaturahmi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung, Brigjen Pol Drs. Subiyanto di rumah dinas bupati setempat, Rabu siang (20/1/2021).

Tiba di rumah dinas bupati, Wakapolda Lampung yang didampingi sejumlah Pejabat Tinggi Polda Lampung itu langsung disambut Bupati beserta jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta jajaran.

Diketahui, kunjungan Wakpolda Lampung ke Lampung Selatan itu dalam agenda ramah tamah bersama anggota Forkopimda Lampung Selatan di Polres Lampung Selatan.

Momen kunjungan singkat itu dimanfaatkan Bupati Lampung Selatan untuk meningkatkan silaturahmi dengan menjamu makan siang bersama Wakapolda Lampung.

Nanang Ermanto juga sempat mengajak jenderal bintang satu itu untuk melihat keadaan kebun edukasi yang memang berada di belakang rumah dinas bupati setempat.

“Tidak ada agenda khusus. Kita jajaran Pemkab Lampung Selatan dan anggota Forkopimda hanya bersilaturahmi dengan Wakapolda,” ujar Nanang ditemui usai pertemuan itu.

Hanya saja kata Nanang, dalam pertemuan itu, Wakapolda Lampung meminta jajaran Pemkab Lampung Selatan dan jajaran Forkopimda Lampung Selatan untuk bersama-sama menekan laju penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Iya, tadi Wakapolda sempat membahas Covid-19. Kita diminta untuk turun dari mulai tingkat kabupaten hingga ke desa-desa untuk menekan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Nanang mengatakan, salah upaya pihaknya untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan meningkatkan sosialisasi ke desa-desa hingga ke tingkat RT.

“Seluruh kepala desa juga sudah kita panggil untuk meningkatkan kembali tim gugus tugasnya. Selain itu kita juga terus mengedukasi masyarakat untuk disiplin menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan),” imbuh Nanang.(Red)

Disuntik Vaksin Pertama Kali, Nanang Ermanto : Tetap Disiplin 3M

KALIANDA, mediarepublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melaksanakan program vaksinasi Covid-19, pada Selasa (19/1/2021).

Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menjadi orang pertama di Bumi Khagom Mufakat penerima vaksin jenis Sinovac itu.

Proses vaksinasi tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Lampung Selatan. Nanang Ermanto menjalani vaksinasi sekitar pukul 09.20 WIB di rumah sakit milik pemerintah daerah setempat.

“Sudah (disuntik) ya. Enggak kerasa ya,” tutur Nanang usai disuntik vaksin oleh petugas dari RSUD Bob Bazar, Selasa pagi (19/1/2021).

Seelum di vaksin, Nanang terlebih dahulu menuju meja pendaftaraan untuk dilakukan verikasi identitas. Lalu menuju meja screening untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan dan mengindentifikasi penyakit penyerta.

Setelah dinyatakan sehat, Nanang kemudian diberikan vaksin Covid-19 secara aman. Usai divaksin, Nanang kemudian diminta untuk menunggu 30 menit. Setelah 30 menit, Bupati Nanang Ermanto tidak merasakan adanya efek samping.

Kepada awak media, Nanang Ermanto menceritakan pengalamannya di vaksin. Menurutnya, pemberian vaksin dilakukan sangat cepat dan tidak terasa sakit. Dimana proses vaksinasi dilakukan dengan cara disuntik di tangan kiri.

Alhamdulillah, saya bersama Forkopimda sehat-sehat semua. Karena memang kami ini olahragawan,” kelakar Nanang dihadapan awak media.

Nanang juga menuturkan, Pemkab Lampung Selatan mendukung sepenuhnya program vaksinasi. Sebab, vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan penularan Covid-19 semakin luas.

“Masyarakat tidak perlu takut dengan vaksinasi. Saya sudah melakukannya, ini untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin aman untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Nanang.

Meski sudah di vaksin, Nanang meminta kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menjalankan 3M.

“Selalu gunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan untuk kebaikan kita semua,” tandasnya.

Selain Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, terdapat delapan orang lainnya yang disuntik vaksin Covid-19 pada tahap pertama.

Mereka adalah Kapolres Lampung Selatan, Dandim 0421 Lampung Selatan, Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, dan Sekda Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Ketua PGIS Lampung Selatan, Ketua Nahdatul Ulama dan Ketua Muhammadiyah Lampung Selatan.

Diketahui, pada termin pertama ini, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan 2.587 dosis vaksin Sinovac dari pemerintah pusat.

Vaksin Sinovac tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk 2.587 tenaga kesehatan yang tersebar di RSUD Bob Bazar, RS Swasta, 27 Puskesmas dan pusat-pusat layanan kesehatan yang ada di seluruh Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Setujui Masterplan Agrowisata Way Handak, Bupati Nanang Ermanto Harap Dapat Menjadi Media Edukasi

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menyetujui hasil dari Masterplan Kawasan Agrowisata Way Handak Kalianda dari Tim Peneliti Universitas Lampung (Unila).

Selain sebagai media rekreasi kuliner dan wisata, pencanangan pembangunan agrowisata itu, memiliki tujuan mengedukasi masyarakat mengenai dunia pertanian dan perikanan di Lampung Selatan.

Hal itu terungkap pada acara Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Lampung Selatan TA. 2020, bersama Tim Penelitian Unila, Kamis (14/1/2021), di Rumdin Bupati, di Kalianda.

“Masterplan ini pun langsung kami tindak lanjuti, ya pak sekda ya, siap ya, saya ketuk palu ini ya ini pak sekda, jadi seluruh jajaran sudah mengetahui ya ini,” ujar Nanang saat memberikan keputusan.

Perubahan tata ruang ini, kata Nanang, merupakan hal yang positif dan patut di banggakan, dengan merubah lahan kosong menjadi lahan yang dapat di gunakan, terlebih untuk kegiatan edukasi.

Selain itu, dengan dibangunnya agrowisata yang langsung terhubung dengan akses jalan tol Kalianda, diharapkan dapat lebih mengenalkan keindahan Lampung Selatan kepada para pengunjung yang melintasi taman agrowisata.

“Kita sudah tidak ada keraguan lagi, untuk Lampung Selatan merubah tata ruang, kami harap dapat segera terealisasi,” ujarnya lagi.

Sementara, Ketua Tim Peneliti Unila, Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, MS, mengatakan Agrowisata Way Handak, nantinya akan dibagi menjadi lima Zona wisata.

“Perzona itu, ada karcis sendiri pak bupati kami buatnya, ada full paket atau semi paket, mengambil zona A saja lalu pulang, A B bisa, seluruh bisa, menginap pun bisa,” jelasnya.

Pertama yakni, Zona A (enterance), yang terdiri dari gerbang, icon Lampung Selatan, parkir, tiketing, dan plaza.

Selanjutnya, Zona B (Pertanian), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, bangunan pengelola, kebun, tempat selfie, dan jalan setapak.

Lalu, Zona C (Taman Bunga), terdiri dari penerimaan pengunjung, gedung aula, taman bunga, menara pandang, dan bangunan pengelola.

Sedangkan, Zona D (Embung), terdiri dari kolam embung, jalan setapak, taman kecil, cottage, serta gazebo.

Sementara, Zona E (Perikanan), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, kolam ikan, kolam renang, dan wisata air.

Selain itu, lanjut Prof. Wan Abbas, setiap zona wisata baik itu pertanian maupun perikan, terdapat petugas yang akan memberikan edukasi terkait budidaya tanaman maupun ikan.

“Nanti ada petugas yang akan memberikan edukasi kepada pengunjung,” jelasnya lebih lanjut.

Agar keindahan wisata itu dapat berjalan dengan baik, kata Prof. Wan Abbas, memerlukan konsistensi dalam hal perawatan, terutama di bidang pertanian.

“Ini kuncinya pemeliharaan, jadi kalo gak ada pemeliharaan, hancur semua, karena tanaman kan bernyawa, hidup, karena itu nanti tata kelolanya tata kelola pertanian,” ungkapnya.(Red)

Nanang Ermanto Jamin Kemudahan Investasi di Lampung Selatan

KALIANDA, mediarepublika.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menjamin proses kemudahan perizinan bagi investor yang ingin membangun usaha di Kabupaten Lampung Selatan. Ia mengatakan, kran investasi terbuka lebar bagi investor.

Hal tersebut disampaikan Nanang Ermanto dalam acara Coffee Morning bersama para pelaku usaha se-Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Sebuku, rumah dinas bupati Lampung Selatan, pada Kamis (14/01/2021).

Nanang menyatakan, pihaknya akan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi, khususnya kemudahan dalam proses perizinan. Pihaknya juga akan menjamin keamanan terhadap investor yang akan berinvestasi di Lampung Selatan.

“Kami bersama Pak Sekda dan seluruh jajaran berkomitnen agar para pelaku usaha mendapatkan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Lampung Selatan,” ujar Nanang.

Ia pun mewanti-wanti agar para pelaku usaha tidak mudah percaya dengan orang yang menawarkan atau menjanjikan kemudahan dalam mengurus izin usahanya.

“Jika ada orang yang bilang bisa mengurus perizinan jangan dipercaya, langsung saja tanpa perantara. Karena kadang-kadang perantara ini yang bikin rusak. Jangan ada rasa was-was atau takut untuk berinvestasi di Lampung Selatan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Corporate Social Resposibility (CSR) atas dukungan dan kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saat masa transisi, saya sebagai Plt Bupati diuji dengan tiga kejadian besar. Pertama tsunami birokrasi, banjir bandang, dan tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerjasama dengan para pelaku usaha, semua bisa kita lewati dengan baik. Dan yang paling kita rasakan adalah jembatan Pasar Inpres Kalianda yang sekarang bisa dinikmati masyarakat Lampung Selatan,” ucap Nanang.

Demikian halnya dengan pembangunan fasilitas di GOR Way Handak Kalianda yang semakin lengkap dan menarik. Semua berkat semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Taman Edukasi di rumah dinas ini, juga bantuan CSR. Yang awalnya lahan tidur tidak terpakai, kita sulap menjadi taman edukasi dan rekreasi bagi masyarakat. Ini adalah milik kita semua, masyarakat Lampung Selatan, bukan milik pemerintah daerah,” katanya.

Nanang berharap, para pelaku usaha sebagai salah satu pilar perekonomian dapat ikut serta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap, sinergi dan kerjasama yang baik selama ini dapat terus dilanjutkan di masa-masa yang akan datang.

Sementara, mewakili para pelaku usaha, Hadi Widayat dari PT Charoen Pokphand Group berharap kepada pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan perizinan bagi para pelaku usaha. Baik yang sudah beroperasional maupun yang akan berinvestasi.

Dia juga mengatakan, dengan adanya Forum CSR, peran dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Melalui Forum CSR ini, keberadaan kita bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah daerah. Kami siap bekerjasama dan bersinergi mendukung pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” kata Hadi Widayat.

Hadir juga dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, S.Sos, MM beserta para pejabat utama dan Kepala Dinas terikait.(Red)