Puluhan Emak – Emak Ikuti Pelatihan Tata Boga

Serang, – Sebanyak 90 emak-emak di Kabupaten Serang mendapatkan pelatihan tata boga yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca pada DPKD Kabupaten Serang, Andi Suriati, mengatakan pelatihan merupakan Program TPBIS atau Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Jadi maksudnya gimana caranya memanfaatkan perpustakaan dari hasil membaca itu, bagaimana kita bisa mempraktikkan dan dari hasil praktik itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya pada Selasa, 5 November 2024.

Dijelaskan Andi, Program TPBIS merupakan salah satu program yang saat ini diprioritaskan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Jadi, saat ini pun DPKD dituntut bukan lagi perpustakaan itu hanya sebagai tempat membaca dan sebagai tempat gudang buku.

“Tapi, bagaimana caranya perpustakaan itu bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya kita mengadakan pelatihan-pelatihan seperti tata boga,” katanya.

Sehingga diharapkan, sambung Andi, masyarakat nanti dari hal-hal kecil tapi bisa bermanfaat buat mereka meskipun yang dilakukan DPKD hanya praktik bagaimana cara pembuatan yogurt. Akan tetapi, dari pembuatan yogurt mereka nanti bisa mengembangkan dengan membuat salad, es jelly, dan lainnya.

“Itu kan bisa menjadi salah satu penghasilan kalau ditekuni sama mereka, walaupun hal kecil, tapi kalau lama-lama itu dan benar-benar diniatkan, itu bisa bermanfaat buat mereka,”terangnya.

Adapun untuk pelaksanaannya, sebut Andi, di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang dilaksanakan pada 22 Oktober, dilanjutkan Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, dan di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas pada 29 Oktober 2024. “Untuk pesertanya setiap desa 30 orang atau ibu-ibu, mereka dilatih membuat tata boga. Kalau tahun kemarin di Kecamatan Cikande itu pelatihannya pembuatan abon,”ucapnya.

Andi memastikan Program TPBIS atau Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial akan dilakukan setiap tahunnya. Sekaligus melakukan monitoring apakah yang sebelumnya mengikuti pelatihan dilanjutkan membuka usaha. “Jadi tujuan intinya untuk memberikan keahlian ibu-ibu dengan diberikan ilmu oleh narasumber yang kita undang, “papar Andi. (Mugiono/HERIADI)

Angka Kematian Ibu Dan Bayi Menurun Tajam, Simak Info (AKI/AKB) Selama 3 Tahun!

Serang, – Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Serang menurun tajam selama tiga (3) tahun terakhir. Penurunan yang cukup tinggi itu pun di bawah tingkat nasional.

Capaian penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Serang lumayan cukup tinggi di bawah tingkat nasional, dan itu kan atas kerja atau peran mereka para kader posyandu, kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan.

Capaian disampaikan Tatu usai menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Rangka Penurunan Angka Kematian (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui Integritas Pelayanan Kesehatan Primer di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang pada Kamis, 31 Oktober 2024.

Berdasarkan data Dinkes, sebut Tatu, pada Tahun 2022 angka kematian ibu sebanyak 54 ibu yang meninggal dunia pasca persalinan, kemudian Tahun 2023 menurun menjadi 34 ibu, dan Tahun 2024 hingga Oktober ibu yang meninggal hanya 21 orang. Kalau untuk angka kematian bayi, Tahun 2023 sebanyak 200 bayi meninggal dan Tahun ini hanya 106 bayi, ini penurunan yang sangat signifikan, ucapnya.

Tatu mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas kader posyandu setiap tahun dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) karena ada hal-hal atau pemahaman-pemahaman untuk para kader posyandu yang harus disampaikan. “Jadi ketika ada kegiatan seperti ini disampaikan supaya mereka juga lebih semangat, tentunya ucapan terima kasih kita kepada mereka,” ucapnya.

Pada momen tersebut juga, diberikan penghargaan bagi para kader posyandu yang berprestasi atau kader yang teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atas penilaian dinas kesehatan. “Penghargaan supaya mereka lebih semangat lagi,” katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan fokus untuk prioritas strategis angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Salah satu programnya, memperkuat layanan integrasi pelayanan kesehatan primer. Jadi pelayanan kesehatan primer tersebut diharapkan bisa menurunkan lebih rendah lagi untuk angka kematian ibu dan angka kematian bayi ini, itu yang pertama sasarannya, katanya.

Karenanya, integrasi layanan primer atau ILP berbasis pada masyarakat yang ada di desa dan kecamatan, maka salah satu yang menjadi fokus itu juga adalah kader posyandu. Karena kader ini akan menjadi agen. Nanti agen di dalam menyampaikan informasi, melakukan edukasi, melakukan promosi, dan lain-lain sehingga tentunya perlu adanya peningkatan kapasitasnya, tuturnya.

Turut hadir para pejabat eselon II di Lingkungan Pemkab Serang, para camat, para kepala puskesmas se Kabupaten Serang, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, Ketua TP PKK Kabupaten Serang, Habibah, dan sekitar 500 kader posyandu se Kabupaten Serang. (*/Mugiono)

Penyerahan Juara Desain Masjid, Bupati Serang Harapkan Sisi Desain Masjid Berkualitas

Serang, – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah secara simbolis menyerahkan hadiah Juara Sayembara Desain Masjid Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang (Puspemkab) Serang yang dimenangkan oleh arsitek profesional asal Jakarta. Selain akan dilibatkan dalam pembangunan masjid kelak, juara pertama tersebut juga mendapat hadiah uang Rp130 juta dari Pemkab Serang dan Bank Jabar Banten (Bjb) KCK Banten.

Tatu mengatakan sayembara desain masjid Puspemkab Serang telah sampai pada tahap final, di mana sudah ada tiga besar yang dinilai. “Ketika penilaian tim juri ternyata ada dua peserta draw bernilai, jadi ada dua orang juara duanya, tidak ada juara ketiga,” ujarnya kepada wartawan usai pemberian hadiah lomba di pendopo Bupati Serang pada Rabu, 30 Oktober 2024 sore.

Ia mengaku bersyukur sayembara itu diikuti 176 peserta. Hal itu sesuai keinginan Pemkab Serang, karena dengan banyak peserta maka akan banyak pilihan. “Kemudian sayembara ini didampingi juri profesional di bidangnya, insya Allah yang terbaik (yang didapat) karena kami ingin punya masjid dari sisi desain yang bagus, fungsinya tidak salah. Alhamdulillah tadi bagus luar biasa anak muda keren-keren kreativitasnya,” tuturnya.

Tatu mengatakan untuk pembangunannya, ia akan meminta pemenang lomba untuk dilibatkan. Karena tujuan bangunan tersebut, pembuat desainnya lah yang lebih tahu. “Supaya detailnya tidak salah, akan lebih sempurna yang punya ide mendampingi ketika masjid itu dibangun,” ucapnya.

Ketua Tim Juri Sayembara Desain Masjid Puspemkab Serang Fauzan Noe’man mengatakan dalam sayembara itu intinya mencari ide bangunan baru yang mudah-mudahan bisa jadi inspirasi masyarakat Banten dan Indonesia. “Intinya Banten sudah punya ikon masjid yang bukan utama, Kabupaten Serang sekarang juga sudah, mudah-mudahan ini jadi cetakan baru bagaimana bentuk masjid yang baik dan sesuai syariat, itu yang kami harapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan dalam desain masjid tersebut bentuknya masih mengandung ornamen Kabupaten Serang atau pun unsur lokal. Dipastikan desain masjid yang berhasil jadi juara itu original dibuat melalui hasil daya pikir arsitek profesional, bukan meniru buatan orang lain.

Terkait ada dua juara kedua, Fauzan mengatakan karena kualitasnya sama, hanya yang juara pertama saja yang sangat menonjol. Sementara dua lainnya sulit dibandingkan karena punya karakter berlainan. “Tapi tetap nomor satu yang paling baik,” ucapnya.

Ia mengatakan dalam sayembara tersebut melibatkan tim juri dari unsur IAI Banten Ar Libradi Dwi Putranto, unsur akademisi Ar Tatyana Kusumo, unsur budayawan Ali Fadilah, perwakilan Pemkab Serang Febrianto. “Kalau saya sendiri 30 tahun jadi arsitek masjid,” ujarnya.

Diketahui juara pertama sayembara berasal dari Jakarta, juara kedua dari Semarang dan Banyuwangi. Hadir dalam kegiatan itu Kepala DPUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian dan jajarannya. (*/Mugiono)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aksi Unjuk Rasa, Masyarakat Sigedong Tolak Pembangunan TPSA! 

Serang, – Sejumlah Masyarakat Sigedong menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Mancak menolak adanya tempat pembuangan sampah Akhir (TPSA), Kamis (24/10/24) pagi.

Dalam orasinya, adanya TPSA sangat berdampak kepada kesehatan lingkungan masyarakat, hal ini sangat dikhawatirkan jika TPSA tersebut tetap berjalan sangat dipastikan akan ada polusi dan serangga yang masuk dalam lingkungan masyarakat.

 

Setelah orasi, beberapa perwakilan dari Masyarakat melakukan audiensi kepada beberapa jajaran di dalam Gedung Aula Kecamatan Mancak yaitu, Euis Linda Mutia Camat Mancak, Desma Kapolsek, Satpol PP serta Bayu Saputra Kepala Desa Sigedong.

Deni Alimistri selaku Denlap Gerakan Sigedong Melawan menyampaikan bahwa unjuk rasa hari ini ialah salah satu bentuk kekecewaan masyarakat Sigedong terkait adanya TPSA yang berdampak pada kesehatan lingkungan.

“Unjuk rasa ini kita beri nama Gerakan Sigedong Melawan dimana selama kita ini bungkam karena tidak bisa menyampaikan aspirasi, alhamdulillah dimana hari ini kita teriak kemudian bisa didengar oleh pemerintah dan direspon dengan baik bahwa Kepala Desa pun siap membatalkan adanya rencana pembangunan TPSA,”ujarnya.

 

Menurut nya rencana akan dilaksanakan pambangunan TPSA itu diketahui sejak 1 (satu) tahun yang lalu tepatnya pada Mei 2023. Adapun harapan masyarakat jika ini tidak segera di kabulkan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Serang, akan ada gerakan aksi tambahan yang akan di gelar di Pemerintahan Kabupaten Serang.

“Jika pihak Pemerintah Kabupaten masih melanjutkan program TPSA ini, maka kami akan menggelar akan yang lebih besar bahkan 100 kali lipat dari ini untuk mengerahkan masa. Harapan hari ini supaya pemerintah bisa merespon dan mengabulkan permohonan unjuk rasa hari ini agar tidak ada aksi lagi,”tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Sigedong merespon akan tuntutan unjuk rasa masyarakatnya yang menolak adanya TPSA.

“Saya ucapkan banyak terimakasih karena itu suatu hak yang harus kita hargai dan kita dukung, karena sigedong itu bukan milik kepala desa tapi milik Masyarakat. Untuk kedepan nya kita bersama sama apapun yang terjadi di desa Sigedong, jika ini tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah untuk membatalkan TPSA, kita akan tuntut bersama,”terangnya.

Selanjutnya, menyikapi hal ini Camat Mancak menerangkan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi semua program kegiatan.

“Kita sudah bagi kewenangan nya, untuk persampahan ada di Lingkungan Hidup (LH), kemudian untuk kewenangan pengadaan lahan ada di OPD terkait, kalau Kecamatan kita pastikan hanya tempat memfasilitasi untuk berdiskusi,” jelasnya. (Ibnu/Mugiono)

Ngariung Iman Ngariung Aman , Kapolres Serang silaturrahmi ke Markas Koramil 0602-21 Kopo

SERANG – Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko didampingi Wakapolres Kompol Ali Rahman CP, Kapolsek Kopo Iptu Aripin Simbolon melaksanakan program “Ngariung Iman Ngariung Aman” dengan personil TNI.

Program silaturahmi kali ini dilaksanakan di Markas Koramil 0602-21/Kopo, pada Rabu 23 Oktober 2024. Kedatangan Kapolres disambut Danramil Kapten Inf Darsono beserta sejumlah personil Koramil.

“Kunjungan ini bagian dari program Ngariung Iman Ngariung Aman intinya silaturahmi sekaligus untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi serta memupuk kebersamaan soliditas dan sinergitas TNI-Polri,” kata Kapolres AKBP Condro Sasongko.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danramil berserta anggota yang telah memberikan waktunya untuk bersilaturahmi.

Kapolres juga menyampaikan terimakasih atas sinergitas dan soliditas TNI-Polri sehingga dapat menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Serang tetap aman dan nyaman.

“Kami berharap jalinan silaturahmi yang sudah terbina dengan baik ini tetap berlanjut dan berkesinambungan dalam rangka memperkokoh sinergitas TNI Polri dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Alumnus Akpol 2005.

Sementara Danramil 0602-21/Kopo, Kapten Inf Darsono mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Serang beserta rombongan yang telah menyempatkan diri datang untuk bersilaturahmi memperkokoh komunikasi dan kordinasi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kapolres dan Wakapolres yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi di markas kami,” ucap Kapten Inf Darsono.

“Sesuai perintah pimpinan, kami dari TNI selalu siap bersinergi dengan jajaran Polres Serang menjaga kondusifitas kamtibmas serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkap Danramil.

(Red).

Realisasi Anggaran Dana Desa Tahun 2022 Sampai 2023 Desa Citerep Diduga Fiktif

 

Serang, – Realisasi Anggaran Dana Desa tahun 2022 sampai 2023 Desa Citerep Kecamatan Ciruas diduga fiktif, pasalnya anggaran yang dikucurkan untuk alat Produksi ketahanan pangan berupa penggilingan padi serta alat pertanian lainnya senilai kurang lebih 300 juta rupiah tidak jelas keberadaannya.

Hal ini disampaikan oleh beberapa ketua RT setempat, salah satunya Ropik ketua RT 04 RW 04, dirinya menyampaikan bahwa alat produksi pertanian berupa Penggilingan padi serta alat lainnya tidak pernah merasa ada di desa tersebut.

Ditempat yang berbeda, Agus Wahyudin Ketua RT 04 menjelaskan mengenai bantuan yang ada didesa tersebut berupa ternak kambing berjumlah 50 Ekor, namun nasib ternak kambing dengan jumlah banyak itu dilanda kematian dan hanya menyisakan kandang.

Kemudian, hal yang sama di sampaikan Agus terkait Alat Produksi Ketahanan Pangan Berupa penggilingan padi dan lainnya tidak pernah ada, hal ini bisa disimpulkan bahwa dugaan kuat Pemerintah Desa melakukan kecurangan terhadap anggaran Dana Desa dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi.

Sampai ditayangkan berita ini, Oknum Kepala Desa belum bisa di konfirmasi lebih lanjut.

Laporan : Rudi

Potensi Meraup Keuntungan, ADD 2022 dan 2023 Desa Batukuda Diduga Fiktif? 

Serang, – Penggunaan Anggaran Dana Desa tahun Anggaran 2022 Desa Batukuda Kecamatan Mancak Kabupaten Serang, tentang Program Ketahanan Pangan diduga fiktif. Pasalnya Program ketahanan pangan berupa peternakan Kambing pada tahun 2022 berkisar 140 juta rupiah tidak terealisasi, namun Program Peternakan Kambing tersebut terealisasi pada tahun anggaran 2023 senilai 91 juta rupiah.

 

(MF) salah satu Narasumber yang tergabung dalam kelompok Peternak kambing menerangkan bahwa dirinya menerima hewan Kambing tersebut hanya 5 (lima) ekor, sedangkan di desa tersebut terdapat 4 kelompok pada gelombang pertama.

 

“Sudah lama pak sekitar 1 (satu) tahun yang lalu (2023) kita rawat kambing ini, waktu itu yang saya ingat setiap kelompok diberikan 5 ekor kambing, 4 betina 1 jantan dengan jenis kambing etiwa dari jawa tengah, akan tetapi saya tidak tahu berapa anggarannya, namun setahu saya harga persatuan kambing itu 3 juta rupiah untuk yang betina, kalau yang jantan sekitar 4 sampai 5 juta rupiah,”tuturnya.

 

Selanjutnya, mengenai perjanjian bagi hasil nagi para pengelola ternak Kambing, MF tidak pernah diberitahu oleh pemerintah desa setempat.

 

“Kalau rapat dulu dari kecamatan pernah bilang untuk bagi hasil nanti akan dimusyawarahkan bersama pemerintah desa Batukuda, akan tetapi sampai hari ini belum jelas perjanjian itu, saya berharap akan ada perjanjian yang mengikat supaya kami yang merawat hewan kambing ini bisa lebih semangat lagi,” harapnya.

 

Selanjutnya mengenai Program peternakan Puyuh, narasumber yang enggan disebut namanya menerangkan bahwa ternak puyuh tersebut sudah tidak berjalan dengan alasan hewan puyuh dilanda kematian hingga menyisakan beberapa ekor.

 

“Kalau ternak puyuh itu ada, tapi pada mati dan tidak berjalan, kalau dulu kan ternak puyuh itu telornya sempat dijual belikan, tapi sekarang tidak ada lagi,” jelasnya.

 

Hal ini sangat disayangkan, pasalnya kegunaan anggaran dana desa yang seharusnya menjadi potensi untuk mengembangkan ketahanan pangan desa, terbuang sia sia. Sedangkan jelas tertuang pada data bahwa Desa BatuKuda sempat menggelar pelatihan bagi para pengelola baik di tahun 2022 ataupun 2023.

 

Selain itu, menelusuri adanya insfrastruktur pembangunan Talut Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cipanas RT 15 RW 03 diduga fiktif, pasalnya proyek bangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa senilai 73 juta rupiah dengan diameter Panjang 66 meter lebar 2 meter tidak terlihat bentuk fisiknya.

 

Menyikapi hal ini, Sabit selaku kepala Desa saat akan dikonfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terhadap Program yang telah terealisasi, dirinyya mengelak dengan memberikan pelimpahan kepada juru bicara desa se kecamatan mancak.

 

“Kalau mau konfirmasi ke kang sobar aja, jadi juru bicara desa se kecamatan mancak,” Jawabnya

 

Sampai diterbitkannya berita ini, Kepala Desa setempat serta Pihak berwenang belum di konfirmasi. (Ibnu/Mugiono)

Dugaan Korupsi ADD 2023 Desa Kasarengan Serang Berdampak Kerugian Negara? 

https://youtu.be/484H7i-thlA?si=fSmLg1mlHk7bzKpU

 

Serang, – Adanya Anggaran Dana Desa menjadi unsur pemanfataan bagi setiap desa, Pasalnya anggaran yang di gelontorkan untuk menumbuhkan Sumber Daya Manusia, kini semakin terlihat dampak kerugian terhadap Negara. Salah satunya Desa Kaserangan Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten usai ditelusuri oleh Heriadi Kepala Divisi Inteligen dan investigasi GWI Pusat bersama tim media, ditemukan banyak kejanggalan. Senin 21 Oktober 2024.

 

Adapun temuan tersebut masuk kedalam dugaan Mark’up penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2022 sampai 2023 melalui beberapa Program yaitu, Program Ketahanan Pangan berupa Ternak Kambing senilai 75 juta rupiah dengan jumlah 50 ekor, kini hanya menyisakan 12 Ekor. Sementara itu, menurut pengakuan Asep selaku pengelola Ternak Kambing menerangkan bahwa awal mula Kambing diterima olehnya sekitar 50 ekor dengan harga diperkirakan 800 ribu rupiah per ekor, adapaun upah perbulan sekitar 350 ribu rupiah setiap minggunya.

 

Ditempat yang berbeda, Romli selaku warga setempat sekaligus pemilik kambing terkesan bekerjasama dengan memberikan keterangan palsu kepada media, adapun menurut nya Oknum Kepala Desa diberikan harga pembelian kambing senilai 1 juta 500 ribu rupiah per ekornya dengan jumlah 70 ekor kambing, sedangkan anggraan yang dikucurkan tidak sesuai dengan data yang telah dihimpun. Hal ini sangat disayangkan, pasalnya kegunaan anggaran Dana Desa milik Negara harusnya bisa lebih transparan diumumkan kepada masyarakat.

 

Kemudian, Program ternak Ikan Lele berupa pembuatan Kolam Ikan lele senilai 130 juta rupiah diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Tak hanya itu, Kolam yang dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa tidak terdapat ternak ikan lele melainkan bangunannya saja. Sedangkan pada data umumnya Desa tersebut telah merealisasikan anggaran untuk pembelian bibit ikan lele senilai 63 juta rupiah serta pembelian pakan ikan lele senilai 18 juta rupiah.

 

Menyikapi hal ini, Madnur selaku ketua RT setempat menyampaikan bahwa adanya program desa tersebut baik Pembuatan Kandang Kambing dan yang lainnya tidak pernah merasa dilibatkan oleh Pemerintah Desa Kasarengan. Dirinya berharap dengan adanya anggaran Dana Desa bisa lebih maju dan berkembang dalam pengelolaan.

 

Selanjutnya, menurut Keterangnan Akbar selaku Ketua RW 03 Kampung Nambo, Program Pembangunan Jalan desa paving Blok yang berlokasi di RT 07 RW 03 dengan diameter panjang 190 meter Lebar 1,5 meter senilai 85 juta rupiah, yang seharusnya dikerjakan swakelola oleh masyarakat kini diduga diborongkan oleh pihak luar serta terindikasi dugaan mark’up.

 

Dalam hal ini, Taryono didampingi Heriadi menjelaskan bahwa Proyek Paving Blok tersebut tidak sesuai dengan rincian anggaran biaya yang di kucurkan, menurut nya, jika diperhitungkan besaran angka permeter 100 ribu rupiah rincian bangunan paving blok dengan panjang 190 meter dikali lebar 1,5 meter hanya mendapatkan hasil 28 juta rupiah, kemudian jika ditambahkan dengan biaya pengerjaan diperkirakan hanya 40 juta rupiah dalam hitungan bersih.

 

Kaserangan

Kab. Serang, Banten

 

Informasi Umum

 

Kode PUM

3604092016

 

Jumlah Kepala Keluarga (KK)

Data tidak tersedia

 

Jumlah Penduduk

Data tidak tersedia

 

Pagu anggaran desa kaserangan tahun 2022 : Rp. 790.777.000

 

Penyaluran

Rp. 790.777.000

 

Tahap 1

Realisasi Penyaluran

Rp 89.100.000

Tanggal Diterima

30-MAY-22

Realisasi Penyaluran

Rp 89.100.000

Tanggal Diterima

08-AUG-22

Realisasi Penyaluran

Rp 89.100.000

Tanggal Diterima

19-OCT-22

Realisasi Penyaluran

Rp 89.100.000

Tanggal Diterima

22-DEC-22

Realisasi Penyaluran

Rp 173.750.800

Tanggal Diterima

30-MAY-22

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Makanan Tambahan (Pemberian PMT )

Rp 16.500.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Keadaan Mendesak

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (BLT DD)

Rp 89.100.000

 

Tahap 2

Realisasi Penyaluran

Rp 173.750.800

Tanggal Diterima

30-AUG-22

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Makanan Tambahan (Pemberian PMT )

Rp 39.300.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Penanggulangan Bencana

Jumlah Kejadian Penanggulangan Bencana (Belanaja Makan Dan Snack)

Rp 5.400.000

Keadaan Mendesak

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (BLT DD)

Rp 267.300.000

 

Tahap 3

Realisasi Penyaluran

Rp 86.875.400

Tanggal Diterima

08-DEC-22

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst)

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyelenggaran Pos Gizi Desa)

Rp 4.596.390

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia)

Rp 1.065.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Pemberian Insentif Kader Posyandu)

Rp 30.000.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Pembelian Peralatan Khusus Kesehatan)

Rp 7.950.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Belanja Barang Konsumsi Kader dan bidan desa)

Rp 6.720.000

Makanan Tambahan (Pemberian PMT )

Rp 42.660.000

Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll)

Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (Pelatihan dan Penyuluhan Kesehatan (TANTRI))

Rp 13.350.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa **

Jalan Desa (Pembangunan Paving Blok Kp.Nambo Rt 04/02)

Rp 47.080.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) **

Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) (Pembangunan SPAL KP.Cibugang RT 09/04)

Rp 75.231.000

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll)

Jumlah alat produksi dan pengolahan peternakan yang diserahkan (Pengadaan Kandang Domba/Kambing)

Rp 72.841.770

Peningkatan kapasitas perangkat Desa

Jumlah Peserta Peningkatan kapasitas perangkat Desa (Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa)

Rp 3.205.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Penanggulangan Bencana

Jumlah Kejadian Penanggulangan Bencana (Belanja Cetak Dan Penggandaan)

Rp 150.000

Jumlah Kejadian Penanggulangan Bencana (Belanja Cetak foto Copy )

Rp 300.000

Jumlah Kejadian Penanggulangan Bencana (Belanaja Makan Dan Snack)

Rp 7.200.000

Keadaan Mendesak

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (BLT DD)

Rp 356.400.000

 

Dan pagu anggaran pada tahun 2023 : Rp. 797.423.000

 

Penyaluran

Rp. 797.423.000

 

Tahap 1

Realisasi Penyaluran

Rp 49.500.000

Tanggal Diterima

05-JUN-23

Realisasi Penyaluran

Rp 49.500.000

Tanggal Diterima

18-AUG-23

Realisasi Penyaluran

Rp 49.500.000

Tanggal Diterima

08-DEC-23

Realisasi Penyaluran

Rp 49.500.000

Tanggal Diterima

20-DEC-23

Realisasi Penyaluran

Rp 239.226.900

Tanggal Diterima

05-JUN-23

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya (musdus, rembug warga, dll., yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa)

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Musdesus Penetapan KPM BLT -DD)

Rp 1.880.000

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Verifikasi dan Validasi KPM BLT-DD)

Rp 1.400.000

Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa

Biaya Koordinasi Pemerintah Desa (Penanggulangan kerawanan sosial Masyarakat)

Rp 8.000.000

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Makanan Tambahan (Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting)

Rp 5.400.000

Makanan Tambahan (Konsumsi Kader dan bidan desa)

Rp 2.430.000

Makanan Tambahan (Pemberian PMT (Makanan Tambahan) Posyandu)

Rp 10.500.000

Jumlah Ibu Hamil (Pemberian Makanan Tambahan (BUMIL- KEK))

Rp 3.000.000

Jumlah Lansia (Pembeian Makanan Tambahan Lansia)

Rp 4.050.000

Jumlah Lansia (Insentif Kader Posyandu)

Rp 15.000.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyediaan Operasional Kegiatan Posyandu)

Rp 1.085.000

Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan

Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya (Insentif Kader Pembangunan Manusia)

Rp 450.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok Kp. Nambo RT 002/001 P=100 L=1,5)

Rp 26.865.000

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa**

Kolam Perikanan Darat Milik Desa (Pembuatan Kolam Ikan Lele)

Rp 78.007.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Keadaan Mendesak

Bantuan Bahan Pangan (Operasional BLT-DD)

Rp 1.765.000

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (Penyaluran BLT DD)

Rp 49.500.000

 

Tahap 2

Realisasi Penyaluran

Rp 239.226.900

Tanggal Diterima

27-JUL-23

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya (musdus, rembug warga, dll., yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa)

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Musdesus Penetapan KPM BLT -DD)

Rp 1.880.000

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Verifikasi dan Validasi KPM BLT-DD)

Rp 1.400.000

Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa

Biaya Koordinasi Pemerintah Desa (Penanggulangan kerawanan sosial Masyarakat)

Rp 8.000.000

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst)

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyelenggaraan Pos Gizi Desa (Demo Masak))

Rp 3.430.000

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Makanan Tambahan (Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting)

Rp 9.000.000

Makanan Tambahan (Konsumsi Kader dan bidan desa)

Rp 4.050.000

Makanan Tambahan (Pemberian PMT (Makanan Tambahan) Posyandu)

Rp 17.500.000

Jumlah Ibu Hamil (Pemberian Makanan Tambahan (BUMIL- KEK))

Rp 5.000.000

Jumlah Lansia (Pembeian Makanan Tambahan Lansia)

Rp 6.750.000

Jumlah Lansia (Insentif Kader Posyandu)

Rp 22.500.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyediaan Operasional Kegiatan Posyandu)

Rp 1.085.000

Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll)

Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (Kegiatan TANTRI )

Rp 13.150.000

Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (Pelatihan Kader Remaja)

Rp 6.150.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga)**

Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga) (Pembangunan SPAL Kp. Nambo RT 001/001 P=183 M T=0,75 M)

Rp 61.318.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok Kp. Nambo RT 002/001 P=100 L=1,5)

Rp 46.855.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok RT 001/001 P=325 M L= 1,4 M)

Rp 60.206.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok Kp.Nambo RT 004/002 P= 40m L=1,4)

Rp 10.793.000

Jalan Pemukiman/Gang ( Paving Blok Kp.Nambo RT 001/001 P=87 L=1,4)

Rp 21.389.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving BlokKp.Nambo RT 007/003 P= 190m L = 1,5 m)

Rp 41.463.000

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa**

Kolam Perikanan Darat Milik Desa (Pembuatan Kolam Ikan Lele)

Rp 130.147.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Keadaan Mendesak

Bantuan Bahan Pangan (Operasional BLT-DD)

Rp 3.380.000

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (Penyaluran BLT DD)

Rp 99.000.000

 

Tahap 3

Realisasi Penyaluran

Rp 120.969.200

Tanggal Diterima

08-DEC-23

Rincian Penerimaan

Nama Realisasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya (musdus, rembug warga, dll., yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa)

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Musdesus Penetapan KPM BLT -DD)

Rp 1.880.000

Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler (Verifikasi dan Validasi KPM BLT-DD)

Rp 1.400.000

Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa

Biaya Koordinasi Pemerintah Desa (Biaya Koordinasi)

Rp 3.000.000

Biaya Koordinasi Pemerintah Desa (Penanggulangan kerawanan sosial Masyarakat)

Rp 20.000.000

Pelaksanaan Pembangunan Desa

Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst)

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyelenggaraan Pos Gizi Desa (Demo Masak))

Rp 3.430.000

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)

Makanan Tambahan (Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting)

Rp 10.800.000

Makanan Tambahan (Konsumsi Kader dan bidan desa)

Rp 4.050.000

Makanan Tambahan (Pemberian PMT (Makanan Tambahan) Posyandu)

Rp 21.000.000

Jumlah Ibu Hamil (Pemberian Makanan Tambahan (BUMIL- KEK))

Rp 6.000.000

Jumlah Lansia (Pembeian Makanan Tambahan Lansia)

Rp 8.100.000

Jumlah Lansia (Insentif Kader Posyandu)

Rp 30.000.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Alat Khusus Kesehatan)

Rp 5.546.000

Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya (Penyediaan Operasional Kegiatan Posyandu)

Rp 1.085.000

Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll)

Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (Kegiatan TANTRI )

Rp 15.750.000

Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (Pelatihan Kader Remaja)

Rp 6.150.000

Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan

Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya (Insentif Kader Pembangunan Manusia)

Rp 900.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga)**

Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga) (Pembangunan SPAL Kp. Nambo RT 001/001 P=183 M T=0,75 M)

Rp 99.818.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok Kp. Nambo RT 002/001 P=100 L=1,5)

Rp 46.855.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok RT 001/001 P=325 M L= 1,4 M)

Rp 87.306.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving Blok Kp.Nambo RT 004/002 P= 40m L=1,4)

Rp 10.793.000

Jalan Pemukiman/Gang ( Paving Blok Kp.Nambo RT 001/001 P=87 L=1,4)

Rp 21.389.000

Jalan Pemukiman/Gang (Paving BlokKp.Nambo RT 007/003 P= 190m L = 1,5 m)

Rp 85.063.000

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa**

Kolam Perikanan Darat Milik Desa (Pembuatan Kolam Ikan Lele)

Rp 130.147.000

Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst)

Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst) (Pembelian Pakan Lele)

Rp 18.102.000

Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst) (Pembelian Bibit Ikan lele)

Rp 63.915.000

Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll)

Jumlah alat produksi dan pengolahan peternakan yang diserahkan (Pengelolaan Peternakan Kambing)

Rp 12.300.000

Jumlah alat produksi dan pengolahan peternakan yang diserahkan (Pengadaan Bibit Kambing)

Rp 75.000.000

Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa

Keadaan Mendesak

Bantuan Bahan Pangan (Operasional BLT-DD)

Rp 6.610.000

Jumlah Kejadian Keadaan Mendesak (Penyaluran BLT DD)

Rp 198.000.000

 

Selanjutnya, saat akan di konfirmasi Oknum Kepala Desa sulit untuk ditemui media. Sampai diterbitkannya berita ini Oknum Kepala Desa serta pihak berwenang belum bisa di konfirmasi.

 

Laporan : RUDI

Rapat Besar Pengukuhan Pengurus BPPKB DPAC Mancak 2024

Serang, – Organisasi Masyarakat (Ormas) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Mancak Kabupaten Serang Banten Menggelar Rapat Kordinasi tentang pengukuhan pengurus dan Anggota. Sabtu, 19 Oktober 2024, lokasi Kecamatan Mancak.

Rapat Kordinasi atau di sebut Rapat Besar dipimipin langsung oleh Dedi Kelana selaku Ketua BPPKB DPAC Mancak. Adapun pengukuhan itu disepakati oleh seluruh pengurus dan anggota melalui penunjukan.

Menurutnya, Pengukuhan ini salah satu bentuk Program inti dalam menjalankan roda Organisasi BPPKB DPAC Mancak.

“Rapat malam ini ialah Rapat Besar dalam mengukuhkan Pengurus Organisasi BPPKB DPAC Mancak, selain itu kita sedikit merubah struktur Organisasi supaya kedepannya kita lebih solid,” Tuturnya.

Adapun, Struktur BPPKB DPAC Mancak 2024 dan Seterusnya yaitu :

1. Dedi Kelana : Ketua

2. Welly Supratman : Wakil Ketua

3. Mudi : Sekretaris

4. Saidu : Bendahara

5. Marlin : Wakil Bendahara

6. David Caniago : Hubungan Masyarakat (Humas) I

7. Azid : Humas II

8. Nikeni : Komandan Satuan Tugas (Dansatgas)

9. Aji : Wakil Dansatgas

10. Endang : Komandan Kordinator Lapangan (Dankorlap)

11. M Ibnu Mas’ud : Korlap

12. Fahroni : Satuan Tugas (Satgas) I

13. Dedi : Satgas II

14. Yudi : Komandan Provos (Dan Provos)

15. Tomi : Provos

16. Nur : Srikandi

17. Fahrul : Satgas

18. Mastari : Penasehat

19. Agus : Pembina

20. Suja’i : Penasehat

Dalam hal ini, Dedi Kelana berharap kepada seluruh jajaran pengurus yang telah di tunjuk bisa mengemban tugasnya dengan baik.

“Jadi ketua itu gampang, yang sulit itu jadi pemimpin, jadi saya harap kita semua bisa sama sama membesarkan organisasi BPPKB DPAC Mancak ini, kalau kita bisa membesarkan Organisasi maka kedepannya kita bisa dibesarkan oleh Organisasi. Saya harap kedepannya kita saling Komunikasi, Kordinasi dan rasa Tanggung Jawab,”harapnya.

Di kesempatan yang sama, Welly selaku Wakil Ketua BPPKB DPAC Mancak menambahkan penyampaian mengenai Pengurus.

“Kita harus saling Kordinasi dan Komunikasi, serta menjaga tali silaturahmi, kemudian menyikapi adanya AD/ART, kita wajib mengikutinya karena itu dasar bagi kiya semua dalam menjalankan roda Organisasi,”pungkasnya.

Sebelumnya, diambil dari laman Departemen BPPKB mempunyai motto yaitu Berusaha dan bekerja yang memitra dengan mengharap ridho Allah SWT. Kemudian sifat BPPKB sebagai organisasi masyarakat Banten Indonesia merupakan organisasi sosial kemasyarakatan (Ormas) yang bersifat independen dan mandiri yang bergerak dalam bidang usaha dan usaha sosial dalam arti yang seluas-luasnya.

Adapun fungsi Ormas BPPKB Banten

– Wadah penyalur kegiatan sesuai kepentingan anggota dan masyarakat pada umumnya.

– Wadah pembinaan pengembangan potensi anggota dalam usaha mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

– Wahana penyalur aspirasi anggota dan sarana silaturohmi (komunikasi sosial timbal Balik) antar anggota dan atau organisasi kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan politik, badan permusyaratan perwakilan dan pemerintah yang berkuasa.

– Wahana peran serta dalam usaha ikut mensukseskan pembangunan nasional.

Selanjutnya, Tujuan beridirinya BPPKB Banten :

– Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kepada masyarakat umumnya dan pada angota khususnya.

– Meningkatkan kesejahteraan lahir danbathin anggota yang penuh kekeluargaan.

– Mengembangkan sistem kemasyarakatan yang berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

(Red)

Jalan Menuju Desa Cikedung Mancak Rusak Parah, Warga Harapkan Pemkab Serang Ambil Tindakan..! 

Serang, – Minimnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap perkembangan Desa Cikedung, Kecamatan Mancak Kabupaten Serang Banten terhadap pembangunan jalan yang dinilai tidak layak untuk di lalui. Warga setempat sangat mengharapkan Pemerintah dapat membangun akses jalan tersebut guna mempermudah para petani dan pelajar dalam berkendara. Senin, (23/09/2024).

Akses Jalan penghubung Desa Cikedung dan Desa Ciwarna itu terlihat rusak parah, pasalnya medan yang curam disertai bebatuan sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal itu sering kali menyebabkan warga mengalami kecelakaan juga terhambat dalam perjalanan.

Pada kesempatan itu, Herman selaku Kepala Desa Cikedung, berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan.

“Selain menghambat perjalanan, kondisi ini juga sangat rawan kecelakaan bagi masyarakat yang melintasinya, Akibatnya sering sekali mendapat keluhan dari masyarakat,” Ujarnya

Hal senada disampaikan Ardi Warga Kampung kelomberan Desa Cikedung bahwa kondisi jalan yang tidak layak untuk di akses sering kali menghambat perjalanan serta menyebabkan kecelakaan. Mengingat jalan tersebut menjadi jalur utama pengangkutan hasil bumi dan bahan pangan Masyarakat serta menjadi akses perjalanan pelayanan Kesehatan untuk masyarakat Desa Cikedung.

“Banyak anak-anak yang putus sekolah akibat jalan yang rusak parah dan jarak tempuh yang jauh menuju tempat sekolah, Bahkan tidak sedikit masyarakat yang kembali pulang kerumah saat diperjalanan untuk membawa berobat keluarganya yang sakit dan  melahirkan ke Puskesmas/Rumah Sakit, karna tidak sanggup melewati jalan rusak tersebut,” Ungkapnya.

Dalam penelusuran, tim Media pun merasakan sulitnya melewati jalur tersebut dikarenakan kondisi pembangunan jalan yang sebagian belum di bangun.

“Kita pun merasakan apa yang mereka rasakan, saat melintasi akses jalan utama tersebut memang tidak layak ubtuk di lintasi, akan tetapi dengan kondisi bangunan yang sebagian sudah diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Serang sedikit membantu perjalanan. Kami harap Pemerintah Daerah Serang bisa tanggap dan segera melakukan perbaikan bangunan yang kami nilai sangat urgent,” tutur Ibnu.

(Mugiono/Tim GWI)