Polda Lampung Laksanakan Operasi Ketupat Krakatau 2021 di Hari Pertama

Bandarlampung – Hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021 berjalan lancar. Polda Lampung memutarbalikkan puluhan kendaraan yang hendak melewati pos penyekatan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad selaku Kepala Satuan Tugas Bantuan Operasi (Kasatgas Banops) mengatakan, jumlah kendaraan yang di putar balikkan yakni roda dua sebanyak 7 kendaraan dan roda empat sebanyak 18 kendaraan, terdiri atas mobil pribadi 16 unit, bus 2 unit.

“Hari pertama Operasi Ketupat Krakatau Tahun 2021 ini, kita dari Polda Lampung dan jajaran telah memutarbalik kendaraan yang hendak melewati pos penyekatan guna melakukan mudik lebaran,” ujar Pandra, Jumat (7/5/2021).

Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021, kendaraan yang dilakukan penilangan sebanyak 15 kendaraan karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan yang dilakukan teguran sebanyak 202 kali teguran. Sedangkan kegiatan penerangan dan penyuluhan baik melalui media cetak, media elektronik, media sosial dan tempat rawan kecelakaan dan pelanggaran sebanyak 506 kali.

Lanjut Pandra, untuk kegiatan Pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali) sebanyak 2593 kali. Untuk kendaraan yang dilakukan pemeriksaan pada pos penyekatan terhadap sepeda motor sebanyak 474 kendaraan, mobil penumpang sebanyak 376 kendaraan, mobil bus sebanyak 91 kendaraan, mobil barang sebanyak 158 kendaraan dan kendaraan khusus sebanyak 21 kendaraan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik Lebaran mengingat saat ini pandemi Covid-19 masih sangat tinggi,” kata Pandra.

Menurut Pandra, Polda Lampung dan jajaran turut melaksanakan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 dengan membagikan masker sebanyak 400 buah kepada masyarakat.(Red)

Gubernur Arinal Pimpin Rakor Bersama Dokter Dan Kepala RS Rujukan Covid

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memimpin Rapat Koordinasi Bersama Dokter dan Kepala Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dalam rangka Pembahasan Langkah-Langkah Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Lampung, bertempat di Mahan Agung, Kamis (06/05).

Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Wakil Direktur RSUDAM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta Kepala Rumah Sakit Rujukan Covid-19 se-Provinsi Lampung secara daring dan SKPD terkait di lingkungan Pemprov Lampung.

Menyikapi perkembangan zona risiko terkait Covid-19 berdasarkan penilaian dari Satgas Pusat di Provinsi Lampung yang terus berubah tiap minggunya, maka Gubernur Arinal Djunaidi menginisiasi Rapat Koordinasi ini. Berdasarkan penilaian tersebut, diketahui bahwa di Provinsi Lampung tidak memiliki zona merah dan hijau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengimbau Direktur Rumah Sakit Rujukan Covid-19 agar memeriksakan terlebih dahulu setiap kasus kematian sebelum diinput ke dalam sistem online guna menghindari perbedaan laporan.

Dari hasil monitoring dan evaluasi Tim Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terkait Pelayanan Covid-19, Reihana mengharapkan agar masalah limbah medis Covid-19 dapat teratasi dan cepat terselesaikan.

Gubernur Arinal dalam arahannya mengatakan, berkaca dari perkembangan situasi bahwa angka kematian kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Lampung yang kurang baik, maka Gubernur memandang perlu segera dicarikan solusi agar kasus kematian konfirmasi positif ini dapat segera diturunkan minimal dibawah angka kematian nasional atau dibawah 1%.

Gubernur juga mengatakan diperlukannya pembenahan terhadap pelayanan Rumah Sakit Rujukan, diantaranya seperti Sarana prasarana RS di Kabupaten/Kota
yang belum memenuhi standar. Ruang
perawatan pasien Covid-19 yang belum memenuhi standar, belum tersedianya ruang ICU Covid-19 di beberapa RS Kabupaten/Kota, Peralatan Ventilator, HFNC dan lain sebagainya.

Kemudian, SDM Tenaga Kesehatan seperti Dokter Penanggung Jawab Pelayanan/DPJP dalam hal ini Dokter Spesialis Paru belum tersedia di semua Kabupaten/Kota, masih kurangnya SDM Dokter Umum dan Perawat yang sudah memiliki kompetensi untuk Case Manajemen Covid-19.

Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan pembenahan yaitu terkait Sarana laboratorium sebagai penunjang yang belum tersedia di setiap RS baik pemerintah dan swasta, Sistem Rujukan dengan aplikasi SISRUTE/Sistem Rujukan Terpadu yang belum berjalan optimal, Pencatatan dan pelaporan pada Rumah Sakit yang belum maksimal, Pengelolaan limbah medis, Pelaksanaan Triase pada Rumah Sakit, dan Petugas Surveillance pada Rumah Sakit yang belum optimal dalam melaksanakan tugas tracing.

Gubernur mengharapkan agar pihak Rumah Sakit terus mengikuti perkembangan terkait Pandemi Covid-19 dan ikut berperan aktif dalam mengatasi pandemi ini juga membantu melakukan analisa penyebab kematian dari pasien Covid-19. Rumah Sakit diharapkan agar tetap bersemangat ikut berjuang dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung.

Di akhir arahannya, Gubernur Arinal mengapresiasi Rumah Sakit yang memberikan pelayanan bagi pasien Covid-19 di Provinsi Lampung.

“Harapan saya, agar Rumah Sakit dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur pemberi pelayanan Covid-19 apabila dibutuhkan, seandainya terjadi eskalasi kasus Covid-19, mengingat riwayat lonjakan kasus pada Idul Fitri 1441 H yang lalu,” ujar Gubernur.(red)

OJK SIAP DUKUNG PROGRAM TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT (TAPERA) DI PROVINSI LAMPUNG

Bandar Lampung, 7 Mei 2021. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA) bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta Pelaku Industri Jasa Keuangan dalam program kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Lampung.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera. Berdasarkan PP tersebut, BP Tapera akan segera menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan serta memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau.

Penyelenggaraan program ini akan diperuntukkan bagi seluruh segmen pekerja dengan azas gotong royong. Dalam pelaksanaannya, pelayanan program Tapera pada tahap awal akan difokuskan pada PNS, eks peserta Taperum-PNS, maupun PNS baru.
Selanjutnya, perluasan kepesertaan akan dilakukan secara bertahap untuk segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di BUMN/BUMD/BUMDes, TNI/Polri, pekerja swasta, hingga pekerja mandiri dan pekerja sektor informal.

Dalam rangka memperkenalkan program Tapera kepada pemangku kepentingan dan masyarakat di Provinsi Lampung, OJK Lampung memfasilitasi BP Tapera beraudiensi langsung dengan beberapa pimpinan daerah antara lain Sekda Provinsi Lampung, Walikota Bandar Lampung, Bupati Pesawaran, Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati Pringsewu dan pelaku perbankan serta pasar modal di Provinsi Lampung.
OJK Lampung juga memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion mengenai Pembahasan Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Pembiayaan Infrastruktur di Provinsi Lampung yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2021 di hotel Radisson, yang dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung – Bp. Bambang Hermanto, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana BP Tapera – Bp. Eko Ariantoro, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera – Bp. Ariev Baginda Siregar, Perwakilan Bapeda Provinsi Lampung- Bp. Bobby Irawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung – Bp. Budiharto Setyawan, serta beberapa perwakilan perbankan serta pelaku industri pasar modal di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Eko Ariantoro mengatakan, “Dana Tapera merupakan milik Peserta yang akan dikelola oleh BP Tapera dengan memperhatikan kepada 12 (dua belas) asas yaitu: kegotongroyongan, kemanfaatan, nirlaba, kehati-hatian, keterjangkauan dan kemudahan, kemandirian, keadilan, keberlanjutan, akuntabilitas, keterbukaan, portabilitas, dan dana amanat, yang dalam pelaksanaannya diawasi oleh Komite Tapera dan OJK. Salah satu bentuk dari asas keterbukaan tersebut, Peserta dapat mengakses informasi tabungan melalui Portal Kepesertaan yang disediakan oleh BP Tapera.”

Besaran simpanan Peserta adalah sebesar 3% (tiga persen), yang terdiri dari 2,5% (dua setengah persen) ditanggung oleh Pekerja dan 0,5% (setengah persen) ditanggung oleh Pemberi Kerja. Pada akhir masa kepesertaan, seluruh tabungan beserta imbal hasil akan dikembalikan kepada Peserta. Dengan demikian, Tabungan milik Peserta tidak digunakan sebagai dana operasional BP Tapera.

Ariev Baginda Siregar menambahkan “manfaat pembiayaan perumahan melalui program Tapera tidak hanya terbatas pada pembiayaan untuk membeli rumah tetapi juga diperuntukkan untuk pembiayaan pembangunan dan renovasi atau perbaikan rumah sehingga peserta nantinya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing.”

“OJK Lampung sangat mendukung program Tapera untuk ASN yang selanjutnya secara bertahap akan mencakup TNI POLRI, BUMN/BUMD/BUMDES, Pekerja mandiri/informal serta Pekerja Swasta. Program ini juga akan meningkatkan inklusi keuangan dengan akan didaftarkannya peserta Tapera sebagai investor retail di Pasar Modal melalui Kontrak Pengelolaan Dana Tapera yang didalamnya terdapat Kontrak Investasi Kolektif. Selain itu juga program Tapera ini dapat menghidupkan kegiatan di sektor riil khususnya sektor perumahan dan sektor konstruksi pengembang perumahan” kata Bambang Hermanto.

Saat ini BP Tapera sedang melakukan penjajakan rencana initial project pembiayaan KPR murah di Kabupaten Pesawaran untuk ASN yang berpenghasilan dibawah Rp. 8 juta. Saat ini pemerintah daerah bersama BP Tapera sedang melakukan pendataan ASN sebagai penabung dan penerima fasilitas pembiayaan KPR murah dengan bunga hanya 5 sd 7 %. Harapannya dengan hadirnya program Tapera ini, menjadi salah satu solusi pendanaan perumahan dan mempercepat realisasi program 1 juta rumah.(Red)

Jelang Idul Fitri Dandim 0410/KBL Gelar Acara Silaturahmi Bersama KBT

Bandar Lampung,
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes, S.E, M.Si,M.M., menggelar acara silaturahmi bersama Keluarga Besar TNI (KBT) bertempat di Kodim 0410/KBL Jln. Imam Bonjol, Langkapura Kota Bandar Lampung. Kamis (06/5/2021)

“Dalam sambutannya, Dandim 0410/KBL mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tidak lain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi kepada KBT yang selama ini sudah berjalan dengan baik.” ungkapnya.

“Lebih lanjut Dandim 0410/KBL menyampaikan himbauan kepada KBT yang hadir untuk tetap mematuhi disiplin Protokol Kesehatan dimanapun berada, karena Pendemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir, agar kita semua dapat terhindar dari penyebaran dan penularan virus Corona (Covid-19).” pungkasnya.

“Diakhir kegiatan, Dandim 0410/KBL memberikan bingkisan Lebaran Idul Fitri 1442 H secara simbolis kepada perwakilan KBT dijajaran Kodim 0410/KBL.

“Hadir dalam kegiatan diantaranya Ketua FKPPI Bandar Lampung Bpk. Sutanto, Pepabri Bandar Lampung (Kapten Purn Maryono), LVRI Bandar Lampung (Bpk. M Soleh) dan perwakilan PPM Bandar Lampung.

Polda Lampung melaksanakan apel kesiapan personel Operasi Ketupat Krakatau 2021

Bandarlampung – sebanyak 235 personel Polda Lampung melaksanakan Apel kesiapan personel Operasi Ketupat Krakatau 2021 di lapangan apel Mapolda Lampung. Kamis (6/5/2021)

Apel kesiapan personel Operasi Ketupat Krakatau 2021 ini langsung dipimpin oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wahyu Bintono. Dalam arahanya Wahyu mengatakan,
Kita ketahui bersama tanggal (5/5) telah dilaksanakan Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021 dimana disitulah tanda bahwa dilaksanakan Operasi Terpusat yang dilaksanakan tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021. (12 hari)

Konsep Operasi ini adalah Operasi Kepolisian yang bersifat terbuka dimana personel melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif.
Sedangkan tujuan dari Operasi ini untuk menciptakan situasi yang kondusif pada hari raya Idul Fitri 1442 H dan mencegah penyebaran covid-19, kata Wahyu.

Operasi ini bersamaan dengan ketentuan larangan mudik dari pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.
Polri siap mendukung larangan mudik karena kesehatan rakyat merupakan hukum tertinggi, lanjut Wahyu.

Cara bertindak pada kegiatan Operasi Ketupat Krakatau 2021 ini disesuaikan dengan dinamika dilapangan.
Personel Satuan Brimob bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Operasi (Banops) agar mendukung penuh Satgas satgas yang ada, apabila dibutuhkan bisa dengan segera datang selain itu melaksanakan kegiatan patroli skala besar. Selain itu ada Pos Terpadu yang ditempatkan di seaport Pelabuhan Bakauheni yang bertugas sebagai monitoring dan anev dinamika kegiatan di pelabuhan Bakauheni.
Dalam pelaksanaan Operasi ini juga perhatikan sikap tampang anggota salahsatunya kerapihan berpakaian serta bersikap tegas dan humanis terhada masyarakat dan tidak ada yang membawa senjata api pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 ini, tutup Wahyu.

Pemerintah Provinsi Lampung Turunkan Tim Monitoring PPKM Mikro Ke 15 Kabupaten/Kota

BANDARLAMPUNG — Sekretaris Deerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto melepas Tim Monitoring Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung yang akan bertugas memantau penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis skala mikro (PPKM Mikro) di 15 Kabupaten/kota. Pelepasan dilakukan diruang Abung, Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Kamis (06/05/2021).

Dalam arahannya Fahrizal menyatakan bahwa Tim Monitoring yang diturunkan bertugas untuk memastikan PPKM Mikro dapat berjalan dengan baik di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

“Kita akan cek sampai ke tingkat desa, jika desa tersebut belum maksimal kita kasih masukan, namun jika penerapannya sudah baik, maka desa lainnya silahkan mengikuti desa tersebut. Prinsip PPKM Mikro ini sebenarnya adalah pembatasan bukan pelarangan,” ucapnya.

PPKM Mikro merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran wabah covid-19 hingga tingkat RT/RW, yang berlaku mulai tanggal 4 Mei hingga 17 Mei 2021.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 1 tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran covid-19, bersama-sama pemerintah daerah 15 Kabupaten/Kota telah membentuk dan mengaktifkan posko Covid-19 tingkat desa serta RT/RW.(Red)

Danrem 043/Gatam Berikan Bingkisan Lebaran Kepada Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam

Bandar Lampung, – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga S.I.P.,M.H memberikan bingkisan lebaran yang dilakukan secara simbolis kepada Prajurit dan PNS Usai melaksanakan apel pagi bertepatan dilapakan Makorem 043/Gatam. (06/05/2021).

Pemberian bingkisan ini merupakan wujud perhatian pimpinan guna membantu anggotanya dalam menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 ditengah masa Pandemi Covid 19 yang sedang mewabah ini, dan mudah – mudahan ini dapat bermanpaat untuk memenuhi kebutuhan Para anggota dan PNS serta keluarga untuk menghapi Hari raya idul fitri 1442 H nanti Ujarnya

Atas Nama Pribadi Dan Keluarga Maupun Selaku Komandan Korem 043/Gatam, Saya Mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin, Kepada Seluruh Keluarga Besar Korem 043/Gatam.

Sebelum Mengakhiri Amanat Ini, Saya Tekankan Kepada Prajurit Dan PNS Korem 043/Gatam Untuk Tidak Mudik, Panglima Tni Sudah Mengeluarkan Surat Telegram (St) Tentang Pembatasan Bepergian Ke Luar Daerah Atau Mudik Bagi Prajurit Dan Seluruh PNS TNI Beserta Keluarganya, Dalam Rangka Upaya Membatasi Penyebaran Covid-19. Patuhi Protokol Kesehatan Yaitu 5 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Keramaian Dan Membatasi Keluar Rumah).

Hadir pada kegiatan tersebut Para Kasi Jajaran Korem 043/Gatam.Para Pasi jajaran Korem 043/Gatam.Para Dan/Ka Balak Korem 043/Gatam dan Anggota, PNS Korem 043/Gatam.(Red)

Jelang Hari Raya, Gubernur Lampung Tinjau Terminal Rajabasa Dan Bandara Radin Inten II

Bandar Lampung — Gubernur Arinal Djunaidi beserta Jajaran Forkopimda dan Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Lampung melakukan monitoring titik simpul moda transportasi angkutan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Rabu (05/05). Monitoring tersebut dilakukan dengan meninjau langsung titik simpul moda angkutan darat dan udara di Terminal Rajabasa dan Bandara Radin Inten II.

Monitoring dilakukan guna memaksimalkan langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Di Terminal Rajabasa, Gubernur Arinal Djunaidi bersama Wakapolda Lampung, Dandim 0410/KBL, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung melakukan pengarahan kepada Pelaku Usaha Angkutan / Keagenan dan Para Pedagang di Terminal Rajabasa.

Gubernur menyampaikan bahwa hari ini yang merupakan hari terakhir sebelum larangan mudik diberlakukan dari tanggal 6-17 Mei dan diperkirakan akan menjadi puncak mudik, ternyata tidak terjadi.

“Kita perlu syukuri bahwa aturan larangan mudik sudah diindahkan oleh masyarakat. Ini sifatnya hanya sementara ya, pak. Nanti kalau sudah normal, maka perjalanannya juga sudah normal tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Gubernur Arinal kepada Pelaku Usaha Angkutan.

Gubernur meminta kepada Pelaku Usaha Angkutan di Terminal Rajabasa untuk selalu mengingatkan para calon penumpang agar disiplin dalam memakai masker. Gubernur juga menginstruksikan Kepala Terminal Rajabasa agar memperketat penerapan protokol kesehatan jelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur kepada para pedagang di Terminal Rajabasa. Gubernur meminta kepada para pedagang agar selalu mengingatkan pembeli disiplin dalam memakai masker. Pun demikian ketika bertransaksi, Gubernur berpesan kepada para pedagang agar disiplin dalam memakai masker.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung melalui Dinas Kesehatan juga menyerahkan bantuan berupa 150 rapid antigen kepada Pelaku Usaha Angkutan / Keagenan.

Setelah meninjau Terminal Rajabasa, Gubernur melanjutkan monitoring menuju Bandara Radin Inten II. Di Bandara, Gubernur mengecek langsung penerapan protokol kesehatan.

Gubernur meninjau langsung layanan genose C19, layanan rapid antigen dan rapid antibody yang berada di bandara. Gubernur juga meninjau posko pengendalian pelaku perjalanan udara.(Red)

Dandim 0410/KBL Lakukan Kunjungan di Koramil Jajaran Kodim 0410/KBL

Bandar Lampung,
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes, S.E.,M.Si.,M.M., didampingi Ketua Persit KCK Cab. XXX Dim 0410/KBL Ny. Esa Romas Herlandes, melaksanakan kegiatan kunjungan di Koramil jajaran Kodim 0410/KBL.” Rabu (05/5/2021)

Dalam kunjungannya tersebut, Dandim 0410/KBL menyampaikan arahan kepada personelnya ditempat yang terpisah antara lain di Koramil 410-04/TKT di Jln. Arif Rahman Hakim,Koramil 410-05/TKP di Jln. Teuku Umar dan Koramil 410-06/Kedaton di Jln.Soekarno Hatta.”

“Kegiatan kunjungan tersebut, selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi kepada personel jajaran dan juga keluarganya serta untuk mengetahui kondisi satuan jajaran.” ujarnya.

“Pada kesempatan yang ada, Dandim 0410/KBL kembali mengingatkan kepada seluruh personelnya untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dimana pun berada dengan mematuhi 5 M.” ungkapnya.

“Lebih lanjut, Dandim 0410/LBL mengatakan Babinsa adalah ujung tombak satuan dengan nama harum yang telah melekat pada masayarakat kita saat ini kiranya hal tersebut terus dipertahankan. Selain itu melakukan yang terbaik untuk satuan dan juga kepada masyarakat dimanapun bertugas.” ungkapnya.

“Dalam kunjungannya di ketiga Koramil tersebut, Dandim 0410/KBL yang didampingi Ketua Persit KCK Cab. XXX Dim 0410/KBL memberikan secara simbolis sarana olahraga berupa satu set Tenis Meja kepada Koramil jajaran dan juga bingkisan Lebaran Idul Fitri 1442 H kepada seluruh personel Koramil.”

Forkompinda Kota Bandar Lampung Bersama Komandan Kodim 0410/KBL melakukan peninjauan Pusat Perbelanjaan Modern dan Pos Penyekatan perbatasan Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung,
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M. Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes, S.E.,M.Si.,M.M., bersama Forkompinda Kota Bandar Lampung, melakukan peninjauan Pusat Perbelanjaan Modern dan Pos Penyekatan perbatasan Kota Bandar Lampung.” Rabu malam (05/5/2021)

Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang dipimpin Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, diawali dengan melakukan peninjauan di Mall MBK dan dilanjutkan peninjauan pada Pos Penyekatan Kecamatan Sukarame dan terakhir melakukan peninjauan Pos Penyekatan Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

“Usai melakukan peninjauan, Walikota Eva Dwiana mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan Forkompinda baru saja melakukan peninjauan Mall MBK.

“Alhamdulillah, masyarakat luar biasa. Kita lihat tadi, hampir rata-rata semuanya pakai masker,” kata Eva Dwiana.

“Jika semua masyarakat Kota Bandar Lampung patuh terhadap Protokol Kesehatan, dirinya yakin Covid-19 akan segera hilang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan diantaranya, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya, Kajari Kota Bandar Lampung, Kepala Pengadilan Negeri 1A Tanjung Karang, Wadan Ramil 410-01/Panjang Kapten Cpl Made Diazmika dan Kepala BPBD Kota Bandar Lampung.