Relaksasi Kegiatan Pemda Diharapkan Gerakkan Ekonomi dan Pariwisata Daerah

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (secara virtual) bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (10/06/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian terkait penyelenggaraan kegiatan Pemerintah Daerah kembali diperbolehkan untuk dilaksanakan di hotel.

“Pak menteri memberikan arahan sebagaimana yang beliau telah sampaikan juga secara terbuka di media bahwa Silakan teman-teman kepala daerah, Gubernur, Bupati, Walikota dan jajaran untuk dapat menyelenggarakan rapat dan pertemuan di hotel,” ucapnya.

Wamendagri melanjutkan bahwa pelaksanakan kegiatan di hotel tentu dilakukan dengan beberapa catatan.

“Pertama, memperhatikan urgensi dan substansi, kalau tidak perlu tidak usah dibuat perlu, kalau gak ada urgensinya tidak usah diprioritaskan. Yang kedua, dari segi frekuensi artinya tentu dibatasi sesuai dengan kebutuhan,” lanjutnya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan di Hotel, Wamendagri berharap dapat menghidupkan dan menggerakkan roda perekonomian di daerah.

“Yang penting adalah roda ekonomi di daerah berjalan, yang penting adalah ekosistem perhotelan dan pariwisata kembali hidup mengantisipasi dampak-dampak yang akan berakibat pada pemutusan hubungan kerja dan lain-lain,” harapnya.

Diakhir, Wamendagri berharap seluruh Kepala Daerah dapat mengikuti instruksi yang telah disampaikan.

“Mudah-mudahan ini bisa dipedomani dan tentu setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Silakan bapak ibu di daerah pelajari data-data yang ada, mana yang memerlukan relaksasi terkait dengan arahan pak menteri tadi,” harapnya.

Sementara terkait inflasi, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini dalam peparannya menyampaikan bahwa secara historis tahun 2021-2025, pada bulan Mei terjadi inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi pada Mei 2022 sebesar 0,40 persen sedangkan terendah terjadi pada Mei 2025 yang mengalami deflasi sebesar 0,37 persen,” jelasnya.

Pudji Ismartini melanjutkan bahwa apabila dilihat menurut komponen, komponen inti dominan memberikan andil inflasi bulan Mel terbesar, kecuali pada tahun 2022 dan 2023 komponen harga bergejolak merupakan penyumbang andil inflasi terbesar.

“Komoditas komponen bergejolak dominan memberikan andil inflasi dan hal ini masih terjadi juga di Mei 2025. Namun kalau kita lihat pada Mei 2025 komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi ini diantaranya adalah tomat, beras dan timun. Sementara beberapa komoditas lain yang mendorong terjadinya inflasi di Mei 2025 itu juga didorong oleh komponen inti, yaitu untuk komoditas tarif pulsa ponsel, emas perhiasan dan kopi bubuk,” jelasnya.

Pudji Ismartin melanjutkan bahwa berdasarkan data SP2KP-pencataton sampai dengan  5 Juni 2025, Indeks Perkembangan Harga Minggu pertama Juni 2025, terdapat 12 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, 1 provinsi stabil, dan 25 provinsi yang mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 12 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah beras dan daging ayam ras. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Perkuat Komitmen Kesehatan, Pemprov Lampung Rayakan Hari Bidan Internasional Melalui Kegiatan Fun Run

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kesehatan masyarakat dengan mendukung penuh perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Hari Bidan Internasional. Perayaan ini ditandai dengan pelepasan peserta Fun Run di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Minggu (8/06/ 2025).

Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras para bidan, khususnya di Provinsi Lampung. Peran bidan dianggap sangat penting dan tidak tergantikan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, yang merupakan pondasi masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa profesi bidan bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Menjadi bidan itu bukan hanya pekerjaan yang mudah, harus siaga kapan saja, harus tangguh, dan harus selalu mengedepankan hati dalam setiap tindakan,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tulus kepada seluruh bidan di Lampung dan seluruh Indonesia.

Gubernur juga menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme peserta Fun Run, yang mencapai lebih dari 850 orang dari berbagai kalangan, termasuk bidan, mahasiswa kesehatan, hingga masyarakat umum, serta anggota kepolisian muda.

“Ini bukti bahwa semangat hidup sehat dan solidaritas antarprofesi di Lampung sangat luar biasa,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap acara ini tidak hanya memupuk semangat kebersamaan dan kesehatan, tetapi juga semakin mendekatkan profesi bidan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan akan membawa manfaat besar bagi kemajuan Provinsi Lampung dan mewujudkan Indonesia Emas di masa depan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Idul Adha 1446 H: Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Aktualisasikan Nilai Keikhlasan dan Pengorbanan

Bandar Lampung — Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama keluarga melaksanakan Salat Idul Adha 1446 H / Tahun 2025, di Lapangan Saburai, Enggal Bandar Lampung, Jumat (6/6/2025).

Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan sejumlah Pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung juga tampak hadir melaksanakan salat id di Lapangan Saburai.

Bertindak sebagai Khatib, Yusuf Baihaqi dari UIN Radin Inten Lampung. Kemudian Imam, Arimbi Kusairi Guru Agama MAN I Bandar Lampung dan Bilal, Kodri dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Adha 1446 H kepada segenap jemaah Salat Idul Adha yang hadir serta seluruh warga masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Saya mengucapkan selamat Idul Adha 1446 Hijriah, Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga nikmat keikhlasan dan pengorbanan Idul Adha senantiasa kita aktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan,” ucap Gubernur.

Gubernur mengatakan bahwa Idul Adha merupakan momentum spiritual yang mengajak seluruh umat untuk merenung lebih dalam tentang hakikat pengorbanan, hakikat keikhlasan dan solidaritas.

Nilai-nilai ini sejatinya menjadi pondasi dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih bagi seluruh masyarakat di Provinsi Lampung, provinsi yang kaya akan keberagaman, potensi alam dan kekuatan budaya lokal.

Gubernur juga menyebutkan, semangat berkurban merupakan simbol dari keikhlasan untuk berbagi yang bila diterapkan secara kolektif, akan memperkuat ikatan manusia dengan manusia dan juga mempercepat menuju Lampung Maju Indonesia Emas.

Pada hari raya idul adha tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung untuk pertama kalinya mendapatkan 16 sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto dan telah disalurkan di 15 kabupaten/kota dan provinsi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menghimpun dan menyalurkan hewan kurban sebanyak 65 ekor sapi yang telah didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur meminta seluruh umat untuk mendoakan jemaah haji yang sedang berada di tanah suci.

“Semoga saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah haji selalu diberi kesehatan, diberi keselamatan, diberi perlindungan serta mempunyai kemampuan untuk menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan mereka kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkas Gubernur.

Usai melaksanakan Salat Id, Gubernur Mirza didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza kemudian menggelar silaturahmi dan halalbihalal di Mahan Agung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden RI

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyerahkan secara simbolis seekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia kepada pengurus Masjid Jami Nurussa’adah, Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (5/6/2025).

Dalam keterangannya, Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Lampung tahun ini menerima bantuan sebanyak 16 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto. Dari jumlah tersebut, 15 ekor didistribusikan ke kabupaten/kota, sementara satu ekor mewakili provinsi dan disalurkan melalui Masjid Jami Nurussa’adah.

Sapi yang diserahkan memiliki bobot 1.058 kilogram dan berusia lima tahun. Hewan kurban tersebut dibeli dari seorang peternak lokal bernama Juningan. Gubernur menegaskan, hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan peternakan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tahun 2025, melalui program bantuan kemasyarakatan, Presiden menyediakan masing-masing satu ekor sapi untuk setiap provinsi dari total 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Namun, terdapat 55 kabupaten/kota yang menerima dua ekor sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 kg hingga 1,3 ton di wilayah tersebut.

Seluruh sapi yang disalurkan telah dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh Dinas Peternakan setempat dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Selain sehat dan tidak cacat, sapi-sapi ini juga telah memenuhi syarat syariat kurban, yakni berusia lebih dari dua tahun.

Jenis sapi yang disalurkan dalam program ini meliputi Sapi Limosin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, dan Sapi Bali. Penyaluran dilakukan melalui dua skema: pertama, melalui pemerintah daerah yang kemudian mendistribusikannya ke masjid atau lembaga yang ditunjuk; dan kedua, secara langsung kepada tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta kelompok masyarakat yang dinilai layak oleh Presiden.

Dari total 985 ekor sapi yang disalurkan dalam program ini, sebanyak 607 ekor diserahkan melalui pemerintah daerah, dan 378 ekor lainnya diberikan langsung kepada masyarakat melalui jalur khusus. Seluruh sapi diperoleh dari 573 peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana bersama Forkopimda Kota Bandar Lampung melaksanakan sholat Idul Adha di Stadion Mini Way Dadi Kecamatan Sukarame, Jumat (06/06/2025)

Walikota Eva Dwiana menyampaikan bahwa umat Muslim selain dianjurkan melakukan sholat sunnah dua rakaat Idul Adha, juga diajak untuk menyembelih hewan kurban, mengikuti perintah Allah.

“Hikmah dari perayaan ini adalah meneladani ketaatan dan ketakwaan Nabi Ibrahim serta menjadi momen untuk melatih keikhlasan dalam berbagi kebahagiaan dengan sesama,” jelas Eva Dwiana.

Selain itu Eva juga menjelaskan makna Idul Adha sebagai Hari Raya Haji, dimana umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah tahun ini ada sekitar 1.500 jamaah haji asal kota Bandar Lampung yang berangkat ke tanah suci Mekkah. Mari kita mendoakan saudara kita yang sedang melaksanakan haji dapat kembali dengan selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” tambah Eva Dwiana.

Eva juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada umat muslim, semoga momentum ini menjadi pembelajaran tentang pentingnya kesabaran dan keikhlasan.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H Minal Aidzin Walfaidzin, Taqobbalallahu minna waminkum, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandar Lampung,”tutup Eva Dwiana.

Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan, Gubernur Lampung Hapus Uang Komite Sekolah

Bandar Lampung —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing.

Hal ini disampaikan Gubernur Mirza dalam pengarahan kepada Kepala Satuan Pendidikan SMAN, SMKN, dan SLBN se-Provinsi Lampung di Aula SMAN 2 Bandar Lampung, Kamis (5/6/2025).

“Kalau kita tidak memperkuat SDM, kita tidak akan bisa menjadi pondasi untuk mengangkat kemajuan Indonesia. Kalau masyarakat Lampung tidak mampu, maka akan digantikan (oleh SDM) dari luar daerah. Untuk mengungkit ini, kita perlu SDM. SDM-nya mana, SDM-nya sekarang lagi sekolah di tempat bapak ibu sekalian,” tegas Gubernur Mirza.

Gubernur kemudian mengungkapkan fakta bahwa dari 352 SMAN/SMKN di Lampung, hanya 20 sekolah yang siswanya lulus Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk seleksi masuk perguruan tinggi pada 2025. Sementara itu, 30 sekolah tidak memiliki satupun lulusan yang diterima melalui jalur UTBK, dan 49 sekolah bahkan tidak lolos di semua jalur penerimaan perguruan tinggi tahun ini.

Oleh karenanya, Gubernur meminta agar seluruh stakeholder terkait bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Secara khusus, Gubernur juga meminta para guru untuk mengajar dengan ikhlas, penuh kasih sayang, dan sungguh-sungguh.

Guna memperbaiki dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Lampung, Gubernur Mirza akan mengambil beberapa kebijakan. Diantaranya, akan mengeluarkan Peraturan terkait Uang Komite Sekolah.

“Kita akan membuat Peraturan Gubernur, tidak boleh menarik uang komite sepeserpun dari anak-anak murid SMA lagi sekarang. Berapa kebutuhan sekolah, saya bantu anggarannya nanti. Bapak Ibu bantu saya juga, kita sama-sama perbaiki pendidikan,” ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga akan membuat 35 sekolah unggulan, menambah satu mata pelajaran untuk kelas 3 SMA (pelajaran bahasa jepang, korea dan arab), serta meminta seluruh CSR Perusahaan yang ada di Provinsi Lampung agar difokuskan pada sektor pendidikan. .

Gubernur selanjutnya menetapkan tiga tolok ukur keberhasilan Kepala Sekolah yaitu tingkat kelulusan ke Perguruan Tinggi, penyerapan di dunia kerja, serta jumlah lulusan yang mampu berwirausaha mandiri.

“Saya ucapkan terima kasih, Saya titipkan pendidikan SMA SMK SLB di Provinsi Lampung kepada Bapak Ibu sekalian. Saya titipkan perjuangan masa depan Provinsi Lampung kepada bapak ibu sekalian. Saya titipkan visi misi Indonesia emas 2045 kepada Bapak Ibu sekalian. Saya titipkan doa-doa seluruh masyarakat Lampung kepada Bapak Ibu sekalian,” ucap Gubernur kepada seluruh Kepala Sekolah yang hadir.

“Sekali lagi terima kasih, selamat bekerja. Percayalah, Bapak Ibu sekarang menjadi garda terdepan dalam kemajuan Lampung,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Ending Plastic Pollution, Lampung Tegaskan Komitmen Kurangi Sampah Plastik

Bandar Lampung  — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi Pembina Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2025, di Lapangan Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Kamis (5/6/2025).

Dalam amanatnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut.,M.P., yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup sedunia Tahun 2025 adalah Ending Plastic Pollution.

Ending Plastic Pollution adalah seruan global untuk menghentikan polusi plastik yang telah menjadi ancaman serius bagi bumi dan kehidupan sekaligus momen penting untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan alam, serta langkah-langkah nyata yang telah dan harus diambil untuk menjaga kelestariannya kedepan.

Saat ini bumi sedang mengalami tiga krisis global (Triple Planetary Crisis), yaitu climate change (perubahan iklim), biodiversity loss (Kehilangan keanekaragaman hayati dan penipisan sumber daya alam) dan pollution (polusi). Hal tersebut berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, seperti: lingkungan, kesehatan, kehidupan masyarakat, dan laju pembangunan secara keseluruhan.

Berdasarkan Laporan UNEP (Drawning in Plastics, 2021), produksi plastik global tumbuh eksponensial dalam 10 tahun terakhir hingga lebih dari 400 juta ton pada 2023.

Selama kurun waktu 1954-2017 ada 9,8 milyar ton plastik yang sudah diproduksi dan dari jumlah tersebut, 14% dibakar di fasilitas waste to energy dan kurang dari 10% didaur ulang, sisanya 86% ditimbun di landfill dan bocor ke lingkungan sebagai polutan yang mencemari ekosistem, baik ekosistem daratan maupun perairan.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa terdapat 9-14 juta ton plastik berakhir di lautan pada 2020 dan jika tidak upaya sungguh-sungguh, maka diperkirakan akan ada 23-37 juta ton plastik yang bocor ke lautan pada 2040 dan bahkan, akan ada 155-265 juta ton plastik yang bocor ke laut pada 2060.

Laporan Ellen MacArthur Foundation pada saat World Economic Forum 2016 menyatakan ada 8 juta ton plastik yang bocor ke samudera  setara dengan membuang muatan 1 truk sampah setiap menit. Jika tidak ada aksi yang dilakukan, diperkirakan meningkat menjadi 2 muatan truk sampah setiap menit pada 2030 dan 4 muatan truk sampah setiap menit pada 2050.

Dalam skenario business-as-usual (BAU), lautan akan berisi 1 ton plastik untuk setiap 3 ton ikan pada 2025 dan pada 2050 akan lebih banyak plastik di lautan dibanding ikan.

Indonesia saat ini telah memasuki fase darurat sampah. berdasarkan data SIPSN tahun 2024 masih terdapat 22,17 juta ton sampah yang masih terbuang ke lingkungan dan 54,44% sampah berakhir di TPA yang masih berstatus open dumping.

Tahun 2028 diperkirakan seluruh TPA di Indonesia tidak akan mampu lagi menampung sampahnya jika pengelolaanya masih bersifat business as usual (BAU).

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2023 jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 56,63 juta ton dengan jumlah timbulan sampah plastik sebesar 10,8 juta ton.

Dengan tingkat pengelolaan sampah sebesar 39%, maka terdapat 6,6 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola, yaitu yang ditimbun di TPA open dumping, dibakar secara terbuka, dan dibuang ke lingkungan, baik ekosistem daratan maupun ekosistem perairan.

Jumlah timbunan sampah plastik meningkat signifikan dari 11% pada 2010 menjadi 19,23% pada 2023, jika tidak ada upaya luar biasa untuk membatasinya, maka diperkirakan pada 2050 jumlah sampah plastik akan mencapai 50% dari seluruh jenis sampah di Indonesia.

Dari sudut pandang pengelolaan sampah yang berkelanjutan, maka solusi jitu dan komprehensif mengatasi persoalan sampah plastik adalah dengan mengombinasikan pendekatan di hulu (upstream approaches) dengan pendekatan di hilir (downstream approaches).

Dengan menggabungkan pendekatan hulu dan hilir, maka Pemerintah Indonesia memiliki posisi yang jelas dan tegas dalam upaya menghentikan polusi plastik di dalam negeri dengan tetap mempertimbangkan national capabilities and circumstances.

Posisi tersebut dapat menjadi modal yang penting dalam perundingan international legally binding instrument (ILBI) on plastic pollution yang harapannya akan disepakati dan disetujui pada putaran terakhir (INC-5.2) yang akan dilaksanakan di Jenewa, Swiss pada 5-14 Agustus 2025 mendatang.

Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa Kebijakan dan aksi nyata di tingkat daerah harus diperkuat. Dirinya mengajak Pemerintah Daerah baik Gubernur, Bupati maupun Walikota untuk :
1. Mempercepat Implementasi Kebijakan Pengurangan Sampah Plastik;
2. Menegakkan Peraturan Menteri LHK No. P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen melalui Perda masing-masing;
3. Melarang penggunaan plastik sekali pakai (single use platic) di instansi pemerintah, pemerintah daerah, industri, pasar, perkantoran, dan pusat perbelanjaan;
4. Memperluas Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah dan Ekonomi Sirkular;
5. Mendorong bank sampah dan industri daur ulang di setiap kabupaten/kota;
6. Memfasilitasi kerja sama dengan UMKM untuk produk ramah lingkungan;
7. Mengedukasi dan melakukan Gerakan Massal Bersih-Bersih dan  Gerakan Memilah Sampah dari sumbernya;
8. Menggerakkan Kampanye Kendalikan Plastik Sekali Pakai: di pasar, pertokoan, sekolah, perkantoran, tempat ibadah dan fasilitas umum;
9. Mengajak masyarakat dalam aksi Gerakan Budaya Indonesia Bersih Sampah setiap bulan.

Hanif Faisol Nurofiq juga mengajak khususnya generasi muda gen-Z dan gen-Alpha, untuk menjadi bagian dari solusi dan pelopor gaya hidup minim plastik, jadi peneliti, inovator, aktivis, atau bahkan wirausaha lingkungan.

“Kalian bukan generasi penonton, tapi generasi pelaku perubahan. Saya mengajak kalian para generasi muda untuk membangun gerakan penyadaran publik melalui budaya dan perilaku minim sampah,” imbaunya.

Di akhir, Hanif Faisol Nurofiq mengajak semua pihak untuk menjadikan momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai titik balik untuk aksi nyata, bukan sekadar seremonial.

“Setiap langkah kecil kita, mulai dari mengurangi pemakaian kantong plastik, memilah sampah, hingga mendukung produk daur ulang akan memberi dampak besar bagi generasi mendatang. Bumi tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan lingkungan yang sehat dan nyaman, bukan tumpukan sampah plastik,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan Aksi Pemilahan sampah dan Aksi Bersih Sampah Plastik di PKOR Way Halim dan sekitarnya yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung didampingi Kepala dinas lingkungan Hidup Provinsi Lampung Emilia Kusumawati bersama jajaran Pejabat pimpinan Tinggi Pratama Provinsi Lampung dan para aktivis lingkungan hidup.

Dalam kegiatan tersebut terkumpul sampah sebanyak 362 Kg yang terdiri dari Sampah Organik sebanyak 36,2 Kg; Sampah Kertas sebanyak 72,4 Kg dan yang terbanyak Sampah Plastik sebanyak 253,5 Kg.

Berdasarkan PLASTIK BRAND AUDIT FORM dari Tim Audit Gabungan Bank Sampah yang dipimpin Wawai Waste Foundation (WW-F) perolehan terbanyak berupa Plastik Tidak Bermerek (Kemasan, Cup, sedotan, sendok, kresek dan lain lain) sebanyak 2253 Pcs.

Melalui kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendukung program pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mewujudkan pembangunan  yang selaras dengan kelestarian lingkungan hidup.

“Sampah itu tidak akan hilang 1. 000 tahun dari kita, sampah itu hanya berpindah tangan dari tangan kita berpindah ke lautan, dari lautan berpindah ke perut ikan, dari tanah berpindah ke tubuh anak-anak kita dalam bentuk mikroplastik.  Kita perlu sadar penuh bahwa plastik ini menjadi persoalan yang serius bukan hanya sebagai limbah, tetapi  plastik ini sebagai warisan yang mencemari masa depan anak bangsa, sehingga kita semua harus mempunyai komitmen yang kuat untuk membatasi sampah plastik mulai dari sekarang, Ayo Mulai hari ini, jangan tunggu besok, Mulai dari diri kita, keluarga kita, Lingkungan kita untuk peduli akan sampah plastik,” tegas Jihan Nurlela.

Kegiatan dihadiri sekitar 300 peserta terdiri dari Perwakilan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Provinsi Lampung, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Para Pimpinan Perusahaan termasuk beberapa rumah sakit, Beberapa Bank Sampah, Anggota Pramuka, Tim World Clean Up Day, Para Penggiat Lingkungan, Media Massa dan masyarakat sekitar.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Walikota Eva Dwiana Salurkan 93 Hewan Qurban

Bandar Lampung- Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H dengan menyerahkan sebanyak 93 ekor hewan qurban untuk Masyarakat Kota Bandar Lampung, 93 Hewan Qurban terdiri dari 55 Sapi dan 38 ekor Kambing.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, tujuan ibadah qurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub), mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, serta sebagai bentuk kepedulian sosial dengan membagikan daging kepada yang membutuhkan.

”Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, terutama sebagai pemerintah, untuk senantiasa hadir dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya Kota Bandar Lampung,”jelas Eva Dwiana, Kamis 5 juni 2025.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyebutkan 93 hewan qurban tersebut seluruhnya telah disalurkan.

“Jadi sudah kita distribusikan ke Mushola, Masjid, serta Pondok Pesantren di Kota Bandar Lampung. Semoga setiap tetesan darah hewan qurban menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi Kota Bandar Lampung yang kita cintai,”tutup Eva Dwiana.

Pemprov Lampung Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir di Way Lunik

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung menyerahkan bantuan sosial kepada korban banjir di Kampung Sinar Binglu, Way Lunik, Panjang, Rabu (04/06/2025).

Bantuan sosial ini diberikan kepada 5 ahli waris dari korban banjir yang sebelumnya melanda Provinsi Lampung beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari Kamis, 16 Januari 2025.

Bantuan sosial diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi dan Sekretaris TP PKK Provinsi Lampung Hanita Farial Firsada.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza  menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa, ia berharap pemberian bantuan sosial ini dapat bermanfaat bagi keluarga korban.

“Kami disini menyerahkan santunan kematian korban bencana alam kemarin. Semoga santunan ini sebagai bentuk kasih sayang dari pihak Provinsi Lampung dapat diterima dengan baik dapat bermanfaat juga untuk keluarga yang ditinggalkan,” harapnya.

“Kita doakan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Semoga bermanfaat, peluk cium saya untuk anak yang ditinggalkan. Semoga anak yang ditinggalkan menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan dapat memberikan doa kepada orang tuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Buyanah, salah satu Keluarga penerima bantuan, menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung.

“Saya atas nama dari keluarga almarhum Bachtiar mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya,” ucap Buyanah.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Membangun dari Desa, Desaku Maju Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lampung

Lampung Utara — Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Desaku Maju yang sekaligus menandai pencapaian 100 hari kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (3/6/2025).

Peluncuran serentak juga dilakukan di beberapa desa lainnya, yaitu Desa Taman Cari (Lampung Timur) yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Desa Tambah Rejo (Pringsewu) dan Desa Suka Damai (Lampung Selatan).

Program Desaku Maju merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau berbagai kegiatan yang telah bergulir di Desa Wonomarto antara lain produksi pupuk organik cair oleh BUMDes dan kelompok tani, hibah alat pengering (dryer) untuk gabah dan jagung, pelatihan vokasi untuk peningkatan keterampilan warga, serta pembangunan dan perbaikan jalan desa guna mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa komoditas pangan seperti singkong, padi, dan jagung adalah komoditas utama pertanian Lampung. Saat ini, sekitar 6 juta penduduk menggantungkan hidup pada tiga komoditas tersebut. Oleh karenanya, menurut Gubernur, ketiganya dinilai sangat vital dan harus dilindungi serta terus dikembangkan pembinaannya.

“Maka ketika harga singkong bagus produksinya tinggi, ketika harga jagung bagus produksinya tinggi, ketika harga gabah bagus produksinya tinggi, maka 6 juta masyarakat Lampung akan mengalami kecukupan,” ujar Gubernur.

Di Desa Wonomarto sendiri, terdapat potensi pertanian yang besar 1.000 hektare lahan singkong, 600 hektare jagung, dan 200 hektare sawah. Harga jual jagung basah Rp3.700 per kilogram dan dapat mencapai Rp5.500 jika dikeringkan. Hal ini membuka potensi nilai tambah pendapatan Rp6 miliar setiap kali panen atau sekitar Rp6 juta per hektare per petani.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di setiap desa melalui program Desaku Maju. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin pengering (dryer) yang memungkinkan petani jagung meningkatkan pendapatannya hingga Rp1 juta per bulan. Dengan 1 unit dryer, Desa Wonomarto diharapkan mampu memulai hilirisasi pertanian.

Selain itu, penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) di 474 desa dimana satu fasilitas POC mampu mencukupi kebutuhan hingga 2.000 hektare lahan.

“Apabila ini bisa dilakukan secara masif di 2000 desa di Lampung, maka pertumbuhan ekonomi lampung akan membaik dan Lampung akan semakin maju,” tegas Gubernur.

Gubernur selanjutnya mengatakan bahwa Provinsi Lampung membutuhkan 900 unit combine harvester, 500 dryer, 300 rice milling unit, dan ratusan silo guna menghilirisasi pertanian dan membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi menuju industrialisasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Namun, mengingat keterbatasan APBD, Gubernur mendorong perbankan untuk menyediakan skema pinjaman alsintan bagi petani, kelompok usaha tani, BUMDes, koperasi, dan pengusaha muda di desa.

“Saya pastikan, mulai hari ini Lampung tidak akan tumbuh dari Bandar Lampung. Lampung tidak akan tumbuh dari kota-kota tapi akan tumbuh dari desa-desa seperti Desa Wonomarto,” kata Gubernur.

“Ekonomi Lampung kedepan, bukan desa yang bergantung ke kota, bukan desa yang bergantung pada SDM di kota, tapi Kota yang akan bergantung ke desa. Kekuatan masyarakat, kekuatan Provinsi Lampung akan berada di tempat Bapak Ibu sekalian,” tambahnya lagi kepada seluruh masyarakat Desa Wonomarto yang hadir.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat desa untuk bersama-sama membangun ekonomi desa melalui Program Desaku Maju.

“Pemprov Lampung tidak bisa berjalan sendiri, kami bukan Superman. Mari kita sinergikan langkah dan mari kita masukkan program ini dalam perencanaan pembangunan lima tahun ke depan, termasuk dalam RPJMD kabupaten dan kota,” pungkas Gubernur. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).