Aktivis Desa Maju Pilkada Pesawaran

mediarepublika.com- Gagal maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung lalu, tidak membuat aktivis desa, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) II Lampung itu
Edy Sudrajat patah arang. Pada Pilkada serentak 2020 mendatang, Edy memantapkan niat untuk maju pada Pilkada Kabupaten Pesawaran.

Edy Sudrajat mengatakan, tekat nya untuk maju Pilkada Kabupaten Pesawaran sudah bulat. Hal tersebut dibuktikan dengan telah dikembalikannya berkas pencalonannya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pesawaran.

“sama sama berdoa dan berusaha saja” tutur nya

lantas apakah Edy daftar juga ke partai lain selain PKB?
Edy mengatakan, dirinya hanya mengambil berkas di partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Optimisme tersebut, lanjutnya bukan tanpa alasan. Sebab, tambah Edy dirinya meyakini jika partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu akan objektif dalam menentukan calon kepala daerah.

“Pasti Optimis. Persoalan berpasangan dengan siapa, itu urusan partai. Dipasangkan dengan siapa saja saya siap,” tutur Edy

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengatakan, dirinya mengusung tagline ‘Pesawaran Bermartabat’.

“Bermartabat itu kan artinya kita punya harga diri. Harga diri Pesawaran harus dimulai dari rasa aman warganya, sejahtera hingga prestasi,” tutur Edy Sudrajat.

Edy Pun mengatakan, ada lima poin untuk Pesawaran Bermartabat yakni mengurangi angka pengangguran, memperbaiki kualitas infrastruktur, sistem pendidikan yang cerdas, layanan kesehatan yang berkualitas dan peningkatan daya saing masyarakat seperti kedaulatan pangan.

OJK Provinsi Lampung Peringati HUT ke 8 Tahun

Mediarepublika.com  Otoritas  -Bandarlampung -Jasa Keuangan (OJK) yang genap berusia 8 tahun. Dengan mengusung tema “Kontributif dan Inklusif Membangun Negeri” dihari jadinya ini OJK Provinsi Lampung menggelar upacara yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Lampung, Perwakilan industri jasa keuangan, Bank Indonesia dan pegawai OJK dengan menggunakan pakaian adat Lampung, Jum’at (22/11).

Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner OJK dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua OJK Provinsi Lampung Bapak Indra Krisna mengungkapkan rasa syukur akan pencapaian yang telah diraih OJK. “Saat ini adalah saat yang tepat untuk kita melihat kembali apakah yang telah kita lakukan selama ini telah menjawab berbagai tuntutan dari stakeholders, baik Pemerintah maupun masyarakat luas,” ujarnya.

Kita patut bersyukur, dengan keterbatasan yang ada, OJK masih dapat berkiprah meraih beberapa capaian dan kontribusi positif bagi perekonomian dan sektor jasa keuangan nasional. Atas nama seluruh Anggota Dewan Komisioner, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan OJK atas capaian ini.
Namun demikian, jangan pernah kita merasa berpuas diri. Tantangan yang kita hadapi tidak akan pernah berhenti dan bahkan semakin besar.

Menurut Wimboh Santoso, pemerintah telah mencanangkan secara jelas keinginannya untuk mewujudkan Indonesia menjadi Negara maju di tahun 2045 nanti.
Tentunya, OJK tidak bisa berdiam diri pasif hanya menjadi penonton saja. Ia minta OJK dan industri jasa keuangan harus mengambil perannya dan menjadi solusi dalam mewujudkan cita-cita besar negeri ini.

Untuk itu, Saya mengajak seluruh insan OJK untuk terus mengembangkan kapasitasnya, menggali dan memunculkan semangat dan ide-ide baru dalam mewujudkan sektor jasa keuangan yang kontributif bagi perekonomian nasional dan inklusif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana Tema Hari Ulang Tahun OJK tahun ini yaitu Kontributif dan Inklusif Membangun Negeri.
Tema ini menyiratkan bahwa Kita harus mampu memfasilitasi penyediaan alternatif sumber pembiayaan yang dibutuhkan, dari pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor-sektor prioritas Pemerintah sampai dengan membuka akses keuangan bagi pemberdayaan UMKM.

Menciptakan industri keuangan yang berdaya saing dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tentunya memerlukan adopsi teknologi yang tepat dan kini.

Untuk itu, kita akan terus mendorong transformasi inovasi keuangan digital di sektor keuangan, termasuk mendorong berkembangnya start-up fintech. Pengembangan adopsi teknologi yang kita dorong tentunya adalah inovasi yang bertanggung jawab dan memenuhi aspek perlindungan konsumen.

Wimboh Santoso juga mengajak semua insan OJK untuk keluar dari comfort zone dengan rutinitas kita sehari-hari untuk membangun kapasitas kita dan bekerja lebih keras serta nyata untuk lembaga dan negara.

Bupati Tanggamus Terima Penghargaan Tjindarboemi dari PWI Lampung

Bandar Lampung, Mediarepublika | Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menerima Penghargaan Anugerah Tjindarboemi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Birokrat/Kepala Daerah, Akademisi dan Tokoh Masyarakat se Provinsi Lampung dalam Acara Anugerah Tjindarboemi 2019 di Wood Stair Cafe Bandar Lampung, Kamis (21/11/2019) malam.

Bupati Hj. Dewi Handajani sendiri menerima Penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Kesejahteraan Keluarga, bersama 6 Kepala Daerah lainnya.

Adapun Kepala Daerah lain yang menerima penghargaan yakni Bupati Tulangbawang Winarti sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Masyarakat bersama masyarakat, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad sebagai Kepala Daerah Inovator Kearifan Lokal dan Budaya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus sebagai Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Andalan Lampung, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya sebagai. Kepala Daerah Peduli Lingkungan, Bupati Pesawaran Dendi Romadona sebagai Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Coklat Lampung, dan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto sebagai Kepala Daerah Peduli Pengentasan Stunting.

Sementara Kategori Akademisi Peduli Peningkatan SDM, diberikan kepada Prof. M Yusuf S Barusman.

Adapun kategori Tokoh Inovator Pakan Fermentasi diberikan kepada Anggota Koramil 421-07 Sidomulyo Kodim 0421 Lampung Selatan Sertu Zulkarnaen, dan Tokoh Seni Tradisional diberikan kepada Pengarang, Pemusik dan Penyanyi Lagu Lampung Hila Hambala.

Selanjutnya, untuk Kategori Tokoh Masyarakat yang Konsisten dalam Sosial dan Keagamaan diberikan kepada Arif Makhya, dan Tokoh Penggapai Mimpi Anak-anak diberikan kepada Uniroh Utami, serta Kategori Tokoh Penegak Disiplin Berlalu Lintas kepada Iptu M Anis.

Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian mengucapkan selamat kepada penerima Anugerah Tjindarboemi 2019.

Supriyadi menyebut Anugerah Tjindarboemi merupakan tradisi yang diberikan kepada birokrat, kepala daerah, akademisi dan tokoh masyarakat yang dianggap berperan aktif dalam pembangunan.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Kepala Daerah, akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat.

Senada, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyebutkan anugerah Tjindarboemi bukan penghargaan yang sembarangan.

“PWI memberikan anugerah ini melalui Tim Penilai, berdasarkan dengan kriteria.”

“Selamat kepada penerima Anugerah Tjindarboemi, terus tingkatkan birokrasi dalam pembangunan di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Hj Dewi Handajani menyampaikan terima kasih kepada PWI Provinsi Lampung yang telah memberikan penghargaan kepada dirinya. Bupati juga menyatakan komitmennya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tanggamus.

“Terima kasih saya ucapkan kepada PWI yang telah memberikan penghargaan tersebut.”

“Tentunya ini menjadi motivasi bagi saya dan jajaran Pemkab Tanggamus untuk senantiasa menjaga komitmen dan terus berupaya melalui program- program yang ada, dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tanggamus,” tandasnya.

Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus DPD KESTI TTKDH Tanggamus

Tanggamus, Mediarepublika – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani bersama Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafii, menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kebudayaan Seni Tari Indonesia, Tjimande Tari Kolot Kebun Djeruk Hilir (KESTI-TTKKDH) Kabupaten Tanggamus Periode 2019-2024, di Gedung Fasilitas Utama (GFU) Islamic Centre, Kota Agung, Selasa (19/11/19).

Pelantikan sendiri dilakukan oleh Ketua DPP KESTI TTKDH Provinsi Lampung Drs. Risman Hamid.

Adapun Ketua DPD KESTI TTKDH Kabupaten Tanggamus yang dilantik adalah Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si., yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus.

Turut hadir para Asisten, Staf Ahli Bupati, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD, Camat dan Uspika Kecamatan Kota Agung, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Dalam sambutannya usai dilantik, Ketua DPD KESTI-TTKKDH Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, mengatakan kedepan KESTI-TTKKDH memiliki beberapa program, diantaranya membina kerukunan antar warga negara Indonesia,  mengembangkan dan melestarikan serta mengadakan pelajaran kerohanian, seni tari dan silat Cimande, mengadakan usaha-usaha lain yang berguna dan bermanfaat bagi organisasi, serta menjalin hubungan baik dengan organisasi lain yang bergerak dalam bidang silaturahmi dan tari serta budaya.

Ia menerangkan, untuk saat ini telah terbentuk 11 Cabang KESTI TTKDH di Tanggamus, yang meliputi, Kecamatan Kota Agung, Kota Agung Timur, Talang Padang, Pugung, Bulok, Limau, Cukuh Balak, Ulu Belu, Air Naningan, Kelumbayan, dan Kelumbayan Barat. Dengan jumlah ranting 112 ranting dan memiliki anggota sebanyak 20 ribu anggota.

Lubis juga mengajak untuk menjadikan seni beladiri silat menjadi pemersatu bangsa tanpa memandang suku ras dan agama. Selain itu ia berharap agar kedepan dapat lahir atlit beladiri yang dapat mengharumkan nama kabupaten Tanggamus melalui pencak silat.

“Organisasi ini harus memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Dengan kegiatan nyata seperti kegiatan gotong royong yang ada di tiap Pekon. Harapannya organisasi ini berada di depan sebagai pelopor.”

“Harapan kami agar setiap personil atau anggota TTKDH memiliki dasar wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme yang tinggi,” tandasnya.

Sementara Bupati Hj. Dewi Handajani yang juga Dewan Penasehat KESTI TTKDH Tanggamus, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Ketua dan pengurus yang baru saja dilantik.

“Organisasi KESTI-TTKKDH merupakan organisasi yang sudah cukup menasional. Ini dibuktikan dengan keanggotaannya yang berisikan dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Ini membuktikan bahwa organisasi ini adalah salah satu sarana pemersatu bangsa.”

“Saya berharap setelah dilantiknya kepengurusan ini maka harus ada perbaikan managemen dan menyusun program- program kedepan yang membangun, sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.”

“Mari kita berlomba menunjukkan prestasi sehingga Kabupaten Tanggamus lebih baik dan lebih maju lagi, dengan cara mari kita sama-sama bersinergi dalam membangun Kabupaten Tanggamus ini untuk lebih maju lagi, dan tunjukkan kerja nyata bahwa dengan keberadaan KESTI-TTKKDH dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” pungkas Bupati.

Kepala OJK Provinsi Lampung Dukung Kerjasama Bank Lampung dan UBL

Mediarepublika.com – Bank Lampung dan Universitas Bandar Lampung (UBL) bersinergi guna memberikan kontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung. Keduanya juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih maju serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Guna mewujudkan hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Eria Desomsoni dan Rektor Universitas Bandar Lampung Prof. M. Yusuf Sulfano Barusman, MBA, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama, Senin (18/11).

Acara ini dihadiri juga Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Indra Krisna, Ketua Yayasan Administrasi Lampung sekaligus Dekan Fakultas ekonomi dan Bisnis UBL Dr.Andala Rama Putra Barusman, S.E.,MA.EC serta Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena.

“Tujuan MoU ini untuk kerjasama di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Diantaranya, memberikan kesempatan bagi mahasiswa UBL untuk mencari pengalaman kerja khususnya dunia perbankan di Bank Lampung dalam bentuk PKL,” ujar Dirut Bank Lampung Eria Desomsoni.

Pimpinan Bank Lampung juga dapat memberikan ilmu dengan mengajar di UBL bagi para mahasiswa, Joint Research bersama mengenai sistem perbankan untuk kepentingan Bank Lampung dan UBL baik bagi dunia pendidikan maupun Dunia Usaha (Perbankan).

Selain itu, Bank Lampung juga dapat berperan sebagai mitra UBL dalam penyimpanan dana program yang bersumber dari APBD juga memberikan fasilitas program-program pembiayaan yang dimiliki Bank Lampung untuk karyawan dan dosen UBL.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna turut memberikan apresiasi sekaligus mendukung kerjasama Bank Lampung dan UBL. Menurutnya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat melalui Universitas. “Hal ini memang sangat dibutuhkan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” tambahnya.

Ike Edwin, Sang Jenderal Pengagum Sejarah

Bandar Lampung | Kecintaan lrjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SIK., SH., MH., MM., kepada Budaya Nusantara patut di acungi jempol dan patut menjadi tauladan bagi tokoh Bangsa lainnya, karena kearifan lokal kekuatan yang sangat  mudah di terima oleh Masyarakat Indonesia. Hal ini bisa di buktikan saat Dang Ike (panggilanAkrab lke Edwin) berdinas di Polda Sulawesi Selatan, beliau merangkul Raja-Raja di Sulawesi Selatan untuk menjaga Kamtibmas dan sukses besar. Masyarakat merasa terhormat dan dihargai, sehingga dengan sukarela mendukung Polri dan Pemerintah Daerah dalam menjaga Kamtibmas dan Pembangunan sehingga Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Provinsi yang paling maju di wilayah Indonesia wilayah timur.

Ini timbul dari jiwa Dang Ike yang sangat menyukai sejarah, sehingga dengan mudah mantan Wakapolda Sulawesi Selatan ini merangkul masyarakat dengan tulus dan ikhlas dan menghormati serta diterima dengan baik dengan sukacita oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini walau pun Sang Jenderal telah pindah tugas, namun selalu berkomunikasi dengan baik dan setiap ada event penting selalu di undang’.

Pembangunan tanpa keamanan omong kosong kata Presiden Presiden Jokowi, tanpa keamanan pemerintah akan terhambat membangun. Untuk itulah setiap pemerintah di dunia ini membutuhkan keamanan dan rasa aman dalam membangun.

Keamanan itu sendiri bersumber dari dalam masyarakatnya sendiri, jadi sangat patut kalau masyarakat yang mempunyai kearifan lokal di rangkul dan di berdayakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita Proklamasi.

Untuk tanah kelahiran Provinsi Lampung, Dang Ike sebagai Anak Bangsawan Tinggi Lampung dan begitu cintanya dengan Budaya kearifan lokal, maka didirikanlah Lamban Kuning katanya saat menerima Mahasiswa Universitas lslam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang sedang melakukan Studi Kebudayaan di Lamban Kuning, Jumat (15/11/19).

Lebih lanjut Sang Jenderal mengatakan, ”Ini kita masih dalam heroik memperingati hari Pahlawan 10 November, sejarah membuktikan bahwa yang melawan dan mengusir penjajah adalah Bangsawan Nusantara dan Hulu Balang (Tentara Kerajaan) dan para Ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Din, Bangsawan dari Aceh, Tuanku lmam Bonjol Bangsawan dari Sumatera Barat, Sultan Taha Bangsawan dari Jambi, Sultan Badaruddin Bangsawan dari Sumatera Selatan, Pangeran Suhaimi Bangsawan dari Lampung, Pangeran Diponogoro Bangsawan dari Pulau Jawa, Sultan Hasanuddin dari Sulawesi, l Gusti Ngurah Rai dari Pulau  Bali, Patimura dari Maluku, KH. Dewantara Ulama dari Yogyakarta, Sultan Hamangkubuwono Bangsawan dari Yogyakarta, dan ribuan lagi Bangsawan yang tercatat dengan tinta emas sejarah Republik Indonesia. Dan menjadi suhada untuk menegakkan Negara tercinta ini,” katanya.

Kini kehidupan para Ahli Waris pejuang ini sangat perlu menjadi perhatian pemerintah, karena sejak tahun 1948 pemerintah kerajaan Adat telah dihapuskan dan diganti dengan Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Lurah/Kepala Desa/Pekon, dan wewenang kerajaan Adat untuk mencetak uang juga di cabut, penguasaan tanah juga di cabut sejak 1960 sehingga praktis kehidupan para Tokoh Adat sangat berat, sementara tanggung jawab sosial tidak bisa di lepaskan, karena apabila dilepaskan maka wibawa seorang Tokoh Adat akan ditinggalkan oleh pengikutnya.  Apabila seorang Tokoh Adat ditinggalkan oleh pengikutnya, maka sirnalah kearifan lokal itu.

Untuk itulah maka Dang Ike seorang jenderal yang  suka sejarah ini mendirikan Lamban Kuning untuk melestarikan dan mensosialisasikan kearifan Lampung kepada Masyarakat dan Generasi muda, agar Adat Lampung tetap hanggum (bangga) dengan Adat dan Budaya Lampung. | red

Presiden Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Abdul Moeloek

Bandar Lampung, Ruanginfo – Agenda pertama Presiden Joko Widodo setibanya di Provinsi Lampung adalah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang terletak di Kota Bandar Lampung pada Jumat, 15 November 2019.

“Ini kunjungan mendadak, saya enggak memberi tahu ke siapapun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengunjungi instalasi rawat jalan RSUD tersebut dan bertanya langsung kepada sejumlah pasien yang ada di lokasi. Presiden hendak mencari tahu tentang pemanfaatan dan pelayanan BPJS Kesehatan yang diterima oleh para pasien.

“Saya hanya ingin memastikan apakah yang namanya Kartu BPJS itu betul-betul sudah dipegang oleh rakyat, oleh pasien, yang ada di rumah sakit. Saya cek tadi hampir 90 persen lebih memakai BPJS,” kata Presiden.

Dari penuturan pasien, Presiden memperoleh informasi bahwa proporsi kepesertaan BPJS Kesehatan yang ia temui di rumah sakit tersebut justru lebih banyak didominasi oleh peserta program BPJS Kesehatan di luar pembiayaan negara atau daerah yang berarti membayar iuran secara mandiri.

Padahal, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar merupakan yang berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh anggaran APBN. Data BPJS Kesehatan per 31 Oktober 2019 menyebut bahwa terdapat 96.055.779 peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh APBN.

Jumlah tersebut belum termasuk jumlah peserta dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai anggaran APBD yang mencapai 37.887.281 peserta berdasarkan data yang sama.

Artinya, lebih dari 133 juta peserta BPJS Kesehatan atau kurang lebih 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai 222.278.708 (per 31 Oktober 2019) ditanggung oleh negara.

“Ini yang mau saya lihat. Karena yang PBI itu kan banyak. Dari pemerintah itu 96 juta plus dari Pemda itu 37 juta. Harusnya ini sudah mencakup 133 juta. Harusnya yang gratis 133 juta. Ada di mana? Siapa yang pegang? Saya hanya ingin memastikan itu,” kata Presiden.

Dengan proporsi tersebut, Presiden mengatakan, seharusnya defisit BPJS Kesehatan yang saat ini terjadi dapat diatasi dengan mengintensifkan atau memperbaiki sistem penagihan iuran peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung secara mandiri oleh peserta.

“Kita ini kan sudah bayari yang 96 juta (peserta), dibayar oleh APBN. Tetapi di BPJS terjadi defisit itu karena salah kelola saja. Artinya apa? Yang harusnya bayar pada enggak bayar. Artinya di sisi penagihan yang mestinya diintensifkan,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam sidak tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. (MA/R1)

Wabup Hadiri Pelatihan Ketua TP PKK Pekon 12 Kecamatan

Gisting, Mediarepublika – Wakil Bupati Hi. AM.Syafi’i, menghadiri Pelatihan Ketua TP PKK Pekon di Aula Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, Selasa (12/11/19).

Adapun peserta Pelatihan berasal dari 12 Kecamatan di Kabupaten Tanggamus, yakni Pulau Panggung, Semaka, Pugung, Gisting, Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Bulok, Cukuh Balak, Air Naningan, Ulu Belu dan Sumberejo.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan arahan kepada peserta pelatihan agar dapat aktif mengawal kegiatan PKK, agar dapat terakomodir dalam anggaran Dana Desa.

“Sebagai seorang istri Pejabat di Pekon bersikaplah sebagai layaknya istri pejabat yang mendorong suami agar bekerja melaksanakan program dengan dana desa sesuai dengan aturan yang berlaku.”

“Jadilah pembisik, pengarah yang baik bagi suami, sehingga Dana Desa bisa direalisasikan dengan benar, sehingga dana desa bukan menjadi musibah tetapi menjadi berkah bagi kelancaran pembangunan di pekon,” ujar Wabup.

Sebelumnya dalam laporan Kepala Dinas PMD yang disampaikan Kabid Pemberdayaan Lembaga Evi Yunianti, dikatakan tujuan diadakan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan mutu dan pengembangan kinerja bagi Ketua TP PKK Pekon. Pelatihan sendiri dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 12 s.d 13 Nopember 2019.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Tanggamus dalam sambutannya yang disampaikan oleh Ny. Ismaniar Rahman, mengatakan dalam rangka meningkatkan kapasitas, kualitas, Gerakan PKK diharapkan ikut serta melaksanakan pembangunan nasional.

“Untuk itu saya mengajak kepada TP PKK Pekon untuk bangkit dan  memiliki semangat untuk mengadakan pembenahan administrasi dan memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat dan Uspika Kecamatan Gisting, serta para Nara Sumber dari TP PKK Tanggamus, yang terdiri dari Wahyu Widayati, Retno Ningsih dan Fariza Razi. (Andi)

Wabup Buka Pelatihan UMKM Tanggamus

Gisting, mediarepublika – Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Hotel 21 Gisting, Selasa (12/11).

Pelatihan sendiri diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerjasama dengan Pemkab Tanggamus, sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau kepedulian sosial perusahaan dari BRI, serta dalam rangka HUT BRI ke-124, yang dilaksanakan di berbagai titik se Indonesia.

Pimpinan BRI Cabang Pringsewu Indra Budi Samiaji, dalam laporannya mengatakan pelatihan 10 ribu UMKM tersebut dilaksanakan secara nasional. Sementara untuk jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tanggamus yang ikut dalam pelatihan berjumlah 100 orang.

Indra berharap melalui kegiatan ini pihaknya dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian di Kabupaten Tanggamus.

“Karenanya kami harapkan pelaku UMKM di Tanggamus akan dapat lebih berdaya saing dengan pelaku UMKM yang lain. Seperti kita ketahui, bisnis saat ini sudah sifatnya online, tidak terpaku pada lokasi dan tempat usaha. Untuk menghadapi itu semua alangkah baiknya kita mempersiapkan diri, agar supaya kita dapat ikut serta dalam kancah persaingan tersebut,” kata Indra.

Sementara Wabup dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Tanggamus memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. Wabup berharap dengan pelatihan tersebut, pelaku UMKM di Kabupaten Tanggamus juga dapat ikut serta memasarkan produknya melalui online yang menjadi trend saat ini.

“Agar supaya pelaku UMKM kita, juga dapat menjual hasil produknya melalui online, dan saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, apakah itu oleh pihak BRI lagi maupun pihak yang lain, karena kita ketahui jumlah pelaku UMKM kita sendiri saat ini mencapai 7 ribu, dan secara bertahap dilakukan pelatihan,” ujar Wabup.

Wabup melanjutkan, Pemkab dalam hal ini terus berupaya mendorong agar produk UMKM Kabupaten Tanggamus dapat dipasarkan. Upaya tersebut selain pemasaran melalui online juga dilakukan pemasaran melalui pasar modern, dan saat ini lanjutnya telah ada produk UMKM Tanggamus yang dijajakan. Dengan harapan kedepan produk tersebut dapat diminiati oleh masyarakat luas dan tentunya akan menumbuhkan semangat bagi para pelaku UMKM.

“Jadi dua arah, selain melalui online seperti ini, melalui pasar modern juga kita lakukan, karena kedua cara ini memiliki prospek yang sangat bagus dan jangkauannya sangat luas bagi kemajuan produk UMKM kita,” tandas Wabup Syafii.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga penyerahan Plakat dari BRI Cabang Pringsewu kepada Pemkab Tanggamus yang diterima oleh Wakil Bupati.

Turut hadir Kepala Dinas Koperindag UMKM Tanggamus Mairosa, Perwakilan Dinas UMKM Provinsi Lampung Winarti, sejumlah Kepala OPD Pemkab Tanggamus, Kabag Ekobang, Camat dan Uspika Kecamatan Gisting, Tokoh Masyarakat Akhmadi Sumaryanto serta Narasumber dari IBI Darmajaya Dr. Anggelia Wibasuri, dan dari Tokopedia Anika Ayu Puspita. (Andi)

Peringati Hari Pahlawan 2019, Pemkab Gelar Upacara dan Ziarah Makam Pahlawan

Kota Agung, mediarepublika –Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Upacara Bulanan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019, di Lapangan Merdeka Kota Agung, Senin (11/11/19).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, dan sebagai Komandan Upacara Kapten Inf. Juliani Abri.

Upacara dihadiri oleh Wakil Bupati Hi. AM. Syafi’i, Forkopimda Tanggamus, Kepala BNN Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Kabupaten, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Ketua TP PKK Tanggamus, Ketua DWP Tanggamus, Kepala BNN Tanggamus, dan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.

Upacara sendiri diikuti oleh jajaran Kodim 0424, jajaran Polres Tanggamus, jajaran Pemkab Tanggamus, unsur Ormas, LSM, serta Pelajar di Kabupaten Tanggamus.

Bupati Dewi Handajani, yang membacakan sambutan Menteri Sosial RI menyampaikan setiap Hari Pahlawan, kita diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momentum bersejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia.”

“Dengan Peringatan Hari Pahlawan diharapkan kita akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para Pahlawan. Sebagaimana ungkapan salah The Founding Fathers kita, Bung Karno yang menyatakan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar,” kata Bupati.

Selain itu peringatan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 ‘Aku Pahlawan Masa Kini.’

“Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat.”

“Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia.”

“Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia Maju,” tandas Bupati.

Usai pelaksanaan Upacara, Bupati melakukan penyerahan dan penyematan Pin Satya Lencana kepada 60 orang PNS, yang memiliki pengabdian selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Selain itu dilakukan juga Launching Duta Anti Narkoba, Pengukuhan Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Tanggamus dan Forum Komunikasi Guru Ngaji/Khotib (FKGNK) Kabupaten Tanggamus, sekaligus memberikan insentif secara simbolis kepada 1.800 Majelis Taklim, 302 orang Guru Ngaji, 302 orang Penceramah, 223 orang PPN, dan 1000 orang Marbot Masjid, serta penyerahan 3 unit Mobil Sedot Tinja.

*Ziarah ke Makam Pahlawan*

Usai kegiatan di Lapangan Merdeka Kota Agung, Bupati, Forkopimda serta jajaran melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bahagia di Kota Agung Timur.

Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, serta penempatan karangan bunga oleh Inspektur Upacara AKBP. Hesmu Baroto, SIK., serta tabur bunga ke setiap pusara para Pahlawan oleh rombongan penziarah. (Andi)