mediarepublika.com- Gagal maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung lalu, tidak membuat aktivis desa, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) II Lampung itu
Edy Sudrajat patah arang. Pada Pilkada serentak 2020 mendatang, Edy memantapkan niat untuk maju pada Pilkada Kabupaten Pesawaran.
Edy Sudrajat mengatakan, tekat nya untuk maju Pilkada Kabupaten Pesawaran sudah bulat. Hal tersebut dibuktikan dengan telah dikembalikannya berkas pencalonannya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pesawaran.
“sama sama berdoa dan berusaha saja” tutur nya
lantas apakah Edy daftar juga ke partai lain selain PKB?
Edy mengatakan, dirinya hanya mengambil berkas di partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.
Optimisme tersebut, lanjutnya bukan tanpa alasan. Sebab, tambah Edy dirinya meyakini jika partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu akan objektif dalam menentukan calon kepala daerah.
“Pasti Optimis. Persoalan berpasangan dengan siapa, itu urusan partai. Dipasangkan dengan siapa saja saya siap,” tutur Edy
Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengatakan, dirinya mengusung tagline ‘Pesawaran Bermartabat’.
“Bermartabat itu kan artinya kita punya harga diri. Harga diri Pesawaran harus dimulai dari rasa aman warganya, sejahtera hingga prestasi,” tutur Edy Sudrajat.
Edy Pun mengatakan, ada lima poin untuk Pesawaran Bermartabat yakni mengurangi angka pengangguran, memperbaiki kualitas infrastruktur, sistem pendidikan yang cerdas, layanan kesehatan yang berkualitas dan peningkatan daya saing masyarakat seperti kedaulatan pangan.

Ini timbul dari jiwa Dang Ike yang sangat menyukai sejarah, sehingga dengan mudah mantan Wakapolda Sulawesi Selatan ini merangkul masyarakat dengan tulus dan ikhlas dan menghormati serta diterima dengan baik dengan sukacita oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut Sang Jenderal mengatakan, ”Ini kita masih dalam heroik memperingati hari Pahlawan 10 November, sejarah membuktikan bahwa yang melawan dan mengusir penjajah adalah Bangsawan Nusantara dan Hulu Balang (Tentara Kerajaan) dan para Ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Din, Bangsawan dari Aceh, Tuanku lmam Bonjol Bangsawan dari Sumatera Barat, Sultan Taha Bangsawan dari Jambi, Sultan Badaruddin Bangsawan dari Sumatera Selatan, Pangeran Suhaimi Bangsawan dari Lampung, Pangeran Diponogoro Bangsawan dari Pulau Jawa, Sultan Hasanuddin dari Sulawesi, l Gusti Ngurah Rai dari Pulau Bali, Patimura dari Maluku, KH. Dewantara Ulama dari Yogyakarta, Sultan Hamangkubuwono Bangsawan dari Yogyakarta, dan ribuan lagi Bangsawan yang tercatat dengan tinta emas sejarah Republik Indonesia. Dan menjadi suhada untuk menegakkan Negara tercinta ini,” katanya.