Gubernur Arinal akan Libatkan Unila dalam Peningkatan Pembangunan di Berbagai Sektor

Hal tersebut disampaikan Gubernur Arinal saat menerima Audiensi dari jajaran pimpinan Universitas Lampung (Unila) seperti Rektor, Wakil Rektor dan para Dekan, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Senin (3/2).

Menurut Gubernur, Unila dapat berperan dalam peningkatan pembangunan infrastruktur, pertanian, perekonomian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, energi, termasuk memajukan desa, dan sektor lainnya.
“Unila mampu mendukung berbagai sektor pembangunan di Lampung, seperti inovasi dalam pengelolaan sampah, upaya peningkatan destinasi wisata, mendukung pembangunan Bandara dengan membuat design, serta melakukan maping di desa-desa terkait permasalahan dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Gubernur.
Selain itu, Unila juga dapat membangun industri pengolahan dan industri pertanian, serta mendukung di berbagai sektor lainnya.
“Saya ingin Universitas Lampung bersinergi dan terlibat langsung dalam pembangunan di berbagai sektor dalam rangka mewujudkan visi Rakyat Lampung berjaya,” tambah Gubernur.

Pada pertemuan itu, Gubernur Arinal mengajak akademisi Unila bersinergi dan berperan dalam berbagai sektor pembangunan guna mewujudkan visi Rakyat Lampung Berjaya.

Gubernur juga mengapresiasi jajaran akademisi Unila yang datang untuk berdiskusi bersama membahas pembangunan Lampung. “Kunci dalam membangun hubungan bagus itu salah satunya dengan melakukan diskusi dan berargumentasi ilmiah. Ayo berdiskusi dan berargumentasi ilmiah dalam rangka mendukung pembangunan Lampung,” ajak Gubernur Arinal.

Gubernur berharap melalui kegiatan ini akan meningkatkan sinergitas dalam rangka membangun Lampung. “Jangan hanya seremonial saja, kita perlu wujud sinergitas dalam membangun bersama,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Lampung, Karomani menjelaskan Tag Line Universitas Lampung saat ini adalah Bersinergi Berinovasi Untuk Negeri. “Universitas Lampung akan mendukung program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam mewujudkan Visi Rakyat Lampung Berjaya,” jelas Karomani.
Lebih dari itu, ujar Karomani, pihaknya akan menjadikan Gubernur Arinal sebagai dewan pertimbangan Universitas Lampung, sebagai upaya peningkatan sinergi Universitas dan Pemprov Lampung,” ujarnya. (ADPIM)

CUTI MANGGUNG FIERSA BESARI INGIN TUNTASKAN EKSPEDISI 33 GUNUNG, LAMPUNG TEMPAT PERDANA

mediarepublika.com- Akhir tahun 2019 Fiersa Besari musisi, penulis novel yang diketahui memiliki hobi naik gunung, mengabarkan di media sosialnya untuk rehat sejenak dari dunia panggung, padahal pria yang banyak digandrungi kaum hawa tersebut sedang berada di puncak karirnya. Kemudian melaui medsodnya juga ‘Bung’ -sapaan akrab Fiersa Besari mengumumkan rencana besar akan melakukan Ekspedisi 33 gunung di Seluruh Indonesia.

Ekspedisi 33 gunung adalah misi besar Bung Fiersa untuk menjelajahi 33 gunung di 33 provinsi seluruh Indonesia dan bukan sekedar mendaki naik turun gunung, tapi lebih dalam dari itu, Mengenalkan adat istiadat, memperkenalkan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat setempat. Begitupun dengan Jalur pendakian dari sudut pandang warga lokal juga adab dalam pendakian yang memang seharusnya dipersiapkan dengan matang, dimulai fisik sehat, mental, serta harus menjaga alam.
Rencana besar Bung Fiersa disambut baik para pendaki gunung khususnya Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (MAHEPEL UNILA), 13 Jan 2020 tanpa banyak yang mengetahui, Fiersa Besari bersama rekannya Arsal Bahtiar tiba di Kota Bandar Lampung tujuannya adalah untuk menggapai atap Lampung, bertemu dengan Astri dkk yang memang sudah berkomunikasi cukup lama untuk melakukan Pendakian Ke Gunung Pesagi, Lampung Barat.
Uniknya Perkenalan Astri dan Fiersa terjadi di Gunung Moreno, Sulawesi Selatan 2017 silam. Pada acara Pelatihan terkait tema Mountaineering meski dalam satu kegiatan yang sama Astri tidak menyadari bahwa rekannya tersebut adalah Artis yang namanya melejat seantero nusantara, ya mungkin karena kesederhaan Bung dan karena alam sedang menunjukkan ‘wibawanya’ hingga semua manusia sama, ungkapnya.
Ditemui di sekretariat Mahepel Unila, Astri berkisah ‘Gunung yang menjadi tujuan pertama Bung Fiersa dalam Ekspedisi 33 Gunung ini, letak administratifnya berada di Kabupaten Lampung Barat, mempunyai 2 jalur pendakian resmi, melalui Desa Hujung dan Desa Bahway. Dan pilihan bung Fiersa untuk mendaki melalui desa Hujung lalu turun melalui desa Bahway agar sensasi naik dan turun berbeda jalur’.
Gunung Pesagi yg merupakan gunung tertinggi di Provinsi Lampung mempunyai sensasi sendiri, khas gunung Sumatera dengan trek brutal, Hutan lebat yang terjaga, sekawanan burung hitam (burung penunjuk jalur) akan kita temui di jalur pendakian, Gunung yang konon magis karena dari dahulu untuk mendaki gunung harus terlebih dahulu dilakukan upacara adat, adab pendakian pun harus diperhatikan, cerita Astri bahwa pernah mendaki gunung Pesagi berkali-kali pun tidak bisa memprediksi lamanya perjalanan pernah sampai 12 jam pernah juga hanya 3 jam perjalanan sudah sampai puncak makanya sebelum memulai pendakian dipintu rimba kita berdoa dan juga mengumandangkan Adzan supaya dipemudah dalam perjalanan.
‘Selain terdapat Mushola dipuncaknya juga terdapat Tugu Batu yang infonya jika berdiri diatasnya dapat melihat jembatan Ampera yang berada di Palembang, ada juga sumur 7 (tujuh) dan pancuran mas yang kalo kita temui terdapat air didalamnya dan kita minum atau raupkan segala harapan kita terkabul ada juga kayu tas yang konon hanya berada di gunung pesagi dan Jazirah Arab, katanya bisa mengusir Makhluk jahat khasiatnya, cetusnya.
Bung Fiersa turun melalui jalur Desa Bahway. Jalur yang cukup terbuka, cocok untuk melihat pemandangan indah, spot berfoto ciamik untuk menerbangkan drone video visual. Jalur Bahway cukup panjang, hujan lebat membentuk aliran air setinggi lutut dijalur pendakian yang licin adalah teman setengah perjalanan pulang, kami terjatuh dan saling menertawakan lalu saling menolong adalah hal yang beberapa kali kami alami. Selain mendaki Pesagi rombongan juga Mengunjungi Kaki Gunung Seminung untuk merasakan berendam Air Panas, menginap di Krui yang digaungkan menjadi Bali kedua karena wisata pantainya, sembari mengabadikan pemandangan anak-anak berloncatan sore di dermaga Kuala Stabas Bukit Selalau dan menikmati senja manis di Labuhan Jukung. Lampung membuat Bung Fiersa berkali kali berdecak kagum, senang dengan segala keindahan alam nya, senang mendapati warga yang ramah dengan budaya dan bahasa lokal yang khas serta anak anak yangg dengan polos menyapa kami dengan senyum dan tawa tulus. Dan ternyata bung Fiersa fans nya banyak sekali, kami harus pergi sebelum matahari terbenam sempurna, tambahnya.
Harapan kawan-kawan Mahepel Unila untuk Lampung sendiri, semoga makin tersadar akan banyaknya kekayaan alam yang tersimpan di Bumi Khua Jukhai, makin sadar untuk saling menjaga alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pembalakan liar, mencintai alam untuk hidup berkesinambungan.
Salam Lestari. Fiersa Besari, MAHEPEL Lestari!
(Hasrun Afandi)

Dinas Lingkungan Hidup Lamsel Soroti Puluhan Tambang Emas Tanpa Izin

Lampung Selatan, Mediarepublika.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan Soroti Puluhan Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) menjamur di beberapa desa dikecamatan Katibung diantaranya desa sidomekar, tarahan dan pardasuka, tambang ilegal tersebut disinyalir akan menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan yang juga menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Selain itu, penggunaan bahan kimia jenis merkuri dalam aktivitas penambangan tersebut juga mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat.

Persoalan tersebut sangat diperhatikan oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidung Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian SE mengatakan pihak Lingkungan hidup hari ini akan melakukan investigasi terkait langkah yang akan diambil.

” Hari ini Tim LH akan lakukan investigasi kelapangan terkait penambangan ilegal, untuk Statmentnya lengkapnyabbesok kita lihat dri hasil investigasi hari ini” Ujarnya singkat saat dihubungi Wartawan melalui Sambungan telponya. Senin (3/2/2020)

Pengerukan pertambangan emas Ilegal disejumlah kecamatan katibung lampung selatan diantaranya didesa sidomekar dan desa tarahan, Pernah diberi surat Penutupan oleh Dinas pertambangan Propinsi Lampung Pada Tahun 2018 lalu.

Sempat ditutup kini penambang emas ilegal kembali kucing kucingan dengan Dinas Pertambangan Energi (ESDM) Propinsi Lampung.

Berdasarkan temuan dilapangan tempat pengolahan tambang emas ini tersebar di sejumlah Titik diantaranya dusun Teluk Harapan Desa Sidomekar, dusun pardasuka 2 desa pardasuka, dan di kali siping desa tarahan kecamatan katibung.

Ketua TIM Lapangan Pertambangan Propinsi Lampung Saat dihubungi Wartawan Abraham S. Sos.MM menerangkan Penambangan disejumlah titik diwilayah kecamatan tersebut pernah disidak Oleh Dinas Perijinan Dan Dinas Pertambangan Propinsi Lampung, Pada Jumat 21 September 2018 Tahun Lalu ( Data Lengkap).

“Iya,Dinas perijinan dan pertambangan pernah sidak dulu” Jelasnya. Sabtu Malam (1/2/2020)

Lebihlanjut ia menanggapi statement kades Suparyanto dipemberitaan media online menurutnya kegiatan pertambangan diwilayahnya secara prinsip tidak mengantongi ijin alias ilegal.

“harusnya sangkades (Suparyanto red) punya tindakan menghubungi kepolisian terdekat, bukan malah kasian dll, Karna bagaimanapun penambangan ilegal tersebut diwilayahnya tidak diperbolehkan dampaknya bahaya,”Terangnya.

Ia juga menggatakan kegiatan penambangan Emas Ilegal (Peti) pelaku pertambagan Tanpa ijin bisa dipenjara 10 Tahun, sesuai undang undang pertambangan.

“Ada tiga titik saat distamben sidak dulu lokasi pengolahan penambangan Emas ilegal (Peti) diwilayah katibung,didusun Batu Putri Tarahan Milik Dedi, Sidomer Milik Hi Nanang warga asal tasik jawa barat Dan diwilayah Pardasuka (Data Lengkap).” ungkapnya

Namum sayangnya pemilik tambang emas yang diduga ilegal belum dapat dikonfirmasi. (tim)

Pemkab Tanggamus Gelar Rapat Pemantapan Komitmen Program Pengarusutamaan Gender

Kota Agung, Mediarepublika.com – Dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam pembangunan di Kabupaten Tanggamus, Jajaran Pemkab Tanggamus berkomitmen untuk melaksanakan Program Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Tanggamus. Hal itu juga dilakukan sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 9 tahun 2000.

Untuk menyatukan komitmen tersebut, Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis, memimpin Rapat pemantapan komitmen PUG di Ruang Rapat Utama Pemkab Tanggamus, Senin (3/2/20).

Rapat diikuti oleh para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Sekretaris Dinas dan Kepala Bagian dilingkup Pemkab Tanggamus.

Dalam rapat tersebut, dilakukan pemaparan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Hendra Wijaya Mega, yang juga sebagai Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten Tanggamus.

Hendra menyampaikan kesiapan SKPD dalam melaksanakan Anggaran Responsif Gender (ARG) belum optimal. Dimana terdapat beberapa isu kunci yang perlu mendapatkan perhatian, seperti ; 1. Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada tingkat middle dan top manager berkaitan dengan isu gender dalam mendukung keberlanjutan implementasi ARG.
2. Langkah data terpilah menurut jenis kelamin dan data yang up to date sesuai core bisnis masing-masing SKPD, contoh seperti daftar hadir atau absensi.
3. Keterbatasan kapasitas gender focal poin pada setiap SKPD, baik kapasitas terkait substansi materi tentang ARG.
4. Perlunya mengoptimalkan peran inspektorat dalam melakukan review internal terhadap SKPD.

“Adapun rekomendasinya perlu dibuat surat keputusan tentang tim penyusunan pedoman teknis penganggaran responsif gender, perlu mempromosikan atau publikasi anggaran responsif gender, optimalisasi intensitas audiensi ARG ke setiap SKPD dibawah koordinasi Bappelitbang.”

“Perlunya admin setiap SKPD membuat surat keputusan gender vocal point dengan anggota serendah-rendahnya eselon I.”

“Kemudian perlu juga capacity building bagi petugas inspektorat bersama-sama Bappelitbang tentang konsep gender, teknik analisis gender dan pembuatan gender-gender statement sebagai tools untuk menjamin kemanfaatan pembangunan bagi laki-laki dan perempuan secara seimbang.”

“Perlu adanya penyusunan panduan monitoring dan evaluasi bagi Inspektorat dalam melakukan review internal tentang perencanaan dan anggaran responsif gender bagi setiap SKPD di Tanggamus,” terang Hendra.

Masih kata Hendra, untuk reward atau bentuk penghargaan dari pelaksanaan PUG, yaitu penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE), sebagai bentuk apresiasi yang diberikan presiden RI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang telah mampu berkomitmen terhadap pelaksanaan PUG pada daerahnya masing-masing terhadap prakarsa dan prestasi yang dicapai dan menunjukkan kondisi dan kesejahteraan orang lain dalam kaitannya dalam pencapaian kesetaraan gender, pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Selanjutnya sebagai salah satu komitmen yang dimintakan kepada seluruh OPD adalah bagaimana mengalokasikan ARG di setiap OPD dan merealisasikannya.

Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis dalam arahannya meminta seluruh OPD agar berkomitmen dan mendukung terlaksananya Program PUG di Kabupaten Tanggamus.

“Saya minta semua OPD mendukung dan merealisasikan Program ini. Agar apa yang kita diprogramkan memberikan hasil yang terbaik,” tandas Sekda. (Andi Raya)

Gubernur Lampung Akan Meningkatkan Pembangunan Di Provinsi Lampung Di Semua Sektor

Mediarepublika.com—Menindaklanjuti pertemuan dengan sejumlah menteri, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan sejumlah program yang akan dilakukan Pemprov Lampung terkait bidang pertanian dan energi, di Bandarlampung, Senin 3 Januari 2020.

Terkait pertemuannya dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Arinal mengatakan Pemprov Lampung siap menyambut program Kementan yang akan menjadikan Lampung sebagai lokomotif pertanian di Indonesia.

‘”Pertemuan dengan Menteri Pertanian adalah untuk membahas pengembangan sektor pertanian di Provinsi Lampung. Mentan Syahrul Yasin Limpo menyebut Lampung akan menjadi lokomotif pertanian di Indonesia,” kata Arinal.

Selain pengembangan pertanian, di depan puluhan pemimpin media di Lampung Arinal memaparkan sejumlah program terkait pengembangan energi dan infrastruktur.

Beberapa program bidang energi yang akan dilakukan Pemprov Lampung antara lain penambahan energi listrik, pembangunan sport center, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), dan melanjutkan pembangunan Kota Baru sebagai pusat perkantoran Pemprov Lampung,

Selain itu: peluncuran kartu petani berjaya (KPB), pembangunan desa pintar (smart vilage), dan pengembangan pariwisata.

Penemuan Mayat Anonim, Gegerkan Warga Desa Babatan

Lampung Selatan, Mediarepublika.com – Penemuan mayat tanpa identitas (Anonim) di Dusun Tritunggal Desa Babatan Kecamatan Katibung Lampung Selatan. Tepatnya di depan Pabrik Sabut, membuat geger warga sekitar, minggu malam (2/2/2020).

Pihak polisi sektor Katibung dan pihak Kodim Danramil 0421/10, serta Kepala Desa Babatan sudah berada dalam Tempat Kejadiaan Perkara (TKP)

Pada saat media mengkonfirmasi, pada pukul 19.30.WIB, mereka hanya mengatakan, “ini belum jelas mas, belum di ketahui identitas nya, dan sebab kematian nya kenapa,” ucap mereka senada.

Masih di lokasi TKP Kepala Desa Babatan Mislan Irfandi menerangkan menurut info yang di dapat, Alm pernah di kasih makan oleh pemilik warung simpang kidul desa parda suka.

“Menurut informasi yang saya dapat, Alm pernah di kasih makan mas oleh ibu-ibu yang punya warung di simpang kidul Desa parda suka, kalau ga salah nama nya ibu Sumarni,” katanya.

Hasil informasi yang berhasil di himpun oleh media ini pada pukul 20.15.WIB, dan hasil keterangan dari, Sumarni (59) warung Nasi di Simpang kidul Desa parda suka, “Alm memang pernah mampir sebulan yang lalu pak, saya kasih sebatang rokok dan sebungkus nasi, lalu saya suruh makan di Gardu depan itu, dan saya tanya mau kemana dan dari mana pak. Dia hanya berkata saya capek jalan kaki dari selawesi kata nya singkat, dan dari itu sampai sekarang ga pernah ke sini sini lagi,” ucapnya sumarni dan senada dengan suaminya Bejo.

Sampai berita ini diturunkan masih menunggu hasil otopsi dari pihak Rumah sakit dan dari pihak kepolisian terkait. (Iwan)

Distamben : Pelaku Tambang Emas Ilegal Bisa Diancam Pidana 10 Tahun Penjara

Lampung Selatan, Ruanginfo.id – Pengerukan pertambangan emas Ilegal disejumlah Kecamatan Katibung Lampung Selatan diantaranya di Desa Sidomekar dan Desa Tarahan, Pernah diberi surat Penutupan oleh Dinas pertambangan Propinsi Lampung Pada Tahun 2018 lalu.

Sempat ditutup kini penambang emas ilegal kembali kucing-kucingan dengan Dinas Pertambangan Energi (ESDM) Propinsi Lampung.

Berdasarkan temuan dilapangan tempat pengolahan tambang emas ini tersebar di sejumlah Titik diantaranya Dusun Teluk Harapan Desa Sidomekar, Dusun Pardasuka 2 Desa, dan di Kali Siping Desa Tarahan Kecamatan Katibung.

Ketua TIM Lapangan Pertambangan Propinsi Lampung Saat dihubungi Wartawan Abraham S. Sos.MM menerangkan Penambangan disejumlah titik diwilayah Kecamatan tersebut pernah disidak Oleh Dinas Perizinan dan Dinas Pertambangan Propinsi Lampung, Pada Jumat 21 September 2018 Tahun Lalu (Data Lengkap).

“Iya, dinas perizinan dan pertambangan pernah sidak dulu” Jelasnya. Sabtu Malam (1/2/2020)

Lebih lanjut ia menanggapi statement kades Suparyanto dipemberitaan media online menurutnya kegiatan pertambangan diwilayahnya secara prinsip tidak mengantongi izin alias ilegal.

“harusnya sangkades (Suparyanto red) punya tindakan menghubungi kepolisian terdekat, bukan malah kasian dll, Karna bagaimanapun penambangan ilegal tersebut diwilayahnya tidak diperbolehkan dampaknya bahaya,” Terangnya.

Ia juga menggatakan kegiatan penambangan Emas Ilegal (Peti) pelaku pertambagan Tanpa ijin bisa dipenjara 10 Tahun, sesuai undang undang pertambangan.

“Ada tiga titik saat distamben sidak dulu lokasi pengolahan penambangan Emas ilegal (Peti) diwilayah katibung,didusun Batu Putri Tarahan Milik Dedi, Sidomer Milik Hi Nanang warga asal tasik jawa barat Dan diwilayah Pardasuka (Data Lengkap).” ungkapnya

Namum sayangnya pemilik tambang emas yang diduga ilegal belum dapat dikonfirmasi

Diberitakan sebelumnya Komunitas Jurnalis Katibung (KJK) meminta polisi tangkap pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), karena kegiatan tersebut tidak mempunyai aspek legalitas dan merusak lingkungan.

Aktifitas tambang emas yang diduga ilegal di Dusun Teluk Harapan Desa Sidomekar Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan mempunyai sejumlah dampak buruk lainnya seperti penggunaan bahan kimia berbahaya yang tidak terkontrol serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja terabaikan karena mereka bekerja tanpa kaidah keselamatan dan keamanan yang baik.

“Ia kita meminta pihak berwajib untuk menangkap pelaku penambangan, pendana kegiatan tambang dan juga pemilik tambang, Tambang emas ilegal di sidomekar kecamatan katibung bukan hanya kian meresahkan, bahkan jika tidak ditindak mengancam terjadi bencana ekologi,” Ujar Zulhaidir Ketua KJK, Sabtu (1/2/2020).

Lebih lanjut pimpinan umum koran harian lampung juga menuturkan Keberadaan PETI di Kecamatan Katibung dengan luas kurang lebih 1 Hektar yang telah berjalan hampir 1 tahun dengan Puluhan lubang galian dan pengelolaan gelondong pengolahan.

Tidak hanya itu, diantara pemilik penambangan tanpa izin ini juga ada yang berasal dari Kabupaten Tasik Jawa Barat.

Saat Sejumlah Media Menemui Sang Kades Sidomekar, Suparyanto Mengaku Bahwa Tambang Emas diwilayah tersebut secara prinsip belum memiliki ijin alias Illegal,” Kata Suparyanto, di Kantor Desa Sidomekar, Jumat (31/1/2020).

Namun, Suparyanto membantah mendapat upeti dari penambangan Emas yang beralamat didusun tersebut.

“Kalau saya dapet jatah dari situ, enggak ada mas, palingan mereka ngasih uang rokok, serius, cuman saya kasiaan aja banyak warga saya berkerja disana (Ditambang illegal_Red), Saya juga bingung solusinya seperti apa, kalau seandainnya mau ditutup, kan kasian mereka,” Tuturnya.

Sementara berdasarkan keterangan Pekerja Saat dilokasi kegiatan tersebut sudah berlangsung lama.

“Sudah lama bukan baru baru ini,” Kata Seorang Pekerja Saat dilokasi. (tim)

Polsek Penengahan dan Polres Lampung Selatan Adakan Family Gathering

Lampung Selatan, Mediarepublika.com –  Jajaran Polsek penengahan dan polres Lampung selatan tahun 2020 menggelar Acara Family Gathering di Pantai wisata Minang rua desa kelawi kecamatan Bakauheni lamsel pada Sabtu (01/02/2020)

Family gathering ini adalah momen yang sangat penting bagi personel Polsek penengahan pada momen ini semua anggota keluarga berkumpul menjadi satu untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan dan mempererat hubungan antar anggota maupun antar keluarga, Sesuai dengan tema “Dengan Dilaksanakan Family Gathering Diharapkan Dapat akan Kesejahteraan, Solidaritas personil anggota Polsek penengahan dan Hubungan Silahturahmi Keluarga Besar.

Dalam sambutannya Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra SE.MM menyampaikan bahwa melalui acara Family Gathering ini dapat memberikan mamfaat dan bisa dinikmati oleh seluruh Keluarga Besar, Beliau berharap seluruh anggota dan keluarga dapat bergembira untuk melepas penat sejenak keluar dari rutinitas kerja, supaya nanti kembalinya ke rutinitas kedinasan, seluruh anggota dapat kembali bersemangat untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas. ujarnya’

Selanjutnya kapolsek mengharapkan agar personel dan keluarga pada acara family gathering kali ini dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan kekompakan serta menimbulkan persaudaraan diantara sesama anggota Polsek penengahan. Selain itu para anggota dapat mengikuti dan menikmati kegiatan ini dengan gembira dan penuh kebahagian sehingga kondisi mental dan jasmani anggota akan kembali fresh atau segar untuk melanjutkan tugas-tugas yang telah diamanatkan kepada kita.

Acara family gathering kali ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan yaitu foto bersama di lanjutkan dengan berbagai perlombaan yang di ikuti seluruh anggota beserta keluarga dan tidak kalah menariknya yaitu pemberian hadiah dan pengundian doorprice. Acara kemudian di lanjutkan dengan makan siang bersama yang di iringi dengan lantunan musik dari grup band personel dan suasana pun semakin hidup dan meriah.”tutupnya. (Iwan)

Pemerintahan Desa Babatan Sambut Baik Kehadiran Jurnalis Katibung

Lampung Selatan, Mediarepublika.com – Komunitas Jurnalis Katibung (KJK) mengujungi Pemerintahan Desa Babatan Lampung Selatan, Pada Jumat (31/1/2020). Kujungan tersebut guna bersilahturami sekaligus memaparkan Visi dan Misi KJK.

Mislan Irfandi Kepala Desa Babatan menerima baik kujungan Zulhaidir (Ketua KJK), yang didampingi Seketaris Hendra Wahyuno dan Anggota.

Mislan Irfandi mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja para jurnalis khususnya atas terbentuknya Komunitas Jurnalis Katibung (KJK).

“Alhamdulillah KJK sudah terbentuk, saya sangat mengapresiasi kinerja jurnalis yang mana telah memberitakan (publikasi) perkembangan kemajuan desa,” ungkapnya.

Zulhaidir Ketua KJK mengucapkan terimakasih banyak kepada Mislan Irfandi Kades Babatan yang telah menerima kami dengan baik hati.

“saya ucapakan terimakasih kepada kades babatan yang telah menerima kami, semoga dalam silahturami ini kedepannya mampu berkerja sama dan saling bersinergi membangun dan memajukan desa babatan,” terangnya.

Dikatakan Irfan Lebih lanjut, Bukan Saja Babatan. Akan tetapi, juga 12 desa diharapkan mendukung program kerja jurnalis katibung, jangan sampai kawan-kawan kepala desa miskomunikasi.

“Terimakasih kepada Kawan Jurnalis yang sudah memberitakan program kerja Pemerintah desa Babatan,” Pungkasnya. (iwan)

Pemkab Lampung Selatan Sosialisasi Program Sembako Dinsos BPNT Berubah Menjadi Bantuan Sembako

mediarepublika.com -KALIANDA,Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Sosial menggelar rapat sekaligus sosialisasi Program Sembako tahun 2020, di Aula Rajabasa, kompleks kantor bupati setempat, Jumat (31/1).

Kepala Dinas Sosial Pemkab Lampung Selatan, Dulkahar menyebutkan, program pemerintah pusat yang selama ini dikenal dengan bantuan pangan non tunai (BPNT), mulai tahun ini berubah nama menjadi Program Sembako.

“Kalau dulu bantuan sosial ini kita kenal dengan raskin (beras untuk rumah tangga miskin). Setelah itu bertransformasi menjadi rastra (beras sejahtera) dan kemarin (2019) kita laksanakan namanya bantuan pangan nontunai,” ujar Dulkahar.

Lebih lanjut Dulkahar menjelaskan, perbedaan yang ada antara Program BPNT dengan Program Sembako saat ini adalah kenaikan Indeks bantuan yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) serta tambahan pilihan komoditas yang telah ditentukan.

“Perubahan yang paling signifikan itu dari nominal bantuan yang didapatkan masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 per KPM per bulan. Selain beras dan telur, dalam program sembako juga bertambah komoditasnya, harus ada unsur protein dan nabati,” katanya.

Sementara, ditemui usai acara, Pj Sekretaris Daerah, Thamrin mengimbau Dinas Sosial dan unsur terkait untuk merealisasikan indikator kinerja 6 T, dalam penyaluran Program Sembako.

Thamrin yang juga sebagai Ketua Pangan Kabupaten Lampung Selatan ini, juga mengingatkan para pelaksana di lapangan, untuk tidak melakukan kesalahan dalam proses penyaluran program yang bekerjasama dengan BRI dan Bulog tersebut.

“Terkait penambahan komoditas, nanti biar ditetapkan dan dibahas dalam rapat tersebut. Yang penting program ini bisa sampai ke masyarakat. Jangan sampai dikemudian hari nanti terjadi polemik,” tandasnya. (az)