Sosialisasikan Penggunaan DD Untuk Penanganan Covid 19, Nanang Pinta Kades Bergerak Cepat

KALIANDA – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menegaskan kepada Kepala Desa agar pergeseran penggunaan Dana Desa (DD) harus benar-benar bermanfaat untuk masyarakat dalam rangka penanggulangan wabah virus Covid-19 di Lampung Selatan.

Nanang Ermanto juga menegaskan agar semua Kepala Desa bergerak cepat serta memikirkan secara matang penggunaan Dana Desa (DD) dengan memperhatikan penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Hal itu ditegaskan Nanang Ermanto saat memberikan arahan kepada Kepala Desa dari tiga (3) Kecamatan, Kec.Rajabasa, Kec. Penenghaan dan Kecamatan Palas, yang terbagi dalam tiga session, di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati, Sabtu (11-4-2020).

Nanang meminta Kepala Desa, Sekdes, Pendamping Desa, Petugas Operator Desa, untuk merumuskan pergeseran Dana Desa (DD), berkoordinasi bersama instansi terkait agar dalam pengalokasian Dana Desa tepat sasaran.

“Kita harus bergerak cepat dalam penanganan covid-19 ini. Tujuan kita yang utama adalah, bagaimana cara kita menyelamatkan masyarakat dari wabah covid-19 ini, baik dari sisi kesehatan masyarakat, juga dari dampak ekonomi yang timbul,”ujar Nanang.

“Hilangkan pikiran kita dari niat jahat dalam mengelola anggaran. Pikiran kita hanya satu, bagaimana caranya menyelamatkan rakyat,” tegas Nanang.

Acara yang dipandu Pj. Sekretaris Daerah, Thamrin, S.Sos, M.M tersebut, berlangsung sejak Jum’at (9-4-2020) hingga Rabu mendatang (15-4-2020) dalam rangka menyamakan persepsi tentang penanganan wabah Corona Virus Covid-19 di Desa yang penggunaan anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD).

Para Kepala Desa diberikan arahan dari Dinas/Instansi terkait, seperti Inspektur, Dinas PMD, Dinas Sosial, Direktur RS. Bob Bazar, agar penggunaan Dana Desa tepat sasaran serta tidak menimbulkan dampak hukum dikemudian hari.

Pada kesempatan itu, Nanang Ermanto juga sempat menyinggung erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada Jum’at malam (10-4-2020) sekitar pukul 22.35 WIB yang sempat membuat heboh warga pesisir, Kec. Rajabasa, dimana bau belerang yang begitu menyengat membuat sebagian warga pesisir mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Nanang meminta kepada Kepala Desa serta Aparatur Desa untuk menenangkan warga setiap kali ada issue yang muncul ditengah-tengah masyarakat, terutama yang dapat menimbulkan keresahan.

Dalam situasi seperti ini, Nanang meminta Kepala Desa untuk secara aktif memantau perkembangan situasi di desanya masing-masing.

“Bukan hanya corona, tetapi juga issue yang lain, seperti GAK yang semalam erupsi. Jaga situasi agar selalu kondusif,” kata Nanang.

“Saya minta masyarakat tetap tenang, jangan mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan menyebar informasi yang bisa membuat kepanikan ditengah masyarakat,” tambahnya.

“Tadi pagi saya bersama Kapolres serta Kepala OPD terkait, melihat aktivitas warga di sekitar Desa Kunjir dan Rajabasa semua normal. Bahkan ada nelayan yang baru pulang melaut. Jadi masyarakat tetap tenang tetapi selalu waspada,” pungkas Nanang. (Kmf).

Tangani Covid-19, Pemkab Pesawaran Gratiskan Biaya Pengobatan Bagi Seluruh Masyarakat

Mediarepublika.com –  Pesawaran- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan semua pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkab Pesawaran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk Perhatian Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi Covid-19.

“Ya, kita untuk sedikit meringankan beban masyarakat dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, untuk semua Puskesmas dan RSUD Pesawaran, hari ini (Jumat, 10/4) kita gratiskan biaya pengobatannya bagi pasien BPJS maupun non BPJS, dan yang tidak bergejala Corona juga kita gratiskan,” ungkapnya, usai meninjau kesiapan Penanganan Covid-19 pada sejumlah pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, Jumat (10/4).

Dijelaskannya, masyarakat hanya memerlukan identitas diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di sejumlah Puskesmas dan RSUD Pesawaran. “Kita akan gratiskan selama dua bulan yaitu bulan April dan Mei, persyaratannya masyarakat harus bisa menunjukkan KTP atau identitas sebagai masyarakat Pesawaran,” jelasnya.

Selain menggratiskan pelayanan kesehatan, Dendi juga akan menambah insentif bagi tenaga medis yang memberikan perawatan terhadap pasien ODP maupun PDP. “Untuk tenaga medis juga akan kita beri perhatian dengan meningkatkan insentif yang tadinya hanya Rp150 ribu menjadi Rp500 ribu jika dia memberikan perawatan terhadap satu pasien yang dinyatakan ODP maupun PDP, tentunya hal itu tidak sebanding dengan apa yang mereka (tenaga medis) lakukan tapi setidaknya itu bentuk perhatian dan dukungan dari Pemkab Pesawaran,” tukasnya.

Disisi lain, dalam rangka melihat kesiapan fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkab Pesawaran dalam menangani pasien Covid-19, ia menerangkan memang masih ada beberapa dinamika yang terjadi. “Salah satu kendala kita adalah keterbatasan tenaga medis yang masih kurang, tapi jika untuk fasilitas penanganan Covid-19 saya rasa sudah cukup, makanya tadi juga saya lakukan simulasi penanganan pasien Corona di dua Puskesmas yaitu Puskesmas Padang Cermin dan Bunut, sejauh ini saya lihat mereka cukup mengerti terkait dengan SOP penanganannya,” ucapnya.

Kedepannya Pemkab Pesawaran juga akan terus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran. Bupati Dendi tidak ingin ada masyarakat dibumi andan jejama terinfeksi virus corona.

Pemkab Lampung Selatan Akan Produksi 1,5 Juta Masker Untuk Warga

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan memproduksi 1,5 juta masker untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus korona alias Covid 19 di daerah setempat.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyebut, akan menyediakan 1,5 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Kita siapkan satu setengah juta masker untuk warga. Nanti kita bagi rata ditiap kecamatan,” ujar Nanang di Posko Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Lampung Selatan, rumah dinas bupati setempat, Jumat (10/4/2020).

Nanang melanjutkan, dalam penyediaan masker ini, pihaknya akan menggandeng pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), kader-kader PKK, serta pengrajin lokal dalam proses pembuatan masker.

“Nanti kita memberdayakan warga supaya bisa mendapatkan penghasilan. Ini untuk memperbaiki ekonomi masyarakat menengah kebawah ditengah wabah Covid 19,” katanya.

Sementara, Inspektur Kabupaten Lampung Selatan, Joko Sapta menambahkan, program 1,5 juta masker tersebut sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker. Anggaran Rp.1 miliar yang disiapkan berasal dari APBD.

“Satu miliar dari pemerintah daerah, sisanya berasal dari Dana Desa (DD). Hari ini mulai kita sosialisasikan kepada Kepala Desa,” ucap Joko Sapta mendampingi Plt Bupati. (Kmf)

Pandemi Korona, Nanang Ermanto Larang Kades Tinggalkan Desanya

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto me-warning kepala desa (Kades) wara-wiri alias meninggalkan gawang atau keluar kota ditengah pandemi virus korona (Covid 19).

Kebijakan itu, kata Nanang, sebagai bagian dari upaya proteksi agar tidak ada Kades yang terjangkit virus Covid 19. Disamping tanggungjawab Kades sebagai pemimpin di desa yang harus mengayomi warganya.

“Saya minta Kepala Desa jangan ada yang meninggalkan desanya. Nanti Pak Camat tolong dipantau, pastikan tidak ada Kepala Desa yang keluar kota,” tukas Nanang di Posko Gugus Tugas Covid 19, rumah dinas bupati setempat, Jumat (10/4/2020).

Menurut Nanang, larangan keluar daerah tersebut berlaku sejak darurat virus korona diberlakukan pemerintah pusat hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Batasnya sampai situasi benar-benar aman. Apalagi sebentar lagi masuk Ramadhan. Karena kalau terjadi kepanikan dalam situasi seperti saat ini, dan Kepala Desa tidak ada di tempat, siapa yang bertanggungjawab. Ini yang kita sayangkan jika masih ada Kepala Desa yang keluar kota,” cetusnya.

Jika tetap ada yang melakukan perjalanan keluar kota, lanjut Nanang, maka saat tiba kembali di Lampung Selatan, Kepala Desa harus dikarantina selama 14 hari.

Hal itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan terhadap seseorang untuk diketahui apakah terpapar virus korona atau tidak.

“Kalau ada Kepala Desa yang baru dari luar daerah tolong di karantina mandiri. Begitu juga dengan warga lainnya, karena sekarang ini musimnya mudik. Pak Kades berikan edukasi yang baik, jangan justru buat panik apalagi kegaduhan. Sampaikan dengan santun dan bijak,” tandasnya. (Kmf)

Dampak Korona, Nanang Ermanto Beri BLT Rp 200 ribu per Keluarga Miskin Selama 5 Bulan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto memutuskan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 200 ribu per keluarga setiap bulannya.

Bantuan itu diberikan selama lima bulan untuk keluarga miskin yang terdampak pandemi virus korona (Covid 19).

“Per bulan kita berikan Rp 200 ribu. Terkait teknisnya nanti Dinas Sosial yang melaksanakan,” ujar Nanang usai memberikan pengarahan terkait realokasi anggaran Dana Desa (DD) di Posko Gugus Tugas Covid 19, rumah dinas bupati setempat, Jumat (10/4/202).

Untuk itu, Nanang meminta dinas terkait dan para kepala desa di Lampung Selatan segera memastikan validitas data warga penerima bantuan. Dengan catatan bukan warga miskin yang tercantum sebagai warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kepala Desa pastikan betul penerimanya warga yang benar-benar miskin. Karena situasi seperti sekarang ini banyak yang mampu ngaku miskin,” tukasnya.

Sementara, mendampingi Plt Bupati, Inspektur Kabupaten Lampung Selatan, Joko Satpa menambahkan, bantuan akan diberikan kepada keluarga miskin yang tertulis dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kesejahteraan Sosial.

Joko Sapta mengatakan, pemberian BLT akan dilakukan mulai April 2020.

“Untuk bulan April-Mei sedang kita godok dan segera kita bagikan. Ini dari APBD. Jumlahnya sekitar Rp 38 miliar,” ungkap Joko Sapta kepada tim ini.

Kendati begitu, lanjut Joko, dengan syarat bahwa dari BDT sekitar 64.422 Kepala Keluarga (KK) penerima BLT tidak menerima bantuan sosial PKH, BPNT, Kartu Pra Kerja, dan bantuan sejenis lainnya.

“Untuk bulan Juni, Juli, Agustus, itu yang kita bahas tadi. Disediakan dari Dana Desa. Ini untuk yang belum tercover PKH, BPNT, atau bantuan lainnya dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (Kmf)

Video Conference Koordinasi Penanganan Covid-19, Nanang Pinta Lampung Selatan di Utamakan

KALIANDA – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menyampaikan perkembangan penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di Lampung Selatan kepada Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi melalui teknologi Video Conference, Kamis sore (9-4-2020).

Didampingi Ketua DPRD, Hendry Rosyadi, Wakil Ketua DPRD Darul Kutni, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Edi Purnomo, S.Ik, Dandim 0421 Lamsel, Letkol. Kav. Robinson Oktovianus Bassie, Sekretaris Daerah, Thamrin serta beberapa Kepala OPD, Nanang Ermanto mengawali laporannya dengan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur beserta rombongan yang melakukan peninjauan pelabuhan penyeberangan Bakauheni, mengecek secara langsung kesiapan ASDP dan KKP dalam pencegahan penyebaran virus corona covid-19 di Propinsi Lampung, pada Selasa (7-4-2020).

“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur, hal ini tentunya menambah motivasi bagi kami untuk bekerja keras dalam memutus penyebaran corona, sebab kami berada di jalur terdepan, pintu gerbangnya pulau Sumatera,”ujar Nanang.

Pada kesempatan video konference yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, Nanang Ermanto juga menyampaikan laporan kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh para petugas medis baik itu APD untuk rumah sakit maupun APD untuk petugas medis di puskesmas.

Nanang juga menyampaikan laporan terkait Dana Desa (DD) di Lampung Selatan telah terealisasi 240 Desa dari 256 Desa yang ada di Lampung Selatan dengan total anggaran yang terserap sebesar Rp. 42 Miliar.

Selain itu, dalam penanganan kesehatan, khususnya untuk pencegahan virus covid-19 di pelabuhan Bakauheni, tak lupa Nanang meminta kepada Gubernur untuk dapat mengirimkan tenaga medis, baik dokter maupun perawat dari Propinsi Lampung, mengingat KKP yang bertanggung jawab terhadap kesehatan di area pelabuhan kekurangan tenaga medis.

“Tolong lampung selatan diutamakan pak gubernur untuk bantuan APD-nya, saya juga berharap agar permintaan tenaga medis dari KKP bakauheni dapat segera di tanggapi mengingat pelabuhan bakauheni masih kurangnya tenaga medis,” ujar Nanang.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi yang didampingi Forkopimda Provinsi Lampung, dalam arahannya meminta kepada Bupati/Walikota se-Propinsi Lampung mengamati realisasi Dana Desa (DD) serta tenaga kerja yang telah kembali dari luar negeri maupun dalam negeri untuk dilakukan penanganan yang serius.

Arinal juga meminta kepada Bupati/Walikota agar dalam menghadapi situasi saat ini, langkah yang harus diutamakan adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas, disamping juga memperhatikan dampak ekonomi tentang kebutuhan pangan yang bisa dimanfaat oleh masyarakat.

“Kepada para bupati/walikota saya ingin menyampaikan terkait Dana Desa (DD) untuk penangan covid-19 saat ini belum terealisasi semua, baru 1304 Desa dari 2435 Desa. Tolong untuk para bupati/walikota membuat kebijakan dengan memanfaatkan dana talangan jika DD belum bisa dicairkan. saya juga meminta agar para bupati/walikota tetap memperhatikan tenaga kerja yang telah masuk dari luar negeri maupun dalam negeri agar segera dilakukan lokalisir di masing-masing desa dengan penanganan yang serius agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan,” Ucapnya.

“Tadi juga kita telah mendengarkan arahan dari beberapa menteri dalam menghadapi situasi saat ini. Maka langkah yang harus dilakukan ialah kesehatan dan keselamatan masyarakat, itu yang utama. juga memperhatikan dampak ekonomi dalam kegiatan stok pangan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, tentu membutuhkan kebijakan dari kita agar kebutuhan pokok dapat mampu berdaya beli oleh masyarakat. Tentunya yang tidak kalah penting ialah menjaga dunia usaha baik usaha kecil dan menengah harus tetap beroperasi,”lanjutnya.

“Bupati/Walikota diharapkan dapat menyiapkan lahan pemda untuk menjaga kemungkinan pasien covid-19 mungkin tidak berumur panjang, maka semua kabupaten/kota harus menyiapkan jangan sampai terjadi seperti kemarin ditolak penguburannya oleh warga,”ujar Arinal.

Sebelum menutup Rapat Koordinasi melalui Teknologi Video Conference, Arinal Djunaidi memberikan apresiasi kepada Bupati/Walikota yang telah bersedia mengikuti kegiatan rakor yang diselenggarakan secara mendadak.

“Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Bupati/Walikota untuk berkoordinasi, sehingga ketika saya ditanya oleh pemerintah pusat, saya dapat menjawab mewakili Bupati,”pungkas Arinal. (KMF).

Ibu Riana Arinal Gandeng Gerkatin Lampung untuk Beri Edukasi Pencegahan Covid-19

BANDARLAMPUNG –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal menggandeng Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Lampung untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tunarungu di Lampung terkait pencegahan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ibu Riana Sari Arinal saat bertemu dengan Gerkatin Lampung, di Mahan Agung, Bandarlampung, Kamis (9/4/2020).

Ibu Riana menjelaskan bahwa dirinya sudah membuat imbauan dan video untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19, termasuk masyarakat tunarungu.

“Rakyat saya banyak yang tunarungu. Jadi informasi juga harus disampaikan kepada mereka. Dan dari dua video saya yang menggunakan bahasa isyarat, saya baru tahu bahwa bahasa isyarat itu ada bahasa kelas dan bahasa umum,” jelas Riana Sari Arinal.

Agar bisa dipahami masyarakat umum, lanjut Riana Sari Arinal, dirinya juga mengajak Gerkatin untuk bersama-sama memberikan edukasi bagi kaum difabel (tunarungu).

“Rakyat saya harus saya ayomi termasuk masyarakat tunarungu. Mereka juga harus mendapatkan berbagai informasi pembangunan Lampung, dan termasuk apa yang harus dilakukan dalam mencegah Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Ibu Riana juga sudah membuat video untuk mengimbau hidup bersih dan sehat dan imbauan untuk tidak mudik.

“Dan menyikapi adanya korban Covid-19 yang ditolak warga, saya juga tergugah hatinya untuk membuat video terkait hal ini. Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa jangan menjauhi atau takut terhadap pasien yang sudah meninggal,” tambahnya.

Terhadap Covid-19 ini, Riana Sari Arinal mengharapkan rasa empati, rasa kesetiakawanan, rasa kemanusiaan terhadap korban Covid-19, baik yang sedang dirawat maupun yang sudah meninggal. (Adpim)

Riana Sari Arinal Serahkan Bantuan Untuk Ojek Online, Wartawan, Tenaga Medis dan Petugas Kebersihan

BANDARLAMPUNG- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal bersama Ketua Bhayangkari dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Lampung, menyerahkan bantuan berupa makanan, Sembako dan Alat Kesehatan (Face Shield) kepada pengemudi ojek online, wartawan, tenaga medis dan kebersihan, di halaman Rumah Dinas Gubernur – Mahan Agung, Kamis (09/04).

Menurut Riana Sari Arinal, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pengurus TP. PKK Provinsi Lampung, dan partisipasi dari sejumlah pihak diantaranya Ketua Bhayangkari, Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kedinasan (IKPTK), Koperasi Saptawa, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, terhadap para pekerja yang melaksanakan tugasnya dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Riana Sari Arinal kepada perwakilan Ojek Online, Perwakilan Media, Tenaga Medis dan Tenaga Kebersihan. Adapun rincian bantuan yang diserahkan adalah sebagai berikut, Wastafel portabel 10 buah bantuan pribadi dari Ibu Riana Sari Arinal selaku Ketua TP PKK Provinsi Lampung, 100 buah alat kesehatan (Face Shield) dari IKPTK, 500 buah Face Shield dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Makanan sebanyak 200 kotak dari Bhayangkari, 200 paket sembako dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dan 100 paket sembako dari Koperasi Saptawa.

“Selama ini kami aktif di Media Sosial memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat terkait wabah covid-19, tapi hari ini kami disini bersama beberapa organisasi kewanitaan dan beberapa instansi lainnya melakukan tindakan nyata, bahu-membahu memberikan bantuan kepada masyarakat Lampung, khususnya tenaga kesehatan dan kebersihan sebagai garda terdepan dalam menghadapai pandemi Covid-19, juga untuk pengemudi ojek online dan wartawan,” Jelas Riana.

Riana Sari Arinal kemudian menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pemberian bantuan tersebut. Riana juga tidak lupa mengimbau kepada seluruh yang hadir untuk dapat menerapkan pola hidup sehat, tidak hanya pada saat terjadi pandemi, tapi juga untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Gubernur Lampung Lakukan Rapat Koordinasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

BANDARLAMPUNG-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Rapat Koordinasi terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju melalui Video Conference di Ruang Command Center Kantor Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (09/04).

Selain Menteri Kabinet Indonesia Maju, kegiatan juga diikuti oleh Gubernur di Seluruh Provinsi di Pulau Jawa.

Dalam rapat koordinasi tersebut dilakukan pembahasan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar, dimana Pemerintah Pusat sedang melakukan beberapa persiapan seperti pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan sektor-sektor penting lainnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Di Tengah Pandemi Covid-19, Stok Darah di PMI Menipis, Wagub Chusnunia Ajak Masyarakat Lakukan Donor Darah

BANDAR LAMPUNG- Di tengah situasi pandemi Covid-19, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menipis. Menghadapi kondisi itu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengajak warga masyarakat untuk melakukan donor darah.

Ajakan itu disampaikan Wagub Nunik usai melakukan donor darah di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (8/4/2020).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sendiri atas inisiasi Wagub Nunik bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan donor darah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nunik meminta masyarakat tidak perlu risau di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurutnya, akibat yang ditimbulkan dari kerisauan tersebut terjadi kekurangan stok darah di PMI Lampung.

“Donor darah yang kita lakukan hari ini karena melihat stok darah di PMI menipis dan membutuhkan tambahan lagi stok darah untuk menolong warga kita yang membutuhkan,” ujar Wagub Nunik.

Nunik menyebutkan masyarakat bisa melakukan donor darah seperti biasanya dengan langsung mendatangi Kantor PMI.

“Setetes darahmu berharga, maka kawan-kawan yang ingin dan bisa donor darah untuk bisa datang langsung ke PMI. Anggota PMI semua siap untuk menerima donor darah kalian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung dr. Aditya M. Biomed mengatakan PMI sangat terbantu dengan inisiasi Wakil Gubernur Lampung menyelenggarakan kegiatan donor darah.

“Terus terang kami di PMI merasa sangat terbantu karena stok darah dikantor kami sudah sangat menipis sementara kebutuhannya tetap seperti biasa. Alhamdulillah teman-teman lingkup Pemprov Lampung bisa menyumbangkan darahnya. Mudah-mudahan langkah Ibu Wagub bisa ditiru oleh instansi lainnya,” ujar Aditya.

Aditya mengatakan dengan tetap memberlakukan social distancing, tidak menghambat pelaksanaan donor darah.

“Dengan tetap memberlakukan social distancing pelaksanaan donor darah masih bisa dilakukan dengan baik dan memenuhi aturan sehingga tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

Aditya mengimbau masyarakat yang kondisinya sehat, bisa datang langsung ke PMI untuk mendonorkan darahnya.

“Mungkin memang sekarang ada imbauan untuk tetap di rumah tetapi jika merasa sehat dan biasa donor darah, mohon menyempatkan waktunya sebentar untuk datang ke PMI,” ujarnya.

Aditya menyebutkan donor darah sangat diperlukan bagi para pasien di rumah sakit dan PMI siap buka 24 jam bagi masyarakat yang ingin donor darah.

“Kami buka jam berapa saja, intinya kami berharap tetap ada yang mendonorkan darahnya karena memang pasien-pasien dirumah sakit yang memerlukan tranfusi darah sangat memerlukan uluran tangan dari bapak ibu sekalian untuk donor darah secara suka rela,” katanya.

Melalui akun media sosialnya, PMI juga mengimbau agar masyarakat jangan takut berdonor darah karena berdonor darah itu aman dan donor darah tidak menularkan virus Covid-19.(Adpim)