Cegah Covid-19 di Moda Transportasi Udara, Gubernur Arinal Pastikan Bandara Radin Inten II Lakukan Protap dan Protokol Kesehatan

Mediarepublika.com – LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengecek langsung Bandara Radin Inten II dalam mengantisipasi Covid-19, dengan memastikan penerapam prosedur tetap (protap) dan protokol kesehatan di moda transportasi udara tersebut.

Hal itu dilakukan Gubernur Arinal dalam kunjungannya ke Bandara Radin Inten II, Kamis (16/4).

“Ini untuk melihat pintu masuk masyarakat yang akan pulang ke Provinsi Lampung atau melalui Provinsi Lampung ke Provinsi lain di Pulau Sumatera ataupun Pulau Jawa,” ujar Gubernur Arinal.

Pengecekan kesiapan Bandara Radin Inten II ini bukan kali pertama dilakukan oleh Gubernur Arinal.

Pada Bulan Januari 2020 lalu Gubernur Arinal juga langsung bergerak cepat guna mengantisipasi Covid-19 di pintu masuk melalui moda transportasi udara tersebut.

Menurut Arinal ini dilakukan karena sudah menjadi hal yang wajib agar masyarakat terhindar dari wabah Covid-19 termasuk para petugas di Bandara.

“Wajib hukumnya kita mengendalikan agar masyarakat terhindar dari corona tetapi juga wajib untuk para petugas jangan sampai terbawa virus corona,” katanya.

Dalam pelayanan kepada masyarakat, Arinal minta petugas di Bandara Radin Inten II untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan protap dan protokol kesehatan.

“Saya minta agar para petugas di Bandara ini benar-benar menjalankan dengan petunjuk yang sudah diarahkan dan protapnya dilaksanakan,” ujarnya.

Arinal meyakini dengan bekerja bersama dan menjalankan protokol kesehatan, masyarakat Lampung akan terhindar dari Covid-19.

“Saya yakin Lampung akan terhindar dari wabah ini apabila kita secara bersama-sama mau bekerja, kita terus lakukan komunikasi,” katanya.

Pada bagian lain, Arinal mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik, melainkan tetap melakukan aktifitas di rumah saja dan mengenakan masker.

“Jangan takut dengan corona, kita berdoa dan bekerja serta mematahui apa yang telah diinstruksikan, Insya Allah corona akan hilang,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Arinal juga telah melakukan pengecekan langsung penerapan protokol kesehatan di transportasi laut, di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang.

Selain Bandara Radin Inten II, hari ini Gubernur Arinal juga melakukan kunjungannya ke Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, Terminal Rajabasa dan Dapur Umum di Lapangan Korem 043/Gatam Enggal Bandar Lampung.

Sementara itu, Eksekutif GM Angkasa Pura II Cabang Radin Inten II Lampung Asep Kosasih Samapta mengatakan Bandara Radin Inten II telah melakukan persiapan-persiapan dalam penanganan wabah Covid-19 yang sudah dimulai pada akhir Bulan Januari 2020.

“Kami sudah memulai pada saat tanggal 27 Januari 2020 untuk peningkatan kewaspadaan,” ujar Asep.

Asep mengatakan telah berkoordinasi dengan membentuk tim khusus Bandara Radin Inten II bersama dengan Sistem Pengamanan Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang dan Custom Immigration Quarantine (CIQ).

“Kami sudah menyiapkan skema terkait apabila urgensi yang perlu kami lakukan disisi transportasi udara. Alhamdulillah kami sudah bersinergi,” katanya.

Asep menyebutkan telah pula melakukan koordinasi penyediaan peralatan baik di pintu keberangkatan maupun pintu kedatangan Bandara seperti thermal scanner, penyemprotan disinfektan dan tersedianya posko Covid-19. Termasuk, melakukan minimum operasi penerbangan.

“Kami dapat arahan dari pusat dan kami sudah melakukan minimum operasi, untuk sisi positifnya agar masyarakat mengerti akan pentingnya dirumah saja. Kami bekerja secara optimal sebaik-baiknya,” katanya. (Adpim)

Wagub Chusnunia Sampaikan Informasi Libur Sekolah Hadapi Bulan Puasa dan Idul Fitri 1441 H, Pesantren Ramadhan Dilakukan secara Online

BANDARLAMPUNG —— Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menyampaikan informasi terkait libur sekolah awal Puasa Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (16/4).

Menurut Wagub, Pemprov Lampung melalui Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah menyurati seluruh Bupati/Walikota dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, perihal pelaksanaan kegiatan belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan di Provinsi Lampung.

Untuk tanggal 23 – 25 April 2020 adalah libur sekolah awal Puasa Ramadhan 1441 Hijriyah. Kemudian pada tanggal 27 April – 19 Mei 2020 kegiatan belajar dan Pesantren Ramadhan dilakukan di rumah secara daring/online.

“Tanggal 20 Mei – 30 Mei 2020 pelaksanaan libur Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Dan untuk ketetapan dimulainya masuk sekolah atau pelaksanaan belajar dengan daring berikutnya akan ditetapkan kemudian dengan memperhatikan seituasi perkembangan Covid-19 di Provinsi Lampung atau mengikuti ketetapan secara nasional dari Pemerintah Pusat,” jelas Wagub Nunik

Selain hari libur sekolah ini, Wagub juga menginformasikan hasil video conference yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dengan Kementerian Sosial RI. Hasil video conference itu, Kementerian Sosial RI menyediakan 300.000 orang sebagai penerima manfaat yang terdampak Covid-19.

“Diharapkan seluruh Kabupaten/Kota segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung terkait hal tersebut,” ujar Wagub.

Pada bagian lain, Wagub Nunik menjelaskan bahwa mulai hari ini (16/4/2020, red) telah dilaksanakan kunjungan lapangan oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 ke Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan kesiapan penanganan dan antisipasi serta memastikan kesiapan anggaran kabupaten/kota untuk menangani Covid-19. “Untuk hari ini telah dilaksanakan kunjungan di Kota Metro, Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran,” jelasnya.

Selain memberikan bantuan, lanjut Nunik, dalam kunjungan tersebut juga mengintruksikan ulang kepada Bupati/Walikota untuk membentuk Posko Terpadu dalam rangka penanganan Covid-19 sehingga apabila terjadi kasus dapat ditangani secara cepat.

Kemudian membentuk tim pemakaman yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan relawan dengan dibekali APD dan peningkatan kapasistas SDM sesuai dengan prosedur kesehatan.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menolak pemakaman bila ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia,” jelas Wagub Nunik.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terkait Covid-19, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.675 orang (dipantau 767 orang, selesai dipantau 1.907 orang, dan Meninggal 1 orang).

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 51 orang (Rumah sakit/isolasi 17 orang, Sembuh 30 orang, dan Meninggal 4 Orang), dan Konfirmasi Covid-19 sebanyak 26 orang (Rumah Sakit/Isolasi 13 orang, Sembuh 8 orang, dan Meninggal 5 orang).
(Adpim)

Pantau Mobilitas Masyarakat Antarpulau, Gubernur Arinal Tinjau Langsung Posko Gugus Tugas Kota Metro

BANDARLAMPUNG —-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Lampung, mengunjungi Posko Gugus Tugas Kota Metro, di Taman Kota Metro, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengecek langsung
situasi dan kondisi wilayah Kota Metro, terutama terkait mobilitas masyarakat baik yang menempuh perjalanan dari Sumatera ke Jawa, atau sebaliknya.

“Kita ketahui bahwa wilayah kita sangat terbuka, artinya adanya hilir mudik saudara kita, baik yang dari Sumatera ke Jawa, ataupun sebaliknya. Untuk itu, kita harus melakukan prinsip pengendalian Covid-19 dengan baik,” jelas Gubernur.

Gubernur Arinal berpesan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro, unsur TNI/Polri, dan masyarakat kota Metro untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan baik seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kita harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Oleh karena itu, saya juga hadir ke sini. Bagaimana semua pihak terkait saling berkoordinasi, siapa melakukan apa untuk bekerja demi kesehatan anak bangsa,” jelasnya.

Dalam melakukan percepatan penaganan Covid-19 di Kota Metro, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Pemprov Lampung telah menempatkan Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani Metro sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

“Pemprov Lampung juga sudah menyerahkan bantuan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani Metro berupa APD sebanyak 367 buah dan masker 10 box. Dan kepada Dinas Kesehatan Kota Metro berupa 60 buah rapit test, APD 301 buah, dan masker 20 box,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Arinal menyerahkan bantuan 1000 masker kepada Pemkot Metro yang diterima Wakil Walikota Metro Djohan.

Lebih dari itu, Gubernur Arinal juga menyampaikan terimakasih kepada jajaran Pemkot Metro yang telah menganggarkan dana penanganan Covid-19 sekitar 3 persen dari APBD kota Metro.

“Kita diberikan kebebasan dan kemudahan menggunakan anggaran dalam percepatan penanganan Covid-19. Tentunya anggaran ini harus digunakan sebagaimana mestinya, dan jangan sampai menimbulkan masalah yang tidak sesuai peruntukannya,” ujar Gubernur Arinal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro Natsir menjelaskan bahwa dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro membentuk 5 (llima) kelompok besar.

Pertama, Tim sosialisasi dan pencegahan, dimana kegiatannya melakukan sosialisasi mulai tingkat kota,kecamatan, kelurahan, RW dan RT. kemudian sterilisasi tempat ibadah, ruang publik, dan 3 pintu masuk utama kota metro, serta membagikan masker dan hand sanitizer.

Kedua, Tim Pengawasan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang telah diambil Pemkot Metro seperti kebijakan anak belajar di rumah dan ASN bekerja dirumah, serta pengawasan warga dengan kategori ODP melalui penempelan stiker dirumah warga yang ODP.

“Ketiga, tim Penanggulangan dan Pemulihan, kegiatannya berupa penyiapan sarana prasarana medis seperti ruang isolasi di mana Metro telah menyiapkan 26 ruang isolasi, kemudian menyiapkan APD, Ambulance, ruang tenaga medis,” ujar Natsir.

Keempat, lanjut Natsir, Tim Pengamanan Sosial yang bertugas menyiapkan bantuan sembako bagi masyrakat terdampak Covid-19, dan pembuatan dapur umum untuk warga terdampak.

Kemudian Tim kelima yaitu Tim Pengamanan Dampak Ekonomi, yang kegiatannya memfasilitasi UMKM, petani dan relaksasi pajak serta restribusi daerah.

“Semua kegiatan tersebut kita persiapkan dengan anggaran Rp46,6 miliar lebih. Terdiri dari sosialisasi dan pencegahan Rp3,21 miliar, jaring pengaman sosial Rp 5,4 miliar, penanganan dampak ekonomi Rp 2,7 M, dan penanganan kesehatan Rp35,27 milliar,” jelasnya.

Terkait perkembangan Covid-19 di Kota Metro, Natsir menuturkan bahwa Jumlah pelaku perjalanan yang diawasi sejak 16 Maret sampai sekarang sebanyak 2007 orang. “Dari 2007 orang, sekarang hanya tinggal 19 orang yang ODP,” jelasnya. (Adpim)

Perkembangan Covid-19, Nunik Sampaikan Terbaru Pointer Release

Pemerintah Provinsi Lampung terima bantuan yang terakhir adalah dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung berupa 6500 Pc masker kain.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) dengan didampingi Kepala Dinas Kominfotik Krisna Putra, dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Senin (13/04/2020).

Pihaknya telah menerima beberapa bantuan diantaranya yang adalah dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung berupa 6500 Pc masker kain yang diterima langsung oleh Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Fahrizal Darminto, M.A.

Lanjut, Nunik juga menyampaikan Data Covid terakhir yang diterima Pukul 10.00 WIB dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung adalah sebagai berikut :

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) : 2383 orang.
Dipantau : 1007 orang.
Seleai dipantau : 1376 orang.
Jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) : 49 orang.
Rumah Sakit/isolasi : 21 orang.
Sembuh :25 orang.
Meninggal :3 orang.

Konfirmasi Covid-19 : 21 orang.
Rumah Sakit/Isolasi : 8 orang.
Sembuh : 8 orang.
Meninggal : 5 orang.

Atas permintaan masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan melalui Posko Covid 19, telah membuka rekening mandiri yaitu Lampung Peduli Covid 19.

“Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Tenaga Medis
dan juga tim anggota Posko Gugus Tugas dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid 19 di Provinsi Lampung,” kata Nunik.

Pihaknya juga menghimbau untuk masyarakat yang masuk ke Provinsi Lampung dan luar daerah, dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Pemerintah Provinsi Lampung membuka Poli Covid 19 di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Lampung. Jadi bagi masyarakat yang merasakan seperti batuk, sesak napas, demam atau gejala silakan segera memeriksakan diri,” ucapnya.

BACA JUGA:  Harapkan Proses Perizinan Cepat, Konsulat Jenderal Tiongkok Isyaratkan Tingkatkan Investasi di Provinsi Lampung.

Tetap terus melakukan protokol kesehatan sebagai berikut : Pemakaian Masker, Sosial Distancing, Physical Distancing, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga kebersihan.

Selain itu, Nunik secara khusus mengatakan bahwa Lampung barat pertama dalam Musrenbang, “Karena kita bicara 2021 sehubungan perkiraan hujan sampai 2021, artinya daerah-daerah menambahkan lagi upaya-upaya pemulihan ekonomi masyarakat efek 2019-2020 untuk diprogram 2021 mendatang tidak hanya penanganan akar persoalan kejadian-kejadian ini selain refocusing anggaran perubahan anggaran juga untuk 2021 kita harapkan untuk tetap melakukan dan program-program kondisi ekonomi agar tetap terjaga depannya,” tambahnya.

Foto istimewa.

Ditempat yang sama, secara simbolis sejumlah media juga diberikan bantuan sebanyak 500 masker kain.

Musrenbang Lampung Barat via virtual meeting, Wagub Chusnunia Dorong Jajaran Pemkab Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Bandar Lampung,Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tetap menjaga pertumbuhan ekonomi daerah meski dalam situasi wabah pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021 melalui virtual meeting di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (13/4/2020).
“Walau dalam situasi yang kita hadapi hari, kita tetap bekerja keras untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi termasuk di Kabupaten Lampung Barat,” ujar Wagub Nunik.
Nunik minta jajaran Pemkab melakukan antisipasi terhadap pemulihan ekonomi masyarakat. Termasuk dalam pengendalian angka pengangguran dan angka kemiskinan.
“Apalagi Kabupaten Lampung Barat menjadi salah satu penopang Provinsi Lampung. Kita berharap virus corona ini cepat berlalu,” katanya.
Salah satunya disebutkan Nunik, yakni dalam hal memastikan kebutuhan pangan atau bahan makanan.
Nunik meminta Kabupaten Lampung Barat sebagai penyanggah pangan terus melakukan antisipasi terhadap ketersediaan komoditas seperti sayur mayur termasuk terhadap stabilitas harga dan pendistribusiannya. “Ini harus menjadi perhatian bagi dinas yang menanganinya,” ujarnya.
Nunik menyebutkan sejumlah langkah preventif dalam penanganan Covid-19. Di antaranya melakukan publikasi informasi melalui satu pintu (tim gugus tugas), melakukan imbauan perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat bila timbul gejala serta memanfaatkan media teknologi informatika dalam proses pembelajaran bagi para siswa.
Kemudian, tindakan antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, koordinasi secara intensif dari tingkat desa/kelurahan hingga tingkat pusat dan melakukan pelaporan secara berjenjang.
“Jajaran Kabupaten/Kota juga harus tetap melaksanakan tugas pelayanan publik dan kinerja dimasing-masing OPD dengan menyediakan protokol kesehatan dan Kabupaten/Kota diperbolehkan melakukan recofussing kegiatan dan realokasi anggaran (APBD dan Dana Desa) untuk penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah,” kata Nunik.
Pada bagian lain, Nunik meminta agar posko yang disiapkan oleh Kabupaten Lampung Barat terkoneksi dengan sebaran data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan.
“Forkopimda juga ikut bergerak memastikan ODP menjalankan karantina mandirinya. ODP bisa berjalan baik dengan meningkatkan kedisiplinan, ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Nunik juga mengingatkan agar Alat Perlindungan Diri (APD) untuk tenaga medis baik di Rumah Sakit, Puskesmas dan Posko tersedia dengan baik. Dan yang tak kalah penting, lanjut Nunik, harus dilakukan sosialisasi sejak dini prihal jika terjadi penolakan masyarakat terhadap pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Nunik mengatakan agar semua harus bersatu untuk melawan Covid-19. “Kita semua harus bersatu dan kami Pemerintah Provinsi Lampung semuanya siap bekerja dan kita bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Kabupaten Lampung Barat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Nunik mengapresiasi Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten literasi, konservasi dan tangguh bencana.
Nunik siap mendukung Kabupaten Lampung Barat dalam rencana pembentukan kawasan Geopark Suoh.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan Kabupaten Lampung Barat telah melakukan berbagai macam upaya dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19.
Parosil menyebutkan diantaranya yakni telah mendirikan posko dalam rangka pengawasan dan pencegahan terkait dengan masuknya orang ataupun barang yang berasal dari luar Kabupaten Lampung Barat.
“Kami juga telah menyiapkan ruang isolasi di ruang aula RSUD Alimuddin Umar, melakukan penyemprotan disinfektan dan adanya gerakan masyarakat memakai masker,” ujar Parosil.
Parosil menyebutkan akan menyisir program-program kegiatan APBD 2020 untuk dialihkan dalam penanganan Covid-19.
“Kami menyisir pogram-program kegiatan APBD 2020 yang tidak mendesak dan masih bisa ditunda untuk pelaksanaannya dalam rangka penanganan Covid-19,” katanya.
Terkait pelaksanaan pembangunan, Geopark Suoh, Parosil menyebutkan sebagai perwujudan dari tiga komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yakni Kabupaten literasi, konservasi dan tangguh bencana.

Sat Lantas Polres Tanggamus Bagikan Masker di Pasar Induk Gisting

Tanggamus, Mediarepublika.com – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanggamus kembali melakukan pembagian masker di jalan lintas barat (Jalinbar) Kabupaten Tanggamus, Senin (13/4/20), siang.

Kali ini, pembagian masker dipimpin Wakapolres Kompol MN. Yuliansyah dalam rangkaian Operasi Keselamatan Krakatau 2020 itu dilaksanakan di Jalinbar Pasar Induk Gisting.

Sekitar, 150 masker dibagikan kepada pengguna jalan yang terlebih dahulu diberhentikan personel Sat Lantas. Tampak juga disana Kabag Sumda Kompol IGK. Wibawa, Kabag Ren Kompol A. Yudi Taba dan Kanit Regident Ipda Rudi Khisbiantoro.

Kasat Lantas Polres Tanggamus Iptu Rudi, S. SH. MH mengungkapkan pembagian masker sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di wilayah Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

“Selaian membagikan masker, tadi juga dilaksanakan pemberian hansanitizer leatflet himbauan pencegahan virus corona,” ungkap Iptu Rudi kegiatan.

Menurut Iptu Rudi, bahwa pembagian alat perlindungan diri (APD) merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2020 di wilayah hukum Polres Tanggamus.

“Terlebih saat ini pemerintah sudah mewajibkan semua orang untuk memakai masker,” ujarnya.

Kesempatan itu, Kasat menghimbau masyarakat tidak lupa melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan serta kelengkapan lainnya dalam berkendara

“Tetap patuhi dan taati rambu-rambu lalu lintas serta semaksimal mungkin untuk tetap berada di rumah, mari kita semua patuhi instruksi pemerintah sehingga pandemi virus corona (covid-19) bisa cepat berlalu.” pungkasnya. (Sujanak)

Sekdaprov Fahrizal Darminto Lantik Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Arinal Djunaidi, melantik 22 Pejabat Administrator (Eselon III) dan 82 Pejabat Pengawas (Eselon IV) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (13/4/2020).

Pelantikan dilakukan di Lapangan Tenis Komplek Kantor Gubernur Lampung, dengan tetap menerapkan physical distancing (menjaga jarak fisik) dan para pejabat yang dilantik wajib menggunakan masker.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 821.22/136/VI.04/2020 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dalam dan Dari Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 821.23/137/VI.04/2020 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dalam dan Dari Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Amanah ini diberikan oleh pimpinan kita Bapak Gubernur karena saudara-saudara dipercaya dan diyakini dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Sekdaprov Fahrizal.

Fahrizal mengatakan bahwa Gubernur Lampung mengamanatkan agar para pejabat untuk mampu meningkatkan kompetensi dirinya.

“Bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh hati serta membangun kompetensi diri sehingga dari hari kehari kinerja kita dan kinerja organisasi dan pelayanan dapat semakin meningkat,” katanya.

Menurut Fahrizal, meski di tengah wabah Covid-19, para ASN tetap harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat namun tetap menyediakan fasilitas protokol kesehatan.

“Semua satuan kerja diminta untuk bekerja keras tidak hanya seperti dibidang kesehatan, kemudian Satpol PP yang harus turun kelapangan tetapi kita juga harus memberikan kontribusi,” katanya.

Fahrizal juga meminta agar ASN memberikan sosialisasi terhadap Covid-19 dan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kita mohon kepada Allah SWT agar Covid-19 ini cepat berakhir. Mari kita ambil hikmah dari kondisi ini, mungkin ancaman virus corona ini membuat kita untuk bersiap-siap meningkatkan kompetensi untuk menghadapi perubahan yang akan datang. Kita prihatin namun kita diminta tetap bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Fahrizal meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk kenali betul medan tugas yang dihadapi.

“Kenali betul segala peraturan perundang-undangan yang menjadi tugas kita dan kenali betul networking yang harus kita bangun agar tugas kita bisa lebih maksimal,” katanya. (Adpim)

Bupati Pesawaran Dibantu Pihak Polres Dan TNI Screening Kendaraan Yang Melintasi Tugu Pengantin

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona bersama aparat gabungan dari Pemerintah Kabupaten setempat dibantu anggota Polres Pesawaran dan TNI melakukan screening kendaraan yang melintasi Tugu Pengantin, Minggu (12/4).

Orang nomor satu di Kabupaten Andan Jejama tersebut menyempatkan diri menyapa pengendara dan melakukan screening terutama plat kendaraan luar kota.

Dijelaskan, posko di Kabupaten Pesawaran berlapis untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

“Kita akan melakukan screening disetiap posko untuk mencegah penyebaran Virus Corona, sementara kita masih menunggu datangnya peralatan medis untuk kelengkapan petugas dalam menjalankan SOP pencegahan,” jelasnya.

“Sementara ada 3 posko yang dibangun, dan rencana akan dibangun banyak posko terutama di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten lain,” timpalnya.

Setelah mengunjungi Tugu Pengantin, Bupati Pesawaran juga memantau posko Covid-19 di desa Negeri Katon dan Puskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pesawaran diwawancarai oleh pihak media langkah apa yang diambil untuk penanggulangan Covid – 19 di Pesawaran. Bupati Dendi menjelaskan dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan efisiensi anggaran mulai dari pejabat eselon hingga tunjangan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran.

“Ya, dalam penanggulangan Covid-19 ini, kita memang melakukan sejumlah efisiensi anggaran seperti perjalanan dinas, dana taktis dan tunjangan-tunjangan. Saya pribadi selaku Bupati dan pak Wakil Bupati, tunjangan-tunjangan juga sudah di pangkas, lalu dana bagi hasil cukai tembakau kita refocusing juga. Rasionalisasi TPP pegawai juga ada, tapi yang setingkat pejabat mulai dari eselon empat, dan dana untuk acara ceremony dan sosialisasi kita tiadakan,” ungkapnya.

Menurutnya, sampai dengan saat ini Pemkab Pesawaran telah menyiapkan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk penanganan Covid-19 hingga beberapa bulan kedepan. “Dalam mempersiapkan dana penanggulangan Covid-19 ini, kita menggunakan asumsi makro, jadi jumlah anggaran tersebut mungkin saja bertambah melihat dinamika nanti, itukan baru hitungan kita sampai dengan bulan mei (2020).

“Karena kemarin Kemendagri dan Kementerian keuangan juga sudah memberikan keleluasaan kita, agar Pemda bisa membuat asumsi-asumsi terburuk, sehingga anggaran itu bisa alokasikan uang pertama untuk indikator kesehatan, yang kedua jaring keamanan sosial, yang ketiga ekonomi dan pangan, seperti itu,” timpalnya.

Ia pun menjelaskan, mengenai hal ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kemendagri. “Kalau TAPD sudah saya tanda tangani. Kalau ke pihak legislatif sesuai regulasi hanya pemberitahuan atau informasi, tapi yang pasti kita sudah memberikan laporannya ke Kemendagri melalui Dirjen Keuangan Daerah,” jelasnya.

Setelah meninjau Posko Penanganan Covid 19, sebagai Bapak dari seluruh warga Pesawaran, Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menyambangi Salimah (59) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Negeri Katon yang mengalami musibah kebakaran beberapa hari lalu.

Dalam lawatannya Bupati Pesawaran memberikan tali asih berupa sejumlah uang bagi korban untuk meringankan beban pasca musibah yang membuat Salimah mengalami kerugian berkisar ratusan juta rupiah.

“Saya berpesan agar keluarga lebih sabar dalam menghadapi musibah ini, bantuan ini walaupun tidak bisa membayar jumlah kerugian setidaknya bisa sedikit meringankan beban korban,” ujar Dendi Ramadhona.

Bupati Dendi juga mengapresiasi peran serta masyarakat Desa Sidomulyo yang mau bergotong royong membantu korban dalam membereskan puing puing bangunan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang mau membantu ibu Salimah, sehingga puing puing bangunan bisa di bersihkan, saya melihat masyarakat disini masih peduli dengan sesama warga,” ungkapnya.
Salah seorang anak korban, Heri mengatakan musibah kebakaran yang diderita berasal dari korsleting listrik.
“Ibu saya yang pertama mengetahui, kalau barang dagangan sembako dll tidak sempat diselamatkan, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tukasnya.
“Namanya musibah mas, saya ucapkan terima kasih kepada bapak Bupati yang telah datang mengunjungi kami sekaligus memberikan bantuan buat kami dan warga yang membantu disini,” timpalnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Dendi juga memberikan masker kepada warga masyarakat yang belum memiliki masker guna mencegah penyebaran virus Corona.

Refocusing DD Untuk Covid 19, Nanang : Jangan Jadi Aji Mumpung Korupsi

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Peluang korupsi bisa muncul dari mana saja. Termasuk dari urusan genting semacam anggaran penanggulangan pandemi virus korona alias Covid-19.

Untuk itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto meminta seluruh Kepala Desa (Kades) segera melakukan refocusing atau perubahan alokasi anggaran Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19 secara efektif dan bebas dari penyelewengan.

Nanang mengatakan, refocusing anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020.

Selain itu, juga berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 di lingkungan pemerintah daerah.

“Yang dianggarkan benar-benar sangat penting, jadi gak mubazir. Jangan mengada-ada, jadi aji mumpung,” tukas Nanang saat memberikan pengarahan kepada Kades dari Kecamatan Kalianda terkait realokasi anggaran Dana Desa (DD) di Posko Gugus Tugas Covid-19, rumah dinas bupati setempat, Minggu (12/4/202).

Plt Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto saat memberikan pengarahan terkait refocusing DD untuk penanganan Covid-19.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, Instruksi Mendagri tersebut mengatur tentang hal-hal pokok yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

Hal-hal pokok itu seperti, pelaksanaan realokasi anggaran, koordinasi dengan organisasi kemasyarakatan, hingga pengawasan ketersediaan sembako dan aktivitas industri di tengah pandemi.

“Selain untuk penanganan kesehatan dan jaringan pengaman sosial, kita juga harus memikirkan dampak ekonomi jangka pendek, menengah dan panjang. Agar tidak terjadi dampak yang berkepanjangan. Jangan sampai satu dua bulan habis ditengah jalan,” katanya.

Nanang juga berpesan, agar semua pihak senantiasa menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan, wabah Covid-19 merupakan ujian untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ini (Covid-19) ujian bagi jiwa kemanusiaan kita. Kebersamaan dan gotong royong kita menentukan keberhasilan kita mengatasi ujian ini,” katanya. (Kmf)

Erupsi GAK, Pemkab Lamsel Pinta Masyarakat Pulau Sebesi Tetap Tenang

RAJABASA – Pelaksana tugas Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengimbau kepada semua pihak untuk tidak berspekulasi, terlebih menebar kabar bohong yang dapat membuat masyarakat resah terkait dentuman yang terdengar oleh masyarakat Bogor dan Jakarta pada Sabtu dini hari (11-4-2029) yang dikaitkan dengan erupsi GAK.

Nanang meminta masyarakat khususnya Lampung Selatan untuk tetap tenang, tidak panik, akan tetapi harus tetap waspada terkait erupsinya GAK. Sebab, kata Nanang, saat ini semua orang sedang terkonsentrasi bagaiamana menangani wabah corona covid-19 segera berakhir.

“Sabtu pagi saya bersama Kapolres dan OPD mendatangi Pos Pemantauan GAK di Desa Hargopancuran, Kec. Rajabasa. Alhamdulillah kondisinya aman. Masyarakat sepanjang pesisir tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Dan petugas pemantau GAK juga tidak mendengar suara dentuman,” ujar Nanang.

“Mengenai suara dentuman yang terdengar masyarakat Bogor dan Jakarta, serahkan saja pada ahlinya untuk menganalisa. Mereka lebih faham menganalisanya secara ilmiah. Jangan dikaitkan dengan hal mistis. Saat ini konsentrasi kita bagaimana mencegah penyebaran corona covid-19.,” imbuh Nanang.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Desa Pulau Sabesi, Rojali serta masyarakat pulau Sabesi.

Rojali mengaku sama sekali tidak mendengar suara dentuman keras akibat erupsi GAK sebagaimana berita yang heboh dimedia sosial.

“Kami disini sama sekali tidak mendengar dentuman Gunung Anak Krakatau (GAK). Yang kami lihat, GAK hanya mengeluarkan pijaran api dan bau belerang yang sangat menyengat serta hujan debu saja,” ujar Rojali.

“Mudah-mudahan bau belerang menjadi obat virus Corona karena belerang adalah antivirus secara alami, jangankan virus, panu saja bisa abis dengan belerang,” ujar Rojali yang diamini Ketua BPD Pulau Sabesi, Robi, S.Pd.I.

Sementara itu, Camat Rajabasa, Sabtudin yang melakukan peninjauan di Pulau Sabesi, Minggu (12-4-2020) membenarkan GAK erupsi kembali pada Jum’at malam (10-4-2020). Dia menjelaskan, Erupsi GAK hanya menimbulkan bau belerang yang sangat menyengat dan mengeluarkan debu hitam.

“Erupsi GAK hanya menimbulkan bau belerang yang sangat menyengat dan mengeluarkan debu hitam, dan itu sangat dirasakan oleh masyarakat pesisir Rajabasa, terutama Desa Tejang Pulau Sebesi yang hanya berjarak 2 kilometer,” jelas Sabtudin saat kunjungan ke Pulau Sabesi, Minggu (12-4-2020).

“Kita sudah pernah mengalami musibah Tsunami pada Desember 2018 yang lalu dan kami telah belajar dari pengalaman. Seperti yang kita lihat, masyarakat disini tetap beraktivitas seperti biasanya,”jelasnya lagi.

“Kami tetap menghimbau agar masyarakat Tejang Pulau Sebesi yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau untuk tetap tenang dan waspada dengan terjadinya Erupsi GAK dan wabah COVID-19. Juga jangan menebarkan berita bohong yang dapat meresahkan masyarakat,”tandas Sabtudin. (Kmf).