Ciptakan Tata Kelola Perusahaan Berbasis GCG, PLN UID Lampung Konsisten Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

(MR) Bandar Lampung (07/07)

Dalam upaya penyelesaian rasio elektrifikasi di Provinsi Lampung, PLN UID Lampung melakukan percepatan pelayanan penyambungan baru kepada masyarakat calon pelanggan PLN yang sudah melakukan permohonan atau pendaftaran ke PLN baik melalui Website PLN atau melalui Call Center 123 sebanyak 65.433 pelanggan pada tahun 2021. Hal ini sebagai bentuk partisipasi PLN dalam mendorong peningkatan perekonomian di Propinsi Lampung. Hingga saat ini sejak tahun 2020 PLN UID Lampung sudah melakukan pembangunan jaringan listrik pedesaan sebanyak 2 Desa 54 Dusun sehingga ratio elektrifikasi saat ini sebesar 96,7 persen.

PLN juga memberikan produk layanan khusus atau yang lebih dikenal dengan layanan multiguna kepada masyarakat atau korporasi untuk dapat menggunakan listrik PLN. Produk layanan khusus tersebut diperuntukan sebagai layanan sementara sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau korporasi baik yang sudah menjadi pelanggan PLN ataupun yang belum menjadi pelanggan PLN. PLN UID Lampung melalui UP3 memberikan layanan khusus atau multiguna, sebagai contoh pada tahun 2020 memberikan layanan khusus Kepada Koperasi Bima Sakti di Kecamatan Dente Teladas dengan daya 1.1 kVA selama empat bulan dari bulan Agustus 2020 dan berakhir pada bulan Oktober 2020.

Keinginan dan antusias yang tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan listrik PLN sehingga PLN dituntut melakukan percepatan penyambungan terhadap calon pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah calon pelanggan PLN yang masuk dalam daftar tunggu yang memiliki potensi penyalahgunaan aliran listrik yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan PLN. Oleh karenanya PLN UID Lampung melakukan upaya-upaya agar setiap layanan yang dilakukan PLN harus didasari dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan benar.

General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra mengatakan bahwa setiap proses bisnis perusahaannya, setiap insan PLN harus menerapkan prinsip 4 NO’s yaitu _No Bribery_ menolak penyuapan dan pemerasan, _No Kickback_ menolak komisi, _No Gift_ menolak pemberian gratifikasi, dan _No Luxorius Hospitality_ menolak penyambutan dan penjamuan yang berlebihan. Hal ini untuk mendukung tata kelola perusahaan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sehingga terciptanya _Good Corporate Governance_ (GCG) dengan mengacu pada SNI ISO 37001:2016 Anti Bribery Management atau lebih dikenal denga istilah Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

“Dengan adanya SMAP ini, kami sangat berkomitmen mewujudkan _Good Corporate Governance_ dalam tata kelola perusahaan yang bersih tidak hanya dalam pelayanan pasang baru listrik dan tambah daya akan tetapi juga pada proses pengadaan barang dan jasa karena pada proses pengadaan barang dan jasa sudah diatur didalam PERDIR 0022. P/DIR/2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa PT PLN (Persero) tambah I Gede Agung Sindu putra.

Untuk mencegah potensi *_fraud_* /kecurangan yang muncul dari system pelayanan kepada pelanggan dan calon pelanggan, PLN lebih mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat secara luas untuk menggunakan saluran pelayanan PLN baik itu melalui Call Center 123, _website_ resmi PLN www.pln.co.id dan juga Aplikasi PLN Mobile. Melalui saluran layanan PLN yang kian terbuka, maka diharapkan dapat terciptanya transparansi biaya untuk segala bentuk pelayanan, baik itu pelayanan Pasang Baru, Tambah Daya, Migrasi, layanan khusus (multiguna) dan bahkan pelanggan dapat mengetahui riwayat dan estimasi transaksi pemakaian energi listriknya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat di propinsi lampung agar dapat menggunakan _website_ PLN, aplikasi resmi PLN Mobile dan Call Center PLN 123 sehingga besaran biaya yang timbul secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan” tutupnya

PLN Siagakan 5.388 Personel Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Industri Oksigen di Jawa Barat dan Banten

MR – Jakarta, 5 Juli 2021-PT PLN (Persero) bergerak cepat dengan menyiagakan 5.388 personel untuk memastikan keandalan pasokan listrik di rumah sakit rujukan Covid-19 dan industri oksigen yang berada di Banten dan Jawa Barat.

Langkah ini menjadi kontribusi PLN dalam memastikan lancarnya pelayanan kesehatan, dan ketersediaan oksigen medis bagi pasien Covid-19.

Personel PLN yang disiagakan akan memastikan keandalan pasokan listrik bagi 142 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jawa Barat, dan 30 rumah sakit rujukan di Banten. Selain itu, tim PLN juga mendukung produktivitas 9 lokasi pabrik oksigen yang ada di Jabar dan 5 lokasi di Banten.

Untuk memastikan keandalan pasokan listrik, jajaran direksi PLN melakukan kunjungan ke beberapa pabrik oksigen di Jabar dan Banten.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, didampingi Direktur Bisnis Regional, Jawa, Madura, & Bali PLN Haryanto WS, melakukan kunjugan ke salah satu anak usaha PT Aneka Gas Industri TBK (Samator), PT Samator Surya Agung.

Secara terpisah, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, dan juga Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia Syofvi Felienty Roekman turut hadir melalui saluran daring.

Sementara itu, dari Samator Group hadir Direktur Umum dan Pengembangan PT Aneka Gas Industri Tbk Agus Purnomo, serta Ahmad Sururi, General Manager Teknik PT Aneka Gas Industri Tbk.

Saat berdiskusi dengan manajemen PT Aneka Gas Industri, Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini oksigen betul-betul sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Guna menghindari kelangkaan pasokan gas medis, PLN harus memastikan pasokan listrik yang diperlukan oleh produsen gas dapat terpenuhi.

Oleh karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara PLN dan Samator mutlak diperlukan karena di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang kembali melonjak. Kebutuhan gas untuk medis sangat tinggi sehingga produksi harus selalu kontinu supaya suplai oksigen bisa berjalan dengan lancar.

“Saya secara pribadi maupun atas nama PLN, ingin menyampaikan komitmen, suplai listrik ke PT Aneka Gas Industri akan berjalan dengan baik. Namun sudah barang tentu PLN tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kolaborasi dan komunikasi supaya komitmen kami untuk menyediakan listrik secara andal, berkesinambungan, serta berupaya meminimalkan kedip bisa berjalan sebaik-baiknya,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli pun memastikan, bahwa PLN akan mengerahkan semua kekuatan dan semua daya agar listrik bagi para pelanggan, termasuk PT Aneka Gas Industri, berjalan dengan baik.

“Mari kita bersama-sama menangani dan melewati situasi pandemi. Kami tingkatkan keandalan listrik PLN dan bagaimana produksi listrik Aneka gas meningkat dari waktu ke waktu. Kami terus berkomitmen untuk dapat mensuplai listrik dengan baik, andal, kulaitas yang memadai,” tambahnya.

Sebagai salah satu pemain gas industri utama di Indonesia, PT Aneka Gas Industri bagian dari Samator Grup telah dikenal sebagai perusahaan gas industri terkemuka di Indonesia. Saat ini, Samator memproduksi aneka gas, seperti oksigen, nitrogen, argon, fuel gas, LPG, gas alam, dan lainnya.

Direktur Umum dan Pengembangan PT Aneka Gas Industri Tbk Agus Purnomo mengapresiasi dukungan dan kerja sama PLN. Agus mengatakan sejak awal Samator konsentrasi penyaluran kebutuhan rumah sakit.

Walaupun demikian, dengan produk yang diproduksi di pabrik Cikande, Cibitung dan Pulogadung, ternyata masih kurang untuk memenuhi kebutuhan oksigen rumah sakit saat ini.

“Dengan produksi maksimal 600 ton per hari masih kurang, karena kebutuhan RS untuk saat ini 800 ton per hari. Padahal kebutuhan untuk industri kami hanya layani industri makanan sebesar 5 persen. Tapi 95 persen ternyata masih belum cukup,” terang Agus.

Oleh karena itu, Agus sangat berharap akan keandalan pasokan listrik dari PLN. Keandalan listrik PLN mendukung produktivitas industri aneka gas.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Sururi, GM Teknik dan Industri PT Aneka Gas Industri, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit. Untuk memastikan produksi lancar, PT Aneka Gas Industri memohon dukungan banyak pihak, terlebih dari PLN.

“Pada prinsipnya seperti itu, tapi mungkin ada beberapa hal yang harus kami komunikasikan dengan vendor sebagai produsen dari mesin itu sendiri. Secara teknis proteksi kita tidak hanya proteksi secara elektrik saja tetapi juga proteksi mekanik dari suatu mesin,” ujarnya.

Saat ini, kebutuhan oksigen sangat mendesak, terutama untuk kebutuhan medis. Dengan meningkatnya permintaan, _storage_ oksigen Samator berada di bawah standar, hanya 8 persen.

“Semoga kondisi ini cepat membaik. Kerja sama kita juga semoga bisa berjalan dengan baik dan kolaborasi bisa ditingkatkan,” kata Ahmad.

Selain menyambangi PT Aneka Gas Industri di Cibitung, Jawa Barat, manajemen PLN diwakili dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten, Sandika Aflianto memonitor pasokan listrik industri oksigen PT Aneka Gas Industri di Cikande, Banten.

Saat ini, sistem kelistrikan Jawa – Bali memiliki daya mampu mencapai 37.400 megawatt (MW) dengan beban puncak sekitar 27.335 MW, terdapat cadangan daya sekitar 10.065 MW. PLN pun memastikan daya listrik di Jawa, Madura dan Bali dalam kondisi aman dan berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik bagi fasilitas kesehatan dan industri oksigen tetap andal dan stabil.

 

Rutan Kota Agung Gelar Razia Kamar Hunian

KOTAAGUNG (MR)

Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Kotaagung menggelar razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Senin (05/07).

kegiatan ini dalam rangka meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta dalam upaya mendukung Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN ) di lingkungan Rutan Kota Agung.

Kepala Rutan Kota Agung Akhmad Sobirin Soleh didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Boy Naldo Mengatakan Kegiatan Razia ini merupakan bentuk keseriusan Rutan Kelas IIB Kota Agung dalam Deteksi Dini gangguan Keamanan dan ketertiban sekaligus komitmen untuk memberantas peredaran gelap narkoba didalam Rutan.

“ini merupakan komitmen kita bersama yang telah kita buat untuk mengantisipasi peredaran Gelap Narkoba dan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban”. Ujar Sobirin.

Kemudian, ia menambahkan, di dalam razia tersebut di temukan barang terlarang berupa 3 unit handphone, 7 buah headset, 5 buah charger, 7 buah sendok besi, dan 3 buah silet, 2 buah gunting kuku, 2 buah obeng, 1 buah rokok vape, dan 1 buah botol parfume.

“Alhamdulillah dalam razia ini tidak ditemukan Narkoba. Sedangkan untuk barang-barang terlarang lain kami sita kemudian di musnahkan. Bagi WBP yang di ketahui mempunyai barang terlarang tersebut akan dikenai sanksi dari administrasi sampai tidak di perkenankan menerima kunjungan,” tutupnya.

PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik Periode Juli September 2021

Mediarepublika.com – Stimulus listrik diharapkan dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli di tengah Pandemi Covid-19_

Jakarta, 04 Juli 2021 – PLN siap menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan kembali stimulus listrik bagi masyarakat kecil, industri, bisnis, dan sosial periode bulan Juli-September 2021. Stimulus ini merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Sejak awal pandemi, PLN selalu mendukung dan terus menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, dan pelaku usaha yang terdampak Covid-19. Karena sebelumnya sudah pernah kami lakukan, kami yakin penyaluran periode ini akan berjalan lancar,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril.

PLN berharap hadirnya stimulus listrik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode Juli- September 2021, besarannya adalah sebagai berikut:

1. Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
3. Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450, tidak perlu lagi mengakses token, baik di website, layanan Whatsapp, maupun melalui aplikasi PLN Mobile. Stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” tambah Bob.

Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Sebelumnya sepanjang tahun 2020, sejak bulan April, Pemerintah melalui PLN telah menyalurkan stimulus listrik sebesar Rp 13,15 Triliun kepada 33,02 juta pelanggan. Sedangkan pada triwulan III Juli – September 2021 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,33 triliun untuk stimulus listrik.

Untuk memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus, PLN membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore.

Danyon B Pelopor Tingkatkan Patroli Sinergitas dan Sambang di Kampung Anak Tuha

Mediarepublika.com – Patroli terus ditingkatkan oleh Personel Brimob di Kampung Anak Tuha. Kali ini Patroli dilaksanakan Secara Dialogis dengan Metode Sambang ke Kampung-kampung yang berada di seputaran Kecamatan Anak Tuha Kab. Lampung Tengah.

Patroli sambang kali ini dipimpin oleh Komandan Batalyon B Pelopor Kompol Saifullah, S.E., M.M., M.H., setalah mengimplementasikan Perintah Dansat Brimob Polda Lampung KBP Wahyu Widiarso Suprapto, S.Ik., M.Si., untuk terus Ciptakan Kondisi yang aman dan kondusif di Kecamatan Anak Tuha, dimana kita sudah hadir ditengah-tengah mereka setelah dibukanya Sosialisasi Mako Kompi 1B Pelopor Anak Tuha oleh Bapak Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad.

Tak hanya Patroli Cipta Kondisi, namun metode Patroli Sambang kali ini merupakan Patroli yang sifatnya lebih humanis untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Dan masyarakat semakin merasa dekat dengan Satuan Brimob. Dan Patroli kali ini juga melibatkan unsur TNI/Polri dalam hal ini Babinsa Koramil Padang Ratu dan Babinkamtibmas Subsektor Anak Tuha sebagai wujud Sinergitas TNI/Polri.

Danyon B Pelopor juga berpesan kepada personel patroli, dalam pelaksanaannya harus menjaga kesehatan dan keselamatan dalam perjalan. Selain itu perintah dari Bapak Dansat Brimob, kita juga harus menerapkan Protokol kesehatan dan tak lupa selalu beri himbauan Protokol kesehatan kepada masyarakat agar kita semua terhindar dari Wabah Virus Covid 19.

Manfaatkan Energi Hijau, PLTA Malea Perkuat Listrik Sulawesi Selatan

Mediarepublika.com – Tana Toraja, 2 Juli 2021 – PT PLN (Persero) meningkatkan realisasi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulawesi Selatan seiring siap beroperasinya PLTA Malea di Kabupaten Tana Toraja. PLTA Malea telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi pada tanggal 28 Juni 2021.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pembangkitan (UIKL) Sulawesi Munawwar Furqan mengatakan, dengan beroperasinya PLTA Malea ini, bauran EBT di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Sebelumnya 29,46 persen atau setara dengan 651 MW, kini menjadi sekitar 33,5 persen atau setara 740 MW. Sulawesi memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan yang cukup besar salah satunya adalah air.

Munawwar menyatakan, pengoperasian PLTA Malea ini menambah keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. Saat ini beban puncak sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 1.363 MW dengan daya mampu mencapai 2.210 MW.

“Dengan adanya PLTA ini, cadangan daya menjadi 847 MW,” katanya.

PLTA Malea terletak di aliran sungai Saddang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. PLTA ini menggunakan sistem pengambilan air _run off river_ dengan bangunan utama berupa area pengambilan _(intake area)_, area saluran penghantar _(water way)_, area tanki peredam _(surge tank)_, dan area gedung pembangkit _(power house)_.

“Adanya PLTA ini untuk memaksimalkan potensi energi air di Sulawesi Selatan yang sangat besar, bahkan paling besar di antara 34 provinsi lain. Potensinya mencapai 1.409,9 megawatt dan dapat dikembangkan menjadi pembangkit PLTA dan PLTM,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Defiar Anis.

Dia menyebutkan, proses _commissioning_ untuk memastikan siap beroperasinya PLTA Malea 2×45 MW telah rampung dan pembangkit siap untuk beroperasi. _Commissioning_ selesai pada Senin 28 Juni 2021 pukul 00.30 WITA. Tahap ini dinyatakan selesai setelah pengujian keandalan _(reability run)_ selama 72 jam.

_Commissioning_ ini merupakan tahap pengujian terakhir dari pembangunan PLTA Malea. “Kami mengawasi secara langsung proses pengerjaan pengujian. PLTA ini karena merupakan salah satu proyek prioritas PLN pada tahun 2021,” kata Defiar Anis.

PLTA ini memiliki dua unit mesin pembangkit yang masing-masing memiliki kapasitas 45 MW sehingga total kapasitas mencapai 90 MW. PLTA Malea 2×45 MW merupakan pembangkit _Independent Power Producer (IPP)_ yang masuk  dalam pengawasan PLN UIP Sulawesi. PLTA Malea dibangun dan dioperasikan oleh PT Malea Energy.

Dalam 10 tahun ke depan, PLN membeli listrik dari PLTA Malea sebesar Rp 1.398,53 per kilowatthour (kWh).

 

Covid-19 Terus Bertambah, Jemaah Haji Batal Berangkat

Bandarlampung- MR –

Peningkatan kasus Covid-19 masih terus bertambah, hal ini yang membuat batalnya pelaksaan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi pada tahun 2021.

Keputusan ini disampaikan oleh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) RI Provinsi Lampung, HM. Ansori Fatoni Citra dalam konferensi pers Selasa (29/6/2021) di Kantor PWI Provinsi Lampung

“Pemerintah menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya, mengingat kasus Covid-19 semakin meningkat khusunya di Provinsi Lampung,” jelas Ansori yang juga pengelola Islamic Center (asrama haji).

Berdasarkan keputusan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 terkait pembatalan keberangkatan Jemaah haji 2021, pemerintah memperhitungkan beberapa pertimbangan.

“Faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji yang terancam akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi menjadi alasan yang pertama,” kata Ansori.

Selain itu, Kerjaan Arab Saudi telah memutuskan bahwa peserta haji hanya yang berasal dari Arab Saudi, sementara pemerintah Indonesia memerlukan waktu untuk melakukan persiapan pelayanan jemaah haji.

“Pada tanggal 12 juni 2021 dengan pernyataan bahwa penyelenggaran haji hanya warga Arab Saudi dengan jumlah 60 ribu, dan menerpakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya, di tempat yang sama Ansori juga mengungkapkan tentang ketersedian asrama haji untuk karantina pasien covid 19 yang bergejala ringan dan sedang.

“Kita sudah siapkan 300 tempat tidur bagi pasien covid yang bergejala ringan dan sedang sesuan dengan permintaan dari satgas covid 19” ujar Ansori kembali.

Selain itu Kabid penyelengara haji ini juga menerangkan terkait dengan pengelolaan dana haji sudah di kelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) aman di ivestasikan secara syariah.“Dana haji itu aman di kelola oleh BPKH dan di investasikan secara syariah melalui investasi syariah,”tutup Ansori kepada media ini.

Selama KRYD Priode 15-31 Mei Tercatat 1.296 kasus Positif Covid-19

Bandar Lampung – Biro Operasi (Ro Ops) Polda Lampung melakukan Analisa dan evaluasi (Anev) penanganan arus balik Idul Fitri 1442 H periode (15/5/2021) sampai dengan (31/5/2021).

Kabid Humas Polda Lampung Komber Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dengan berakhirnya Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) ini dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data Anev dari Ro Ops Polda Lampung pada Penanganan Arus Balik Idul Fitri 1442 H periode
(15/5) sampai dengan (31/5) pada 7 pos pemeriksaan tercatat sebanyak 113.594 kendaraan melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung pada masa arus balik Idul Fitri 1442 H tahun ini, kata Pandra, Selasa (1/6/2021)

Lanjut Pandra, kemudian sebanyak 442.146 orang pelaku perjalanan dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan Covid-19 dengan hasil sebanyak 251.752 orang membawa surat keterangan (suket) dan sebanyak 154.282 orang tidak membawa suket.

Terhadap 154.282 orang yang tidak membawa suket tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab Antigen di ruang yang telah disiapkan pada pos pos pemeriksaan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19. Dari hasil Swab Antigen tersebut didapat hasil sebanyak 1.296 orang positif Covid-19 dan langsung di bawa Satgas penanganan Covid-19 ke rumah sakit rujukan, kata mantan Kapolres Kepulauan Meranti ini.

Lanjut Pandra, kalau dilihat dari data perbandingan harian hasil Mandatory check dokumen kesehatan Covid-19 terhadap pelaku perjalanan menuju pelabuhan Bakauheni periode (15/5) sampai denga (31/5) untuk yang membawa suket trendnya mengalami kenaikan sebanyak 13.779 orang, begitu pula yang tidak membawa suket trendnya juga mengalami kenaikan sebanyak 20.997 orang.

Kami akan tetap terus menghimbau kepada pelaku perjalanan menuju pelabuhan Bakauheni agar tetap melengkapi surat keterangan negatif Covid-19 dari daerah asal sehingga tidak terjadi penumpukkan pemeriksaan Rapid Antigen Covid-19 di pelabuhan Bakauheni yang dapat menimbulkan klaster baru Covid-19.

Wakil Bupati Lampung Selatan Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual dengan Presiden Jokowi

KALIANDA, – Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa, S.IIP mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila melalui zoom meeting dengan Presiden Joko Widodo dari Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Selasa (1/6/2021).

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual itu berlangsung sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19.

Jumlah peserta upacara juga terbatas hanya diikuti sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan, Sekretaris Daerah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Nampak hadir juga Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, dan Hakim Ad Hoc Tipikor dari Pengadilan Tinggi Pontianak, Elik Murtopo, SH, MH.

Meski dilaksanakan secara virtual, Wakil Bupati bersama Forkopimda, Sekretaris Daerah dan kepala OPD yang mengenakan pakaian adat Lampung, nampak khidmat mengikuti jalannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Para peserta upacara kemudian mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Usai mengikuti upacara dengan Presiden, Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Selain menjaga persatuan bangsa Indonesia, peringatan Hari Lahir Pancasila juga untuk mengingat jasa-jasa pahlawan pemersatu bangsa terdahulu,” ujar suami Nuri Maulida ini.

Pandu Kesuma Dewangsa juga berharap, Pancasila bisa menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Lampung Selatan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya sangat mensuport dan senang sekali mengikuti upacara seperti ini. Meski situasi pandemi kita tidak boleh patah semangat dan melupakan jasa-jasa para pahlawan,” katanya.

Gubernur Arinal Djunaidi Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2021

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara virtual, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (01/06).

Turut mendampingi Gubernur, Jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala BIN Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala Dinas Pendidikan.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 diselenggarakan di tengah situasi Pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada seluruh peserta Upacara, baik yang mengikuti secara langsung di halaman gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri maupun peserta yang mengikuti secara virtual di berbagai daerah di Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun ini mengambil tema ‘Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh’. Dalam upacara yang terpusat di Gedung Pancasila, Jakarta ini, Presiden RI Joko Widodo bertindak selaku Inspektur Upacara.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, didapuk membacakan Teks Pancasila, sementara Ketua DPR RI, Puan Maharani, membacakan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di akhir upacara membacakan doa.

Dalam amanatnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa tantangan Pancasila saat ini tidaklah semakin ringan, globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan.

Presiden mengatakan, hal-hal yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk didalamnya rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi.

Ideologi trans-nasional cenderung meningkat, memasuki berbagai lini masyarakat dengan berbagai cara dan strategi. Perkembangan Iptek dan Revolusi Industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan berinteraksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Kemudahan komunikasi melalui konektivitas 5G, menurut Presiden, dapat digunakan oleh para ideolog trans-nasional radikal untuk merambah ke seluruh kalangan dan pelosok Indonesia.

Untuk itu, Presiden mengatakan bahwa pendalaman Pancasila memerlukan cara-cara baru yang luar biasa dengan memanfaatkan perkembangan Iptek, terutama revolusi industri 4.0. Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkeindonesiaan.

“Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia Maju yang kita cita-citakan,” pesan Presiden Joko Widodo.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang ini juga dihadiri secara daring oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Mantan Presiden Indonesia Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Mantan Wakil Presiden Indonesia Ke-6 Try Sutrisno, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Lembaga Negara, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Seluruh peserta yang mengikuti upacara, baik secara langsung di Gedung Pancasila maupun secara daring, tampak mengenakan pakaian adat dari seluruh Nusantara.