Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan KLA Tingkat Pratama Tahun 2021

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Kabupaten Lampung Selatan kembali berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama tahun 2021.

Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Repuplik Indonesia (RI) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (29/7/2021).

Adapun Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin beserta Kepala Dinas PPPA Anasrullah dan jajaran terkait lainnya mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat.

Pada kesempatan itu, Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengucapkan selamat dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan sumbangsih dan kerja nyata demi pemenuhan hak dan perlindungan anak di wilayahnya masing-masing.

“Selamat kepada 275 kabupaten/kota yang telah mendapatkan predikat KLA, baik tingkat Pratama, Madya, Nindya, terutama untuk tingkat utama yang diberikan kepada Kota Denpasar, Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Menteri yang akrab disapa Bintang ini menjelaskan, pemberian predikat KLA dari Tingkat Pratama, Tingkat Madya, Tingkat Nindya serta Tingkat Utama diberikan berdasarkan sistem pembangunan KLA yang terintegrasi dari seluruh lintas sektoral.

“Tingkat utama diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki sistem pembangunan KLA yang terintegrasi diseluruh lintas sektor. Baik pemerintah, non pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, serta media,” jelasnya.

Bintang berharap dengan berbagai penghargaan yang telah diterima oleh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia itu, dapat menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas guna memajukan generasi bangsa.

“Semoga ini dapat menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan anak terlindungi, Indonesia maju,” tutup Bintang.

Untuk diketahui, pada ajang penghargaan itu Provinsi Lampung berhasil mendapatkan penghargaan atas upaya dalam membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) diseluruh kabupaten dan kota wilayah administrasi Provinsi Lampung. (ptm)

Nanang Ermanto Apresiasi PT Angkasa Pura Yang Sediakan Sentra Vaksinasi Covid-19 di Bandara Radin Inten II

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengapresiasi PT Angkasa Pura II (Persero) yang menyediakan sentra vaksinasi Covid-19 di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan Nanang Ermanto saat menerima audiensi Exsekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Radin Inten II, Mohammad Hendra Irwan di rumah dinas Bupati Lampung Selatan, Kamis (29/7/2021).

Hendra melaporkan, guna mendukung kelancaran pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Lampung Selatan, PT Angkasa Pura II telah membuka sentra vaksinasi Covid-19 di Bandara Radin Inten II.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk membantu pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar masyarakat dapat terbantu dengan adanya sentra vaksinasi Covid-19,” ujar Hendra.

Hendra juga menjelaskan bahwa pihak angkasa pura telah mengantisipasi penumpukan warga yang ingin di vaksin dengan memberlakukan pengawasan yang ketat oleh petugas.

“Untuk mengantisipasi antusias warga yang  ingin di vaksin, kami atur per 50 antrian. Ini untuk menjamin tertibnya pelaksanaan vaksin di bandara agar tidak terjadi kerumunan,” terangnya.

Sementara, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Angkasa Pura II yang telah membuat Bandara Radin Inten II sebagai salah satu tempat vaksinasi yang efisien bagi masyarakat khususya masyarakat Branti dan Natar.

“Kami selaku pihak pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada pihak Angkasa Pura II karena telah membantu memfasilitasi pemberian vaksin ini,” ujar Nanang.

Nanang berharap, dengan adanya fasilitas sentra vaksinasi serta kerjasama pihak Puskesmas Branti dengan PT Angkasa Pura II dapat mempercepat target pemberian vaksin kepada masyarakat Lampung Selatan.

Turut hadir dalam audiensi itu Plt Asisten Ekonomi Pembangunan Muhadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Martoni Sani, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Wahidin Amin. (lmhr)

Dukung Kebangkitan Pariwisata, Bupati Nanang Ermanto Jadi Pembicara Utama Dalam Webinar IFTA

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menjadi pembicara utama pada seminar dalam jaringan (webinar) yang diadakan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Provinsi Lampung secara virtual.

Nanang Ermanto mengikuti kegiatan webinar itu dari Aula Sebuku, rumah dinas bupati Lampung Selatan didampingi sejumlah Kepala OPD terkait, Kamis pagi (29/7/2021).

Kegiatan yang dipandu CEO infolibur.com, Novita Minarti, menghadirkan empat narasumber yakni, Budiharto Setyawan selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesai Provinsi Lampung, dan Muhammad Syafa’at Founder Anugrah Pesona Indonesia.

Lalu, Andri Hermawan selaku Praktisi Digita sekaligus Tenaga IT IFTA Provinsi Lampung, serta Alex Saiman selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minang Rua.

Adapun, kegiatan webinar ke-10 yang diadakan IFTA Provinsi Lampung di masa pandemi kali ini mengusung tema “Penerapan Sistem Digitalisasi Dalam Dunia Pariwisata”.

Nanang mengatakan, dengan adanya masa pandemi Covid-19 saat ini, tentunya memberikan dampak yang besar disemua sektor, termasuk sektor pariwisata.

Hal itu kata Nanang, dapat dilihat dari menurunnya jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2020 sebesar 50 persen jika dibandingkan pada tahun 2019 sebelum masa pandemi sebanyak 330.000 wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Akan tetapi menurutnya, ditengah kondisi yang sangat tidak menguntungkan ini, pihaknya tetap optimis untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan.

“Untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata, kami juga telah membangun Kebun Edukasi seluas 2,5 Hektar yang berlokasi di area rumah dinas bupati,” ujar Nanang.

Para naraumber dan peserta webinar IFTA Provinsi Lampung yang mengusung tema “Penerapan Sistem Digitalisasi Dalam Dunia Pariwisata”. | Foto : Diskominfo

Selain itu kata Nanang, saat ini pihaknya juga tengah berupaya mewujudkan kawasan Agrowisata Way Handak menjadi destinasi wisata representatif yang layak dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Kami juga mendukung pengembangan Bakauheni Harbour City seluas lebih kurang 200 hektar yang akan menjadi kawasan wisata terintegrasi berskala Internasional. Tentu saja, kami tidak melupakan pengembangan desa-desa wisata yang sudah ada,” kata Nanang.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan akibat pendemi ini, harus diantisipasi dengan berbagai upaya yang inovatif.

Diantaranya melalui digitalisasi dan juga mendukung pengelola daerah wisata melakukan penyesuaian, agar tercipta daerah wisata yang aman dan sehat untuk dikunjungi.

“Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Untuk mewujudkan itu, kami perlu dukungan berbagai pihak seperti Bank Indonesia dan Kelompok Sadar Wisata yang akan menjadi ujung tombak pengebangan wisata di daerah,” katanya.

Nanang menyebut, sebagai wujud komitmen mendukung kebangkitan pariwisata di daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan telah menuangkan strategi pengembangan pariwisata ke dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026.

Hal tersebut kata Nanang, tertuang dalam misi keempat yaitu “Mengembangkan Ekonomi Kreatif dengan Memanfaatkan Potensi Unggulan Daerah”.

“Kami berharap dengan terselenggaranya webinar ini, menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan kerja sama yang lebih erat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan dengan Bank Indonesia, IFTA dan Anugrah Pesona Indonesia,” tutupnya. (Az)

Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan KLA Tingkat Pratama Tahun 2021

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Kabupaten Lampung Selatan kembali berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama tahun 2021.

Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Repuplik Indonesia (RI) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (29/7/2021).

Adapun Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin beserta Kepala Dinas PPPA Anasrullah dan jajaran terkait lainnya mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat.

Pada kesempatan itu, Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengucapkan selamat dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan sumbangsih dan kerja nyata demi pemenuhan hak dan perlindungan anak di wilayahnya masing-masing.

“Selamat kepada 275 kabupaten/kota yang telah mendapatkan predikat KLA, baik tingkat Pratama, Madya, Nindya, terutama untuk tingkat utama yang diberikan kepada Kota Denpasar, Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Menteri yang akrab disapa Bintang ini menjelaskan, pemberian predikat KLA dari Tingkat Pratama, Tingkat Madya, Tingkat Nindya serta Tingkat Utama diberikan berdasarkan sistem pembangunan KLA yang terintegrasi dari seluruh lintas sektoral.

“Tingkat utama diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki sistem pembangunan KLA yang terintegrasi diseluruh lintas sektor. Baik pemerintah, non pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, serta media,” jelasnya.

Bintang berharap dengan berbagai penghargaan yang telah diterima oleh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia itu, dapat menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas guna memajukan generasi bangsa.

“Semoga ini dapat menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan anak terlindungi, Indonesia maju,” tutup Bintang.

Untuk diketahui, pada ajang penghargaan itu Provinsi Lampung berhasil mendapatkan penghargaan atas upaya dalam membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) diseluruh kabupaten dan kota wilayah administrasi Provinsi Lampung. (ptm)

Zona Merah Tanpa Progres Penanganan, Lamsel Diambang PPKM Level IV

KALIANDA – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) nampaknya belum bersungguh-sungguh dalam penanganan Covid-19. Buktinya, pasca penetapan sebagai zona merah belum ada progres dari Gugus Tugas Covid-19, baik itu pencegahan seperti pengetatan mobilisasi masyarakat maupun penanganan seperti bantuan bahan pangan dan obat-obatan ke masyarakat. Alhasil, Lamsel diambang PPKM    Level IV, atau istilah sebelumnya PPKM-Darurat.

Bahkan, trend kenaikan kasus Covid terus menunjukkan grafik kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan realese Dinas Kesehatan per Rabu 28 Juli 2021 kasus positif di Bumi Khagom Mufakat tembus 3 digit atau tepatnya 107 kasus dengan dan 8 kasus kematian. Selain itu, pasien yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) meningkat tajam hingga 492.

“Angka kasus positif Covid ini kan bagai fenomena gunung es, yang nampak hanya yang di permukaan. Karena apa, karena tracing atau testing dengan melakukan rapid ke masyarakat terbatas, atau tidak tertutup kemungkinan dibatasi. Jika (Rapid) dilakukan massif saya rasa bisa 2 kali lipat,” tutur pemerhati sosial, Arjuna Wiwaha, Rabu.

Menurut dia, harusnya gugus tugas melakukan langkah progres terkait pengetatan dan penanganan. Karena, menurut warga Kecamatan Sidomulyo ini, langkah kongkrit yang harus dilakukan ada 2, yakni pencegahan dan penanggulangan.

“Gugus tugas tidak hanya bisa hanya sebatas menghimbau dan meminta kesadaran masyarakat, peran pemerintah adalah mendorong dan menyiapkan sarana. Sebagai langkah pencegahan, tingkatkan pengetatan. Satgas dorong mengurangi mobilisasi masyarakat dengan regulasi pelarangan resepsi hajatan, penutupan tempat wisata, tempat ibadah. Kemudian bantu masyarakat dengan APD, seperti masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Jangan meminta apalagi menunggu masyarakat disiplin, karena untuk membeli masker saja masyarakat cukup kesulitan. Jika masalah ini tidak segera disikapi, maka Lamsel diambang PPKM Level IV, ” imbuhnya.

Sedangkan untuk penanganan, terus dia, bantu masyarakat dengan bahan pangan, obat-obatan dan percepatan bansos.

“Terlebih bagi pasien isoman. Mereka yang paling membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Satu sisi diwajibkan isolasi, tapi sisi lain  mereka butuh nafkah untuk kehidupan sehari-hari. Inilah saat yang paling tepat untuk membantu masyarakat. Jangan sampai tunggu ada masalah, baru bergerak,” tukasnya.

Sementara, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel Joniansyah mengaku untuk obat-obatan hanya dianggarkan untuk UPT Puskesmas. Dikatakan dia, bantuan obat-obatan bagi pasien isoman memang sudah menjadi perhatian diskes yang saat ini sedang dalam pengusulan. Dia pun mengakui jika tenaga kesehatan dalam kondisi kewalahan dengan peningkatan lonjakan kasus Covid. Bahkan kata dia, sejumlah nakes terkonfirmasi terpapar Covid-19 .

“Jika kasus nakes terpapar Covid-19 makin meluas, bisa dipastikan kami makin kewalahan, karena mau tidak mau nakes yang terpapar jika bergejala ringan akan isoman dan jika gejala berat tentu harus dirawat,” ungkap dia seraya menyebutkan sudah 1 orang dokter, 2 perawat dan 1 bidan yang meninggal karena Covid dan ratusan nakes lain yang sudah terpapar.

Pastikan Ketersediaan Pangan, DKP Lampung Selatan Gelar Pertemuan Teknis dengan UPT Pertanian dan PPL

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan Petugas Pengumpul Data Lumbung Pangan (PPL), di Aula DKP setempat, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti para Kepala UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala DKP Lampung Selatan, Yansen Mulia mengatakan, maksud diadakannya pertemuan teknis itu adalah untuk mendapatkan informasi tentang cadangan pangan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan stoknya di lapangan.

“Pandemi Covid-19 saat ini secara tidak langsung berdampak terhadap menurunya produksi pertanian. Untuk mengantisipasi itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan ingin mendata ketersediaan pangan di daerah-daerah,” ujar Yansen.

Disamping itu kata Yansen, yang tak kalah penting pertemuan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang lumbung pangan masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani atau gapoktan disetiap desa dalam wilayah kecamatan masing-masing.

“Jadi saya minta betul data lumbung pangan yang disampaikan nanti benar-benar update dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya mengisi data yang dibuat-buat, harus akurat sesuai dengan kondisi yang ada. Baik itu lumbung pangan swadaya masyarakat atau lumbung pangan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Yansen.

DKP Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan. | Foto : Diskominfo

Yansen berharap, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya dapat mengetahui sebaran lumbung pangan yang ada di masyarakat. Sehingga memudahkan pemerintah daerah mengetahui kondisi lumbung pangan untuk dikembangkan pembangunan berikutnya.

“Jadi ketika saya, atau dari provinsi bahkan dari pusat datang, kelompoknya memang betul-betul ada, dan lumbung pangannya juga ada. Sekalipun dalam kondisi baik atau rusak ringan. Dan yang tahu kondisinya, ya PPL dan UPT di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Yansen mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada UPT Pertanian dan PPL untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nmor 31 Tahun 2017 kepada pengusaha penggilingan padi di Lampung Selatan.

Yansen menyebut, setiap pengusaha yang memproduksi beras kemasan dan bermerek wajib melakukan registrasi produk dagangannya guna mendapatkan sertifikat.

“Jadi mulai sekarang kita melakukan pendataan untuk meregistrasi (pendaftaran) penggilingan padi. Karena nanti tidak ada lagi penggilingan padi yang mengeluarkan produk beras yang berkualitas tetapi dengan merk orang lain,” tuturnya.

Yansen mengungkapkan, dengan pendataan penggilingan padi itu diharapkan akan dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan untuk masyarakat selaku konsumen dan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.

Dia berharap, setiap kecamatan ada satu contoh penggilingan padi yang telah memenuhi syarat bisa mengeluarkan beras berkualitas secara resmi dan punya merk dagang sendiri.

“Karena saya lihat kita punya banyak penggilingan padi yang bagus. Tetapi hasilnya dikirm keluar daerah dan kembali lagi kesini sudah dikemas dengan merk orang lain,” tandasnya. (Az)

DPRD Sahkan RPJMD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026 Jadi Peraturan Daerah

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – DPRD Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026, di gedung DPRD setempat, Senin (26/07/2021).

Hasilnya, dalam rapat paripruna tersebut, delapan fraksi yang ada di DPRD setempat menyetujui Raperda RPJMD 2021-2026 disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dalam pemandangan akhirnya, masing-masing fraksi, yakni PDI Perjuangan, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, PKB dan Fraksi Gabungan Nasdem Hanura Perindo menyatakan setuju mengesahkan RPJMD 2021-2026 sebagai Perda Kabupaten Lampung Selatan.

“Maka kesimpulan rapat kita pada hari ini adalah menyetujui Raperda tentang RPJMD Kabupaten Lampung Selatan untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, H. Hendry Rosyadi yang memimpin jalannya rapat tersebut.

Selanjutnya, berita acara pengesahan Raperda dibacakan Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Yansen Mulia, disaksikan 36 anggota DPRD baik yang hadir secara fisik dan virtual serta disaksikan Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa.

Kemudian, persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Bupati Lampung Selatan dan Pimpinan DPRD setempat secara virtual.

Dimana Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa menandatangani kesepakatan bersama itu dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta pejabat utama dilingkup Pemkab setempat.

Sementara, Ketua DPRD Hendry Rosyadi, SH, MH didampingi Wakil Ketua I  Agus Sartono, Wakil Ketua II Agus Sutanto, dan Wakil Ketua III Waris Basuki, menandatangani kesepakatan bersama tersebut dari ruang sidang gedung DPRD setempat.

Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa saat mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Lampung secara virtual.

Menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang telah memberikan saran dan masukan.

“Sebagai tahap selanjutnya setelah rapat paripurna ini adalah pembahasan dan evaluasi Ranperda RPJMD oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendapatkan masukan penyempurnaan dan nomor register untuk menetapkan Raperda RPJMD menjadi Peraturan Daerah RPJMD,” tutur Pandu saat menyampaikan sambutan secara daring.

Lebih lanjut Pandu menyampaikan, berdasarkan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, Peraturan Daerah tentang RPJMD ini ditetapkan paling lama enam bulan setelah kepala daerah terpilih dilantik.

“Artinya bulan Agustus nanti RPJMD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026 ini harus disahkan melalui Perda. Semoga dengan kerjasama dan dukungan dari DPRD dan pemangku kepentingan lainnya, Perda ini dapat ditetapkan tepat waktu,” katanya.

Lebih lanjut Pandu menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026 mengusung visi yaitu “Terwujudnya Masyarakat Lampung Selatan yang Berintegritas, Maju dan Sejahtera dengan Semangat Gotong Royong”.

“Visi ini sebagai  sinkronisasi dengan visi nasional yaitu Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong dan visi Provinsi Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya,” ucap Pandu.

Selanjutnya, Pandu menambahkan, RPJMD 2021-2026 fokus pada sembilan indikator tujuan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah disusun, yang kemudian dijabarkan ke dalam 36 sasaran pembangunan yang akan  dicapai pada akhir periode RPJMD tersebut.

“Hal ini tentu memerlukan kerja keras dari kita semua. Karena pembangunan bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah semata, namun harus ada keterlibatan semua komponen baik pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dunia usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya,” ujar Pandu.

Diakhir sambutannya, Pandu berharap persetujuan bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah dalam rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Raperda RPJMD itu, dapat menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Lampung Selatan yang Berintegritas, Maju dan Sejahtera dengan Semangat Gotong Royong. (Az)

Rapat dengan Gubernur Lampung, Nanang Sampaikan Kondisi Terkini Penanganan Covid-19 di Lampung Selatan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengikuti Rapat Konsolidasi Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Rapat konsoilidasi yang digelar di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (26/7/2021), dipimpin langsung Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi serta dihadiri anggota Forkopimda Provinsi Lampung dan bupati/wali kota se-Provinsi Lampung.

Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum,  M. Darmawan beserta sejumlah Kepala OPD terkait mengikuti rapat tersebut secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Lampung Selatan berada pada zona orange.

Disamping itu kata Nanang, seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19, Lampung Selatan juga kekurangan stok obat dan tabung oksigen dalam penanganan Covid-19.

“Di Lampung Selatan saat ini sedang mengalami kekurangan stok obat-obatan dan tabung oksigen. Semestinya perhari harus ada 440 tabung oksigen untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.  Saat ini hanya tersedia 270 tabung oksigen,” ungkapnya.

Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi memimpin Rapat Konsolidasi Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, bahwa dirinya bersama jajaran sudah berkoordinasi dengan anggota Forkopimda serta para camat dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) untuk membentuk Satgas Penanganan Covid-19 sampai ke tingkat desa.

“Saya juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen untuk membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan,” kata Nanang.

Diakhir laporannya, Nanang menyampaikan bahwa dirinya bersama Forkompinda dan jajaran terkait lainnya telah melaksanakan arahan dan instruksi dari gubernur untuk dapat mempercepat memutus rantai penularan Covid-19.

“Bahkan saya telah menginstruksikan kepada seluruh camat di Kabupaten Lampung Selatan untuk tidak memberikan surat ijin keramaian demi menekan angka penularan Covid-19,” tutupnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menyampaikan kepada seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Lampung untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 dengan menyiapkan tempat isolasi darurat.

“Untuk mengantisipasi penuhnya rumah sakit rujukan yang ada di daerah, maka saya mengimbau untuk menyiapkan tempat isolasi darurat atau rumah sakit darurat,” kata Arinal.

Disamping itu, juga Arinal meminta pemerintah daerah juga menyediakan tempat isolasi tambahan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala, khususnya di tingkat kecamatan sampai ke desa.

“Pemda boleh recofusing, untuk keselamatan masyarakat. Sarana perawatan isolasi harus ada sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” tegasnya. (lmhr)

Atasi Kelangkaan, Nanang ErmantoDatangkan 99 Tabung Oksigen dari PT Pusri Palembang

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mendatangkan 99 tabung oksigen dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat akan alat bantu pernapasan itu.

Dari pantauan, sebanyak 96 tabung oksigen besar berukuran 6 meter kubik dan 3 tabung oksigen kecil berukuran 1 meter kubik tiba di rumah dinas bupati pada Sabtu, (24/7) dengan diangkut mengunakan dua truk engkel sekitar pukul 15.30 WIB.

Setelah dilakukan pengecekan jumlah dan kondisi, tabung oksigen langsung di distribusikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Lampung Selatan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah kita dapat bantuan isi ulang oksigen sebanyak 99 tabung sebagai bentuk CSR dari PT Pusri Palembang. Ini untuk membantu kebutuhan oksigen di RSUD Bob Bazar sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19,” ujar Nanang disela melepas pendistrbusian oksigen dari rumah dinas bupati ke RSUD Bob Bazar, Sabtu sore (24/07/2021).

Nanang menuturkan, kebutuhan tabung oksigen meningkat seiring melonjaknya kasus Covid-19. Untuk itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya termasuk membeli tabung oksigen untuk mengantisipasi kebutuhan oksigen bagi pasien yang terpapar Covid-19.

“Kita (RSUD Bob Bazar) kan rumah sakit rujukan, orang dari mana-mana datang. Jika kita tidak persiapkan segala sesuatunya, seperti oksigen, bisa berdampak pada hal-hal yang tidak kita inginkan, jangan sampai kita kekurangan oksigen,” tukas Nanang.

Nanang menambahkan, kondisi saat ini, kita memerlukan sekitar 200 tabung oksigen perhari. Memang, kebutuhan oksigen bergantung dari berapa banyaknya pasien. Semenjak Pandemi Covid-19 gelombang ke-2 melanda tanah air, kebutuhan oksigen diberbagai daerah meningkat, seiring peningkatan jumlah pasien covid-19, termasuk di Lampung Selatan. Meski demikian, pasokan oksigen di Lampung Selatan masih cukup aman.

“Masyarakat tidak usah panik akan kekurangan oksigen. Kita sudah ada solusinya. PT Pusri sudah menyatakan siap untuk membantu. Kapan saja bisa kita minta, atau kita jemput langsung untuk isi ulang. Berapapun tabung yang kita miliki, pihak PT. Pusri siap membantu untuk isi ulang. Ini semua gratis untuk pasien Civid-19,” kata Nanang.

“Makanya saya minta kepada pihak RSUD. Bob Bazar, Oksigen ini diprioritaskan bagi pasien yang terpapar covid-19. Oksigen ini gratis, jangan ada pungutan-pungutan,”tambah Nanang.

Pada kesempatan itu juga Nanang berpesan kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan khususnya, untuk secara bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat harus lebih disiplin menjalani protokol kesehatan. Jangan melepas masker saat berjumpa atau ngobrol dengan orang lain.

“Kita sosialisasikan kepada seluruh Camat, Kades, Calon Kades, Uspika Kecamatan, untuk secara bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kita juga meminta mereka untuk mensosialisasikan protokol kesehatan. Kemarin juga dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk ikut membantu mensosialisaiskan protokol kesehatan,” tambah Nanang.

“Sekarang ini, semua wajib pakai masker. Jangan pernah lepas masker saat berjumpa atau ngobrol dengan orang lain,” tegas Nanang. (Kmf)

Ketua Umum DKLS Buka Workshop Seni Tari dan Seni Musik Kabupaten Lampung Selatan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel –  Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS), Hj. Winarni Nanang Ermanto membuka secara resmi workshop Seni Tari dan Seni Musik Kabupaten Lampung Selatan, di GOR Way Handak (GWH) Kalianda, Jumat (23/7/2021).

Workshop itu diikuti 50 grup Seni Tari dan Seni Musik perwakilan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Winarni sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan workshop Seni Tari dan Seni Musik tersebut.

Winarni berharap workshop tersebut dapat dijadikan acuan dalam membuat suatu karya. Baik itu karya seni tari ataupun karya seni musik sebagai pertunjukan yang dapat diterima oleh penikmat seni.

“Workshop ini merupakan salah satu program kerja Dewan Kesenian Lampung Selatan. Saya berharap melalui kegiatan ini saudara-saudara yang tergabung pada sanggar tari dan musik ke depan dapat terus mengembangkan potensi seninya,” ujar Winarni.

Lebih lanjut Winarni menyampaikan, melalui penyelenggaraan workshop tersebut, juga diharapkan dapat memberikan banyak manfaat. Terutama dalam menambah pemahaman dan keterampilan dalam seni tari dan seni musik, sehingga dapat meningkatkan  kualitas kesenian para penggiat seni yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Dengan terselenggaranya workshop seni tari dan seni musik ini, dapat dijadikan sebagai sarana dalam menciptakan kreasi kesenian lainnya. Sehingga dapat menambah dan memajukan khasanah dibidang seni dan budaya di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Diakhir penyampaiannya, Winarni juga berharap, dengan terselenggaranya workshop seni tari dan seni musik tersebut, dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku seni di Kabupaten Lampung Selatan.

“Shingga karya seni tari dan seni musik yang dihasilkan para penggiat seni di Kabupaten Lampung Selatan akan semakin berkualitas baik untuk dikembangkan serta siap tampil dengan kualitas terbaik,” pungkasnya. (Kmf)