Anggota DPRD Lampung sebut data kendaraan penting sukseskan pemutihan pajak

Bandarlampung (ANTARA) – Anggota Komisi III DPRD Lampung Andy Roby menyatakan perlunya pendataan jumlah kendaraan dengan melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten/kota untuk menyukseskan program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Pendataan ini penting agar keberadaan objek pajak dapat diketahui secara akurat. Dengan data yang valid, kita bisa mengoptimalkan penerimaan pajak daerah,” ujarnya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan upaya pendataan juga menjadi bagian dari sosialisasi program tersebut kepada masyarakat dengan melibatkan camat, kepala kampung, RT, RW, bhabinkamtibmas, Satpol PP, linmas, serta unsur masyarakat lainnya.

“Sosialisasi ini tidak hanya untuk menginformasikan program pemutihan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat pentingnya membayar pajak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan Bapenda Lampung dapat menyurati semua perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, agar segera melunasi pajak kendaraan operasional dan mengurus balik nama kendaraan ke plat nomor Lampung.

“Semua kendaraan operasional, baik roda dua, empat, enam, delapan, maupun lainnya, harus segera dipastikan status pajaknya. Jika masih menggunakan plat luar Lampung, segera lakukan balik nama,” ujarnya.

Kemudian, politisi ini juga mendorong agar layanan pembayaran pajak dibuat lebih cepat dan mudah untuk memudahkan masyarakat, termasuk opsi pembayaran. baik secara tunai, transfer, maupun QRIS.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana hasil program pemutihan pajak tersebut.

“Masyarakat harus tahu dana PKB digunakan untuk apa, apakah untuk pembangunan infrastruktur provinsi atau kabupaten/kota. Dengan keterbukaan, diharapkan tingkat kepatuhan pajak masyarakat meningkat,” jelasnya.

Selanjutnya, Andy Roby turut menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Lampung yang dibiayai dari dana pajak daerah.

“Infrastruktur harus dibangun sesuai spesifikasi agar berkualitas dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah optimalisasi tersebut, ia menilai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PKB tahun 2025, termasuk selama tiga bulan program pemutihan, sebesar Rp2 triliun adalah realistis.

“Selain PKB, sektor pendapatan lain seperti pajak air permukaan, retribusi, cukai rokok, pajak bahan bakar kendaraan, dan pendapatan non-pajak lainnya juga harus dimaksimalkan, agar defisit anggaran 2025 yang diprediksi mencapai Rp1,7 triliun bisa ditekan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar program pemutihan PKB yang dilaksanakan pada 1 Mei-31 Juli 2025, dengan potensi kendaraan yang selama ini belum membayar pajak secara rutin mencapai dua juta unit.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam membayar pajak kendaraan serta mengaktifkan kembali Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang telah lama menunggak.

“Ini akan dilakukan mulai pada 1 Mei, program pemutihan pajak ini dilakukan secara serentak di seluruh Provinsi Lampung. Dan ini dilakukan untuk semua kendaraan baik roda dua atau roda empat,” katanya.

Ia melanjutkan program pemutihan pajak kendaraan itu memiliki ketentuan wajib pajak hanya perlu membayar satu tahun tunggakan berjalan meski telah bertahun-tahun menunggak pajak.

Anggota DPRD Lampung sebut data kendaraan penting sukseskan pemutihan pajak

Anggota DPRD Lampung sebut data kendaraan penting sukseskan pemutihan pajak

Bandar lampung  – Anggota Komisi III DPRD Lampung Andy Roby menyatakan perlunya pendataan jumlah kendaraan dengan melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten/kota untuk menyukseskan program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Pendataan ini penting agar keberadaan objek pajak dapat diketahui secara akurat. Dengan data yang valid, kita bisa mengoptimalkan penerimaan pajak daerah,” ujarnya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan upaya pendataan juga menjadi bagian dari sosialisasi program tersebut kepada masyarakat dengan melibatkan camat, kepala kampung, RT, RW, bhabinkamtibmas, Satpol PP, linmas, serta unsur masyarakat lainnya.

“Sosialisasi ini tidak hanya untuk menginformasikan program pemutihan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat pentingnya membayar pajak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan Bapenda Lampung dapat menyurati semua perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, agar segera melunasi pajak kendaraan operasional dan mengurus balik nama kendaraan ke plat nomor Lampung.

“Semua kendaraan operasional, baik roda dua, empat, enam, delapan, maupun lainnya, harus segera dipastikan status pajaknya. Jika masih menggunakan plat luar Lampung, segera lakukan balik nama,” ujarnya.

Kemudian, politisi ini juga mendorong agar layanan pembayaran pajak dibuat lebih cepat dan mudah untuk memudahkan masyarakat, termasuk opsi pembayaran. baik secara tunai, transfer, maupun QRIS.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana hasil program pemutihan pajak tersebut.

“Masyarakat harus tahu dana PKB digunakan untuk apa, apakah untuk pembangunan infrastruktur provinsi atau kabupaten/kota. Dengan keterbukaan, diharapkan tingkat kepatuhan pajak masyarakat meningkat,” jelasnya.

Selanjutnya, Andy Roby turut menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Lampung yang dibiayai dari dana pajak daerah.

“Infrastruktur harus dibangun sesuai spesifikasi agar berkualitas dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah optimalisasi tersebut, ia menilai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PKB tahun 2025, termasuk selama tiga bulan program pemutihan, sebesar Rp2 triliun adalah realistis.

“Selain PKB, sektor pendapatan lain seperti pajak air permukaan, retribusi, cukai rokok, pajak bahan bakar kendaraan, dan pendapatan non-pajak lainnya juga harus dimaksimalkan, agar defisit anggaran 2025 yang diprediksi mencapai Rp1,7 triliun bisa ditekan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar program pemutihan PKB yang dilaksanakan pada 1 Mei-31 Juli 2025, dengan potensi kendaraan yang selama ini belum membayar pajak secara rutin mencapai dua juta unit.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam membayar pajak kendaraan serta mengaktifkan kembali Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang telah lama menunggak.

“Ini akan dilakukan mulai pada 1 Mei, program pemutihan pajak ini dilakukan secara serentak di seluruh Provinsi Lampung. Dan ini dilakukan untuk semua kendaraan baik roda dua atau roda empat,” katanya.

Ia melanjutkan program pemutihan pajak kendaraan itu memiliki ketentuan wajib pajak hanya perlu membayar satu tahun tunggakan berjalan meski telah bertahun-tahun menunggak pajak.

Peringati Hari Buruh Internasional 2025 Wong Koko Adakan Pelayanan Keluarga Berencana

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional Tahun 2025, Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Sari Natar, Evi Marlina, S.ST, menghadiri kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan di PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco), Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang diprakarsai oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan.

Acara yang turut dihadiri oleh Camat Natar serta Kepala UPTD Puskesmas Natar, menunjukkan dukungan nyata dari berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah karyawan PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco), yang antusias mengikuti pelayanan KB untuk mendukung kesehatan keluarga mereka.

Momentum Hari Buruh ini menjadi kesempatan berharga bagi semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada para pekerja, tidak hanya melalui apresiasi atas kontribusi mereka tetapi juga dengan memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan kehidupan yang lebih baik bagi para pekerja di Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan semangat kerja sama, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi para karyawan dan menjadi bagian dari langkah maju untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Hari Buruh Internasional menjadi simbol nyata solidaritas, kerja keras, dan dedikasi untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera bagi semua.

Komisi IV DPRD Lampung desak perencanaan lintas sektor cegah banjir

Komisi IV DPRD Lampung desak perencanaan lintas sektor cegah banjir

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Yusnadi mengingatkan pentingnya perencanaan lintas sektor terkait untuk mencegah terulangnya kembali banjir di Bandarlampung yang sempat memakan korban jiwa.

“Ini bukan pertama kalinya. Sejak awal tahun sudah ribuan rumah terdampak banjir, dengan korban jiwa lebih dari lima orang. Ini bukan sekadar bencana alam, tapi alarm keras bahwa kita harus segera berbenah,” ujarnya dalam pernyataan di Bandarlampung, Lampung, Senin.

Menurut dia, perencanaan lintas sektor tersebut antara lain harus mencakup perbaikan sistem drainase, penambahan ruang terbuka hijau, hingga penataan tata ruang yang tidak mengorbankan fungsi aliran air.

“Kami di Komisi IV siap mendorong sinergi antar lembaga baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat. Tapi yang tak kalah penting adalah partisipasi masyarakat. Tanpa itu, kebijakan hanya akan jadi dokumen tanpa daya,” tegasnya.

Yusnadi juga memastikan Bandarlampung harus keluar dari bayang-bayang sebagai wilayah langganan banjir dan segera bertransformasi menjadi kota yang tangguh, tertata, manusiawi, serta berpihak pada keselamatan warganya.

Menurut dia, penanganan masalah banjir yang dilakukan secara berkesinambungan dapat mengangkat derajat Bandarlampung sebagai ibu kota provinsi dan mengangkat citra Lampung ke depannya.

“Sudah saatnya kita bangun Bandarlampung tidak hanya secara fisik, tapi juga secara batin, dengan semangat gotong royong, rasa memiliki, dan kepedulian yang tulus,” katanya.

Sebelumnya, banjir sempat melanda Bandarlampung pada Senin (21/4) akibat hujan deras yang melanda sejak dini hari. Musibah tersebut sempat menelan tiga korban jiwa dan merendam rumah warga di beberapa kecamatan seperti Panjang dan Rajabasa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan perbaikan saluran drainase di berbagai lokasi, terutama pemukiman padat penduduk, menjadi strategi tercepat agar bencana banjir di Bandarlampung tidak terulang.

Ia menambahkan bahwa untuk mewujudkan pembangunan daerah yang maju dan berkesinambungan, diperlukan langkah antisipasi dan mitigasi risiko atas permasalahan sejak awal.

“Mitigasi harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Kami akan bekerja sama dan meminta Wali Kota Bandarlampung untuk bisa menangani ini serta mengembalikan kondisi seperti dulu lagi,” ucap dia.

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Walikota Bandar Lampung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung Meninjau Posko Terpadu Pengamanan dan Pelayanan Lebaran

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Walikota Bandar Lampung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung meninjau posko terpadu pengamanan dan pelayanan Lebaran, Jumat (28/4/2025).

Peninjauan dilakukan di sejumlah posko yang tersebar di Kota Bandar Lampung. Total ada 9 posko pengamanan dan pelayanan.

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan upaya untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan lalu lintas bagi pemudik, baik sebelum, saat, maupun setelah perayaan Idul Fitri.

Beliau mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh posko pengamanan berfungsi optimal demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri. Kami ingin memastikan bahwa para pemudik mendapatkan pelayanan terbaik selama perjalanan mereka.

Peninjauan juga dilakukan di sejumlah rumah sakit di Bandar Lampung untuk memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kecelakaan saat arus mudik, serta memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan lancar. Selain itu, beliau juga memberikan bingkisan kepada tenaga kesehatan yang bertugas selama Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk apresiasi.

Walikota Bandar Lampung juga mengapresiasi seluruh personel gabungan yang bertugas dalam pengamanan arus mudik Lebaran. Personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Damkar, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan.

Sebagai bentuk kepedulian, Walikota Bandar Lampung juga menyerahkan bingkisan berupa makanan, minuman, buah-buahan, dan vitamin secara simbolis kepada para personel yang bertugas di posko-posko pengamanan dan pelayanan Idul Fitri.

Hieroglyphen als Schlüssel zur antiken Spielkultur – und Book of Ra™ Deluxe als moderne Parallele

Die Symbole der alten Ägypter waren weit mehr als bloße Schriftzeichen – sie trugen tiefere Bedeutungen, vermittelten kulturelle Werte und verliehen dem Alltag eine rituelle Dimension. Genauso wie Hieroglyphen spielten Spiele in der antiken Kultur eine zentrale Rolle: Sie spiegelten gesellschaftliche Ordnung wider, stärkten religiöse Vorstellungen und verbanden Freizeit mit spiritueller Praxis. Dieses Zusammenspiel lässt sich bis heute nachvollziehen – etwa in modernen Kulturobjekten wie dem beliebten Slot „Book of Ra™ Deluxe“.

Die Bedeutung von Symbolen im alten Ägypten – mehr als Schrift

Im alten Ägypten dienten Hieroglyphen nicht nur der Kommunikation, sondern waren Träger von Heiligkeit und Wissen. Sie verbanden Götter, Mythen und kosmische Ordnung – ein Prinzip, das sich auch in modernen Symbolsystemen wie denen von Book of Ra™ widerspiegelt. Jedes Symbol – vom Skarabäus bis zur Ankh – barg eine Bedeutung jenseits der Oberfläche. So stand das „Buch“ als Zeichen für Schriften, Geheimnisse und Schicksal – ein Motiv, das sowohl in pharaonischen Gräbern als auch in modernen Slot-Motiven zentral ist.

Wie Hieroglyphen Spielregeln und kulturelle Werte übermittelten

Die alten Ägypter nutzten Spiele und symbolische Darstellungen, um gesellschaftliche Normen und religiöse Überzeugungen zu vermitteln. Brettspiele und Würfelspiele waren oft Bestandteil ritueller Feiern und dienten der Vermittlung kosmischer Ordnung. Diese Verknüpfung von Spiel und Sinnstiftung zeigt sich auch in modernen Spielautomaten: Das „Book of Ra™ Deluxe“ verwendet antike Motive, um SpielerInnen in eine Welt von Schatzsuche, Mythen und Schicksal einzutauchen. Das „Buch“ fungiert dabei nicht nur als Gewinnkombination, sondern als symbolische Tür zum Verborgenen – wie ein heiliges Textfragment aus der Wüste.

Die Verbindung zwischen heiligen Texten und unterhaltsamen Traditionen

Spiel und Spiritualität waren im alten Ägypten oft untrennbar. Die „Rätsel“ der Hieroglyphen, die schwierig zu deuten waren, spiegelten die Komplexität des Lebens und der Götterwelt wider. Ähnlich verhält es sich mit Book of Ra™: Seine modernen „Rätsel“ – versteckte Symbole, Bonusrunden und Freispiele – fordern den Spieler, wie ein altägyptisches Orakel, zur Interpretation auf. Die „Rätsel“ sind nicht bloß Glücksspielmechanismen, sondern moderne Ausdrucksformen eines uralten Bedürfnisses, Sinn durch Spiel zu finden.

Spielkultur im alten Ägypten – über Tempel und Pharaonen hinaus

Spiele im alten Ägypten waren nicht nur Unterhaltung, sondern Spiegel der gesellschaftlichen Hierarchie und religiösen Weltanschauung. Wertvolle Grabbeigaben – wie Schmuck, Nahrung und Schreibutensilien – galten als symbolische „Belohnungen“ für das Jenseits, vergleichbar mit den Gewinnkombinationen in Book of Ra™. Der Nil selbst prägte Freizeit und Festkultur: Seine jährliche Überschwemmung sicherte nicht nur die Ernte, sondern gab auch Raum für Feiern, bei denen Spiele eine zentrale Rolle spielten. Diese Mischung aus Alltag, Glauben und Spielprinzip zeigt sich bis heute in kulturellen Ritualen.

Die Rolle von Wertgegenständen – Grabbeigaben als symbolische „Belohnungen“

In den Gräbern der Pharaonen fanden sich Spielsteine, Würfel und rituelle Gegenstände, die nicht nur materiellen Wert besaßen, sondern tiefere spirituelle Funktionen erfüllten. Sie sollten den Verstorbenen im Jenseits Freude und Orientierung schenken – ähnlich wie die Gewinnkombinationen in Book of Ra™, die als Schlüssel zu Reichtümern und magischen Momenten gelten. Diese symbolische Funktion von „Belohnungen“ verbindet antike Bestrebungen mit modernen Spielmechaniken: Beides schafft Spannung, Hoffnung und das Gefühl, Teil einer größeren Geschichte zu sein.

Der Nil als Lebensquelle – Einfluss auf Freizeit und Festkultur

Der Nil war Lebensader und Inspirationsquelle für die ägyptische Freizeit. Er prägte Jahreszeiten, Feste und Feierpraktiken – darunter auch Spiele, die in Festlichkeiten eingebunden waren. Die regelmäßige Rückkehr des Wassers symbolisierte Erneuerung und galt als göttliches Zeichen. Ähnlich wie die Spannung im Book of Ra™-Spiel, das Spannung zwischen Trockenheit und Überfluss erzeugt, verband auch die Nilflut Freude mit tiefer kultureller Bedeutung. Beides zeigt, wie Natur und Kultur in einem Einklang stehen.

Von den Pyramiden zu den Spielplanen – die Evolution des Spiels

Die antiken Würfel, Brettspiele und rituellen Würfe der Ägypter markierten den Beginn einer langen Tradition des strategischen und glücksbasierten Spiels. Diese frühen Formen entwickelten sich zu komplexen Spielsystemen – ein Prozess, der sich bis heute fortsetzt. Book of Ra™ Deluxe verkörpert diese Linie: Modernes Design, antike Symbolik und ein dynamisches Spielprinzip vereinen sich zu einer Erfahrung, die über reine Unterhaltung hinausgeht. Der Spieler wird zum aktiven Teilnehmer eines modernen Mythos – wie ein altägyptischer Schreiber, der durch Symbole und Zufall die Schicksale deutet.

Die Übertragung von Werten durch spielerische Praktiken

In der antiken Welt dienten Spiele nicht nur der Unterhaltung, sondern vermittelten ethische Vorstellungen, soziale Ordnung und religiöse Lehren. Book of Ra™ übernimmt diese Funktion durch seine Symbolik und Spielmechanik: Symbole wie das Buch, der Skarabäus oder das Ankh tragen tiefere Bedeutungen, die SpielerInnen entdecken und interpretieren müssen. Jeder Gewinn wird so zu einem rituellen Akt der Hoffnung und Erwartung – ein modernes Äquivalent zu altägyptischen Ritualspielen, bei denen das Spiel selbst heilige Ordnung widerspiegelte.

Book of Ra™ Deluxe als moderne Parallele

Book of Ra™ Deluxe ist mehr als ein Glücksspielautomat – es ist ein kulturelles Artefakt, das antike Symbolik mit moderner Unterhaltung verbindet. Das „Buch“ als zentrales Motiv erinnert an heilige Texte, die Wissen und Macht bewahren. Sein modernes Design und die fesselnden „Rätsel“ – Gewinnkombinationen, Freispielrunden und Bonusfunktionen – funktionieren wie antike Orakel, die sinnstiftende Muster offenbaren. Diese Parallele zeigt: Spiel bleibt eine universelle Sprache, die über Generationen hinweg Sinn stiftet.

Wie das Spiel moderne Symbolik mit antiken Mythen verbindet

Das Slot-Spiel nutzt uralte Ikonografie – vom Pharaonenmotto bis zum ägyptischen Jenseits –, um eine faszinierende Narrative zu erzählen. Jede Runde wird zu einer Reise in eine Welt von Schätzen, Geheimnissen und göttlichem Eingreifen. Die „Rätsel“ des Spiels – versteckte Symbole, spezielle Kombinationen und Bonusspiele – sind moderne Hieroglyphen, die den Spieler in eine symbolische Welt entführen. Diese Verbindung verleiht dem Spiel Tiefe jenseits reinen Zufalls.

Die „Rätsel“ des Spiels als moderne Hieroglyphen des Glücks

Die Gewinnkombinationen in Book of Ra™ erscheinen wie geheime Zeichen, die nur durch Aufmerksamkeit entschlüsselt werden. Sie sind moderne Hieroglyphen, die Hoffnung tragen und Geheimnisse offenbaren. Wer die Symbole deutet, betritt eine Welt, in der Glück mit Weisheit verbunden ist – ähnlich wie in altägyptischen Orakeln, die durch Symbole Botschaften aus der göttlichen Welt übermittelten. Diese mechanicische Symbolik macht das Spiel zu mehr als Unterhaltung: Es ist ein ritueller Akt der Hoffnung.

Mehr als Glück – die symbolische Tiefe des Spiels

Book of Ra™ Deluxe zeigt: Spiel ist nie nur Glück. Die Gewinnkombinationen sind symbolische Ketten, die Vergangenheit und Gegenwart verbinden. Das „Buch“ steht für Schutz, Offenbarung und Schicksal – Motive, die tief in ägyptischer Kultur verwurzelt sind. Jeder Spin wird so zu einer rituellen Erwartung, ein Akt des Vertrauens in eine Welt, die sowohl Zufall als auch Sinn birgt.

Gewinnkombinationen als moderne Symbolketten

Jede Kombination in Book of Ra™ ist mehr als Zufall – sie ist eine Reihe von Symbolen, die zusammen eine Geschichte erzählen. Das „Buch“ als Schlüssel, der Skarabäus als Symbol für Wiedergeburt, die Pharaonenfigur als Hüter der Ordnung: Diese Elemente bilden eine symbolische Kette, die SpielerInnen tiefer einbindet als reines Glücksspiel. Sie erinnern an die komplexen Hieroglyphen, die Mythen, Götter und kosmische Ordnung festhielten.

Die Rolle des „Buchs“-Motivs als Schlüssel und Schutzzeichen

Das „Buch“ ist zentral: Es ist sowohl der Gewinn als auch das Symbol für Wissen, Schutz und Schicksal. Wie antike Schriftrollen, die Geheimnisse bewahrten, birgt es Macht und Bedeutung. Wer es gewinnt, betritt eine Welt, in der Spiel und Mythos verschmelzen – ein moderner Tempel der Hoffnung, in dem jeder Spin eine neue Offenbarung verspricht.

Spiel

Riung Mungpulung Meriahkan Hari Jadi Kota Cilegon ke-26.

CILEGON,Mediarepublika.com– Memperingati hari jadi ke-26, Kota Cilegon menggelar Riung Mungpulung di Alun-alun Kota Cilegon, inggu 27 April 2025. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi capaian pembangunan Kota Cilegon.

Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin. “Semoga di usia ke-26 tahun ini, Kota Cilegon senantiasa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menjadi tempat bergantungnya harapan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Robinsar juga menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin terdahulu atas dedikasi dalam membangun Kota Cilegon. “Kami ucapkan terima kasih kepada para pemimpin sebelumnya kami ucapkan apresiasi atas dedikasi bapak ibu semua dalam rangka membangun kota Cilegon saya yakini bapak ibu semua punya niat baik dan kerja keras dedikasi Bapak Ibu Semoga apa yang Bapak Ibu telah lakukan untuk kemajuan kota Cilegon,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Robinsar mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang masih ada, seperti perbaikan jalan, penanganan banjir, pengelolaan sampah, dan penerangan jalan. “Permasalahan di Cilegon masih banyak, Masih banyak jalan yang rusak, masih banyak jalan utama yang gelap, masih banyak titik banjir, masih banyak sampah, maka dengan momentum riung mungpulung ini, saya mengajak kepada seluruh jajaran untuk bersama-sama memperbaiki semua permasalahan ini, tentunya dengan kerja sama yang baik apa yang menjadi harapan bisa kita wujudkan,” tegasnya.

“Kami siap menerima kritik dan saran membangun untuk kemajuan Kota Cilegon. Dengan kekompakan seluruh stakeholder, Insya Allah apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud,” tambah Robinsar.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tb. Iman Ariyadi juga menyampaikan harapannya agar Cilegon terus berbenah. Ia menekankan pentingnya mengambil kelebihan dari kepemimpinan terdahulu dan mengevaluasi kekurangan.

“Mudah mudahan di usia ke 26 Cilegon terus berbenah, Cilegon terus mengevaluasi di Kepemimpinan sebelumnya baik Pa Aat, Saya dan Pa Edi, Pa Edi dan Bu Ati, Pa Helldy dan Pa Sanuji, tentu ada kelebihan, kelebihannya diambil, dipertahankan,  kekurangannya dievaluasi, itu menjadi sebuah kekuatan, jika seluruh kekuatan kepemimpinan itu diambil menjadi satu kekuatan Insya Allah Kota Cilegon bisa menjadi maju berkembang dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

“Dengan kepemimpinan muda saat ini, kami berharap pembangunan bisa lebih enerjik dan akseleratif sesuai harapan rakyat,” sambungnya.

Iman juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan Warnasari untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. “Saya ingin menyampaikan masukan, kebutuhan pembangunan Kota Cilegon dari tahun ke tahun semakin meningkat, akan tetapi pendapatan retribusi pajak daerah dari situ situ saja, oleh karena itu saya mengusulkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ketua DPRD dan anggota DPRD, saya berharap lahan Warnasari secepatnya dibangun dalam rangka memenuhi pembangunan Kota Cilegon agar bisa tercapai kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua pelaksana kegiatan Syafrudin yang juga menjabat Plt Asda III Kota Cilegon menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, semangat untuk memperingati Hari Jadi Kota Cilegon tetap tinggi. “Di tengah efisiensi kita tetap berupaya untuk melaksanakan kegiatan ini, agar seremonial dari Peringatan Hari Jadi Kota Cilegon tetap terlaksana,” katanya.

“Bertambahnya usia Kota Cilegon diharapkan juga bertambah kesejahteraan masyarakatnya,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Cilegon ke-26 meliputi Istighosah, Riung Mungpulung, Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Ziarah ke Makam Tb. Aat Syafaat, serta malam puncak perayaan yang akan dimeriahkan oleh penyanyi Wawes.

(Ibnu/Red).

Langkah Kongkrit Pemkot Tangani Bencana Banjir di Panjang Utara

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar akan memasang Box Culvert sepanjang hampir 300 meter di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang. Hal itu disampaikan Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana Kamis 24 April 2025.

 

“Pembersihan sampah dan lumpur sudah hampir selesai. Selanjutnya Pemkot akan memasang Box Culvert hingga tembok pembatas Pelindo,” jelas Eva Dwiana, Walikota Bandar Lampung.

 

Sejak bencana yang terjadi Senin lalu, Pemerintah Kota Bandar Lampung hadir ditengah masyarakat Kelurahan Panjang Utara, bantuan uang tunai, makanan selama dua hari serta bantuan beras telah disalurkan.

 

“Kami fokus penanganan Bencana, Bunda mengajak PT. Pelindo untuk berkolaborasi menangani bencana banjir,” tambah Eva Dwiana.

 

Eva Dwiana menambahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga akan membangun embung yang bekerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan dan Pemkab Pesawaran.

 

“Pembangunan Embung juga akan dilakukan kedepan,” jelas Eva Dwiana.

 

Salam Nawawi, Warga RT 07 Kelurahan Panjang Utara meminta kepada PT. Pelindo untuk membuka serta memperbesar saluran air yang berdekatan di perkampungan warga.

 

“Dulu tahun 1990 saluran air di dalam komplek Pelindo itu lebarnya 4 meter. Sekarang ini gak sampai setengah meter,” jelas Nawawi sambil menunjukkan dokumen foto.

 

Dirinya menambahkan, warga sempat

meminta bantuan pamong setempat agar Pelindo bisa melakukan pelebaran saluran drainase.

 

“Aliran air di kampung kami menuju Pelindo. Gimana gak banjir kalau disana saluran nya kecil dan ditutup,” tutup Nawawi.

 

Dokumentasi kegiatan bisa di lihat juga di instagram kominfo bandar lampung. (*)

Puluhan Murid TK Negeri Pembina Kalianda Belajar Jadi Petugas Damkar

KALIANDA – Puluhan murid Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina Kalianda menyambangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rabu pagi, 24 April 2025.

Kedatangan murid TK Negeri Pembina Kalianda yang dipimpin langsung Kepala Sekolah Hj. Mashuri, S.Pd, disambut Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah. Mereka datang untuk belajar bagaimana petugas Damkar bekerja.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Kalianda, Hj. Mashuri mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah guna memberikan edukasi kepada anak didiknya tentang tugas dan fungsi petugas pemadam kebakaran.

“Ini memang program tahunan TK Negeri Pembina. Tujuannya untuk mengenalkan tugas-tugas Damkar kepada anak-anak TK,” ujar Hj. Mashuri kepada media ini ditemui di lokasi.

Hj. Mashuri berharap, melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat memahami pekerjaan pemadam kebakaran yang sangat mulia, sekaligus menambah wawasan mereka.

“Kita lihat anak-anak sangat senang sekali. Ini menjadi pengalaman berharga dan tidak terlupakan bagi anak-anak di usia dini,” kata Hj. Mashuri.

Sementara, dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah menjelaskan alat-alat yang digunakan petugas Damkar.

Seperti, alat pelindung diri (APD), alat penjepit ular, nozzle pemadam kebakaran, hingga alat pemadam kebakaran ringan atau APAR.

“Adik-adik nggak boleh main korek api, jangan main peralatan yang ada listriknya, jangan main bakar-bakar, nggak boleh ya,” ujar Rully Fikriansyah.

Selain itu, Rully Fikriansyah juga menyampaikan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh anak-anak selama melakukan kunjungan di Dinas Damkar dan Penyelmatan.

“Nanti kita juga akan melakukan simulasi menggunakan tandu, simulasi memadamkan api, berkeliling kantor bupati menggunakan mobil pemadam, dan mandi hujan buatan,” katanya.

Selama kunjungan berlangsung anak-anak TK Negeri Pembina Kalianda terlihat sangat antusias dan ceria mendengarkan penjelasan dan mengikuti setiap kegiatan yang ada.

Dan bagian yang paling ditunggu anak-anak adalah saat petugas pemadam kebakaran menyiramkan air ke anak-anak menggunakan selang pemadam kebakaran.

Murid-murid yang sebagian menggunakan jas hujan pun kegirangan karena mereka bisa bermain air. Mereka terlihat gembira berkunjung ke kantor Pemadam Kebakaran, terutama ketika bermain air, mandi hujan buatan.

Temu Tokoh dengan Pengurus Pondok Pesantren Darul Ma’arif

Lampung Selatan, – Polres Lampung Selatan mengadakan kegiatan Temu Tokoh dengan pengurus Pondok Pesantren Darul Ma’arif yang berlokasi di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan tokoh agama setempat. Senin, 21 April 2025, pukul 15.15 WIB.
Kegiatan Temu Tokoh ini dihadiri oleh Kapolres AKBP Yusriandi Yusrin, Kasat Binmas Polres Lampung Selatan Kompol Yani Devi Yanti, dan Kapolsek Natar AKP Indik R. Acara ini diselenggarakan dalam rangka mempererat hubungan antara Polres Lampung Selatan dengan tokoh agama di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya di Kecamatan Natar.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam kesempatan tersebut meminta dukungan penuh dari para tokoh agama dan pengurus pondok pesantren untuk bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Beliau menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga keamanan, ketentraman, dan kedamaian masyarakat, khususnya di daerah yang rawan terhadap tindak kriminal.
Kegiatan temu tokoh ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat, serta mencari solusi bersama dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kriminalitas.
Polres Lampung Selatan berharap agar dengan adanya dukungan dari para tokoh agama, khususnya di wilayah Kecamatan Natar, dapat menurunkan angka kriminalitas dan menciptakan situasi yang lebih aman bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan silaturahmi, Polres Lampung Selatan memberikan tali asih berupa sembako kepada santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada tokoh agama yang turut berperan aktif dalam menjaga ketentraman dan keharmonisan di lingkungan masyarakat sekitar.
Kapolres AKBP Yusriandi Yusrin menyampaikan bahwa tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, kerjasama antara Polres Lampung Selatan dan tokoh agama diharapkan dapat memperkuat usaha-usaha preventif dalam mengurangi tindak kriminal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami sangat berharap agar tokoh agama dapat terus bersinergi dengan kepolisian untuk menjaga situasi aman dan damai di Lampung Selatan,” ujar Kapolres Yusriandi.
Selain itu, Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga keharmonisan dan menjaga lingkungan masing-masing. “Dengan kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi keluarga dan anak-anak kita,” tambahnya.
Habib Assa Dullah Asegaf, selaku pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif, menyambut baik kegiatan silaturahmi ini. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan Polres Lampung Selatan dan berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin. Kami siap mendukung penuh upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah ini,” ungkap Habib Assa Dullah Asegaf.