Sat Samapta Polres Pesawaran Gelar Patroli Presisi Dan Pam Rawan Sore, Antisipasi Kerawanan dan Lancarkan Arus Lalu Lintas

Polres Pesawaran, Polda Lampung – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi kerawanan pada jam-jam sibuk sore hari, Personel Samapta Polres Pesawaran melaksanakan patroli presisi di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polres Pesawaran, Selasa (22/7/2025).

Patroli yang dipimpin langsung oleh Aiptu Alex Suryaningrat bersama Brigpol Wawan Andika dan Bripda Ade Anggoro ini dimulai pukul 17.00 WIB, dengan fokus pada pengaturan lalu lintas di kawasan simpang Tugu Coklat yang kerap terjadi kepadatan kendaraan pada sore hari.

Kasat Samapta Polres Pesawaran, Iptu M. Hidayatullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri Presisi yang selalu hadir di tengah masyarakat.

“Sore hari merupakan waktu rawan kepadatan arus lalu lintas karena aktivitas masyarakat meningkat. Oleh karena itu, kami menurunkan personel Samapta untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan, petugas melakukan pengaturan lalu lintas dengan humanis, memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tertib berlalu lintas, dan memantau situasi kamtibmas di sekitar lokasi.

Kegiatan patroli presisi sore hari ini berlangsung aman, lancar, dan situasi wilayah hukum Polres Pesawaran dalam keadaan kondusif.

Iptu M. Hidayatullah menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli pada waktu-waktu rawan untuk memastikan keamanan masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk seperti sore hari,” tegasnya.

Lapas Narkotika Bandar Lampung Jajaki Kerja Sama Pelatihan Kemandirian Warga Binaan dengan BLK

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Ade Kusmanto, melakukan kunjungan kerja ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bandar Lampung, Senin (21/7). Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala BLK, Meini Ilhamudin, bersama jajaran.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjajaki kerja sama pelatihan keterampilan bersertifikat yang dapat diberikan kepada warga binaan, khususnya menjelang masa bebas atau integrasi kembali ke masyarakat.

“Kami berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan nyata dan bersertifikat dari lembaga resmi seperti BLK, agar mereka siap mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ade Kusmanto.

Pihak BLK menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pembinaan yang dijalankan oleh Lapas Narkotika Bandar Lampung. Kepala BLK, Meini Ilhamudin, menyampaikan bahwa BLK Kota Bandar Lampung membuka ruang kerja sama yang luas bagi semua lembaga, termasuk lembaga pemasyarakatan.

“Kami siap bersinergi dalam penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi warga binaan. Ini bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan SDM yang produktif, tak terkecuali mereka yang sedang menjalani pembinaan,” tutur Meini.

Dalam kunjungan tersebut, Kalapas juga mendiskusikan skema program yang memungkinkan untuk diadopsi di dalam lapas.

Dukung Program Jamkeskot, Lapas Narkotika dan Disdukcapil Bandar Lampung Gelar Perekaman KTP-KK bagi Warga Binaan

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan perekaman dan pemutakhiran data kependudukan bagi warga binaan, Senin (21/7).

Kegiatan ini menyasar warga binaan yang berdomisili di wilayah Kota Bandar Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap Program Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot).

Bertempat di Aula Kunjungan Lapas, puluhan warga binaan mengikuti proses perekaman KTP elektronik, pemutakhiran Kartu Keluarga (KK), serta verifikasi dan validasi data kependudukan secara langsung oleh tim teknis dari Disdukcapil Kota Bandar Lampung.

“Pemenuhan hak identitas ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh warga binaan yang berdomisili di Kota Bandar Lampung dapat mengakses layanan publik, terutama jaminan kesehatan dari pemerintah daerah,” ujar Kalapas Narkotika Bandar Lampung,*Ade Kusmanto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya integrasi data dan layanan lintas sektor yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta pemenuhan hak-hak dasar warga binaan secara menyeluruh.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antarinstansi. Negara harus hadir, termasuk di dalam Lapas, untuk memastikan hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi,”lanjut Ade Kusmanto.

Sementara itu, pihak Disdukcapil Kota Bandar Lampung menyatakan bahwa program jemput bola ini menjadi salah satu strategi aktif dalam memperluas cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, terutama bagi kelompok masyarakat yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

Dengan adanya data yang telah diperbarui dan terekam secara resmi, warga binaan yang memenuhi syarat dapat didaftarkan dalam Program Jamkeskot—program unggulan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang menjamin akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif dan Pelayanan Publik BerkualitasPemprov Lampung Tegaskan Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif dan Pelayanan Publik Berkualitas

 

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya  menciptakan iklim investasi yang kondusif serta terus meningkatkan pelayanan publik yang prima, sejalan dengan visi mewujudkan Lampung yang maju dan berdaya saing.

Semangat tersebut disampaikan dalam apel mingguan di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, yang dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, Senin (21/07/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan  Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura mengungkapkan potensi yang dimiliki provinsi Lampung.

“Kita harus bangga, karena Provinsi Lampung adalah tanah yang kaya, penuh peluang, dan memiliki potensi luar biasa, pantai-pantai kita indah. Laut kita luas dan penuh sumber daya. Hasil bumi dan pertanian kita melimpah” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk membangun ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini terbukti dengan realisasi investasi yang mengesankan. Pada Triwulan I Tahun 2025, realisasi investasi di Lampung mencapai Rp3,30 Triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 20,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Mayoritas investasi ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,65 Triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp651 Miliar.

Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor, tetapi juga berhasil menyerap 4.285 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), memberikan dampak positif langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. Provinsi Lampung menargetkan realisasi investasi sebesar Rp10,76 Triliun untuk keseluruhan Tahun 2025.

Komitmen Pemprov Lampung dalam mempermudah investasi dan pelayanan publik juga diwujudkan melalui optimalisasi Sistem Online Single Submission Risk-based Approach (OSS RBA). Sistem ini menjadi tulang punggung dalam memberikan perizinan yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Tak kurang dari 1.790 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) telah terdata dalam sistem ini, melayani berbagai jenis perizinan, mulai dari penerbitan perizinan berbasis risiko (Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, dan Tinggi), Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (UMKU), hingga pengembangan usaha, merger, konsolidasi, dan likuidasi usaha.

“Inilah wajah baru pelayanan publik kita. Bukan sekadar prosedur, tapi solusi. Bukan sekadar administrasi, tapi inovasi,” tegas Gubernur

Keberhasilan Pemprov Lampung dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas tercermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas Pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Non Perizinan. Periode Januari hingga Juni 2025, IKM mencapai 97,67, meraih predikat “Sangat Baik.”

Capaian ini menunjukkan bahwa perizinan dengan sistem OSS-RBA dinilai mudah, cepat, dan tepat, sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

“Predikat ‘Sangat Baik’ ini bukan akhir, melainkan tantangan untuk mempertahankan dan terus meningkatkannya,” ujar Gubernur

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk bekerja lebih cerdas, lebih bersih, dan lebih berdampak.

“Kita adalah penggerak perubahan. Kita bukan hanya administrator, kita adalah arsitek masa depan Lampung, mari kita ciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, transparan dalam pelayanan, akuntabel dalam setiap keputusan, dan profesional dalam setiap langkah.” pungkasnya.

Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen Pemprov Lampung untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Cold Storage That Actually Works: A Practical, No-Nonsense Guide to Hardware Wallets

Whoa. That sinking feeling when you realize your crypto is on an exchange during a headline-making hack — yeah, been there. I’m biased, but custodial wallets make me uneasy. My instinct said early on: hold the keys yourself. That led me down the hardware wallet rabbit hole, and honestly, it’s where most serious users should live if long-term safety is the goal.

Okay, so check this out—cold storage isn’t mystical. It’s a simple principle: keep your private keys offline so attackers can’t reach them. Sounds straightforward, though actually, the details are where people trip up. You can buy a hardware device, tuck it in a drawer, and call it a day, but that complacency is exactly what creates disaster scenarios. I’m going to walk through the practical parts: choosing a device, setting it up, threat models, best practices, and a few real-world gotchas I’ve learned the hard way.

Short version? Hardware wallets are the best balance between usability and security for most people who want to custody their own coins. Long version: read on — there are trade-offs, hacks, and decisions that matter.

A hardware wallet on a kitchen table next to a notebook with seed words — personal setup scene

Why hardware wallets, and why cold storage matters

Seriously? There’s still debate. On one hand, hot wallets (mobile, desktop) are convenient for daily spending. On the other hand, if you plan to hold value long-term, online exposure increases risk. Cold storage, typically via a hardware wallet, keeps your private keys isolated from internet-facing devices. No matter how many times headlines run about exchange breaches, hardware wallets consistently reduce your attack surface.

Initially I thought a single phrase written on paper was enough. Then my apartment flooded (true story) and that paper seed was ruined. Actually, wait—let me rephrase that: single backups are fragile. You need redundancy and a plan for recovery that considers fire, theft, and human forgetfulness. Also — and this bugs me — people treat seed phrases like a checklist item and then ignore long-term storage hygiene.

Picking the right hardware wallet

There are a few reputable manufacturers and a few cautionary tales. The decision tree tends to be: do you want broad coin support? Do you want open-source firmware? How much are you willing to pay? Do you trust using an integrated smartphone app? For many, a trustworthy, widely-reviewed device is the sweet spot.

One practical step: always buy from an official channel or authorized reseller. Tampered packaging can be a real risk if you buy from sketchy marketplaces. If you want a reliable source to read about a well-known option, check my notes on ledger wallet — I’ve used their devices in multiple setups and they perform well when paired with careful operational habits.

There are other options too: open-source projects and multisig hardware combinations. Multisig raises the bar for attackers (they need multiple keys) but also increases complexity for you. If you’re not comfortable with complexity, single-device setups are fine for mid-size holdings, but for large amounts, consider a multisig strategy.

Basic setup checklist (practical, not theoretical)

First: set up in a private, offline-friendly environment. Do not enter your seed phrase into a phone or laptop not designated for setup. Read the instructions slowly. Really.

Second: write the seed phrase on a material built to survive the elements — laminate, metal plate, or specialized steel backup. Paper is okay if you have many backups stored separately, but paper fails in many realistic scenarios.

Third: firmware. Update the device firmware only through official channels, and verify signatures if the vendor provides them. Updates can patch vulnerabilities, but they also require trust in the update mechanism. Balance timeliness with verified sources.

Fourth: PINs and passphrases. Use a PIN on the device; add a passphrase (25th word) if you understand the trade-offs. Passphrases add plausible deniability and a second layer of protection, but they also introduce a single point of forgetfulness. I’m not 100% sure everyone needs a passphrase — it’s powerful, but treat it carefully.

Threat models — who exactly are you defending against?

On one hand, casual malware and phishing. On the other hand, targeted attackers like SIM swapters, social engineers, and even rogue insiders. Your setup should reflect what you fear most. If you worry about being targeted, multiple backups, geographic separation, and multisig are sensible. If it’s mostly opportunistic threats, a single well-secured hardware wallet and strong operational hygiene usually suffice.

Something felt off about the ‘backup seed in a safety deposit box’ advice for me, so I diversified: part physical (stainless plates in two locations), part digital—no, not storing the seed on a cloud—but a cryptographically split backup scheme for critical holdings. That might be overkill for many, but it’s a pattern I’ve adopted for a few high-value wallets.

Common mistakes and how to avoid them

1) Buying from third-party sellers without verifying seals. Risk: tampering. Fix: buy direct or from trusted resellers.

2) Recording seed phrases into an online file “just for convenience.” Risk: cloud compromise. Fix: go analog or use air-gapped signing and verified backups.

3) Single backup stored in a predictable place. Risk: single point of failure. Fix: multiple geographically separated backups, ideally in different threat jurisdictions.

4) Ignoring firmware updates. Risk: known vulnerabilities. Fix: monitor vendor advisories and apply verified updates.

5) Overcomplicating with passphrases that you can’t reliably recall. Risk: permanent loss of funds. Fix: practice recovery before you need it; consider professional custody alternatives for very large sums.

Advanced tips for long-term holders

Use multisig for significant balances — having N-of-M signers spread across different hardware and locations dramatically reduces single-point compromise risk. Test recovery at least once: restore a backup to a secondary device and send a tiny transaction. That practice reveals mistakes without existential risk.

Consider what I call “operational friction budgeting.” You want security without so much friction that you avoid doing necessary maintenance. For example, a multisig setup on three hardware wallets in different locations is secure but requires maintaining three devices and coordinating firmware updates. If that sounds like a pain, scale back but be strict about the single-device hygiene.

(oh, and by the way…) Document your recovery plan for a trusted person in a sealed envelope or via an encrypted dead-man’s switch. Not the seed, but the process: where backups live, which contacts to call, who holds what portion if you opt for split backups. People forget to plan for incapacity more than theft.

FAQ

What’s the difference between a hardware wallet and cold storage?

Hardware wallets are a common form of cold storage — devices that store private keys offline. Cold storage broadly means any offline method (paper, metal backups, air-gapped devices). Hardware wallets add usability and transaction signing while maintaining offline key storage.

Can a hardware wallet be hacked?

In theory, yes. In practice, remote compromise is very hard because the private keys never leave the device. Physical tampering and supply-chain attacks are real risks, which is why sourcing and verification matter. Firmware vulnerabilities have been found historically, which is why prompt, verified updates are important.

Is multisig worth it for my holdings?

For small amounts, multisig may be overkill. For large holdings, it’s recommended. Multisig reduces single points of failure but increases operational complexity — plan, document, and test your recovery.

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Senin (22/7/2025), di Aula Rajabasa, Kantor Bupati. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2025 ini menjadi ajang strategis dalam pembinaan dan seleksi qari-qariah lokal.

Sebanyak 218 peserta dari 17 kecamatan mengikuti STQ yang dipusatkan di tiga lokasi lomba utama, yakni GOR Way Handak, Aula Kementerian Agama, dan MAN 1 Lampung Selatan. Para peserta difasilitasi akomodasi, penginapan di Wisma Atlet, Negeri Baru Resort, dan GOR Way Handak, serta konsumsi dan sarana pendukung lainnya oleh panitia.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi menekankan pentingnya STQ bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan qari-qariah asli daerah agar Lampung Selatan memiliki kemandirian dalam sumber daya manusia (SDM) keagamaan.

Ia juga menyoroti fenomena “bon-bonan” (mengundang peserta dari luar daerah) yang masih terjadi, sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan lebih baik ke depan.

“Saya ambil sisi positifnya saja. Ini pelajaran bagi kita agar ke depan Lampung Selatan punya qari-qariah sendiri yang siap bersaing,” kata Bupati Egi.

Ia pun mengajak peserta berkompetisi dengan semangat positif dan menjadikan tilawah sebagai ibadah, bukan semata kompetisi.

“Hidup ini bukan hanya soal menang kalah. Saya yakin para peserta akan membawa pulang bukan cuma piala, tapi juga pengalaman spiritual yang bermakna,” ujar Egi.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Provinsi Lampung, Erwinto, menyatakan dukungan penuh kepada Lampung Selatan. Menurutnya, Lampung Selatan menunjukkan komitmen tinggi dalam pembinaan qari-qariah lokal dan bersiap bersaing di tingkat nasional.

“Lima tahun terakhir kita mulai membangun kembali dari dasar. Harapannya, anak-anak Lampung Selatan bisa berprestasi di ajang nasional,” kata Erwinto.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah, menambahkan bahwa STQ menjadi wadah syiar Islam agar masyarakat semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.

“STQ menjadi ajang seleksi untuk menghadapi MTQ ke-52, sekaligus sebagai momen mempererat silaturahmi antar peserta serta masyarakat,” kata Firmansyah.

Dengan pelaksanaan yang matang, diharapkan STQ ini menjadi momentum lahirnya qari-qariah berprestasi dari Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menanam benih jagung

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menanam benih jagung perdana di Desa Margacatur, Kalianda, Senin (21/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional yang melibatkan kelompok tani dan didukung Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan.

Penanaman dilakukan di lahan seluas 5 hektare oleh Kelompok Tani Maju, menggunakan 75 kilogram benih jagung varietas NKSUMO, hasil bantuan CSR dari PT Syngenta Indonesia.

Bupati Radityo mengapresiasi langkah Kejari Lampung Selatan yang menggagas program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberi pendampingan hukum kepada petani.

“Ini bukti nyata sinergi dalam membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Lampung Selatan,” ujar Radityo.

Kajari Lampung Selatan, Afni Carolina, menegaskan bahwa program ini erat kaitannya dengan stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan kelompok tani, untuk bersama memperkuat ekonomi desa.

Senada, Kajati Lampung, Danang Suryo Wibowo, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan oleh aparat kejaksaan. Ia bahkan meminta jajarannya membuat grup WhatsApp bersama petani guna menjamin komunikasi dan pembinaan langsung.

“Kalau petani sudah dibantu banyak pihak tapi belum sejahtera, artinya ada yang salah. Kita harus pastikan pendampingan itu nyata di lapangan,” tegas Danang.

Ia juga menyebutkan bahwa Bulog, TNI, dan instansi terkait lainnya akan dilibatkan dalam distribusi hasil panen demi memperkuat rantai pasok pangan daerah.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Lampung Selatan beserta Asisten Ekobang, Kepala Dinas TPHBUN, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas PMD, Camat Kalianda, serta para undangan lainnya.

Langkah awal ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Lampung Selatan

Tradisi tahunan Bersih Desa di Desa Sidomukti, Kecamatan Tanjung Sari, berlangsung penuh khidmat pada Senin malam (21/7).

gambar

Tradisi tahunan Bersih Desa di Desa Sidomukti, Kecamatan Tanjung Sari, berlangsung penuh khidmat pada Senin malam (21/7).

Acara adat yang sarat makna ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mewakili Bupati Radityo Egi Pratama.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menegaskan bahwa Bersih Desa bukan sekadar seremoni budaya, melainkan wujud nyata rasa syukur kepada Allah SWT, penghormatan terhadap leluhur, sekaligus perekat nilai kebersamaan masyarakat.

“Ini adalah warisan luhur yang harus kita jaga bersama,” ujar Wabup Syaiful di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Ia juga mengingatkan pentingnya melestarikan tradisi di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui kegiatan seperti gotong royong, doa bersama, dan kenduri, masyarakat diharapkan tetap menjaga solidaritas dan mempererat silaturahmi.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kata Wabup, mendukung penuh pelestarian tradisi sebagai bagian dari pembangunan berbasis budaya dan identitas lokal. Bahkan, ia berharap Bersih Desa di Sidomukti menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, kedamaian, dan memupuk persatuan warga. Dari desa yang kuat dan bersatu, kita bangun Lampung Selatan yang maju,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, kenduri, wayang kulit, serta ramah tamah yang memperlihatkan eratnya tali persaudaraan warga Desa Sidomukti.

Kapolda Lampung Hadiri Peluncuran Koperasi Merah Putih dan Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78

Lampung – Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri kegiatan peluncuran Kelembagaan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih sekaligus peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tahun 2025 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui live streaming dari Istana Negara dan diikuti oleh seluruh elemen koperasi di tingkat nasional hingga desa dan kelurahan.

Acara tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam peluncurannya, Presiden menekankan pentingnya koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menyerukan agar koperasi dijadikan rumah besar yang mampu menampung dan memperkuat potensi usaha lokal.

“Momentum Hari Koperasi Nasional ini harus menjadi kebangkitan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Mari kita manfaatkan koperasi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dari desa,” ujar Presiden dalam sambutannya yang disiarkan secara nasional.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika turut menyatakan dukungannya terhadap penguatan koperasi sebagai basis pembangunan ekonomi di tingkat akar. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung iklim usaha koperasi yang sehat, aman, dan berkeadilan.

Setelah pembukaan dan sambutan Presiden, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung koperasi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang meninjau langsung aktivitas dan fasilitas koperasi di wilayahnya didampingi Kapolda Lampung, Bupati Lampung Selarandan jajaran Forkopimda.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur memberikan arahan dan apresiasi terhadap pengelola koperasi yang dinilai inovatif dan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat baru dalam membangun ekonomi nasional berbasis koperasi, memperkuat peran desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, serta mempererat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Puslitbang Polri Melaksanakan supervisi dan Penelitian untuk Tingkatkan Penerapan E-MP di Polda Lampung

Lampung – Puslitbang Polri menggelar kegiatan Supervisi dan Penelitian di Polda Lampung dengan tema “Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (E-MP) Dalam Rangka Upaya Penegakan Hukum dan Pengkajian tentang Peran Polri dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan.”

Kegiatan ini dibuka oleh Karo SDM Polda Lampung, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H. Latar belakang kegiatan ini adalah karena E-MP adalah aplikasi berbasis website yang digunakan oleh Penyidik atau Penyidik Pembantu dalam sistem manajemen penyidikan, sebagai sarana pengendalian/pengawasan dan basis data perkara pidana. Selain itu, RPJMN Tahun 2025-2029 menekankan pendekatan hukum single prosecution system atau sistem penuntutan tunggal.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendesain strategi pemberdayaan SDM Polri dan mitigasi kemampuan SDM fungsi Reskrim dalam penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP). Manfaatnya adalah diperoleh kebijakan strategi pemberdayaan SDM Polri yang mengawaki Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) dalam upaya penegakan hukum.

Kegiatan Supervisi Puslitbang Polri ini terdiri dari 2 tim, tim 1 diketuai oleh KBP Indra Krismayadi, S.I.K., beserta satu anggota an. Briptu Rico Yaldi dan Tim 2 dipimpin oleh KBP A.Widihandoko, S.H.,MH. beserta 3 oranga anggota diantaranya adalah Dini Dwi Kusumaningrum, S.Sos, MS, Pembina Tk.I Budi Triyanto S.sos dan Briptu Mellinia Fitrika.