Gardu Induk Sidomulyo Siap Serap Investasi pada Sektor Industri di Lampung Selatan

Bandar Lampung, 29 September 2022

Beroperasinya Gardu Induk (GI) Sidomulyo memberi sinyal bahwa PT PLN (Persero) telah siap menyerap investasi pada sektor industri di Lampung Selatan. Gardu Induk berkapasitas 60 MVA, berlokasi di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan itu berhasil dioperasikan pada hari Selasa, 27 September 2022.

General Manager PLN UID (Unit Induk Distribusi) Lampung, I Gede Agung Sindu Putra mengatakan, hadirnya Gardu Induk Sidomulyo berpotensi membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku bisnis dan industri untuk berinvestasi pada sektor industri di Kabupaten Lampung Selatan.

Ditambahkannya, dengan hadirnya GI Sidomulyo memperkuat subsistem kelistrikan di Lampung, sehingga berdampak positif pada keandalan jaringan termasuk pada perbaikan kualitas tegangan pelayanan disisi pelanggan.

Berdasarkan data, tiga puluh persen dari kapasitas GI Sidomulyo diproyeksikan menjadi penopang energi listrik bagi industri yang berada disekitar kawasan industri terdekat seperti industri peleburan baja dan industri lainnya.

Menurutnya, pada industri peleburan baja, diproyeksikan menyerap energi listrik sebanyak 4 juta KWH dari GI Sidomulyo setiap bulannya, tentunya ini akan berdampak positif bagi perekonomian.

Selain itu, energi listrik yang didistribusikan dari GI Sidomulyo akan menjadi penopang untuk kawasan bisnis, kawasan wisata dan permukiman rakyat.

“Kedepan, keberadaan Gardu Induk Sidomulyo akan memacu pertumbuhan ekonomi yakni dengan tumbuhnya peluang-peluang baru yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah di wilayah tersebut,” ujarnya.

Rasakan Hematnya Pakai Mobil Listrik, Fitra Eri: Isi Daya Rp 70 Ribu Bisa Tempuh Jarak 300 Km

Jakarta, 19 Juli 2022 – Penggiat otomotif nasional Fitra Eri Purwotomo mengaku dukungan PT PLN (Persero) untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik sudah dirasakan manfaatnya oleh konsumen.

Bagi Fitra Eri, dua tahun menggunakan mobil listrik menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Menurutnya, pengendara mobil listrik dihadapkan sensasi berbeda dibandingkan dengan menggunakan mobil berbahan bakar minyak (BBM).

“Mobilnya tanpa suara, tanpa getaran, tenaga instan dan dari sisi rupiah konsumsi energinya lebih rendah dari mobil konvensional. Dua tahun saya menggunakan mobil listrik menjadi pengalaman yang menyenangkan,” katanya di sela peresmikan pengoperasian dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Pusat BNI, Gedung Graha BNI dan Menara BNI Pejompongan, Selasa, 19 Juli.

Saat awal menggunakan mobil listrik, Fitra Eri sempat khawatir akan kehabisan daya di tengah jalan. Akan tetapi, lanjutnya, kehadiran SPKLU membantu konsumen untuk mengatasi kebutuhan energi untuk mobil listrik.

Fitra Eri pun mengapresiasi PLN atas dukungannya untuk memudahkan pengisian daya. “Sekarang yang dinanti-nanti tidak hanya kebijakan pemerintahnya terkait pengembangan kendaraan listrik. Kita senang juga, BUMN sudah mendukungnya. Salah satunya, PLN yang memudahkan pengisian daya melalui SPKLU,” ujarnya.

Tidak hanya pengalaman mengisi daya di SPKLU, Fitra Eri juga mengapresiasi langkah sigap PLN dalam mendukung konsumen dalam instalasi home charging.

Fitra Eri mengaku, respons cepat PLN sangat membantu permohonan penyambungan baru daya 7.700 VA terpisah untuk mengisi daya mobil listriknya.

“Sampai rumah tinggal colok, besok paginya penuh. Benar-benar terukur dan terkontrol kalau kita memiliki home charging dari PLN,” ujar Fitra Eri.

Selain lebih hijau, Fitra Eri juga mengungkapkan bahwa mobil listrik lebih hemat energi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Fitra Eri mengungkapkan, untuk 1 kilowatt hour (kWh) bisa menjalankan mobil listrik sejauh tujuh kilometer, sementara dengan kapasitas penuh mobil listrik sebesar 45 kWh, kendaraan bisa listrik melaju hingga 300 km.

“Dengan isi penuh mobil listrik 45 kWh, itu kira-kira Rp 70 ribu kita bisa menempuh 300 km. Sangat hemat kan?” ujarnya.

Terlepas dari sensasi memiliki mobil listrik, Fitra Eri juga bersyukur menjadi bagian untuk mendukung transisi energi. Hal itu disadarinya setelah mengetahui konsumsi energi dan dampak emisi karbon yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan berbasis BBM.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, satu liter bensin memiliki berat emisi sebesar 2,4 kg/CO2, sementara 1 KWh yang berasal dari PLTU emisinya 1 kg/CO2.

“Pengurangannya 50 persen. Kalau dulu emisinya itu ada di jalan-jalan. Kalau sekarang, emisinya cuma berasal dari pembangkit. Dan jangan lupa, bahwa PLN juga memiliki pembangkit berbasis EBT, sehingga ke depan, emisinya juga 0,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dengan beralih ke kendaraan listrik, masyarakat juga bisa berhemat dalam pembelian bahan bakar. “1 liter bensin itu setara 1,2 kWh listrik. Dengan harga listrik per kWh Rp 1.444 atau dibulatkan Rp 1.500 itu berarti 1,2 kWh listrik harganya Rp 1.700. Sementara harga seliter bensin Rp 14.000, bahkan paling mahal ada yang tembus Rp 21.000 per liter. Jadi kalau pindah ke mobil listrik biaya bahan bakar tinggal seperenamnya,” papar dia.

Darmawan memastikan, PLN terus berkomitmen untuk mengambil peran dalam mewujudkan akselerasi penyediaan infrastruktur pengisian ulang kendaraan listrik. Hingga Juni 2022, tercatat lebih dari 139 unit SPKLU sudah tersedia pada 110 lokasi di 48 kota di Indonesia. Adapun rencana penambahan sampai akhir tahun 2022 adalah sejumlah 110 unit dengan ekosistem yang terbentang membentuk peta jalan nasional di seluruh Indonesia. PLN juga menargetkan bakal mengoperasikan 4.900 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga akhir 2022.

“Kami siap mendukung berkembangnya kendaraan listrik, baik dari fasilitas penunjang maupun juga pertumbuhan jumlah kendaraan listrik. PLN siap untuk membangun kerja sama dengan semua pihak,” terang Darmawan.

Selain menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik, PLN juga memberikan promo berupa insentif bagi para pemilik kendaraan listrik, yaitu diskon tarif untuk sebesar 30 persen bagi pemilik kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya pada pukul 22.00 s.d. 05.00, serta diskon tambah daya dan pemasangan home charging station secara gratis.

Terkini, PLN menghadirkan promo harga spesial biaya pasang baru untuk pemilik kendaraan listrik baru selama periode bulan Maret 2022 sampai dengan 31 Desember 2023 melalui Promo Super Everyday.

“Melalui promo ini, pelanggan yang memiliki kendaraan listrik dan home charging akan mendapat harga spesial sebesar Rp 850 ribu untuk biaya penyambungan baru daya 7.700 VA (1 fasa), atau untuk penyambungan daya 13.200 VA (3 fasa) hanya membayar sebesar Rp 3,5 juta,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut Darmawan, PLN juga sudah membangun fitur Electric Vehicle pada aplikasi PLN Mobile guna memudahkan pengguna kendaraan listrik. Melalui fitur tersebut, pengguna kendaraan listrik sangat mudah untuk mengetahui lokasi SPKLU dan SPBKLU terdekat, serta petunjuk arah menuju lokasi.

“Ini semua menjadi bukti keseriusan PLN dalam mendukung perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air, baik kendaraan listrik roda dua, tiga, empat, dan bus,” kata Darmawan.

Light Up The Dream, Wujudkan Mimpi Warga Kurang Mampu Miliki Listrik Secara Gratis

Bandar Lampung, 22 April 2022
Bulan September 2021 menjadi tonggak awal dimulainya Light Up The Dream di PLN UP3 Tanjung Karang. Kegiatan yang awalnya hanya sebagai kegiatan sosial biasa dengan membagikan sembako ke warga kurang mampu yang dinamakan Jumat Berbagi. Dalam perkembangannya, sejumlah Pegawai PLN UP3 Tanjung Karang memprakarsai Jumat Berbagi itu menjadi Light Up The Dream, dengan tujuan membantu masyarakat kurang mampu yang rumahnya belum berlistrik menjadi berlistrik.
“Masih ada warga disekitar yang kondisi ekonominya layak kami bantu dan kesulitan mempunyai listrik secara resmi dirumahnya, melalui Light Up The Dream ini kami dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki listrik, ujar Zamzami selaku Manager PLN UP3 Tanjung Karang.
Zamzami mengatakan bahwa dana Light Up The Dream ini berasal dari sebagian penghasilan pegawai  PLN UP3 Tanjung Karang yang  disisihkan dan dikoordinir secara sukarela. Dia menambahkan bahwa Light Up The Dream itu dilaksanakan di seluruh wilayah kerja PLN UP3 Tanjung Karang.
“Pemrakarsa Light Up The Dream adalah Pegawai PLN UP3 Tanjung Karang dan dana yang dikumpulkan pun dari para Pegawai PLN, kemudian tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum berlistrik agar menjadi berlistrik,” ujar Zamzami selaku Manager PLN UP3 Tanjung Karang.
“Dalam perjalanannya, melalui kegiatan Light Up The Dream ini sebanyak 48 rumah warga kurang mampu dan belum berlistrik, telah kami pasangkan listrik dirumahnya secara gratis,” ungkapnya.
Sementara, Rebo, warga dari Desa Negeri Ulangan Jaya, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran mengungkapkan kebahagiannya. Dia sangat senang dan berterimakasih karena dengan Light Up The Dream, kini  listrik di rumahnya sudah tersambung secara gratis sehingga Dia beserta keluarganya dapat menikmati nyamannya menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang sama diungkapkan oleh Oktaviana, warga Desa Tegal Lega, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Dia sangat bersyukur karena telah menerima bantuan listrik gratis dirumahnya melalui Light Up The Dream.
“Alhamdulillah, kami telah menerima bantuan listrik gratis. Sekarang rumah kami sudah terang,” ucapnya
Senada dengan Selamet, warga Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung, Dia mengungkapkan kebahagiannya atas diberikannya bantuan pemasangan listrik gratis dari kegiatan Light Up The Dream tersebut.
“Semoga PLN tambah jaya, terima kasih atas bantuan pemasangan listrik gratisnya, saya sangat senang,” pungkas Selamet.

Light Up The Dream, Wujudkan Mimpi Warga Kurang Mampu Miliki Listrik Secara Gratis

Mediarepublika.com – Bulan September 2021 menjadi tonggak awal dimulainya Light Up The Dream di PLN UP3 Tanjung Karang. Kegiatan yang awalnya hanya sebagai kegiatan sosial biasa dengan membagikan sembako ke warga kurang mampu yang dinamakan Jumat Berbagi. Dalam perkembangannya, sejumlah Pegawai PLN UP3 Tanjung Karang memprakarsai Jumat Berbagi itu menjadi Light Up The Dream, dengan tujuan membantu masyarakat kurang mampu yang rumahnya belum berlistrik menjadi berlistrik.

 

“Masih ada warga disekitar yang kondisi ekonominya layak kami bantu dan kesulitan mempunyai listrik secara resmi dirumahnya, melalui Light Up The Dream ini kami dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki listrik, ujar Zamzami selaku Manager PLN UP3 Tanjung Karang.

 

Zamzami mengatakan bahwa dana Light Up The Dream ini berasal dari sebagian penghasilan pegawai PLN UP3 Tanjung Karang yang disisihkan dan dikoordinir secara sukarela. Dia menambahkan bahwa Light Up The Dream itu dilaksanakan di seluruh wilayah kerja PLN UP3 Tanjung Karang.

 

“Pemrakarsa Light Up The Dream adalah Pegawai PLN UP3 Tanjung Karang dan dana yang dikumpulkan pun dari para Pegawai PLN, kemudian tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum berlistrik agar menjadi berlistrik,” ujar Zamzami selaku Manager PLN UP3 Tanjung Karang.

 

“Dalam perjalanannya, melalui kegiatan Light Up The Dream ini sebanyak 48 rumah warga kurang mampu dan belum berlistrik, telah kami pasangkan listrik dirumahnya secara gratis,” ungkapnya.

 

Sementara, Rebo, warga dari Desa Negeri Ulangan Jaya, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran mengungkapkan kebahagiannya. Dia sangat senang dan berterimakasih karena dengan Light Up The Dream, kini listrik di rumahnya sudah tersambung secara gratis sehingga Dia beserta keluarganya dapat menikmati nyamannya menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Oktaviana, warga Desa Tegal Lega, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Dia sangat bersyukur karena telah menerima bantuan listrik gratis dirumahnya melalui Light Up The Dream.

 

“Alhamdulillah, kami telah menerima bantuan listrik gratis. Sekarang rumah kami sudah terang,” ucapnya

 

Senada dengan Selamet, warga Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung, Dia mengungkapkan kebahagiannya atas diberikannya bantuan pemasangan listrik gratis dari kegiatan Light Up The Dream tersebut.

 

“Semoga PLN tambah jaya, terima kasih atas bantuan pemasangan listrik gratisnya, saya sangat senang,” pungkas Selamet.

PLN menyiagakan 11.881 personil untuk amankan pasokan listrik saat Natal dan Tahun Baru 2022

Mediarepublika.com – Lampung, 10 Desember 2021 – PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan Kalimantan melaksanakan Gelar Personil dan Peralatan Siaga Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di PLTU Tarahan Lampung, Jumat (10/12). Langkah ini dilakukan PLN dalam menyambut persiapan Natal dan Tahun Baru 2022.

 

Direktur Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Adi Lumakso menjelaskan beban puncak maksimal di Pulau Sumatera diprediksi sebesar 6.362 megawatt (MW) pada Natal dan malam pergantian tahun nanti. Saat ini, cadangan daya di Sumatera dalam kondisi aman sebesar 10,9 persen.

 

Adi juga menjelaskan, kondisi kelistrikan isolated di sistem Nias, Batam, Bintan, Bangka dan Belitung diprediksi aman dan diharapkan dapat menopang beban puncak saat periode siaga.

 

“Terdapat 16,6 juta pelanggan di Pulau Sumatera ini yang harus kita jaga kehandalannya agar masyarakat dapat menikmati listrik secara kontinyu ketika merayakan Natal dan Tahun Baru nanti,” ungkap Adi.

 

Di Sumatera, melalui 7 Unit Induk Wilayah dan Distribusi, PT PLN (Persero) telah menyiagakan 11.881 personil dari pegawai dan pelayanan teknik yang tersebar di 1.031 posko terbagi ke dalam 10 Provinsi.

 

Selain itu, dari sisi penyaluran melalui UIP3BS menyiagakan sebanyak 1.111 petugas ground patrol, 688 pegawai di 47 posko yang tersebar pada 9 Unit Pengatur Transmisi (UPT) di seluruh Sumatera.

 

Menurut Adi Lumakso, dalam mendukung pelayanan kelistrikan di Sumatera agar tetap prima, pihaknya juga telah mempersiapkan personil-personil terbaiknya yang tergabung dalam Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Tegangan Tinggi dan Tegangan Menengah. Tim ini bekerja melakukan pengamanan dalam jaringan listrik yang tanpa pemadaman, sehingga dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi.

 

“Kami harapkan seluruh kegiatan pemeliharaan yang bersifat kurang _urgent,_ sekarang kita sudah memiliki Tim PDKB yang bekerja melakukan pelayanan tanpa pemadaman, untuk itu kita harus dapat mengoptimalkan peran Tim PDKB,” pungkas Adi Lumakso.

 

*Narahubung*

Agung Murdifi

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN

Tlp. 021 7261122

Facs. 021 7227059

 

Darma Saputra

Asisten Manajer Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UID Lampung

Hp. 08117221233

 

*Sekilas Tentang PLN*

_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore._

PLN Dorong Peningkatan Konsumsi Listrik Menuju Era Energi Bersih

Mediarepublika.com – Jakarta, 15 Juli 2021 – PLN menyadari pentingnya transisi menuju energi bersih untuk memastikan masa depan yang lebih baik dari pada yang ada pada generasi sekarang di tengah ancaman perubahan iklim yang terjadi.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama PLN menyebutkan bahwa dari berbagai diskusi, banyak pihak tampaknya hanya fokus pada aspek suplai. Padahal, untuk pengembangan EBT di Indonesia, perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti keselarasan _supply and demand_ , potensi energi setempat, keekonomian, keandalan, ketahanan energi nasional dan keberlanjutannya.

“Mari kita bicara mengenai suplai dan demand listrik secara lebih seimbang sehingga pengembangan suplai bisa dibeli oleh demand yang sesuai. Bagaimana kita mendorong agar kompor induksi dan mobil listrik meningkatkan konsumsi listrik,” ujar Zulkifli dalam Investor Daily Summit 2021.

Zulkifli pun menjelaskan bahwa saat ini ukuran dari sektor kelistrikan adalah sebesar 300 Terra Watthour (TWh) dengan kapasitas pembangkit terpasang sebesar 63 Giga Watt (GW). Di dalamnya masih terdapat pembangkit berbahan bakar fosil sebesar 21 GW yang merupakan bagian Proyek 35 GW yang akan beroperasi sampai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik _(Power Purchase Agreement_/PPA)_ berakhir.

Dengan asumsi pertumbuhan konsumsi listrik 4,6 persen itu, maka kebutuhan kelistrikan pada 2060 sebesar 1.800 TWh. Dari sisi pasokan, akan ada penambahan kapasitas pada 2060 sebesar 1.500 TWh atau lima kali lipat dari kapasitas listrik di tahun ini. Melihat kondisi tersebut, direncanakan penambahan kapasitas pembangkit untuk menutup gap kebutuhan dan pasokan listrik akan didominasi dengan EBT.

Merespons isu perubahan iklim, lanjut Zulkifli, PLN juga telah menetapkan komitmen untuk mencapai karbon netral pada 2060. Caranya, melalui skema transisi menuju EBT dan pergeseran dari energi berbasis impor menuju energi berbasis domestik.

Pihaknya pun mengaku telah menyiapkan peta jalan untuk melakukan pensiun bertahap bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimiliki. “Kami menyiapkan peta jalan _retirement_ (pensiun) PLTU batu bara untuk mencapai karbon netral pada 2060. Tahapan monetisasi PLTU batu bara sebesar 50,1 GW hingga 2056 akan dilaksanakan dan menggantinya dengan EBT secara bertahap” papar Zulkifli.

Untuk pembangunan pembangkit EBT, PLN akan melakukannya dengan cermat. Apabila di suatu daerah, suplai listriknya sudah melebihi kapasitas, maka pembangkit EBT sebaiknya tidak dibangun. Untuk itu, Zulkifili mengingatkan ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan EBT ke depan.

“Pertama, keselarasan _supply_ dan _demand_ . Kedua, _affordability_ (keterjangkauan) dan berikutnya sudah barang tentu _environmental_ (aspek lingkungan)” ujarnya.

Lebih jauh, Zulkifli mengaku ke depan akan fokus untuk melakukan pengembangan EBT di desa dan Kawasan Indonesia Timur.

“Pada sistem kelistrikan dengan _reserve margin_ besar perlu mempertimbangkan harmonisasi _supply demand_ . Sementara pada kawasan Indonesia Timur kami komit membangun pembangkit EBT untuk pembangkit baru. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang ada pun akan dikonversi ke EBT. Potensinya ada 2.130 lokasi yang akan kami konversi dari PLTD ke EBT. Tahap pertama ada 200 MW dari PLTD akan dikonversi ke EBT,” ujarnya.

Selain itu, PLN juga memiliki program Green Booster melalui Cofiring yaitu melalui substitusi sebagian batubara dengan biomasa dari tanaman energy maupun pellet sampah. Inovasi ini akan dilakukan di 53 PLTU eksisting PLN. Langkah ini tidak hanya meningkatkan bauran EBT, namun juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah dan menggerakan roda ekonomi daerah.

Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mewakili Arifin Tasrif, Menteri Energi Sumber Daya Mineral dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan peta pengembangan EBT. Saat ini, menurutnya, total potensi pengembangan EBT di Indonesia mencapai 417,8 GW. Sementara yang sudah dimanfaatkan totalnya baru mencapai sekitar 2,5 persen atau setara 10,4 GW.

Untuk menuju energi bersih, menurutnya pemerintah telah menyiapkan berbagai aturan pendukung berupa Peraturan Menteri hingga menunggu Rancangan Undang-Undang EBT yang menjadi inisiatif dari Dewan perwakilan Rakyat.

Selain itu, ada pula beragam insentif, seperti tax allowance hingga tax holiday. Dari sisi pembiayaan, menurut Dadan, makin banyak penawaran skema pembiayaan yang makin menarik untuk pemanfaatan energi bersih khususnya EBT.

Dirinya meyakini, jika seluruh upaya dilakukan bersama-sama maka target _net zero emission_ akan tercapai. “Kita Insya Allah, akan masuk ke net zero emission di sekitar 2060, ” pungkasnya.

 

Pastikan Suplai Listrik Aman, GM PLN UID Lampung Kunjungi Industri Oksigen

Mediarepublika.com – Bandar Lampung (12/07)

PT PLN (Persero) mendukung penuh aktivitas produksi oksigen yang kian meningkat sejak diputuskannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa Bali dan 15 kota/kabupaten diluar Jawa Bali. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota/kabupaten yang masuk kategori PPKM Darurat di luar Jawa Bali dan diterapkan pada senin (12/07) ini.

Menyikapi hal itu dan sejalan dengan lonjakan permintaan kebutuhan oksigen terutama untuk seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Provinsi Lampung, General Manager PT PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra melakukan kunjungan dinas ke industri oksigen PT Aneka Gas Industri Tbk Cabang Natar Kabupaten Lampung Selatan dan Cabang Campang Raya Kota Bandar Lampung.

“Hari ini, kami ingin memastikan kondisi kelistrikan yang menyuplai industri oksigen di Lampung dalam keadaan baik, sehingga aktivitas produksi oksigen dapat berjalan lancar,” ucap I Gede Agung Sindu Putra, General Manager PT PLN UID Lampung.

Dalam kunjungannya itu, I Gede Agung Sindu Putra yang didampingi oleh Manager PLN UP3 Tanjung Karang, Zamzami, mengatakan bahwa kunjungannya itu merupakan bentuk pelayanan dan dukungan penuh PLN kepada PT Aneka Gas Industri Tbk yang merupakan salah satu produsen oksigen pemasok rumah sakit di Lampung.

“Kami kerahkan segala potensi dan kemampuan insan PLN UID Lampung demi pelayanan terbaiknya kepada seluruh pelanggan PLN, termasuk industri oksigen yang saat ini dibutuhkan masyarakat,” tambah Sindu.

Merespon kunjungan PLN, Yuven Kepala Cabang PT Aneka Gas Industri Tbk Cabang Natar dan Cabang Campang Raya, berterimakasih kepada PLN yang mendukung aktivitas produksi oksigen. Kapasitas produksi PT Aneka Gas Industri Tbk saat ini mencapai 500 tabung perhari dan akan dipasok ke seluruh rumah sakit di Provinsi Lampung.

Yuven menambahkan, dalam menunjang produktivitasnya itu, perlu didukung pasokan listrik yang andal dan terus menerus tanpa padam dan hari ini, PLN membuktikan komitmen atas dukungannya yang memberikan pelayanan terbaiknya kepada pelanggan.

“Kami Apresiasi yang luar biasa untuk PLN atas perhatian khususnya kepada kami, sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat tiga kali lipat dari biasanya, sukses buat PLN,” tutup Yuven.

PLN Siagakan 3.940 Personel Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit di Jateng-Yogyakarta

Mediarepublika.com – Yogyakarta, 11 Juli 2021- PT PLN (Persero) terus berkomitmen menyediakan listrik yang andal, khususnya di rumah sakit dan tempat penanganan pasien Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali. Komitmen ini pun ditopang oleh 3.940 personel yang siaga di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Memastikan keandalan listrik ini, Wakil Direktur PLN, Darmawan Prasodjo meninjau langsung rumah RSUP Dr Sardjito di DIY dan RSUP Dr Kariadi di Semarang pada Sabtu (10/7). Wadirut PLN turut didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jateng & D.I. Yogyakarta, M. Irwansyah Putra, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Sumaryadi.

Kunjungan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dalam kesempatan itu, Darmawan menyebutkan bahwa keandalan listrik jadi salah satu titik kritis dalam optimalisasi pelayanan di tengah pandemi.

Pasokan listrik sendiri sejauh ini disebut tidak mengalami masalah. Komunikasi yang baik juga terjalin antara tim rumah sakit dengan PLN. Kendati demikian, untuk RSUP Dr Sardjito diakui banyak tim teknis di rumah sakit tersebut yang terpapar Covid-19, sehingga diharapkan ada dukungan dari PLN.

“Kedatangan kami bisa menjadi simbol kebersamaan, tantangan ini bukan untuk RSUP Dr Sardjito saja tetapi seluruh komponen bangsa ini, termasuk PLN. Semua punya peran masing-masing dan punya satu misi agar bangsa ini bisa menghadapi tantangan yang luar biasa,” katanya.

Darmawan menambahkan situasi pandemi terkini tim di RSUP Sardjito menghadapi kondisi yang sangat menantang. Terlebih pasien terus berdatangan. Meski demikian, tim dari RSUP Dr Sardjito menurutnya terus memberikan yang terbaik. Untuk beberapa hal terkait kelistrikan yang belum tertangani menurutnya akan turut mendapat dukungan PLN.

Darmawan tak lupa mengapresiasi dedikasi jajaran RSUP Dr Sardjito dalam memberikan layanan terbaik di tengah pandemi.

“Dan sekali lagi kami ingin mengucapkan terima kasih kepada tim Sardjito. Kami tersentuh, terharu, dalam perjuangan menengani krisis ini luar biasa. Siang dan malam berjuang dalam kondisi ini memberikan yang terbaik” ungkapnya.

Menurutnya, tim RSUP telah memberikan pelayanan yang terbaik. Melihat kondisi tersebut, wajib bagi tim PLN untuk mendukung dari sisi keamanan keandalan pasokan listrik.

Dari segi pasokan, PLN memastikan listrik di Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman.  Saat ini, kelistrikan Jateng-DIY memiliki daya mampu mencapai 6.002 megawatt (MW) dengan beban puncak sekitar 3.960 MW, artinya masih terdapat cadangan daya sekitar 2.042 MW.

Selain kedua rumah sakit yang dikunjungi, PLN turut siaga mendukung 320 rumah sakit rujukan, di antaranya sebanyak 295 RS di Jawa Tengah dan 25 RS di DIY.

Tak hanya ribuan personel yang disiagakan, operasional petugas juga didukung oleh 377 kendaraan roda empat, 35 mobil PDKB, 4 unit UPS, 119 unit trafo _mobile,_ serta 116 genset.

Di tengah masa PPKM darurat, PLN menjamin layanan listrik ke masyarakat tidak akan terganggu. Pegawai PLN yang secara tugasnya kritikal, seperti _dispatcher,_ operator, pemeliharaan, penanganan gangguan, regu Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), _call center, security,_ pelaksana dan pengawas proyek di lapangan, akan tetap bekerja seperti biasa namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Bambang Untoro selaku Kepala Instalasi IPSRS Dr Sardjito turut menyampaikan apresiasi pada PLN.

“Selama ini _Alhamdulilah,_ lancar tidak ada masalah, karena kita memang sudah berlangganan premium. Dan ini mohon tetap harus dijaga bersama-sama sehingga di masa pandemi ini pasokan listrik ke rumah sakit kami harapannya akan tetap terjaga dengan baik” ujarnya.

Bambang juga menyampaikan harapannya terhadap dukungan listrik yang andal bagi Rumah Sakit, terlebih di masa pandemi kebutuhannya semakin meningkat. Tak sekadar pasokan listrik, dukungan teknis serta personel pun diharapkan oleh RSUP Dr Sardjito.

“Harapan kami, khususnya rumah sakit, karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dan rumah sakit itu sangat tergantung sekali dengan pasokan listrik. Jadi tidak hanya gas (oksigen). Kalau oksigen di rumah sakit itu sebenarnya tidak tergantung listrik. Justru alat medisnya yang sangat tergantung dengan listrik,” harapnya.

Hal senada disampaikan Agus Achmadiyanto dari Instalasi IPSRS Dr Kariadi, Semarang. Pihaknya mengaku sudah maksimal dalam bekerja di tengah pandemi dan mendapatkan dukungan yang baik dari PLN.

“Harapan kami PLN tetap siap siaga untuk pelayanan terutama kelistrikan di semua rumah sakit,” tukasnya.

 

PPKM Darurat, PLN Mobile Jadi Garda Depan Layanan Konsumen Selama WFH

Medirepublika.com – Jakarta, 9 Juli 2021-PT PLN (Persero) berkomitmen mengoptimalkan layanan untuk pelanggan rumah tangga guna menunjang produktivitas _work from home_, di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Pulau Jawa dan Bali dari 3 Juli 2021 hingga 20 Juli mendatang.

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, mengatakan berkaca dari pengalaman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahun lalu, PLN akan lebih meningkatkan pelayanannya untuk memastikan semua dapat mengikuti PPKM ini.

“Kita harus memastikan keandalan listrik untuk rumah tangga di mana masyarakat akan melakukan _work from home_. Kami memastikan digitalisasi berjalan untuk konsumen kami karena pergerakan mereka terbatas, sehingga kita harus menggunakan teknologi untuk tetap berhubungan,” ujarnya.

Aplikasi PLN Mobile yang diluncurkan pada tahun lalu diharapkan dapat menjadi garda terdepan PLN dalam berkomunikasi dengan seluruh pelanggan PLN, terutama sektor rumah tangga.

Dengan PLN Mobile, ketika ada keluhan konsumen tidak perlu menelepon. Cukup dengan satu sentuhan, petugas PLN bisa menganalisis keluhan yang disampaikan dan langsung melakukan perbaikan.

“Kami akan pastikan semua permasalahan bisa disampaikan melalui PLN Mobile dan bisa langsung kami tangani, konsumen juga bisa mengecek sampai sejauh mana pelaksanaannya melalui PLN Mobile. Sehingga mereka tidak perlu menelepon berkali-kali untuk mengetahui proses perbaikan yang telah dilakukan,” terang Bob.

Aplikasi PLN Mobile juga memiliki fitur catat meter mandiri (swacam) bagi pelanggan pascabayar, sehingga pelanggan dapat melaporkan angka stan meter sehingga data yang diterima lebih akurat dan mengurangi intensitas pertemuan antara petugas dan pelanggan. Namun PLN memastikan tetap akan melakukan pencatatan meter secara langsung kepada pelanggan yang belum melakukan catat meter mandiri.

Tentu saja, Bob menambahkan, petugas PLN yang bertugas di lapangan sudah mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Patut untuk diketahui, semua petugas PLN yang terjun ke lapangan sudah divaksinasi dua kali. Selain itu, mereka juga diwajibkan menggunakan sarana dan prasarana dengan mengutamakan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

*Keandalan Pasokan Listrik*

Di tengah penerapan PPKM darurat, Bob mengakui jika serapan pasokan listrik untuk sektor bisnis bakal turun signifikan seiring dengan adanya pembatasan mal dan perkantoran non esensial.

Sementara untuk rumah tangga akan meningkat seiring dengan dengan diberlakukannya WFH begitupula dengan sektor industri yang kegiatannya mulai naik. Sehingga secara keseluruhan penurunan konsumsi listrik tidak akan sebesar tahun 2020.

“Kami tingkatkan keandalan listrik agar warga bisa WFH dengan nyaman dan lancar. Pasokan listrik ke industri kita tingkatkan keandalannya. Kebutuhan listrik sektor yang sangat esensial dan kritikal, seperti rumah sakit dan industri oksigen, itu kami tingkatkan keandalannya lebih luar biasa lagi sehingga semua bisa berjalan baik,” ungkapnya.

Terkait kelebihan pasokan listrik selama PPKM darurat, PLN mulai mengatur kembali, _dispacht_ pembangkit, disesuaikan dengan beban yang ada. Selanjutnya, manajemen PLN akan menyesuaikan pola operasi dalam menempatkan orang menghadapi situasi ini. Terakhir juga dengan melakukan efisiensi di beberapa sisi pengeluaran perusahaan.

“Jadi tentu saja kami akan merespons itu dengan efisiensi beberapa pengeluaran. Kami akan meningkatkan keandalan pelayanan untuk memastikan bahwa semua berjalan dengan baik,” pungkas Bob.

 

Erick Thohir Apresiasi Kinerja Luar Biasa PLN Amankan Listrik

(MR) Jakarta, 7 Juli 2021 – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura dan Bali di Depok, Jawa Barat pada Selasa (6/7/2021) malam.

Sidak ini dilakukan Erick untuk memantau dan memastikan pasokan listrik selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa Bali.

Dalam kondisi PPKM darurat masyarakat dituntut untuk tetap berada di rumah, sehingga kehadiran listrik sangat penting.

Tak hanya itu, keandalan pasokan listrik juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas di fasilitas umum, terutama di rumah sakit, serta menjaga keandalan produksi di industri oksigen. Menurut Erick, berkaca dari penambahan kasus Covid-19 harian, perlu antisipasi peningkatan kebutuhan akan oksigen.

Seperti diketahui, pemerintah telah meminta industri oksigen untuk mengoptimalkan produksinnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Untuk itu, Menteri BUMN ingin memastikan dukungan dari PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

“Hari ini saya ingin memastikan ketersediaan listrik bisa terjaga untuk rumah sakit, puskesmas, dan pabrik oksigen. Saya berterima kasih kepada tim PLN yang sudah bekerja luar biasa hampir dua tahun ini dengan kondisi yang sangat tidak mudah,” ujar Erick.

Dalam kunjungannya ke UIP2B Jamali, Menteri Erick didampingi oleh Komisaris PLN Dudy Purwagandhi dan General Manager Unit Induk Pusat Pengaturan Beban Jawa, Madura dan Bali, Suroso Isnandar.

Erick menuturkan, kedatangannya kali ini merupakan bentuk dukungan kepada PLN agar tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Setelah mengetahui kondisi terkini di UIP2B Jamali, Erick pun berjanji akan mengajak duduk bersama para pelaku industri oksigen dan PLN untuk memastikan keandalan pasokan listrik di tengah masa PPKM darurat.

“Bukan maksud ga percaya. Saya justru dukung PLN ini jadi bagian terpenting. Nah saya juga mau bicara dengan teman-teman di pabrik [industri], biar kita sama-sama bicara terbuka, kita kan harus gotong royong,” tambahnya.

Saat ini, PLN telah menyiagakan 70.516 personel untuk mengawal keandalan listrik selama masa siaga peningkatan kasus Covid-19. Khusus di Jawa Bali, PLN mengerahkan sebanyak 23.934 personel yang tersebar di 420 posko.

Selain menjaga keandalan listrik bagi 577 rumah sakit rujukan Covid-19, PLN juga menjaga pasokan listrik untuk industri oksigen yang tersebar di 29 lokasi di Jawa Madura dan Bali.

Terpisah, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, mengatakan dalam masa siaga Covid-19, PLN memahami pentingnya pasokan oksigen untuk kebutuhan medis sangat penting dan prioritas dalam situasi pandemi Covid-19.

Hal tersebut diperkuat dengan Rapat kordinasi Menko Maritim & Investasi, Menteri perindustrian bersama PLN dan Produsen oksigen di Jawa Bali ditekankan semua wajib memberikan kontribusi terbaik dan demi kemanusiaan dalam penyediaan oksigen untuk kebutuhan medis.

“Kami berkomitmen memberikan semua sumber daya, kemampuan, kekuatan PLN untuk membantu dan memastikan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan, khususnya yang menjadi prioritas dalam penanganan pandemi Covid-19,” tegas Zulkifli.

Untuk itu, pegawai PLN yang secara tugasnya kritikal, seperti dispatcher, operator, pemeliharaan, penanganan gangguan, regu Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), _call center, security,_ pelaksana dan pengawas proyek di lapangan, akan tetap bekerja seperti biasa namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Saat ini, PLN berkomitmen memberikan keandalan pasokan listrik bagi 29 Pabrik Produsen Oksigen (Objek Super Prioritas) yang tersebar di Jawa Bali yaitu PT Samator Group, PT Air Product, PT Air Liquide, PT Linde dan PT Iwatani.

Tidak hanya itu, sebagai bukti keseriusan layanan terbaik, Direktur Utama, Wadirut, dan Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali kunjungan ke Pelangan produsen oksigen pada 4 Juli ke PT Aneka Gas di Pulogadung dan 5 Juli ke PT Aneka Gas di Cikarang dan PT Iwatani di Karawang

Selain itu, lanjut Zulkifli, PLN juga membentuk Tim Teknis untuk berkordinasi mencari solusi dan membantu pelanggan. Komunikasi dan kolaborasi antara PLN dan pelanggan akan semakin meningkatkan keandalan pasokan listrik.

PLN juga menyiagakan 1.786 unit kendaraan bermotor dan 789 unit peralatan pendukung seperti Genset, _Uninterruptible Power Supply (UPS),_ dan Unit Gardu Bergerak (UGB).

Saat ini, sistem kelistrikan Jawa – Bali memiliki daya mampu mencapai 37.400 megawatt (MW) dengan beban puncak sekitar 27.335 MW, terdapat cadangan daya sekitar 10.065 MW.