Gubernur Lampung Resmi Tempati Mahan Agung, Gelar Prosesi Adat Ngantak Gubernur Buka Belangan

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, resmi menempati Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya acara adat Ngantak Gubernur Buka Belangan, Rabu (5/3/2025).

Prosesi adat diawali dengan arak-arakan Gubernur Lampung beserta keluarga yang diarak masuk ke dalam Mahan Agung. Di tengah acara adat juga digelar Tari Ngigel, dimana Gubernur Mirza bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar berdiri di tengah-tengah dan dikelilingi seluruh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung yang melambangkan kebahagiaan dan kebersamaan.

Gubernur Mirza menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Lampung, yakni sebagai simbol kebersamaan, keterbukaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.

“Pintu ini kita buka, bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai simbol keterbukaan dalam berpikir, bertindak, dan berinovasi. Kehadiran Bapak dan Ibu di Mahan Agung ini adalah simbol dari eratnya persaudaraan, kebersamaan, serta komitmen kita dalam membangun daerah dan bangsa,” kata Gubernur.

Dalam perjalanan pembangunan Lampung, dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan gotong royong dari semua elemen masyarakat. Oleh karenanya, melalui momentum “Ngantak Gubernur Buka Belangan” ini, Gubernur Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan, memperkuat komitmen, dan meningkatkan semangat kerja bersama dalam mewujudkan “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Pemerintah Provinsi Lampung, kata Gubernur, berkomitmen untuk terus mendukung dan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun infrastruktur.

“Mari kita terus bergandengan tangan, membuka pintu-pintu kebaikan, dan membangun Lampung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah awal yang semakin memperkokoh persatuan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Lampung,” pungkas Gubernur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama Gubernur didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Wakil Gubernur serta Forkopimda.

Hadir dalam acara, Anggota DPR RI Dwita Ria Gunadi, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Forkopimda Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Pengurus Majelis Penyimbang Adat Lampung

Gubernur Lampung Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Pembangunan di Provinsi Lampung

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama Forkopimda Provinsi Lampung, di Mahan Agung, Rabu (05/03/2025).

Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam membangun Lampung yang lebih baik. Kehadiran para tokoh penting dari berbagai unsur ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai isu strategis yang dihadapi Provinsi Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi yang solid antara seluruh elemen Forkopimda dalam mewujudkan visi pembangunan Lampung. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan dalam acara ini diharapkan dapat memperkuat tali persaudaraan dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah

Gubernur Lampung Kunjungi dan Berikan Bantuan kepada Warga Terdampak Banjir

Bandar Lampung, – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari mengunjungi warga terdampak banjir dan memberikan bantuan pada Sabtu (01/03/2025).

Kunjungan dilakukan di dua lokasi terdampak, yakni Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Barat, serta Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani menyerahkan sejumlah paket bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Banjir yang terjadi tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga mengancam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, baik Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten/Kota, masyarakat, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah dalam menangani serta mencegah bencana.

“Dalam menghadapi banjir, kita memerlukan upaya yang terkoordinasi antara berbagai pihak. Sinergi ini sangat penting untuk merancang dan melaksanakan solusi yang efektif serta berkelanjutan. Tidak hanya dalam bentuk penanggulangan teknis, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana yang berbasis kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” ujar Gubernur yang akrab disapa Iyay Mirza.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi yang solid akan membantu mengoptimalkan sumber daya, berbagi pengetahuan, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi bencana.

“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai langkah awal untuk lebih mempererat sinergi dan kolaborasi. Dengan tekad dan kerja sama, kita akan dapat mengatasi masalah banjir ini dengan lebih efektif,” pungkasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani didampingi Kepala OPD terkait seperti Kepala BPBD Rudy Syawal, Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Budi Darmawan, Kepala Dinas Sosial Aswarodi, Kadis Kominfotik Achmad Syaifulloh dan pejabat lainnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana serta upaya untuk memperkuat ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan bencana alam di masa depan.

Adapun bantuan yang diberikan kepada masing – masing kelurahan yang dikunjungi, yaitu berupa Kasur, paket makanan siap saji, paket Selimut, Kid ware dan Family Kids serta Paket Sembako.

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Tradisi Blangikhan, Sambut Ramadan dengan Kearifan Lokal

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar Tradisi ‘Lampung Blangikhan’ dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan bertempat di Kolam Renang Pahoman Enggal, Jumat (28/02/2025).

Tradisi Blangikhan atau Blangiran merupakan tradisi adat Lampung untuk menyucikan diri dengan mandi bersama di sungai sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan.

Blangikhan dilakukan di sungai atau kolam pemandian, namun mandi yang dimaksud adalah bukan mandi pada umumnya melainkan mandi yang disyaratkan dengan beberapa peralatan ritual yakni air langir dari 7 sumber mata air yang bermakna penyatuan, bunga 7 rupa yang bermakna kesucian, ketentraman dan kasih sayang serta kerukunan, daun pandan, jeruk nipis, serta setangkai padi.

Blangikhan mengandung makna filosofi tentang penyucian diri, membersihkan diri dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani, agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

Kegiatan Blangikhan dimulai dengan ritual pembacaan doa dan memecahkan kendi berisi air dan kembang, yang kemudian setelah itu puluhan muli mekhanai secara simbolis disiram dengan air langir, tangkai padi, kembang setaman. Usai prosesi siraman, satu persatu muli mekhanai masuk ke dalam kolam untuk mandi bersama.

Pelaksanaan Blangikhan kali ini juga berlangsung spesial karena selain muli mekhanai asal Lampung yang ikut serta dalam kegiatan ini, juga terdapat 4 mahasiswa asing yang berasal dari negara Yaman, Jepang dan Kamboja.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa tradisi Blangikhan bukan sekadar sebuah acara, namun merupakan simbol kekuatan dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Lampung.

“Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik antar sesama, serta sebagai wujud rasa syukur dan persiapan menyambut datangnya bulan Ramadan dengan hati yang suci dan penuh keikhlasan,” ucapnya.

Menurut Gubernur, Tradisi ini juga merupakan sebuah upaya konkrit untuk memastikan bahwa budaya Lampung tidak hanya dikenang, tapi juga terus hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya ini. Tradisi Blangikhan mengajarkan kita pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan sikap saling menghormati, yang merupakan cerminan dari nilai-nilai kehidupan yang sangat relevan dengan jati diri kita sebagai orang Lampung,” lanjutnya.

Melalui Tradisi Blangikhan, Gubernur Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk berkomitmen dalam menjaga tradisi ini agar terus lestari ditengah kemajuan teknologi saat ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk terus berkomitmen dalam menjaga dan memperkenalkan tradisi ini kepada dunia, agar keberadaannya tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ajaknya.

Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam penyelenggaraan Tradisi Blangikhan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 H.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara Blangikhan tahun ini, baik itu tokoh adat, tokoh agama, maupun masyarakat Lampung secara keseluruhan. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, acara ini tidak akan berjalan dengan sukses,” ucapnya.

Diakhir, Gubernur Lampung juga menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat yang akan menunaikan ibadah puasa pada bulan Suci Ramadan 1446 H.

“Selamat menyambut bulan suci Ramadan 1446 Η. Semoga kita diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sepenuh hati, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi di antara sesama,”ucapnya.

“Mari kita jadikan bulan suci Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, sehingga kita dapat meraih rahmat dan ridha Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MPAL sekaligus Ketua Harian DPP Lampung Sai, Rycko Menoza SZP menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami merasa bahagia, tanpa bantuan dari semua pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Lampung melalui pak Gubernur, Ketua DPRD, rasanya tidak mungkin acara ini bisa berlangsung berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Rycko Menoza berharap, melalui penyelenggaraan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menarik perhatian wisatawan untuk mengunjungi Provinsi Lampung.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, Lampung semakin maju, Lampung semakin dikenal dan Lampung semakin banyak dikunjungi tamu-tamu yang tidak hanya berasal dari provinsi sekeliling tetapi provinsi yang jauh-jauh sehingga pendapatan daerah bisa menjual Lampung supaya Lampung lebih kaya lagi,” harapnya.

Menjelang Purna Tugas, Pj. Sekdaprov Lampung Fredy Sampaikan Pesan dan Permohonan Maaf kepada ASN Pemprov Lampung

Bandar Lampung — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, didampingi Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Siti Fatimah Fredy, mengikuti senam bersama yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Jumat (28/02/2025).

Kegiatan ini menjadi momen berpamitan Fredy menjelang masa purna tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam sambutannya, Fredy menyampaikan permohonan maaf dan pesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Pada kesempatan ini, ada beberapa hal yang mungkin terkait dengan saya selaku Sekda Provinsi Lampung. Karena pada hari ini saya pensiun sebagai PNS, karena saya sudah berumur 60 tahun,” ujarnya.

Fredy, yang telah mengabdi selama 35 tahun, mengenang perjalanan karirnya yang dimulai sejak tahun 1990. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini.

“Saya atas nama pribadi tentunya, dan kami, mohon maaf apabila selama kita bekerja, dari interaksi, ada yang kurang berkenan, ada kekurangan saya ataupun kebijakan saya yang tidak sesuai, saya mohon maaf atas segala kesalahan saya selama bekerja, berinteraksi dengan Bapak Ibu sekalian,” tuturnya.

Pj. Sekdaprov juga berpesan kepada seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan disiplin dalam bekerja.

“Jagalah integritas, profesional, dan juga jangan lupa disiplin, sebab kuncinya di situlah. Terus yang kedua, kita harus saling menghormati,” tegasnya.

Pj. Sekdaprov juga mengajak seluruh ASN untuk mendukung pimpinan yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.

“Selanjutnya, mohon dukungan kepada siapapun nanti yang ditunjuk. Saran saya, kita dukung sama-sama, yang namanya Indonesia emas, yang tentunya di bawah kepemimpinan Pak Rahmat, kita semua bisa mendukung beliau untuk bekerja sama,” ajaknya.

Menutup sambutannya, Fredy berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga.

“Sekali lagi, saya mohon maaf atas kesalahan. Tetap silaturahmi kita mohon agar tetap terjaga, saya masih menetap di Bandar Lampung karena Ibu juga masih bertugas di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fredy dilantik sebagai Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung oleh Pj. Gubernur Lampung Samsudin pada 1 November 2024, menggantikan Fahrizal Darminto yang memasuki masa purna tugas.

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Acara Pelepasan Pj. Sekdaprov Fredy yang Memasuki Purna Bakti

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar acara Pelepasan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, dan Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Siti Fatimah Fredy, di Balai Keratun Lt. III, Jumat (28/2/2025).

Acara pelepasan diawali dengan serah terima jabatan Plh. Sekdaprov, dari Pj. Sekdaprov Fredy kepada M. Firsada.

Per 1 Maret 2025, Ir. Fredy memasuki masa purna bakti setelah 35 tahun mengabdi sebagai PNS dan sekaligus 4 bulan menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.

Pj. Sekdaprov dalam kesempatannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela serta Ketua TP PKK. Juga atas kerjasama dengan DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, Perguruan Tinggi, perbankan, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pengawas Pelaksana, para fungsional, sehingga bisa mengemban tugas sampai purna dengan baik.

Pj. Sekdaprov mengatakan bahwa dirinya memahami betul bahwa tugas utamanya sebagai Pj. Sekdaprov adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memajukan pembangunan daerah, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Saya juga sadar bahwa semua ini hanya bisa tercapai melalui kerja tim yang solid, komunikasi yang baik, serta semangat kebersamaan yang terus kita jaga,” kata Fredy.

Pj. Sekdaprov selanjutnya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, dengan penuh dedikasi, untuk memajukan Provinsi Lampung.

“Tanpa kerjasama yang solid, pencapaian-pencapaian yang telah kita raih selama ini tidak akan terwujud. Semoga semangat tersebut tetap terjaga dan semakin membawa Lampung menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pj. Sekdaprov juga menyampaikan permohonan maaf jika selama dirinya dan Istri menjalankan tugas, terdapat kesalahan, kekhilafan, kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan.

“Sekali lagi saya mohon maaf. Saya berharap, meskipun saya tidak lagi memimpin, hubungan baik, silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap bisa kita pelihara dan kita tingkatkan,” harap Fredy.

Di akhir, Pj. Sekdaprov berpesan kepada seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pengawas, Pelaksana dan para Fungsional agar selalu bekerja secara profesional sesuai aturan, disiplin dan menegakkan integritas.

Pj. Sekdaprov juga mengucapkan selamat bertugas kepada Plh. Sekdaprov M. Firsada. Ia meyakini, dibawah kepemimpinan M. Firsada bersama seluruh OPD dapat membantu dan mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur  mewujudkan visi misi program kegiatan dalam membangun Provinsi Lampung 5 tahun kedepan untuk mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, Plh. Sekdaprov M. Firsada mengatakan bahwa Ir. Fredy telah memimpin dengan penuh keteladanan, menjaga integritas, dan bekerja tanpa mengenal lelah demi kemajuan Provinsi Lampung.

“Beliau tidak hanya bertugas sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pembimbing bagi kita semua dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan. Kepemimpinan Bapak selama ini telah memberikan pengaruh yang sangat positif dalam pemerintahan dan pembangunan Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Plh. Sekdaprov M. Firsada mengucapkan terima kasih atas segala kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan Ir. Fredy beserta istri.

“Terima kasih atas segala upaya dan pengorbanan yang telah diberikan untuk kemajuan Provinsi Lampung,” kata Plh. Sekdaprov,

M. Firsada juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus menjaga silaturahmi serta memberikan doa dan harapan yang terbaik bagi Pj. Sekdaprov Fredy.

“Meskipun Bapak sudah pensiun, hubungan kita tidak akan pernah berakhir. Kita tetap memiliki ikatan yang kuat sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tiba di Lampung Usai Ikuti Retreat di Akmil Magelang

Lampung Selatan,— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendapat sambutan hangat setibanya di Bandara Raden Intan II. Usai mengikuti Retreat Kepala Daerah se-Indonesia di Magelang. Kehadiran Gubernur disambut langsung oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Firsada, di VIP Bandara Raden Intan II, Jumat, (28/02/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan kesan dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan Retreat yang dipusatkan di  Akademi Militer Magelang sejak tanggal 21 Februari 2025 lalu.

“Kami diajarkan mengenai pentingnya penyeragaman program-program prioritas pemerintah pusat agar dapat diimplementasikan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing. Kami juga berkesempatan berdiskusi dengan para gubernur se-Indonesia, sehingga bisa saling bertukar informasi dan pengalaman,” ujar Gubernur Mirza.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menyelaraskan program-program prioritas pemerintah pusat dengan kebutuhan daerah, baik di Tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Menurutnya, program prioritas yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sangat relevan untuk diterapkan di Provinsi Lampung.

“Kami sepakat bersama para bupati bahwa apabila program-program ini terintegrasi dengan baik, maka dampaknya akan signifikan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat di pedesaan,” tambahnya.

Di tengah momentum memasuki bulan suci Ramadan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Lampung.

“Saya bersama keluarga dan rekan-rekan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1446 Hijriyah. Mohon maaf lahir batin, semoga kita semua dapat menjalankan puasa dengan khusyuk, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal sholeh. Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mempererat kebersamaan.” tutupnya.

Suasana hangat terasa di bawah rintik hujan, menciptakan momen penuh kebersamaan dalam penyambutan ini. Dengan kembalinya Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, diharapkan berbagai ilmu dan wawasan yang diperoleh selama retreat dapat diimplementasikan dalam program-program strategis di Provinsi Lampung, sehingga terus berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai. (

Pj. Sekdaprov Lampung Fredy Menerima Kunjungan Kerja Badan Legislasi DPR RI

Bandar Lampung —- Pj. Sekdaprov Lampung, Fredy, menerima kunjungan kerja Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Ruang Rapat Utama, Kamis (27/2/2025).

Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI sekaligus Ketua Rombongan, Iman Sukri, dan dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, antara lain Ahmad Doli Kurnia, Siti Aisyah, Hilman Mufidi, Ashari Tambunan, Al Muzzammil Yusuf, dr. Gamal, dan Wahyu Sanjaya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pada Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di Lampung mencapai 4.996.750 orang, dengan 4.787.590 orang di antaranya merupakan penduduk yang bekerja dan 209.160 orang menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung per Agustus 2024 tercatat sebesar 4,19 persen. Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sementara proporsi penduduk yang bekerja di sektor formal terus meningkat.

Provinsi Lampung juga dikenal sebagai salah satu daerah pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Indonesia, menempati peringkat kelima setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun 2024, tercatat 24.375 PMI asal Lampung yang bekerja di luar negeri, terdiri dari 9.093 PMI formal dan 15.172 PMI informal.

Pj. Sekdaprov Fredy menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah memberikan pelayanan optimal dalam melindungi PMI, termasuk upaya pencegahan terhadap penempatan PMI secara non-prosedural. Selain itu, pemerintah provinsi secara konsisten melakukan perlindungan terhadap PMI mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja. Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Tujuan perlindungan PMI adalah menjamin pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia sebagai warga negara, serta menjamin perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial bagi PMI dan keluarganya. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mencegah praktik-praktik pemberangkatan PMI secara non-prosedural,” tegas Pj. Sekdaprov.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Iman Sukri, menjelaskan bahwa Provinsi Lampung dipilih sebagai tujuan kunjungan kerja karena merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia.

“Lampung memiliki peran strategis dalam pengiriman PMI, sehingga masukan dari provinsi ini sangat penting dalam penyusunan RUU tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 18 Tahun 2017,” ujar Iman Sukri.

Ia menambahkan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dalam penyusunan RUU, mengidentifikasi pengaturan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi PMI, serta menyempurnakan pokok-pokok substansi yang perlu diatur dalam perubahan ketiga atas UU tersebut.

“Kami berharap RUU ini dapat lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan yang komprehensif bagi PMI,” pungkasnya.

Penempatan PMI memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta dalam perluasan kesempatan kerja. Menurut UU Nomor 18 Tahun 2017, Calon Pekerja Migran Indonesia adalah setiap tenaga kerja Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.

Dengan adanya RUU perubahan ketiga ini, diharapkan perlindungan terhadap PMI dapat semakin ditingkatkan, sehingga hak-hak mereka sebagai warga negara dan pekerja dapat terpenuhi secara optimal.

Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Pastikan Penanganan Pasca Banjir di Provinsi Lampung Berjalan Optimal

Bandar Lampung, — Sejak awal terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung pada tanggal 22 Februari 2025, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bergerak cepat dalam menanggulangi dampak bencana serta menyusun langkah solusi jangka panjang.

Meskipun tengah menjalankan tugas retreat di Magelang, Gubernur Mirza tetap aktif memantau perkembangan situasi banjir. Gubernur terus berkoordinasi dengan Wakil Gubernur dan memberikan arahan strategis kepada perangkat daerah terkait.

Di bawah arahan langsung Gubernur Mirza, Pemerintah Provinsi Lampung segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung serta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) untuk menangani sedimentasi di aliran sungai guna mengurangi risiko banjir lebih lanjut. Selain itu, Dinas BMBK Provinsi Lampung mengerahkan alat berat guna mengatasi tumpukan sampah yang menyumbat saluran utama di Bandar Lampung. TNI dan Polri juga saling bersinergi turut dalam penanganan pasca bencana banjir.

Gubernur Mirza juga mengajukan permohonan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diharapkan dapat secara cepat dan efektif untuk meminimalkan dampak bencana yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela turun langsung ke lokasi terdampak banjir, meninjau posko kesehatan, memastikan kesiapan alat berat, serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Selain itu, merespon secara cepat, Wagub Jihan menggelar Rapat Percepatan Penanganan Banjir di Kantor BPBD Provinsi Lampung pada 23 Februari 2025.

Hasil dari rapat tersebut, Gubernur Mirza menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari di Provinsi Lampung melalui Surat Keputusan Nomor: G/160/VI.08/HK/2025 tertanggal 24 Februari 2025. Dengan adanya status tanggap darurat ini, langkah penanggulangan banjir semakin intensif dan masif dilakukan melalui sinergi, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait.

Wakil Gubernur Lampung didampingi sejumlah Kepala OPD terkait seperti Kepala BPBD Rudy Syawal, Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Budi Darmawan, Kadis Kominfotik Achmad Syaifulloh dan pejabat lainnya, meninjau secara langsung lokasi banjir, guna memastikan penanganan dampak banjir dan pelayanan kesehatan berjalan dengan optimal, Selasa (25/02/2025).

Penanganan bencana banjir juga telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Lampung Timur dan juga Kota Bandar Lampung pada kesempatan pertama pasca terjadinya bencana.

Khusus di Kota Bandar Lampung, terdapat 3 korban meninggal dunia, Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung telah memberikan bantuan sebesar Rp. 15 juta yang diterima keluarga korban.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan banjir di Lampung, Presiden RI melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp. 2,1 miliar. Bantuan tersebut diserahkan oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur, pada Senin (24/2/2025). Adapun rinciannya, Rp. 1,495 miliar dialokasikan untuk buffer stock logistik di tingkat provinsi, sementara Rp. 613 juta diberikan untuk bantuan logistik tanggap darurat di Kota Bandar Lampung.

Upaya cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh stakeholder dalam memastikan keselamatan masyarakat serta mendukung program pemerintah pusat dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, berbagai langkah dan kebijakan strategis yang diambil menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Sinergi dan kolaborasi yang ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kabupaten/Kota serta lembaga terkait dalam menghadapi bencana alam menjadi kekuatan dan kunci keberhasilan penanganan bencana banjir di Provinsi Lampung.

Dengan cepat dan sigap, para Pemimpin Daerah mengambil langkah kebijakan strategis yang menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Lampung.

Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bertekad terus mengawal proses pemulihan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan serta solusi yang berkelanjutan.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Lantik Ketua TP. PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi Lampung dan Ketua Pembina Posyandu Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza melantik dan mengambil sumpah jabatan Zita Anjani Radityo Egi sebagai Ketua TP. PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Lampung Selatan, di Ruang Abung, Balai Keratun, Rabu (26/02/2025).

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima jabatan oleh Ketua TP. PKK dan Pembina Posyandu Kabupaten Lampung Selatan Periode sebelumnya Winarni Nanang Ermanto kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Lampung Selatan yang baru saja dilantik.

Adapun pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Nomor : 01/Kep/PKK.LPG/II/2025 Tentang Pemberhentian dan pengangkatan Ketua Tim Penggerak PKK di 14 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung Periode 2025-2030.

Dan Surat Keputusan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Lampung Nomor : 001/KEP/Posyandu.Provinsi Lampung/II/2025 Tentang Penetapan Ketua Tim Pembina Posyandu di Kabupaten/Kota Provinsi Lampung Periode 2025-2030.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dalam sambutannya meneruskan kembali pesan dari Menteri Dalam Negeri pada saat pelantikan Ketua TP. PKK dan Tim Pembina Posyandu 34 Provinsi, bahwa organisasi PKK dan Posyandu sebagai amanah dari Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017.

“PKK merupakan organisasi paling besar yang dapat langsung menyentuh keluarga, sehingga harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena keberhasilan kunci pembangunan adalah keluarga,” ucapnya.

Hal tersebut menurut Wulan Sari Mirza sesuai dengan 5 misi Tim Penggerak PKK, yakni :

1. Membentuk Karakter Keluarga melalui Pola Asuh yang sesuai dengan Nilai Dasar Pancasila.

2. Meningkatkan Pendidikan & Ekonomi Keluarga.

3. Memperkuat Ketahanan Keluarga melalui Pemenuhan Pangan Sandang, dan Rumah Layak Huni serta Tata Laksana Rumah Tangga.

4. Meningkatkan Kesehatan Keluarga, Lingkungan dan Perencanaan Sehat.

5. Moderenisasi Organisasi PKK dengan memanfaatkan Teknologi Informasi.

Pada kesempatan tersebut Wulan Sari Mirza juga memohon dukungan dari semua pihak, khususnya dari Kepala Daerah beserta seluruh Kepala OPD yang terkait. Menurutnya dengan dukungan, sinergi, serta hubungan yang harmonis dari semua pihak, organisasi dapat berjalan dengan baik.

“Tantangan yang akan kita hadapi pasti tidak mudah, tetapi saya yakin dengan komitmen, kerja keras, sinergi dan kerjasama kita semua, kita akan bisa melaksanakan amanah ini, karena masyarakat telah menantikan kerja nyata dari kita semua,” tutupnya.