10 OPD Terbaik Terima Penghargaan Lomba Inovasi Daerah Antar OPD dari Bupati Lampung Selatan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memberikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berprestasi dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021.

Penghargaan dari Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto itu diberikan guna memotivasi dan memacu kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penyerahan penghargaan berupa trophy, sertifikat, dan uang pembinaan dilakukan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin.

Kegiatan itu berlangsung pada acara sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2020 tentang Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) yang digelar Balitbang Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Kamis (18/11/2021).

Sekda Kabupaten Lampung Selatan Thamrin dan Kepala Balitbang Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis bersama para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021.

Kepala Balitbang Kabupaten Lampung Selatan, Syahlani menyebut, pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan antar OPD tahun ini, juara 1 berhasil diraih oleh Dinas Kesehatan dengan nama inovasi Program Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian juara 2 diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan nama inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Jarak Jauh (PAK JAJA). Dan juara 3 diraih Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan nama inovasi SIM GAJI.

Selanjutnya, harapan 1 diraih Bappeda dengan nama inovasi E-Pengendalian (SIPERINDU), harapan 2 diraih Balitbang dengan nama inovasi Penjaringan Informasi dan Teknologi (JANOTEK) dan harapan 3 diraih BPBD dengan nama inovasi Hunian Tetap (HUNTAP).

Sedangkan, peringkat ke-7 diraih Dinas PUPR dengan nama inovasi Sanitasi Layak dan Aman (SALAMAN), peringkat ke-8 diraih Dinas Kominfo dengan nama inovasi DBFMRADIO.ID, peringkat ke-9 diraih Bagian Tata Pemerintahan dengan nama inovasi Peta Citra Satelit (PECEL), dan peringkat ke-10 diraih Dinas Perumahan dan Permukiman dengan nama inovasi Bantuan Perumahan Swadaya Masyarakat Lamsel (BAPER SAMA LAMSEL).

“Kepada OPD yang belum berhasil tahun ini, kita berharap tahun yang akan datang bisa ada perubahan dan memperoleh hasil yang lebih maksimal.  Punya nilai yang tinggi, kualitas dan bobot serta kematangan inovasinya juga lebih baik,” kata Syahlani dalam laporannya.

Sekda Kabupaten Lampung Selatan Thamrin saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2020.

Sementara itu, menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan, Sekda Thamrin mengucapkan selamat kepada OPD yang berhasil meraih prestasi pada Lomba Inovasi Daerah antar OPD se-Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021.

“Semoga dengan raihan prestasi ini dapat memacu OPD lainnya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan inovasi daerah,” kata Thamrin.

Sementara itu Kepala Balitbang Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021 tersebut.

Dia berharap, hasil dari inovasi daerah tersebut dapat dilapisi dengan Peraturan Kepala Daerah untuk penilaian inovasi daerah tahun 2022 untuk tahun 2019 hingga 2021.

“Saya melihat hasil dari lomba inovasi yang disampaikan tadi, ada beberapa inovasi yang mempunyai nilai kematangan yang cukup tinggi, mungkin diatas 100. Mungkin ini bisa dikumpulkan oleh pak kaban untuk persiapan kegiatan 2022 mendatang,” katanya.

Wakil Bupati Lampung Selatan Ikuti Webinar Tematik Kemiskinan Provinsi Lampung

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Lampung Selatan mengikuti seminar secara daring (webinar) tentang Tematik Kemiskinan.

Kegiatan itu diikuti Pandu Kesuma Dewangsa beserta jajaran terkait secara virtual melalui zoom meeting dari ruang kerja wakil bupati Lampung Selatan, Rabu (17/11/2021.

Webinar Tematik Kemiskinan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung ini mengangkat tema Ekonomi Kerakyatan Sebagai Solusi Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan.

Hadir sebagai narasumber, Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kementerian Koperasi dan UKM Ari Anindya Hartika dan City Manager Tokopedia Fithra Aulia.

Kepala Bidang Perencanaan Pemerintah dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Lampung, Eka Yuslita Dewi menyampaikan, webinar itu diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana dampak pandemi COVID-19 terhadap para pelaku UMKM di Provinsi Lampung.

“Serta peluang kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan-perusahan e-commerce yang ada di Provinsi Lampung maupun nasional untuk sama-sama membantu mengembangkan pelaku UMKM di Provinsi Lampung yang berbasis digital,” katanya.

Eka Yuslita Dewi menambahkan, bahwa pihaknya ingin meningkatkan kapasitas kemampuan wirausaha, khususnya bagi masyarakat di usia produktif agar dapat mengembangkan usahanya sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Sementara, pada kesempatan itu Eka Yuslita Dewi juga sekaligus menyampaikan sambutan Wakil Gubenur Lampung Chusnunia Chalim yang juga Ketua TKPKD Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung mengatakan, penurunan angka kemiskinan merupakan prioritas kerja pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Penurunan angka kemiskinan juga menjadi sasaran utama dalam pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) provinsi maupun kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Artinya penurunan kemiskinan adalah terkait tugas bersama tidak hanya provinsi namun juga beban kabupaten/kota se-Provinsi Lampung serta pemangku kepentingan,” kata Wakil Gubenur Lampung Chusnunia Chalim yang disampaikan Eka Yuslita Dewi.

Lebih lanjut Chusnunia Chalim menyampaikan, bahwa diselenggarakannya webinar yang mengangkat tema ekonomi kerakyatan adalah usaha bersama mendukung strategi pengembangan ekonomi mikro dan kecil serta meningkatkan kemampuan dan pendapatan.

“Adapun strategi yang dilakukan dari sektor ekonomi dengan upaya pengurangan biaya hidup seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan peningkatan pendapatan melalui fasilitasi ekuidasi e-commerce sebagai salah satu provinsi agar UMKM kita dapat meningkat,” katanya.

Bupati Lampung Selatan Terima Penghargaan Youth Awards 2021 dari LEPRID

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Prestasi membanggakan kembali diraih Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dikancah nasional.

Hari ini, H. Nanang Ermanto menerima penganugerahan penghargaan Youth Awards 2021 dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dan Hiapolo Filantropi Indonesia.

Penghargaan itu diberikan kepada Nanang Ermanto bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, bupati, wali kota, dan puluhan tokoh Indonesia yang berprestasi lainnya di Auditorium Kantor Perpustakaan Nasional Jakarta, Sabtu 13 November 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian mengatakan, terdapat 47 tokoh di Indonesia yang dianugerahi penghargaan Youth Awards 2021 oleh LEPRID dan Filantropi Indonesia.

“Iya, Bupati Lampung Selatan hari ini mendapat penghargaan Youth Awards 2021 dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia. Nama pak bupati ada di urutan ke-29,” ujar M. Sefri Masdian dalam keterangannya, Sabtu (13/11/2021).

Sefri menambahkan, penghargaan itu diberikan kepada Bupati Lampung Selatan karena sudah memberikan kontribusi terhadap daerah dan masyarakat.

“Bupati Lampung Selatan menerima penghargaan sebagai kepala daerah yang peduli terhadap peningkatan produksi dan pengembangan Kelapa Puan Kalianda (KPK) untuk menyangga daerah rawan tsunami,” kata Sefri.

Sementara itu, Ketua Lembaga Prestasi Indonesia Dunia, Paulus Pangka mengatakan, bahwa lembaga independen tidak berafiliasi dengan pemerintah atau politik.

Ia menyatakan, penghargaan yang diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan terhadap masyarakat di masing-masing daerah dan itu dianggap sebagai prestasi yang luar biasa.

“Mudah-mudahan dengan penganugerahan penghargaan Youth Awards 2021 yang diberikan, semua tokoh lebih berkontribusi terhadap daerah dan negara,” tandasnya.

Sementara, selain Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, terdapat nama-nama besar lainnya yang menerima penganugerahan penghargaan Youth Awards 2021.

Seperti, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, lalu Menteri Pemuda dan olahraga Zainudin Amali, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria.

Di Provinsi Lampung sendiri, terdapat tiga tokoh terbaik lainnya yang mendapat penghargaan itu. Yakni anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Gerindra Hermawan, anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra Rahmat Mirjani Djausal, dan Ali Sofian. (AZ)

Daftar penerima penganugerahan penghargaan Youth Award 2021.

Jumat Berkah, Pemkab Lampung Selatan Gelar Sunat Massal Gratis di Seluruh Puskesmas Bagi Warga Kurang Mampu

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar gerakan sunat massal gratis di seluruh UPTD Puskesmas yang tersebar di 17 Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Joniansyah mengatakan, kegiatan tersebut tercetus atas dasar inisiatif Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta sang istri Hj. Winarni, sebagai gerakan peduli kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Program itu atas dasar inisiatif bapak bupati dan ibu, agar kita melaksanakan salah satu kegiatan gratis di masing-masing Puskesmas. Ini kita lakukan di seluruh Puskesmas,” kata Joniansyah kepada Diskominfo Lamsel melalui sambungan telepon, Jumat (12/11/2021).

Joniansyah menambahkan, gerakan tersebut juga merupakan salah satu kegiatan dari Dinas Kesehatan menyambut Hari Kesehatan Nasional, yang jatuh pada Jumat 12 November 2021.

“Dalam rangka gerakan peduli kepada masyarakat, Dinas Kesehatan untuk mengakomodir orang-orang yang tidak mampu. Itu juga dalam rangka menjelang Hari Kesehatan Nasional 2021. Salah satu kegiatan kita ya sunat massal itu juga,” katanya.

Joniansyah menyatakan, untuk mendapatkan pelayanan gratis itu, masyarakat hanya perlu datang ke UPTD Puskesmas masing-masing, tanpa perlu membawa syarat-syarat khusus.

“Ngak ada syarat, cukup datang saja ke wilayah kerja Puskesmas masing-masing. Nanti sudah dilayani, tidak ada syarat-syarat khusus,” ucap Joniansyah.

Pemkab Lampung Selatan menggelar sunat massal gratis di seluruh UPTD Puskesmas se-Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih lanjut Joniansyah menyampaikan, gerakan sunat massal gratis itu dilaksanakan setiap hari Jumat pada masing-masing UPTD Puskesmas. Namun tidak serta merta serentak pada hari yang sama. Hal tersebut dikarenakan, saat ini Pemkab Lampung Selatan tengah fokus menggencarkan vaksinasi Covid-19.

“Ini (sunat massal) sudah kita laksanakan dari waktu itu, sudah sebulan berjalan. Tapi memang tidak serta merta serentak semua Puskesmas berjalan sekaligus dihari yang sama. Tergantung dengan situasi Puskesmasnya. Karena kita lagi sibuk vaksin nih, tapi sekarang ini sudah banyak Puskesmas yang melaksanakan,” jelasnya.

Joniansyah mengatakan, gerakan sunat massal gratis itu akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2021 ini. Namun pelaksanaannya tergantung pada masing-masing UPTD Puskesmas.

“Sampai akhir tahun masih tetap berjalan, tapi untuk jadwal pelaksanaan resminya itu ada di Puskesmas masing-masing, ngak kita tentukan. Nanti Puskes yang bersangkutan yang akan menyampaikan kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing kapan mereka akan melaksanakan sunat massal itu,” tandasnya.

46 Persen Warga Binaan Kasus Narkoba, Lapas Kelas IIA Kalianda Miliki Ruang Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkoba

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kini memiliki ruang konseling layanan untuk warga binaannya menjalankan rehabilitasi ketergantungan obat-obatan terlarang atau peyalahguna narkoba.

Peresmian ruang rehabilitasi tersebut dilakukan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Lampung, Iwan Santoso, yang ditandai degan penandatangan prasasti, pada Jumat (12/11/2021).

Selain itu, disela acara peresmian ruang rehabilitasi tersebut juga sekaligus dilakukan pengukuhan Duta Anti Narkoba yang terdiri dari warga binaan dan pegawai Lapas Kelas IIA Kalianda oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung Brigjen Pol. Edi Swasono.

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, Kajari Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati, serta perwakilan anggota Forkopimda lainnya.

Hadir juga Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan AKBP. Ikhlas Nawawi, Kepala Pengadilan Negeri Lampung Selatan Fitra Renaldo, serta tim penilai dari Kementerian PAN yang dipimpin Nadjamudin selaku Analis Kebijakan Madya dan Koordinator Perumusan Kebijakan.

Plt Kakanwil Kemenkumham Provinsi Lampung, Iwan Santoso (baju merah) meresmikan ruang konseling layanan rehabilitasi narkoba di Lapas Kelas IIA Kalianda. | Diskominfo Lamsel

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Tetra Destorie mengungkapkan, bahwa Lapasnya memiliki kapasitas sebanyak 300 orang. Dimana saat ini kata dia, Lapas Kelas IIA Kalianda berisi sebanyak 765 orang dengan rincian narapidana 630 orang dan tahanan 125 orang.

“Dari jumlah (765) tersebut, 350 orang diantaranya merupakan kasus narkoba. Dengan rincian 226 orang kategori pengedar dan 124 orang kategrori pemakai,” ungkapnya.

Oleh karena itu lanjut Tetra, pihaknya bekerjasama dengan BNN Provinsi Lampung dan BNN Kabupaten Lampung Selatan untuk menyediakan ruangan khusus layanan rehabilitasi untuk warga binaan yang termasuk kategori pemakai narkoba.

Tetra juga menjelaskan, bahwa kegiatan konseling layanan rehabilitasi bertujuan untuk mengupayakan warga binaan tetap bersih dari narkoba selama menjalani masa hukuman.

“Jadi kita mempersiapakan mereka (warga binaan) untuk siap kembali ke masyarakat, membentuk perilaku yang lebih baik dan mendukung keberhasilan upaya pembinaan serta peningkatan situasi keamanan yang lebih kondusif di dalam Lapas,” katanya.

Sementara, Plt Kakanwil Kemenkumham Provinsi Lampung, Iwan Santoso mengatakan, keberadaan ruang konseling layanan rehabilitasi itu dilakukan untuk mengukuhkan kembali komitmen bersama dalam perang melawan narkoba di lingkungan Lapas atau Rutan.

“Momen hari ini juga akan kita jadikan sebagai pemicu semangat kita bersama dalam membesihkan narkoba di lingkungan Lapas Kelas IIA Kalianda,” kata Iwan Santoso.

Pada kesempatan itu, Iwan Santoso juga mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan tersebut. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas segala duungan dan kerja sama semua pihak.

“Tentunya ini menjadi penyemangat tersendiri bagi jajaran Kemenkumham Lampung dalam menggelorakan semangat perang terhadap narkoba di Lapas dan Rutan,” ujarnya.

Iwan Santoso menyebut, bahwa kapasitas seluruh Lapas dan Rutan di Provinsi Lampung hanya 5.000 orang. Total per 12 November 2021, kapasitas Lapas lebih dari 9.000 orang.

“Perhari ini isinya sudah lebih dari 9.000 hampir 100 persen over kapasitas. Dari 9.000 ini hampir 70 persen kasus narkoba. Artinya kalau semua warga binaan kasus yang lain dipindahkan, tetap saja masih over kapasitas,” kata dia.

Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin saat menyampaikan sambutan pada acara peresmian ruang konseling layanan rehabilitasi narkoba di Lapas Kelas IIA Kalianda. | Diskominfo Lamsel

Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Sekda Thamrin sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih dengan adanya ruang konseling layanan rehabilitasi serta mengucapkan selamat kepada Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan.

“Mudah-mudahan setelah diresmikan, ruang layanan konseling rehabilitasi ini dapat segera difungsikan penggunaannya secara maksimal. Sehingga akan menjadi bagian penting dalam mengobati penyalahguna narkoba di Lapas Kelas IIA Kalianda,” ujar Thamrin.

Thamrin juga berharap, keberadaan ruang layanan konseling rehabilitasi tersebut, dapat membantu program pemulihan warga binaan. Seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan narkoba kembali terulang.

“Selain menjalani rehabilitasi narkoba para warga binaan juga membutuhkan dukungan moral dari orang terdekat dan lingkungan sekitar. Harapannya warga binaan yang sudah mendapatkan ilmu, etika dan nilai-nilai dalam pelaksanaan rehabilitasi, bisa menjadi agen-perubahan dalam mentrasfer ilmu yang didapat kepada sesama warga binaan,” katanya.

Thamrin juga mengatakan, bahwa permasalahan narkoba tidak akan dapat diselesaikan oleh BNN sendiri. Tetapi kata Thamrin, juga harus melibatkan seluruh elemen tanpa terkecuali, baik itu instansi pemerintah swasta maupun masyarakat.

“Mari kita berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan Bersinar yaitu Bersih Dari Narkoba. Semoga upaya yang kita laksanakan hari ini bermanfaat dalam menghentikan jalur peredaran narkoba di daerah yang kita cintai ini,” tandasnya.

Lantik Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Serentak 2021, Bupati Nanang : Tidak Ada Lagi Kubu-Kubuan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menekankan kepada seluruh Kepala Desa terpilih yang baru saja dilantik, agar merangkul semua elemen masyarakat termasuk lawan politiknya pada pemilihan Kepala Desa lalu.

Hal itu disampaikan Nanang Ermanto pada acara pelantikan Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang I tahun 2021, pada sesi kedua yang digelar di Aula Sebuku, rumah dinas bupati setempat, Selasa siang (9/11/20210).

Nanang meminta, seluruh Kepala Desa terpilih yang telah dilantik agar dapat menghilangkan semua perbedaan serta dapat bermitra dan menjalin kerjasama dengan semua pihak.

“Hilangkan rasa dendam kalian. Ini pesan saya untuk Kepala Desa yang baru dilantik pada hari ini. Tidak ada lagi kubu-kubuan, kubu 1, 2, dan 3. Ini adalah demokrasi, biasa. Rangkul semua elemen, hilangkan rasa kebencian untuk membangun desa,” tukas Nanang.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyematkan tanda pangkat dan jabatan kepada Kepala Desa terpilih yang baru dilantik. | Diskominfo lamsel

Menurut Nanang, rasa dendam dan kebencian yang terus dipupuk hanya akan menimbulkan rasa benci dan dendam yang berkelanjutan. Sehingga, nantinya hanya akan memecah konsentrasi Kepala Desa dalam melayani masyarakat dan membangun desanya.

“Karena tugas berat ada di pundak pak Kades, bilamana kalian melakukan hal itu, hanya akan berpusat pada kebencian dan dendam. Tidak pernah menjadi pemimpin untuk melayani rakyatnya, pemimpin yang akan membangun desanya,” kata Nanang.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, menjadi Kepala Desa bukanlah perihal mudah. Sebab, dibalik jabatan yang telah diterima itu, terdapat banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang harus diemban sebagai seorang pemimpin.

“Pak Kades harus mempunyai rasa tanggung jawab, bagaimana menjaga situasi kondusif yang stabil. Karena dalam membangun desa dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong. Rangkul semua masyaakat, siapa lagi yang akan membangun desa jika bukan kita,” ujarnya.

Untuk itu, Nanang meminta agar Kepala Desa dapat saling berkoordinasi dengan camat dalam menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada wilayahnya masing-masing.

“Koordinasikan dengan pemerintahan setempat, koordinasi dengan camat. Jangan sampai persoalan-persoalan desa keluar dari kecamatan. Nanti camat koordinasi dengan pemerintah daerah,” tandasnya.

Pemkab Lampung Selatan Bakal Gelar Operasi Pasar Murah di 7 Kecamatan, Ini Jadwalnya

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan menggelar Operasi Pasar Murah di 7 kecamatan. Rencananya, Operasi Pasar Murah akan dilaksanakan mulai 16 November hingga 30 November 2021 mendatang.

Operasi Pasar Murah akan diawali di Kecamatan Sidomulyo pada 16 November 2021, kemudian dilanjutkan di Kecamatan Bakauheni pada 18 November 2021.

Selanjutnya, Operasi Pasar Murah bergeser ke Kecamatan Merbau Mataram pada 22 November 2021, lalu di Kecamatan Tanjung Bintang pada 23 November 2021.

Kemudian dilanjutkan di Kecamatan Kalianda pada 25 November 2021, lalu di Kecamatan Natar 29 November 2021 dan di Kecamatan Jati Agung pada 30 November 2021.

Dalam Operasi Pasar Murah kali, Pemkab Lampung Selatan akan menggandeng sejumlah perusahan, seperti PT Pertamina, PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Perusahaan Umum (Perum) Bulog, serta PT Bumi Waras, serta melibatkan para petani di daearh setempat.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Operasi Pasar Tahun 2021 yang dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan Muhadi, di ruang kerjanya, Kamis (4/11/2021).

Plt Asisten Bidang Ekobang, Muhadi mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan pasar murah itu untuk membantu masyarakat Kabupaten Lampung Selatan dalam mendapatkan bahan makanan pokok dengan harga yang terjangkau pada masa pandemi Covid-19.

Terlebih kata dia, saat ini terdapat beberapa bahan sembako yang harganya melonjak tinggi. Sedangkan, pergerakan masyarakat masih terbatas dikarenakan situasi Lampung Selatan masih berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

“Saya harap camat bantu cari tempat yang benar-benar pas untuk pasar murah ini. Jangan sampai terjadi keribuatan di masyarakat. Karena pak bupati juga sudah pesan, supaya benar-benar kegiatan ini berdampak kepada masyarakat yang tidak mampu,” katanya.

Muhadi juga mengingatkan, dalam pelaksanannya, operasi pasar murah harus tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. Paling tidak menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal ini, mengingat Kabupaten Lampung Selatan masih berada pada zona kuning.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan, karena kita masih PPKM level 2. Jangan sampai kita tidak memberikan contoh yang benar kepada masyarakat. Jalankan dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Plt Asisten Bidang Ekobang, Muhadi saat memimpin rapat koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Operasi Pasar Tahun 2021 di ruang kerjanya.

Sementara, dalam Operasi Pasar Murah nanti, PT Pertamina akan menyediakan tabung gas elpiji subsidi 3 kg dengan harga Rp.18.000, tabung elpiji non subsidi 5,5 kg dengan harga Rp.72.500 dan tabung gas elpiji non subsidi 12 kg dengan harga Rp.142.000.

Nantinya, tiap titik Operasi Pasar Murah akan disediakan kuota sebanyak 560 tabung gas elpiji. Dimana masyarakat hanya boleh membeli maksimal 2 tabung gas elpiji.

Kemudian, dari Indomaret akan menyediakan bahan pokok berupa minyak goreng merek Bimoli kemasan 2 liter dengan harga Rp.30.000. Selain itu, Indomaret juga akan menyediakan beberapa produk lainnya yang sedang promo pada waktu pelaksanaan.

Selanjutnya, dari Perum Bulog akan menyediakan gula kemasan ukuran 1 kilogram dengan harga Rp.12.200, lalu ada juga beras kualitas medium dengan harga Rp.8.800/kilogram dan tepung terigu kemasan 1 kilogram dengan harga Rp.8.800.

Sedangkan, PT Bumi Waras akan menyediakan tepung beras merek Rose Brand kemasan ½ kilogram dengan harga Rp.5.350, tepung ketan merek Rose Brand kemasan ½ kilogram dengan harga Rp.9.000, tepung tapioka sagu ukuran 1 kilogram dengan harga Rp.4.100.

Ada juga minyak goreng merek Rose Brand kemasan 1 liter dengan harga Rp.16.600, dan kemasan 2 liter dengan harga Rp.33.000.

Lalu, minyak goreng merek Tawon kemasan 900 mililiter dengan harga Rp.15.000, kemasan 1 liter dengan harga Rp.16.600, dan kemasan 2 liter dengan harga Rp. 32.700,

Selanjutnya, Indomaret juga menyediakan gula merek Rose Brand kemasan 1 kilogram dengan harga Rp.12.000, sagu merek tani kemasan ½ kilogram dengan harga Rp.5.500.

Bihun merek Rose Brand dengan harga Rp.2.100 perbungkus, santan Rose Brand kemasan 65 mililiter dengan harga Rp.2.400, margarin dengan harga Rp.4.300, air kemasan gelas merek BW dengan harga Rp.16.500 perdus dan air kemasan botol merek BW dengan harga Rp.72.500 perdus.

Selain itu, pada pasar murah tersebut juga akan menjual telur, daging, ikan tawar segar, bawang merah, cabe merah kriting, bawang putih yang akan diambil dari para petani setempat. Sehingga harga yang ditawarkan kepada masyarakat pun akan lebih murah.

Bunda Winarni Kukuhkan 17 Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto mengukuhkan 17 Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan. Pengukuhan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Rabu (3/11/2021).

Kegiatan yang berlangsung dalam acara Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca itu dihadiri Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Kajari Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati, dan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan Agus Sartono serta perwakilan Forkopimda lainnya.

Hadir juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ratna Dewi, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta para pejabat utama, Kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Lampung Selatan serta Ketua DWP Lampung Selatan Yani Thamrin.

Bunda Winarni berharap, bunda literasi yang baru dikukuhkan dapat menjadi motivator seluruh pihak terkait di kecamatan untuk meningkatkan angka minat baca di daerahnya.

“Saya minta kepada 17 Bunda Literasi Kecamatan yang telah dikukuhkan untuk segera bekerja. Saya juga minta kerja sama semua pihak terkait, pegiat literasi, dan dinas terkait agar minat baca di Lampung Selatan ini bisa meningkat,” kata Winarni.

Winarni juga meminta, agar Bunda Literasi Tingkat Kecamatan yang telah dikukuhkan segera menyusun program kerja dan bisa menyosialisasikan budaya literasi atau budaya gemar membaca, yang selanjutnya diturunkan sampai ke desa-desa di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya minta Bunda Literasi yang baru dikukuhkan ini bisa menyosialisasikan pentingnya perpustakaan dan pentingnya literasi. Agar kedepan program Bunda Literasi dapat berhasil. Dengan demikian budaya dan minat baca masyarakat di desa-desa akan meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Bunda Winarni menyampaikan, perpustakaan daerah harus lebih dioptimalkan lagi eksistensinya ditengah-tengah masyarakat seiring dengan perkembangan zaman.

Menurut Winarni, disamping sebagai penyedia buku atau bahan bacaan, perpusatkaan daerah diharapkan menjadi gudang literasi yang menarik dan edukatif bagi para pengunjungnya.

Dengan demikian budaya membaca yang sudah tertanam pada masyarakat terutama dikalangan para pelajar dan mahasiswa semakin kuat. Apalagi ditunjang dengan segala informasi dan ketersediaan buku bacaan yang beragam dan menarik di perpustakaan.

“Ini perlu kerja sama dan gotong-royong semua pihak. Seperti gotong-royong dalam penyediaan buku-buku bacaan. Karena membaca buku itu jendela dunia, dengan membaca wawasan masyarakat kita menjadi luas,” kata Winarni.

Sementara, pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang besar kepada semua pihak termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan serta para Pegiat Literasi yang telah berupaya dengan maksimal untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat luas agar masyarakat gemar membaca buku-buku terutama di perpustakaan.

“Jadi bunda literasi kecamatan yang baru dikukuhkan ini sekarang memiliki tanggungjawab bagaimana membantu para sumaminya (camat) membuka jendela dunia dengan buku. Caranya dengan melakukan sosialiasi gerakkan gemar membaca ke desa-desa,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, bupati Nanang juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat mampu melakukan inovasi dengan menyediakan layanan informasi secara digital.

Sehingga, semua informasi tentang Perpustakaan Daerah dapat dengan mudah terakses oleh masyarakat secara online, termasuk menyediakan kartu digital bagi masyarakat yang akan meminjam buku di perpustakaan daerah dan perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah.

“Harapan kita semua melalui Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca ini dapat meningkatkan minat baca dan menggugah keinginan masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah,” kata Nanang.

Minta Dukungan Bupati, Bunda Winarni Ingin Bangkitkan Penggunaan Aksara Lampung di Kabupaten Lampung Selatan

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto berupaya menjaga dan melestarikan budaya berupa aksara Lampung. Pasalnya, penggunaan aksara Lampung saat ini mulai tergerus oleh zaman.

Hal itu diungkapkan Bunda Winarni dalam acara Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca serta Pengukuhan 17 Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan yang dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Rabu (3/11/2021).

Sebagai Bunda Literasi, Winarni berharap penggunaan aksara Lampung bisa terus dikampanyekan di Kabupaten Lampung Selatan. Caranya dengan mengupayakan penulisan aksara Lampung pada sejumlah fasilitas publik yang ada di Lampung Selatan.

“Seperti di tempat pariwisata, di hotel-hotel, bandara, sekolah, kampus, dan tempat-tempat ruang publik lainnya. Supaya dipasang aksara Lampung dibawah tulisan bahasa Indonesia,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan ini.

Untuk itu, Bunda Winanri meminta kepada pemerintah daerah setempat, khususnya Bupati Lampung Selatan agar dapat mendukung dan merealisasikan hal tersebut.

“Saya mohon kepada pak bupati, supaya aksara Lampung ini bisa dilestarikan bersama-sama. Jadi mungkin dari semua kantor dan ruangan harus ada tulisan aksara Lampung,” ujarnya.

Lebih lanjut Bunda Winarni mengatakan, masyarakat Lampung khususnya Kabupaten Lampung Selatan perlu melestarikan bahasa Lampung sebagai salah satu kekayaan daerah.

Menurutnya, bahasa Lampung ini unik karena memiliki aksara Lampung dan terdiri dari dialek A dan O. Sehingga generasi muda perlu melestarikan agar tidak hilang termakan zaman.

“Kita sebagai masyarakat Lampung harus bangga karena memiliki aksara Lampung. Di Indonesia ini hanya ada delapan provinsi yang punya aksara, salah satunya Provinsi Lampung. Jadi masyarakat harus lebih mengenal lagi aksara Lampung,” imbuh Winarni.

Diketahui, aksara Lampung yang dikenal sebagai tulisan Basaja atau had Lampung, adalah salah satu aksara tradisional Indonesia yang berkembang di selatan pulau Sumatera. Aksara ini digunakan untuk menulis rumpun bahasa Lampung dan bahasa Melayu.

Aksara Lampung adalah sistem tulisan abugida yang terdiri dari empat macam unsur, yaitu kelabai surat (20 aksara dasar), benah surat (12 diakritik), angka, dan tanda baca.

Buka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, Bupati Nanang Canangkan Satu Kadis Sumbang 4 Buku

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Gemar membaca sebuah gerakan yang sangat positif yang harus terus didukung dan dikembangkan di tengah-tengah masyarakat secara luas.

Bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca adalah melalui peningkatan sarana, prasarana dan ketersediaan buku bacaan di perpustakaan.

Untuk mendukung gerakkan gemar membaca, Nanang meminta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat menyumbangkan buku ke perpustakaan.

Hal itu disampaikan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca serta Pengukuhan 17 Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan yang dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Rabu pagi (3/11/2021).

Dengan begitu kata Nanang, akan ada banyak jenis dan judul buku yang nantinya akan meningkatkan minat baca masyarakat terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Nanti kami akan meyumbangkan buku. Satu Kadis (Kepala Dinas) 4 buku. Jadi berhenti dulu, kurangi rokok kalian seminggu ini, kan ngak seberapa harga bukunya,” kata Nanang.

Tak hanya pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Nanang juga menggugah semua pihak agar dapat mendonasikan buku bacaan ke perpustakaan.

“Camat juga begitu sumbang buku, UPT yang ada di kecamatan juga sumbang buku. Nanti koordinatornya Pak Sekda,” tukas Nanang.

Selain itu, pada kesempatan itu Nanang meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat mampu melakukan inovasi dengan menyediakan layanan informasi secara digital.

Sehingga, semua informasi tentang Perpustakaan Daerah dapat dengan mudah terakses oleh masyarakat secara online, termasuk menyediakan kartu digital bagi masyarakat yang akan meminjam buku di perpustakaan daerah dan perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah.

“Harapan kita semua melalui Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca ini dapat meningkatkan minat baca dan menggugah keinginan masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah,” kata Nanang.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Qorinilwan menjelaskan, maksud diadakannya Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca itu adalah untuk merangsang peningkatan minat baca masyarakat khususnya kalangan pelajar, sehingga kegiatan membaca dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.

Kemudian, melalui kegiatan itu dapat meningkatkan sinergi dengan berbagai mitra, baik sesama lembaga pemerintah maupun swasta, guna menunjang dan turut berpartisipasi aktif demi memfasilitasi kalangan generasi muda dan pelajar untuk membiasakan diri membaca serta mampuberkompetensi dalam persaingan global demi mewujudkan Indonsia maju.

“Melaui kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daya saing para pelajar di Kabupaten Lampung Selatan. Sehingga mampu tampil kedepan sebagai calon-calon penerus pelopor kemajuan bangsa Indonesia,” kata Qorinilwan dalam laporannya.

Adapun, tujuan dilaksanakannya kegiatan itu lanjut Qorinilwan, yaitu untuk menggugah dan meningkatkan pentingnya peningkatan minat baca bagi kalangan generasi muda dan pelajar.

“Juga untuk memacu indek baca masyarakat Kabupaten Lampung Selatan dan menjadikan kebiasaan membaca sebagai salah satu bagian dari peradaban masyarakat,” katanya.

Qorinilwan menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari itu, diisi dengan berbagai kegiatan seperti, lomba-lomba tingkat pelajar, bazar buku, pengukuhan bunda literasi kecamatan, pameran TBM Perpustakaan Desa Replikasi yang berbasis Inklusi Sosial, dan ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta pemenang lomba-lomba pelajar.

“Sasaran kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca adalah kalangan pelajar, generasi muda, dan masyarakat umum di Kabupaten Lampung Selatan,” ucapnya.

Selain dihadiri Bupati Lampung Selatan, kegiatan itu juga dihadiri Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Kajari Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati, dan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan Agus Sartono serta perwakilan anggota Forkopimda lainnya.

Hadir juga Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ratna Dewi, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta para pejabat utama, Kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Lampung Selatan serta Ketua DWP Lampung Selatan Yani Thamrin.