Mediarepublika. Com- bagian yang sangat penting dan vital merupakan human Investment untuk mewujudkan pembangunan bangsa sesuai dengan amanat konstitusi Republik Indonesia yaitu untuk mensejahterakan kehidupan bangsa. Tentu pemuda harus membekali diri kearah yang konstruktif dan semata mata karena kecintaaan terhadap tanah air. Konstruksi yang dapat dilakukan adalah dengan secara continue belajar memperdalam pengetahuan yang dimiliki dalam bidang yang ditekuni, pemuda harus selalu menjaga dan merawat integritasnya, mempunyai semangat pantang menyerah dan mampu memimpin dirinya sendiri serta dapat bekerja sama dalam penggapaian cita, selalu berfikir kritis dan terus tergerak melawan keadaan yang destruktif. Sejak dini pemuda harus bersikap jujur, berani dan bertanggung jawab, runtuhnya negeri ini dikarenakan karena kesalahan masif dibiarkan sehingga terbentuk sebuah kebiasaan. Harapan kita semua pemuda indonesia menjadi pemuda yang terpelajar, pemuda yang sejak dalam fikiran harus dapat berbuat baik apalagi dalam tindakannya.
Dalam sebuah quote seorang aktivis lingkungan di era orde lama, bahwa cinta tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Jelas disini bekal pemuda bukan hanya mengkonstruktionalkan dirinya sendiri, pemuda harus juga membumi (peduli dan adil), bersosialisasi dekat dengan lingkungan dan masyarakatnya.
Pembelajaran dan ketergerakan hati seseorang akan bangkit jika melihat hal yang nyata, demikian pun dengan strategi pembelajaran pengambilan keputusan, seseorang dapat dengan lebih akurat mengambil keputusan apabila orang tersebut dihadapkan dengan sebuah kondisi dimana orang tersebut berada dipusarannya.
Jika hal yang kita harapan tersebut sudah menjadi dominasi mental pemuda indonesia, saya yakin apa yang diucapkan Bung Karno mengacu pada judul tulisan ini akan terwujud dan saya harapkan kita dapat menjadi bagian pemuda seperti yang diinginkan bung Karno, menjadi bagian pemuda yang dapat mengguncang dunia.
semoga memberikan kebermanfaatan.

Ini timbul dari jiwa Dang Ike yang sangat menyukai sejarah, sehingga dengan mudah mantan Wakapolda Sulawesi Selatan ini merangkul masyarakat dengan tulus dan ikhlas dan menghormati serta diterima dengan baik dengan sukacita oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut Sang Jenderal mengatakan, ”Ini kita masih dalam heroik memperingati hari Pahlawan 10 November, sejarah membuktikan bahwa yang melawan dan mengusir penjajah adalah Bangsawan Nusantara dan Hulu Balang (Tentara Kerajaan) dan para Ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Din, Bangsawan dari Aceh, Tuanku lmam Bonjol Bangsawan dari Sumatera Barat, Sultan Taha Bangsawan dari Jambi, Sultan Badaruddin Bangsawan dari Sumatera Selatan, Pangeran Suhaimi Bangsawan dari Lampung, Pangeran Diponogoro Bangsawan dari Pulau Jawa, Sultan Hasanuddin dari Sulawesi, l Gusti Ngurah Rai dari Pulau Bali, Patimura dari Maluku, KH. Dewantara Ulama dari Yogyakarta, Sultan Hamangkubuwono Bangsawan dari Yogyakarta, dan ribuan lagi Bangsawan yang tercatat dengan tinta emas sejarah Republik Indonesia. Dan menjadi suhada untuk menegakkan Negara tercinta ini,” katanya.
Dalam catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak, disampaikan oleh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia Menilai bahwa sosok AKBP Doni Setiawan, SIK, MH, Sejak menjabat Kapolres Solok Kota dan Kini Menjabat Kapolres Payakumbuh telah membuat berbagai Gebrakan program termasuk program Polres Ramah Anak, menjadikan Polres tidak lagi menjadi Momok menakutkan bagi Masyarakat justru Masyarakat bahkan anak-anak semakin gemar Ke Polres, baik permain atau hanya sekedar berkunjung
Kemudian , Lanjut Arist, dalam penanganan kasus terhadap anak, AKBP Doni Setiawan, SIK, MH., selalu sigap dan tanggap dalam menyelesaiakan kasus anak dengan mengedepankan dan mencari solusi yang terbaik untuk anak, baik anak sebagai pelaku maupun anak sebagai korban.