Hasrun Afandi Umpusinga (Tokoh Kepemudaan, Aktivis Lingkungan, Mountainer, Dosen)

Mediarepublika. Com- bagian yang sangat penting dan vital merupakan human Investment untuk mewujudkan pembangunan bangsa sesuai dengan amanat konstitusi Republik Indonesia yaitu untuk mensejahterakan kehidupan bangsa. Tentu pemuda harus membekali diri kearah yang konstruktif dan semata mata karena kecintaaan terhadap tanah air. Konstruksi yang dapat dilakukan adalah dengan secara continue belajar memperdalam pengetahuan yang dimiliki dalam bidang yang ditekuni, pemuda harus selalu menjaga dan merawat integritasnya, mempunyai semangat pantang menyerah dan mampu memimpin dirinya sendiri serta dapat bekerja sama dalam penggapaian cita, selalu berfikir kritis dan terus tergerak melawan keadaan yang destruktif. Sejak dini pemuda harus bersikap jujur, berani dan bertanggung jawab, runtuhnya negeri ini dikarenakan karena kesalahan masif dibiarkan sehingga terbentuk sebuah kebiasaan. Harapan kita semua pemuda indonesia menjadi pemuda yang terpelajar, pemuda yang sejak dalam fikiran harus dapat berbuat baik apalagi dalam tindakannya.

 

Dalam sebuah quote seorang aktivis lingkungan di era orde lama, bahwa cinta tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Jelas disini bekal pemuda bukan hanya mengkonstruktionalkan dirinya sendiri, pemuda harus juga membumi (peduli dan adil), bersosialisasi dekat dengan lingkungan dan masyarakatnya.
Pembelajaran dan ketergerakan hati seseorang akan bangkit jika melihat hal yang nyata, demikian pun dengan strategi pembelajaran pengambilan keputusan, seseorang dapat dengan lebih akurat mengambil keputusan apabila orang tersebut dihadapkan dengan sebuah kondisi dimana orang tersebut berada dipusarannya.

 

 

Jika hal yang kita harapan tersebut sudah menjadi dominasi mental pemuda indonesia, saya yakin apa yang diucapkan Bung Karno mengacu pada judul tulisan ini akan terwujud dan saya harapkan kita dapat menjadi bagian pemuda seperti yang diinginkan bung Karno, menjadi bagian pemuda yang dapat mengguncang dunia.

semoga memberikan kebermanfaatan.

Riana Sari Arinal Launching Sarung Pelangi Belah Ketupat dan Serahkan Bantuan kepada Masyarakat

Mediarepublika.com

Tanggamus – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung juga Ketua Dekranasda Hj. Riana Sari Arinal melaunching kain sarung Pelangi Belah Ketupat produksi Kabupaten Tanggamus, di lokasi air terjun Way Lalaan Tanggamus, Kamis (25/6/2020).

Launching sarung Pelangi Belah ketupat ditandai dengan penandatanganan oleh Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tanggamus, disaksikan oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, MM.

Riana Sari Arinal memuji kreatifitas pengrajin di Tanggamus. Ia berharap dengan launching Sarung Pelangi Belah Ketupat akan menambah kekayaan seni dan budaya Kabupaten Tanggamus khususnya dan Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan ini, Riana Sari Arinal mengajak masyarakat untuk mencintai produk daerah dan produk dalam negeri. Kepada para pengrajin dan usaha kecil agar jangan ragu-ragu membeli bahan dari masyarakat sendiri. Masyarakat juga dihimbau agar membeli produk dari UKM. Agar program bela beli UKM dapat terealisasikan. Karena produk dari UKM juga tidak kalah berkualitas dengan produk lainnya.

Sementara itu, Bupati Tanggamus Dewi Handajani, memuji kepedulian Ketua Dekranasda Provinsi Lampung terhadap kerajinan Provinsi Lampung. “Semangat Ibu Gubernur dalam meningkatkan produk-produk Lampung luar biasa. Ini bisa menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan produksi kerajinan daerah Lampung,” ujar Bupati Dewi.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani melanjutkan, Tanggamus dengan 20 kecamatan yang ada, didukung dengan berbagai potensi alam, laut dan budaya terus berbenah. Bupati juga mengucapkan terimakasih atas Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi dan Ibu Riana Sari Arinal, sehingga ke depan Kabupaten Tanggamus semakin maju dan Provinsi Lampung semakin berjaya.

Dengan launching sarung Pelangi Belah Ketupat salah satu kekayaan budaya Tanggamus yang sebagian wilayahnya merupakan masyarakat pesisir, Bupati berharap akan diminati masyarakat Lampung dan bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

*Serahkan Bantuan Sembako
Dalam kunjungan ke Kabupaten Tanggamus, Riana Sari Arinal menyerahkan ratusan paket sembako dan masker kepada masyarakat Tanggamus.

Selaku Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Ketua Umum LKKS, Riana Sari menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada para pengrajin, warga berkebutuhan khusus, kader Posyandu, UP2K dan masyarakat.

Rombongan TP PKK dan Dekranasda yang menyerahkan bantuan paket sembako dan masker kepada masyarakat Tanggamus antara lain, Mamiyana Fahrizal, Rusdiana Adi Erlansyah, Fera Mulyadi, dan sejumlah pengurus PKK, Dekranasda dan LKKS.

Riana Sari juga mengatakan, Provinsi Lampung memborong 3 Juara sekaligus dalam Lomba Video Inovasi Daerah Tatanan  New Normal : Juara 1. Sektor Rumah Makan, Juara 2. Sektor Pasar Modern, Juara 3. Sektor Pasar Tradisional. Semua itu tidak lepas dari kerja keras Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung, dukungan para bupati/walikota serta peran masyarakat Lampung.

Riana Sari juga istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini menyampaikan pesan agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari Covid-19.

Memasuki New Normal (Kebiasaan Baru), Riana Sari menghimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, di rumah saja, sedia hand sanitizer, bila kemana-mana jangan lupa pakai masker, tetap jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir, setibanya di rumah langsung mandi, tidak bersalaman dulu. Riana Sari juga mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah dan selalu berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu. (*Red)

Pemprov Lampung Dukung Terobosan PT. Jasa Raharja dengan Inovasi Asuransi Pariwisata Bahari

Mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG —–Pemerintah Provinsi Lampung mendukung terobosan yang dilakukan PT. Jasa Raharja Lampung yang melakukan inovasi asuransi dalam pariwisata bahari.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat menerima Audiensi Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Lampung Margareth, di Ruang Kerjanya, Rabu sore (24/6/2020) .

Wagub Nunik menjelaskan Pemprov Lampung menyambut baik Jasa Raharja yang selama merupakan mitra Pemerintah di bidang angkutan darat, udara dan laut, untuk mengembangkan inovasi dengan mengcover asuransi di bidang pariwisata bahari seperti di Tegal Mas, Pahawang, dan Kiluan.

“Termasuk bagaimana meng-cover asuransi untuk para nelayan, sehingga ketika terjadi kecelakaan dan sebagian hal yang tidak diinginkan lainnya, dipastikan korban dapat tercover asuransi,” ujar Wagub.

Wagub Nunik menilai dengan tercover asuransi para wisatawan merasa lebih terjamin dalam mengunjungi seluruh destinasi wisata yang ada Provinsi Lampung.

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Margareth mendukung penuh Pemprov Lampung terkait perlindungan pengunjung wisata bahari di Provinisi Lampung.

“Kita lihat di Lampung banyak penumpang kapal penyebrangan yang menuju destinasi wisata belum tercover oleh Asuransi. Untuk itu kita dari Jasa Raharja meminta dukungan Wagub Nunik untuk melakukan edukasi bersama kepada masyarakat ataupun pemilik usaha,” ujarnya. (Red)

Lomba Inovasi Digelar agar Daerah Menyiapkan Tatanan Normal Baru

Mediarepublika.com

*Jakarta*- Berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional berpendapat, bahwa pandemi Covid-19 berakhir dalam kurun waktu yang tak sebentar. Karenanya, dunia tengah mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan Covid-19. Berbagai negara melakukan inovasi untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau new normal life. Sebab, tidak mungkin untuk terus menerus melakukan pembatasan secara ketat apalagi lockdown, yang juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan, ekonomi, psikologi sosial dan lain-lain. Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat memberikan sambutan pada gelaran penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah, dalam penyiapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Senin (22/6/2020).

Sebagai sesuatu yang baru, kata Mendagri, tatanan ini memerlukan tahap pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. “Pra kondisi ini dilakukan dengan membuat protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan dan melakukan simulasi-simulasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemendagri bersama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, BNPB, BNPP, serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, berinisiatif mengadakan lomba antardaerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19 dan simulasinya di 7 sektor kehidupan. Sektor tersebut meliputi pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transpotasi publik, dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). “Agar adil maka lomba diadakan dengan membagi empat klaster Pemda, yaitu antarprovinsi, antarkota, antarkabupaten, dan antarkabupaten perbatasan atau tertinggal,” ujar Mendagri.

Semua Pemda, lanjut Mendagri, bebas mengikuti lomba dengan membuat video dengan durasi maksimal 1,5 menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan. Pemda bebas memilih untuk mengikuti sektor mana saja. Bahkan, mereka dapat mengirim video di semua sektor yang dilombakan. “Untuk membuat video tersebut tentunya Pemda harus menyusun protokol kesehatan dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder yang digarapnya seperti operator pasar tradisional, hotel, restoran, dan sebagainya,” kata Mendagri.

Mendagri menyebutkan, video para pemenang akan disosialisasikan ke publik melalui media massa termasuk media sosial, sebagai model bagi Pemda lain, serta memberikan kesadaran masyarakat untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tatanan baru yang produktif dan aman dari bahaya Covid-19.

Selain mendapat piagam penghargaan, setiap pemenang diberikan Dana Insentif Daerah (DID) dengan nominal beragam. Untuk pemenang pertama di setiap kategori dan setiap klaster, daerah diberikan DID sebesar Rp 3 miliar, pemenang kedua Rp 2 miliar, dan pemenang ketiga Rp 1 miliar. Sehingga total pemenang berjumlah 84, terdiri atas Pemenang I, Pemenang II dan Pemenang III pada 7 sektor dan 4 klaster Pemda dengan total hadiah DID Rp 168 miliar.(Red)

MENCARI KEPALA DAERAH YANG TEPAT BAGI MASYARAKAT

OPINI
Oleh: Jeffry Noviansyah
Pemimpin Redaksi Lampung7news

Gaung saling menggaung, tanda-tanda perhelatan Calon Pimpinan Daerah mulai memasang taring, dari sharing hingga gambling. Begitulah perjalanan politik, tidak peduli berapa banyak yang harus dikorbankan sing penting dadi (Jawa). Adapun pencalonan yang kerap dipasang-pasangkan, dikawin-kawinkan. Pertanyaannya, apakah para calon yang merasa sudah punya trend di masyarakat mau dirapat-rapatkan dengan calon lainnya?

Jika saya ditanya, siapakah calon Wali Kota Bandar Lampung pilihan saya? Tentu saya akan mengatakan, ‘Yang Matang, yang Amanah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku, yang bisa dan siap melayani masyarakat bukan minta dilayani masyarakat, yang tegas menindak segala bentuk ketidakbenaran dan kesemrautan, yang ramah kepada semua unsur masyarakat, tidak tebang pilih apakah itu kalangan kelas kere atau kelas gedongan’, karna saya menganggap Pemimpin Daerah tidak lepas dari cara para Raja-Raja terdahulu (jika kita mempelajari sejarah).

Seorang kepala daerah tentu tidak mencari kaya, seorang kepala daerah tidak mencari nafkah berlimpah dari jabatannya, karna salary kepala daerah sudah cukup, sesuai yang tertuang dalam Keppres 66/2001. Begitupun soal catatan history buruk dan baik seorang calon, masyarakat bisa menilai. Saya menganggap bahwa masyarakat sekarang lebih cerdas, walaupun ada juga sebagian masyarakat yang berprinsip ‘This is a democratic, today we must get money’ tak peduli siapa yang terpilihnya.

Sejujurnya sosok yang saya anggap sesuai dengan kriteria tersebut adalah Perdana Menteri Paksi Pak Sekala Brak, Irjen Pol. Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., salah satu keturunan Raja di Lampung yang juga mantan Kapolda Lampung. Beliau juga seorang budayawan asli Lampung, siapa yang tidak kenal dengan Dang Gusti (sebutan Ike Edwin dalam adat).

Dalam karirnya Dang Ike yang terkenal disipliner ini terus meningkat, bahkan hingga di usianya yang sekarang sudah memasuki 58 Tahun, yang saya lihat semangatnya masih membara demi menggapai cita-cita membangun daerah asalnya. Lalu yang saya ingat kala berbincang bersama beliau, ekonomi dan pembangunan daerah harus diutamakan, kemudian baru dilanjutkan ke SDM.

Dang Ike yang bersahaja inipun tak pernah menolak jika masyarakat meminta wejangan dan sharing problema daerah atau yang lainnya. Bagai membeli tiket, saya pun bersama yang lain jika ingin bertemu beliau merasakan antri, dan beliau tidak pernah menolak dan lesu walau waktu telah menunjukan jam 12 malam.

Tak hanya di sebuah Institusi Kepolisian yang terkenal garang (dulu), Dang Ike yang bisa membuat masyarakat simpatik terhadap beliau adalah khas senyumnya, selalu membuka diri kepada siapa saja dan bahkan jika ada sebuah organisasi atau lainnya meminta ijin beliau untuk dijadikan Dewan Penasehat atau Dewan Pembina dan lain sebagainya, selagi itu baik buat khalayak luas.

Saya berharap masyarakat tahu mana yang pantas memimpin dan mana yang tidak pantas menduduki Wali Kota kelak. Begitulah sekilas yang bisa saya rasakan dan ungkapkan tentang jati diri seorang pemimpin yang layak memimpin masyarakat luas. | red

Dang Gusti Akan Ramaikan Trophy ‘Lambang Gedung Kuning Cup 2019’

Bandar Lampung, Gudang Agen | Polisi Selebriti (PoliS) yang biasanya memberi Reeward kepada Anggota Polri dan Tokoh Ternama Se-Nusantara berupa Award, kini Polisi Selebriti Wilayah Lampung bekerjasama dengan Panitia LapKol (Lapangan Kolong) Uruguay, Gudang Agen, Teluk Betung, Bandar Lampung pada 01 Desember 2019 mendatang akan mengadakan Ajang Prestasi Merpati Kolong dengan Trophy “Lambang Gedung Kuning Cup 2109”, dan akan dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Kerajaan Kepaksian Pak Sekala Brak Irjen Pol. Dr. H. Ike Edwin, SIK., SH., MH., MM., juga selaku Dewan Penasehat dan Pembina Polisi Selebriti.

Koodinator Wilayah Polisi Selebriti Lampung Jeffry Noviansyah yang juga Ketua Pelaksana Trophy Lamban Gedung Kuning Cup 2019 menjelaskan tentang perihal inisiasi diadakannya gelaran Lomba Merpati Kolong tersebut, terlihat dari maraknya pecinta merpati kolong di tiap daerah khususnya di Lampung.

“Hal ini terlintas, karna kami melihat dibeberapa daerah, khususnya di Kota Bandar Lampung terdapat banyak patek-patek (kolongan) yang selalu ramai dikunjungi masyarakat pecinta merpati, dan setiap hari semakin banyak peminat,” jelasnya.

Pada gelaran lomba yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi ini, seluruh panitia lapangan telah mempersiapkan segala keperluan, dari penyebaran undangan sampai peremajaan patek. Menurut Ketua Panitia Lapangan Kolong Uruguay, Gudang Agen, Teluk Betung Selatan Maruli M. Noer, bahwasannya persiapan dilapangan sudah 80%.

“Kami para panitia sudah mempersiapkan keperluan jelang perlombaan di minggu pertama bulan Desember ini. Tinggal pemasangan tarup, panggung dan sound system pada sabtu nanti,” ungkap lelaki yang hobi dengan kecintaan pada merpati ini.

Jelang hari perlombaan, mulai dari hari Rabu, para pecinta merpati kolong terlihat sudah mulai melatih merpati andalannya, menurut salah satu pemilik merpati, tujuannya untuk melatih merpati agar terbiasa dengan wilayah yang akan dijadikan tempat burung cerdas ini mengikuti kompetisi.

Pada acara tersebut nantinya akan diawali dengan seremoni, sambutan dan pengenalan Polisi Selebriti serta akan diisi dengan motivasi-motivasi dari tamu undangan yang akan hadir, diantaranya Irjen Pol. Ike Edwin (Dang Gusti) Perdana Menteri Kerajaan Kepaksian Pak Sekala Brak, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, dan Ketua Umum DPP BNM-RI Fauzi Malanda, mengingat pecinta merpati kolong adalah kegiatan yang positif dan perlombaan yang fair.

Perlombaan yang akan digelar hingga sore hari (selesai) ini akan ditutup dengan pemberian Trophy, Piagam, Medali, serta Tabanas kepada sang juara oleh Panitia Pelaksana dan Panitia Lapangan.  | red

Ike Edwin, Sang Jenderal Pengagum Sejarah

Bandar Lampung | Kecintaan lrjend Pol. Dr. Hi. lke Edwin, SIK., SH., MH., MM., kepada Budaya Nusantara patut di acungi jempol dan patut menjadi tauladan bagi tokoh Bangsa lainnya, karena kearifan lokal kekuatan yang sangat  mudah di terima oleh Masyarakat Indonesia. Hal ini bisa di buktikan saat Dang Ike (panggilanAkrab lke Edwin) berdinas di Polda Sulawesi Selatan, beliau merangkul Raja-Raja di Sulawesi Selatan untuk menjaga Kamtibmas dan sukses besar. Masyarakat merasa terhormat dan dihargai, sehingga dengan sukarela mendukung Polri dan Pemerintah Daerah dalam menjaga Kamtibmas dan Pembangunan sehingga Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Provinsi yang paling maju di wilayah Indonesia wilayah timur.

Ini timbul dari jiwa Dang Ike yang sangat menyukai sejarah, sehingga dengan mudah mantan Wakapolda Sulawesi Selatan ini merangkul masyarakat dengan tulus dan ikhlas dan menghormati serta diterima dengan baik dengan sukacita oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini walau pun Sang Jenderal telah pindah tugas, namun selalu berkomunikasi dengan baik dan setiap ada event penting selalu di undang’.

Pembangunan tanpa keamanan omong kosong kata Presiden Presiden Jokowi, tanpa keamanan pemerintah akan terhambat membangun. Untuk itulah setiap pemerintah di dunia ini membutuhkan keamanan dan rasa aman dalam membangun.

Keamanan itu sendiri bersumber dari dalam masyarakatnya sendiri, jadi sangat patut kalau masyarakat yang mempunyai kearifan lokal di rangkul dan di berdayakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita Proklamasi.

Untuk tanah kelahiran Provinsi Lampung, Dang Ike sebagai Anak Bangsawan Tinggi Lampung dan begitu cintanya dengan Budaya kearifan lokal, maka didirikanlah Lamban Kuning katanya saat menerima Mahasiswa Universitas lslam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang sedang melakukan Studi Kebudayaan di Lamban Kuning, Jumat (15/11/19).

Lebih lanjut Sang Jenderal mengatakan, ”Ini kita masih dalam heroik memperingati hari Pahlawan 10 November, sejarah membuktikan bahwa yang melawan dan mengusir penjajah adalah Bangsawan Nusantara dan Hulu Balang (Tentara Kerajaan) dan para Ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Din, Bangsawan dari Aceh, Tuanku lmam Bonjol Bangsawan dari Sumatera Barat, Sultan Taha Bangsawan dari Jambi, Sultan Badaruddin Bangsawan dari Sumatera Selatan, Pangeran Suhaimi Bangsawan dari Lampung, Pangeran Diponogoro Bangsawan dari Pulau Jawa, Sultan Hasanuddin dari Sulawesi, l Gusti Ngurah Rai dari Pulau  Bali, Patimura dari Maluku, KH. Dewantara Ulama dari Yogyakarta, Sultan Hamangkubuwono Bangsawan dari Yogyakarta, dan ribuan lagi Bangsawan yang tercatat dengan tinta emas sejarah Republik Indonesia. Dan menjadi suhada untuk menegakkan Negara tercinta ini,” katanya.

Kini kehidupan para Ahli Waris pejuang ini sangat perlu menjadi perhatian pemerintah, karena sejak tahun 1948 pemerintah kerajaan Adat telah dihapuskan dan diganti dengan Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Lurah/Kepala Desa/Pekon, dan wewenang kerajaan Adat untuk mencetak uang juga di cabut, penguasaan tanah juga di cabut sejak 1960 sehingga praktis kehidupan para Tokoh Adat sangat berat, sementara tanggung jawab sosial tidak bisa di lepaskan, karena apabila dilepaskan maka wibawa seorang Tokoh Adat akan ditinggalkan oleh pengikutnya.  Apabila seorang Tokoh Adat ditinggalkan oleh pengikutnya, maka sirnalah kearifan lokal itu.

Untuk itulah maka Dang Ike seorang jenderal yang  suka sejarah ini mendirikan Lamban Kuning untuk melestarikan dan mensosialisasikan kearifan Lampung kepada Masyarakat dan Generasi muda, agar Adat Lampung tetap hanggum (bangga) dengan Adat dan Budaya Lampung. | red

Ini Alasan AKBP Doni Setiawan Raih Penghargaan Duta Polisi Peduli Anak dan Polisi Teladan

Kota Padang, Kapolres Payakumbuh, AKBP Doni Setiawan meraih Penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia sebagai Duta Polisi Peduli Anak  di Mapolda Sumbar, Kamis, 7 November 2019 yang diserahakan oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Drs. DAMISNUR. AM, S.H., M.M. usai upacara Sertijab Kabid Humas Polda Sumbar.

Selain penghargaan Duta Polisi Peduli Anak, AKBP Doni Setiawan, SIK, MH., Kapolres Payakumbuh yang juga Mantan Kapolres Solok Kota, juga menerima penghargaan dari Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum., sebagai Juara I Polisi Teladan Sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial Diruang Publik Tingkat Pamen TA. 2019 Polda Sumbar.

Dalam catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak, disampaikan oleh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia Menilai bahwa sosok AKBP Doni Setiawan, SIK, MH, Sejak menjabat Kapolres Solok Kota dan Kini Menjabat Kapolres Payakumbuh telah membuat berbagai Gebrakan program termasuk program Polres Ramah Anak, menjadikan Polres tidak lagi menjadi Momok menakutkan bagi Masyarakat justru Masyarakat bahkan anak-anak semakin gemar Ke Polres, baik permain atau hanya sekedar berkunjung

Kemudian banyak giat Polisi Sahabat Anak digaungkan baik memalui Bhabinkamtibmas maupun Giat Kapolres sendiri yang selalu merangkul Anak sehingga Bapak Kapolres menjadi Idola bagi masyarakat, pelajar hingga anak-anak

Kemudian , Lanjut Arist, dalam penanganan kasus terhadap anak, AKBP Doni Setiawan, SIK, MH., selalu sigap dan tanggap dalam menyelesaiakan kasus anak dengan mengedepankan dan mencari solusi yang terbaik untuk anak, baik anak sebagai pelaku maupun anak sebagai korban.

“Penilaian Komnas sudah dilakukan sejak 1 Tahun yang lalu baik melalu Media Sosial, Media Massa hingga Laporan Perwakilan Komnas Perlindungan Anak Indonesia di Provinsi Sumbar”, ujar Arist Merdeka Sirait.

AKBP Doni Setiawan, SIK, MH., merasa bersyukur dan akan menjadikan motivasi dirinya untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Syukur Alhamdulillagh dan Saya bertekad untuk menjaga dan terus meningkatkan kinerja kedepannya”, tandasDoni Setiawan.

Doni menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan juga atas dasar upaya Polres Solok Kota dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang dibuktikan dengan terwujudnya peningkatan kinerja, kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.

“Penghargaan ini karya seluruh personel Polres Solok Kota, Saya hanya mewakili saja menerimanya. Saya bersyukur dan akan menjaga amanah ini sebaik-baiknya.  Saya ucapkan terima kasih atas dukungan, dedikasi dan pengorganan seluruh personel Polres Solok Kota. Semoga akan lebih motivasi untuk terus berkarya memberikan pengabdian yang terbaik untuk masyarkat”, tutup Doni Setiawan. | red

40 Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila Mengunjungi Keratuan Balau Lamban Jajar Intan

Media Republika, Bandar Lampung | 40 rombongan mahasiswa prodi pendidikan musik FKIP Unila didampingi oleh Kaprodi Hasyimkan, S.Sn, MA, Erizal Barnawi, M.Sn dan Agung Hero Hernanda, M.Sn melakukan kunjungan ke Keratuan Balau Lamban Jajar Intan (melihat dokumen foto bentuk rumah adat), Lamban Gedung Balau (tempat peninggalan baju besi, Payan terapang dan alat musik gamolan zaman Keratuan) serta kunjungan ke Situs Keratuan Balam Makam Ratu Mungkin,Petilasan Lengkara, Kaputren Asrama Putri, lokasi pasar, pemukiman dan lokasi Istana Keratuan Balau, perahu yang membantu milik Sriwijaya, Lokasi semua berada di Jln Kedamaian Bandar Lampung. Sabtu, (19/10/19)

Kunjungan tersebut disambut oleh para tokoh adat Kholid Ismail Balau Suttan Praja Kelana, Ramli Rahim Pn Pemuka Sakti, Afria Pn Ratu Sebuah,, Herman Suttan Puhun, Zainal Hakim Ratu Penutup, Amimardani Pn Putra Bangsawan dengan musik tradisional Talobalak khas Keratuan Balau yang dimainkan oleh muli Mekhanai Tiyuh Kedamaian.

Kunjungan tersebut adalah sebuah edukasi dan informasi kepada mahasiswa untuk mengetahui sejarah Keratuan Balau, tata cara adat buai kuning pubian telu suku Marga Balau.

Kholid Balau selaku tokoh adat yang dituakan mengatakan bahwa kunjungan-kunjungan seperti ini harus digiatkan oleh para generasi muda Lampung, agar pengetahuan tentang warisan leluhur ini bisa sampai dan didengar oleh seluruh masyarakat. (red)

POLISI SELEBRITI PERINGATI HARI BHAYANGKARA KE 73 DAN HUT RI KE 74

Jakarta, mediarepublika.com – Media Sosial Polisi Selebriti Memperingati Hari Bhayangkara Ke-73 dan HUT RI Ke-74 mempersembahkan AWPI Award 2019 Dedikasi Kapolres Sahabat Media.

Acara yang digelar di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya tersebut dihadiri Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. Herry Wibowo, MH., didampingi Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Ricky Wakanno, Staf Ahli Menteri Kominfo RI, Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng, Ketua Umum AWPI Ir. Dedi Nadyanto dan Pengurus DPP AWPI, serta Personel Polres Metro Jakarta Selatan, FKPM Kebayoran Lama dan Rombongan Personel Baharkam Polri juga Audien dari Masyarakat Umum.

Dalam acara tersebut Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Herry Wibowo mendapatkan Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Bakti Sosial Secara Seri Terbanyak Dalam Kurun Waktu 1 Bulan.

Irjen Pol. Herry Wibowo sebagai Penggagas Bakti Sosial Polri melaksanakan Baksos dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 dengan berkeliling ke 33 Daerah dengan memberikan bantuan kepada 55.000 orang.

Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Herry Wibowo berterima kasih atas apresiasi MURI tersebut, menurutnya awalnya memang MURI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan baik Dhuafa, Disabilitas, Warga Sakit, bagi yang lumpuh juga diberikan bantuan kursi roda.

Ketua Panitia Pelaksana, Zandre Badak menyampaikan dalam kesempatan kali ini mengangkat Tema Polri Garda Terdepan Mitra Media dan Pusat Informasi Masyarakat.

“Sebelumnya Polisi Selebriti juga membuat Lomba Senam Kreasi Anti Hoax bekerjasama dengan Kasatgas Nusantara yang juga menjabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, yang VT Video Lombanya nanti kita akan saksikan,” ucap Zandre Badak yang kini juga menjabat Plt. Sekjen DPP AWPI.

Zandre Badak yang juga Pimpinan Polisi Selebriti menambahkan, Kapolres Sahabat Media adalah Kapolres yang Viral dengan Prestasi dan dikenal dekat dengan Awak Media.

Sedangkan menurut Menkominfo RI yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Hukum, Prof Dr. Henri Subiakto, MA., dalam sambutannya mengapresiasi acara yang digagas Polisi Selebriti tersebut bersama membangun kemitraan dengan Kepolisian, itu merupakan langkah dan Mitra yang baik dalam menghindari Berita Hoax, dimana Kemenkominfo RI juga sangat inten dalam memerangi berita bohong.

“Tadi kita saksikan Video Senam Anti Haox dari Polres-polres itu sangat bagus, agar masyarakat semakin paham tentang bahaya Hoax,” ujar Prof. Henri Subiakto.

Menurut Jeffry Noviansyah selaku Sekretaris Polisi Selebriti, acara yang digelar pukul 10.00 WIB tanggal 22 Agustus 2019 ini berlangsung lancar, meriah, dan sukses. Dalam acara tersebut juga diputar Video Dokumentasi Bakti Sosial Polri juga Video Ucapan Selamat HUT RI oleh Jajaran Pejabat Utama Divisi Humas Polri.

“Selanjutnya kita nantikan juga kejutan HUT Polisi Selebriti Ke-1 pada 11 Desember 2019, semoga selalu memberikan ide dan inspirasi bagi kita semua, Aamiin.” Jelas Jeffry yang juga selaku Korwil POLIS Lampung ini. (Red)