Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung Mengapresiasi Upaya Gubernur Arinal Selesaikan Hutang DBH

BANDARLAMPUNG , Mediarepublika.com – DPRD Provinsi Lampung melalui panitia khusus mengapresiasi upaya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyelesaikan hutang Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Kabupaten/kota secara keseluruhan.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pansus Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Darlian Pone saat rapat paripurna DPRD Lampung, di Ruang Sidang DPRD, Jumat (24/1/2020).

“Berdasarkan temuan BPK RI tentang DBH Pemprov kepada Kabupaten/kota pada akhir tahun anggaran 2018 sekitar RP 704 miliar. Hutang tersebut telah dibayarkan di era Kepemimpinan Gubernur Arinal dalam kurun waktu 5 bulan terakhir secara bertahap,” ujar Darlian.

Dengan demikian hutang DBH tersisa di triwulan IV sebesar Rp 216 miliar yang akan dilunasi pada triwulan I tahun 2020. “Untuk itu, kami mengapresiasi upaya Gubernur Arinal dalam menyelesaikan hutang DBH kepada kabupaten/kota secara keseluruhan,” ujar Darlian Pone.

Terkait DBH tersebut, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus ditindaklanjuti dan sudah ada solusinya seperti dana bagi hasil. “DBH itu dievaluasi BPK RI sebelum saya masuk sekitar Rp 704 miliar, dan saya melakukan berbagai upaya sehingga tinggal sekitar Rp 200 miliar, serta akan saya lunasi ditahun 2020,” jelas Gubernur Arinal.

Dengan dibayarkannya hutang DBH secara keseluruhan, diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan kabupaten/kota secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga memastikan PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah.

“Bank Lampung itu sehat dan tidak ada masalah. Saya juga sudah menginisasi agar melakukan RUPS (rapat umum pemegang saham) untuk mengisi struktur direksinya,” demikian disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai sidang DPRD Provinsi Lampung.
Dalam struktur direksi, jelas Gubernur Arinal, nantinya ada unsur Pemerintah yang masuk dewan komisaris agar bisa mengevaluasi terkait apa yang akan kita lakukan. “Nanti juga akan terdapat unsur pemerintah yang masuk dalam dewan komisaris untuk mengevaluasi apa yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Gubernur Arinal mengajak jajaran Provinsi dan Kabupaten sebagai pemegang saham. Peran swasta dan masyarakat juga bisa memiliki Rp20 miliar sebagai modal. “Terkait syarat minimum modal inti Bank Lampung minimum Rp1 triliun, akan segera saya lakukan dengan para pemegang saham. Dan untuk mencapai Rp3 triliun, akan dilakukan diskusi bersama membentuk sindikasi dengan bak daerah lainnya,” ujar Gubernur Arinal.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Arinal mengungkapkan alasan terkait diberhentikannya pembangunan Itera Astronomical Observatorium (IAO) di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman.

Gubernur menjelaskan bahwa Lampung memiliki Taman Nasional, Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi.

Taman Hutan Raya berfungsi sebagai hutan konservasi, dimana Hutan konservasi setingkat dengan Taman nasional yang berfungsi untuk menyiapkan fungsi ekologi, menyiapkan resapan air, dan menyiapkan kepentingan yang berkaitan dengan flora dan fauna.

“Taman Nasional itu wewenangnya Kementerian Kehutanan, Taman Hutan Raya itu wewenangnya Gubernur, Hutan lindung itu Bupati, dan Hutan Produksi itu Kementerian. Tapi sekarang hutan lindung wewenangnya diberikan kepada Provinsi dengan catatan jangan sampai rusak. Tentunya saat ini menjadi hak Pemerintah Provinsi, jadi ketika fungsinya berubah maka harus seijin Menteri dan tidak melanggar UUD,” jelas Gubernur Arinal.

Menurut Gubernur, yang boleh dibangun infrastruktur berkaitan dengan riset, dan fungsi flora fauna. Dan teropong bintang tidak ada hubungannya dengan fungsi hutan dan flora fauna. “Kita bisa bangun tanpa harus merusak fungsi hutan,” jelasnya. (Adv)

Selesai Mengabdi 192 Mahasiswa KKN Itera Temu Pamit Dengan Pemkab Lampung Selatan

Mediarepublika.com – KALIANDA-  DiskominfoLamsel – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, resmi ditarik kembali ke kampus.

Secara simbolis, penarikan KKN dilakukan dalam acara temu pamit di Aula Rajabasa, kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Jumat (24/1).

Ketua rombongan, perwakilan tim KKN Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi mengatakan, jumlah mahasiswa yang melaksanakan KKN di dua kecamatan tersebut sebanyak 192 mahasiswa yang tersebar di 12 desa.

“Selama kurang lebih 40 hari mengabdi, mungkin ada tutur kata atau perbuatan yang kurang berkenan, kami atas nama civitas Itera mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya,” kata Dosen Teknik Sipil ini.

Dia mengatakan, selama di lokasi KKN, mahasiswa Itera sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencoba mengapilkasikan ilmu yang diperoleh di kampus. Pengaplikasian itu untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi daerah.

“Salah satu bentuk pengabdian itu, seperti pengolahan limbah sampah organik dan anorganik. Dari berbagai prodi yang ada inilah bagaimana kita aplikasikan ilmu supaya limbah ini bisa bermanfaat,” katanya.

Hermansya Hamidi, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Lampung Selatan, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN yang telah memberikan manfaat bagi kedua belah pihak baik mahasiswa atau perguruan tinggi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat  dalam pemecahan permasalahan yang ada.

“Salah satu manfaat yang signifikan bagi masyarakat antara lain berkaitan dengan pola pikir yang semakin rasional dan logis. Utamanya dalam rangka meningkatkan motivasi masyarakat setempat dan sekitarnya untuk melakukan upaya-upaya bagi kemajuan daerahnya,” ujar Hermansyah menyampaikan sambutan Plt Bupati, H. Nanang Ermanto.

Hermansyah menambahkan, adanya partisipasi masyarakat dan mahasiswa KKN dalam perencanaan pembangunan di desa, tentunya sangat membantu sehingga aparatur desa dapat menyusun rencana kegiatan yang lebih tepat dan realistis.

Dirinya yakin bahwa mahasiswa peserta KKN telah menjadi salah satu pendorong agar masalah-masalah yang ada di desa dapat ditemukan solusinya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKN Institut Teknologi Sumatera. Selamat kembali melanjutkan perkuliahan. Semoga keberhasilan dan kesuksesan selalu menyertai adik-adik semua,” pungkasnya. (az)

Kabupaten Pesawaran Menyalurkan Bantuan Kepada Korban

Mediarepublika.com – Pesawaran -Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran, menurunkan alat berat untuk membersihkan material dan lumpur yang masih menumpuk di jalan dan halaman rumah warga, dan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir bandang di tiga kecamatan di Pesawaran, terutama di wilayah Desa Bagelen.

“Tim sudah turun sejak banjir malam. Hari ini kita turunkan alat berat, dan ada tambahan alat berat mini exavator dari dinas PUPR Provinsi Lampung,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa, Jumat (24/1).

Menurut Kesuma Dewangsa pihak pemerintah daerah juga masih terus menyalurkan bantuan bagi warga warga yang terkena dampak banjir kemarin. “Melanjutkan kemarin, hari ini penyerahan bantuan kepada korban banjir dilakukan di Balai Desa Kagungan Ratu Kecamatan Negeri Katon dan Kecamatan Way Lima, dan kita juga melakukan tinjauan kerumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir,” katanya.

“Tadi kita lakukan pemberian bantuan alat kesehatan, bantuan makanan atau nasi bungkus, bantuan Mie Instan, bantuan air mineral dan bantuan peralatan mandi,” tambahnya.

Bantuan pemerintah Pesawaran diantaranya berupa Mie Instan 30 dus dan Air mineral 30 dus, dari Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran berupa Beras 10 Karung, Mie Instan 10 dus dan Roti 18 Paks. Termasuk BPBD Kabupaten Pesawaran yakni Mie Instan 10 dus dan Air Mineral 10 dus, dan TP-PKK Kababupaten Pesawaran memberikan makanan atau nasi bungkus 200 bungkus serta peralatan mandi dua kotak.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah bumi Andan jejama, mengakibatkan banjir bandang, di sebagian besar wilayah kabupaten Pesawaran kamis 23 januari 2020. Kecamatan Gedong Tataan terdampak terparah banjir, menggenangi Desa Karang Anyar, Desa Bagelen, Purworejo,dan termasuk Kecamatan Negri Katon, dan Kecamatan Way lima.

“Ketinggian air mulai dari 40cm hingga mencapai 2 meter. Ada seribuan yang terkena banjir. Satgas penaggulangan bencana harus siap dan mampu menghadapi segala macam bencana, tidak ada kata tidak bisa, karena menjadi penolong adalah suatu kebanggaan,” kata Mustari Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran.

Bupati Dewi Handajani Roadshow Bude Sar’i

Pugung, Mediarepublika.com – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, melakukan roadshow dalam rangka melaksanakan Program Bude Sar’i (Bunda Dewi Serap Aspirasi dan Informasi) di Kecamatan Pugung, Selasa (21/01).

Roadshow dilakukan Bupati untuk melihat langsung kegiatan pembangunan yang telah berjalan dan yang akan dilaksanakan, serta menyerap aspirasi di wilayah Kecamatan Pugung.

Turut mendampingi Bupati dalam roadshow tersebut, Kepala Dinas PUPR Riswanda Djunaidi, Sekretaris PUPR Oktarizal, Sekretaris Disdukcapil Darma Setiawan, Camat Pugung Hardasyah, jajaran Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Uspika Kecamatan Pugung.

Pada roadshow tersebut, Bupati meninjau sejumlah ruas jalan di kecamatan Pugung, yakni ruas jalan Pekon Way Manak, ruas jalan Tanjung Kemala – Hilian Baji, ruas jalan Simpang Kebumen – Pekon Merabung, ruas jalan Gunung Kasih, ruas jalan Dusun Cempaka, ruas jalan Lubuk Kuyung – Sukamulya, ruas jalan Gading – Taman Sari, dan ruas jalan Sumanda – Pani’is.

Disela kunjungan tersebut, Bupati mengatakan bahwa pembangunan ruas jalan yang ditinjau, akan dilaksanakan mulai tahun 2020.

“Insyaallah akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini juga,” kata Bupati yang akrab disapa Bunda Dewi ini.

Pada kesempatan itu juga Bunda Dewi sekaligus memverifikasi bagaimana kondisi saat ini dan berharap setelah terbangun akan menunjang mobilisasi orang, barang dan jasa.

“Dan beberapa yang telah disurvey memang termasuk kategori urgensi yang sangat tinggi. Dan memang harus segera dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Bupati juga menerangkan bahwa dirinya ingin semua jalan yang rusak dibangun tahun 2020. Tetapi mengingat keterbatasan anggaran  akan direalisasikan ditahun yang akan datang.

“Seperti di Way Manak, Tamansari, jembatan Way Pring dengan Bayas. Insyaallah akan kita bangun sekarang ditahun ini,” terang Bunda.

Bunda Dewi menambahkan bahwa roadshow akan dilakukan di setiap Kecamatan.

“Untuk melihat ruas ruas jalan, jembatan yang akan kita bangun ditahun ini dan untuk menjadi referensi ditahun yang akan datang,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Bunda Dewi meninjau hasil program pemugaran atau Bedah Rumah di Pekon Sukamulya yang berjumlah 9 rumah dan sudah selesai pengerjaannya. Sekaligus mengunjungi beberapa rumah yang dianggap layak untuk mendapatkan bantuan program Bedah Rumah tahun 2020.

Selain itu Bunda Dewi menerima laporan terkait kondisi Puskeskon (Pusat Kesehatan Pekon) yang memprihatinkan yang ada di beberapa pekon.

“Jika nanti bisa diupayakan melalui dana desa, kita akan upayakan dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.”

“Saya minta nanti mereka bisa melihat dan survei kondisinya secara langsung,” pungkas Bunda Dewi. (andi raya)

Bunda Literasi Tanggamus Dilantik

KOTAAGUNG, Mediarepublika.com – Bupati Tanggamus resmi dikukuhkan sebagai bunda Literasi periode 2020-2023 sekaligus pencanangan Kabupaten literasi, prosesi pelantikan sendiri dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Bapak Drs. Muhammad Syarif Bando,MM. Bertempat di Aula Gedung Serbaguna (GSG) Islamic center Kotaagung. Senin (20/01/2020).

Pengukuhan berdasarkan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor : B.56/34/08/2020, Tanggal 13 Januari 2020 dan Pencanangan Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten Literasi.

Selain Bupati Tanggamus Hj.Dewi Handajani SE.MM dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhamad Syarif Bando,MM, juga dihadiri oleh Wabup Hi. AM Syafii S.Ag, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ir.Verynia, Kadis Perpustakaan Tanggamus Gigih Rudiansyah, SE., Dandim 0424 Letkol Inf Arman Aris Sallo, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto SIK, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan S.Sos, Ketua Pengadilan agama Drs. H. Asrori SH.MH., Staf Ahli Bupati, Para Asisten,Ketua TP PKK Tanggamus Hj. Sri Nilawati Syafi’i,Inspektorat, Para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Se-Kabupaten Tanggamus, Serta 1000 Siswa-Siswi SD, SMP, SMA dan Mahasiswa.

Dalam sambutannya Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menyampaikan, dalam rangka kegiatan pengukuhan bunda literasi Kabupaten Tanggamus sekaligus juga dengan pencanangan Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten literasi. Dirinya atas nama Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus yang baru saja dikukuhkan dan sebagai pimpinan Tanggamus mengucapkan terima kasih atas keterlibatan dan juga kerja yang sangat luar biasa dari seluruh pihak sehingga kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dapat terlaksana, mudah-mudahan tidak hanya menjadi sekedar kegiatan seremonial saja tetapi betul-betul menginspirasi dan memotivasi untuk menjadikan apa yang menjadi visi dan misi Tanggamus menjadi Kabupaten literasi.

” Dengan dikukuhkannya bunda literasi akan dapat betul-betul terimplementasikan dengan baik di Kabupaten Tanggamus, serta memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat Kabupaten Tanggamus, seperti yang diketahui bersama sebetulnya kegiatan ataupun gerakan literasi ini merupakan suatu hal yang dilaksanakan beberapa tahun yang lalu, bahkan Kabupaten Tanggamus pun pernah berprestasi untuk tingkat nasional, namun dengan kemajuan teknologi yang ada minat membaca secara langsung dari buku sekarang ini ada pergeseran”.

Di mana internet yang sudah semakin mewabah ke mana-mana juga budaya untuk membaca langsung dari buku cetak, dan agak berkurang diminati, inilah yang menyemangati dirinya agar Kabupaten Tanggamus betul-betul berlari dalam mengejar ketertinggalan, karena ia meyakini bahwa membaca ebook ataupun elektronik dengan membaca buku langsung dari sumbernya seperti buku cetak tentu akan memberikan hasil yang berbeda.

” Lanjut Bupati, budaya yang ditinggalkan oleh masyarakat ini perlu untuk ditingkatkan kembali untuk dihidupkan kembali dan menjadi budaya dalam keseharian masyarakat Kabupaten Tanggamus khususnya, karena kita sadari semua bahwa ketika kita membaca dari gadget, laptop atau apapun itu tentu rasanya tidak akan seutuh kita mengikuti alur dan ide-ide pemikiran penulis dibandingkan apabila kita membaca langsung dari buku cetaknya atas dasar inilah kami berkomitmen untuk menumbuh kembangkan kembali,”jelasnya.

Demi menghidupkan kembali minat baca secara langsung dari buku, khususnya untuk anak-anak generasi penerus, Pemkab akan mendorong anak-anak kedepan tidak hanya sebagai pembaca tetapi juga termotivasi sehingga akan lahir penulis-penulis yang memiliki ide-ide diberbagai macam sektor seperti pembangunan, pertanian, pendidikan kesehatan karena kemajuan apapun tidak akan optimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan handal, sebagai salah satu upaya yang dilakukan adalah harus memiliki budaya gemar membaca.

Dan untuk menunjang hal ini perlu dipersiapkan baik sarana, prasarana maupun fasilitas termasuk juga harus adanya ketersediaan bahan bacaan yang mencukupi kami, dan akan mengajak kepada OPD menggerakkan seluruh ASN untuk memiliki gerakan Satu ASN Minimal menyumbangkan satu buku, ini nantinya akan diperkenalkan kepada masyarakat sehingga harapan yang diinginkan agar masyarakat Kabupaten Tanggamus menjadi keluarga yang Literasi, sekolah Literasi hingga berujung pada masyarakat Terliterasi.

Selanjutnya, untuk menjadikan Kabupaten Tanggamus menjadi Kabupaten Literasi tentunya harus mendapatkan support dan juga dukungan dari seluruh pihak termasuk juga dari pemerintah pusat untuk itu kami memohon kepada pemerintah pusat agar dapat pembangunan gedung perpustakaan di Kabupaten Tanggamus, serta berkaitan dengan lokasi atau kondisi geografis kabupaten Tanggamus ini masih terdapat Pekon yang akses untuk menuju kesana harus menggunakan transportasi laut agar juga dapat diadakan perpustakaan keliling yang menggunakan transportasi Laut ini akan bermanfaat besar untuk masyarakat Kabupaten Tanggamus.

” Kami berharap mudah-mudahan momentum ini dapat menjadi penyemangat bagi kita semuanya agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul yang berkualitas, berawal dari bagaimana kita meningkatkan minat baca masyarakat termasuk minat baca anak-anak,” Ungkap Bupati Dewi”.

Selanjutnya, Bunda Literasi sekaligus Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ir. Verynia mengatakan, turut memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tanggamus yang berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan, karena belum semua kabupaten di provinsi Lampung melaksanakan kegiatan pencanangan, Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten literasi tahun 2020 merupakan moment yang sangat strategis dalam mendukung minat masyarakat dalam memperluas wawasan dan pengetahuan dengan membaca, Hal ini dikarenakan dengan membaca dapat meningkatkan kreativitas kepercayaan diri membuka diri terhadap ide dan informasi serta dapat mengembangkan kemampuan dan bakat.

” Kabupaten Tanggamus sebagai kabupaten Literasi dan Ibu Dewi Handayani sebagai bunda Literasi, kami mengucapkan selamat dan semoga amanah dalam melaksanakan tugasnya diharapkan dengan peningkatan budaya baca di seluruh lapisan masyarakat saat ini menjadi hal yang tidak asing bagi berbagai kalangan dan menjadi hal yang sangat penting untuk pendidikan sepanjang hayat,”ujarnya.

Lanjutnya, Literasi masyarakat dengan kualitas hidup dan kemajuan bangsa mengantarkan Indonesia menjadi negara yang merdeka dan bermartabat adalah merupakan peran dari orang-orang yang sangat baik mereka adalah para pembaca buku dan menuangkan pemikiran-pemikirannya, dengan kebiasaan membaca yang dilakukan sejak dini dalam keluarga, sekolah dan masyarakat, karena tidak ada satupun negara maju sepanjang sejarah peradaban yang masyarakatnya tidak menyediakan berbagai informasi dan sumber daya yang berkualitas, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi informasi khususnya dalam menghadapi bonus demografi masyarakat Indonesia akan menguasai pasar ASEAN.

Tetapi untuk mendukung semuanya, membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan untuk mensukseskan gerakan literasi di Provinsi Lampung, ia pun membutuhkan sinergitas dari berbagai macam komponen untuk mewujudkan provinsi Lampung yang masyarakatnya gemar membaca, dan sebagai bentuk dukungan program akan menjadi simbol atau kegemaran membaca literasi peningkatan kunjungan akses informasi wilayah masing-masing memiliki komitmen tinggi dan aktif melakukan kegiatan dalam meningkatkan gerakan pemberdayaan membaca, atau pengembangan kebudayaan perpustakaan.

” Efek dari program ini sangat besar dan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dihasilkan yang paling mudah adalah melalui gerakan Literasi seperti yang dilakukan di Kabupaten Tanggamus. Sebagai Kabupaten Literasi sangat antusias dan memiliki kesadaran akan pentingnya budaya literasi dengan memanfaatkan fasilitas sebagai bahan belajar sepanjang hayat serta pengembangan minat baca masyarakat agar menjadi manusia yang memiliki sumber daya manusia yang unggul, handal dan lebih baik,”ucap Verynia.

Sementara Kepala Perpustakaan RI Drs. Muhammad Syarif Bando,MM. mengatakana saat di wawancarai Awak media mengungkapkan, Ini merupakan kegiatan di luar pulau Jawa pertama di tahun 2020, dan atas nama pemerintah pusat ia pun mengapresiasi komitmen dari pada bupati Tanggamus dan Provinsi Lampung, sesuai dengan sambutan bunda literasi Lampung tadi serta dukungan dari Gubernur lampung yang baru untuk memberikan dukungan penuh kepada literasi serta kabupaten pencangan literasi.

” Terus adanya permintaan dukungan dari Bupati Tanggamus tadi, tahun 2019 perpustakaan nasional telah meminta kepada pusat untuk membangun perpustakaan di daerah, namun sesuaici persyaratannya mulai dari hibah tanah, desain gambar. Dibangunnya perpustakaan ini dapat mengarahkan kepada menciptakan icon peradaban suatu daerah dengan adanya perpustakaan adalah sebuah artefak dan bukti otentik yang akan diciptakan di seluruh nusantara,”tutupnya. (andi raya)

Pimpin Apel Mingguan, Akar Wibowo Pinta ASN Bekerja Secara Ikhlas

Mediarepublika.com – KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Staf Ahli Bupati Bidang Bidang Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Akar Wibowo, SH memimpin apel mingguan dilingkungan Pemkab setempat, Senin (20/1/2020).

Seperti baiasanya, upacara yang dilaksanakan di Lapangan Korpri itu, diikuti para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta seluruh staf Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam amanatnya, Akar Wibowo meminta kepada segenap peserta apel dan seluruh unit kerja yang hadir, agar semakin mengedepankan ethos kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas serta loyalitas yang tinggi.

Hal tersebut kata dia, diwujudkan dalam penanganan mekanisme administrasi pemerintahan, pembangunan, serta pengelolaan administrasi keuangan yang semakin baik, transparan dan akuntabel.

“Demi terwujudnya tata pemerintahan yang baik di Kabupaten Lampung Selatan, saya mengimbau agar seluruh Aparatur Sipil Negara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya secara ikhlas sesuai amanah yang diberikan kepada saudara,” ujar Akar yang menyampaikan amanat Plt Bupati.

Disamping itu, mantan Kepala BKD Lampung Selatan ini mengingatkan, sebagai aparatur pemerintah yang menjalankan roda pemerintahan diperlukan adanya ASN sebagai unsur Aparatur Negara yang bermental baik, berwibawa, berdaya guna, berhasil guna, bersih, bermutu tinggi, dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan.

“Hendaknya aparatur pemerintah terpanggil untuk melayani dan bukan dilayani. Maka untuk itu, mari kita jadikan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman bagi kita dalam menangani tugas pokok dan fungsi yang tercermin dari sikap disiplin, budaya bersih, budaya tertib dan budaya kerja. Pelihara dedikasi, integritas dan loyalitas yang tinggi serta tampilkan Korpri sebagai organisasi kedinasan yang netral dan professional,” tandasnya. (Rls az)

Delapan Unit Perahu Terbakar di Pantai Karta

Tanggamus, Mediarepublika.com – Delapan unit perahu milik nelayan ditemukan terbakar di area Pantai Karta, Pekon Karta Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus, Jumat (17/01/20) pagi.

Kedelapan perahu yang terbakar tersebut milik nelayan Andre, Edi, Ijal, Sardi, Wawa, Ridwan, Ismail dan Sopian Halim yang juga warga Pekon Kerta.

Pantaun dilokasi Tim Inafis, Tekab 308, Polres Tanggamus dan Polsek Kota Agung , serta Dan Kapal Polisi XXV. 1011 Tanggamus Brigpol Sudarwanto melakukan pemeriksaan dan olah TKP guna mengungkap kejadian yang merugikan puluhan juta tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengatakan, pihaknya berusaha melakukan penyelidikan dengan melibatkan Tim Inafis dalam hal pemeriksaan TKP.

“Tekab 308 Polres Tanggamus juga diterjunkan bersama Polsek Kotaagung guna melakukan penyelidikan,” kata AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K. MM.

AKP Edi Qorinas menjelaskan, kebakaran awalnya diketahui saksi Edi (56) yang merupakan Warga Dusun 01 Pekon Kerta, Kecamatan Kota Agung Timur ketika hendak melaut. Saat itu saksi bersama dua korban lain yakni Edo dan Sopian melihat perahu terbakar.

“Saat korban hendak melaut pada pada pukul 04.00 WIB, pagi tadi melihat 8 perahu sudah dalam keadaan terbakar,” ungkapnya.

Lanjutnya, 8 perahu terbakar tersebut merupakan perahu yang biasa dipergunakan untuk nelayan memancing. “Untuk kerugian sekitar Rp. 40 juta sebab harga 1 perahu senilai Rp. 5 juta,” ujarnya.

Kasat menegaskan, dari lokasi pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti guna menguak kasus tersebut.

“Mohon dukungan masyarakat memberikan informasi sekecil apapun guna mengungkap kejadian tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Edi saksi yang melihat pertama kali, ia sangat kaget atas terbakarnya alat untuk mengais rezeki di laut miliknya dan teman-temannya.

“Kami berjalan menuju pantai, sesampai di tempat dimana kami sering menyadarkan perahu, kami tersentak kaget tiba-tiba perahu terbakar sebanyak delapan perahu,” jelasnya. ( andi raya)

Pimpin Upacara Bulanan Burhanuddin Tahun 2020 Jadi Motivasi Peningkatan Pelayanan

Mediarepublika.com – Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Burhanuddin, SH, MH memimpin upacara bulanan dilingkungan Pemkab setempat, Jumat (17/1).

Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Korpri setempat, diikuti para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta seluruh staf PNS dan THLS dilingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam amanatnya, Burhanuddin mengajak kepada seluruh peserta upacara dapat menjadikan momentum awal tahun 2020 sebagai titik awal meningkatkan semangat kinerja serta meningkatkan rasa tanggung jawab dalam mengemban tugas sebagai abdi masyarakat, bangsa dan negara.

Sebab menurut dia, tantangan yang akan dihadapi ke depan tentunya akan semakin berat. Untuk itu dia mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Lampung Selatan senantiasa merenungkan kilas balik perjalanan tugas serta mengevaluasi hasil kerja di tahun 2019.

“Pada kesempatan ini marilah kita senantiasa memupuk rasa kebersamaan, kekompakan dan kesetiakawanan terhadap sesama aparatur. Jadikan perjalanan tahun 2019 sebagai Refleksi untuk melakukan pembenahan-pembenahan kedepan. Sehingga kita dapat bekerja secara lebih terarah, optimal, efektif dan efisien,” ujar Burhanuddin menyampaikan amanat Plt Bupati.

Melalui kesempatan upacara itu, dirinya juga mengajak agar setiap ASN dapat senantiasa melakukan pembenahan-pembenahan dalam bekerja, sehingga diperoleh sebuah kinerja yang profesional dan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Marilah terus kita perkokoh rasa persatuan dan kesatuan. Jalin kebersamaan dan kekeluargaan, serta kita lanjutkan tahun 2020 sebagai tahun peningkatan pelayanan. Semoga melalui kegiatan upacara ini menjadi semangat baru bagi kita untuk memulai bekerja,” tandasnya. (az)

Nanang Ermanto Lantik Pj Sekda Dan 14 OPD

Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan nomor : 821/34/V.05/2020 tanggal 15 Januari 2020 tentang Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

“Pelantikan itu juga sudah mendapatkan persetujuan gubernur melalui surat nomor 800/48/VI.04/2020 tanggal 13 Januari 2020 perihal Persetujuan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Kasubbid Pengembangan Karier Pegawai Struktural Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Selatan Leo mendampingi Plt Kepala BKD Puji Sukanto kepada tim ini.

Selain itu, dalam pelantikan tersebut, Plt Bupati Lampung Selatan juga menyerahkan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada 14 pejabat untuk menduduki posisi sebagai Plt di 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Leo menuturkan, penyerahan SPT tersebut dalam rangka pelaksanaan Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 36 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

“Jadi semua kepala bagian yang ada di sekretariat daerah diberhentikan (demisioner) dan diisi dengan pelaksana tugas,” ungkap pria berkacamata ini.

Adapun untuk posisi kepala dinas diisi oleh, Syahroni SE, MM sebagai Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Bibit Purwanto, SP, MM menduduki posisi sebagai Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

Kemudian untuk posisi kepala bagian di sekretariat daerah yaitu, Muhammad Ali, SAN, M.IP sebagai Plt Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Khoirulloh SE, MM sebagai Plt Kepala Bagian Kerja Sama, Agus Heriyanto, SH, MH sebagai Plt Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah.

Lalu, Drs. A Kholil S. sebagai Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setiawansyah, AP, M.Si sebagai Plt Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Maturidi, SH sebagai Plt Kepala Bagian Perekonomian, Delfarizy, SE, MM sebagai Plt. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, dan Awaludin Wiranto, ST sebagai Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah.

Selanjutnya, Tirta Saputra, SE, MM sebagai Plt Kepala Bagian Organisasi, Cahyadi, SE, MH sebagai Plt Kepala Bagian Umum, Muhammad Yusup, S.STP, MM sebagai Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dan Muhadi HS, S.Sos, MM sebagai Pl. Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Plt Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto meminta kepada pejabat yang ditunjuk dan dilantik untuk melakukan percepatan pembangunan.

“Mulai dari sekarang semuanya bergerak, tidak ada lagi yang main diujung-ujung (tahun). Karena kita ini dituntut untuk melakukan percepatan-percepatan pembangunan oleh masyarakat,” tukasnya

Bupati Dendi Ramadhona Dalam arahannya saat memimpin Apel Siaga Bencana

Mediarepublika.com– PESAWARAN – Paradigma penanggulangan bencana saat ini harus mengedepankan upaya preventif atau pencegahan dan kesiapsiagaan, dari pada upaya perspektif responsive atau penanganan darurat.

Paradigma preventif ini harus menjadi cara pikir dan cara tindak penanggulangan bencana sehingga dapat meminimalisasi korban yang timbul akibat bencana.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona dalam arahannya saat memimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Pemkab setempat, Rabu (15/1).

Menurut Bupari, hal ini sesuai Tema Apel Siaga Bencana Tahun 2020 ini yaitu “Siaga Bencana dimulai Dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas”. Dengan Hastag #SIAPUNTUKSELAMAT.

“Penyelenggaraan penanggulangan bencana sangat bergantung dari pola perilaku kita, yaitu perilaku yang harmoni dengan alam dan perilaku yang aman bencana (safety culture),” kata Bupati.

Oleh sebab itu, ujar Dendi, perlu revolusi mental mengubah perilaku untuk menuju budaya aman bencana dengan mengedukasi publik melalui gerakan kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas pemerintahan, organisasi, masyarakat, komunitas, keluarga dan individu agar mampu menanggapi situasi bencana secara cepat dan tepat.

Bupati mengungkapkan, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pesawaran, kejadian bencana selama 3 (tiga) tahun terakhir cenderung menurun; pada 2017sebanyak 68 kejadian, Tahun 2018 sebanyak 64 kejadian dan Tahun 2019 sebanyak 50 kejadian.

“Ini menunjukkan frekuensi bencana di Kabupaten Pesawaran selama tiga tahun terakhir Alhamdulillah menurun,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang dimulai dari diri kita, keluarga dan Komunitas.

“Marilah kita semua bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, karena kita semua sadar bahwa bencana datang pada tempat dan waktu yang tidak kita ketahui,” imbau Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan semua satuan kerja dan stakeholder terkait penanggulangan bencana untuk terus meningkatkan kemampuan dalam upaya penanggulangan bencana baik secara personal maupun secara organisasi serta mengintensifkan komunikasi dan koordinasi.

“Kepada stakeholder terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Pesawaran, baik personal maun lembaga saya minta untuk terus meningkatkan kemampuan, sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Pesawaran dapat berjalan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh,” katanya.