Bandar Lampung, 28 Oktober 2021 – Kinerja Penerimaan Pajak di Kanwil DJP Bengkulu
dan Lampung yang memiliki 11 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dengan 3 Kantor Pelayanan
Pajak (KPP) Pratama berada di Provinsi Bengkulu, 7 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama
di Provinsi Lampung, dan 1 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya di Provinsi Lampung, per
30 September 2021 (sampai dengan Triwulan III) adalah sebagai berikut:
Capaian Penerimaan Pajak s.d Triwulan III 2021
No. Wilayah Target Realisasi Presentase
1. Provinsi Bengkulu Rp1.818.469.003.000 Rp1.228.344.002.362 67.55%
2. Provinsi Lampung Rp6.849.561.062.000 Rp5.004.960.253.292 73.07%
Bengkulu dan Lampung Rp8.668.030.065.000 Rp6.233.304.255.654 71.91%
Total penerimaan pajak yang telah direalisasikan di provinsi bengkulu sampai dengan
Triwulan III 2021 tumbuh positif 10.81% dibandingkan periode yang sama di tahun
sebelumnya. Sedangkan, total penerimaan pajak yang telah direalisasikan di Provinsi
Lampung sampai dengan Triwulan III 2021 tumbuh positif 15.09% dibandingkan periode yang
sama di tahun sebelumnya. Sehingga akumulasi total penerimaan pajak yang telah
direalisasikan di Provinsi Bengkulu dan Lampung sampai dengan Triwulan III 2021 tumbuh
Positif 14.22% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penerimaan pajak di Provinsi Bengkulu dan Lampung ditopang oleh 5 sektor usaha dominan
yang berkontribusi sebesar 80,50% dari total penerimaan pajak di wilayah Provinsi Bengkulu
dan Lampung yaitu:
• Industri Pengolahan
• Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
• Administrasi Pemerintahan dan jaminan Sosial Wajib
• Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
• Jasa Keuangan dan Akuntansi.
Selain kinerja penerimaan ada beberapa isu terkini mengenai Perpajakan yaitu:
• Fasilitas Perpajakan di masa Pandemi Covid-19
Fasilitas pajak atas pengadaan barang dan jasa yang diperlukan dalam rangka
penanganan covid-19 sebagaimana diatur dalam PMK-143/PMK.03/2020 dan fasilitas
PPh bagi anggota masyarakat yang membantu upaya pemerintah memerangi wabah
covid-19 melalui kegiatan produksi, sumbangan, penugasan, serta penyediaan harta
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2020. Diperpanjang
hingga 31 Desember 2021. Pemanfaatan Insentif Pajak di Provinsi Bengkulu dan
Lampung di tahun 2021 periode s.d. 10 Oktober 2021 Rp 210,245,094,035.
Nomor SP-10/WPJ.28/2021
• UU Bea Materai
Yang diatur dengan PMK-134/PMK.03/2021 tentang Pembayaran Bea Meterai, Ciri
Umum dan Ciri Khusus pada Meterai Tempel, Kade Unik dan Keterangan Tertentu pada
Meterai Elektronik, Meterai dalam Bentuk Lain, dan Penentuan Keabsahan Meterai, serta
Pemeteraian Kemudian.
• Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)
Pajak dalam kegiatan PMSE untuk merespon dan beradaptasi dengan perkembangan
zaman, telah dikeluarkan PERPU Nomor 1 Tahun 2020, yang salah satunya mengatur
pajak dalam kegiatan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Sebagai tahap
awal penerapan pengenaan pajak dalam kegiatan PMSE, telah diterbitkan Peraturan
Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48/PMK.03/2020. Penerapan pengenaan PPN PMSE ini
merupakan tahapan awal dalam menciptakan kesetaraan dalam berusaha (level playing
field) di antara para pelaku usaha, dari dalam dan luar negeri. Sampai dengan Triwulan III
Tahun 2021, DJP telah menunjuk 83 badan usaha sebagai Pemungut Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektonik (PMSE).
• UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan
UU ini mengoptimalkan penerimaan negara, mewujudkan sistem pajak yang berkeadilan
dan memberikan kepastian hukum serta melaksanakan reformasi, administrasi serta
kebijakan perpajakan yang makin harmonis dan konsolidatif untuk memperluas basis
perpajakan kita di era globalisasi dan teknologi digital yang begitu sangat mendominasi.
Dengan UU HPP, maka kita ingin terus meningkatkan sukarela kepatuhan wajib pajak.
Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung akan terus bekerja cerdas dan bekerja keras untuk
mengawal penerimaan hingga akhir tahun agar memenuhi target penerimaan pajak.
Kodim 0426 Tulang Bawang laksanakan tes Kesegaran Jasmani periodik II TA. 2021
Bertempat Stadion Tiuh Touho, Jl. Lintas Timur Sumatera Kp. Bujung Tenuk Kec. Menggala Kab. Tulang Bawang, Kodim 0426 Tulang Bawang laksanakan tes Kesegaran Jasmani periodik II TA. 2021 yan didipimpin oleh Dandim 0426/TB Letkol Kav Joko Sunarto, S.Sos., M.Han dan dihadiri 104 personel, Rabu 27 Oktober 2021.
Selain Dandim, acara tersebut dihadiri pula oleh Pasi Pers Dim 0426/TB Kapten Inf Sahroni, Pa Sandi Dim 0426/TB Letda Inf Yogo Utomo, Danunit intel Dim 0426/TB Letda Inf Abdul Razak, Kapok Kesdim 0426/TB Pelda A. Anwar beserta 2 orang anggota Kesehatan serta Para personel Ba/Ta Dim 0426/TB.
“Garjas periodik II TA. 2021 adalah program satuan tetap kita laksanakan walaupun di masa pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak 2 s/d 3 meter. Nilai Garjas periodik digunakan untuk seleksi pendidikan maupun UKP di satuan,” jelas Dandim.
Dandim meminta agar selalu menjaga faktor keamanan dan keselamatan selama sebelum dan sesudah pelaksanakan kegiatan Garjas Periodik tahap II TA. 2021.
“Kalau ada kendala di lapangan segera lapor ke panitia Jasmani. Setiap anggota laksanakan olah raga rutin sebagai kebutuhan kita sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh kita,” lanjutnya.
BINDA LAMPUNG VAKSINASI 5.500 ORANG
Bandar Lampung – Badan Intelijen Negara (BIN) melalui BINDA Lampung kembali melakukan vaksinasi massal kepada pelajar dan masyarakat di Kota Bandar Lampung. Kali ini BIN melaksanakan vaksinasi dosis kedua dengan jumlah sasaran yang sama dengan dosis pertama yaitu sebanyak 5.500 dosis vaksin Sinovac.
Lokasi pelaksanaan vaksinasi dosis kedua ini juga dilaksanakan di lokasi yang sama dengan dosis pertama yaitu di SMAN 5 Bandar Lampung dan Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung.
Kepala BINDA Lampung, Iwan Satriawan mengatakan bahwa pemberian dosis kedua ini sebagai tindak lanjut dari dosis pertama yang diberikan pada 29 September 2021 di Kota Bandar Lampung dan sebelumnya juga dilaksanakan vaksinasi dosis kedua di Tulang Bawang Barat sebagai tindak lanjut dari dosis pertamanya yang diberikan pada 23 September 2021.
“Pemberian vaksinasi dosis kedua ini sebagai komitmen BIN dalam pemenuhan vaksinasi kepada pelajar dan masyarakat di Provinsi Lampung, sehingga memberikan efikasi yang lebih tinggi” ujarnya. (27/10/2021)
BINDA Lampung memprioritaskan vaksinasi kepada pelajar dan masyarakat secara door to door bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda serta membantu sektor pendidikan sehingga pembelajaran tatap muka dapat segera berjalan dengan aman dan nyaman di lingkungan sekolah.
“Selanjutnya untuk door to door tujuannya selain untuk memberikan bantuan sosial, juga untuk menghindari kerumunan dan memudahkan masyarakat yang kesulitan transportasi dalam mengakses vaksin Covid-19” tambahnya.
BIN, lanjutnya, selalu berupaya menjaga stabilitas di Provinsi Lampung serta menunjang pemerintah provinsi maupun pemerintah di kabupaten/kota.
“Total vaksinasi yang sudah dilaksanakan oleh Binda Lampung sebanyak 35.000 dosis yang dibagi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah dan Kota Bandar Lampung. Selanjutnya BIN masih akan melaksanakan vaksinasi dosis kedua untuk menindaklanjuti dosis pertama yang telah digelar sebelumnya” jelasnya.
Di tempat yang sama, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana yang lebih akrab disapa Bunda Eva menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada BIN dan BINDA Lampung atas dukungan pelaksanaan vaksinasi massal di Kota Bandar Lampung.
“Sangat berterima kasih kepada BIN yang telah luar biasa membantu kita dalam melaksanakan vaksinasi di sekolah-sekolah dan juga masyarakat” kata Bunda Eva, Walikota Bandar Lampung.
Melalui Investival, OJK mengedukasi Mahasiswa dan Pelajar mengenai Pasar Modal
Bandar Lampung, 25 Oktober 2021. Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia
(BEI) Perwakilan Provinsi Lampung, mengadakan kegiatan Investival (Indonesia Investment Festival), yang merupakan
rangkaian kegiatan World Investor Week (WIW) yaitu pekan kampanye yang digagas oleh komite 8 IOSCO untuk
meningkatkan edukasi dan perlindungan kepada investor pasar modal. Kegiatan INVESTIVAL ini telah rutin dilakukan secara
rutin setiap tahunnya sejak tahun 2016 bersamaan dengan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK).
Investival tahun ini melibatkan universitas dan sekolah-sekolah tingkat SLTA yang tersebar di Bandar Lampung, yaitu
Universitas Lampung (Unila), Universitas Bandar Lampung (UBL), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan
Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Dharmajaya Lampung, serta 10 SMA yaitu SMA Al Kautsar Bandar Lampung, SMA
Xaverius Pahoman Bandar Lampung, SMA YP Unila Bandar Lampung, SMAN 1 Bandar Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung,
SMAN 10 Bandar Lampung, SMKN 4 Bandar Lampung, SMAN 6 Bandar Lampung, SMAN 5 Bandar Lampung dan SMAN 9
Bandar Lampung. Turut hadir Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung Hendi Prayogi, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Drs Sulpakar MM dan Pimpinan PT Indo Premier Sekuritas Cabang Lampung
Arum Isti Chaerani. Kegiatan bertempat di Swissbell hotel, Bandar Lampung.
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan
yang diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan. BIK telah ditetapkan sebagai agenda tahunan
yang dilaksanakan sejak 2016 dalam rangka mendukung target inklusi keuangan tahun 2024 sebesar 90% sesuai peraturan
Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan Peraturan Menteri Koordinator
Bidang Perekenomian Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusif.
Mengawali kegiatan Investival 2021 pada hari ini, Bambang Hermanto selaku Kepala OJK Provinsi Lampung memberikan
sambutan sekaligus menyampaikan bahwa pangsa industri pasar modal di Lampung masih relatif kecil dibandingkan dengan
industri perbankan dan industri keuangan non bank lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Provinsi Lampung
masih belum terlalu melirik industri Pasar Modal. Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan tahun 2019 menunjukkan bahwa
indeks Well Literate penduduk Indonesia masih cukup rendah hanya sebesar 38,03% dengan tingkat literasi Provinsi
Lampung sebesar 30,97%. Sementara itu, indeks Utilitas Produk dan Jasa Keuangan penduduk Indonesia sebesar 76,19%
dengan tingkat inklusi Provinsi Lampung sebesar 61,94%. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan produk
jasa keuangan oleh penduduk Lampung belum disertai dengan pemahaman yang memadai.
Perkembangan Pasar Modal di Provinsi Lampung dari tahun ke tahun terus memperlihatkan pertumbuhan yang positif.
Jumlah investor di Provinsi Lampung berdasarkan Single Investor Identification (SID) hingga posisi Agustus 2021 adalah
sejumlah 126.184 investor. Jumlah investor di Provinsi Lampung terbanyak ke-8 secara nasional dengan persentase porsi
jumlah investor di Provinsi Lampung dibandingkan dengan jumlah investor nasional yaitu sebesar 2,11% dimana hingga per
Agustus 2021 jumlah investor secara nasional berdasarkan SID mencapai 6.022.826 investor. Demografi investor nasional
per Agustus 2021 didominasi oleh Pegawai (swasta, negeri, guru) sebesar 33,84% dari total investor dan Pelajar sebesar
27,59% dari total investor. Sementara dari sisi pendidikan, jumlah investor nasional didominasi oleh investor dengan tingkat
pendidikan maksimal SMA yaitu sebesar 54,89%. Kondisi ini menggambarkan bahwa investor pasar modal didominasi oleh
pelajar.
Dalam kegiatan Investival ini, diselenggarakan juga kompetisi permainan saham Stocklab bagi para pelajar SMA di Bandar
Lampung. Melalui permainan ini, Bambang Hermanto berharap para peserta tidak hanya mengenal cara bermain saham,
tetapi juga berbagai istilah dunia pasar modal serta sentiment-sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan saham.
“Sejalan dengan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, saya berharap kepada Bapak/Ibu Guru atau Akademisi yang hadir
dalam Investival dapat memberikan pemahaman dan memotivasi siswa/pelajarnya untuk mengenal industri pasar modal
dan belajar berinvestasi sejak dini sehingga dapat memberikan kesempatan dan peluang bagi mahasiswa dan masyarakat
untuk berinvestasi dan bertransaksi di industri pasar modal. Untuk itu, Bursa Efek Indonesia menawarkan pendirian Galeri
Investasi baik di Perguruan Tinggi maupun sekolah sebagai sarana untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada
dunia akademisi. Selain itu, Galeri Investasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Pasar Modal dari sisi teori saja akan
tetapi juga prakteknya. Kedepannya, Kedepannya Galeri Investasi dapat menyediakan real time information sebagai sarana
untuk belajar menganalisa aktivitas perdagangan saham dan menjadi jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan
beserta prakteknya di Pasar Modal” ucap Bambang Hermanto.
Pengabdian kepada Masyarakat : Dosen dan Mahasiswa IIB Darmajaya Panen Ikan Lele Budikdamber bersama Anak-anak Rumah Asuh As Sakinah
BANDARLAMPUNG – Dosen IIB Darmajaya bersama anak-anak Rumah Asuh As Sakinah melakukan panen budidaya ikan dalam ember (budikdamber) perdana pada Minggu, (24/10/2021).
Panen dilakukan setelah tiga bulan berjalan. Panen ikan lele tersebut merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tersebut diketuai Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc., dengan dua anggota Jaka Darmawan, S.E., M.Ak. dan Nurfiana, S.Kom., M.Kom serta keenam mahasiswa terdiri dari Prodi Teknik Informatika yakni Andra Ramadhan Pratama dan Wildnan Kurnia dan Sistem Komputer M. Alkhafiansyah, Muhammad Miftahul Jinan, Ersa Athaya Insyira, dan Yuli Senora Sevtiani. Adapun hibah tersebut berjudul Pengembangan Kemandirian Ekonomi Panti Asuhan Melalui Budi Daya Ikan dan Tanaman dalam Ember (Budikdamber) dan Life Skill Berbasis Teknologi Informasi.
Ketua Tim Pengabdian Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc., mengatakan hari ini (Minggu, ed) akan menambah ember dan bibit kembali. “Kami dari tim Pengabdian kepada Masyarakat akan menambah 10 ember dan 1000 bibit. Kita juga menambah kangkung, terong, semangka dan ini juga bayam,” ungkapnya.
Masih kata dia, anak-anak Rumah Asuh As Sakinah juga diberikan pelatihan keuangan syariah kepada pelajar SMP kelas VII. “Pelatihan keuangan syariah disampaikan langsung dari Rima Syafitri, S.Ag dari Kantor Kementerian Agama Wilayah Kota Bandarlampung,” tuturnya.
Pelatihan keuangan ini juga diikuti perwakilan Mualaf Center Indonesia Provinsi Lampung dan Anak asuh dari Panti Asuhan Afifa Afwa Antasari agar lebih banyak yang paham tentang bagaimana hukum perdagangan dalam Islam.
Dosen Prodi Teknik Informatika ini melanjutkan dengan dilakukan panen dan pelatihan keuangan syariah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Rumah As Sakinah telah selesai. Namun dirinya bersama tim akan melakukan monitoring pada bulan November dan Desember.
Terpisah, Pendamping Rumah Asuh As Sakinah, Ustaz Rahmat, mengucapkan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa IIB Darmajaya. “Mudah-mudahan ini bisa rutin sebagai asupan protein. Insyaallah nanti bisa panen seminggu sekali,” ungkapnya.
Dengan adanya panen ini juga anak-anak dapat mencukupi proteinnya. “Alhamdulillah anak-anak bisa konsumsi ikan. Kedepannya juga akan kembangkan ke Nila, Emas agar lebih luas dan sudah dapat ilmunya dari Dosen, mahasiswa dan Pak Juli Nursandi,” tutupnya.
Gubernur Arinal Djunaidi Beri Piagam Penghargaan dan Dana Pembinaan kepada Atlet Peraih Medali PON XX Papua Tahun 2021
BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberikan Piagam Penghargaan dan Dana Pembinaan kepada para atlet peraih medali pada PON XX Papua Tahun 2021.
Penghargaan itu diberikan saat ramah tamah bersama para pejuang olahraga Lampung menyambut sukses 10 besar atlet di PON XX Papua Tahun 2021 di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Rabu (20/10/2021) malam.
Kepada atlet peraih medali emas perorangan diberikan dana pembinaan sebesar Rp250 juta, kemudian peraih medali perak perorangan sebesar Rp100 juta dan peraih medali perunggu perorangan sebesar Rp50 juta.
Selanjutnya, untuk peraih medali emas berpasangan sebesar Rp375 juta dan peraih medali perunggu berpasangan sebesar Rp75 juta.
Kemudian, peraih medali emas regu sebesar Rp1,125 Milyar dan peraih medali perak regu sebesar Rp480 Juta.
Selain itu, dana pembinaan juga diberikan kepada atlet peraih emas pada cabang olahraga Eksebisi sebesar Rp50 Juta.
“Selamat atas diraihnya prestasi 10 besar di PON Papua,” ujar Arinal.
Arinal mengatakan peraihan 10 besar ini harus dijadikan langkah awal untuk menghadapi PON 2024 mendatang.
“Saya berharap kepada adik-adik peraih juara termasuk pelatih, jangan merasa puas. Semoga ini terus berlanjut dan terus naik peringkat di PON berikutnya,” katanya.
Arinal menyebutkan akan memikirkan para atlet yang telah berprestasi mengharumkan nama Provinsi Lampung.
“Atlet yang sudah juara, saya akan melakukan langkah-langkah kedepannya. Namun saya minta para juara harus tetap melakukan pembinaan, tetap melakukan upaya pecarian bakat,” ujarnya.
Ke depan, Arinal mengatakan bagi yang berprestasi juga nantinya bisa berkontribusi kepada para regenerasi karena akan disiapkan insentif atau gaji setiap bulannya.
“Adik-adik peraih juara biasa menjadi asisten pelatih atau tenaga pendamping, tugasnya menciptakan kuantitas atlet yang baru,” katanya.
Pada kesempatan itu, Arinal juga mendorong para pengusaha agar memiliki kepedulilaan terhadap olahraga dan para atlet Lampung.
“Yang sudah berprestasi juga harus ditularkan kepada generasi selanjutnya. Saya ingin suatu saat ada pertemuan, baik virtual maupun langsung kepada para siswa/i sekolah untuk mencari bakat-bakat atlet masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lampung M. Yusuf Sulfarano Barusman mengatakan selain masuk didalam 10 besar, Lampung juga dinobatkan sebagai juara umum untuk Cabang Olahraga Eksebisi.
“Untuk cabor eksebisi, alhamdulillah kita memperoleh total 19 emas, 7 perak dan 12 perunggu. Secara bersamaan kita dinobatkan sebagai juara umum untuk cabor eksebisi,” ujar Yusuf.
Yusuf menuturkan capaian ini adalah langkah awal untuk membangkitkan kejayaan olahraga Lampung.
“KONI Lampung berkomitmen pada saat kami dilantik, kami berkomitmen untuk bisa membangkitkan kejayaan olahraga Lampung dan mencapai target 10 besar,” katanya.
Yusuf menjelaskan pada PON di Papua tersebut, semua sudah dilakukan secara baik, melakukan analisis dan penyusunan strategi.
Sehingga, cabang-cabang yang ditargetkan mendapatkan medali, sebagian besar dapat tercapai.
“Banyak sekali yang pesimis dan negatif, tetapi sampai terakhir kami di Papua, saya sampaikan kepada teman-teman, kita masih punya Allah, yakinlah apa yang kita lakukan ini bisa dijabah selagi kita bekerja keras,” katanya.(Adpim)
Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Lampung Yusuf Sulfarano Barusman audensi dengan Gubernur Arinal Djunaidi
BANDARLAMPUNG — Gubernur Arinal Djunaidi membahas bonus serta masa depan atlet berprestasi dengan KONI Lampung di Rumah Dinas Mahan Agung, Kota Bandarlampung, Selasa (19/20/2021).
Selain reward, Gubernur Arinal menyetujui atlet yang mendapatkan mendali emas, perak, dan perunggu jadi pelatih, asisten pelatih, atau konsultan pelatih.
Atlet berprestasi yang sudah pensiun bisa juga jadi pelatih atau manager cabang olahraga, katanya didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Mahasiswa dan pelajar yang berprestasi dan hanya ingin jadi atlet akan dibina agar profesional. Kuliahnya bisa dapat beasiswa kerja sama dengan sekolah atau universitas, ujar Gubernur Arinal.
Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Lampung Yusuf Sulfarano Barusman audensi dengan Gubernur Arinal untuk melaporkan hasil akhir PON XX Papua. Lampung berada pada peringkat 10 perolehan mendali secara nasional.
Gubernur Arinal turut bangga atas prestasi yang diukir para atlet, pelatih, dan semua yang terlibat Tim PON XX Lampung. “KONI Lampung bisa mewujudkan kebersamaan dalam meraih prestasi,” katanya
Dia senang berbagai sektor kegiatan daerah yang dipimpinnya mengukir prestasi. “Semua unsur, antarsemua bidang, sektor, Lampung rata-rata berprestasi.
Hadiri Vaksinasi Massal Akabri 1999, Kapolda Lampung : Insya Allah November Lampung sudah Herd Imunity
Bandar Lampung — Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bersama waka Polda Lampung Brigjen Pol Subiyanto menghadiri pelaksanaan vaksinasi massal dan bhakti sosial yang digagas Akabri angkatan 1999 di Universitas Malahayati (Unmal) Lampung.
Vaksin covid-19 yang disiapkan sebanyak 3000 dosis bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sekitar.
Vaksinasi pada Rabu (20/10) di Graha Bintang Amin tersebut digelar untuk mendorong dan mempercepat herd immunity agar masyarakat baik itu pelajar maupun mahasiswa terimunisasi dengan baik.
Rektor Universitas Malahayati Achmad Farich mengatakan, dua jenis vaksin yang disediakan yakni Sinovac dan Astrazeneca.
Selain vaksinasi gratis tersebut, Akabri angkatan 1999 dan Unmal juga membagikan sembako gratis sebanyak 2 ribu paket dan beras sekitar 3 ton bagi masyarakat kurang mampu dan warga disabilitas yang terdampak pandemi covid-19.
Hendro mengapresiasi percepatan vaksin covid-19 di kampus salah satunya di Universitas Malahayati. Sebab, program vaksinasi covid-19 dalam satu minggu kemarin berdasarkan hasil survey kepolisian bahwa Lampung sudah 30 persen saat ini kami sedang berupaya mencapai 41 persen termasuk reting ke 18 dalam dalam Pengendalian Covid-19.
“Insya Allah di bulan November 2021 mendatang, Lampung sudah bisa mendekati Herd Imunity dan saat ini kami terus berupaya percepatan vaksin Covid-19 dimana kami sedang komunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini melalui Dinas Kesehatan untuk menambah jumlah dosis vaksin,” pungkas Hendro.(gnd/penmas)
Kunjungi OJK, Kabid Humas Polda Lampung : Ingin Tahu Legalitas Pinjol, Hubungi Website Resmi OJK
Bandar Lampung — Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Senin (18/10) siang.
Dalam kunjungannya, Pandra di sambut Direktur OJK Bambang Hermanto, Kabag IKMB, Pasar Modal dan EPK Herman Akhyar, Kabag Pengawasan Bank Bangun Kurniawan.
Pandra mengatakan, kunjungan kerja ini dilaksanakan dengan tujuan bagaimana kedepannya perusahaan pinjaman online (pinjol) yang legal di perkuat lagi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang bagaimana peningkatan pelayanan pada masyarakat, tetapi kalau ada perusahaan pinjol yang ilegal, itu harus di tindak sampai ke akar akarnya.
“Untuk menindak para pelaku pinjol tersebut di negara hukum, kita harus punya data dan fakta, di satu sisi kita juga harus mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban pinjol ilegal”, kata Pandra.
Direktur OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengatakan, terkait kasus pinjol yang marak akhir-akhir ini, pengaduan dari masyarakat yang masuk ke kantor OJK mulai tahun 2019 ada sekitar 38 aduan dan konsultasi, tahun 2020 ada 11 aduan dan konsultasi, tahun 2021 ada 13 aduan dan konsultasi. Rata rata aduan melalui telpon dengan materi konsumen tidak bisa bayar dikarenakan dendanya sangat tinggi, pola penagihan yang tidak etis, data identitas korban di gunakan oleh pelaku untuk peminjaman online di tempat lain, tidak mengajukan pinjaman tapi dananya di kredit di rekening korban, identitas legal korban digunakan pelaku dengan mengubah data.
“Pada website OJK ada tautan untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar dan berizin di OJK, jika diluar itu berarti ilegal, sampai bulan Oktber 2021, ada sekitar 106 perusahaan pinjol legal yang terdaftar di OJK, kita sebenarnya sudah moratorium perizinan ini sejak bulan februari 2020, jadi kita tidak terima lagi perizinan baru terkait pinjol”,kata Bambang.
Lanjutnya, dari hasil pendampingan kita rata rata perusahaan tersebut tidak bisa survive, di OJK ada istilah “Regulatory Sandbox”, merupakan program atau masa uji coba untuk perusahaan Fintech Lending (pinjol) selama 6 – 12 bulan, selama setahun OJK memberikan pendampingan untuk memperbaiki perdagangannya, manajemen resikonya, kemudian memperbaiki bisnisnya, sampai nanti benar benar bisa kita lepaskan untuk di berikan izin.
”Saat pertama kali pinjol mendaftar di OJK, kita hanya memberikan terdaftar tapi belum berizin, sampai nanti kita asistensi memenuhi semua POJK (Peraturan OJK). Dalam setahun perusahaan tersebut harus bisa melengkapi ketentuan peraturan dari OJK, apabila perusahaan pinjol tersebut tidak bisa melengkapi, daftarnya kita cabut, tapi kalo mereka bisa memenuhi ketentuan dari kita, kita berikan izinnya”, katanya.
Masih kata Bambang, dari 106 perusahaan Fintech Lending (pinjol), 98 sudah memliki izin, yang status terdaftar tinggal 8 lagi dan ini juga masih kita dampingi belum tentu lolos dari perizinan.
Terkait viral banyaknya korban pinjol yang menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi, Bambang juga menyampaikan OJK sudah membentuk lembaga yang menangani khusus pinjol yaitu Satgas Kewaspadaan Investasi, satgas ini terdiri dari Kementerian Perizinan, OJK, Bank Indonesia, Dinas Depperindag, Dinas Koperasi, Bareskrim Polri, Tipidum Kejaksaan, PPATK dan beberapa kementerian terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Kewaspadaan Investasi.
“Satgas tersebut dibentuk awalnya menangani investasi ilegal, kemudian karena kasus pinjol ini marak dan saat ini menjadi konsen Satgas Kewaspadaan Investasi, yang namanya pinjol ini lebih kepada sisi peminjaman dana dan bukan dari sisi investasi. Lalu ini kami jadikan konsen karena peminjamnya sudah besar”, imbuhnya.
Bambang juga menginformasikan bahwa hanya ada satu kantor Fintech Lending (pinjol) yang legal yang terdaftar di kantor OJK yang berkantor di Bandar Lampung yaitu PT Lampung Berkah Finansial Teknologi atau lebih dikenal Lahan Sikam, jumlah nasabah lahan sikam tersebut sudah mencapai 4.000 warga Lampung.
Diakhir pertemuan tersebut Pandra mengatakan dengan informasi diatas, Polda Lampung menghimbau agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan bujuk rayu pinjol ilegal yang mudah tanpa syarat-syarat khusus, kenali dulu perusahaan pinjolnya, apakah sudah terdaftar di OJK, kenali mekanisme pembayaran dan suku bunganya, kemudian kenali resiko yang akan kita hadapi apabila pinjol tersebut ilegal.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi langsung terkait legalitas pinjol dapat menghubungi nomer WA : 081 157 157 157 atau website resmi OJK (https://www.ojk.go.id/)”, pungkasnya. (dn/penmas)
Kadis Parekraf Provinsi Lampung Berkunjung Ke Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning
Bandar Lampung | Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., menerima kunjungan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung di Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Senin (18/10/2021).
Dalam Penyambutan Tersebut Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin SH. MH. MM., di dampingi oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) di bawah pimpinan dr. Hj. Aida Sofina beserta kerabat LGK lainnya.
Adapun Kadis Parekraf Provinsi Lampung Dr. Edarwan SE. M.Si, diwakili oleh Kabid Pemasaran Melly Ayunda dan beberapa Kasi di lingkungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, diantaranya Indra, Rika dan Tata.
Kunjungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung ke LGK adalah dalam rangka untuk meminta dukungan dan support dari Lamban Gedung Kuning (LGK) untuk mensukseskan acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan pada bulan November 2021.
Saat media mewawancarai Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengatakan bahwa dalam rangkaian acara Festival Krakatau nanti, Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang berbagai pihak.
“Dalam rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun ini, kita akan memperkenalkan berbagai macam wisata yang ada di Lampung, salah satunya yaitu wisata budaya. Dan kami menganggap LGK adalah tempat yang pas untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada tamu undangan nantinya,” ucap Melly.
Masih kata Melly, “Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang lebih kurang 30 orang, yang terdiri dari para media nasional, baik media cetak, elektronik dan online, para YouTubers, blogger, dan Influencer dari Jakarta,” ujar Melly.
Dilain pihak, Dang Ike selaku pembina Lamban Gedung Kuning mengatakan, bahwa LGK siap untuk mendukung dan mensukseskan acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung.
“Pada prinsipnya, saya selaku pembina Lamban Gedung Kuning, sangat mendukung dan mensupport acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, khusus dari segi wisata budayanya,” tutur Dang Ike.
Demi memeriahkan acara Festival Krakatau tahun ini, Dang Ike juga menjelaskan, “Kita akan perkenalkan sejarah-sejarah masyarakat Lampung, seni dan budaya Lampung, seperti seni tari, pencak silat, nyambai dan lain sebagainya, termasuk sejarah asal-usul orang Lampung.” Jelas Dang Ike.
Diakhir Pertemuan tersebut, baik Dang Ike maupun Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengajak masyarakat untuk mensukseskan acara Festival Krakatau tahun ini, dan mengajak masyarakat dari luar Lampung untuk mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Lampung.
