Gubernur Lampung: Anak-Anak Sehat dan Cerdas adalah Fondasi Indonesia Maju

Lampung Tengah — Kunci untuk menjadikan Indonesia lebih maju lebih makmur, lebih kaya, lebih berdaulat, salah satunya adalah melalui upaya pemberian  makanan yang bergizi bagi anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat melaunching program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung tengah,Rabu (31/7/2025).

Gubernur Mirza mengatakan, sekaya apapun suatu daerah atau suatu bangsa, jika SDM masyarakatnya tidak cerdas maka tidak akan memberikan manfaat apapun bagi masyarakatnya, bahkan hanya akan dikuasai pihak luar. Namun sebaliknya jika SDM nya cerdas maka kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa konsep MBG ini sudah menjadi konsep Presiden Prabowo Subianto sejak 2009, 15 tahun sebelum beliau menjabat sebagai presiden. Gubernur Mirza menjelaskan bahwa konsep MBG ini murni tujuan mulia Presiden Prabowo untuk menjadikan anak-anak Indonesia pintar dan berkualitas.

Konsep MBG ini, lanjut Mirza, tidak hanya tentang pembangunan sumber daya manusia saja, akan tetapi lebih jauh dari itu, Konsep MBG harus mampu menggeliatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Gubernur Mirza menegaskan, agar rekrutmen perugas Dapur MBG diprioritaskan bagi masyarakat asal daerah tersebut dan masuk dalam kategori desil 1, ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut.

Selanjutnya bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan harus berasal dari daerah tersebut, jika tidak ada bisa berkoordinasi dengan daerah terdekatnya dan ini akan berdampak pada perputaran ekonomi di daerah tersebut.

“Jika ini dilakukan disetiap Dapur MBG di Provinsi Lampung, akan mengangkat pertumbuhan ekonomi lampung dan menurunkan angka kemiskinan di provinsi Lampung,” kata Gubernur Mirza.

Program ini merupakan bagian dari upaya strategis menyambut Bonus Demografi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi penentu kemajuan bangsa.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” ujar Gubernur.

Diakhir, Gubernur Mirza menekankan agar seluruh perangkat desa menjalin kolaborasi dan sinergi antara Koperasi Merah Putih, Bumdes dan Dapur MBG. Kolaborasi dan koordinasi ini, Menurut Gubernur Mirza akan mampu menghidupkan perekonomian di desa.

Program MBG juga diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Asupan gizi yang cukup berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi sekolah, prestasi belajar, dan penurunan angka stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari salah satu pilar utama Visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Program MBG menjadi refleksi nyata bahwa pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh mulai dari desa, tanpa meninggalkan kelompok rentan.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza melakukan pengguntingan pita yang menandai secara resmi beroperasinya Dapur Makan Bergizi Gratis Yayasan Sai Bumei Berjaya. Gubernur meninjau langsung kondisi Dapur MBG, bahkan memonitor langsung pembagian MBG di SDN 2 Rama Indra Seputih Raman.

Gubernur menyaksikan anak-anak SDN 2 Rama Indra menikmati MBG saat jam makan siang. Gubernur Mirza berkesempatan bercengkrama dengan anak-anak dan memantau langsung menu MBG yang disajikan.

Apriyani, Guru pengajar sekaligus wali kelas siswa Kelas 3 SDN 2 Rama Indera sangat mendukung Program MBG bagi siswa-siswi di sekolahnya.

“kadang-kadang anak-anak jajan sembarangan, bahkan sekalipun sudah sarapan mereka masih jajan yang kurang bermanfaat, MBG ini lebih baik dan mengurangi jajan anak-anak dan menunya lengkap, ikan, sayuran, susu, jadi lebih bergizi buat anak-anak,” kata Apriyani.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Lampung Lepas Purna Bakti Tina Malinda, Teladan Pengabdian Birokrasi Selama 38 Tahun

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melakukan pelepasan purna bakti Tina Malinda, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Lampung, di Ruang Abung, Gedung Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (31/07/2025).

Acara ini menjadi momen penghormatan atas pengabdian panjang Tina Malinda yang telah mendedikasikan hampir empat dekade hidupnya untuk birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas perjalanan karier Tina Malinda.

“Alhamdulillah hari ini kita baru saja menyaksikan pelepasan masa purna bakti Ibu Tina Malinda. Selama 38 tahun 9 bulan, beliau telah mengabdikan diri menjadi bagian penting dinamika birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung. Lebih dari separuh hidupnya beliau curahkan untuk melayani masyarakat, menjalankan tugas-tugas strategis dengan penuh dedikasi, integritas, dan keteladanan,” ujar Gubernur.

Gubernur menambahkan bahwa selama menjabat, baik sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Lampung maupun dalam posisi lainnya, Tina Malinda dikenal mampu memimpin dengan ketajaman berpikir, ketenangan dalam bertindak, dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

“Pengabdian beliau adalah teladan bagi kita semua. Seperti pepatah mengatakan, setiap perjumpaan membawa makna dan setiap perpisahan membawa pelajaran. Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Provinsi Lampung, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh kontribusi yang telah diberikan,” ucap Gubernur.

Gubernur Mirza juga turut mendoakan agar masa purna tugas Tina Malinda membawa kebahagiaan dan keberkahan. “Saya yakin segala kebaikan dan pengabdian yang tulus selama ini akan dibalas Allah SWT dengan keberkahan bagi keluarga Ibu Tina,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tina Malinda menyampaikan sambutan perpisahan dan rasa syukur atas perjalanan kariernya selama hampir 38 tahun 9 bulan mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara. Ia mengungkapkan salah satu pencapaian membanggakan selama menjabat Sekretaris DPRD Provinsi Lampung adalah diraihnya penghargaan terbaik nasional dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum untuk kategori Sekretariat DPRD Provinsi se-Indonesia selama lima tahun berturut-turut.

“Perjalanan ini tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa Bapak Gubernur dan seluruh jajaran yang selalu menjadi sumber semangat dan teladan dalam bekerja. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga di masa mendatang. Saya pamit dengan keyakinan bahwa semangat profesionalisme, loyalitas, dan inovasi akan terus dilanjutkan demi kemajuan Provinsi Lampung,” ujar Tina Malinda.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja, staf, dan sahabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung apabila selama bertugas terdapat kesalahan atau tutur kata yang kurang berkenan. “Terima kasih atas kerjasama dan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga,” tutupnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Wali Kota Bandar Lampung Lantik 266 Pegawa PPPK Pemerintahan Kota Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Resmi Mengangkat Sekaligus Melantik Pada Pengambilan Sumpah Jabatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I, Di Aula Gedung Semergo Pemkot Bandar Lampung.

Sebanyak 266 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, pada hari Senin (28/07/2025).

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Wali Kota Hj. Eva Dwiana memberikan ucapan selamat kepada pegawai yang hari ini resmi dilantik dan menerima SK sebagai PPPK.

“saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari sekalian yang hari ini resmi dilantik dan menerima SK sebagai PPPK,” ujar Wali Kota Hj. Eva Dwiana.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hal yang mudah, melainkan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat yang meliputi tahapan administrasi hingga uji kompetensi.

Wali kota juga meminta agar para PPPK yang telah dilantik tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara dan daerah.

“Pelantikan ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai abdi negara. Kalian dituntut menunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan integritas tinggi dalam melaksanakan setiap tugas,” Tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya etika dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. meminta agar seluruh pegawai, khususnya PPPK yang baru diangkat, dapat menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan nodai kepercayaan yang telah diberikan negara. Jadilah contoh yang membanggakan, bukan hanya bagi institusi, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” Pungkasnya.

Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2025 Polda Lampung

Lampung – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung melaksanakan Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025. Rabu(30/7/25)

Upacara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika selaku Inspektur Upacara dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Ahmad Ramadhan bersama Pejabat Utama Polda Lampung serta para gadik, instruktur dan staf pengajar SPN Polda Lampung.

Sebanyak 123 siswa bintara Polri akan menjalani pendidikan selama 7 bulan untuk membentuk karakter Polri yang profesional, bermoral dan modern sebagai calon anggota Polri dimasa yang akan datang.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika memberikan nama batalyon pendidikan Polri ini “Laksana Hantara Santika”, yang memiliki arti “Bhayangkara yang setia dan gagah untuk melindungi rakyat demi kedamaian”. Nama tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk mengabdikan diri dengan penuh loyalitas dan keberanian dalam menjalankan tugas kepolisian.

Nama ‘Laksana Hantara Santika’ harus menjadi semangat bagi peserta didik untuk selalu setia pada tugas dan berani membela kebenaran,” Ucap Kapolda.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan selama masa pendidikan.

“Peserta didik diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu, keterampilan, dan membentuk kepribadian sebagai insan Bhayangkara yang profesional, bermoral, dan modern. Selama pendidikan, para siswa harus menjalani setiap tahap dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, serta siap menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental.” tegas Kapolda.

Beliau juga menyampaikan harapan agar seluruh siswa memanfaatkan masa pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Pendidikan ini bertujuan membentuk karakter serta membangun mental dan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Sikap dan perilaku akan dibentuk menjadi pribadi Polri yang berintegritas dan menjunjung tinggi Pancasila serta UUD 1945”,

“Pendidikan ini adalah pondasi awal karier kalian sebagai anggota Polri, jadilah bintara yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa pengayom dan pelindung masyarakat. Keberhasilan kalian akan menjadi kebanggaan Polda Lampung dan seluruh masyarakat”, tutup Kapolda Lampung

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2025 ini meliputi pelatihan fisik, mental, serta pembekalan pengetahuan kepolisian untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan tugas di lapangan.

Gali Potensi Warga Binaan, Lapas Narkotika dan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN RIL Gelar Asesmen Minat dan Bakat

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus berkomitmen menjalankan program pembinaan berbasis pendekatan psikososial. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan asesmen bakat dan motivasi bagi warga binaan, bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Jurusan Bimbingan dan Konseling, UIN Raden Intan Lampung.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemetaan potensi, minat, dan kesiapan psikologis warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian.

“Asesmen ini penting agar program pembinaan yang kami jalankan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan masing-masing warga binaan,” ujar Kalapas Narkotika Bandar Lampung, Ade Kusmanto.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti rangkaian tes dan wawancara yang bertujuan mengukur aspek minat kerja, kecenderungan bakat, serta motivasi internal untuk berubah dan berkembang selama menjalani masa pidana. Kegiatan dilakukan secara terstruktur dan diawasi oleh pembimbing lapangan serta petugas pembinaan dari Lapas.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang telah membantu dalam pelaksanaan asesmen ini. Ini adalah wujud sinergi antara dunia akademik dan pemasyarakatan,” tambah Kalapas.

Mahasiswa KKN juga memberikan sesi umpan balik (feedback) berupa hasil asesmen kepada masing-masing warga binaan, yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk penempatan dalam program pelatihan kerja, kegiatan pembinaan keagamaan, atau konseling lanjutan.

“Kami ingin warga binaan mengenal potensi dirinya, agar mereka punya arah, semangat, dan bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Program asesmen ini menjadi langkah awal untuk menyusun rencana pembinaan berbasis minat dan bakat, sekaligus menanamkan motivasi perubahan positif sejak dini. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan pasca bebas.

Pererat Sinergi Budaya dan Keamanan, Kapolres Lampung Selatan Bersilaturahmi dengan Para Tokoh Adat

Lampung Selatan – Dalam semangat memperkuat kolaborasi antara aparat kepolisian dan elemen adat, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menggelar silaturahmi bersama para tokoh adat dari berbagai marga di Kabupaten Lampung Selatan. Rabu (30/7/2025) pukul 13.00 WIB di Pantai Senaya, Kalianda, dihadiri oleh unsur pimpinan Polres, tokoh adat, serta tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Toni Kasmiri mengajak seluruh pemangku adat untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas dan mengawal program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dipercayakan kepada Polres Lampung Selatan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas Polri, tapi tanggung jawab kita bersama. Jika ada gejolak atau persoalan di masyarakat, mari kita selesaikan dengan komunikasi yang baik. Kolaborasi dengan tokoh adat sangat penting untuk menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Kapolres juga mendengarkan secara langsung berbagai masukan dan informasi dari para tokoh adat terkait kondisi keamanan di masyarakat, mulai dari persoalan narkoba hingga maraknya pencurian kendaraan bermotor. Hal ini menjadi bahan evaluasi dan prioritas penanganan ke depan.
“Masukan dari para tokoh adat sangat berharga bagi kami dalam merumuskan langkah-langkah kepolisian ke depan. Polri tidak bisa bekerja sendiri, butuh peran serta masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan tokoh adat menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolres, sekaligus berharap perhatian lebih terhadap peredaran narkoba dan kasus curanmor di beberapa wilayah. “Kami siap mendukung penuh upaya Polres menjaga ketertiban. Tapi kami juga berharap perhatian khusus terhadap masalah-masalah kamtibmas yang sedang kami hadapi di wilayah adat,” ujar salah satu tokoh adat.
Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menegaskan bahwa keterlibatan tokoh adat sebagai mitra strategis sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan budaya di Lampung Selatan.

Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya tokoh adat, untuk terus menjalin komunikasi, melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini, dan bersama-sama menciptakan suasana damai demi mewujudkan Lampung Selatan yang aman, harmonis, dan berbudaya.

Meminimalisir Pelanggaran, Polres Lampung Utara Terima Kunjungan Tim Mitigasi Bid Propam Polda Lampung

Lampung Utara – Guna meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polri, Tim Mitigasi Pelanggaran Disiplin Subbid Provos Bid Propam Polda Lampung kunjungi Polres Lampung Utara, Rabu (30/7/25).

 

Kedatangan tim dalam upaya mencegah dan meminimalisir pelanggaran personil Polri tersebut dipimpin oleh Kasubbid Provos Polda Lampung AKBP Zulman Topani beserta Tim.

 

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. mengatakan, hari ini, kami kedatangan tim dari Subbid Provos Bid Propam Polda Lampung yang melaksanakan kegiatan mitigasi terhadap personel Polres Lampung Utara dan Polsek jajaran.

 

“Semoga dengan di lakukan kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan dan meminimalisir pelanggaran bagi personel jajaran Polres Lampung Utara,” ujarnya.

 

Sedangkan Kasubbid Provos Polda Lampung AKBP Zulman menyampaikan arahan tentang pembinaan, pencegahan, perilaku menyimpang atau pelanggaran anggota polri.

 

“Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kita, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

 

Tim Bid Propam Polda Lampung melakukan pemeriksaan tampang, kelengkapan pribadi hingga tes urine kepada personel Polres Lampung Utara.

 

Selain itu melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap gudang senjata dan ruang Tahanan Mako Polres Lampung Utara.(*)

ISEI Lampung Gelar Seminar Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Tengah Tantangan Global

ISEI Lampung Gelar Seminar Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Tengah Tantangan Global

 

BANDARLAMPUNG ——— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung berkontribusi dalam menyumbangkan pemikiran, inovasi dan karya nyata dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung.

 

Harapan Gubernur Mirza tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam acara Seminar dan Rapat Forum ISEI Cabang Lampung, yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (30/7/25).

 

Menurut Marindo, meskipun pertumbuhan ekonomi Lampung sudah mencapai titik tertinggi se-Sumatera yaitu sebesar 5,47% (y-on-y) dan di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 4,87% (y-on-y) serta tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Akan tetapi masih banyak tantangan tantangan kedepan dalam menghadapi isu ekonomi global seperti pemberlakuan tarif dagang oleh Amerika Serikat terhadap produk ekspor kita, termasuk komoditas pertanian, juga konflik global seperti perang di Ukraina dan Timur Tengah yang menggangu rantai pasok komoditas pangan dan energi dunia.

 

“Melalui diskusi yang konstruktif pada hari ini, kita berharap bisa semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjawab permasalahan daerah serta mendorong transformasi ekonomi. Dengan semangat Lampung Bersama, hasil dari seminar ini tentu akan menjadi kontribusi pemikiran yang penting bagi pembangunan ekonomi Lampung masa mendatang,” papar Marindo.

 

Marindo menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi dan posisi yang strategis dalam perekonomian nasional. Provinsi Lampung punya potensi yang besar untuk menjadi lokomotif ekonomi nasional, khususnya sebagai pemasok pangan dan hasil-hasil pertanian lainnya.

 

Sektor pariwisata juga sangat menjanjikan. “Tentu saja, peluang dan potensi ini hanya dapat kita transformasikan menjadi kekuatan, melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

 

Sejalan dengan pernyataan Marindo, Koordinator ISEI Wilayah Barat Endrizal Ridwan yang hadir secara terpisah melalui daring menyampaikan terkait pentingnya kolaborasi yang masif antara Akademisi, Bisnis dan Government (pemerintah). Hal tersebut tentunya tidak lain untuk langkah dan upaya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung.

 

“Ini merupakan langkah langkah yg tepat bagi kita (ISEI) dalam menggapai cita cita kita bersama menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Lampung Agus Nompitu mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas capaian-capaian yang positif dalam menggerakkan roda perekonomian Provinsi Lampung.

 

“ISEI cabang Lampung mengapresiasi kinerja Pemprov Lampung yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan ekonomi Lampung melebihi rata rata nasional. Kita berharap kedepan melalui rapat anggota ini nantinya akan melahirkan satu arah kebijakan strategis organisasi sehingga bisa menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung menuju visi Gubernur Lampung yaitu bersama menjadikan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” ujar Agus Nompitu (Adpim)

Menteri P2MI: Kelas Migran Vokasi Berawal dari Lampung, Kini Jadi Model Nasional

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyebut hari ini sebagai momentum penting bagi Provinsi Lampung, menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Pemerintah Provinsi Lampung terkait pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan SMA dan SMK di Lampung agar mampu bersaing di pasar kerja global dengan keterampilan yang relevan dan perlindungan yang memadai.

Dalam paparannya pada peluncuran program Kelas Migran Vokasi di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung, Rabu (30/7/2025), Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa jumlah angkatan kerja di Provinsi Lampung saat ini mencapai 5,09 juta orang, dengan 4,8 juta di antaranya telah bekerja.

Dari total tersebut, hanya sekitar 1,4 juta orang atau 29% yang bekerja di sektor formal, sementara 3,4 juta lainnya masih berada di sektor informal. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebanyak 206,8 ribu orang atau 4,07%.

“Jika dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMA/MA mencatat TPT tertinggi sebesar 6,88%, disusul lulusan SMK sebesar 5,77%. Data ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan kita, terutama SMA dan SMK, belum sepenuhnya tersambung dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ucap Gubernur.

Berangkat dari fakta tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berinisiatif menggagas Kelas Migran Vokasi, sebuah program yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis, mempersiapkan lulusan SMA/SMK menjadi tenaga kerja migran profesional, sekaligus memastikan adanya perlindungan dan pendampingan yang manusiawi bagi mereka yang bekerja di luar negeri.

Gubernur menegaskan bahwa bekerja ke luar negeri harus dipandang sebagai peluang strategis, bukan sekadar pilihan alternatif.

“Bagi anak-anak muda Lampung, bekerja di luar negeri adalah cara untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperluas wawasan global, dan pulang sebagai insan profesional yang tangguh, beretos kerja internasional, bahkan berpeluang menjadi wirausahawan muda yang menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya,” ujarnya.

Gubernur optimistis program ini akan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung. Menurutnya, bekerja secara legal dan profesional di luar negeri akan membuka akses pada penghasilan yang layak, layanan pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pelaksanaan Kelas Migran Vokasi pada Tahun Ajaran 2025/2026 di 341 SMA/SMK Negeri se-Provinsi Lampung. Program ini akan membuka 316 kelas dengan sasaran 9.480 siswa. “Ini langkah konkret menjadikan Lampung sebagai sentra tenaga kerja migran yang terampil, profesional, dan terlindungi,” tegas Gubernur.

Adapun Program ini telah sejalan dengan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” serta misi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat sumber daya manusia unggul, membangun ekonomi inklusif, dan meningkatkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas inisiatif yang kini menjadi model nasional pemberdayaan calon pekerja migran. Menurutnya, konsep Kelas Migran pertama kali digagas di Lampung sebelum diadopsi sebagai strategi nasional.

“Lampung adalah pelopor migrasi modern berbasis pelatihan. Daripada membangun Balai Latihan Kerja baru dengan biaya besar, kita memanfaatkan ruang-ruang pendidikan yang ada agar siswa memiliki arah yang jelas setelah lulus,” ucap Abdul Kadir Karding.

Ia juga menambahkan, bekerja ke luar negeri memberikan setidaknya lima manfaat utama, termasuk transfer pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan daerah dan nasional.

Hingga saat ini, sebanyak 8.500 siswa telah terdaftar dalam program ini. Selain itu, Kementerian P2MI bersama Pemprov Lampung juga telah menyiapkan 40 guru bahasa Jepang untuk mendukung penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa di dunia kerja global. (Dinas kominfotik Provinsi Lampung).

Ibunda Guru Provinsi Lampung Kukuhkan Hj. Elviana sebagai Penggerak Pendidikan di Mesuji

Bandar Lampung – Ibunda Guru Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mengukuhkan Hj. Elviana, S.E. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Mesuji, bertempat di Ruang Abung Balai Keratun komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/07/2025).

Pengukuhan dilaksanakan  berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Lampung Nomor 63/KEP/LPG/15/2025.

Purnama Wulan Sari dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Hj. Elviana, S.E. atas amanah yang diberikan. Ia menekankan bahwa peran Ibunda Guru bukan hanya simbol, melainkan penggerak utama yang berperan strategis dalam membentuk karakter, membangun peradaban, dan menciptakan generasi masa depan yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.

“Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan ketulusan demi kemajuan pendidikan anak-anak di Kabupaten Mesuji,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut  Ibunda Guru Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru honorer murni non-sertifikasi di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang telah mendedikasikan diri dengan penuh keikhlasan.

“Kami di Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan dukungan agar bapak/ibu guru dapat lebih berkembang dan mendapatkan kesejahteraan yang layak,” tegas Purnama Wulan Sari.

Ia menambahkan, peran guru sangat penting dalam mendukung proses belajar mengajar, meskipun banyak tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan fasilitas dan penghasilan. Semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan para guru honorer patut menjadi teladan bagi semua.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Lampung, Sulpakar, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, acara seperti ini dapat terlaksana berkat kemurahan hati Gubernur Lampung yang peduli terhadap kesejahteraan guru.

“Ini hal yang luar biasa, pimpinan kami tidak lagi ‘mencueki’ guru. Pak Gubernur sangat perhatian dan kami manfaatkan dukungan ini untuk terus berbuat demi kemajuan pendidikan,” jelas Sulpakar.

Ia menambahkan bahwa PGRI akan terus menjadi wadah profesional bagi guru, mengadakan seminar, diklat, dan kegiatan lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama guru-guru.

“Mari kita bersatu, sebab dengan semangat kebersamaan ini, Insya Allah semua persoalan di bidang pendidikan Provinsi Lampung bisa kita selesaikan,” tutupnya.

Selain pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Mesuji, acara ini juga diisi dengan pengajian dan doa bersama sebagai wujud penghargaan serta sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar-guru di Provinsi Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).