Ribuan Paket Pekerjaan Jalan PSU Provinsi Banten Diduga Ada Penggelembungan Upah Dilaporkan Ke Kejati Banten

Banten, – Disinyalir adanya dugaan Mark’up pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkungan Paving block yang marak dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) banyak menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat. Persoalan dugaan mutu material, sistem pengawasan dan juga upah tenaga kerja yang diborongkan dengan harga yang sangat murah masif menjadi tema pemberitaan media.

 

Masalah upah tenaga kerja, baru baru ini dilaporkan Hudaya seorang warga Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang (24/02) kemarin, tentang dugaan penggelembungan upah tenaga kerja seluruh paket Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU jalan lingkungan. Detailnya upah tenaga kerja pekerjaan pemasangan paving block yang dilakukan oleh DPRKP Provinsi Banten dari tahun 2022 sampai Tahun 2024.

“Saya telah melaporkan masalah upah tenaga kerja Proyek Pembangunan Jalan Paving Blok yang diduga ada penggelembungan Upah Ke Kejati Banten,” Katanya.

Hudaya menyampaikan, bahwa perhitungan dugaan kerugian Negara yang di laporkan tersebut, merupakan hasil analisa data-data yang dia pegang atau kuasai dari sumber yang akuntabel dan kredibel setelah disesuaikan dengan fakta dilapangan.

Selain itu, Hudaya mengatakan bahwa hasil pekerjaan seluruh paket pekerjaan pembangunan atau Peningkatan Kualitas PSU Permukiman jalan lingkungan paving block se-Provinsi Banten yang dilaksanakan DPRKP Provinsi Banten diduga tidak memenuhi standar teknis keciptakaryaan.

Kemudian, dirinya tidak menyatakan gagal kontruksi, tetapi kelebihan penganggaran upah tenaga kerja yang dia pertajam dalam isi analisa laporannya.

“Pola pemasangan paving block yang simpel dan sederhana hasil pekerjaan DPRKP Provinsi Banten yaitu menggunakan pola anyam tikar yang notabene diduga tidak berstandar teknis sesuai peraturan, secara teori akan lebih murah upah kerja permeter perseginya dibandingkan dengan dengan pola tulangan ikan yang diharuskan oleh peraturan dn SNI untuk pekerjaan Paving block peruntukan jalan lingkungan. Apalagi berdasarkan Hasil wawancara bahwa pekerjaan hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 hari,”tuturnya.

Sebagai Pendekatan Hudaya memberikan ilustrasi perbedaan harga bilik bambu anyaman biasa harganya lebih murah dibandingkan harga bilik bambu anyaman motif, karena bilik motif rumit dan tentunya memakan waktu lebih lama dalam proses pengerjaannya. (Red/Heriadi)

Film Literasi Tanggamus “Merak Mas” Raih Juara 1 Tingkat Nasional

Tanggamus, – Film “Gerakan Literasi Tanggamus” berhasil mendapatkan Juara 1 dalam Kompetisi Literasi Vlog Challenge yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI.

Pengumuman ini disampaikan pihak Perpustakaan Nasional RI pada akun instagram resminya @perpusnas.go.id pada pada Kamis 9 September 2021.

Kompetisi video ini berlangsung sejak 14 Juli 2021 dengan 106 pendaftar dan 50 video yang masuk dari seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang professional dan independen antara lain, Maman Suherman selaku Penulis Nasional, Nelwaty selaku Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI dan Jovial da Lopez selaku Konten Kreator Nasional.

Video “Gerakan Literasi Tanggamus” diproduksi melalui kolaborasi antara Namastee Studio, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Perpustakaan Umum Merak Mas, Pekon Tanjung Agung dan Rumah Baca Berlian dari Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka. Tim produksi dari video ini adalah Bayu Angga Septian selaku penulis naskah dan sutradara, Iqbal Sunni selaku Ditector Of Photography (DOP) dan Al-Ikhsan Bayu Suseto selaku Penata Suara.

Bayu menjelaskan bahwa “video ini berangkat dari keresahan masyarakat Pekon Tanjung Agung mengenai bencana alam yang sering terjadi. Utamanya pencemaran sampah wilayah pesisir akibat ulah masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai kemudian berakhir kewilayah pesisir, serta banjir yang disebabkan oleh manusia yg menebang hutan di wilayah hulu”.

“Video ini memiliki premis, kebudayaan dan keindahan yang hampir tenggelam diwilayah pesisir, ditolong oleh sekoci penyelamat bernama literasi yang akhirnya memberikan dampak kesejahretaan kepada masyarakat. Alam, Kebudayaan, kesejahteraan dan literasi merupakan elemen yang saling bersinergi. Inilah pemahaman kami tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang kami interpretasikan dalam video Gerakan Literasi Tanggamus”, jelas Bayu.

Dalam Video yang berdurasi 5 menit tersebut, tampil juga seniman sekaligus pengajar tari, Gustiara Dwi Hardenis sebagai pembawa cerita. Bayu mengatakan bahwa, seniman, lekat dengan  kebudayaan, yang karyanya biasa merefleksi pada alam, disinilah alasan kami meminta Gustiara Dwi Hardenis (Ara) untuk menyampaikan cerita ini, baik melalui lisan maupun gerakan.

Johan Wahyudi, M.S., S.I.Pem.,S.T., M.T. Selaku kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan dan Arsip mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus Gigih Rudiansyah, SE,  menyatakan kegembiraannya, “prestasi ini adalah karya terbaik dari putra/i Tanggamus, pesan yg ingin kami sampaikan melalui karya audio visual ini adalah, bagaimana sesungguhnya peran dan fungsi perpustakaan dalam membentuk masyarakat yang tangguh, kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan. Bagaimana Perpustakaan mampu memainkan peranan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat, tempat masyarakat berkarya dan anak-anak bisa terpenuhi literasinya. Tanggamus adalah awalan terbaik dalam mensukseskan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, melalui gerakan Literasi Tanggamus, GELIAT RATU”.

Johan juga berharap “dengan adanya karya ini, kemudian diapresiasi ditingkat nasional, ada dua hal yang dapat kita peroleh yaitu, Tanggamus akan lebih dikenal dikancah nasional dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta Memotivasi para stakeholder agar bersenergi pada kegiatan literasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Pada akhirnya apa yang benar-benar telah diamanahkan dalam Peraturan Bupati Tanggamus Nomor 04 Tentang Gerakan Literasi Daerah dapat tercapai  dan menjadikan Kabupaten Tanggamus layak menyandang predikat sebagai kabupaten literasi”.

Dr. Adin Bondar, M.Si. selaku Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI, dalam sambutannya saat mentoring peserta berharap, para peserta Literasi Vlog Challenge, terutama yang memperoleh 3 besar dapat menjadi duta atau role model yang bisa menjembatani keinginan pemerintah dalam pengembangan budaya baca dan literasi untuk mendiseminasikan kepada masyarakat.

Video yang menceritakan tentang Perpustakaan Merak Mas di Pekon Tanjung Agung ini adalah video Gerakan Literasi Tanggamus bagian kedua, setelah sebelumnya video pertama diproduksi di Rumah Baca Berlian, Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka.

Tidak lupa Kami sampai ucapan terimakasih kepada Ibu Bupati Tanggamus, wakil bupati Tanggamus, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kepala BAPPELITBANG, Ketua DPRD Tanggamus, Wakil Ketua III DPRD Tanggamus, Forkopimda, seluruh kepala OPD,   Kepala Pekon Tanjung Agung Kec. Kotaagung Barat dan semua pihak yang telah berpartisipasi  dalam pembuatan video ini.

(Andi(korwil)/Darwi(Ketua DPD)/Ibnu Mas’ud(Sek DPD))

Tim DPD Konsorsium Multimedia Indonesia Tanggamus

Johan W : Ayo Wujudkan Kesejahteraan Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Opini, – Usia Kemerdekaan Republik Indonesia telah mencapai 76 tahun, tentunya banyak dinamika kehidupan yang telah dilalui, sebagai anak bangsa sejatinya mandiri dimaknai sebagai bentuk Rahmat Tuhan YME yang didalamnya terkandung amanah Ilahiah dan nilai-nilai kemanusian.

Nilai-nilai kemanusian yang dimaksud diantaranya terbebasnya dari hubungan yang dilandaskan pada kebersamaan, saling menghargai dan membebaskannya dari kezaliman atau kefakiran ilmu pengetahuan. Sejalan dengan konsep-nilai kemanusian inilah maka oleh para pendiri bangsa kemudian menghargainya menjadi konstitusi negara yaitu pada pembukaan Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945.

Lalu pertanyaannya adalah hal apa sajakah dari nilai-nilai tersebut yang paling relevan dan memiliki peran yang cukup penting sebagai penggerak kemajuan negara, serta sampai sejauh mana nilai tersebut terimplementasi dan teraktualisasikan. Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut tentunya membutuhkan kajian mendalam dari berbagai sumber referensi.

Namun demikian kita sepakati bersama, bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu negara. Kesepakatan ini dapat kita terima jika kita merujuk jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Universitas Sebelas Maret, 2019 volume 4, dengan kesimpulan bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermuara pada kemajuan suatu negara.

Sebagai implementasi dan aktualisasinya adalah diperolehnya porsi pendidikan yang cukup penting dalam tujuh Agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu agenda ke tiga meningkatkan Sumber Daya Manusia berkualitas dan berdaya saing yang dititik beratkan pada pemenuhan pelayanan dasar diantaranya pemerataan layanan pendidikan berkualitas.

Dari penjelasan diatas kata kuncinya adalah Pemenuhan Pendidikan Dengan Pemerataan Layanan Yang Berkualitas.
Sejalan dengan agenda ketiga dalam RPJMN 2020-2024, Kabupaten Tanggamus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, telah tertuang dalam perencanaan prioritas pembangunan Kabupaten Tanggamus Tahun 2022 yang misinya menyebutkan prioritas “ Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia” (Sumber : Bappelitbang Kabupaten Tanggamus)

Misi Kabupaten Tanggamus ini bersinergi dengan misi Presiden RI yaitu “Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia”, selanjutnya diturunkan melalui arahan Presiden yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia, yang kemudian direncanakan kedalam agenda pembangunan diantaranya adalah “mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan”, serta Meningkatkan sumber Daya Manusia yang berkualitas dan Berdaya Saing”

Sampai saat ini tercatat pembangunan kualitas hidup manusia di Kabupaten Tanggamus sebesar 66,42% pada tahun 2020, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang di ukur dari pencapaian pembangunan daerah dalam katagori 3 (tiga) dimensi dasar pembangunan yaitu Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi. Saat ini Prosentasi IPM Kabupaten Tanggamus mendekati angka IPM Provinsi Lampung 69,69% yang mendekati IPM Nasional sebesar 71,94%.

Oleh karena itu untuk meningkatkan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Tanggamus tersebut, salah satunya adalah memaksimalkan peran perpustakaan sebagai sub bidang pendidikan dan menjadikan Perpustakaan Sebagai Jantung Pendidikan guna mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Tanggamus Sebagai wujud keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan sumber daya manusia, pada bulan Januari 2020, Kabupaten Tanggamus telah dikukuhkan sebagai Kabupaten Literasi dan Ibu Bupati sebagai Bunda Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI.

Tidak berlebihan kiranya jika perpustakaan mengambil peranan sebagai jantung pendidikan karena jika kita lihat dalam Pasal 3 Undang-Udang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa, dengan demikian perpustakaan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Saat ini, tugas yang cukup berat bagi perpustakaan daerah Kabupaten tanggamus adalah mengkorelasikan peranan dan fungsinya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tertuang misi dan visi Kabupaten Tanggamus.
Mengingat stigma yang terbentuk dimasyarakat bahwa perpustakaan tidak lebih sekedar gudang buku, keberadaan perpustakaan hanya bersifat pelengkap dan hanya diakses oleh pihak-pihak tertentu serta manfaatnya juga tidak dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Mengubah stigma masyarakat melalui advokasi guna menciptakan paradigma bahwa Perpustakan Sebagai Jantung Pendidikan dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan tidaklah mudah, upaya pembenahan terus dilakukan oleh perpustakaan daerah Kabupaten Tanggamus diantaranya adalah melakukan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial memiliki peran signifikan, yang bertujuan memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi meningkat dan dapat mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik menuju kesejahteraan, yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan menipiskan kesenjangan akses informasi.

Diharapkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan wujud perpustakaan sebagai pembelajaran sepanjang hayat. Di mana perpustakaan bukan hanya sebagai pusat sumber informasi tetapi lebih dari itu sebagai tempat mentrasformasikan diri, sebagai pusat sosial budaya dengan memberdayakankan dan mendemokratisasi masyarakat dan komunitas lokal, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam prakteknya, perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan juga wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat sehingga diharapkan performa individu meningkat yang secara otomatis, meningkatkan literasi masyarakat.
Sehingga perwujudan transformasi perpustakaan tersebut dapat diwujudkan sebagai peran pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, pusat kebudayaan, dan wadah memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi.
Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan bahwa peranan perpustakaan sebagai jantung pendidikan masyarakat dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dalam meningkat sumber daya manusia dan kesejahteraan, akan terwujud jika ada manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, literasi untuk kesejahteraan dengan konsep “pengetahuan kolektif untuk mentransfer pengetahuan”

Cipta Karya : Johan Wahyudi MS, S.IPem, ST, MT / Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan dan arsip Daerah Kabupaten Tanggamus.

(Andi/Korwil)
(Darwin/Ketua DPD)
(Ibnu Mas’ud/ Redaktur)

Tim DPD Konsorsium Multimedia Indonesia Tanggamus