524 Huntap Bagi Korban Tsunami Lampung Selatan Mulai Dibangun

KALIANDA, mediarepublika.com – Kabar baik bagi korban bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan. Hari ini, Rabu (22/7/2020), pembangunan 524 Hunian Tetap (Huntap) untuk warga yang rumahnya hancur akibat tsunami mulai dibangun.

Pembangunan Huntap ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama Dandim 0421/LS Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie, Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan.

Lokasi pembangunan dimulai di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa. Di lokasi ini, diawali dengan pembangunan tujuh Huntap sebagai rumah percontohan. Selain itu, Huntap juga akan dibangun di desa lain yang tersebar di Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, dan Katibung.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan rumah Huntap tersebut.

Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, jajaran TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat lainnya yang telah bekerja sama bergotong-royong mulai dari penanganan musibah tsunami hingga pembangunan Huntap bagi korban tsunami.

Alhamdulilah peletakan batu pertama pembangunan 524 Huntap kita mulai hari ini. Tanpa kebersamaan, persatuan dan kesatuan tidak mungkin bisa secepat ini. Huntap ini diperuntukan bagi saudara kita yang menjadi korban bencana tsunami,” ujar Nanang dalam sambutannya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, pembangunan Huntap itu merupakan bentuk keseriusan dan tanggungjawab Pemerintah Daerah kepada masyarakatnya.

“Ini menandakan bahwa pemerintah selalu ada untuk masyarakat. Dan pemerintah akan terus memantau perkembangan pembangunan Huntap ini sampai pembangunannya selesai dan dapat dihuni oleh masyarakat yang berhak menempatinya,” kata Nanang.

Untuk itu, dirinya berharap kepada masyarakat yang akan menerima bantuan Huntap tersebut, agar dapat benar-benar memanfaatkan penggunaannya. Sebab katanya, tidak semua masyarakat terdampak tsunami dapat memiliki rumah Huntap tersebut.

“Masyarakat harus menyadari bahwa rumah yang layak itu merupakan salah satu kebutuhan pokok. Oleh karea itu saya meminta kepada aparatur desa dan pihak terkait lainnya untuk terus memantau pelaksanaan pembangunan Huntap ini hingga selesai dan siap huni,” tandasnya.

Disamping itu, Nanang juga menyampaikan, setelah pembangunan Huntap fasilitas lain juga diharapakan dapat segera dibangun. Seperti pembangunan rumah ibadah, listrik, air bersih dan MCK, dan sarana fasilitas umum lainnya yang dibutuhkan bagi masyarakat penghuni Huntap.

“Nanti dipinggir pantai juga akan kita tanami pohon untuk pengembangan wisata. Sehingga anak-anak juga merasa nyaman dengan tinggal tidak jauh dari bibir pantai. Setelah itu ada juga bantuan lain sebagai stimulus ekonomi sosial bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan menjelaskan, Pemkab Lampung Selatan mendapatkan hibah untuk membangun 524 unit Huntap yang akan dibangun di lahan seluas 76.609 meter persegi.

Rinciannya, untuk Kecamatan Rajabasa meliputi, Desa Kunjir sebanyak 138 unit, Desa Way Muli Timur 129 unit, Desa Way Muli 58 unit, Desa Sukaraja 20 unit, Desa Rajabasa 34 unit, dan Desa Banding sebanyak 13 unit.

Lalu di Kecamatan Kalianda yakni, Kelurahan Kalianda dan Way Urang sebanyak 35 unit dan Desa Maja 89 unit. Kemudian di Kecamatan Sidomulyo, akan dibangun 2 unit di Desa Suak serta Kecamatan Katibung di Desa Tarahan sebanyak 6 unit.

“Pembangunan Huntap ini nantinya dilaksanakan dengan metode swakelola oleh kelompok masyarakat penerima bantuan. Jadi tidak ditenderkan, tapi dikelola oleh kelompok masyarakat yang sudah dibentuk oleh desa dan tim fasilitator,” terang Darmawan dalam laporanya.

Darmawan menambahkan, untuk teknis di lapangan, kelompok masyarakat tetap akan didampingi fasilitator. Sehingga proses pembangunan, mulai dari rencana kerja, kebutuhan material, hingga penyelesaian bangunan dapat terkontrol dengan baik dan berjalan lancar.

“Bahan material kita ambil dari lokal. Sehingga akan menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih disaat pandemi COVID-19. Tapi kita juga mengimbau supaya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19,” tutur Plt Asisten Bidang Adum ini. (Red)

Winarni Ingatkan Orang Tua Agar Memperhatikan Pola Asuh Anak

KALIANDA, mediarepublika.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto mengajak para orang tua agar dapat memberikan pola pengasuhan yang terbaik dalam mendidik anak.

Hal itu disampaikan Winarni dalam acara Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) bagi Kader dan Pengurus TP PKK serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan yang digelar di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Rabu (22/7/2020).

Sementara, acara yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan ini menghadirkan narasumber Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Provinsi Lampung, Tony Fisher.

Hadir juga, Ketua DWP Lampung Selatan, Yani Thamrin, Kepala Dinas PPPA, Anasrullah, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Eka Riantinawati.

Winarni mengatakan, untuk mendidik anak dan remaja sesuai dengan perkembangan zaman diperlukan keseriusan dan kesabaran yang tinggi.

Menurutnya, mengatasi pola pergaulan anak dengan cara yang keliru dapat menimbulkan tekanan psikis kejiwaan anak, sehingga dapat menjadi sulit terkontrol dalam pergaulannya.


“Saya mengajak kita semua untuk menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak sejak usia dini. Dimulai dari keluarga, kesadaran untuk hidup jujur dan bertanggungjawab. Sehingga dapat menjadi generasi yang tangguh, dan berakhlak mulia,” ujar Winarni.

Lebih lanjut Winarni menyampaikan, dampak tekanan ekonomi bagi para orang tua akibat pandemi COVID-19 juga dapat mempengaruhi pola didik anak.

Dimana menurutnya, dalam kondisi COVID-19 seperti saat ini, anak lebih banyak bergelut dengan gadget atau smartphone. Imbasnya akan berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Apalagi pada masa Golden Age (usia 3-9 tahun) baik pra remaja dan remaja.

Sebab itu, Winarni mengimbau kepada para orang tua agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya smartphone. Pasalnya, era sekarang ini, orangtua hampir tidak bisa lepas dari gadget. Bahkan, cenderung kurang memperhatikan perkembangan anak.

“Peranan orang tua dalam keluarga merupakan lembaga pendidikan utama bagi anak. Baik buruknya perilaku anak dapat tercermin dari pola asuh mereka didalam keluarga,” tukasnya.

Untuk itu, dirinya berharap, seluruh peserta sosialisasi agar menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal dan pedoman dalam menindaklanjuti penyuluhan terhadap orangtua terkait pola asuh anak dan remaja di wilayahnya masing-masing.


“Pola asuh pada anak dan remaja haruslah benar. Seperti memberikan gizi yang seimbang, pendidikan yang baik, serta melindungi anak dari bahaya narkoba dan sisi negatif perkembangan teknologi yang teradopsi dari dunia maya dan media sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA, Anasrullah menambahkan, usaha orang tua dalam membina dan membimbing anak, baik jiwa dan raganya sudah dimulai sejak dalam kandungan sampai dewasa atau berusia 18 tahun.

“Orang tua sangat diharapkan menjadi teladan dalam sikap prilaku dan tutur kata yang bersumber dari pikiran, perhatian dan perbuatan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara santun dan berbudi pekerti sesuai dengan adat budaya Indonesia,” tuturnya.

Anasrullah juga mengatakan, pola asuh anak dan remaja dalam keluarga sangat penting dilakukan. Sebab kata dia, anak adalah amanah dari Allah SWT yang menjadi harapan masa depan dan merupakan bagian dari anggota keluarga dan masyarakat.

“Orang tua menjadi peran penting. Untuk itu anak harus dipersiapkan sejak dini melalui beberapa tahapan. Dengan harapan akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas, bermoral, dan berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (Red)

DPRD Tanggamus Setujui Ranperda LKPJ APBD Tahun 2019

Tanggamus, mediarepublika.com  — DPRD Kabupaten  Tanggamus menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2019.

Hal itu diketahui dalam Rapat Paripurna yang digelar DPRD Tanggamus, Rabu (22/7/2020) di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Tanggamus.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, didampingi Wakil Ketua I Irwandi Suralaga, dan Wakil Ketua III Kurnain.

Adapun dari jajaran eksekutif, hadir Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani, Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM.Syafi’i, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD serta Camat se – Kabupaten Tanggamus.

Adapun agenda rapat berupa penyampaian Laporan Hasil Pembahasan, Persetujuan DPRD dan Pendapat Akhir Kepala Daerah tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019.

Juru Bicara Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2019, Piter Anderson, dalam laporannya menyampaikan, APBD tahun 2019 terdiri dari ; Pendapatan setelah perubahan sebesar Rp.1.792.040.255.121 terealisasi sebesar Rp.1.711.964.522.615. Sedangkan untuk Belanja setelah perubahan sebesar Rp.1.814.735.404.301 dan terealisasi sebesar Rp.1.678.742.417.518. Lalu Penerimaan Pembiayaan setelah perubahan yang ditarget Rp.25.395.153.180 terealisasi Rp25.146.885.901.

Lebih lanjut Piter menyampaikan saran dan rekomendasi dari Pansus, diantaranya agar Disdukcapil menempatkan alat perekaman disetiap kecamatan, Dinas Perikanan meningkatkan PAD, serta agar Bagian Hukum mengevaluasi kembali Peraturan Daerah yang dibentuk tetapi tidak dapat dijalankan.

Piter juga atas nama DPRD mengucapkan selamat atas diraihnya Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang kelima kalinya dari BPK RI, atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tanggamus Tahun 2019.

“Mudah-mudahan OPD dapat meningkatkan kinerja dan kualitas, sehingga bisa kembali meraih WTP,” ujar Piter.

Sementara Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani, dalam Pendapat Akhirnya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi DPRD Tanggamus yang telah membahas dan menyetujui rancangan Perda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019.

“Tahapan selanjutnya, yakni penyampaian Rancangan Perda kepada
Gubernur Lampung selaku perpanjangan Pemerintah
Pusat, untuk dievaluasi dan selanjutnya ditetapkan
sebagai Peraturan Daerah.”

“Kita berharap proses evaluasi di
Pemerintah Provinsi Lampung nanti dapat terlaksana
dengan baik dan tepat waktu,” kata Bupati.

Kemudian terkait saran dan rekomendasi Pansus DPRD, Bupati meminta kepada seluruh Kepala OPD Pemkab Tanggamus untuk
memperhatikan dan menindaklanjuti seluruh sumbang saran, pendapat dan rekomendasi yang disampaikan.

“Baik dalam rapat pembahasan ataupun dalam pandangan Fraksi, dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan
pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tandas Bupati. (Red)

Wakapolres Tanggamus Pimpin Latpraops Patuh Krakatau 2020

Kota Agung, mediarepublika.com – Polres Tanggamus akan melaksanakan Operasi Patuh Krakatau 2020 yang berlangsung mulai tanggal dimulai tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 mendatang.
Operasi ini mengedepankan fungsi lalu lintas dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, guna mewujudkan Kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman di tengah adaptasi kebiasaan baru di wilayah hukum Polres Tanggamus.
Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan itu berjalan dengan baik, sebelum pelaksanaan Operasi terlebih dahulu menggelar Latihan Pra Operasi atau biasa disingkat Latpraops.
Latpraops dipimpin Waka Polres Tanggamus Kompol Heti Patmawati, SH. MH didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH. MH di Aula Wirasatya, Rabu, (22/7/20).
Pesertanya, Kasat Intelkam AKP Samsuri, SH. MH, Kasat Lantas AKP Rudi, S. SH dan sejumlah personel yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2020 Polres Tanggamus.
Namun ditengah masa adaptasi baru, sebelum memasuki ruangan, Wakapolres Kompol Kompol Heti memandu langsung personelnya guna melaksanakan penyemprotan tangan menggunakan handsanitizer yang telah disiapkan.
Selanjutnya, setelah memasuki ruangan kembali dilaksanakan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan Covid-19 dengan physical distancing yakni dengan duduk dengan jarak 1 meter yang disekat oleh 1 kursi kosong.
Wakapolres Kompol Heti Patmawati mengatakan bahwa sebagai langkah persiapan untuk melaksanakan Ops Keselamatan Krakatau 2020 dengan
sasaran kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, serta mewujudkan Kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman di tengah adaptasi kebiasaan baru.
Menurutnya, seluruh personel yang terlibat juga harus memahami bagaimana melakukan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam Operasi nantinya.
“Dalam pelaksanaan operasi ini, personel yang bertugas wajib menjaga Protokol Kesehatan, sehingga terciptanya Kamseltibcar Lantas juga mencegah Covid-19,” kata Kompol Heti Patmawati usai kegiatan.
Ditambahkannya, dalam operasi Patuh Krakatau 2020 menitikberatkan himbauan, penyuluhan dan pembinaan masyarakat guna tertibnya lalu lintas. Selanjutnya juga akan ada tindakan penegakan hukum kepada masyarakat yang masih belum tertib.
“Yang diutamakan himbauan dan pembinaan, selanjutnya baru dilakukan tindakan penegakan hukum atau tilang, jika masih ditemukan masyarakt belum tertib lalu lintas,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Iptu Rudi, S menambahkan bahwa sebelum pelaksanaan operasi, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui berbagai media cetak, online dan medsos.
Kesempatan itu, Kasat mengimbau masyarakat agar patuh terus mematuhi peraraturan lalu lintas dan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru.
“Patuhi peraturan lalu lintas, patuhi protokol kesehatan, gunakan masker. Setelah pulang jangan lupa cuci tangan atau pakai handsanitizer,” himbaunya. (Red)

Gubernur Lampung Serahkan Beasiswa Kepada 100 Anak Petani Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila

mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyerahkan Beasiswa kepada Anak Petani Program Lampung Berjaya dan Penganugerahan Rekor MURI Pelayanan Klinik Pertanian Keliling, bertempat di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Rabu (22/07).

Selain Gubernur Lampung, dalam acara tersebut hadir pula Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Plt. Kadis Peternakan dan Keswan, Rektor Unila, Rektor Itera, Wakil dari Rektor UBL, Direktur Polinela, Ketua Dharma Wanita Universitas Lampung dan undangan yang sudah ditentukan.

Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung yaitu mendorong kerja para petani dengan menggulirkan program Kartu Petani Berjaya, dimana dalam program ini menjamin tersedianya benih, pengadaan pupuk dan nilai jual yang didapatkan oleh para petani dan didukung oleh Petrokimia. Adapun saat ini Petrokimia sudah membangun pabriknya di Lampung, kemudian ada juga 5 bank yang turut membantu.

Program Kartu Petani Berjaya merupakan Visi Misi Gubernur serta Wakil Gubernur yang akan membantu para petani untuk mendapatkan keuntungannya serta mengatasi persoalan yang sering dihadapi saat bertani.

“Kartu Petani Berjaya sudah tidak ada masalah, tinggal pengaplikasiannya serta penerapannya untuk para petani yang ada di Lampung. Berkaitan dengan penganugerahan MURI kepada Fakultas Pertanian Unila, saya mengapresiasi Fakultas Pertanian Unila, karena itu turut membantu program saya yaitu Petani Berjaya,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unila, melaporkan bahwa 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Unila yang dimana kesemuanya merupakan anak petani, memperoleh beasiswa dari Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, sebanyak 156 mahasiswa dari Itera juga memperoleh beasiswa serupa yang diberikan secara simbolis kepada Direktur Itera. Kemudian akan diberikan juga beasiswa kepada 189 mahasiswa Polinela yang akan diserahkan kepada Rektor Polinela.

“Kami berterimakasih kepada Radar Televisi dan Kepala Dinas Kominfo yang telah membantu hingga kami mendapatkan 2 rekor MURI yaitu, Diseminasi hasil penelitian terlama dan berkesinambungan melalui Media Televisi dan Klinik Pertanian Keliling terlama dan berkesinambungan,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian Unila.

Rektor Unila, Karomani, dalam sambutannya juga turut mengapresiasi sekaligus mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Gubernur atas bantuannya dengan memberikan beasiswa kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Unila, 156 Mahasiswa Itera, dan189 Mahasiswa Polinela.

“Unila 100 persen mendukung program unggulan Bapak Gubernur. Atas dasar itu, Unila akan fokus dalam ketahanan pangan bersama ITB, dan akan melaksanakan MOU ke luar negeri. Teruslah berkarya untuk meraih 10 besar Universitas di Indonesia, semangat Unila,” tutur Rektor Unila menutup sambutannya. (Red)

Pemprov Lampung Dorong KPRI Saptawa Jadi Model Daerah untuk Kebangkitan Koperasi

mediarepublika.com

BANDAR LAMPUNG —— Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Saptawa menjadi model (prototipe) daerah untuk membangkitkan koperasi di Provinsi Lampung.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) saat pembukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Saptawa Pemerintah Provinsi Lampung Tahun Buku 2019 di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (22/7/2020).

“Kita jadikan Koperasi Saptawa ini prototipe atau contoh untuk kita bawa ke daerah-daerah. Kita berharap dengan RAT ini menjadi momentum untuk bangkitnya koperasi di seluruh Provinsi Lampung,” ujar Wagub Nunik.

Menurut Nunik, keberadaan koperasi sendiri sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Namun banyak tantangan yang dihadapi seperti kesulitan koperasi didaerah yang tutup karena terjadinya persoalan dan minimnya perhatian.

“Masyarakat membutuhkan keberadaan koperasi yang sehat dan ini butuh tangan kita,” katanya.

Demi menjawab tantangan tersebut, Nunik meminta adanya upaya konkrit dari pemangku kepentingan terkait untuk membangkitkan lagi sektor koperasi di Provinsi Lampung.

“Bagaimana bisa berpidato berapi-api mendukung koperasi kalau tidak ada langkah konkrit yang diwujudkan. Semua tidak hanya bisa dengan komitmen lisan namun harus dengan langkah konkret,” ujarnya.

Menurut Nunik, KPRI Saptawa bisa menjadi contoh bagi di daerah yang mampu memiliki koperasi yang sehat sekaligus memberikan manfaat.

“Oleh karena itu dengan semangat saya hadir di RAT ini karena berharap ini menjadi tonggak sekaligus momen agar didaerah memiliki koperasi yang sehat bisa menghadirkan manfaat,” ujarnya.

Nunik juga mendorong daerah untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Dinas Koperasi dan UKM yaitu satu desa satu koperasi.

“Banyak orang yang hari ini terjerat kesulitan dan butuh uluran tangan kita, kita coba anggaran Provinsi kalau bisa benar-benar konkrit membantu majunya Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung,” katanya.

Nunik meminta juga kepada Kepala Daerah Kabupaten/Kota untuk melakukan upaya konkrit mendukung koperasi.

“Tentu kita akan dorong kepada para Kepala Daerah Kabupaten/Kota tidak hanya secara lisan mendukung koperasi namun upaya yang konkrit,” tandasnya.

Pada kegiatan RAT tersebut, selain mengevaluasi kinerja dan keberhasilan Koperasi Tahun Buku 2019, sekaligus menetapkan dan mengesahkan tiga hal pokok, yaitu laporan hasil kerja pelaksanaan Tahun Buku 2019.

Kemudian, Program dan Rencana Kerja setahun kedepan serta Anggaran untuk Tahun Buku 2020 dan penetapan Pengurus KPRI Saptawa masa bakti 2020-2022.(Red)

BIDDOKKES Polda Lampung melaksanakan Bhakti kesehatan Polri Operasi bibir sumbing Gratis dalam rangka Hari Bhayangkara

BIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Press Release No: 148/ VII/ HUM.6.1.1./ 2020/ Bidhumas
Selasa 21 Juli 2020

BIDDOKKES Polda Lampung melaksanakan Bhakti kesehatan Polri Operasi bibir sumbing Gratis dalam rangka Hari Bhayangkara

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto M.Si., didampingi Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad S.H.,M.Si., Kabiddokes Polda Lampung Kombes Pol Dr. Andri Bandarsyah., Ka Rumkit Bhayangkara Kompol dr. Hidayatullah Sp.THT-KL., Kasubbid Penmas Bidhumas Polda lampung Akbp Zulman Topani S.Pd., melihat Pelaksanaan kegiatan Operasi Bibir Sumbing dalam rangka Polda Lampung Peduli dan peringatan hari bhayangkara ke 74
Selasa, 21 Juli 2020.

Kegiatan Operasi dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung dengan jumlah peserta Operasi Bibir sumbing berjumlah 12 orang, meliputi 5 orang melaksanakan Operasi Celah Bibir dan 7 orang Operasi Langit-Langit, peserta yang melaksanakan Operasi bibir sumbing berasal dari wilayah kab /kota di Provinsi Lampung.

Kegiatan Operasi yang dilaksanakan Biddokes Polda Lampung merupakan wujud kepedulian Polri dalam rangka Hari Bhayangkara yg ke 74 dan mewujudkan senyum di wajah anak “Smiley Face” menjelang hari Anak Nasional pada tgl 23 Juli 2020 , Pelaksanaan Operasi dilaksankan hari ini hingga selesai.

Kapolda Lampung Irjen Pol Drs Purwadi Arianto M.Si., menyampaikan Bahwa kegiatan Operasi yang dilaksanakan Biddokes Polda Lampung ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang menderita bibir sumbing di Provinsi Lampung, Operasi merupakan tindakan medis paling utama untuk menyatukan celah bibir atau langit-langit Pada Bayi maupun anak-anak, dengan Operasi tidak hanya mengembalikan bentuk anatomi mendekati normal namum juga memperbaiki fungsi bicara, makan dan psikologis anak serta keluarga, semoga dengan adanya Operasi ini dapat mengembalikan kembali senyum pada anak untuk menjalani kehidupanya sehari-hari.

Orang tua peserta Operasi Bibir sumbing menyampaikan terimakasih yg sedalam-dalamnya kepada pihak kepolisian daerah Lampung yang sudah menggadakan kegiatan Polri peduli Dengan mengadakan giat Operasi Bibir sumbing untuk kelg yg kurang mampu ini sangat membantu anak kami dlm menjalankan kehidupan nya ke depan. Harapan kami untuk Kepolisian daerah Lampung semoga selalu Dapat membatu masyarakat yg susah dan dapat melaksankan kegiatan ini setiap tahunnya semoga Polri tetap Jaya dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Email: humaspoldalampug@gmail.com
Twitter: @humaspoldalpg
FB: humas_poldalampung
IG: @humas_poldalampung

Gubernur Arinal Serahkan Bantuan Beasiswa Baznas kepada Mahasiswa Terdampak Covid-19

Mediarepublika.com

Bandar LAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyerahkan bantuan beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung kepada mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19 di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (21/7/2020).

Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Forkopimda, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim, dan para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Bantuan ini merupakan tahap awal yang diberikan untuk mahasiswa di tiga Perguruan Tinggi yaitu Universitas Lampung (Unila), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Universitas Bandar Lampung (UBL). Masing-masing Perguruan Tinggi menerima Rp75 Juta.

“Saya mengapresiasi Baznas yang memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa karena mereka membutuhkan pertolongan,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal mengatakan zakat adalah salah satu tiang ajaran Islam yang amat penting. Selain itu zakat juga dapat mengedukasi umat Islam untuk peduli kepada sesama.

“Zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam,” katanya.

Menurutnya, zakat tidak hanya berdimensi pada ibadah saja, tetapi juga berdimensi sosial dan ekonomi umat.

“Pengelolaan zakat secara baik dan optimal berpotensi untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi umat khususnya di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Arinal meminta kepada seluruh jajaran OPD dan BUMD agar dapat menunaikan kewajiban zakat profesi karena akan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Kami juga mengimbau kepada Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung agar menunaikan zakat infaq dan sedekah melalui Baznas Provinsi Lampung,” katanya.

Arinal berharap ke depan penyaluran beasiswa Baznas tidak hanya kepada tiga Perguruan Tinggi saja. “Tetapi dapat diberikan kepada Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Menengah Atas dan Perguruan Tinggi Iainnya di Lampung.

Pada kesempatan itu, Arinal meminta kepada seluruh mahasiswa untuk mampu mengabdikan ilmunya bagi pembangunan di Provinsi Lampung serta selalu jujur dalam setiap perbuatan.

“Jujur dalam tindakan, ikhlas dalam pengabdian, ini perlu saya tanamkan kepada para mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Provinsi Lampung Abdurrahman mengatakan kegiatan ini sebagai wujud peran aktif Bazna merespons dampak Covid-19.

“Salah satunya bagaimana Baznas melalui komisionernya dapat memberikan bantuan kepada para mahasiswa yang orang tuanya terdampak langsung covid-19,” ujar Abdurrahman.

Abdurrahman menyebutkan pihaknya akan menerima laporan tentang beasiswa Baznas tersebut dari tiga Perguruan Tinggi yang mahasiswanya terdampak Covid-19.

“Dari dana yang kita bantukan itu, Perguruan Tinggi memberikan laporan kepada Baznas,” katanya.

Abdurrahman menyebutkan saat ini 90 persen dana Baznas Provinsi Lampung bersumber dari zakat profesi karyawan OPD Provinsi Lampung.

“Ke depan, kami sudah berupaya bagaimana BUMN dan BUMD di Provinsi Lampung di samping juga instasi lainnya untuk tetap memberikan dukungan agar para pejabatnya dapat menunaikan kewajiban untuk menunaikan atau membayarkan zakat profesinya,” ujarnya.

Abdurrahman meminta dukungan dari seluruh Kepala OPD dan instansi lainnya, untuk terus melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat profesi.

“Kami memohon dukungan dari para Bapak Ibu Kepala OPD kiranya apa yang sudah dilakukan selama ini dengan melakukan kewajiban menunaikan zakat profesi hendaknya lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Apalagi, disampaikan Abdurrahman, setiap zakat yang diberikan oleh OPD akan dikembalikan kepada OPD tersebut dalam bentuk program.

“Setiap zakat yang diberikan oleh OPD akan dikembalikan kepada OPD dalam bentuk program, misalnya program beasiswa hari ini,” ujarnya.(Red)

Lampung Selatan Terima 57 Paket Bantuan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak COVID-19

KALIANDA, mediarepublika.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Dinas PPPA Provinsi Lampung memberikan 57 paket bantuan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak COVID-19 di Lampung Selatan.

Bantuan itu diserahkan oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Dinas PPPA Provinsi Lampung, Erna Suud secara simbolis kepada perempuan dan anak yang rentan terdampak COVID-19, di Aula Kantor Dinas PPPA Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (21/7/2020).

Turut serta mendampingi penyerahan bantuan itu, Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, M. Darmawan, serta Plt Sekretaris Dinas PPPA Kabupaten Lampung Selatan, Marlena beserta jajaran.

Pada kesempatan itu, Erna Suud mengatakan, bantuan yang berasal dari Kementerian PPPA tersebut, juga menyasar kaum disabilitas serta kelompok rentan lainnya yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Lampung Selatan.

“Hari ini kami menyampaikan amanah dari Kementerian PPPA. Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung kita berikan sama rata masing-masing sebanyak 57 paket. Termasuk di Lampung Selatan. Dan ini hari terakhir kita bagikan,” ujar Erna Suud.

Erna Suud menambahkan, bantuan yang diberikan tersebut berbeda dengan bantuan yang selama ini telah disalurkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, bantuan untuk pemenuhan kebutuhan spesifik yang dimaksud untuk meng-cover ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, anak disabilitas, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

“Peruntukannya khusus, jadi isinya khusus. Kalau sembako kan sudah biasa. Isi bantuannya ada vitamin, susu, biskuit, makanan, dan perlengkapan mandi. Ada juga untuk disabilitas. Semua sudah ditentukan oleh Kementerian, kami hanya menyalurkan saja,” tandasnya.

Sementara itu, mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, Plt Asisten Bidang Adminstrasi Umum, M. Darmawan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian PPPA melalui Dinas PPPA Provinsi Lampung tersebut.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa bemanfaat. Khususnya bagi penerima manfaat yang terdampak COVID-19,” kata Darmawan yang juga Kepala Pelaksana BPBD ini.

Selain itu, dalam kesempatan itu, Darmawan juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Saya juga minta masyarakat selalu menjaga dan sadar diri terhadap COVID-19. Saat ini kita memasuki adaptasi kebiasaan baru. Selalu pakai masker, rajin cuci tangan, dan hindari kerumunan. Ini harus kita biasakan, apalagi jika berpergian keluar rumah,” imbuhnya. (Red)

Bakamla RI Jajaki Kerjasama Dengan Pemkab Lampung Selatan

KALIANDA, mediarepublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendapat kunjungan dari Tim Direktorat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Selasa (21/7/2020).

Kedatangan rombongan Bakamla RI yang dipimpin Kasubdit Kerjasama Litabang, Kolonel Bakamla Agus Hariyanto, M.Han disambut hangat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, S.Sos, MM, beserta sejumlah pejabat utama, di Aula Krakatau, kantor bupati setempat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin memaparkan kondisi geografis Kabupaten Lampung Selatan. Terutama potensi kelautan yang ada di daerah itu.

“Lampung Selatan memiliki luas 2.007 kilometer persegi. Terdiri dari 17 kecamatan, dengan luas 173.000 hektar lebih yang mengelilingi ujung Sumatera. Tentunya ini mempunyai potensi yang sangat besar, disepanjang pantai ini,” paparnya.

Thamrin juga menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki sejumlah kecamatan yang langsung berhadapan dengan pesisir pantai. Seperti Sidomulyo, Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, dan Ketapang.

“Sebagian besar potensi wisata. Namun ada juga yang mendirikan tambak, serta kawasan industri lainnya,” tuturnya.

Sementara, Kolonel Bakamla Agus Hariyanto mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka menjalin kerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan. Khususnya mengenai pengembangan potensi laut yang dimiliki kabupaten pintu gerbang Pulau Sumatera ini.

“Tujuan kami ini untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Karena disini memiliki banyak daerah pesisir pantai,” ujar Agus Hariyanto dalam sambutannya.

Lebih lanjut dia menambahkan, berkurangnya lahan di daratan yang dapat diolah menjadi lahan pertanian, membuat laut sebagai potensi yang dapat dikembangkan. Apalagi kata dia, nenek moyang Bangsa Indonosia merupakan pelaut yang hidup dari laut.

“Selama ini kita tahu Indonesia Bangsa agraris. Tapi dulu ketika kecil kita sering mendengar lagu nenek moyang kita adalah pelaut. Katena memang banyak sekali sumber daya yang dapat kita manfaatkan dari laut, yang tidak bisa habis dengan begitu saja. Tetapi tetap harus dilestarikan,” katanya. (Red)