Mentari pagi baru saja menampakkan wajahnya ketika Aula Sudirman TK Islam Terpadu (IT) Al Mumtaza di Kecamatan Kalianda dipenuhi riuh tawa dan sorak sorai anak-anak

gambar

Mentari pagi baru saja menampakkan wajahnya ketika Aula Sudirman TK Islam Terpadu (IT) Al Mumtaza di Kecamatan Kalianda dipenuhi riuh tawa dan sorak sorai anak-anak. Bukan hari biasa – pagi itu, sekolah mungil yang penuh warna ini menjadi pusat perhatian se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam balutan semangat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, TK IT Al Mumtaza menjadi tuan rumah Pertemuan Pagi Ceria, sebuah agenda yang tak sekadar seremoni, tetapi perayaan kebahagiaan masa kecil yang tak tergantikan.

Namun pagi itu bukan sekadar tentang keceriaan anak-anak. Hadir secara langsung, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama yang ikut bergabung dan turut memeriahkan suasana dalam kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat.

Dengan senyum hangat dan gerakan penuh energi, Bupati Egi membaur di tengah anak-anak, menyatu dengan semangat dan kegembiraan mereka.

Bagi anak-anak TK IT Al Mumtaza, momen ini lebih dari sekadar acara sekolah – ini adalah perayaan kebahagiaan masa kecil yang didampingi langsung oleh pemimpin daerah mereka.

“Anak-anak semua harus semangat belajarnya. Harus bahagia, harus senang belajarnya. Selamat Hari Anak Nasional,” ucap Bupati Egi penuh semangat setelah senam bersama.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain dan rekreasi, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting: membentuk karakter, menumbuhkan kebersamaan, dan memperkuat fondasi pendidikan usia dini.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan pesan penting kepada para guru, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat, bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab bersama.

“Mendidik anak bukan hanya tugas sekolah. Justru porsi terbesarnya ada di rumah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas atau golden age, yakni antara usia 0 hingga 5 tahun, dimana karakter dan potensi anak sedang berkembang pesat.

“Jika kita punya harapan besar untuk anak-anak kita, maka investasinya harus dimulai sejak usia ini. Didik, bimbing, dan berikan mereka lingkungan yang tepat sejak dini,” pesannya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati Egi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD), demi mewujudkan generasi unggul yang tak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Pagi itu menjadi lebih dari sekadar acara seremonial. Ia menjadi pengingat dan panggilan hati: bahwa setiap anak berhak atas ruang yang aman, menyenangkan, dan penuh cinta untuk tumbuh dan berkembang. Dan di TK Al Mumtaza, cita-cita besar itu telah mulai ditanamkan-dengan senyum, pelukan, dan tawa anak-anak.

Kinerja Diakui Publik, Bupati Egi Tuai Apresiasi Radar Lampung sebagai Figur Pemimpin Daerah Berprestasi DISKOMINFO LAMSEL,

Kinerja Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kembali menuai apresiasi. Kali ini datang dari Radar Lampung Media Group (RLMG) yang menilai kepemimpinan Bupati Egi mendapat respons publik yang sangat positif diantara kepala daerah di Provinsi Lampung.

Apresiasi itu disampaikan secara langsung oleh Direktur Radar Lampung, Purna Wirawan, dalam audiensi bersama Bupati di ruang kerja Bupati Lampung Selatan, Rabu (23/7/2025).

Dalam pertemuan itu, Purna Wirawan menyampaikan bahwa berdasarkan survei independen yang dilakukan oleh lembaga internal Radar Lampung, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Egi terbilang tinggi.

“Survei yang kami lakukan menunjukkan kepuasan publik terhadap Pak Bupati sangat baik, khususnya dibandingkan beberapa kepala daerah lain. Ini capaian penting yang perlu dijaga,” ujar Purna Wirawan.

Ia menambahkan, Radar Lampung melalui unit risetnya secara rutin memantau opini masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. Hasilnya, Lampung Selatan dinilai mengalami kemajuan signifikan, terutama dalam pembangunan dan penanganan isu-isu mendasar masyarakat.

Meski demikian, Purna mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah mempertahankan reputasi positif tersebut agar tidak menurun. Ia menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberi kabar, tapi juga menjadi bagian dari kontrol publik agar reputasi ini bisa terus ditingkatkan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pemkab Lampung Selatan merupakan hasil dari kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan, bukan semata pencapaian individu.

“Kami sejak awal bekerja dengan hati-hati dan fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Kami hanya berusaha menjalankan amanah sebaik-baiknya,” ucap Bupati Egi.

Bupati juga mengungkap berbagai tantangan yang telah dihadapi sejak awal masa kepemimpinannya, mulai dari infrastruktur yang rusak hingga tuntutan program nasional. Namun dengan kerja keras dan komitmen, pemerintahan terus berjalan dengan semangat perbaikan.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi. Radar Lampung memiliki kredibilitas tinggi, dan kami butuh media yang tidak hanya menyampaikan berita, tapi juga mendorong perubahan positif,” kata Bupati Egi.

Audiensi ini menjadi penanda penting bagi sinergi antara pemerintah daerah dan media massa sebagai bagian dari pembangunan demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. (ptm-Kmf)

Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, malam itu tampak berbeda. Ribuan jemaah memadati Pondok Pesantren Daarul Ma’arif, menyatu dalam satu suara – suara sholawat yang mengalun syahdu, menggetarkan jiwa.

gambar

Acara Sholawat Bareng Bupati (SHOBAT) yang digelar Selasa, 22 Juli 2025, menjadi magnet spiritual bagi masyarakat. Suasana religius merasuk, bukan hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga di hati para jemaah yang larut dalam lantunan pujian kepada Rasulullah SAW.

Hadir langsung di tengah-tengah mereka, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tampak tak sekadar menghadiri – beliau benar-benar menyatu dalam suasana. Didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Forkopimda, dan jajaran pemerintah daerah, Bupati Egi menyampaikan sambutan yang tak sekadar formalitas.

“Sungguh hati saya merasa sejuk dan damai setiap kali berada di tengah majelis dzikir dan sholawat seperti ini,” ucapnya, mengundang senyum para hadirin.

Bupati Egi juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Al Habib Asadullah Assegaf, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ma’arif, yang membuka pintu pondok pesantrennya sebagai tuan rumah.

Menurut Bupati Egi, kegiatan seperti ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah perwujudan kerinduan umat kepada Rasulullah SAW, sekaligus langkah nyata mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, Bupati Egi mengajak masyarakat melihat pentingnya pembangunan spiritual di tengah geliat pembangunan fisik.

“Sinergi antara ulama dan umara adalah keniscayaan. Pemerintah butuh nasihat dan doa dari alim ulama, sementara kami berkomitmen mendukung penuh kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam,” tegasnya.

Di hadapan para santri, Bupati Egi berpesan agar mereka tak pernah lelah menuntut ilmu dan menjadi generasi Qur’ani yang unggul serta berakhlak mulia.

Puncak acara ditutup dengan lantunan sholawat bersama. Langit Banjar Negeri seolah bergemuruh dalam alunan doa dan harapan, menguatkan semangat kebersamaan menuju Lampung Selatan yang maju dan diberkahi.

“Mari kita getarkan langit Banjar Negeri dengan sholawat. Semoga Allah limpahkan keberkahan untuk kita semua,” seru Bupati, disambut gemuruh “Aamiin” para jemaah

Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Lampung Selatan mengalami penurunan.

gambar

Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Lampung Selatan mengalami penurunan.

Data ini terungkap dalam audiensi antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dengan BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung di ruang kerja bupati, Selasa (22/7/2025).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Yessy Rahmini, melaporkan bahwa sesuai target RPJMN 2025-2029, yang mengamanatkan cakupan peserta JKN sebesar 98 persen dan tingkat keaktifan 80 persen, terjadi penurunan kepesertaan secara regional.

Menurut Yessy, penurunan ini disebabkan oleh perubahan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan iuran (PBI) JKN, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

“Sebanyak 42 ribu warga yang sebelumnya ditanggung melalui PBI APBN dikeluarkan dari data, sehingga kepesertaan turun dari 98% menjadi 97,9%. Tingkat keaktifan peserta pun ikut menurun dari 80% di bulan Mei menjadi 76% di Juli 2025,” jelas Yessy.

Meski terjadi penurunan diberbagai daerah, Lampung Selatan tetap masuk dalam empat kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berstatus Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sejak 2022, karena capaian kepesertaan JKN yang tinggi dan konsisten.

Namun demikian, Yessy mengingatkan bahwa kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Lampung Selatan akan berakhir pada Oktober 2025, sehingga dukungan Pemkab sangat dibutuhkan.

“Kami memohon arahan dan dukungan dari Bupati dan jajaran Pemkab Lampung Selatan untuk menjaga capaian target RPJMN dan mempertahankan status UHC Prioritas, agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujar Yessy.

Menanggapi hal itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan demi memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Bupati Egi juga menegaskan akan melakukan konsultasi dan pembahasan lebih lanjut atas berbagai usulan yang disampaikan, agar dapat dirumuskan menjadi langkah nyata.

“Dalam beberapa hari ke depan, kita lakukan konsultasi lebih lanjut. Dari masing-masing usulan ini, nanti kita rangkum output-nya agar bisa kita sepakati bersama,” ujar Bupati.

Dalam audiensi tersebut, turut dibahas usulan penguatan koordinasi dan pendataan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, agar segera bisa didaftarkan kembali sebagai peserta JKN-KIS dan mencegah terjadinya kekosongan layanan

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama

gambar

 Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Senin (22/7/2025), di Aula Rajabasa, Kantor Bupati. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2025 ini menjadi ajang strategis dalam pembinaan dan seleksi qari-qariah lokal.

Sebanyak 218 peserta dari 17 kecamatan mengikuti STQ yang dipusatkan di tiga lokasi lomba utama, yakni GOR Way Handak, Aula Kementerian Agama, dan MAN 1 Lampung Selatan. Para peserta difasilitasi akomodasi, penginapan di Wisma Atlet, Negeri Baru Resort, dan GOR Way Handak, serta konsumsi dan sarana pendukung lainnya oleh panitia.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi menekankan pentingnya STQ bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan qari-qariah asli daerah agar Lampung Selatan memiliki kemandirian dalam sumber daya manusia (SDM) keagamaan.

Ia juga menyoroti fenomena “bon-bonan” (mengundang peserta dari luar daerah) yang masih terjadi, sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan lebih baik ke depan.

“Saya ambil sisi positifnya saja. Ini pelajaran bagi kita agar ke depan Lampung Selatan punya qari-qariah sendiri yang siap bersaing,” kata Bupati Egi.

Ia pun mengajak peserta berkompetisi dengan semangat positif dan menjadikan tilawah sebagai ibadah, bukan semata kompetisi.

“Hidup ini bukan hanya soal menang kalah. Saya yakin para peserta akan membawa pulang bukan cuma piala, tapi juga pengalaman spiritual yang bermakna,” ujar Egi

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Provinsi Lampung, Erwinto, menyatakan dukungan penuh kepada Lampung Selatan. Menurutnya, Lampung Selatan menunjukkan komitmen tinggi dalam pembinaan qari-qariah lokal dan bersiap bersaing di tingkat nasional.

“Lima tahun terakhir kita mulai membangun kembali dari dasar. Harapannya, anak-anak Lampung Selatan bisa berprestasi di ajang nasional,” kata Erwinto.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah, menambahkan bahwa STQ menjadi wadah syiar Islam agar masyarakat semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.

“STQ menjadi ajang seleksi untuk menghadapi MTQ ke-52, sekaligus sebagai momen mempererat silaturahmi antar peserta serta masyarakat,” kata Firmansyah.

Dengan pelaksanaan yang matang, diharapkan STQ ini menjadi momentum lahirnya qari-qariah berprestasi dari Lampung Selatan

Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Lampung Selatan mengalami penurunan.

Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Lampung Selatan mengalami penurunan.

Data ini terungkap dalam audiensi antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dengan BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung di ruang kerja bupati, Selasa (22/7/2025).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Yessy Rahmini, melaporkan bahwa sesuai target RPJMN 2025-2029, yang mengamanatkan cakupan peserta JKN sebesar 98 persen dan tingkat keaktifan 80 persen, terjadi penurunan kepesertaan secara regional.

Menurut Yessy, penurunan ini disebabkan oleh perubahan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan iuran (PBI) JKN, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

“Sebanyak 42 ribu warga yang sebelumnya ditanggung melalui PBI APBN dikeluarkan dari data, sehingga kepesertaan turun dari 98% menjadi 97,9%. Tingkat keaktifan peserta pun ikut menurun dari 80% di bulan Mei menjadi 76% di Juli 2025,” jelas Yessy.

Meski terjadi penurunan diberbagai daerah, Lampung Selatan tetap masuk dalam empat kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berstatus Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sejak 2022, karena capaian kepesertaan JKN yang tinggi dan konsisten.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menerima bantuan truk pengangkut sampah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang berkolaborasi dengan Yayasan Bantu, melalui program Corporate Social Responsibility

gambar

Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Divisi Pembiayaan Publik I PT SMI, Erdian Dharmaputra, dan diterima langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Halaman Kantor Bupati setempat, Selasa (22/7/2025).

Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas kepeduliannya terhadap Lampung Selatan. Ia memastikan, truk bantuan tersebut akan dimanfaatkan maksimal oleh Dinas Lingkungan Hidup guna mendukung program kebersihan dan penataan lingkungan.

“Ini bagian dari dukungan mitra kami terhadap program Asri, Bersih, Rapi, dan Indah (ABRI) serta Bersih, Kering, dan Wangi (BKW). Truk ini akan kami gunakan untuk menjaga kebersihan Lampung Selatan,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi menjelaskan bahwa Pemkab saat ini tengah memfokuskan pengembangan daerah pada tiga sektor utama: agro, edukasi, dan wisata.

Ia menargetkan, setiap wilayah di Lampung Selatan akan diarahkan menjadi destinasi yang mengangkat potensi dari ketiga sektor tersebut.

“Kami ingin sektor agro dikembangkan dengan konsep ecoprinting, sektor edukasi membawa nilai narasi dan filosofi, dan sektor wisata menonjolkan seni budaya serta estetika,” terang Egi saat menerima audiensi jajaran PT SMI di ruang kerjanya.

Pemkab pun optimistis kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan bisa tembus 4 juta orang per tahun pada 2028, demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Erdian Dharmaputra berharap bantuan truk tersebut dapat memberi manfaat nyata dalam pengelolaan sampah daerah. PT SMI juga membuka peluang kerja sama lanjutan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Kami siap bersinergi untuk pembangunan daerah yang memberdayakan masyarakat. Semoga ini jadi langkah awal kolaborasi positif,” kata Erdian

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VI tingkat Kabupaten Lampung Selatan resmi dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Senin (22/7/2025), di Aula Rajabasa, Kantor Bupati. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2025 ini menjadi ajang strategis dalam pembinaan dan seleksi qari-qariah lokal.

Sebanyak 218 peserta dari 17 kecamatan mengikuti STQ yang dipusatkan di tiga lokasi lomba utama, yakni GOR Way Handak, Aula Kementerian Agama, dan MAN 1 Lampung Selatan. Para peserta difasilitasi akomodasi, penginapan di Wisma Atlet, Negeri Baru Resort, dan GOR Way Handak, serta konsumsi dan sarana pendukung lainnya oleh panitia.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi menekankan pentingnya STQ bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan qari-qariah asli daerah agar Lampung Selatan memiliki kemandirian dalam sumber daya manusia (SDM) keagamaan.

Ia juga menyoroti fenomena “bon-bonan” (mengundang peserta dari luar daerah) yang masih terjadi, sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan lebih baik ke depan.

“Saya ambil sisi positifnya saja. Ini pelajaran bagi kita agar ke depan Lampung Selatan punya qari-qariah sendiri yang siap bersaing,” kata Bupati Egi.

Ia pun mengajak peserta berkompetisi dengan semangat positif dan menjadikan tilawah sebagai ibadah, bukan semata kompetisi.

“Hidup ini bukan hanya soal menang kalah. Saya yakin para peserta akan membawa pulang bukan cuma piala, tapi juga pengalaman spiritual yang bermakna,” ujar Egi.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Provinsi Lampung, Erwinto, menyatakan dukungan penuh kepada Lampung Selatan. Menurutnya, Lampung Selatan menunjukkan komitmen tinggi dalam pembinaan qari-qariah lokal dan bersiap bersaing di tingkat nasional.

“Lima tahun terakhir kita mulai membangun kembali dari dasar. Harapannya, anak-anak Lampung Selatan bisa berprestasi di ajang nasional,” kata Erwinto.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah, menambahkan bahwa STQ menjadi wadah syiar Islam agar masyarakat semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.

“STQ menjadi ajang seleksi untuk menghadapi MTQ ke-52, sekaligus sebagai momen mempererat silaturahmi antar peserta serta masyarakat,” kata Firmansyah.

Dengan pelaksanaan yang matang, diharapkan STQ ini menjadi momentum lahirnya qari-qariah berprestasi dari Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menanam benih jagung

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menanam benih jagung perdana di Desa Margacatur, Kalianda, Senin (21/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional yang melibatkan kelompok tani dan didukung Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan.

Penanaman dilakukan di lahan seluas 5 hektare oleh Kelompok Tani Maju, menggunakan 75 kilogram benih jagung varietas NKSUMO, hasil bantuan CSR dari PT Syngenta Indonesia.

Bupati Radityo mengapresiasi langkah Kejari Lampung Selatan yang menggagas program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberi pendampingan hukum kepada petani.

“Ini bukti nyata sinergi dalam membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Lampung Selatan,” ujar Radityo.

Kajari Lampung Selatan, Afni Carolina, menegaskan bahwa program ini erat kaitannya dengan stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan kelompok tani, untuk bersama memperkuat ekonomi desa.

Senada, Kajati Lampung, Danang Suryo Wibowo, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan oleh aparat kejaksaan. Ia bahkan meminta jajarannya membuat grup WhatsApp bersama petani guna menjamin komunikasi dan pembinaan langsung.

“Kalau petani sudah dibantu banyak pihak tapi belum sejahtera, artinya ada yang salah. Kita harus pastikan pendampingan itu nyata di lapangan,” tegas Danang.

Ia juga menyebutkan bahwa Bulog, TNI, dan instansi terkait lainnya akan dilibatkan dalam distribusi hasil panen demi memperkuat rantai pasok pangan daerah.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Lampung Selatan beserta Asisten Ekobang, Kepala Dinas TPHBUN, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas PMD, Camat Kalianda, serta para undangan lainnya.

Langkah awal ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Lampung Selatan

Wabup Syaiful Anwar Hadiri Grand Launching IPKD MCP KPK 2025 Secara Virtual

Kalianda – Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar menghadiri Grand Launching Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Acara yang diinisiasi oleh KPK bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, diikuti kepala daerah seluruh Indonesia, pada Rabu (5/3/2025).

Adapun kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah agar semakin baik dan untuk percepatan terwujudnya ekosistem pencegahan anti korupsi.

Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan, mencermati data KPK sejak tahun 2004 hingga 2024, KPK paling banyak menangani kasus korupsi yang terjadi di pemerintahan daerah.

Menurut Sang Made Mahendra Jaya, data tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa tata kelola di pemerintahan daerah masih belum sepenuhnya terlaksana dengan baik

“Melalui Grand Launching program MCP ini, selain untuk mewujudkan ekosistem pencegahan anti korupsi, juga diharapkan sebagain bagian evaluasi perbaikan untuk peningkatan sekaligus mewujudkan ekosistem pencegahan anti korupsi,” ujar Sang Made Mahendra.

Sang Made Mahendra juga mengingatkan, kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di pemerintahan daerah, agar dalam bekerja untuk tidak merasa sendirian.

Dirinya menekankan, kepada inspektur daerah bahwasanya hal ini penting. Mengingat keberadaan APIP sangat strategis untuk memastikan terlaksananya tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan benar mencegah terjadinya korupsi untuk mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin cepat suatu persoalan diketahui, terdeteksi kemudian dapat dilakukan mitigasi, menjadikan semakin cepat dapat ambil langkah-langkah perbaikan agar tidak menjadi persoalan,” kata Sang Made Mahendra.

Selain itu, dirinya juga berharap, APIP di pemerintahan daerah untuk semakin profesional, menjaga integritas agar kontribusi APIP semakin dirasakan dalam menghadirkan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Seluruh daerah agar meningkatkan kepatuhannya sebagai perwujudan amanah peraturan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya.