Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menerjunkan tim kesehatan

Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menerjunkan tim kesehatan, minggu 23/2/2025

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana memerintahkan Dinas Kesehatan dengan menurunkan 4 Tim untuk melaksanakan pelayanan kesehatan diantaranya di kelurahan Pematang wangi kemudian 2 tim berada di masjid almukmin jalan seroja dan 2 tim berada di perumahan arinda.

“Dari Magelang Ibu Walikota Bunda Eva Dwiana terus memonitor kondisi banjir kemarin, Bunda selalu berkomunikasi dengan para Camat dan para pejabat Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta turun langsung membantu warga dan menyalurkan Bantuan serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Menerima Kunjungan Silaturahmi yang Dilakukan oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay Beserta Jajaran

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana menerima kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay beserta jajaran pada Rabu, 5 Februari 2025.

Pada kegiatan tersebut, Wali Kota Bandar Lampung berharap Sinergitas antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan juga Kepolisian dapat terus terjalin erat dan juga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandar Lampung.

Bank Lampung Resmikan Relokasi Kantor Cabang Bandar Lampung

Bandarlampung — Bank Lampung meresmikan relokasi kantor Cabang Bandar Lampung yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No. 75 Teluk Betung Bandarlampung, Rabu (22/2/2023)

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, didampingi Walikota Bandar Lampung yang diwakili Asisten II, Kepala OJK Lampung, Kepala BI Lampung, Komisaris dan Direksi Bank Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan guna melihat secara langsung fasilitas yang ada di gedung tiga lantai tersebut.

Ditemui usai peresmian Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat mengungkapkan, meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi nasabah menjadi tujuan relokasi kantor Bank Lampung Cabang Bandar Lampung.

“Kantor baru ini memiliki fasilitas penunjang yang baik seperti lokasi kantor strategis, tempat parkir nasabah yang luas, ruangan pelayanan nasabah yang nyaman baik itu ruang tunggu teller, customer service maupun ruangan untuk pengajuan kredit.  Dengan meningkatnya rasa aman dan nyaman diharapkan dapat menjangkau nasabah yang lebih luas dan meningkatkan bisnis Bank Lampung” ujarnya.

Nahkoda Bank Lampung ini juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para pemegang saham atas suport yang diberikan kepada Bank Lampung. Juga terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan terhadap Bank Lampung. Kepercayaan tersebut mendorong Bank Lampung terus melakukan inovasi pada layanan maupun fasilitas yang dimilikinya. Bank Lampung saat ini memiliki 1 kantor pusat, 7 kantor cabang, 31 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas, 153 ATM serta 2.671 agen L-Smart yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Lampung dan Jakarta.

“Untuk Kota Bandar Lampung sendiri memiliki jaringan distribusi Bank Lampung yang terbanyak yaitu 1 kantor cabang, 9 kantor cabang pembantu, 12 kantor kas, 49 ATM dan 383 agen L-Smart. Hal itu dimaksudkan untuk melayani nasabah dengan optimal, mengingat Bandar Lampung merupakan pusat pemerintahan dan perniagaan di Provinsi Lampung” jelas Presley Hutabarat.

Ia berharap dengan adanya jaringan yang luas Bank Lampung akan dapat mewujudkan misi dan visi dari stakeholder untuk menjadi Bank yang terpercaya, terbesar dan terunggul di Lampung.

Indra Merviana Terpilih Sebagai Calon Dirops Dalam RUPS-LB Bank Lampung 

Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Junaidi memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Lampung yang digelar di Novotel, Rabu (14/12/2022)

Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat yang ditemui usai RUPS-LB mengatakan hasil RUPS-LB Bank Lampung hari ini mengesahkan saham dan pemilihan calon Direktur Operasional Bank Lampung.

‘RUPS-LB hari ini adalah pemilihan calon Direktur Operasional Bank Lampung dan tadi sudah terpilih Indra Merviana sebagai calon Direktur Operasional. Dari sini nanti Bank Lampung akan mengirimkan data yang bersangkutan untuk mengikuti fit and proper test ke OJK” ujar Presley Hutabarat.

Posisi Direktur Operasional Bank Lampung sendiri kosong sejak Fahmi Rido Direktur Operasional sebelumnya mengundurkan diri beberapa bulan lalu. Dengan terpilihnya calon pengganti Fahmi Rido nantinya formasi Direksi Bank Lampung akan kembali lengkap.

“Kedepan diharapkan dengan kelengkapan pengurus ini, pelayanan Bank Lampung untuk melayani masyarakat di Provinsi Lampung akan semakin baik. Sehingga kendala- kendala operasional akan lebih cepat, ” katanya.

Sosok Indra Merviana sendiri bukan orang baru di Bank Lampung. Perjalanan bersama Bank Lampung sudah sangat lama, saat ini ia didapuk sebagai salah satu kepala. divisi di Bank Lampung. (rls)

Apresiasi Pencapaian Bank Lampung oleh Gubernur Lampung Arinal

Bandar Lampung– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi pencapaian kinerja Bank Lampung secara umum dinilai cukup baik dan inovasi Bank Lampung, pada tahun 2022 ini telah meresmikan produk baru yaitu Kartu Debit dan QRIS Bank Lampung.

Pernyataan tersebut, disampaikan Gubernur Arinal, ketika memberikan sambutan dalam acara Undian Tabungan Simpeda Lokal Tahun 2022 dan Launching QRIS serta Kartu Debit PT. Bank Lampung, Di Novotel, Kamis (22/9/2022) malam.

Pada acara tersebut, Gubernur Arinal didampingi Komisaris Utama Bank Lampung, serta Dirut Bank Lampung melakukan pengundian Tabungan Simpeda Lokal Tahun 2022 dan secara simbolis melakukan penyerahan hadiah utama kepada nasabah asal Rawajitu Selatan yang diwakili oleh pimpinan Kantor Cabang pemenang undian berupa 1 unit Mobil Honda Brio.

Gubernur melanjutkan, hal ini membuktikan bahwa Bank Lampung tidak tertinggal mengikuti kecepatan perubahan teknologi digital di bidang ekonomi. Pencapaian ini tentunya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga berbagai program dan target yang telah ditetapkan Bank Lampung dapat berjalan dengan baik.

Pemerintah Provinsi Lampung, tambah Gubernur Arinal, menyambut baik dilakukannya pengundian Tabungan Simpeda Lokal Tahun 2022. Kita ketahui Tabungan Simpeda merupakan salah satu produk tabungan yang ada di Bank Lampung dan merupakan produk bersama Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia.

“Saya yakin Undian ini dilaksanakan secara fair dan disaksikan oleh bapak/ibu dengan melibatkan pihak terkait, sehingga dijamin bahwa setiap nasabah penabung Simpeda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hadiah, ” ujarnya.

Sebagaimana disampaikan, bahwa Bank Lampung kini membuka 3 Kantor baru yaitu Kantor Cabang Pembantu Teuku Umar, Ryacudu, Panjang dan merelokasi Kantor Cabang Jakarta.

“Saya berharap bahwa pembukaan kantor baru tersebut diimbangi dengan pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya tekankan bahwa kantor itu adanya di hati, jika kantornya bagus tapi pelayanannya tidak baik tidak ada artinya”, sambungnya.

Dengan adanya produk dan Kantor Cabang baru, Bank Lampung dapat menyajikan perpaduan antara layanan konvensional dan digital yang semakin baik, serta semakin dekat dengan masyarakat.

Hadirnya inovasi ini berkat dukungan dari seluruh pemegang saham serta seluruh stakeholders dan kepercayaan masyarakat yang dikolaborasikan dengan semangat dari Bank Lampung.

“Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bank Lampung atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya juga mengucapkan selamat para pemenang Hadian Undian Simpeda, semoga hadiah ini bermanfaat dan barokah”, ucapnya.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat dalam kesempatan yang sama menjelaskan Tabungan Simpeda adalah salah satu produk tabungan yang ada di Bank Lampung dan merupakan produk bersama Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia yang dilengkapi dengan ATM Bersama dan dapat diakses atau bertransaksi baik tunai maupun non-tunai diseluruh ATM yang berlogo ATM Bersama diseluruh Indonesia.

Tabungan Simpeda diundi sebanyak 2 kali dalam setahun, pada Tahun 2022 baru saja dilaksanakan Undian simpeda Nasional di Kota Kendari, Sulawesi Tengah dihadiri seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh indonesia. Saat ini dilaksanakan penarikan khusus undian Simpeda lokal di Bank Lampung.

Posisi 31 Agustus 2022, Pertumbuhan bisnis Bank Lampung tumbuh membanggakan yaitu Rekening Simpanan mencapai 356.105 Rekening, terdiri dari 352.328 Rekening Simpeda dan 3.777 Rekening L-Save.

Jumlah Kartu Debit beredar mencapai 215.853 Kartu, dengan Volume transaksi sebesar 509.835 dan nilai transaksi sebesar Rp 557.950.317.395

Pengguna “Lampung Online” sebanyak 37.775 nasabah dengan jumlah transaksi mencapai Rp1.481.702.723.582,- Jumlah Merchant QRIS Bank Lampung saat ini mencapai 326 Merchant dengan transaksi online sebesar Rp 1.703.823.204,- atau sebanyak 5.200 Transaksi.

Agen L-smart saat ini mencapai 2.232 agen dengan jumlah transaksi mencapai 105.396 transaksi dengan nilai sebesar Rp 15.440.000.000,-

Dalam mendukung Program Kartu Petani Berjaya (KPB), Bank Lampung Per 31 Agustus 2022 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesarRp. 361.411.700.000,- untuk 5.033 orang Debitur, pada sektor ekonomi pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan;

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat juga menyampaikan Rasio Keuangan Bank Lampung Per 31 Agustus 2022, yakni DPK pada Agustus 2022 Rp 10.574.949.991.447,- tumbuh sebesar 103,33% dibanding Anggaran Agustus 2022 Rp 10.234.350.284.396,-

Kredit pada Agustus 2022 Rp 6.005.677.160.710,- mencapai sebesar 91,74% dibanding Anggaran Agustus 2022 Rp 6.546.299.706.065,-. Aset pada bulan Agustus 2022 Rp 12.230.975.689.188,- tumbuh sebesar 101,02% dibanding Anggaran Agustus 2022
Rp 12.107.527.429.174,-

Laba Bank pada bulan Agustus 2022 Rp 110.617.030.811,-Miliar mencapai sebesar 96.12% dibanding Anggaran Agustus 2022
Rp 115.082.258.404,-

“Melalui upaya tersebut kami menargetkan di tahun 2022, Laba Bank Lampung akan mencapai Rp.200 miliar, ” tutupnya.

Bank Lampung Jelaskan Tentang Pencegahan Skimming

Bandar Lampung, – Bank Lampung berusaha menjadi BPD komersial kompetitif dengan fokus pada pengembangan UMKM dalam kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Visi dan misi Bank Lampung menjadikan komersial kompetitif berkaitan erat dengan 13 janji gubernur Lampung dalam mewujudkan Lampung Berjaya,” Kata Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung, Presley Hutabarat, Senin (13/6/2022) di Ball Room Novotel Lampung.

Dirut Bank Lampung menegaskan, sesuai Tagline Bank Lampung ”Bahagia Melayani dari Hati” pihaknya tak ingin membuat nasabah kecewa saat keluar dari Bank Lampung.

“Dalam usaha penghimpunan dana saat ini Bank Lampung tumbuh menjadi 13,15 persen, deposito 55,03 persen dan giro tumbuh 2,17 persen, Untuk penyaluran kredit produktif menjadi 18 persen dan konsumtif telah mencapai 82 persen” Jelas Presley Hutabara.

Sedangkan angka kredit mikro saat ini naik menjadi 92244 debitur sejak bulan Mei 2022 dengan penyaluran kredit mikro dan program tumbuh 162,39 you pad tahun 2022, tandasnya.

“Aset Bank Lampung sampai saat ini sebesar Rp12.452 triliun per Mei 2022, terjadi pertumbuhan aset sebesar 32,99 persen dibandingkan tahun 2021,” ujarnya.

Bank Lampung Juga menyampaikan 48 kartu ATM milik nasabah yang terindikasi terkena skimming di Lampung.
Sehingga pihak Bank Lampung mengimbau agar masyarakat yang kartu ATM nya belum berbasis teknologi chips, segera melapor agar diganti yang terbaru.

“Terkait skimming ada 48 kartu yang masih terindikasi hingga saat ini. Untuk jumlah total atas kejadian tersebut, nominalnya itu masih dalam hitungan kami. Nanti setelah tahu nilainya kami sampaikan,” Ujar Dia.

Dino mengungkapkan puluhan kartu ATM nasabah yang masih terindikasi skimming itu tersebar di beberapa kantor cabang Bank Lampung.

“Tersebar di beberapa kantor cabang Bank Lampung diantaranya ada yang di Jalan Kartini dan Teuku Umar,” jelasnya.

Kepala KPW Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan : Angka tujuh persen ini cukup besar bagi wilayah Lampung, kalau dibandingkan dengan Provinsi Bali yang mencapai sekitar 25 persen

Bandar Lampung, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengklaim, sektor pariwisata menyumbang sekitar 7 persen pendapatan perekonomi provinsi.

Pemaparan itu, disampaikan Kepala KPw Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan dalam webminar Lampung Economic Update tema “Mendorong Pemulihan Pariwisata Lampung“, Kamis (25/3/2021).

“Angka tujuh persen ini cukup besar bagi wilayah Lampung, kalau dibandingkan dengan Provinsi Bali yang mencapai sekitar 25 persen. Tentu, ini sangat jauh, tapi untuk ukuran kita 7 persen adalah angka yang tinggi,” ujarnya.

1. Pertumbuhan ekonomi pariwisata Provinsi Lampung disokong empat sektor

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerahfacebook

Budiharto mengatakan, pencapaian 7 persen tersebut disokong melalui empat sektor ekonomi kreatif yaitu, 5 persen dari tranparansi dan pergudangan dan 2 persen sisanya dari penyediaan akomodasi serta makanan minuman.

Sehingga ke depan ia menilai, Provinsi Lampung harus melihat peluang melalui program bangga berwisata. Terlebih, di masa new normal, pemerintah harus senantiasa menggenjot pengembangan destinasi pariwisata, agar tetap terus dilanjutkan untuk mendukung pariwisata di Lampung dan mendukung pengembangan digitalisasi pariwisata.

“Jangan lupa, harus ada program vaksinasi massal gratis dan pengembangan UMKM Desa Wisata. Tapi kalau kita bicara peluang, pasti ada tantangan, sehingga kita juga harus memastikan penyelenggaraan even besar pariwisata dan belum pulihnya pariwisata berpotensi meningkatkan kerentanan rumah tangga dan korporasi,” imbuh Budiharto.

2. Kunci strategi upaya pemulihan pariwisata Lampung

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

BI Lampung turut membagikan kunci strategi, upaya pemulihan pariwisata di Provinsi Lampung. Budiharto mengatakan, berdasarkan situasi dan kondisi di tengah pandemik COVID-19, maka hal utama perlu diperhatikan yaitu, masalah penangan COVID-19 di Lampung.

Lanjutnya, pemerintah daerah perlu memberikan alokasi prioritas vaksinasi COVID-19 terhadap pelaku usaha ekonomi kreatif, khususnya bagi pegiat pariwisata. Selain itu, memperketat protokol kesehatan (Prokes) dan sosialisasi terhadap kesadaran masyarakat akan masalah prokes COVID-19.

“Turunan jangka pendeknya pemerintah perlu mendorong penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), memadukan gerakan bangga wisata Indonesia dengan bangga buatan Indonesia. Hal ini bisa dimulai dari penguatan digitalisasi SP Non tunai di destinasi wisata dan peran UMKM pendukung pariwisata, Terakhir membuat paket wisata” imbuh Budiharto.

Sementara untuk jangka panjang, hal itu bisa ditempuh dengan mempercepat pengembangan 3A-2P yaitu Atraksi, Amenitas, Akses, People, dan Promotion. “Bisa juga lewat memperluas dan inovasi Trevel Corridor Arangement,” ucap pria yang telah menjabat Kepala Perwakilan KPw Provinsi Lampung sejak 2018 ini.

3. Pemulihan pariwisata di Lampung harus dikerjakan bersama-sama

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Pemaparan itu turut diamini Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan. Ia menyebut pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akibat pandemik COVID-19, merupakan program pesar pemerintah Provinsi Lampung di 2021.

Oleh karena itu, ia mengaku bersyukur atas terselenggaranya acara webminar ini. Pasalnya, hampir seluruh stakeholder terkait pariwisata kreatif Lampung bisa berkumpul dalam momen ini.

“Pariwisata ini harus kita dikerjakan secara bersama-sama, tentu dengan seluruh instansi terkait. Sehingga hal ini bisa kita tidak lanjuti kedepannya,” ucap Edarwan.

4. Tantangan keluar dari situasi pelik di tengah masa pandemik COVID-19

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Berdasarkan hipotesis para pengamat, Edarwan mengatakan, sektor pariwisata menjadi yang pertama dan terakhir bangkit, akan dampak dari pandemik COVID-19. Namun, ia dan jajarannya percaya serta meyakinkan, hal itu masih bisa berbalik lebih awal.

Oleh karenanya, situasi ini menjadi tantangan pihaknya dan stakeholder terkait untuk mengupayakan pariwisata keluar dari situasi pelik di tengah pandemik.

“Memang Ini tidak mudah, tapi harus tetap kita lakukan. Maka pemulihan ekonomi secara umum, menjadi program besar pemerintah di tahun 2021, dengan 3A,” tukas Edarwan.

5. Tiga konsep besar pariwisata era New Normal yaitu, Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian DaerahIlustrasi pelaku pariwisata saat new normal. (Dok. Kemenparekraf)

Edarwan juga meyakini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di bawah kepemimpinan Sandiaga Uno, mampu membangkitkan semangat pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata pasca pandemik COVID-19.

“Menteri baru kita mengenal tiga kata jargonnya Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspol (garap semua potensi lapangan kerja), sehingga kedepan pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit, lapangan kerja jiga kembali terbuka luas,” tuturnya.

Edarwan menambahkan, masyarakat Lampung sudah seharusnya menyikapi perkembangan pariwisata di era new normal dengan tiga konsep besar, mulai dari Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi. “Ketiga hal itu, mampu membawa masyarakat bertahan di masa new normal,” imbuh Edarwan.

Maka dari itu, pemerintah daerah sudah memulai memberlakukan penerapan pariwisata berbasis sertifikasi CHSE Kemenparekraf, sehingga semakin memperkuat destinasi wisata di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Alhamdulillah pemerintah sangat serius dalam membantu mendapatkan CHSE, sehingga mampu membangun kepercayaan wisatawan berkunjung ke Lampung,” tukas Edarwan.

6. Pemerintah daerah akan membangun Bakauheni Harbour City

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Dalam pemaparannya, Edarwan juga menjelaskan, bahwa Provinsi Lampung dalam waktu dekat mulai membangun projek inovasi infrastruktur pariwisata baru yaitu, Bakauheni Harbour City.

Bakauheni Harbour City bakal menjadi kawasan wisata ekonomi terpadu, yang mengarahkan wisawatan berkelas nasional hingga internasional, sehingga bisa membawa Lampung menjadi kawasan prioritas dari sisi pariwisata.

“Bakauheni diharapkan bisa membawa pengaruh positif terhadap lanjut jalan tol Sumatera, yang merupakan invoasi percepatan bagaimana kita meningkat pengendara memasuki tol Sumatera dan singgal berkunjung untuk mengingat sesaat,” papar Edarwan.

Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan infrastruktur projek wisata Bakauheni Harbour City akan segera dimulai pada tahun ini. Adapun tahap awal pembangunan seperti revitalisasi Tugu Siger dan membangun masjid mewah.

“Bakal hadir juga wahana Jatim Park, yang nanti kita sebut Krakatau Park. Ini semua langkah kita untuk menggaet potensi besar wisatawan ke Lampung,” ucap Edarwan.

7. GenPI Lampung bakal membangun gerakan berbasi keluarga dan sadar UMKM

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian Daerah

Di sisi lain, Ketua Umum GenPI Provinsi Lampung, Abdul Rohman Wahid, menjelaskan, sebagai komunitas relawan pecinta bidang pariwisata, pihaknya akan mendukung penuh kebijakan positif pemerintah daerah, dalam membangun pariwisata di Provinsi Lampung.

Caranya, GenPI Lampung bakal hadir dalam membangun gerakan berbasi keluarga, meyadarkan warga pentingnya menghidupkan UMKM di tengah pandemik COVID-19.

“Itu kita lakukan dengan basis gotong royong dan guyub. Maka disitu lah langkah-langkah kita, membangun gerakan dalam pemulihan UMKM Provinsi Lampung,” kata Abdul Rohman.

8. Ikut memberikan solusi terkait berlangsungan pariwisata Lampung

BI Lampung Klaim Sektor Pariwisata Sumbang 7 Persen Perekonomian DaerahSejumlah anak bermain bola voli di Pantai Karangantu menjelang matahari tenggelam (sunset), Kasemen, Serang, Minggu (2/8/2020) (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

GenPI Lampung tidak hanya sebagai komunitas yang hadir dengan mendapingi pansal atau memberikan keritik saja, kendati turut memberikan solusi ataupun masukan kepada stekholder terkait pariwisata.

Sehingga, gerakan tersebut akan berlandaskan keinginan dan kesadaran dari masyarakat. Kedepan, salah satu strategi GenPI Lampung dalam melakukan setiap program-program yaitu, membuat peta wisata di Provinsi Lampung.

“Karena ada banyak wisatawan yang hadir ke Lampung dan mereka mennyakan masalah ini. Kita juga selalu mempelajari data-data yang dilakukan pemerintah, karena kita akan mendorong pelaku ekonomi kreatif terkait gerakan-gerakan menggaet CHSE,” kata Abdul Rohman.(Red)

Dirut Bank Lampung Ajak Masyarakat Jadi Agen L-Smart Untuk Perluas Jaringan Desa

Lampung, — Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat memproklamirkan perubahan visi dan misi Bank Lampung tahun 2021 menjadi Bank Komersial dan Kompetitif dengan fokus pada pembangunan UMKM.

Ya, ini meruoakan upaya Bank Lampung dalam memajukan UMKM Provinsi Lampung yakni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi layanan keuangan digital.

Saat ini Bank Lampung memiliki agen Laku Pandai “Lampung Smart” itu bisa menjadi sarana masyarakat Lampung meningkatkan taraf ekonominya.

“Bank Lampung selama ini dikenal sebagai bank yang membiayai ASN dan di 2021 ini Bank Lampung hadir dengan kredit komersial. Artinya kita utamakan nanti pelaku pasar tradisional dan pelaku bisnis di desa – desa,” ujar Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat.

Untuk itu, Presley Hutabarat mengajak pebisnis di desa-desa untuk menjadi agen laku pandai ‘Lampung Smart’ (L-Smart) yang hadir dengan sharing profit.

Fungsi dari Lampung Smart adalah Transaksi Mudah Layanan Keuangan, yaitu tanpa harus ke Bank, masyarakat dapat membayar PBB, transfer antar Bank, tarik tunai, pembayaran Pupuk Bersubsidi, pembelian pulsa HP, pembayaran Listrik, hal-hal itu cukup dilakukan di agen Lampung Smart saja.

Bagaimana cara menjadi agen L-Smart? “Bagi pebisnis di desa-desa yang ingin menjadi agen L-Smart caranya sangat mudah. Pertama harus memiliki KTP yang aktif, memiliki usaha tetap, foto tempat usaha dan memiliki rekening Bank Lampung. Kemudian mereka bisa langsung datang ke kantor pelayanan Bank Lampung terdekat.(Red)

Melalui Transaksi Digital, Bank Lampung Support Dekranasda Lampung

Bank Lampung — Dalam rangka HUT DEKRANAS Lampung yang ke 41 Tahun, Bank Lampung nyatakan siap support Dekranas Lampung melalui pengembangan UMKM Berbasis Transaksi Digital, hal ini disampaikan oleh Fahmi Ridho Direktur Operasional Bank Lampung saat memberikan sambutan mewakili pihak Bank Lampung (Senin/01/03).

Acara yang dibuka langsung oleh Ibu Riana Sari Arinal selaku Ketua Dekranas Provinsi Lampung tersebut mengangkat tema “UMKM BANGKIT DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI SEMANGAT PEMBERDAYAAN DAN KEGOTONGROYONGAN”. Dalam sambutannya Ibu Riana Sari Arinal mengungkapkan, UMKM disektor kerajinan khas daerah Lampung harus di dorong dan di support, sehingga percepatan pemulihan ekonomi Nasional dapat berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak guna menyatukan visi untuk perekonomian Lampung baik dan Indonesia Maju.

Selain itu saat sesi sambutan, Fahmi Ridho menegaskan upaya Bank Lampung dalam memajukan UMKM Provinsi Lampung yakni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi layanan keuangan digital, saat ini Bank Lampung memiliki agen Laku Pandai “Lampung Smart”, itu bisa menjadi sarana masyarakat Lampung meningkatkan taraf ekonominya. Manfaat lain dari Lampung Smart adalah Transaksi Mudah Layanan Keuangan, yaitu tanpa harus ke Bank, masyarakat dapat membayar PBB, transfer antar Bank, tarik tunai, pembayaran Pupuk Bersubsidi, pembelian pulsa HP, pembayaran Listrik, hal-hal itu cukup dilakukan di Agen LAMPUNG SMART saja, pungkas Direktur Operasional Bank Lampung.

Bank Lampung juga dapat memberikan penambahan modal untuk para pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafond sampai dengan 500 Juta, untuk detailnya pelaku UMKM yang ingin mendapatkan penambahan modal untuk usaha dapat langsung ke Kantor Cabang Bank Lampung di setiap Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Acara yang diselenggarakan secara daring itu juga dihadiri oleh Presley Hutabarat Direktur Utama Bank Lampung, Ahmad Jahri Kepala Divisi Kredit Bank Lampung, Zaidirina Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Dewi Presley Ketua Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) & anggota IKBL, dan juga perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung secara virtual.

Sesuai dengan harapan bersama, sinergi dari berbagai elemen di Provinsi Lampung harus selaras, agar perekonomian di Provinsi Lampung dalam masa pandemi berangsur stabil bahkan upaya kita bersama harus semakin meningkatkan perekonomian Lampung, Lampung Berjaya Indonesia Maju.(Red)

INFLASI IHK 2020 TERCATAT RENDAH, WASPADAI GEJOLAK HARGA BAHAN PANGAN AWAL TAHUN 2021

mediarepublika.com, —-  Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung tahun 2020 tercatat rendah pada batas bawah kisaran sasaran 3,0±1%. Capaian inflasi IHK tahun 2020 tercatat sebesar 2,00% (yoy) atau melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,44% (yoy). Inflasi yang rendah tersebut dipengaruhi oleh permintaan masyarakat yang belum kuat sebagai dampak pandemi COVID-19, pasokan yang memadai, dan sinergi kebijakan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga kestabilan harga. Meski demikian, capaian tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yaitu sebesar 1,69% (yoy) dan 1,90% (yoy).

Rendahnya realisasi inflasi pada tahun 2020 didukung oleh capaian kelompok inflasi yang terkendali. Inflasi kelompok inti terpantau menurun pada tingkat yang rendah, sebesar 1,52% (yoy) dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 3,38% (yoy). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan permintaan masyarakat akibat pandemi COVID-19 sejak Maret 2020. Sementara itu, inflasi kelompok volatile foods tercatat melambat sebesar 4,19% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yakni 5,59% (yoy). Melambatnya inflasi pangan disebabkan oleh penurunan permintaan dari sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) sebagai dampak merebaknya pandemi COVID-19. Efektivitas TPID dalam menjaga kecukupan pasokan bahan pangan strategis, semakin mendorong tercapainya inflasi volatile foods yang terkendali di tahun 2020. Di sisi lain, tekanan inflasi administered prices tahun 2020 relatif meningkat dari 0,76% (yoy) pada tahun 2019 menjadi 1,35% (yoy) seiring dengan kenaikan cukai rokok, tarif penyeberangan Merak-Bakauheni, dan bahan bakar rumah tangga.

Pada Desember 2020, inflasi IHK mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Inflasi IHK pada Desember 2020 tercatat sebesar 0,66% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,12% (mtm). Pencapaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,45% (mtm), namun lebih rendah dari inflasi Sumatera yang tercatat sebesar 0,72% (mtm). Secara spasial, dibandingkan 90 kota perhitungan inflasi nasional, inflasi Kota Bandar Lampung dan Kota Metro pada bulan Desember 2020 tergolong moderat dan masing-masing menempati urutan ke-29 dan ke-41.

Secara bulanan, inflasi pada bulan Desember 2020 meningkat didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 2,28% (mtm) dengan andil tertinggi (0,65%). Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,31%, 0,13%, 0,09%, 0,05% dan 0,03%. Peningkatan tekanan inflasi, khususnya cabai merah dan cabai rawit disebabkan oleh terganggunya produksi seiring dengan meningkatnya curah hujan. Harga telur ayam ras dan daging ayam ras juga naik dipengaruhi oleh naiknya permintaan menjelang libur akhir tahun serta kenaikan harga pakan ternak, diantaranya jagung dan kedelai. Selain itu, kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh terbatasnya pasokan day old chicken (DOC). Harga beras juga mengalami kenaikan seiring dengan berkurangnya pasokan memasuki masa tanam di beberapa daerah.

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Desember 2020 tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas di antaranya telepon seluler, bawang merah, petai, cumi-cumi, dan emas perhiasan dengan andil masing-masing sebesar -0,06%, -0,04%, -0,02%, -0,01% dan -0,01%. Penurunan harga telepon seluler terjadi seiring dengan adanya diskon akhir tahun. Harga bawang merah mengalami penurunan seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Jawa. Peningkatan pasokan juga mendorong penurunan harga petai dan cumi-cumi. Sementara itu, harga emas perhiasan turun dipengaruhi oleh tren penurunan harga emas global didorong optimisme pasar terhadap kemajuan perkembangan vaksin COVID-19.

Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan NTP ini terjadi seiring dengan kenaikan harga pada komoditas subsektor tanaman pangan, antara lain jagung, beberapa jenis sayuran dan buah, kelapa, kopi, kakao, karet, kelapa sawit, beberapa jenis ternak dan unggas, serta beberapa jenis ikan tangkap dan budidaya yang mendorong peningkatan penerimaan petani (1,43%; mtm). Meskipun, di sisi lain, tekanan inflasi perdesaan juga tercatat naik sebesar 0,68% (mtm). Dengan demikian, NTP Desember 2020 tercatat naik sebesar 0,94% (mtm) dari 95,85 menjadi 96,75. Kenaikan NTP ini terjadi pada hampir semua subsektor, dengan kenaikan tertinggi pada subsektor hortikultura.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi, antara lain: Pertama, ketidakseimbangan jumlah pasokan komoditas bahan pangan menghadapi normalisasi konsumsi masyarakat seiring dengan optimisme pulihnya aktivitas ekonomi. Pandemi COVID-19 telah berdampak pada menurunnya harga jual komoditas bahan pangan. Kondisi tersebut mengakibatkan turunnya pendapatan produsen, tergerusnya margin hingga kerugian yang menyebabkan berkurangnya modal dan terjadi disinsentif untuk berproduksi kembali. Menurunnya kemauan dan kemampuan untuk berproduksi akan menyebabkan penurunan pasokan dan berpotensi meningkatkan inflasi di masa yang akan datang. Kedua, berlanjutnya kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit seiring kurang optimalnya produksi pada musim penghujan. Ketiga, kenaikan harga kedelai yang berisiko mendorong naiknya harga bahan makanan, termasuk harga produk peternakan. Keempat, berlanjutnya kenaikan harga beras seiring masuknya periode tanam di beberapa sentra produksi.

Dalam rangka mengantisipasi beberapa risiko tersebut, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil, yakni: Pertama, memastikan keterjangkauan harga, dengan cara melakukan pemantauan harga harian dan perbandingan harga dengan daerah lain, salah satunya melalui aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (https://hargapangan.id/), untuk melihat perkembangan harga yang terjadi dan melakukan intervensi kebijakan yang diperlukan. Kedua, memastikan ketersediaan pasokan sebagai antisipasi lonjakan permintaan akibat optimisme masyarakat akan adanya vaksin COVID-19. Untuk itu, TPID Provinsi/Kabupaten/Kota perlu meningkatkan intensitas koordinasi, salah satunya melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam hal pemenuhan komoditas pangan strategis menghadapi risiko kenaikan harga. Kota Bandar Lampung sebagai wilayah yang memiliki kontribusi besar pada inflasi Provinsi Lampung perlu mengupayakan KAD, khususnya untuk komoditas-komoditas utama penyumbang inflasi. Lebih lanjut, MoU tentang Kerjasama dalam rangka Peningkatan Perekonomian Daerah oleh 10 Gubernur di Sumatera pada tahun 2020 dapat menjadi dasar untuk penguatan Kerjasama Antar Daerah dalam pemenuhan pasokan bahan makanan di wilayah Sumatera. Pengawalan dalam pemberian bantuan sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak COVID-19 juga perlu ditingkatkan, termasuk ketersediaan pasokan komoditasnya agar tidak mendorong kenaikan harga. Sementara itu, implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB), selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, tentunya dapat mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketersediaan pasokan sehingga berdampak positif pada stabilitas harga. Ketiga, memastikan kelancaran distribusi melalui TPID dan Satgas Pangan dengan cara melakukan koordinasi untuk memastikan kembali kecukupan pasokan dan kelancaran akses distribusi bahan pokok. Selain untuk menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi dapat memudahkan petani memasarkan produk dan mendapatkan harga yang wajar. Keempat, meningkatkan komunikasi efektif terkait perkembangan harga, ketersediaan pasokan dan upaya pemerintah dalam pemenuhan pasokan perlu disampaikan oleh Pemerintah Daerah untuk menjaga ekspektasi positif bagi masyarakat dan menjaga stabilitas harga.