Pemprov Lampung ikuti Webinar Sosialisasi IO dan IRO Tahun 2016

BandarLampung, — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, M.A. hadir dan memberikan sambutan pada acara Sosialisasi tabel IO (Input- Output) dan Tabel IRO (Inter Regional Input Output) tahun 2016 dengan tema mendorong sektor unggulan Lampung dalam menyukseskan Rakyat Lampung Berjaya secara Virtual, bertempat diruang Command Center Diskominfotik, Kamis, (23/09).

Dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov. Lampung, Gubernur Lampung menyampaikan bahwa visi provinsi Lampung tahun 2019-2024 adalah Rakyat Lampung Berjaya yang merupakan cita – cita mulia pemerintah provinsi Lampung dalam upaya mewujudkan rakyat Lampung yang aman, berbudaya, maju, berdaya saing dan sejahtera, ‘ ungkapnya.

Dalam konteks ekonomi, visi Rakyat Lampung Berjaya dimanifestasikan dalam misi ke 4 yaitu mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produk dan konektivitas wilayah. Misi ke 5 yaitu membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan misi ke 6 yaitu mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan untuk kesejahteraan beesama,” terangnya.

Dari segi geografis, Provinsi Lampung diuntungkan dengan letak wilayah yang strategis, dari sisi sumber daya manusia (SDM) juga memiliki kekuatan jumlah penduduk dan tenaga kerja yang menjanjikan

Dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) , Provinsi Lampung memiliki potensi pertanian, perindustrian, perdagangan serta potensi lain seperti pariwisata yang potensial dan semakin dikenal.

“Dengan adanya Webinar ini saya berharap akan menambah wawasan kita terutama bagi para perencana untuk menambah amunisi baru dalam menyusun perencanaan pembangunan dengan mendalami tabel IO dan tabel IRIO ini,” ungkapnya.

Menjelang akhir maret 2020, Indonesia ikut diguncang pandemi Covid-19. Efek domino nya, Lampung juga ikut terdampak, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi.

Gubernur berharap dengan di launching nya tabel IO dan tabel IRIO tahun 2016 dapat membantu dalam penguatan perencanaan pembangunan, sehingga dapat diketahui sektor mana yang bisa di tekan dan sektor mana yang potensial untuk dikembangkan.

Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud, S.Si, M.P, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Faizal Anwar, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Karo Perekonomian dengan Narasumber Dekan FEB Unila, Dr. Nairobi, SE. M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Ir. Mulyadi Irsan, M.T, dan Tim Penyusun Tabel IO dan IRIO Nasional, Diana Bhakti, S.ST, SE, M.Si serta dimoderatori oleh Ketua Jurusan Agribisnis Unila, Dr. Teguh Endaryanto, S.P, M.Si.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Diusia Sulut yang ke-57, Fatoni Apresiasi Kemajuan Sulawesi Utara dan Puji Kepemimpinan ODSK

Jakarta. Provinsi Sulawesi Utara memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-57 pada tanggal 23 September 2021. Tema ulang tahun yang ke-57 yaitu Sulut Maju dan Sejahtera, Indonesia Maju.

Pada kesempatan HUT Sulawesi Utara tersebut, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, yang pernah menjabat sebagai Pjs. Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020, mengucapkan selamat. “Saya atas nama pribadi dan keluarga, atas nama Badan Litbang Kemendagri mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun yang ke-57 Provinsi Sulawesi Utara. Sulawesi Utara Hebat, Maju, dan Sejahtera”

Fatoni juga mengucapkan syukur menjadi bagian sejarah dari Sulawesi Utara. “Saya sangat bersyukur, bahagia, dan bangga telah menjadi bagian dari Sulawesi Utara. Semoga semua ini akan membawa kebaikan dan keberkahan,” tambah Fatoni.

Banyak kemajuan yang telah diraih oleh Sulawesi Utara. Fatoni menyampaikan apresiasi atas kamajuan Sulut, “Saya memberikan apresiasi atas capaian, prestasi, dan kemajuan Sulut yang luar biasa. Baik di bidang ekonomi, sosial, infrastruktur, pariwisata, pertanian, perikanan, kelautan dan bidang lainnya. Saat ini Sulawesi Utara berada di papan atas di hampir semua sektor.”

Fatoni menambahkan, “Semua prestasi, capaian, kemajuan tidak lepas dari  kepemimpinan duet maut Pak Olly dan Pak Steven yang dikenal dengan ODSK. Berkat kepemimpinam beliau, Sulut maju pesat.” Fatoni memuji kekompokan dan komitmen ODSK, “Kepemimpinan ODSK yang kompak dan sejuk, membawa pengaruh dan berdampak pada iklim yang kondusif di Sulut. Kerukunan dan toleransi terpelihara dengan baik, situasi aman dan kondusif, stabilitas terjaga dengan baik,” tambah Fatoni.

DPRD Lampung Dorong Pemprov Segera Atasi Konflik Manusia dan Gajah di Lambar

Lampung, – DPRD Lampung mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar segera melakukan langkah kongkrit untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar Gajah di Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar).

Ketua Komisi ll DPRD Lampung, Budy Yuhanda mengaku, pihaknya mendukung langkah-langkah kongkrit yang diambil saat rapat gabungan tadi oleh para pemangku kepentingan dan juga penggiat lingkungan, di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

“Kita siap mendukung baik dalam bentuk program maupun anggaran, untuk paling tidak kita membantu masyarakat sekitar supaya mindset nya kita rubah. Dimana masyarakat setempat harus berdampingan dengan satwa yang ada,” kata Budy, saat dikonfirmasi, Rabu (22/9/2021).

Ia menjelaskan, dukungan anggaran disini dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat di tempat tersebut. Karena Konflik tersebut sudah lama maka pihaknya mendorong untuk melakukan langkah kongkrit.

“Karena selama ini hanya sekedar imbauan-imbauan, kongkritnya tidak ada,” ujarnya.

Lanjutnya, di Dinas Kehutanan sendiri UPT nya sementara anggarannya sedikit, maka kedepan pihaknya siap membantu untuk memfokuskan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kita lihat sebenarnya itu juga bisa jadi potensi wisata untuk masyarakat luar bisa melihat secara langsung,” ungkap Budy.

Sementara Peratin Suka Marga, Suoh, Lampung Barat, Ahim Abdiani berharap, dari hasil rapat dengan Pemprov dan stakeholder tadi agar secepatnya ada dampaknya di lapangan.

“Karena konflik di masyarakat itu sudah hampir setahun lebih, dengan pertemuan dengan berbagai pihak mudah-mudahan penanggulangannya bisa cepat dan tidak ada konflik lagi,” harap Ahim.

Ia mengaku bahwasanya satwa liar Gajah memang harus dilindungi begitu pun masyarakat supaya bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Kita di Satgas pekon pun hampir tiap malam melakukan blokade dan kalau siang kita melakukan penggiringan Gajah ke atas,” ungkap Ahim.

Dari konflik tersebut terangnya, pernah di tahun 2020 ada masyarakat menjadi korban sampai cacat karena serangan Gajah yang sampai hari ini belum normal.

Begitu juga pas melakukan penggiringan Gajah melakukan perlawanan, sehingga Gajah nya terluka dan dokter menyarankan untuk operasi.

“Maka kita juga tadi mengusulkan untuk ada dokter hewan disediakan disana. Karena selama ini tidak ada,” tandasnya. (*)

Selama Sembilan Bulan, Polda Lampung Berhasil Menangani Perkara 1.414 Kasus

Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengungkap kasus perkara narkotika dengan barang bukti ratusan kilogram narkotika selama periode Januari-September 2021, di antaranya narkotika jenis ganja, sabu, ekstasi, psikotropika dan tembakau gorilla, Rabu (22/9/2021) sore.

 

“Ungkap kasus selama sembilan bulan ini merupakan upaya Polda Lampung dan jajaran dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad pada konferensi pers.

 

Dia menjelaskan ungkap kasus tersebut terdiri dari 284,974 kilogram ganja, 227,34 kilogram sabu, 121 gram (18.328) butir ekstasi, 2.362 butir psikotropika, 399,48 gram tembakau gorila dan uang sebesar Rp 20.534.000.

 

Selain mengamankan sejumlah barang bukti, pada ungkap kasus selama sembilan bulan tersebut Polda Lampung dan jajaran juga telah menangani perkara sebanyak 1.414 kasus dengan tersangka sebanyak 1.926 orang

 

“Ini juga merupakan berkat kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Mereka menyadari tentang bahayanya penyalahgunaan narkotika,” kata Pandra.

 

Pandra mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama memberantas peredaran narkotika di Provinsi Lampung. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat membantu kepolisian dalam memberantas narkotika.

 

“Mari kita sama-sama berantas narkotika, jika ada yang kedapatan jangan segan-segan melapor kepada kepolisian,” imbuhnya. (red)

Sambut Insentif PPnBM, PLN Siapkan Infrastruktur hingga Diskon Tarif Isi Daya Mobil Listrik

Jakarta, – PT PLN (Persero) menyambut baik hadirnya insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan listrik, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021. Beleid yang diteken Presiden Joko Widodo ini bakal berlaku pada 16 Oktober 2021.

Melalui kebijakan baru ini, kendaraan bermotor dengan teknologi battery electric vehicles dan fuel cell electric vehicles akan dikenakan PPnBM 15 persen dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 0 persen dari harga jual. Dengan DPP 0 persen dari harga jual, maka bisa dikatakan untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) maupun kendaraan bermotor listrik murni berbahan bakar listrik akan dibebaskan dari PPnBM.

Kehadiran aturan ini diharapkan bisa memacu investasi dan mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Pengamat Otomotif Bebin Djuana pun optimistis mulai berlakunya pembebasan PPnBM akan mengerek penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

“Mulai berlakukanya pembebasan PPnBM pada 16 Oktober nanti tentunya akan berpengaruh positif buat penjualan mobil listrik,” ujarnya Bebin, Selasa (22/9/21)

Belum lagi dengan dibentuknya Holding Baterai Listrik, Bebin menegaskan tidak ada alasan lagi untuk membuat kendaraan listrik lebih mahal dibandingkan kendaraan fosil. Ketika salah satu komponen termahal kendaraan listrik diproduksi di dalam negeri, maka dunia transportasi di negara kita mempunyai masa depan yang sangat cerah.

Terlebih lagi dengan biaya pemeliharaan yang lebih mudah dan murah, serta biaya per kilometer yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan bermesin bakar. Keinginan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik tentunya akan semakin meningkat.

“Harapan saya pemberlakuan bebas PPnBM pajak untuk kendaraan listrik mengubah semua ini. Semoga 3-5 tahun ke depan kita akan sudah bisa menikmati Indonesia yang lebih maju dan hijau,” ucap Bebin.

Seiring perubahan teknologi yang terus bergulir, disertai sarana penunjang dari PLN maka masalah daya tempuh yang terbatas tidak akan menjadi kendala bagi masyarakat.

Pasokan Aman, Sadar akan potensi meningkatnya kendaraan listrik, PLN sudah menyiapkan pasokan listrik yang andal, membangun infrastruktur hingga memberikan insentif khusus bagi pemilik kendaraan listrik.

Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril memastikan kesiapan PLN memenuhi berapapun daya listrik yang dibutuhkan pelanggan. Apalagi saat ini PLN memiliki cadangan daya sekitar 50 persen, dengan daya mampu listrik mencapai 57 Gigawatt (GW).

“Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi listrik lebih baik lagi, khususnya di tengah kondisi cadangan daya listrik PLN yang cukup banyak,” ungkap dia.

Untuk mendukung berkembangnya ekosistem kendaraan listrik, PLN memberikan insentif bagi para pemilik kendaraan listrik berupa diskon tarif 30 persen pada pemakaian malam hari.

“Mengapa malam hari, karena pengalaman dari banyak negara, pemilik mobil listrik melakukan pengisian daya paling banyak di rumah saat malam hari. Kami memberikan stimulus kepada para pelanggan berupa diskon tarif mulai pukul 22.00 hingga 05.00,” ujar Bob.

Perlu dipahami bahwa pola pengisian energi kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan bermesin bakar. Kendaraan listrik polanya menyerupai pola pengisian daya gawai, malam dicas untuk penggunaan di siang hari.

Dengan pola seperti itu, tentunya daya untuk mobil listrik sebagian besar akan diperoleh dari listrik rumah. Maka wajar jika PLN mendorong pelanggannya untuk memanfaatkan diskon pemasangan dan pengisian menggunakan home charging.

Terlebih lagi, para pemilik Home Charging akan langsung terkoneksi dengan sistem PLN Mobile. Bob menjelaskan melalui PLN Mobile, para pelanggan bisa memantau pengisian daya secara realtime dari ponsel.

Tak hanya itu, kata Bob PLN juga memberikan insentif tambah daya. Bagi para pemilik kendaraan bisa mendapatkan harga spesial sebesar Rp 150.000 dengan tambah daya sampai 11.000 VA dan sebesar Rp 450.000 untuk tambah daya sampai 16.500 VA.

“Kemudahan ini tentu akan mendorong orang semakin banyak beralih ke kendaraan listrik, sehingga ekosistemnya semakin berkembang,” ucap Bob

Tambah SPKLU, Bob menjelaskan, saat ini PLN sudah punya 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 33 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hadirnya SPKLU akan memudahkan para pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya di tengah perjalanan jarak jauh.

“Kami sudah menyediakan 46 unit SPKLU yang bisa mendukung para pemilik kendaraan listrik. Ini wujud peran aktif kami untuk memberikan kemudahan yang harapannya bisa mendorong pertumbuhan kendaraan listrik lebih masif lagi,” tambah Bob.

Untuk bisa mendorong SPKLU lebih banyak lagi, PLN tak sendiri. PLN membuka peluang untuk keterlibatan swasta dalam pengembangan SPKLU kedepan. Dalam waktu dekat, PLN akan meluncurkan website khusus pendaftaran waralaba SPKLU untuk mempermudah calon mitra yang ingin bergabung di bisnis ini.

PLN menargetkan akan membangun 67 unit SPKLU lagi yang tersebar di Indonesia sampai dengan akhir tahun ini. Sementara dalam Grand Strategi Energi Nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 572 SPKLU pada 2021 dan mencapai 31 ribuan unit pada 2030.

Selain dua hal tersebut, bentuk nyata peran aktif PLN dalam mendorong kendaraan listrik adalah PLN bergabung bersama MIND ID, Antam dan Pertamina dalam Indonesia Battery Corporation.

“Langkah-langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan di Indonesia,” tambah Bob. (Red)

Gubernur Lampung Terima Bantuan 5000 Rapid Test dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima secara langsung bantuan Rapid Test Antigen sebanyak 5000 Kotak Abbott dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group (BW) untuk Kabupaten/Kota Se-provinsi Lampung, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu (22/09).

Presiden Komisaris Sungai Budi Group Widarto pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung karena telah berkenan menerima bantuan dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group

“Atas nama Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group, Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Gubernur, Pemrintah Kabupaten/Kota karena telah berkenan menerima kepedulian kami memberikan bantuan kepada masyarakat Lampung,” tutur Widarto.

Adapun bantuan yang diberikan berupa 5000 Kotak Rapid Test Antigen Merek Abbott dengan rincian, 500 Kotak untuk Pemerintah Provinsi Lampung, dan masing-masing 300 Kotak untuk Pemerintah Kabupaten/Kota.

Widarto berharap, dengan adanya bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk mendeteksi covid-19 secara cepat, sehingga masyarakat Lampung bisa segera terbebas dari pandemi covid-19.

Sementara itu, Gubernur Lampug Arinal Djunaidi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedualian dari Yayasan Thay Hin Bio, Yayasan Dharma Bhakti, dan Sungai Budi Group kepada masyarakat Lampung yang terdampak pandemi covid-19.

“Alhamdulillah, kondisi saat ini Lampung kecenderungannya semakin hari semakin baik, semakin menurun, kita hari ini semua wilayah sudah masuk zona kuning, dan harus terus kita tingkatkan.

Menurut Gubernur, meskipun dalam situasi pandemi covid-19, pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung terus memperlihatkan trend yang positif, terutama di sektor pertanian.

Sektor Pertanian Provinsi Lampung mampu tumbuh secara positif. Salah satunya dari besaran produksi padi, Provinsi Lampung Tahun 2020 mencapai sebesar 2,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 22,47% dari produksi padi tahun 2019.

Tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Lampung. Sebagaimana data Resmi yang dilansir BPS pada 5 Agustus 2021, untuk tahun 2021, Pertumbuhan Ekonomi Lampung juga menunjukan trend yang positif. Besaran pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2021 secara q-to-q, Lampung tumbuh 3,04% dan Triwulan II-2021 tumbuh 6,69%, angka ini merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi Se-sumatera.

Atas prestasi tersebut Gubernur Lampung memperoleh penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian, dan Juara Umum Penghargaan Lomba Teknologi Tepat Guna Nasional ke-22 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia

Mengakhiri sambutannya Gubernur mengajak semua pihak untuk dapat bekerjasama, bersama-sama melakukan penanggulangan pandemi Covid-19, “Saya menyampaikan kembali pesan Presiden untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, terutama dalam memakai masker, selain itu kita tingkatkan juga testing tracing dan treatment,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Bunda PAUD Provinsi Lampung Bermain bersama anak – anak PAUD di Kabupaten Tulangbawang Barat

Tulangbawang Barat, — Bunda PAUD Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal didampingi bunda PAUD Kabupaten Tulangbawang Barat, Hj. Cornelia Umar melakukan kegiatan bermain bersama anak – anak PAUD bertempat di Taman Kebaikan – Uluan Nughik Tulang Bawang Barat, Rabu (22/09).

Kegiatan bermain bersama anak – anak PAUD adalah rangkaian kegiatan dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tulangbawang Barat.

Bunda PAUD Provinsi Lampung dalam sambutan singkatnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bunda PAUD Kabupaten Tulangbawang Barat beserta jajaran atas terselenggaranya kegiatan bermain bersama anak – anak PAUD di Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Alhamdulilah pada hari ini Ibu bisa datang ditengah – tengah anak sekalian, di Tulangbawang Barat ini bagus banget tempatnya, jadi Ibu betah disini ,’ ucap Riana Sari.

Menurut Riana Sari, dengan bermain bersama, anak – anak akan bersosialisasi dengan teman – teman dan lingkungan, sehingga anak – anak akan gembira, dan mampu mengembangkan kemampuan dirinya.

“Semoga dengan adanya acara hari ini dengan memberikan perhatian kita semua akan menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan anak – anak,” ucap Riana.

“Ibu do’akan semoga anak – anak selalu sehat dan sukses dalam menggapai cita – citanya,” pungkasnya

Selanjutnya, Bunda PAUD Provinsi Lampung berkesempatan bermain permainan tradisional bersama anak – anak PAUD, yaitu bermain kelereng, bermain congklak, bermain karet, bermain bekel dan tarik tambang.

Terpancar wajah kegembiraan penuh ceria dan penuh tawa anak – anak PAUD dalam kegiatan bermain bersama Bunda PAUD Provinsi Lampung didampingi bunda PAUD Kabuoaten Tulangbawang Barat.

Terlebih saat Bunda PAUD Provinsi Lampung menyampaikan bingkisan kepada seluruh anak yang turut serta dalam kegiatan bermain bersama.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Gubernur Arinal Djunaidi pimpin Rakor bersama Perbankan Bahas Optimalisasi sektor Pertanian melalui Kredit Usaha Rakyat

Bandar Lampung, — Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyampaikan arahan dan pengantar pada rapat koordinasi antara Pemprov Lampung dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, di Rumah Makan Kayu, Bandarlampung, Rabu (22/09).

Rakor yang dipandu oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Harto Setiawan, dikemas dalam format dialog interaktif antara pimpinan bank negara di Lampung dan kepala perangkat daerah Pemprov Lampung, mengemuka beberapa peluang usaha di aspek produksi dan pemasaran produk hasil pertanian Lampung.

Dalam arahannya Gubernur Lampung menekankan pentingnya sinergi antara perbankan dengan pemerintah dan pelaku ekonomi, khususnya yang bergerak di bidang pertanian.

Gubernur Arinal Djunaidi menguraikan, bahwa kurang lebih sekitar 70 persen penduduk Lampung, bekerja di lapangan usaha atau sektor pertanian.

Sektor pertanian ini merupakan sektor yang strategis dalam perekonomian Lampung. Terlebih beberapa komoditas pertanian seperti padi, ubi kayu, jagung, kopi, kakao dan beberapa komoditas lain punya keunggulan dan daya saing yang relatif baik.

“Oleh karena itu mari kita bersinergi antara sumber daya yang dimiliki pemerintah dengan kalangan perbankan, untuk lebih mendonasikan kebijakan yang bermuara pada kemudahan petani dan pelaku usaha bidang pertanian Lampung, yang pada gilirannya akan menggairahkan ekonomi daerah” ujar Gubernur Arinal.

Lebih jauh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengharapkan kalangan perbankan Lampung mencermati dan mendalami berbagai peluang usaha yang mempunyai keterkaitan kuat dengan kemajuan sektor pertanian di Lampung.

Sementara itu Pimpinan Wilayah Bank BRI Lampung, Harry Purnomo, mengapresiasi inovasi kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program Kartu Petani Berjaya.

“KPB yang digagas dan dikembangkan Pak Gubernur Lampung punya nilai lebih pada aspek pengembangan ekosistem usaha tani dengan sentuhan digitalisasi dan akan berdampak positif dalam percepatan implementasi inklusi keuangan, khususnya di sektor usaha yang terkait dengan pertanian” ujar Pimwil BRI Lampung, Harry Purnomo.

Rakor dihadiri beberapa perwakilan dari perbankan diantaranya Branch Manager BNI, Herry Juhaeri, Area Head Bank Mandiri, Yunus, Pimwil BRI Lampung, Harry Purnomo, Dirut Bank Lampung, Presley didampingi direktur bisnis ahmad jahri, dan Branch Manager BTN,. Bryan Andria Wijaya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Ketua PMI Lampung kunjungi Kab.Tulang Bawang

Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Tulang Bawang, bertempat di Islamic Center Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Gedung Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (22/09).
Kunjungan kerja dilaksanakan dalam rangka memberikan arahan dan pembinaan kepada PMI Kabupaten Tulang Bawang Barat, PMI Kabupaten Tulang Bawang dan organisasi-organisasi dibawah kepemimpinannya.

Berbagai kegiatan digelar oleh beberapa organisasi dibawah kepemimpinan Riana Sari Arinal, diantaranya Senam Lampung Berjaya oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI), aksi donor darah oleh PMI, Pengobatan gratis oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Kampanye Gizi, Perpustakaan Keliling dan kegiatan pendukung laiinnya.

“Saya berharap para pendonor milenial ini, bisa memotivasi kaum muda lainnya untuk membawa misi kemanusiaan dengan mendonorkan darahnya untuk sesama,” kata Ibu Riana Sari Arinal.
Ibu Riana Sari Arinal menambahkan, karena kegiatan donor darah tersebut masih dalam rangkaian HUT PMI ke-76, pihaknya juga memberikan bingkisan sembako kepada para pendonor.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pendonor yang sudah ikut berperan dalam misi kemanusiaan PMI, karena dengan setetes darah yang diberikan bisa menyelamatkan nyawa,”ujarnya.

Donor Darah di laksanakan di 2 tempat berbeda yaitu:

1. Gedung Islamic Center Kabupaten Tulang Bawang Barat
• Jumlah Pendonor yang mendaftar 41 Peserta Donor
• Jumlah pendonor yang berhasil 28 Peserta Donor
• Jumlah pendonor yang di tolak 13 Peserta donor (Tensi tinggi dan HB rendah)

2. Gedung Dekranasda
• Jumlah Pendonor yang mendaftar 67 Peserta Donor
• Jumlah pendonor yang berhasil 56 Peserta Donor
• Jumlah pendonor yang di tolak 11 Peserta donor (Tensi tinggi dan HB rendah)

Kemendagri: Inovasi Dimulai dari Perubahan Mindset

SURABAYA – Pemahaman dalam berinovasi dinilai banyak pihak merupakan sesuatu yang sulit dan harus digital atau elektronik. Selain itu, masih banyak yang menganggap inovasi itu rumit, mahal, dan harus canggih. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni menyampaikan, “Inovasi itu tidak sulit, tidak rumit, tidak harus dengan biaya yang besar, tidak harus digital dan tidak harus elektronik.” Hal tersebut disampaikan ketika menjadi narasumber Kegiatan Orientasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kota se-Provinsi Jawa Timur, Rabu, 22 September 2021.

Fatoni mengungkapkan banyak juga pihak yang tidak tahu dari mana harus memulai dan bagaimana melaksanakan inovasi. “Sejatinya, inovasi itu dimulai dari perubahan mindset, perubahan pola pikir, cara pandang dan cara melihat. Setelah itu baru cara bertindak, bersikap dan cara bekerja,” ujar Fatoni. Guna mendorong transformasi budaya kerja pemerintah yang lebih baik, para ASN perlu menanamkan mindset berinovasi yang berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, inovasi bukanlah selalu soal belanja, kecanggihan teknologi, ataupun bagian dari proyek. Melainkan, hal tersebut merupakan sebuah upaya untuk memacu perubahan budaya kerja menjadi lebih optimal, lebih efektif, dan efesien.

Fatoni menguraikan, setiap ASN harus memahami tujuan organisasi. Karena seluruh energi dalam organisasi digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Fatoni menggambarkan, “Secara umum, ada dua jenis organisasi, yaitu organisasi privat dan organisasi publik. Organisasi privat berorientasi pada keuntungan, sedangkan organisasi publik berorientasi pada pelayanan.

“Oleh karena itu, ASN harus tahu perbedaan itu. Sehingga ASN berusaha memberikan kepuasan kepada masyarakat dan berorientasi pada pelayanan. “Inilah yang senantiasa perlu kita dorong, agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pelanggan, yang dalam hal ini adalah masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatoni juga menjelaskan sejumlah tantangan di bidang SDM yang masih kerap dijumpai di dalam birokrasi. Di antaranya kurangnya profesionalitas dalam bekerja, motivasi dan kinerja yang rendah, kompetensi yang kurang memadai, penguasaan iptek yang minim, serta rendahnya kreatifitas dan inovasi. Berbagai persoalan tersebut, ungkap Fatoni, perlu ditangani dengan upaya-upaya yang tidak biasa.

Kepala Badan Litbang juga menyampaikan, dalam rangka mengatasi tantangan di dunia birokrasi, aparatur dituntut untuk selalu meningkatkan kapasitas hard skill dan soft skill. Tak hanya itu, para ASN juga diminta agar senantiasa lebih inovatif dan kreatif. Serta, juga perlu didorong dengan meningkatkan motivasi diri. Berkaitan dengan peningkatan kompetensi soft skill, Fatoni menjelaskan, setidaknya ada delapan aspek yang perlu dimiliki para ASN. Hal tersebut antara lain, kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kristis dan kreatif, manajemen manusia, serta kemampuan berkoordinasi. Selain itu, para ASN juga perlu memiliki kompetensi lainnya seperti negosiasi dan konektivitas, orientasi pelayanan, cepat membuat keputusan, serta kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan moral. “Komponen-komponen ini penting dimiliki para aparatur kita, karena akan mampu mendorong terbentuknya SDM yang unggul dan memiliki kontribusi maksimal,” imbuh Fatoni.

Di sisi lain, Fatoni juga mendorong agar para ASN mampu menjadi pelayan yang handal dan tangguh bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, imbuh dia, dibutuhkan sejumlah kecakapan, seperti netral, loyal, militan, totalitas, dan profesional. “Berbagai kecakapan tersebut harus dimiliki oleh para aparatur guna menunjang pelayanan yang lebih prima, sehingga pada akhirnya diharapkan akan mampu mendorong peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.