Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Menghadiri Rapat Paripurna Terkait LKPJ dan RPJMD Oleh DPRD Kota Bandar Lampung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Menghadiri Rapat Paripurna Terkait LKPJ dan RPJMD Oleh DPRD Kota Bandar Lampung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis 17/04/2025.

Wali Kota Bandar Lampung menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024 serta Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dalam forum resmi bersama DPRD dan jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Penyusunan LKPJ tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Secara teknis, acuan penyusunan juga mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2024.

LKPJ ini menyajikan capaian kinerja atas program dan kegiatan/sub kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran 2024, sebagaimana tertuang dalam RKPD Kota Bandar Lampung 2024.

RKPD 2024 sendiri merupakan penjabaran tahun keempat dari RPJMD Kota Bandar Lampung 2021–2026.

Tak hanya LKPJ, dalam kesempatan itu juga disampaikan rancangan awal RPJMD Kota Bandar Lampung Tahun 2025–2029 yang akan menjadi pedoman pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya “Penyampaian ini bertujuan memperoleh kesepakatan awal atas visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan, serta komitmen bersama dalam penyelesaian dokumen RPJMD sebagaimana diatur dalam Inmendagri Nomor 2 Tahun 2025,”

Adapun visi pembangunan Kota Bandar Lampung untuk periode 2025–2029 adalah Bandar Lampung Sehat, Cerdas, Beriman, Berbudaya, Nyaman, Unggul, Berdaya Saing Berbasis Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat.

Visi tersebut diturunkan dalam enam misi utama, antara lain peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi daerah, pembangunan masyarakat agamis dan berbudaya, tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta perlindungan lingkungan hidup kota secara berkelanjutan.

Rancangan awal ini akan menjadi dasar dalam penyusunan final RPJMD yang direncanakan rampung pada pertengahan tahun 2025.

Lampung Kompak ! Rakor Pertama Jadi Langkah Nyata Samakan Visi Pembangunan Daerah

BANDARLAMPUNG—Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program Provinsi dengan Kabupaten/Kota se-Lampung di Gedung Pusiban, Rabu (16/04/2025).

Rakor ini dihadiri langsung oleh seluruh bupati dan wakil bupati, menandai komitmen serius pemerintah dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.

Mengusung semangat kolaborasi, rakor ini menjadi yang pertama kali digelar secara berkala dan eksklusif hanya diikuti oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya membangun sinergi konkret demi mempercepat penyelesaian berbagai persoalan krusial di Lampung secara terarah dan tepat sasaran.

“Ini rakor perdana yang akan jadi agenda rutin. Kita ingin kepala daerah fokus menyamakan arah kebijakan, supaya program RPJMD mereka benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan Lampung,” ujar Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya ketimpangan wilayah, kemiskinan, pendidikan, infrastruktur, serta hilirisasi komoditas unggulan di Lampung.

Gubernur juga menyoroti pentingnya perbaikan tata niaga dan tata kelola pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada level program semata, melainkan harus berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin pemkab/pemkot lebih concern pada tata niaga dan tata kelola daerah. Ini penting agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.

Rakor menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkuat pemahaman dan sinergi antar-daerah, di antaranya :

Plt. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, yang memaparkan strategi Pengawalan Target Swasembada Pangan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Dr. Junanto Herdiawan, membahas penguatan sinergi dalam percepatan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Lampung, Nani Ulina Kartika Nasution, menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan dalam perencanaan anggaran.

Selanjutnya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, turut menjelaskan strategi akselerasi dan keterpaduan perencanaan pembangunan, dan Kepala Kejati Lampung, Kuntadi, menyampaikan dukungan Kejaksaan dalam mewujudkan swasembada pangan.

Lebih dari sekadar forum diskusi, rakor ini juga menjadi tonggak awal pembentukan pola kerja kolaboratif antarpemerintah daerah. Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan.

Pemprov Lampung dan APJII Bersinergi, Perkuat Digitalisasi dan Akses Internet Merata

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung mengajak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk terus bersinergi dalam mendukung berbagai program yang menggunakan layanan digital khususnya di Provinsi Lampung.

“Kami berharap APJII Wilayah Lampung dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung berbagai program seperti digitalisasi pelayanan publik, penguatan UMKM berbasis online, hingga memperluas jaringan internet ke wilayah yang selama ini masih tertinggal,” ucap Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh dalam kegiatan Halalbihalal bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Pengurus Wilayah Lampung bertempat di Ballroom Hotel Radisson, Rabu (16/04/2025).

Menurut Gubernur, Internet saat ini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, sama pentingnya dengan listrik dan air bersih sehingga peran APJII dalam hal ini sungguh berarti.

“Akses terhadap informasi dan komunikasi yang merata akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, berwirausaha, dan berdaya saing,” ucapnya.

“Ke depan, kita ingin Lampung tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga produsen informasi daerah yang mampu menciptakan inovasi digital, melahirkan talenta-talenta kreatif, dan menjadi bagian dari ekosistem digital nasional,” harapnya.

Melalui kegiatan halalbihalal ini, Gubernur berharap dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama APJII dalam memberikan layanan terbaiknya kepada masyarakat khususnya masyarakat Lampung ke depan.

“Halal Bihalal seperti ini bukan hanya soal saling memaafkan, tapi juga tentang memperkuat jalinan kebersamaan, mempererat tali kerja sama, dan membangun komitmen bersama untuk terus melangkah ke depan, menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung Achmad Saefulloh juga mengukuhkan Pengurus APJII Lampung Periode 2024-2028 yang ditandai dengan pemakaian topi pada Ahmad Andi HS sebagai Ketua APJII Lampung terpilih  Periode 2024-2028.

Pemprov Lampung Dukung Penguatan SDM Melalui Pelatihan Kader PMII di Lampung Timur

Lampung Timur — Pemerintah Provinsi Lampung terus  berupaya meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung.

Hal tersebut ditunjukan dengan dukungan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela yang  menjadi narasumber dalam pelatihan kader lanjutan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di Gazebo Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Selasa (15/04/2025).

Dalam pelatihan bertema Teknik Lobi dan Membangun Jaringan tersebut, Wagub Jihan menekankan pentingnya keterampilan komunikasi strategis bagi generasi muda, khususnya kader organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. “Kemampuan lobi dan membangun jaringan bukan hanya alat, tapi kunci untuk membuka berbagai peluang dalam dunia kerja, politik, maupun pembangunan daerah,” ujar Jihan.

Jihan memaparkan materi pelatihan tentang pengertian mendasar lobi dan perbedaannya dengan negosiasi, tahapan persiapan lobi yang efektif, strategi dan taktik lobi, membangun jaringan yang kuat sampai dengan memelihara jaringan yang berkelanjutan.

Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Lampung dalam memperkuat kapasitas generasi muda sebagai pilar pembangunan. Menurut Jihan, penguatan soft skills seperti kepemimpinan, diplomasi, dan kolaborasi lintas sektor akan mempercepat lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa Lampung ke arah yang lebih maju.

Pelatihan ini juga menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, etika, dan wawasan kebangsaan yang kuat kepada kader PMII sebagai agen perubahan di tengah masyarakat khususnya di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung Dukung Pembinaan Generasi Muda Melalui Kegiatan Kepramukaan

Lampung Timur – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung di Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Selasa (15/4/2025).

Kehadiran Jihan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Pramuka Lampung ini menjadi penanda kuatnya dukungan pemerintah provinsi terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Halal Bihalal yang sebelumnya digelar di D’Junjungan Café, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu (12/4/2025). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antaranggota Pramuka se-Provinsi Lampung, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan sinergi dalam menjalankan program kepramukaan.

Dalam sambutannya, Jihan menyampaikan bahwa bulan April memiliki makna istimewa bagi masyarakat Lampung Timur karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten ke-26. Ia berharap daerah ini semakin maju dan masyarakatnya hidup rukun dan sejahtera.

“Semoga Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur dan Pemimpinnya sukses menjalankan program kerja demi kemajuan Lampung Timur,” ujar Jihan.

Jihan juga berpesan kepada seluruh anggota Pramuka untuk terus menjaga semangat dan soliditas dalam melaksanakan tugas-tugas kepramukaan serta menjalankan program yang telah disusun baik di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) maupun Kwarda.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Halal Bihalal ini sebagai langkah strategis memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun semangat kebersamaan, khususnya di kalangan generasi muda. Ia juga mendorong para anggota Pramuka agar menjadi generasi yang adaptif, tangguh, serta mampu menjawab tantangan zaman.

“Adik-adik harus mampu menjadi kader generasi pramuka yang adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi, responsif dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi kedepan, jika peluang ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka yang akan rugi adalah adik-adik sekalian ” tuturnya.

Tak hanya itu, Jihan mengajak generasi muda Pramuka untuk siap menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa dengan menjadi pribadi yang sehat, kuat, terampil, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Pramuka Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen Kabupaten Lampung Timur untuk terus mendukung dan menerima arahan dari Kwarda Lampung dalam rangka memajukan Gerakan Pramuka.

“Kami siap menerima bimbingan dan arahan demi kemajuan Gerakan Pramuka di Lampung Timur,” ujar Ela.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, menandai kuatnya semangat kebersamaan dalam membina generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Pemprov Lampung Dukung Culture Literary Festival 2025, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dukungan terhadap kegiatan-kegiatan literasi. Hal ini ditegaskan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, saat membuka secara resmi acara Culture Literary Festival dan World Book Day 2025 di Gedung Serbaguna UIN Raden Intan, Bandar Lampung, Selasa (15/04/2025).

Mengangkat tema “Ngulik Literasi: Dare To Dream, Be Innovative,” festival ini dinilai Pj. Sekdaprov sangat relevan dan sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Lampung ke depan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya Culture Literary Festival dengan tema yang luar biasa: “Ngulik Literasi: Dare To Dream, Be Innovative.” Tema ini bukan hanya relevan, tapi juga selaras dengan semangat pembangunan Provinsi Lampung ke depan,” ujarnya.

Pj. Sekdaprov menjelaskan bahwa penguatan SDM yang unggul dan produktif merupakan pilar utama dalam kerangka visi pembangunan Lampung 2025-2030. Menurutnya, SDM berkualitas akan menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi, sosial, dan budaya di seluruh Lampung.

Lebih lanjut, ia mengaitkan pentingnya literasi dengan visi nasional “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.”

“Kami meyakini, bahwa tanpa SDM yang literat, inovatif, dan memiliki daya saing global, cita-cita Indonesia Emas hanya akan menjadi wacana. Maka dari itu, kegiatan seperti Culture Literary Festival ini memiliki arti yang sangat strategis karena berperan nyata dalam membangun fondasi literasi dan kreativitas generasi muda,” tegasnya.

Pj. Sekdaprov juga menaruh harapan besar kepada UIN Raden Intan Lampung untuk terus menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi intelektual yang unggul secara akademik, moral, sosial, dan kepemimpinan. Ia berharap festival ini dapat melahirkan generasi muda Lampung yang berani bermimpi besar, inovatif, dan tetap berpegang pada akar budaya lokal.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung, Abdul Syukur, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menggelar acara ini.

“Kegiatan mahasiswa luar biasa, saya senang semacam ini ya. Ini terobosan baru bagi Fakultas Dakwah, mahasiswa khususnya ormawa punya inisiasi yang begitu tinggi untuk mengubah wawasan pengetahuan cara berpandang menuju kepada budaya literasi yang sangat dibutuhkan di era digital ini,” ungkapnya.

Abdul Syukur juga menekankan pentingnya membudayakan berbagai jenis bacaan, baik fisik maupun non-fisik, termasuk sastra yang membutuhkan pemikiran dan perasaan. Ia berharap mahasiswa dapat memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam berbagai konteks.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Luthfi Nabila Amalina, melaporkan bahwa festival ini merupakan kolaborasi organisasi kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung. Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari (15-17 April 2025) ini meliputi talkshow dengan tokoh nasional, bedah buku, sharing dengan penulis, lomba cerpen, lomba cipta puisi, lomba resensi buku, serta bazar buku.

“Kegiatan yang kami selenggarakan ini mengusung tema ‘Ngulik Literasi: Dare To Dream, Be Innovative’ dengan tujuan yaitu meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda dengan tetap melestarikan nilai-nilai budaya yang ada,” jelas Luthfi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menciptakan sinergi positif antara akademisi, seniman, komunitas literasi, dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan literasi dan pelestarian budaya di Lampung.

Kegiatan Culture Literary Festival ini sejalan dengan isu nasional mengenai pentingnya peningkatan literasi dan kualitas SDM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui dukungan terhadap acara ini menunjukkan respons positif terhadap arahan pemerintah pusat untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, acara ini juga relevan dengan isu daerah terkait dengan upaya Pemprov Lampung dalam meningkatkan daya saing generasi muda. Dengan memfasilitasi kegiatan yang menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan inovasi, Pemprov berupaya membekali generasi muda Lampung dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

Pemprov Lampung Tandatangani MoU Bersama Pemprov DKI Jakarta, Adopsi Super Apps JAKI dan Sistem Digital Tracking untuk Pelayanan Publik dan Pasokan Pangan ke Jakarta

JAKARTA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya meningkatkan dan memperluas pasar hasil pertanian dan peternakan ke Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Langkah ini sebagai upaya memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani

Langkah itu diwujudkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/4/2025). Kerja sama ini memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui transformasi digital dan penguatan ketahanan pangan.

Penandatanganan ini menjadi tonggak awal kolaborasi dua provinsi dengan karakteristik ekonomi dan geografis yang saling melengkapi.Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kerja sama ini bukan hanya seremoni administratif.

Melainkan langkah konkret untuk mempercepat transformasi pelayanan publik di Provinsi Lampung. Salah satu sorotan utama adalah adopsi aplikasi Super-APP JAKI (Jakarta Kini) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terbukti sukses menjadi asisten digital warga ibu kota.

“Kami tidak ingin berjalan pelan-pelan sambil meraba-raba. Kami ingin belajar dari yang jatuh-bangun, yang sudah diuji sistemnya, dan terbukti diterima warga,” tegas Gubernur Mirza.

Langkah ini sejalan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2025–2030, yaitu “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” dengan fokus utama pada pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri dan inovatif. Kerja sama pada pembangunan aplikasi JAKI menurut Gubernur Mirza dapat menjadi entry point kolaborasi yang lebih luas.

Data dari Dinas Kominfotik DKI Jakarta menunjukkan bahwa per Januari 2025, aplikasi ini  digunakan oleh lebih dari 6,8 juta pengguna aktif, mencatat lebih dari 20 juta interaksi layanan publik setiap bulannya. Efektivitas dan jangkauannya inilah yang mendorong Provinsi Lampung untuk mengadopsinya dalam format yang disesuaikan dengan konteks lokal.

*Tingkatkan Pasar Pangan Lampung*

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada sektor digital. Gubernur Mirza secara tegas menyebut potensi besar Lampung sebagai lumbung pangan nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap pasokan beras (nomor lima nasional), jagung (nomor tiga nasional), singkong (nomor satu nasional), daging ayam (nomor tiga nasional), pisang (nomor satu nasional), dan nanas (nomor satu nasional).

Di sisi lain, DKI Jakarta sebagai wilayah konsumen terbesar dengan lebih dari 11 juta penduduk memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar daerah. “Sektor ketahanan pangan merupakan yang sangat potensial dan saling menguntungkan, bayangkan jika sistem logistik, distribusi, dan tata niaga pangan antara Lampung dan Jakarta bisa kita kelola secara terintegrasi, efisien, dan digital. Kita bukan hanya menyejahterakan petani dan pelaku usaha kecil di Lampung, tetapi juga menjamin pasokan pangan berkualitas dan harga terjangkau bagi warga Jakarta,” ungkap Gubernur Mirza.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan JAKI versi Lampung. Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah DK Jakarta terbuka untuk kolaborasi lebih lanjut, termasuk investasi langsung melalui BUMD Jakarta di sektor pertanian Lampung.

“Kami tidak hanya ingin menerima produk dari Lampung. Kami ingin menjadi bagian dari rantai nilai produksinya, bahkan membangun bersama di Lampung. Ini bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan desentralisasi bisnis,” ujar Pramono.

Pramono menambahkan bahwa momentum mudik Lebaran 2025 memberikan pelajaran penting tentang perlunya memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jakarta. Dengan membuka jalur investasi dan kerja sama langsung ke Lampung, Jakarta juga akan berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih merata.

Dengan kerja sama dua provinsi ini, diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak besar kepada masyarakat. Terlaksananya kerja sama ini juga diperkirakan dapat menurunkan biaya logistik antarprovinsi hingga 18% (data BPS 2023).

Kemudian, meningkatkan akses pasar bagi lebih dari 120 ribu petani dan pelaku UMKM di Lampung, Meningkatkan kepuasan layanan publik melalui digitalisasi yang terstandarisasi. Lalu, mempercepat transformasi ekonomi digital di wilayah Lampung.

Kesepakatan ini menjadi bukti  kolaborasi antardaerah bukan sekadar retorika. Tetapi instrumen nyata untuk menjawab tantangan ketimpangan layanan dan distribusi ekonomi antarwilayah. “Semua untung, semua tumbuh, dan rakyat kita menjadi pemenangnya,” tutup Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Tindakan Premanisme dan Pungli di Pasar Curug Resahkan Pedagang

TANGERANG,Mediarepublika.com -Pedagang di Pasar Curug tengah dilanda kekhawatiran dan kegelisahan akibat maraknya tindakan premanisme dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum preman pasar. Hal ini menjadi sorotan utama di masyarakat setelah berbagai kasus pungli yang merugikan para pedagang mulai mencuat ke permukaan dan mendapat respon dari dari berbagai pihak agar masalah premanisme segera di selesaikan tanpa pandang bulu oleh pihak Kepolisian sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yang akan memberantas habis bentuk Premanisme di Indonesia.

Perumda Pasar Tangerang, sebagai pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di pasar, menegaskan bahwa kerjasama dengan pihak ketiga hanya berlaku di lingkungan pasar, sehingga tindakan pungli di luar ruang lingkup pasar disebut sebagai perbuatan oknum yang tidak dapat disalahkan kepada Perumda.

Penanganan Kasus oleh Kepolisian

Untuk menindaklanjuti kasus-kasus pungli yang terjadi, beberapa preman pasar yang diduga melakukan tindakan tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Curug. Saat ini, kasus-kasus tersebut sedang dalam proses penanganan oleh Polsek Curug. Langkah tegas dari pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para pedagang yang menjadi korban dari tindakan premanisme dan pungli di Pasar Curug.

Aktivis pasar yang dikenal dengan inisial H, telah mencuat sebagai sosok yang membela hak-hak pedagang dan menentang tindakan premanisme di pasar. Dukungan dari berbagai pihak mulai mengalir kepada H, termasuk dari kantor hukum dan pengacara handal yang mendukung perjuangannya melawan praktik pungli dan penindasan yang terjadi di Pasar Curug. Keberanian H untuk mengambil langkah nyata dalam melawan ketidakadilan di pasar telah disambut hangat oleh masyarakat pedagang dan pihak terkait.

“Alhamdulillah,kini datang dari berbagai profesi untuk mendukung saya. Belum lama ini Kantor Hukum ALE LAW OFFICE dari Bang Antony Lesnussa SH,MH dan rekan , juga Kantor Hukum PH45 yaitu Pimpinan Bang Rahman Joko Purnomo, SE SH dan rekan juga sudah bersedia secara sukarela,siap mendampingi dan berjuang bersama.Juga dari berbagai Media Center yang ada. Intinya kita berjuang untuk Masyarakat yaitubpara pedagang kaki lima, pedagang kecil yang selama ini terzolimi. Kami juga sudah membuat aduan baik ke Gubernur Banten termasuk ke Wapres Gibran.Tinggal tunggu saja kedepannya.”. Tutur H.

Lebih lanjut dikatakan oleh H, bahwa para pedagang pasar seringkali mendapat intimidasi, maka dari itu saya suarakan “Jangan takut dengan ancaman dan Intimidasi, kita berjalan dijalan yang benar, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah tegas mengatakan, Sikat habis Premanisme dari Indonesia, begitupun Kapolri yang jelas-jelas menegaskan, akan menindak tegas dan memberantas Premanisme di Indonesia”. tegasnya

Sementara itu Pengacara Kondang yang juga Ketua Peradi Jakarta Timur Antony Lesnussa SH MH menegaskan bahwa dirinya siap membantu aktivis pasar inisial H.

“Saya beserta rekan-rekan Advokat lainya siap bantu H, untuk mengawal kasus pungli dan memberantas Paremanisme di pasar Curug “. Terangnya

Lebih lanjut dikatakan oleh Anthony Lesnussa SH MH, Untuk mengatasi masalah premanisme dan pungli di Pasar Curug, diperlukan langkah-langkah konkret dan kolaboratif antara pihak terkait.

1. Penguatan Sistem Keamanan: Perumda Pasar Tangerang perlu meningkatkan sistem keamanan di pasar untuk mencegah praktik premanisme dan pungli. Kehadiran petugas keamanan yang kompeten dan bertanggung jawab dapat membantu menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

2. Pendidikan dan Pelatihan: Melakukan pendidikan dan pelatihan kepada para pedagang tentang hak-hak mereka serta tindakan yang dapat diambil jika menjadi korban pungli atau premanisme. Pengetahuan yang baik akan hak-hak pedagang dapat memberikan keberanian kepada mereka untuk melawan ketidakadilan yang terjadi.

3. Peningkatan Sinergi dengan Pihak Kepolisian: Kolaborasi yang erat antara Perumda Pasar Tangerang, pihak kepolisian, dan aktivis pasar seperti H dapat memperkuat penanganan kasus premanisme dan pungli di pasar. Koordinasi yang baik antara semua pihak menjadi kunci untuk memberantas praktik-praktik yang merugikan tersebut.

4. Transparansi dan Akuntabilitas: Penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus-kasus pungli. Informasi yang jelas dan tersedia untuk publik dapat meningkatkan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum dan penindakan terhadap oknum-oknum yang terlibat.

Dengan langkah-langkah preventif dan penindakan yang tepat, diharapkan masalah premanisme dan pungli di Pasar Curug dapat diminimalisir hingga tidak lagi meresahkan pedagang dan masyarakat sekitar. Kebersamaan dalam menegakkan keadilan dan keamanan di pasar menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan usaha yang harmonis dan berkeadilan.

Jurnalis AMTV dan Media Centerpun menemui pihak-pihak yang berkepentingan, baik Kepala Pasar Curug, Trantib Kelurahan setempat, Pihak Trantib Kecamatan Curug hingga Perumda Pasar Tangerang.

Senada diungkapkan oleh pihak-pihak terkait, bahwa dirinya mendukung aktivis pasar berinisial H, dalam memberantas Paremanisme dan pungli di Pasar Curug. Keluhan pedagangpun telah disampaikan ke pihak-pihak terkait dari Kelurahan, kecamatan hingga Perumda dan pihak Kepolisian.

(Tim)

DWP Provinsi Lampung Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi dan Komitmen Perempuan Lampung Maju

Bandar Lampung — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1446 H bersama Penasihat DWP Provinsi Lampung dan jajaran DWP Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, di Saung Desa, Senin (14/4/2025).

Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran aktif perempuan.

Penasihat DWP Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, mengajak seluruh jajaran DWP untuk berperan aktif dalam mewujudkan perempuan yang mandiri, cerdas, dan berdaya saing guna mendukung visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Wulan Mirza juga meminta agar seluruh jajaran DWP Provinsi Lampung terus menjaga sinergi dan kekompakan seperti yang ditunjukkan pada berbagai kegiatan saat bulan ramadan lalu, salah satunya, kegiatan berbagi takjil pada masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran DWP untuk turut serta menyukseskan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kartini yang akan digelar pada 21 April mendatang. Salah satu agenda utama adalah Upacara bendera yang akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dengan seluruh petugas dari jajaran DWP Provinsi Lampung.

Selain itu, akan diselenggarakan lomba menghias nasi tumpeng dan peluncuran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) oleh TP PKK Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap Program 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Wulan Mirza juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus DWP Provinsi Lampung atas dedikasi dan kontribusinya menyumbangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam menjalankan berbagai program organisasi.

“Harapan saya, ibu-ibu semua tetap semangat, sehat, kompak dan terus bersinergi dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan ini. Semoga ikhtiar kita dalam membangun Lampung Maju menuju Indonesia Emas dapat tercapai,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Pj. Ketua DWP Provinsi Lampung, Hanita Firsada, serta dua mantan Ketua DWP Provinsi Lampung, Mamiyani Fahrizal dan Siti Fatimah Fredy.

Pemprov Lampung Dukung Program Sekolah Unggul Garuda dan Kendalikan Inflasi Daerah

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Unggulan Garuda secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (14/04/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek ditugaskan oleh  Presiden Prabowo Subianto untuk menyelenggarakan program Sekolah Unggul Garuda.

“Sekolah Unggul Garuda merupakan gagasan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dari Asta Cita terutama Asta Cita nomor 4, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, inilah yang menjadi latar belakang fondasi atas gagasan membangun Sekolah Unggul Garuda,” jelasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melihat bahwa akses pada bidang sains dan teknologi masih sangat sulit sehingga melalui Program Sekolah Unggul Garuda diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang berkualitas yang bisa melahirkan masyarakat Indonesia yang mampu memajukan sains dan teknologi Indonesia.

“Akses kepada sains dan teknologi itu harus dibangun sejak awal. Berdasarkan data-data, riset-riset yang telah kami lakukan, Bapak Presiden Prabowo Subianto mencanangkan bahwa akses ini harus diberikan sejak sekolah menengah atas atau SMA sehingga ditugaskanlah kami, Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan Sekolah Unggul Garuda terutama di jenjang SMA,” tegasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraannya, Program Sekolah Unggul Garuda akan berada dibawah naungan Kemdiktisaintek.

“Ini adalah program strategis nasional yang sehingga untuk kita bisa membuat suatu kebijakan secara menyeluruh secara nasional termasuk bagaimana kita akan bisa menyalurkan siswa-siswa secara nasional, ini diletakkan di pemerintah pusat,” jelasnya.

Program Sekolah Unggul Garuda akan menjadi satu kesatuan dari konsep pra-universitas.

“Bapak presiden menginginkan agar program ini menjadi suatu kesatuan dari konsep pra-universitas sehingga inilah mengapa progam ini ditempatkan di Kemdiktisaintek. Tujuan dan perencanaan sekolah unggul garuda ini seperti suatu fast track atau track yang sangat terpadu terhadap penerimaan siswa di perguruan tinggi terbaik di dunia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Sehingga ini menjadi suatu kesatuan dan dalam segala perencanaan di Kemdiktisaintek pun penyelenggaraan program Sekolah Unggul Garuda selalu melibatkan perguruan tinggi dan para pelaku di perguruan tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, Inflasi bulanan Maret 2025 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya dan Maret 2024. Inflasi tahunan Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih rendah dibandingkan Maret 2024,

“Pada Maret 2025 terjadi Inflasi Bulan ke Bulan (Maret 2025 terhadap Februari 2025) sebesar 1,65%, Inflasi Tahun ke Tahun (Maret 2025 terhadap Maret 2024) 1,03% dan Inflasi Tahun Kalender (Maret 2025 terhadap Desember 2024) 0,39%,” jelasnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa komoditas pendorong inflasi di bulan Ramadan dan Idul Fitri didominasi oleh komoditas volatile food dan beberapa komoditas administered prices.

“Inflasi di momen Ramadan umumnya disumbang oleh komoditas pangan bergejolak dan komoditas diatur pemerintah, seperti tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota. Secara umum, komoditas yang menyumbang inflasi Maret 2025 adalah komoditas pangan, yang merupakan komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ucapnya.

“Beberapa komoditas dengan andil yang cukup besar adalah bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras; dengan tingkat inflasi Maret 2025 masing-masing sebesar 24,07%; 13,67%; dan 1,64%,” tambahnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa secara historis empat tahun terakhir, komoditas bawang merah dan daging ayam ras selalu mengalami inflasi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, kecuali pada Maret 2023 untuk bawang merah dan Mei 2022 untuk daging ayam ras.

Amalia juga memaparkan bahwa pada Maret 2025 sebagian besar provinsi mengalami inflasi, 36 provinsi mengatami inflasi 2 provinsi mengalami deflasi serta 142 Kabupaten/Kota mengalami Inflasi, 8 Kabupaten/Kota mengalami Deflasi.

Pada M2 April 2025, Amalia juga menjelaskan bahwa terdapat 25 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, 12 provinsi yang mengalami penurunan IPH, dan 1 provinsi yang menunjukkan IPH stabil dibandingkan bulan. sebelumnya serta Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 25 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah bawang merah dan cabai merah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menegaskan bahwa Pemerintah Daerah harus berupaya mengatasi inflasi yang kerap kali terjadi pada 3 komoditas pangan.

“Sejak kita melaksanakan dari awal rapat koordinasi pengendalian inflasi ini, kita selalu tidak lepas dari 3 hal tersebut. Berkaitan dengan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kemudian tidak bosan-bosannya kami juga selalu mengajak bapak ibu sekalian kepala daerah cobalah untuk menanam, tidak terlalu luas tapi bisa paling tidak untuk kabupatennya sendiri untuk kebutuhannya sendiri,” ucapnya.