Sarang Mafia, Diduga Oknum Lapas Kelas IIA Pangkal Pinang Bebaskan Praktik Terlarang Narapidana

Bangka Belitung, – Disinyalir adanya dugaan sarang Mafia di Lapas Kelas IIA Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya, beberapa Praktik Pungutan Liar (Pungli), Peredaran Narkoba dan kekerasan antar Narapidana di Lapas tersebut di Backingi oleh sejumlah oknum Lapas setempat.

Hal ini menguak dari hasil Laporan kepada Redaksi Kopitv.id yang menyebutkan sejumlah nama narapidana yang diduga menguasai blok tertentu dan mengendalikan aktivitas ilegal dari dalam sel, di antaranya:

• Ahmad Amrullah (Blok IB7)
• Dio Arip Septiawan (Blok IB atas)
• Febrian alias Rendi (Blok IB atas)
• Hendri alias Boss Gai, napi kasus narkoba yang diduga masih aktif mengedarkan narkoba dari balik jeruji.

Febrian alias Rendi disebut berperan sebagai “tukang pukul” untuk menagih utang narkoba antar narapidana, atas arahan napi lain yang dikabarkan mendapat dukungan dari oknum petugas.

Dalam laporan yang sama, dugaan keterlibatan sejumlah pegawai turut disorot. KPLP disebut-sebut menjadi pelindung bagi napi pengendali aktivitas terlarang. Ahmad Amrullah dituding sebagai aktor utama yang mengatur sistem pungli melalui narapidana bernama Johan Batam.

Sementara itu, Ari Gunawan, salah satu petugas, dituduh menyita ponsel narapidana yang tidak membayar “uang koordinasi”.

Besaran pungli yang disebutkan dalam laporan itu pun mencengangkan:
• Kalapas melalui perantara : Rp100 juta per minggu
• KPLP: Rp50 juta per minggu dari kamar koordinasi
• Setiap kamar koordinasi: Rp6 juta per hari, dengan alasan menutupi hutang bon koperasi.

Menyikapi hal ini, Redaksi masih mencoba untuk menghubungi Kalapas Kelas IIA Pangkal Pinang untuk diklarifikasi lebih lanjut.

Selanjutnya, Pelapor yang meminta identitasnya dirahasiakan mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI, serta penindakan tegas terhadap oknum petugas maupun narapidana yang terlibat. Perlindungan juga diminta bagi narapidana yang tidak terlibat dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan. (Red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan II 2025 Tetap Solid

Perekonomian Lampung pada triwulan II 2025 tetap solid dengan tumbuh sebesar 5,09% (yoy),
meskipun melandai dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya yang sebesar 5,47% (yoy). Secara
nominal, perekonomian Lampungpadatriwulan II2025 atasdasarhargaberlaku danatasdasarharga
konstan (2010) masing-masing tercatat sebesar Rp134,40 triliun dan Rp76,05 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Lampung yang tetap tinggi pada triwulan II 2025 utamanya didukung oleh
kinerja konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.
Kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,67% (yoy), tetap kuat meskipun melambat dari
triwulan sebelumnya. Dari sisi permintaan eksternal, kinerja ekspor tumbuh sebesar 7,50% (yoy),
tetap kuat meskipun melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya didukung oleh
meningkatnya permintaan antar provinsi dan permintaan komoditas ekspor utama (kopi robusta dan
CPO) yang melanjutkan peningkatannya. Lebih lanjut, kinerja investasi tumbuh sebesar 5,31% (yoy)
yang terutama merupakan investasi bangunan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas
konstruksi.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Lampung yang baik pada triwulan II 2025 juga tercermin dari sisi
lapangan usaha (LU), utamanya LU Industri Pengolahan, serta LU Industri Perdagangan Besar dan
Reparasi Kendaraan. Kinerja LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 9,97% (yoy), meningkat
dibandingkan triwulan sebelumnya seiring berlanjutnya peningkatan permintaan domestik dan
masih kuatnya kinerja total ekspor didorong oleh perdagangan antar provinsi, serta permintaan
komoditas ekspor utama (kopi robusta dan CPO). Adapun kinerja LU Perdagangan Besar dan Reparasi
Kendaraan juga kuat dengan tumbuh sebesar 7,34% (yoy), turut menguat dari triwulan sebelumnya
sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan, yakni kenaikan omset penjualan riil yang didorong
oleh permintaan domestik yang kuat. Lebih lanjut, kinerja LU utama lainnya seperti LU Konstruksi
serta LU Transportasi dan Pergudangan masing-masing tercatat melanjutkan pertumbuhan positif
sebesar 6,14% (yoy) dan 7,52% (yoy).
Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Lampung yang positif akan terus berlanjut,
meski beberapa risiko perlu diwaspadai. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,6– 5,3% didukung oleh permintaan domestik, terutama
didorong oleh pertumbuhan konsumsi seiring dengan kenaikan UMP sebesar 6,5% pada pekerja di

LU utama. Kemudian, kinerja investasi turut diprakirakan kembali melaju seiring dengan
memudarnya ketidakpastian politik. Sementara dari sisi eksternal, kinerja ekspor diprakirakan
termoderasi sejalan dengan penurunan produksi kopi robusta Lampung di tengah tetap tingginya
harga kopi dunia. Lebih lanjut, dalam rangka menjaga prospek pertumbuhan yang lebih baik,
setidaknya terdapat 3 (tiga) hal yang perlu menjadi perhatian ke depan: pertama, peningkatan
produktivitas sisi hulu dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor primer; kedua,
penguatan hilirisasi pertanian berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan; dan ketiga,
penguatan kinerja net ekspor melalui peningkatan daya saing komoditas unggulan, diversifikasi
produk industri pengolahan, dan perluasan pasar tujuan ekspor. Lebih lanjut, Bank Indonesia Provinsi
Lampung bersinergi dengan Pemda untuk melakukan peningkatan PAD melalui percepatan
digitalisasi SP, serta mendorong investasi melalui Lampung Economic & Investment Forum (LEIF)
2025

Sat Lantas Polres Pesawaran Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih

Pesawaran – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pesawaran membagikan 1.000 bendera Merah Putih kepada pengendara roda empat dan roda dua pada Rabu, 06 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Kasat Lantas Polres Pesawaran, pembagian bendera ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat patriotisme di kalangan masyarakat. “Kami ingin mengajak seluruh warga, khususnya para pengendara, untuk ikut serta memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan memasang bendera Merah Putih di kendaraan mereka,” ujarnya.

Pembagian bendera ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengendara menyambut baik inisiatif tersebut dan langsung memasang bendera yang mereka terima. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang penuh semangat persatuan di seluruh Kabupaten Pesawaran.

Polda Lampung Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih Jelang HUT RI ke-80

Lampung – Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polda Lampung gelar pembagian bendera merah putih kepada masyarakat dan pengendara di sekitar Jalan Sukarame, Bandar Lampung. Rabu(6/8/25)

Sebanyak 5000 bendera dibagikan secara gratis untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Aksi pembagian bendera mendapat respon positif dari masyarakat yang antusias menerima bendera untuk menyambut peringatan HUT RI ke-80.

Selain membagikan bendera, personel Polwan juga mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polda Lampung dalam meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dengan semangat juang 45 yang ke-80.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, “kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghiasi lingkungan dengan bendera merah putih sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa”,

“Polda Lampung turun langsung ke masyarakat untuk mempererat kedekatan dengan warga sekaligus sosialisasi pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan kemerdekaan,” tambah Kabid Humas.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Polri Untuk Masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan. Diharapkan dengan aksi sederhana ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme guna menciptakan suasana kondusif selama peringatan HUT RI ke 80.

Semangat Kemerdekaan untuk Siswa SLB, Srikandi PLN Gelar Pelatihan Keterampilan di Lampung Utara

Lampung Utara, 06 Agustus 2025 – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-80 serta upaya mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui program Srikandi Movement menggelar pelatihan membatik untuk guru dan siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sukamaju, Lampung Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Srikandi Sahabat Anak sekaligus menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PLN dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 10 (Mengurangi Ketimpangan).

Dilaksanakan dengan menggandeng Ramones Art sebagai pelatih, pelatihan ini tidak hanya menghadirkan instruktur profesional, tetapi juga disertai dengan penyerahan perlengkapan membatik lengkap—mulai dari kompor listrik, canting, kain, lilin, hingga penambahan daya listrik sekolah—guna mendukung proses belajar-mengajar yang kondusif dan berkelanjutan.

“Program ini mencerminkan semangat PLN dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak tunarungu juga memiliki akses terhadap keterampilan yang dapat menunjang masa depan mereka,” ujar Rio Widiya Nugraha, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, PLN juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada lima siswa/i SLB berprestasi di SLBN Sukamaju. Bantuan ini diharapkan menjadi

motivasi bagi siswa dan guru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal.

Kepala SLBN Sukamaju, Munir, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan inklusif.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN UID Lampung atas program ini. Anak-anak kami, khususnya siswa tunarungu, sangat antusias mengikuti pelatihan membatik ini. Harapan kami, keterampilan ini bisa menjadi bekal produktif untuk masa depan mereka,” ujar Munir.

Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Nofirdon Muchtar, S.P., M.E. juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam menciptakan pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

“Kami menyambut baik sinergi seperti ini. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan relevan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dapat membawa manfaat nyata,” ujarnya.

PLN UID Lampung berharap pelatihan ini dapat menjadi cikal bakal terbentuknya kelas keterampilan membatik permanen di SLBN Sukamaju, sebagai bagian dari kurikulum yang memberdayakan dan berorientasi masa depan.

Ketua Srikandi PLN UID Lampung Elok Faiqoh Saptining Ratri menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dari para Srikandi PLN.

“Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Kolaborasi antara Srikandi PLN, PIKK, dan manajemen PLN UID Lampung menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat. Kami juga berharap bantuan ini tidak berhenti sampai disini, tetapi guru dan siswa SLB dapat berkarya dari ilmu keterampilan yang sudah diajarkan dan dapat menjadi bekal keahlian di masa depan kelak,” ungkapnya.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan : BidDokkes Gelar Rakernis dan Pelatihan Keterampilan Kedokteran Tahun 2025

 

Lampung – Kepolisian Daerah Lampung melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polri menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Dokkes Polri dan Pelatihan Keterampilan Kedokteran Tahun 2025. Rabu(6/8/25)

Rakernis yang berlangsung di Hotel Emersia ini dibuka langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika dan diikuti oleh Pejabat Utama Polda Lampung.

Rakernis BidDokkes mengusung tema “Optimalisasi Dokkes Polda Lampung Guna Penguatan Polri Presisi Dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita” Tema ini sejalan dengan tantangan dan kebutuhan institusi Polri saat ini.

Optimalisasi fungsi Dokkes diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas-tugas Polri, khususnya untuk mewujudkan pelayanan yang prima, humanis, serta berbasis teknologi dan data yang akurat.

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan beberapa program prioritas nasional yang ada dalam kerangka asta cita seperti,

Program Pertama yaitu Meningkatkan Kualitas Manusia Indonesia. Melalui Rakernis dan pelatihan ini, personel Dokkes Polda Lampung dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan terkini di bidang kedokteran, memastikan mereka mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi anggota Polri dan masyarakat.

Program Keenam yaitu Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata adalah hak seluruh warga negara. Dengan penguatan fungsi Dokkes, Polda Lampung berupaya memastikan bahwa setiap individu mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang layak dan adil.

Program Kedelapan yaitu Memperteguh Kebinekaan dan Memperkuat Restorasi Sosial di Indonesia. Fungsi Dokkes Polri memiliki peran penting dalam mendukung upaya restorasi sosial, khususnya dalam penanganan korban kejahatan atau bencana yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis.

Program Memenuhi Gizi dan Pemberantasan Stunting. Rakernis dan pelatihan ini juga menjadi wadah untuk mengintegrasikan program-program kesehatan masyarakat, termasuk edukasi dan penanganan terkait pemenuhan gizi serta pemberantasan stunting.

Biddokkes Polda Lampung berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya nasional menurunkan angka stunting, dimulai dari lingkungan internal Polri hingga masyarakat umum melalui kegiatan-kegiatan preemtif dan preventif.

Rakernis Fungsi Dokkes tahun 2025 ini membahas berbagai isu strategis dan kebijakan terkini di bidang kesehatan, meliputi manajemen pelayanan kesehatan di lingkungan Polri, optimalisasi sarana dan prasarana kesehatan, serta peningkatan kapasitas personel Dokkes Polri.

Sementara itu hadir pula menjadi narasumber dari perwakilan BPJS Lampung dan dari Dinas Kesehatan Prov. Lampung.

Rakernis dan pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Polda Lampung dalam mendukung dan mengimplementasikan berbagai program prioritas nasional yang diemban oleh Polri, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ungkap Praktik Perjudian serta Peredaran Rokok Ilegal di Batam, Polri Segera Berantas!

Batam, Media Republika – Disinyalir adanya Praktik Perjudian Mesin Jackpot serta Peredaran Rokok Ilegal non Bea Cukai di kawasan SNL Food Mall Baru, Tanjung Uma, tepat di seberang DC Mall, Batam, terus beroperasi tanpa pengawasan dari Aparat Penegak Hukum. Hal ini tentunya memberikan dampak Negatif dan mencoreng marwah terhadap Kepolisian Republik Indonesia, Sabtu (02/08/2025).

 

Selain Peredaran Rokok Ilegal, Aktivitas perjudian yang selama ini di incar oleh Polri, tentunya memberikan peluang yang sangat besar. Namun, Praktik yang sudah berjalan selama bertahun-tahun tidak mendapatkan pengawasan yang ketat dari Kepolisian di wilayah setempat.

 

Dalam pantauan Tim, membuktikan betapa bebasnya aktivitas tersebut. Para pemain keluar masuk lokasi setiap hari tanpa rasa khawatir, seolah-olah kebal hukum. Ironisnya, keberadaan aparat di wilayah tersebut justru seperti tidak melihat dan tidak mendengar. Penegakan hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan, kini malah dipertanyakan integritas dan keberaniannya.

 

“Aktivitas Perjudian serta Rokok Ilegal sangat bebas disini, kita sudah melakukan Investigasi dan merangkum beberapa bukti otentik dengan adanya aktivitas tersebut,”kata Narasumber yang enggan disebut namanya.

Selanjutnya, Tim masih menelusuri Informasi dugaan Praktik Perjudian serta Peredaran Rokok Ilegal tersebut kepada yang bersangkutan.

(Ibnu/Red)

Bandar Lampung- Tokoh adat di Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Karnaval Budaya Tari Ngigel yang digelar oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung bukanlah bentuk pelecehan terhadap tradisi adat Lampung.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh para penyimbang dan perwatin masyarakat adat sebagai respon atas pemberitaan miring yang berkembang di tengah masyarakat, pada Konferensi persnya, Selasa 5 Agustus 2025.

Yakub, tokoh adat dari Anek Langkapura yang bergelar Radin Kepalo Migow, mewakili para penyimbang dan perwatin se-Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa acara Tari Ngigel merupakan bentuk pelestarian budaya, bukan prosesi adat yang sakral.

“Kami, masyarakat adat Kota Bandar Lampung, bersama warga Balau serta seluruh tiuh anak pekon di 20 kecamatan, menyatakan bahwa acara puncak peringatan HUT Kota Bandar Lampung berupa Karnaval Budaya Tari Ngigel telah diselenggarakan dengan berkoordinasi dan menjalin kerja sama yang baik dengan para penyimbang dan perwatin se-Kota Bandar Lampung,” ujarnya.

Yakub tokoh adat Lampung Marga Abung menjelaskan, sebagai masyarakat Lampung dirinya bangga dengan telah diadakannya Festival tari ngigel di alun-alun Kota Bandar Lampung.

“Kami masyarakat adat senang karna Bunda Eva peduli dengan adat Lampung dan kebudayaan” jelas Yakub.

Yakub menegaskan, kegiatan Tari Ngigel ini lebih dimaksudkan sebagai panggung budaya yang terbuka bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Lampung. Ia menekankan bahwa dalam proses persiapannya, Pemkot Bandar Lampung tidak pernah mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal dan selalu melibatkan peran aktif tokoh-tokoh adat.

“Karnaval Budaya Tari Ngigel bukan prosesi adat, namun sebuah gelar budaya yang bertujuan melestarikan warisan Lampung di tengah masyarakat heterogen. Kegiatan ini sarana edukasi budaya, bukan sekadar pertunjukan hiburan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yakub menyampaikan bahwa masyarakat adat Kota Bandar Lampung mendukung penuh program-program pelestarian budaya yang dijalankan Walikota Bandar Lampung. Menurutnya, inisiatif seperti Karnaval Tari Ngarigel justru menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali tradisi dan identitas budaya yang selama ini mulai tergerus perkembangan zaman.

“Kami siap mendukung setiap langkah Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memajukan budaya daerah, asalkan tetap menghormati nilai-nilai adat dan melibatkan masyarakat adat dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Pemprov Lampung Ajak Pelaku Jasa Keuangan Bangun Kemitraan Strategis Hadapi Era Digital

Bandarlampung, –  Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh pelaku jasa keuangan untuk bersama-sama membangun kemitraan strategis dalam mendukung kemajuan Provinsi Lampung di tengah pesatnya transformasi digital sektor keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela saat menghadiri seminar Strategic Alliance in Finance Leadership yang diadakan oleh Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan bertempat di Ballroom Hotel Santika Premiere, Selasa (05/08/2025).

“Saya mengajak semua yang hadir untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang untuk membangun kemitraan yang strategis, yang mengembangkan leadership yang relevan dengan perkembangan zaman dan mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan,” ajaknya.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan sistem keuangan nasional yang semakin adaptif dan inovatif, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

“Saya bersyukur karena sistem keuangan kita semakin agile dan banyak teman-teman yang di Otoritas Jasa Keuangan semakin adaptif, tertantang, kritis dalam mengembangkan berbagai inovasi mengenai sistem keuangan yang ada di Indonesia, itu adalah bentuk yang sama-sama kita syukuri,” ucapnya.

Wagub juga menekankan bahwa kepemimpinan di sektor keuangan saat ini harus mampu menjawab tantangan besar seperti disrupsi digital, ekonomi berbasis data, serta perubahan perilaku konsumen yang dinamis.

“Strategic alliance in finance leadership ini tentu bukan hanya sekadar judul saja melainkan realitas yang harus kita jawab bersama-sama, kita hidup di era yang ditandai dengan disrupsi digital kemudian ekonomi yang berbasis data dan prilaku konsumen yang semakin dinamis,” tegasnya.

Transformasi yang terjadi, seperti munculnya Fintech dan integrasi sistem pembayaran seperti QRIS, menjadi bukti bahwa sektor keuangan dituntut untuk terus berkembang dan berinovasi.

“Teknologi Fintech mengubah cara kita bertransaksi, mengakses layanan keuangan, bahkan cara lembaga keuangan mengambil keputusan contoh konkrit seperti yang kita punya Qris yang kini mengintegrasikan pembayaran lintas platform, kemudian mempercepat transaksi retail dan juga mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan banyak hal lainnya,” lanjutnya.

Wagub dalam kesempatan tersebut juga berharap FKIJK untuk mendorong pengembangan smart apps lokal yang terintegrasi seperti platform digital di negara lain, contohnya WeChat di China, yang mampu menggabungkan berbagai layanan mulai dari transaksi keuangan, e-commerce, hingga konsultasi kesehatan dalam satu aplikasi.

“Kita memang sudah memiliki beberapa apps yang menjadi unggulan produk Indonesia dan itu didukung sistem pembayaran yang juga sangat praktis saya yakin itu bisa lebih dikembangkan, lebih bisa masuk di banyak platform yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik. Saya tantang teman-teman di FKIJK ini bisa mendorong masuk kedalam builder smart apps yang luar biasa tersebut,” ucapnya.

Wagub juga menegaskan bahwa Kolaborasi Lintas sektor merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam mendukung kemajuan daerah ditengah pesatnya transformasi digital saat ini.

“Kemarin Pemerintah Provinsi Lampung baru saja meluncurkan program SMA-SMK Migran, ini salah satu bentuk kolaborasi dari teman-teman keuangan dalam hal ini memberikan kolaborasi lintas sektor kepada daerah, nanti pada saat program itu berjalan memberikan bantuan KUR kepada para Migran yang akan diarahkan melalui Bank Lampung,” jelasnya.

“Ini adalah salah satu bentuk dari kolaborasi lintas sektor yang tidak bisa berdiri sendiri, semuanya hari ini tantangannya, trennya adalah sinergi, kolaborasi, jadi ini adalah contoh yang baik, awal contoh yang baik dan teman-teman di jasa keuangan lainnya dapat mengembangkan kolaborasi di lintas sektor lainnya,” tambahnya.

Diakhir, Wagub berharap kepemimpinan pada sektor keuangan ini mampu memimpin dengan mindset yang cepat, adaptif dan berbasis data tapi disaat yang sama juga harus memegang teguh nilai transparansi, akuntabilitas dan keberlanjutan.

“Saya menganggap teman-teman semua sudah agile dan saya berharap akan lebih agile lagi dalam memahami prilaku pasar, tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), environmental, social dan juga governance, serta pentingnya literasi keuangan masyarakat. Dibeberapa kegiatan kami berjalan bersama Bank Indonesia, OJK untuk bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan,” ucapnya.

“Karena itu, forum seperti ini menjadi game charger dan kolaborasi antar regulator dan juga prilaku industri dan pemimpin di sektor jasa keuangan akan melahirkan ekosistem yang sehat, kompetitif sekaligus inklusif,” pungkasnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung sekaligus Ketua umum Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa seminar ini bertujuan membentuk kepemimpinan keuangan yang strategis, adaptif, dan visioner di tengah ketidakpastian ekonomi global dan cepatnya laju transformasi digital.

“Harapannya nanti bisa mendorong terbentuknya kepemimpinan yang strategis, adaptif dan visioner untuk bisa menghadapi tantangan di sektor jasa keuangan yang terus berkembang terutama di era transformasi digital dan ketidakpastian situasi perekonomian saat ini,” harapnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).